Jaringan P2P (Peer-To-Peer)

dokumen-dokumen yang mirip
PACKET SWITCHING. oleh:

Making Provisions for Applications and Services

Muhammad Riza Hilmi,ST. Peer to Peer Protocol

TIPE JARINGAN KOMPUTER

Pengenalan Jaringan Komputer

PENGANTAR JARINGAN KOMPUTER. Budhi Irawan, S.Si, M.T

Pengertian Internet Pengertian Internet

Pertemuan I. Ali Tarmuji, S.T., M.Cs. Fiftin Noviyanto, S.T., M.Cs.

BAB I PENDAHULUAN. menghasilkan informasi. Untuk mendapatkan dan menghasilkan informasi,

Kelompok 1. Anggota : BOBBY KURNIAWAN NIA FITRIANA ARI FEBRYANSYAH DIAN ULUMIA ORIN HARITSA YASSER

CEG4B3. Randy E. Saputra, ST. MT.

9/6/2014. Dua komputer atau lebih dapat dikatakan terinterkoneksi apabila komputer-komputer tersebut dapat saling bertukar informasi.

Mata pelajaran ini memberikan pengetahuan kepada siswa mengenai konsep dasar dan design jaringan komputer.

BAB IX JARINGAN KOMPUTER

MODEL ARSITEKTUR SISTEM INFORMASI TERDISTRIBUSI

Jaringan KomputER. Silabus Perkuliahan

Willy Permana Putra, S.T., M.Eng Willy Permana Putra, S.T Jaringan Komputer

JARINGAN. Definisi Dasar Jaringan : Dua atau lebih komputer yang saling terhubung sehingga dapat membagi data dan sumber-sumber peralatan lain

KATA PENGANTAR. Bukit Jimbaran, 06 Januari 2017 Penyusun. I Made Kurniawan Putra

TUGAS KEAMANAN JARINGAN VPN DI LINUX

Jaringan Komputer Pendahuluan

PENGENALAN INTERNET. Pertemuan X Konsep Internet Kegunaan Internet Sejarah Internet

BAB II LANDASAN TEORI

HTTP Protocol Ketika sebuah alamat web (atau URL) yang diketik ke dalam web browser, web browser melakukan koneksi ke web service yang berjalan pada

Edisi Ilmu dan Tekhnologi JARINGAN INTERNET. 1. Standar Kompetensi. Memahami dasar-dasar penggunaan internet

TOPOLOGI. Kelebihan dan kekurangan :

SISTEM OPERASI TERDISTRIBUSI

Θ KONSEP JARINGAN KOMPUTER Θ

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Pengertian Jaringan Sekelompok komputer yang saling berhubungan antara yang satu dengan yang lain sehingga dapat saling berbagi dan bertukar

Pengenalan Internet. Arrummaisha A

STMIK AMIKOM YOGYAKARTA

KONSEP & MANAJEMEN TEKNOLOGI INFORMASI M-02


2 SKS. Dedy Hermanto / Jaringan Komputer. Dedy Hermanto

MACAM-MACAM TOPOLOGI JARINGAN KOMPUTER

xii BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

JARINGAN KOMPUTER. APA ITU JARINGAN COMPUTER PENGGUNA JARINGAN COMPUTER Business application Home application Mobile users

MACAM-MACAM JARINGAN KOMPUTER

KOMUNIKASI DATA. Agar komunikasi data dapat dilakukan, 3 buah elemen harus ada. data. Media transmisi. penerima. sumber

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

CLUSTER. Kategori Cluster Computing

Materi 3 Konsep. Jaringan Komputer

Making Provisions for Applications and Services

MEMPELAJARI JARINGAN KOMPUTER DAN INTERNET

MEMBANGUN SITUS WEBSITE INFORMASI KESENIAN DAN BUDAYA DI WILAYAH DKI JAKARTA MENGGUNAKAN PHP DAN MYSQL

BAB III PERANCANGAN DAN ANALISA JARINGAN

BAB I PENDAHULUAN. jejaring sosial atau yang biasa dikenal dengan facebook. Dalam perkembangan teknologi tersebut, handphone juga ikut

