Endi Dwi Kristianto

dokumen-dokumen yang mirip
Faculty of Electrical Engineering BANDUNG, 2015

JARINGAN AKSES. Akses Tembaga. Akses Optik. Akses Radio

Sukiswo Jartel, Sukiswo 1

Teknologi Jarlokaf. DLC (Digital Loop Carrier) PON (Passive Optical Network) AON (Active Optical Network) Point to Point. 1 Digital Loop Carrier (DLC)

JARINGAN AKSES PSTN (Public Switch Telephone Network) Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP)

PERANCANGAN JARINGAN AKSES KABEL (DTG3E3)

BAB III JARINGAN AKSES SERAT OPTIK DI PT TELKOM STO JATINEGARA SERTA APLIKASI SDH DAN MODUL SDT1

Sistem Jaringan Akses Fiber Optik Jaringan Lokal Akses Fiber (JARLOKAF)

MODUL VII MATA KULIAH : SALURAN TRANSMISI

FTTX. 1. Latar belakang

ANALISA SIMULASI RANCANGAN JARINGAN FIBER TO THE HOME (FTTH) DENGAN OPTISYSTEM PADA LINK STO BANJARAN KE GRIYA PRIMA ASRI BANDUNG. Yara romana rachman

BAB II JARINGAN PSTN. yang lebih dikenal dengan jaringan Public Switch Telephone Network (PSTN). Jaringan ini

ANALISIS PENGUJIAN IMPLEMENTASI PERANGKAT FIBER TO THE HOME (FTTH) DENGAN OPTISYTEM PADA LINK STO GEGERKALONG KE PERUMAHAN CIPAKU INDAH

BAB II VDSL2 DAN ALGORITMA HEURISTIK

ANALISIS PENGUJIAN IMPLEMENTASI PERANGKAT FIBER TO THE HOME (FTTH) DENGAN OPTISYSTEM PADA LINK STO DAGO KE PERUMAHAN DAGO ASRI DAN CISTU INDAH BANDUNG

ANALISIS PENGUJIAN IMPLEMENTASI PERANGKAT FIBER TO THE HOME (FTTH) DENGAN OPTISYSTEM PADA LINK STO CIJAWURA KE KOMPLEK PERUMAHAN PESONA CIGANITRI

BAB II DASAR TEORI. Jaringan local akses optik (JARLOKAF) adalah jaringan. menghubungkan Central Office (CO) pada operator telekomunikasi ke Remote

BAB III LANDASAN TEORI

2.2 Arsitektur Jarlokaf Berikut adalah macam macam arsitektur jarlokaf yang telah diaplikasikan di lapangan:

ANALISIS PENGUJIAN IMPLEMENTASI PERANGKAT FIBER TO THE HOME (FTTH) DENGAN OPTISYSTEM PADA LINK STO CIJAWURA KE BATUNUNGGAL REGENCY CLUSTER PERMAI

ANALISIS PENGUJIAN IMPLEMENTASI PERANGKAT FIBER TO THE HOME (FTTH) DENGAN OPTISYSTEM PADA LINK STO CIJAWURA KE BATUNUNGGAL REGENCY CLUSTER ELOK

BAB I PENDAHULUAN. komunikasi. Saat ini internet tidak hanya digunakan sebagai media bertukar

PENGANTAR TELEKOMUNIKASI

PERANCANGAN JARINGAN FIBER TO THE HOME (FTTH) PERUMAHAN NATAENDAH KOPO Atika Fitriyani 1, Tri Nopiani Damayanti, ST.,MT.2, Mulya Setia Yudha 3

TEKNOLOGI JARINGAN AKSES

BAB II DASAR TEORI. yang biasanya berbentuk sinyal listrik menjadi sinyal cahaya dan kemudian

ANALISIS PENGUJIAN IMPLEMENTASI PERANGKAT FIBER TO THE HOME (FTTH) DENGAN OPTISYSTEM PADA LINK STO GEGERKALONG KE SETRA DUTA BANDUNG

Ignatius Yoslan Kurniawan. Prodi S1 Teknik Telekomunikasi, Fakultas Teknik Elektro, Universitas Telkom

