PENGARUH STRUKTUR MODAL DAN KUALITAS AUDIT TERHADAP EARNING RESPONSE COEFFICIENT

dokumen-dokumen yang mirip
ANALISIS PENGARUH UKURAN, PERTUMBUHAN, DAN PROFITABILITAS PERUSAHAAN TERHADAP KOEFISIEN RESPON LABA

BAB III METODE PENELITIAN

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KOEFISIEN RESPON LABA

BAB III METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. Informasi laba secara tegas disebutkan dalam Statement of Financial

BAB I PENDAHULUAN. investor yaitu laba dan rugi. Setiap investor selalu berupaya mendapatkan

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. Earning Response Coefficient merupakan ukuran atas tingkat abnormal

BAB l PENDAHULUAN. Saat ini, semakin banyak masyarakat yang berminat pada investasi yang

BAB I PENDAHULUAN. Salah satu indikator yang masih digunakan sampai sekarang adalah laba yang

BAB I PENDAHULUAN. Secara formal pasar modal merupakan pasar untuk berbagai instrument

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini akan melihat pengaruh Adopsi IFRS terhadap Earnings Response

: LOLLI ADRIANI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS ANDALAS

BAB 5 PENUTUP. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh financial leverage, net

BAB 5 SIMPULAN, KETERBATASAN DAN SARAN

BAB V PENUTUP. on Asset, Return On Equity, Earning Per Share, Price Earning Ratio, dan Net

Dian Indriana Trilestari, SE.,MSi., Akt- Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Semarang (USM)

BAB I PENDAHULUAN. Laporan Arus Kas, dan Catatan atas Laporan Keuangan (IAI,2009). Manajer

BAB V PENUTUP. Penelitian ini dilakukan untuk menguji pengaruh Current Ratio, Return on

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

PENGARUH KEPUTUSAN KEUANGAN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE

BAB III METODE PENELITIAN

PENGARUH RASIO PASAR TERHADAP RETURN SAHAM PERBANKAN DI BEI PERIODE

BAB V PENUTUP. signifikan pengaruh dari kualitas audit, ukuran perusahaan, leverage, kepemilikan

III. METODE PENELITIAN. Objek penelitian pada skripsi ini adalah emiten yang masuk dalam LQ 45 periode

BAB III METODE PENELITIAN. Bursa Efek Indonesia yang diambil dari website Data diperoleh

BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN

Disusun oleh : ARUM DESMAWATI MURNI MUSSALAMAH B

PENGARUH MEKANISME GOOD CORPORATE GOVERNANCE DAN KUALITAS AUDIT TERHADAP MANAJEMEN LABA

PENGARUH ROA, EPS, PER DAN DER TERHADAP PENETAPAN HARGA SAHAM SETELAH IPO (Studi Empiris Di Bursa Efek Indonesia)

BAB III METODE PENELITIAN

PENGARUH INFORMASI LABA AKUNTANSI (EARNINGS) TERHADAP ABNORMAL RETURN DAN VOLUME PERDAGANGAN SAHAM (Studi pada Perusahaan LQ 45 di Bursa Efek Jakarta)

BAB I PENDAHULUAN. mencari keuntungan sebesar-besarnya demi menyejahterakan karyawan dan

III. METODE PENELITIAN. resmi BEI, yahoo finance dan Indonesian Capital Market Electronic Library

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif yang bersifat

BAB I PENDAHULUAN. pemakai lainnya untuk proses pengambilan keputusan. Informasi yang

PENGARUH RETURN ON EQUITY

PENGARUH PERTUMBUHAN LABA, DIVIDEND PAYOUT RATIO, DEBT TO EQUITY RATIO DAN RETURN ON EQUITY TERHADAP PRICE EARNING RATIO

BAB 5 SIMPULAN, KETERBATASAN, DAN SARAN

Judul : Pengaruh Leverage dan Ukuran Perusahaan pada Earnings Response Coefficient Nama : A.A. Puteri Kusuma Dewi NIM :

Judul : Pengaruh Konservatisme Akuntansi dan Leverage pada Earnings Response Coefficient Nama : Desriyana Natalia NIM :

BAB V PENUTUP. data populasi perusahaan food and beverages yang terdaftar di Bursa Efek