MENGIDENTIFIKASI BEBERAPA LAYANAN INFORMASI YANG ADA DI INTERNET. Nama : Ilham Dimas K Kelas : IX-4 No : 15

DASAR DASAR JARINGAN KOMPUTER

Dasar-Dasar Jaringan. Rudi susanto, S.Si

APPLICATION LAYER. Oleh : Reza Chandra

Firewall & WEB SERVICE

BAB II LANDASAN TEORI

ARSITEKTUR SISTEM INFORMASI PENJUALAN ONLINE PADA TOKO KEDAILAPTOP Makalah Ini Disusun Sebagai Tugas Mata Kuliah Konsep Sistem Informasi

Sistem terdistribusi. Albertus dwi yoga widiantoro, M.Kom

Kelompok. Saiful Haq M ( 01970) Ikhwansyah Kurniawan ( 00969) Andika Haris S. ( )

SISTEM KONEKSI JARINGAN KOMPUTER. Oleh : Dahlan Abdullah

JARINGAN KOMPUTER. A. PENGERTIAN Apa itu Jaringan Komputer

De Perceptron Aplikasi Market Basket Analysis berbasis web menggunakan Perceptron

SISTEM INFORMASI TERDISTRIBUSI DAN PERTUKARAN DATA SECARA ELEKTRONIK

KONSEP DASAR JARINGAN KOMPUTER

Bab 10. Packet Switching

Topologi Jaringan Topologi jaringan

Jaringan Komputer Switching

BAB 3. Metodologi. 3.1 Metodologi. Gambar 3.1 Kerangka Pikir Perancangan IP Telephony

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

10/10/2010. Materi 10: Jaringan Komputer PENGENALAN TEKNOLOGI INFORMASI SEJARAH JARINGAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

By. Gagah Manunggal Putra Support by :

PENGERTIAN INTERNET A.PENGERTIAN INTERNET

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Sistem Terdistribusi

Pengenalan Komunikasi Data

Yulianto, M. Kom. STIE Putra Bangsa

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI

Topologi Jaringan. 1. Topologi BUS

Pemrograman Jaringan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

TEKNOLOGI SWITCH SWITCHING 1. CIRCUIT SWITCHING

TUGAS JARINGAN KOMPUTER IMPLEMENTASI VLAN DENGAN PERANGKAT JARINGAN MIKROTIK

Topologi Jaringan Komputer

BAB I PENDAHULUAN. sehari-hari seiring dengan perkembangan teknologi aksesnya pada perangkat

LAN Jaringan yang bergantung pada kendali yang dipusatkan lebih mudah terganggu daripada jaringan yang kendalinya terdistribusi

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

Pertemuan 3. PENGENALAN INTERNET Oleh : Julham Afandi

Masa Depan Client Server

ANALISA JARINGAN DAN KEAMANAN KOMPUTER BERBASIS LAN PADA SEBUAH WARNET

Peranan Graf/Tree dalam sejarah perkembangan DNS Internet

Analisis Performa Load Balancing DNS Round Robin dengan Linux Virtual Server pada Webserver Lokal

Bab 10 Packet Switching

PENGERTIAN JARINGAN KOMPUTER DAN MANFAATNYA

BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN. Kesimpulan dapat dideskripsikan dalam bentuk tabel yang menunjukan. yang dihadapi dengan sistem yang dibuat (tabel 5.

MAKALAH ARSITEKTUR INFORMASI

MATA KULIAH: PENGANTAR ILMU KOMPUTER KOMUNUIKASI DATA CREATED BY: PERTEMUAN 15 AYU ANGGRIANI H PTIK A 2009

Server & Client Overview

Transkripsi:

Jaringan P2P (Peer-To-Peer) oleh: 1. Agus Zuliardi 03/171548/PA/09839 2. Faris Rusdi 03/171093/PA/09759 3. Gunadi Anwar 03/168403/PA/09544 4. Joshua R.T.P. 03/165106/PA/09229 5. Prasetyo 03/171141/PA/09769 6. Wim Permana 03/165273/PA/09313 7. Yudha W.P. 03/165156/PA/09253 Program Studi Ilmu Komputer Jurusan Ilmu Komputer Fakultas matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada Yogyakarta 2006 Tugas Jaringan Komputer : P2P 1

1. Pengantar Jaringan P2P (peer-to-peer) telah lahir dan berkembang secara dramatis seiring meledaknya teknologi informasi dan komunikasi. Di abad internet saat ini, para netter tentu sudah pasti tidak asing lagi dengan nama Gnutella, Kazaa, atau Napster. Ketiga nama ini merupakan contoh jelas dan sederhana untuk menggambarkan betapa hebatnya sebuah jaringan yang bersifat persahabatan/pertemanan. Gebrakan awal teknologi ini dipelopori oleh Usenet News Servers yang banyak didominasi/diisi dengan newsgroup. Tom Truscott dan Jim Ellis, dua mahasiswa yang membuat aplikasi untuk Usenet, mungkin tidak akan menyangka kalau aplikasi yang dulu mereka buat kini telah mampu mengubah paradigma manusia tentang banyak hal. Salah satunya adalah mengenai hak cipta (copyright), yang sampai sekarang masih menjadi polemik dunia industri musik di Amerika Serikat. Jadi, jika ada netter yang buta tentang teknologi ini, mungkin dia termasuk orang yang telah tidur selama 9 bulan di atas kasurnya tanpa pernah membuka mata sedetik pun. Ini adalah sindiran Todd Sundsted, Chief Architect dari PointFire, Inc. yang menulis artikel di situs IBM tentang teknologi sederhana nan mengagumkan ini. 2. Sejarah Singkat P2P Tahun 1979, Usenet, sebuah aplikasi terdistribusi (baca: tidak tersentralisasi/ distributed) yang dibuat oleh Tom Truscott dan Jim Ellis, lahir di Amerika Serikat. Aplikasi ini umumnya melayani penggunanya dengan newsgroup. Pada tahun-tahun itu, dunia belum mengenal dan mampu menikmati layanan internet sebaik dan secepat seperti saat ini. Umumnya, berkas-berkas yang berada di dalam komputer milik pengguna usenet dipertukarkan dalam bentuk batch files (berkas yang berisi data yang diproses atau ditransmisikan mulai dari awal hingga akhir). Biasanya, para pengguna Tugas Jaringan Komputer : P2P 2

saat itu saling bertukar data di malam hari yang larut. Itu adalah waktu di sebuah negara besar ketika jalur telepon untuk SLJJ (sambungan langsung jarak jauh) sedang sepi. Akibatnya, tidak ada cara yang efektif untuk membuat fungsi aplikasi ini menjadi tidak terdistribusi. Dengan kata lain, aplikasi ini tetap menjadi aplikasi yang tidak memiliki pusat kendali (server). Bahkan hingga hari ini. Aplikasi P2P generasi awal lain yang sukses dan populer adalah FidoNet. Laiknya Usenet, FidoNet juga digunakan secara terdistribusi. Aplikasi ini dibuat oleh Tom Jennings pada tahun 1984 sebagai cara untuk bertukar pesan diantara penggunapenggunanya yang memiliki BBS (Bulletin Board System) yang berbeda. Baik Usenet maupun FidoNet dapat menjadi contoh betapa hebatnya teknologi P2P. Sampai detik ini, keduanya masih lestari. Uniknya, sekarang keduanya sudah tidak sendiri lagi. Cucu-cucu mereka sudah lahir dan ikut menggebrak dunia maya. Sebut saja Gnutella, Kazaa, Napster, dsb. 3. Pengertian P2P Jaringan komputer P2P termasuk sebuah cabang (subset) dari bidang komputasi terdistribusi. Namun komputasi terdistribusi sendiri bukanlah cabang dari P2P. Sebutan peer-to-peer mengisyaratkan sebuah hubungan kesetaraan (egalitarian relationship) diantara para peer (baca: pengguna satu dengan yang lainnya). Dan yang terpenting, hubungan ini haruslah menghasilkan interaksi langsung antara komputer pengguna yang satu dengan komputer pengguna lainnya. Tanpa embel-embel ada komputer yang berstatus sebagai client dan berstatus sebagai server. Secara teknis, jaringan P2P (peer-to-peer) adalah sebuah jaringan yang memungkinkan semua komputer dalam lingkungannya bertindak/berstatus sebagai server yang memiliki kemampuan untuk mendistribusikan sekaligus menerima berkas-berkas atau sumber Tugas Jaringan Komputer : P2P 3