PERANCANGAN JARINGAN FIBER TO THE HOME (FTTH) PERUMAHAN NATAENDAH KOPO Atika Fitriyani 1, Tri Nopiani Damayanti, ST.,MT.2, Mulya Setia Yudha 3

PRODI D3 TEKNIK TELEKOMUNIKAS 2012 YUYUN SITI ROHMAH, ST.,MT

BAB III MEKANISME KERJA

ANALISA SISTEM PERFORMANSI LAYANAN CUSTOMER SPEEDY DI PERANGKAT OPTIC ACCESS NETWORK (OAN)

Jaringan Kabel Optik

Abstrak II. JARINGAN LOKAL AKSES FIBER I. PENDAHULUAN

ANALISIS LINK BUDGET JARINGAN SERAT OPTIK GIGABIT PASSIVE OPTICAL NETWORK

ANALISA JARINGAN UNTUK LAYANAN BROADBAND BERBASIS TEKNOLOGI GIGABIT PASSIVE OPTICAL NETWORK (GPON) ABSTRAK

ANALISIS PERFORMANSI SERAT OPTIK PADA LINK CIJAURA - BOJONGSOANG PERFORMANCE ANALYSIS OF FIBER OPTIC LINK CIJAURA - BOJONGSOANG

BAB II DASAR TEORI. Perkembangan teknologi telekomunikasi global akhir-akhir ini

ANALISIS SOLUSI JARINGAN FTTDP DI LOKASI PERUMAHAN PT. VALE INDONESIA

Gian Dhaifannahri [1]

DAFTAR ISI v. ABSTRAK.. i ABSTRACK. ii KATA PENGANTAR... iii DAFTAR ISI. DAFTAR GAMBAR viii DAFTAR TABEL. x BAB I PENDAHULUAN BAB II TEORI PENUNJANG

PERANCANGAN JARINGAN FIBER TO THE HOME PERUMAHAN NATAENDAH KOPO DENGAN OPTISYSTEM

SIMULASI PERANCANGAN JARINGAN FIBER TO THE HOME (FTTH) DI PERUMAHAN LEGOK INDAH MENGGUNAKAN SIMULASI OPTISYSTEM

ANALISA PENGUJIAN IMPLEMENTASI PERANGKAT FIBER TO THE HOME (FTTH) DENGAN OPTISYSTEM UNTUK TOWER A BANDUNG TECHNOPLEX LIVING

Pengabdian Masyarakat di SMK Bangun Nusantara APLIKASI FIBER OPTIK. Oleh :Suyatno Budiharjo

ANALISA DAN PERENCANAAN FIBER TO THE HOME (FTTH) PADA SURVEY HOMEPASS STO SOLO DI AREA KLATEN SELATAN

BAB I PENDAHULUAN. jalannya komunikasi maupun transaksi dengan lebih cepat, mudah dan efisien.

BAB II TEKNOLOGI JARINGAN KABEL OPTIK

BAB IV ANALISIS PENERAPAN PASSIVE SPLITTER PADA JARINGAN PASSIVE OPTICAL NETWORK (PON)

PERANCANGAN DAN ANALISIS JARINGAN FIBER TO THE HOME (FTTH) UNTUK PERUMAHAN PESONA CIWASTRA VILLAGE BANDUNG MENGGUNAKAN SOFTWARE SIMULASI OPTISYSTEM

DASAR TEKNIK TELEKOMUNIKASI

BAB 2 DASAR TEORI. luar yang disebut Cladding. Cladding adalah selubung dari inti (core). Indeks

Analisis Redaman Pada Jaringan Ftth (Fiber To The Home) Dengan Teknologi GPON (Gigabit Passive Optical Network) Di PT MNC Kabel Mediacom

RANCANG BANGUN APLIKASI PERHITUNGAN DAN PERENCANAAN JARINGAN DENGAN METODE OPTICAL DRAFTER UNTUK SISTEM KOMUNIKASI SERAT OPTIK BERBASIS ANDROID

BAB II KAJIAN PUSTAKA. