BAB II TINJAUAN PUSTAKA.1 ANTENA MIKROSTRIP Konsep tentang antena mikostip petama sekali diusulkan oleh Deschamps pada tahun 1953, dan mendapatkan hak patennya pada tahun 1955 atas nama Gutton dan Baissinot. Pekembangan yang pesat tehadap antena mikostip ini bau tejadi 0 tahun setelahnya yaitu sekita tahun 1970an. Hal ini disebabkan adanya dukungan beupa ketesediaan bahan substate yang baik dengan loss tangent yang kecil, kondisi paamete themal dan mekanik yang menaik, adanya peningkatan di dalam teknik pencetakannya, dan betambahnya teoi tentang model-model antena mikostip (Gag et al, 001). Antena mikostip meupakan sebuah antena yang tesusun atas 4 elemen yaitu: elemen peadiasi (patch), elemen substat (substate) elemen saluan pencatu (feed line) dan elemen pentanahan (gound plane), sepeti ditunjukkan pada Gamba.1 (Rambe, 01). Patch Substate Feed line Gound plane Gamba.1 Konfiguasi dasa antena mikostip Elemen peadiasi (patch) meupakan sebuah lempengan bahan kondukto tipis yang befungsi untuk meadiasikan gelombang elektomagnetik ke udaa.
Bentuk patch sangat bevaiasi sesuai dengan ancangan yang diinginkan. Bentukbentuk yang umum dan sedehana dai patch sepetti segiempat, segitiga, stip (dipole) dan lingkaan dapat dilihat pada Gamba. (Balanis, 005). Gamba. Repesentatif Bentuk-Bentuk patch Elemen substat (substate) meupakan bahan dielektik yang memisahkan antaa patch dan bidang pentanahan (gound plane). Elemen ini memiliki jenis yang bevaiasi yang dapat digolongkan bedasakan nilai konstanta dielektik (ε ) dan loss tangent. Tabel.1 mempelihatkan nilai konstanta dielektik dan loss tangent dai bebeapa jenis bahan dielektik (Gag et al, 001). Tabel.1 Konstanta Bahan Dielektik Jenis Bahan (mateial) Konstanta Dielektik Loss Tangent Udaa 1 0 Foam 1,07 0,0009 Epoxy FR 4 4,4 0,01 RT/Duoid 5880, 0,0009 Polysteene-quatz,6 0,0005 Teflon-ceamic,3 0,001 Polyolefin-ceamic 3 10 0,001 Polyeste-ceamic 6 0,017 Silicon 3 5 0,0005 Elemen saluan pencatu meupakan saluan yang menghubungkan patch dengan peangkat sistem pengiim atau peneima adio. Giish Kuma dan K.P.
Ray (003) membagi ke dalam (dua) teknik pencatuan yang dikenal yaitu pencatuan langsung (excited diectly) dan pencatuan tidak langsung (excited indiectly). Teknik pencatuan langsung yang umum digunakan adalah micostipline feed dan coaxial-line feed. Sedangkan teknik pencatuan tidak langsang antaa lain electomagnetically coupled, apetue coupled, dan coplana waveguide (Rambe, 01). Elemen pentanahan (gound plane) meupakan pembumian bagi sistem antena mikostip. Elemen pentanahan ini umumnya memiliki jenis bahan yang sama dengan elemen peadiasi. Antena mikostip meupakan salah satu jenis antena yang mempunyai kelebihan dan kekuangan sebagai beikut (James dan Hall, 1989), (Gag et al, 001), 1. Kelebihan, diantaanya : a Low-pofile dan ingan. b Low-fabication : fabikasi mudah dan muah, dan dipoduksi dengan menggunakan teknik pinted-cicuit. c Bisa menghasilkan polaisasi sikula maupun linie. d Bisa dibuat compact sehingga cocok untuk sistem komunikasi begeak. e Bisa beopesai pada single, dual, ataupun multiband.. Kekuangan, diantaanya : a Bandwidth yang sempit. b Gain yang endah. c Stuktu pencatuan yang kompleks untuk jenis aay. Bebagai aplikasi komunikasi adio tidak luput dai penggunaan antena ini, sepeti peangkat CPE (Costume Pemises Equipment) pada komunikasi begeak, WLAN, WiMAX, RFID, sistem MIMO dan ulta wideband (UWB) (Rambe, 01). Pealatan komunikasi begeak sepeti handphone dan notebook sangatlah membutuhkan antena yang compact dan dapat diintegasikan dengan komponen lainnya. Sebuah ancangan antena mikostip yang dapat diaplikasikan pada sebuah handphone untuk sistem GSM (900MHz), (DCS (1710-1880 MHz),
PCS (1850-1990 MHz), dan UMTS (190-170 MHz) ditunjukkan pada Gamba.3 (Pak, G. et al, 008). Rancangan antena mikostip tesebut mampu bekeja pada 4 band fekuensi sekaligus (multi band). Gamba.3 Rancangan Antena Mikostip pada Handphone Sebuah ancangan antena mikostip pada sebuah notebook dipelihatkan pada Gamba.4 (Huang, W. dan Kishk, A. A., 008). Antena mikostip yang bebentuk L ini mampu bekeja untuk sistem Wieless Local Aea Netwok (WLAN) pada fekuensi,4 GHz. Gamba.4 Rancangan Antena Mikostip pada notebook Sebuah aplikasi antena mikostip pada tag RFID (Radio Fequency Identification) dapat dilihat pada Gamba.5 (Young, L. et al, 008).
Gamba.5 Aplikasi Antena Mikostip pada Sistem RFID Sebuah ancangan antena mikostip yang dapat bekeja pada 3 fekuensi WiMAX yaitu,3 GHz, 3,3 GHz dan 5,8 GHz dipelihatkan pada Gamba.6 (Zulkifli, F. Y. et al, 008). Gamab.6 Antena Mikostip untuk Aplikasi WiMAX (,3 GHz, 3,3 GHz dan 5,8 GHz) Gamba.7 mempelihatkan sebuah ancangan antena mikostip yang dapat bekeja pada sistem UWB (ulta wideband) dengan entang fekuensi 6 GHz (Lin, S.Y. et al, 008). Antena ini bekeja dengan sistem MIMO 4 kanal. Gamba.7 Antena Mikostip MIMO 4-Kanal untuk Sistem UWB ( 6 GHz)
Dai bebeapa ancangan antena mikostip tesebut dapat dilihat bahwa antena mikostip memiliki keunikan yang cukup luas. Bebagai modifikasi baik pada patch, saluan pencatu, substate dan gound plane dapat dilakukan untuk mendapatkan spesifikasi antena yang diinginkan.. PARAMETER KINERJA ANTENA MIKROSTRIP Kineja (pefomansi) dai sebuah antena mikostip dapat dilihat dai bebeapa paamete utamanya yaitu fekuensi esonansi, impedansi input, VSWR (voltage standing wave atio), etun loss, bandwidth, pola adiasi dan gain...1 Fekuensi Resonansi Resonansi dapat diatikan dengan ikut begetanya sebuah benda akibat benda lain yang begeta dengan fekuensi tetentu. Resonansi pada antena meupakan peistiwa ikut begetanya sebuah antena akibat adanya getaan (fekuensi adio) yang ada di sekitanya. Fekuensi esonansi ini dapat disebut juga sebagai fekuensi keja dai antena... Impedansi Input Impedansi input (Zin) adalah impedansi pada teminal masukan antena atau asio tegangan tehadap aus pada teminal input atau pebandingan komponenkomponen besesuaian dai medan elektik tehadap medan magnetik pada sebuah titik. Impedansi masukan tedii dai komponen eal (R in ) dan komponen imajine (X in ). Impedansi masukan dituliskan sebagai beikut : Dimana: Z in Zin = Rin + jx in = impedansi antena Rin = esistansi antena Xin = eaktansi antena (Ohm) (.1)
Kondisi matching tejadi ketika besa impedansi input antena sama dengan besa impedansi kaakteistik saluan tansmisi...3 Voltage Standing Wave Ratio (VSWR) VSWR adalah pebandingan amplitudo tegangan antaa gelombang bedii (standing wave) maksimum ( V max ) dan minimum ( V min ). Secaa khusus, VSWR dapat dinyatakan dengan pesamaan (Wadell, 1991), (Volakis, 007) : 1 VSWR = +Γ 1 Γ (unitless) (.) Dimana Γ meupakan koefisien efleksi tegangan yang memiliki nilai kompleks dan meepesentasikan besanya magnitude dan fasa efleksi. Refleksi tegangan tejadi akibat tidak sesuainya impedansi saluan tansmisi dan impedansi beban teminasi yang dinyatakan sebagai (Wadell, 1991) : Γ= Z Z L L Z + Z 0 0 (unitless) (.3) Di mana Z L adalah impedansi beban (load) dan Z 0 adalah impedansi kaakteistik saluan. Untuk bebeapa kasus yang sedehana, ketika bagian imajine dai Γ adalah nol, maka (Wadell, 1991) : Γ = 1 : efleksi negatif maksimum, ketika saluan tehubung singkat (shot cicuit), VSWR = : 1. Γ = 0 : tidak ada efleksi, ketika saluan dalam keadaan sesuai sempuna (pefect match), VSWR = 1 : 1. Γ = + 1 : efleksi positif maksimum, ketika saluan dalam angkaian tebuka (open cicuit), VSWR = : 1. Kondisi yang paling baik adalah ketika tidak ada efleksi gelombang tegangan yang beati bahwa saluan dalam keadaan sesuai sempuna (pefect match) sehingga VSWR benilai 1 : 1. Namun kondisi ini pada paktiknya sulit untuk didapatkan. Pada umumnya nilai VSWR yang masih memungkinkan untuk
digunakan adalah < yaitu pada saat Γ benilai 1/3 atau pada saat Z L = Z 0. (Volakis, 007)...4 Retun Loss Retun loss meupakan koefisien efleksi dalam bentuk logaitmik yang menunjukkan daya yang hilang kaena beban dan saluan tansmisi tidak matching. Retun loss dapat tejadi akibat adanya diskontinuitas diantaa impedansi saluan tansmisi dengan impedansi masukan beban. Sehingga tidak semua daya dapat diadiasikan dan tedapat daya yang dipantulkan balik. Retun loss dapat dihitung dengan menggunakan pesamaan: etun loss = 0log 10 Γ (db) (.4) Atau etun loss = 0log 10 VSWR + 1 VSWR 1 (db) (.5) Apabila nilai VSWR <, maka dengan menggunakan pesamaan di atas akan didapatkan nilai etun lossnya lebih kecil dai 9,54 db...5 Bandwidth Bandwidth didefenisikan sebagai entang fekuensi keja dai suatu antena. Nilai bandwidth dapat diketahui apabila nilai fekuensi bawah dan fekuensi atas sudah diketahui. Fekuensi bawah (f b ) adalah nilai fekuensi awal dai fekuensi keja antena, sedangkan fekuensi atas (f a ) meupakan nilai fekuensi akhi dai fekuensi keja antena. Bandwidth secaa umum dapat dinyatakan sebagai (Volakis, 007) : bandwidth = f f (Hz) (.6) a b Fekuensi tengah (f 0 ) dai sebuah bandwidth dapat dinyatakan sebagai (Volakis, 007) :
f 0 fa fb = (Hz) (.7) Bandwidth dapat juga dinyatakan dalam bentuk pesentase yang diumuskan sebagai beikut (Volakis, 007) : fa fb bandwidth = 100% (%) (.8) f 0 dengan: f a = fekuensi atas dalam band (Hz) f f b 0 = fekuensi bawah dalam band (Hz) = fekuensi tengah dalam band (Hz), Gamba.8 mengilustasikan sebuah bandwidth yang dipeoleh bedasakan gafik VSWR vesus fekuensi dai nilai standa VSWR yaitu. Gamba.8 Rentang fekuensi yang menjadi bandwidth..6 Pola Radiasi Pola adiasi (adiation patten) adalah fungsi matematika atau epesentasi gafik dai sifat adiasi antena sebagai fungsi uang. Sifat adiasi tesebut meliputi keapatan flux, intensitas adiasi, kuat medan, atau polaisasi. Biasanya sifat dai adiasi yang sangat dipentingkan adalah pesebaan secaa tiga dimensi atau dua dimensi dai enegi yang diadiasikan antena. Contoh gambaan dai pola adiasi antena secaa tiga dimensi dan dua dimensi dapat dilihat dai Gamba.9 (Balanis, 005).
(a) Tampilan tiga dimensi (b) Tampilan dua dimensi Gamba.9 Pola adiasi antena Sebuah pola adiasi memiliki bebeapa bagian yaitu main lobe (bekas pancaan utama), side lobe (bekas pancaan pada sisi-sisi) dan back lobe (bekas pancaan ke aah belakang). Besa aah pancaan adiasi maksimum dai sebuah antena dinyatakan sebagai HPBW (half powe beamwidth) yaitu sudut di antaa titik setengah daya (atau 3dB) dai main lobe (Balanis, 005)...7 Gain Secaa umum, gain meupakan pebandingan intensitas adiasi maksimum suatu antena dengan intensitas adiasi maksimum antena efeensi yang daya inputnya sama. Hal ini dapat dituliskan dengan umus (Balanis, 005) : dimana : G U m G U m = (.9) U m = gain = intensitas adiasi maksimum suatu antena
U m = intensitas adiasi maksimum antena efeensi dengan daya input yang sama Gain dapat dinyatakan sebagai pekalian dai efisiensi adiasi dan diekstivitas yaitu (Stutzman, 1981) : G = e D (.10) Dimana diektivitas (D) meupakan keteaahan intensitas adiasi antena dan e meupakan efisiensi adiasi yang muncul akibat adanya ugi-ugi ohmic dai stuktu antena. Secaa umum, hubungan antaa diektivitas dan gain tehadap dimensi fisik dai antena dapat dinyatakan dengan (Stutzman, 1981), (Huang dan Boyle, 008) : 4π D= A p (.11) λ 4π G A e λ = (.1) dengan : Ae = ε ap Ap 0 ε ap 1 (.13) Dimana : A p = Apetue fisik antena A e = Apetue efektif antena εap = efisiensi apetue antena.3 ANTENA MIKROSTRIP PATCH SEGIEMPAT Patch bebentuk segiempat (ectangula) meupakan bentuk yang paling sedehana dan umum digunakan pada antena mikostip. Bentuk ini memiliki dimensi panjang (L) dan leba (W). Gamba.10 menunjukkan bagian-bagian dai sebuah antena mikostip patch segiempat.
Patch W Substate (ε R ) L h Gound plane Gamba.10 Antena Mikostip Patch Segiempat Panjang dan leba dai patch segiempat ini meupakan paamete utama untuk mendapatkan fekuensi esonansi yang diinginkan. Dimana ukuan keduanya dipengauhi oleh ketebalan (h) dan nilai konstanta dielektik (ε ) dai substate yang digunakan. Leba patch dapat ditentukan dengan menggunakan pesamaan (James dan Hall, 1989), (Balanis, 005) : W = f c ( ε + 1) (.14) Dimana c adalah kecepatan ambat gelombang elektomagnetik di uang bebas yaitu sebesa 3x10 8 m/det, f adalah fekuensi esonansi dai antena dan ε adalah konstanta dielektik dai bahan substat. Sedangkan untuk menentukan panjang patch (L) diumuskan sebagai (James dan Hall, 1989), (Balanis, 005): L L L = (.15) eff Dimana L eff meupakan panjang patch efektif yang dapat ditentukan dengan (Balanis, 005), (Hamad, 01) : L eff c = (.16) f ε Dan L adalah pebedaan panjang antaa L dan L eff yang diumuskan sebagai (Hamad, 01) : eff
L= 0.41h W + 0.3 + 0.64 h W 0.58 + 0.8 h ( ε eff ) ( ε eff ) (.17) Dengan ε eff adalah konstanta dielektik elatif yang diumuskan sebagai (Hamad, 01) : ε eff ε + 1 ε 1 1 = + 1+ 1hW (.18) Pesamaan-pesamaan tesebut masih memiliki deviasi tehadap ancangan aktualnya. Hal ini disebabkan antaa lain nilai toleansi konstanta dielektik, keseagaman tebal bahan dielektik dan ketidak-akuatan fabikasi (etching) tehadap ukuan panjang dan leba patch (Gag et al, 001). Impedansi input (Z in ) antena mikostip patch segiempat diapoksimasikan sebagai (Huang dan Boyle, 008) : Z in ε L 90 ε 1 W (Ohm) (.19) Secaa fomula, bandwidth yang dapat dicapai oleh antena mikostip patch segiempat untuk VSWR < adalah (Huang dan Boyle, 008) : f 16 ε 1 Lh ε 1 Lh = 3, 77 (.0.a) f 3 ε λw ε λw 0 Patil V. P. (01) mengungkapkan bahwa apoksimasi pehitungan bandwidth antena mikostip patch segiempat dapat dihitung dengan : % BW 180. h W = (.0.b) λ ε L o Huang dan Boyle (008) menyatakan bahwa semakin besa nilai W, maka akan semakin besa juga nilai diektivitas antena mikostip. Maksimum nilai diektivitas antena mikostip tesebut dinyatakan sebagai (Huang dan Boyle, 008) :
6,6 = 8, dbi, W λ0 D = 8 W / λ, W λ 0 0 (.1) Gain antena mikostip patch segiempat dapat dihitung dengan menggunakan pesamaan : dengan 4 π G = ( L W ) (.) λ λ g λ 0 g = (.3) ε Dimana λ 0 meupakan panjang gelombang pada fekuensi esonansi (f )..4 TEKNIK PENCATUAN APERTURE COUPLED Teknik pencatuan pada antena mikostip meupakan teknik untuk mentansmisikan enegi elektomagnetik ke antena mikostip. Tedapat bebagai konfiguasi teknik yang telah dikembangkan yang masing-masingnya tentu memiliki kelebihan dan kekuangan. Untuk mendapatkan bandwidth yang leba, salah satu teknik yang dapat digunakan adalah dengan teknik pencatuan apetue coupled. Asitektu teknik pencatuan ini ditunjukkan pada Gamba.11. Patch h1 Substat-1 Gound plane h Slot Apetue Saluan Pencatu Substat- Gamba.11 Teknik pencatuan apetue coupled
Pada konfiguasi teknik pencatuan apetue copled, tedapat sebuah slot pada gound plane yang untuk mengkopel patch dai saluan pencatu. Bentuk, ukuan, dan lokasi penempatan slot apetue dapat mempengauhi pengkopelan tesebut, begitu juga dengan tinggi substat yang digunakan dapat bevaiasi dengan susunan yang belapis-lapis (multilaye) (Kuma et al, 003). Teknik pencatuan jenis ini petama sekali dibuat pada tahun 1985 yang betujuan untuk meningkatkan bandwidth dai antena mikostip. Dengan pengoptimalan bebeapa paamete temasuk dimensi slot apetue, maka dapat dicapai bandwidth mendekati 70 % (Kuma et al, 003). Untuk menentukan dimensi slot apetue dai teknik pencatuan ini dapat digunakan Pesamaan.4 dan.5 (Abdel-ahman, 005). Panjang slot apetue (L a ): Leba slot apetue (W a ): L = (0,1 0, ) λ (.4) a 0 Wa = 0,10L a (.5).5 MODEL ANALISIS Untuk menganalisis sebuah antena mikostip dipelukan suatu pemodelan yang dapat menggambakan kondisi antena tesebut ke dalam sebuah kondisi pesamaan. Bebagai pemodelan untuk antena mikostip telah banyak dikembangkan dan satu diantaanya yang popule adalah model saluan tansmisi (tansmission line model). Gamba.1 mempelihatkan konstuksi fisik sebuah antena mikostip patch segiempat dengan pencatuan apetue coupled dan Gamba.13 mempelihatkan angkaian ekivalennya dengan model analisis saluan tansmisi (Gag et al, 001), (Deb et al, 011).
W f L s W a L a W L L f Gamba.1 Antena Mikostip Patch Segiempat dengan pencatuan Apetue Coupled L 1 L G Y 0, β Z 1 Z Y 0, β G B B open open n 1 1 Gamba.13 Rangkaian Ekivalen Model Saluan Tansmisi dai Antena Mikostip Patch Segiempat dengan pencatuan Apetue Coupled Pada angkaian ekivalen tesebut, pengkoplingan patch oleh slot apetue dimodelkan sebagai sebuah tansfomato dengan nilai asio lilitan n 1 (Gag et al, 001) : n1 = L a / W (.6) Dimana La adalah panjang slot apetue dan W adalah leba patch. Adapun patch diepesentasikan sebagai buah impedansi (Z 1 dan Z ) kaena slot apetue tepat beada ditengah patch. Impedansi patch dapat dinyatakan sebagai (Gag et al, 001) : Zpatch = Z 1 + Z = 1/Y 1 + 1/ Y (.7)
Dimana Y 1 dan Y meupakan admitansi dai impedansi Z 1 dan Z. Impedansi masukan (Z in ) dai saluan pencatu dinyatakan sebagai (Deb et al, 011) : n Zin = jz0 cot( β Ls ) n Y + Y 1 patch ap (.8) Dimana Y patch adalah admitansi patch, Z 0 dan β masing-masing adalah impedansi kaakteistik dan konstanta fasa dai saluan pencatu. L s meupakan panjang stub yaitu petambahan panjang saluan pencatu. Sedangkan n adalah nilai asio lilitan tansfomato yang meepesentasikan pengkoplingan patch oleh saluan pencatu yang dinyatakan sebagai (Gag et al, 001) : n J ( β W / ) J ( β W / ) β k ε 0 S 0 f a f f = βs + β f εf cos 1 1sin 1 k kh k kh βs k 1 + k1cos kh 1 + ksin kh 1 (.9) Dimana J 0 meupakan fungsi Bessel untuk ode-nol, dan paamete lainnya dinyatakan sebagai (Gag et al, 001) : k1 = k0 εf εes εef (.30) k = k ε ε (.31) 0 es ef 1 β = k ε (.3) s 0 es β f = k ε (.33) 0 ef Dimana ε f meupakan konstanta dielektik dai substate saluan pencatu (feed substate), ε ef = konstanta dielektik efektif feed substate, ε es = konstanta dielektik efektif stub. β s = konstanta edaman saluan stub dan β f = konstanta edaman saluan feed. Admitansi apetue (Yap) dan etun loss (S 11 ) dapat dipeoleh dengan pesamaan (Gag et al, 001), (Deb et al, 011) :
(.34) (.35) Dimana Y os meupakan admitansi kaakteistik stub dan L a adalah panjang slot apetue. Z 0 adalah impedansi kaakteistik saluan pencatu..6 SALURAN MIKROSTRIP Saluan mikostip (micostip line) meupakan saluan tansmisi yang bentuk fisiknya besifat kaku (igid). Saluan jenis ini biasanya digunakan untuk bekeja pada daeah fekuensi gelombang miko (ode GHz) dan digunakan untuk menghubungkan pianti-pianti elektonik yang bejaak dekat. Saluan mikostip biasanya dibuat dalam bentuk PCB dengan bahan khusus yang mempunyai ugiugi endah pada fekuensi gelombang miko. Bentuk fisik dan pola medannya dapat dilihat pada Gamba.14. Gamba.14 Konstuksi dan pola medan micostip Impedansi kaakteistik dai saluan mikostip untuk leba saluan yang sempit dengan w/h dapat dinyatakan sebagai (Fooks dan Zakaevicius, 1990) : (.36)
dan untuk w/h : Z 376,7 w ε 1 ε + 1 w = + 0,885 + 0,1645 + 1, 4516 + ln + 0,94 πε h 0 ε h ε 1 (.37) Dimana : h = ketebalan bahan dielektik [m] w = leba kondukto mikostip [m] ε = konstanta bahan dielektik.7 BAHAN DIELEKTRIK SUBSTRAT Pada antena mikostip, bahan dielektik substat meupakan komponen yang cukup penting. Bebagai paamete antena mikostip sepeti ukuan patch dan leba saluan pencatu sangat begantung dai nilai konstanta bahan dielektiknya. Salah satu pehitungan yang tekait padanya nilai konstanta bahan dielektik adalah pehitungan nilai kapasitansi. Susunan antena mikostip yang beupa patch, substat, dan gound plane meupakan sebuah kapasito keping sejaja sepeti dipelihatkan pada Gamba.15. A Pelat kondukto d ε Gamba.15 Kapasito Keeping Sejaja Nilai kapasitansi dai keping sejaja dapat dihitung dengan menggunakan pesamaan (Hayt, 1989) : C εε A o = (.38) d
Dimana : ε o = pemitivitas udaa = 8,854 x 10-1 F/m ε = pemitivitas elatif bahan (konstanta dielektik bahan) A = luas pemukaan kepingan d = jaak anta kepingan Susunan bahan dielektik angkap betingkat sepeti dipelihatkan pada Gamba.16 menghasilkan nilai kapasitansi dengan dua kapasito yang dipasang sei. A Pelat kondukto d 1 ε 1 d ε Gamba.16 Kapasito Keping Sejaja dengan Dua Jenis Bahan Dielektik Nilai kapasitansi dai dua kapasito yang dipasang sei dapat dihitung dengan menggunakan pesamaan (Hayt, 1989) : C = 1 1 1 + C C 1 (.39) dimana C 1 = ε 1.A/d 1 dan C = ε.a/d.