daya (resource) yang ada dalam komputer mereka ke komputer lainnya. Jaringan bertipe ini sangat banyak dijumpai di kantor-kantor yang tidak membutuhkan sebuah sentral pengaturan laiknya jaringan client-server. Di internet, jaringan P2P hidup dan berkembang melalui aplikasi-aplikasi populer seperti Napster dan Gnutella. 4. Klasifikasi P2P Berdasarkan tingkat/derajat sentralisasinya, jaringan P2P terbagi ke dalam 2 tipe, yakni: 1. P2P Murni (Pure P2P), dengan ciri-ciri sebagai berikut: Masing-masing peer berstatus setara (egaliter), setiap peer berstatus sebagai client juga server. Tidak ada server pusat yang mengatur jaringan. Tidak ada router yang menjadi pusat jaringan. 1. P2P Hybrid (Hybrid P2P), dengan ciri-ciri sebagai berikut: Mempunyai server pusat yang memantau dan menjaga informasi yang berada di setiap peer sekaligus merespon peer ketika ada yang meminta informasi itu. Setiap peer bertanggung jawab untuk menyediakan resource yang tersedia. Hal ini terjadi karena server pusat tentu diatur sedemikian rupa untuk tidak memilikinya. Selain itu, hal ini juga dilakukan agar server pusat tersebut dapat mengetahui resource apa saja yang akan didistribusikan di dalam jaringan. Ada router yang menjadi pusat jaringan. 5. Manfaat P2P Tugas Jaringan Komputer : P2P 4

Tujuan utama dari jaringan P2P adalah agar semua peer dapat menyediakan sekaligus memanfaatkan resource komputer, termasuk bandwith, media penyimpanan, dan kemampuan komputasi yang ada di dalam jaringan tersebut. Dengan demikian, ketika node-node (komputer-komputer) telah banyak terhubung dan terjadi banyak permintaan terhadap sistem, kapasitas total yang dimiliki oleh sistem juga akan meningkat. Hal ini merupakan kontraproduktif dengan apa yang terjadi pada sistem client-server. Dalam sistem client-server, bertambahnya client justru dapat menyebabkan melambatnya transfer data di dalam sistem. Sifat terdistribusi yang dimiliki oleh jaringan P2P ini juga dapat meningkatkan kestabilan/kekokohan (robustness) sistem dari kemungkinan kegagalan (system failure). Kestabilan ini disebabkan oleh dua faktor. Pertama, adanya replikasi/penggandaan data yang terjadi di antara para pengguna (peer). Kedua, dengan memanfaatkan resource komputer peer itu sendiri untuk mencari data yang ada di dalam jaringan tanpa mengandalkan satu resource komputer server saja. 6. Topologi Jaringan P2P Shuman Ghosemajumder dalam makalahnya yang berjudul Advanced Peer-Based Technology Business Models yang diterbitkan pada tahun 2002 membagi topologi jaringan P2P ke dalam 2 tipe. Berikut tipe-tipe tersebut: 1. Centralized Model Model ini adalah model yang digunakan oleh Napster. Semua peer (pengguna) akan terhubung ke satu atau sekelompok (cluster) server. Server ini berfungsi untuk memfasilitasi (baca: sebagai mediator) hubungan antara peer dalam jaringan tersebut. Server tersebut dapat memainkan satu, dua atau ketiga peran berikut ini: Discovery. Server yang memainkan peran ini akan meyimpan informasi tentang Tugas Jaringan Komputer : P2P 5