BAB I PENDAHULUAN. Menurut Statement of Financial Accounting Concepts No.1 tujuan pertama laporan

BAB II LANDASAN TEORI. Laporan tahunan (annual report) adalah suatu laporan resmi mengenai keadaaan

PENGARUH CURRENT RATIO, DEBT TO EQUITY RATIO DAN EARNING PER SHARE TERHADAP NILAI PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA

BAB 2 TINJAUAN TEORETIS DAN PERUMUSAN HIPOTESIS

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

BAB III METODE PENELITIAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB V PENUTUP. sensitivitas inflasi, sensitivitas suku bunga, sensitivitas kuts, likuiditas dan

masa tunda, maka relevansi laporan keuangan makin diragukan. Chambers dan Penman (1984) dalam Subekti (2004) menunjukkan bahwa pengumuman laba yang te

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Perekonomian suatu negara tidak lepas dari peran para pemegang dana,

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. para peneliti dapat mentindaklanjuti pada penelitian berikutnya.

BAB V PENUTUP. perbankan di indonesia yang terdaftar di BEI periode penelitian

BAB I PENDAHULUAN. pemegang saham. Laporan keuangan yang menjadi sumber informasi yang

Prosiding Akuntansi ISSN:

BAB III METODE PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di

BAB V PENUTUP. Hasil pengujian hipotesis menggunakan analisis regresi berganda untuk tujuan

PENGARUH STRUKTUR MODAL, PROFITABILITAS, UKURAN PERUSAHAAN DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN

ANALISIS PENGARUH PROFITABILITAS, LIKUIDITAS DAN STRUKTUR AKTIVA TERHADAP STRUKTUR MODAL PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BEI

BAB III METODE PENELITIAN. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder berupa data

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. mendorong peneliti untuk melakukan penelitian kembali:

Prosiding Akuntansi ISSN:

DETERMINAN KOEFISIEN RESPON LABA (Studi Empiris pada Perusahaan Sektor Industri Barang Konsumsi yang Terdaftar di BEI Periode Tahun )

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. keuangan disusun dan disajikan sekurang-kurangnya setahun sekali untuk

BAB V PENUTUP. ditimbulkan oleh pertumbuhan laba, konservatisme akuntansi, investment

BAB I PENDAHULUAN. target yang diinginkan baik secara artificial (melalui metode akuntan si) maupun

BAB III METODE PENELITIAN

Transkripsi:

PENGARUH STRUKTUR MODAL DAN KUALITAS AUDIT TERHADAP EARNING RESPONSE COEFFICIENT Dita Willjayanti Program Studi Akuntansi Universitas Pelita Harapan Surabaya, Indonesia dwilljayanti@ymail.com Abstrak - Informasi Keuangan memiliki peranan yang cukup besar terhadap pengambilan keputusan investasi yang dilakukan oleh investor, terutama informasi laba. Informasi ini akan mempengaruhi investor dalam melakukan prediksi terhadap tingkat return yang akan didapatkan pada masa mendatang. Hubungan antara laba dengan return saham ini dapat diukur dengan Earnings Response Coefficient (ERC). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh struktur modal dan kualitas audit terhadap ERC. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa LEV dan KAP tidak berpengaruh signifikan terhadap ERC. Hal ini disebabkan adanya kecenderungan investor yang lebih mengacu pada informasi rasional yang berkaitan dengan aspek fundamental dari perusahaan sebagai ukuran kinerja perusahaan. Selain itu, peningkatan regulasi audit membuat tidak ada perbedaan dalam penilaian standar kualitas audit yang dilakukan KAP big four dan KAP non big four. Kata kunci - earnings response coefficient, ERC, capital structure, audit quality. I. PENDAHULUAN Pasar modal di Indonesia telah mengalami perkembangan yang pesat dalam tempo yang relatif singkat sejak dikeluarkannya deregulasi di bidang pasar modal pada akhir tahun 1987 (Nazwirman, 2008). Berkembangnya pasar modal ini memberikan kesempatan yang lebih luas untuk terjadinya perpindahan modal antara pihak yang memiliki kelebihan dana (investor) kepada pihak yang mengalami kekurangan dana (deficit unit/ perusahaan). Investor sebagai pihak yang memiliki kelebihan dana akan membeli sekuritas yang diterbitkan perusahaan dengan harapan memperoleh dividen dan capital gain (Matriadi, 2000). Dalam melakukan keputusan investasi ini, investor akan dipengaruhi oleh berbagai informasi, terutama informasi yang berasal dari laporan keuangan. Salah satu informasi yang penting bagi investor untuk mengambil keputusan adalah laba. Oleh karena itu, dibutuhkan tingkat relevansi yang tinggi atas informasi laba yang terkandung dalam laporan keuangan sehingga informasi tersebut dapat bermanfaat bagi prediksi harga wajar serta pengambilan keputusan investasi. Reaksi investor merupakan salah satu indikator yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat relevansi dari informasi akuntansi (Naimah dan Utama, 2006). Menurut Scott (2001), reaksi investor akan terlihat pada saat perusahaan mengumumkan actual earnings yang berhasil dibukukannya (earning announcement). Jika pelaporan actual earnings lebih tinggi dari prediksi laba yang dimiliki investor, maka hal ini akan dianggap sebagai good news. Sebaliknya, jika pelaporan actual earnings lebih rendah dari prediksi yang dilakukan oleh investor selama ini, maka hal tersebut akan dianggap sebagai bad news. Prediksi investor terhadap laba perusahaan disebut dengan expected earnings. Abnormal return merupakan selisih antara expected earnings investor dengan actual earnings yang diumumkan perusahaan (Jogiyanto, 2000). Ball dan Brown (1968) dalam penelitiannya menemukan bahwa terdapat korelasi antara perubahan laba akuntansi dengan return saham. Mereka berpendapat bahwa naik turunnya laba akan berpengaruh terhadap naik turun-nya return saham secara searah. Kekuatan hubungan laba dan return saham dapat diukur dengan menggunakan Earning Response Coefficient (ERC). ERC merupakan salah satu metode yang digunakan untuk mengukur pengemfbangan dari market abnormal return sekuritas sebagai respon dari komponen unexpected dari laba yang dilaporkan oleh perusahaan yang mengeluarkan sekuritas tersebut (Scott, 2001). Ambarwati (2008) mengungkapkan bahwa penelitian mengenai market response dengan metode ERC memiliki asumsi bahwa investor melakukan proyeksi atas laba yang diharapkan, dimana proyeksi ini akan dipengaruhi oleh beberapa faktor. Dua faktor diantaranya adalah struktur modal dan kualitas audit. 12

Struktur modal merupakan faktor yang penting bagi perusahaan karena baik buruknya struktur modal akan mempunyai efek langsung terhadap posisi keuangan perusahaan yang pada akhirnya mempengaruhi nilai perusahaan (Kesuma, 2009). Struktur modal dapat didefinisikan sebagai kombinasi dari hutang jangka panjang dan ekuitas yang digunakan perusahaan (Gitman, 2009). Struktur modal suatu perusahaan akan terkait dengan risiko keuangan berupa risiko gagal bayar yang dimiliki perusahaan serta keuntungan yang didapatkan oleh investor (Kesuma, 2007). Struktur modal suatu perusahaan memiliki hubungan dengan kesejahteraan para pemegang saham sehingga secara tidak langsung struktur perusahaan juga memiliki keterkaitan yang erat dengan ERC (Ambarwati, 2008). Perusahaan yang dengan tingkat hutang tinggi membuat laba akan lebih banyak mengalir pada kreditor dibanding pemegang saham. Selain itu, terdapat risiko gagal bayar yang dapat menyebabkan risiko kebangkrutan dalam jangka panjang. Hal ini membuat ERC akan dipengaruhi oleh struktur modal perusahaan. Selain struktur modal, kualitas audit juga berhubungan positif dengan kualitas laba, yang diukur dengan ERC. Investor akan bergantung pada akuntan publik sebagai penjamin keakuratan dan relevansi informasi yang disajikan atas kredibilitas laba yang dilaporkan karena investor tidak dapat melihat secara langsung hal-hal yang mendasari nilai laba yang sesungguhnya (Mayangsari, 2004). Oleh karena itu, opini yang dikeluarkan oleh auditor akan memberikan keyakinan lebih bagi pengguna informasi yang disajikan dalam laporan keuangan Terdapat beberapa penelitian yang menguji mengenai keterkaitan antara struktur modal dan kualitas audit terhadap ERC. Moradi et al. (2010) telah menguji pengaruh dari financial leverage pada ERC dan menemukan bahwa nilai ERC berkorelasi terhadap financial leverage perusahaan. Penelitian lain yang dilakukan oleh Panahian dan Aminossadati (2011) membedakan definisi dan ukuran financial leverage berdasarkan neraca dan laporan laba rugi. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa hubungan antara financial leverage dan ERC hanya terjadi pada perusahaan yang memiliki financial leverage tinggi berdasarkan definisi dari neraca sedangkan pada tingkat total sampel, perusahaan yang memiliki financial leverage rendah dan seluruh tingkat financial leverage pada pendekatan laporan laba rugi tidak ditemukan adanya hubungan. Penelitian Mayangsari (2004) yang menguji hubungan antara kualitas audit yang diproksikan dengan spesialisasi industri auditor terhadap ERC. Hasil penelitiannya mengungkapkan bahwa spesialisasi auditor mempengaruhi ERC. Penelitian lain yang dilakukan oleh Riyatno (2007) menggunakan proksi yang berbeda, yaitu ukuran KAP. Hasil penelitiannya sejalan dengan penelitian Mayangsari (2004) mengungkapkan bahwa ukuran KAP berpengaruh terhadap ERC perusahaan. Akan tetapi, penelitian yang dilakukan oleh Mulyani et al. (2007) justru menyatakan bahwa kualitas auditor tidak berpengaruh terhadap ERC karena investor tidak akan peduli mengenai kualitas auditor, melainkan fokus pada informasi dalam laporan keuangan. Pada penelitian terdahulu terdapat hasil yang inkonklusif, Oleh karena itu, maka penelitian ini ingin menguji kembali untuk menganalisis apakah apakah financial leverage memiliki pengaruh yang signifikan terhadap ERC dan untuk mengetahui apakah ukuran KAP memiliki pengaruh yang signifikan terhadap ERC. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka peneliti bermaksud untuk menguji lebih lanjut apakah financial leverage dan ukuran KAP berpengaruh secara significant terhadap ERC II. METODE PENELITIAN Data dan Metode Pemilihan Sampel Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dimana data yang digunakan merupakan data sekunder berupa laporan keuangan dan harga saham. Laporan keuangan yang dipublikasikan diperoleh melalui website www.idx.co.id dan data harga saham yang diperoleh dari http://finance.yahoo.com. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI. Penelitian ini akan melakukan pengamatan pada data periode tahun 2007 hingga 2010. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling dimana terdapat kriteria tertentu dalam menentukan sampel yang akan digunakan. Sampel yang digunakan adalah: 1) Perusahaan sektor manufaktur yang telah terdaftar di BEI pada tahun 2006. 2) Perusahaan mengeluarkan laporan keuangan dan melakukan publikasi laporan keuangan yang berakhir pada periode 31 Desember dan telah diaudit oleh KAP selama empat tahun berturut-turut (2007-2010). 3) Perusahaan mengeluarkan laporan keuangan dalam satuan moneter Rupiah dan tidak memiliki ekuitas negatif. 4) Perusahaan mempunyai data harga saham secara lengkap selama tahun 2007 hingga 2010. 5) Tidak terdapat peristiwa lain di sekitar tanggal pengumuman laporan keuangan, seperti merger dan akuisisi, pembayaran dividen, 13

pembelian saham kembali, serta terjadi stock split. Operasional dan Pengukuran Variabel 1) Unexpected Earnings (UE) UE merupakan perbedaaan antara laba per lembar saham pada periode penelitian dan laba per lembar saham pasar periode sebelumnya. Unexpected earnings dapat diukur dengan rumus (Riyatno, 2007): UE, = EPS, EPS, P, UE, = unexpected earnings perusahaan i pada periode t EPS i,t = laba per lembar saham perusahaan i pada periode t EPS i,t= laba per lembar saham perusahaan i pada periode t-1 P = harga penutupan saham akhir tahun 2) Financial leverage Penelitian ini menggunakan proksi financial leverage dengan pendekatan neraca untuk menunjukkan proporsi pendanaan yang digunakan perusahaan. Financial Leverage akan diukur dengan rumus: Lev = D TE Lev = financial leverage perusahaan i pada D it waktu t = total hutang jangka panjang dan hutang lancar yang mengandung bunga perusahaan i pada waktu t TE it = total ekuitas perusahaan i pada waktu t. 3) Ukuran KAP Ukuran KAP dibedakan menjadi KAP big four dan KAP non big four yang akan diukur menggunakan variabel dummy dimana angka satu akan diberikan untuk laporan keuangan yang diaudit oleh KAP big four dan angka nol akan diberikan untuk laporan keuangan yang diaudit oleh KAP non big four. Adapun yang termasuk dalam KAP big four adalah KAP Purwantono, Sarwoko dan Sandjaya, KAP Haryanto Sahari dan Rekan, KAP Osman Bing Satrio dan Rekan, dan KAP Sidharta dan Widjaja. 4) Cummulative Abnormal Return (CAR) CAR merupakan proksi yang digunakan untuk mengukur reaksi harga saham atau reaksi pasar terhadap pengumuman laba (Mulyani et al., 2007). Perhitungan CAR dapat diperoleh dari rumus sebagai berikut: CAR = AR, AR, = R, R. CAR i = cumulative abnormal return AR it = abnormal return saham i pada periode t = actual return saham i pada periode t = expected return pada periode t Actual return merupakan pendapatan saham R i,t R m,t yang telah diterima investor berupa capital gain yang dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut: R, = P P P R i,t = actual return saham i pada hari t P t = harga saham pada hari ke t P t-1 = harga saham pada hari t-1 Expected return saham digunakan untuk menghitung return pasar dengan rumus (Riyatno, 2007) sebagai berikut: R, = IHSG IHSG IHSG R m,t = return pasar pada periode t IHSG t = indeks harga saham gabungan pada hari t IHSG t-1 = indeks harga saham gabungan pada hari t-1 Periode estimasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 111 hari dimana 100 hari pertama merupakan expected return,1 hari sebagai tanggal penerbitan laba perusahaan dan 10 hari sebagai actual return yang diterima oleh investor. Metode Analisis Data Analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode regresi berganda. Analisis yang dilakukan meliputi: statistik deskriptif, uji kualitas data (asumsi klasik), dan metode regresi. Adapun persamaan untuk menguji hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut (Panahian dan Aminossadatti, 2011; Moradi et al., 2000; Riyatno, 2007; Mayangsari, 2004). CAR = + UE + LEV, +ε (1) CAR = + UE + KAP+ ε (2) Pengolahan data dilakukan dengan program SPSS untuk mempermudah perhitunggan statistik (Ghozali, 2006). Dengan menggunakan nilai uji R 2, uji F, dan uji t yang diperoleh dari data SPSS dapat diketahui apakah variabel independen berpengaruh terhadap variabel dependen. III. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh struktur modal dan kualitas audit terhadap ERC. Apabila variabel-variabel signifikan terhadap CAR, maka dapat dikatakan bahwa variabel-variabel independen tersebut berpengaruh terhadap ERC (Panahian dan Aminossadatti, 2011; Moradi et al., 2000; Riyatno, 2007; Mayangsari, 2004). Hasil 14

pengujian keseluruhan model regresi dapat dilihat pada tabel berikut. TABEL 1 Hasil Pengujian Hipotesis Regresi Variabel Pertama Kedua Sig. Uji t UE 0,001 LEV 0,283 UE 0,048 KAP 0,150 Sig. Uji F Adjusted Uji R 2 0,003 0,049 0,045 0,033 Sumber: Data diolah (2012) Pengaruh Struktur Modal terhadap ERC Hasil pengujian model regresi pertama menyatakan bahwa unexpected earnings berpengaruh secara signifikan terhadap CAR. Koefisien dari unexpected earnings yang merupakan nilai ERC ini menggambarkan adanya hubungan antara unexpected earnings dan CAR. Akan tetapi, tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara struktur modal dengan CAR sehingga dapat dikatakan bahwa struktur modal tidak berpengaruh secara signifikan terhadap ERC. Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Panahian dan Aminossadati (2011). Adanya pengaruh yang tidak signifikan ini menunjukkan bahwa struktur modal tidak mempengaruhi reaksi pasar pada saat pengumuman laporan keuangan. Hasil penelitian ini didukung oleh penelitian Kesuma (2007) yang mengungkapkan bahwa rasio hutang tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap harga saham karena investor tidak terlalu mempertimbangkan rasio hutang. Dalam keputusan investasinya, investor lebih mengacu pada informasi rasional terkait degan aspek fundamental perusahaan seperti profitabilitas dan laba yang akan tercermin dari harga saham. Selain itu, pertumbuhan sektor manufaktur yang cenderung lambat selama tahun 2008 hingga tahun 2010 yang membuat investor cenderung beralih berinvestasi pada sektor lain. Hal ini disebabkan karena para pelaku bursa sebagai investor akan melihat kondisi makroekonomi seperti pertumbuhan ekonomi sebelum melakukan keputusan investasi. Tingkat pertumbuhan ekonomi yang rendah akan menurunkan tingkat investasi di pasar modal karena investor cenderung memiliki risiko yang lebih tinggi (Sudiyatno dan Nuswandhari, 2009). Pengaruh Kualitas Audit terhadap ERC Sejalan dengan pengujian model regresi pertama, hasil pengujian ini menunjukkan unexpected earnings berpengaruh signifikan terhadap CAR. Koefisien dari UE yang merupakan nilai ERC menggambarkan adanya hubungan antara unexpected earnings dan CAR. Akan tetapi, hasil signifikansi uji t menunjukkan bahwa kualitas audit tidak berpengaruh secara signifikan terhadap ERC. Hasil temuan ini konsisten dengan penelitian Mulyani et al. (2007) yang mengungkapkan bahwa kualitas auditor tidak mempengaruhi reaksi pasar pada saat pengumuman laporan keuangan. Adanya pengaruh yang tidak signifikan antara kualitas auditor terhadap ERC disebabkan karena kecenderungan investor yang fokus pada penilaian kinerja perusahaan. Menurut Mayangsari (2004), investor akan lebih memperhatikan nilai laba dalam laporan keuangan tanpa memperdulikan kualitas informasi yang disajikan. Selain itu, salah satu tujuan utama investor dalam membaca dan menggunakan laporan keuangan adalah untuk menilai kinerja perusahaan. Jadi peran auditor dalam hal ini adalah sebatas menilai kewajaran penyajian laporan keuangan yang sesuai dengan prinsip akuntansi berlaku umum. Auditor hanya sebagai pihak independen antara perusahaan dengan investor sehingga investor tidak akan memperhatikan apakah laporan keuangan tersebut telah diaudit oleh auditor big four atau non big four. Selain itu, tingkat kepercayaan investor terhadap profesi akuntan publik juga dapat mempengaruhi perilaku investor untuk mengambil keputusan investasi. Pemerintah menetapkan regulasi audit yang meliputi kewajiban rotasi audit serta bentuk pembinaan dan pengawasan lainnya seperti kewajiban mengikuti pendidikan professional berkelanjutan (PPL), pemeriksaan regular untuk ketaatan terhadap Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP) dan pembatasan pemberian jasa konsultasi saat melakukan audit. Kebijakan pemerintah dalam menetapkan regulasi audit ini akan meningkatkan standar kualitas audit (Wibowo dan Rossieta, 2009). Peningkatan regulasi ini membangun kepercayaan yang lebih besar bagi investor terhadap informasi yang disajikan dalam laporan keuangan sehingga investor tidak merespon secara berbeda antara pada laporan keuangan yang diaudit oleh KAP big four dan KAP non big four. Penelitian ini menggunakan data pengamatan dari tahun 2007 hingga tahun 2010 dimana kualitas audit telah meningkat dengan adanya regulasi 423/KMK.06/2002 yang mengatur mengenai ketentuan audit. Hal ini berbeda dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan sekitar tahun 2000 dimana terjadi skandal akuntansi yang melibatkan profesi audit sebagai penjamin laporan keuangan. Adanya skandal ini membuat kualitas audit mendapat sorotan dari publik karena dianggap mempengaruhi kualitas dari informasi laporan keuangan. 15

IV. KESIMPULAN Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa struktur modal tidak berpengaruh signifikan terhadap ERC. Hal ini disebabkan karena investor lebih mengacu pada informasi rasional yang berkaitan dengan aspek fundamental dari perusahaan seperti profitabilitas dan laba sebagai ukuran kinerja perusahaan yang tercermin dari harga saham yang ada. Selain itu, adanya penurunan kinerja perusahaan manufaktur selama periode pengamatan juga mempengaruhi respon investor terhadap pengumuman laba perusahaan. Kualitas audit tidak berpengaruh secara signifikan terhadap ERC karena dalam melihat informasi laporan keuangan, investor lebih memperhatikan nilai laba tanpa memperhatikan kualitas informasi yang disajikan. Selain itu, adanya peningkatan regulasi audit membuat adanya peningkatan standar kualitas audit secara keseluruhan sehingga investor menilai tidak ada perbedaan signifikan antara kualitas audit dari KAP big four maupun KAP non big four. Panahian, H., dan Aminossadatti, A. (2011). Relationship between Capital Structure Effect on Earnings Response Coefficient for Tehran Stock Exchange (TSE). Internasional Bulletin of Business Administration (10). Riyatno. (2007). Pengaruh Ukuran Kantor Akuntan Publik terhadap Earnings Response Coefficient. Jurnal Keuangan dan Bisnis, 5 (2), 148-162. Scott, W. (2001). Financial of Accounting Theory (third ed.). New Jersey: Prentice-Hall International, Inc. Sudiyatno, B., dan Nuswandhari, C. (2009). Peran Beberapa Indikator Ekonomi dalam Mempengaruhi Risiko Sistematis Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesa. Dinamika Keuangan dan Perbankan (ISSN 1979-4878), 66-81. Wibowo, A., dan Rossieta, H. (2009). Faktor-faktor Determinasi Kualitas Audit-Studi Kasus dengan Pendekatan Earnings Surprise Benchmark. Pascasarjana Ilmu Akuntansi FEUI. REFERENSI Ambarwati, S. (2008). Earning Response Coefficient. ISSN 1412-0204 Vol.7, No.2, 7 (2), 128-234. Ball, R., dan Brown, P. (1968). An Empirical Evaluation of Accounting Income Numbers. Journal of Accounting Research (Autumn), 6 (2), 159-178. Ghozali, I. (2006). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Gitman, L. J. (2009). Principles of Managerial Finance (twelve ed.). Boston, MA: Pearson Education, Inc. Jogiyanto, H. M. (2000). Teori Protofolio dan Analisis Investasi (second ed.). Yogyakarta: BPFE. Kesuma, A. (2009). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Struktur Modal Serta Pengaruhnya terhadap Harga Saham Perusahaan Real Estate yang Go Public di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan, 11 (1), 38-45. Matriadi, F. (2000). Pengaruh Financial Leverage dan Tingkat Inflasi terhadap Harga Saham (Studi pada Saham LQ 45 di Bursa Efek Jakarta). Arthavidya, 8 (2). Mayangsari, S. (2004). Bukti Empiris Pengasruh Spesialisasi Industri Auditor terhadap Earnings Response Coefficient. Jurnal Riset Akuntansi Indonesia, 7 (2), 154-178. Moradi, M., Salehi, M., dan Erfanian, Z. (2000). A Study of the Effect of Financial Leverage on Earnings Response Coefficient through out Income Approach: Iranian Evidence. International Review of Accounting, Banking and Finance (summer), 2 (2), 104-166. Mulyani, S., Asyik, N. F., dan Andayani. (2007). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Earnings Response Coefficient pada Perusahaan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. JAAI, 11 (1), 35-45. Naimah, Z., dan Utama, S. (2006). Pengaruh Ukuran Perusahaan Pertumbuhan dan Profitabilitas Perusahaan Terhadap Koefisien Respon Laba dan Koefisien Respon Nilai Buku Ekuitas: Studi pada Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Jakarta. Simposium Nasional Akuntansi 9 Padang (AKPM 12). Nazwirman. (2008). Penilaian Harga Saham dengan Price Earning Ratio (PER): Studi Kasus Pada Harga Saham Industri Makanan dan Minuman di Bursa Efek Indonesia. Makara Sosial Humaniora, 98-106. 16