user yang sedang terhubung ke dalam sistem sekaligus memungkinkan semua user untuk mengetahui bagaimana cara menghubungi user tertentu yang sedang berada di dalam jaringan. Lookup. Server dengan peran lookup memiliki kemampuan server dengan peran discovery. Hanya saja, server ini juga akan menyediakan mekanisme pencarian yang tersentralisasi. Content Delivery. Dalam peran ini, peer akan meng-upload semua atau beberapa data (content) milik mereka ke server pusat. Dengan cara ini, proses transfer data menjadi relatif lebih cepat ketimbang dengan kedua model peran sebelumnya. Dengan beberapa pertimbangan keadaan tentunya. Gambar topologi model tersentralisasi dapat dilihat pada gambar 1 di bawah ini: Gambar 1: Model P2P tersentralisasi Model ini membutuhkan sebuah atau beberapa server yang digunakan untuk melakukan beberapa tugas atau fungsi tertentu 2. Decentralized Model Model ini akan membuat semua peer memiliki status dan fitur yang sama dalam sebuah jaringan. Jadi, tidak akan ada server atau client di dalamnya. Contoh aplikasinya adalah Freenet. Dalam model terdesentralisasi, seorang peer tidak akan dapat mengetahui Tugas Jaringan Komputer : P2P 6

jumlah peer lainnya yang sedang terhubung di dalam jaringan. Selain itu, seorang peer juga tidak akan dapat mengetahui alamat dari peer lain yang akan dihubunginya. Satu lagi kekurangan model ini adalah bahwa peer tidak dapat mengetahui isi (content) komputer milik peer lainnya yang sedang tersedia dalam jaringan. Meskipun begitu, model desentralisasi juga memiliki kelebihan. Diantaranya berkaitan dengan masalah keamanan, baik itu dilihat dari segi teknologi maupun hukum hak cipta. Dari segi teknologi, model desentralisasi menguntungkan karena akan lepas dari kemungkinan satu serangan tunggal yang dapat mematikan jaringan. Sedangkan dari segi hukum hak cipta, meskipun masih menyisakan bias, model ini relatif lebih bebas dari jerat undang-undang hak cipta karena content yang tersebar dalam jaringan merupakan data yang hendak saling dipertukarkan. Bukan untuk dijual atau dibajak. 7. Kesimpulan Tugas Jaringan Komputer : P2P 7

Dari uraian di atas kita dapat mengambil beberapa poin sebagai kesimpulan. Berikut poin-poin tersebut: Teknologi P2P masih akan terus berkembang selaras dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Semakin besar jumlah user yang menjadi peer dalam sebuah jaringan P2P maka akan semakin bagus pula jaringan tersebut. Baik jika dilihat dari sisi teknologi maupun sosial. Berdasarkan derajat sentralisasinya, P2P terbagi ke dalam dua bagian, yakni; P2P Mmurni dan P2P Hybrid. Berdasarkan topologinya, P2P terbagi ke dalam dua bagian, yakni; topologi model tersentralisasi, dan model terdesentralisasi. Masing-masing kategori P2P memiliki kelemahan dan kelebihan masingmasing. User dapat memilih kategori mana yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya. Keberadaan jaringan P2P masih sering menimbulkan konflik dalam hal hak cipta suatu karya intelektual. Terutama dalam dunia industri hiburan seperti musik, TV dan film. Contact Me Http://wimpermana.web.ugm.ac.id/blog wimkhan@yahoo.com Tugas Jaringan Komputer : P2P 8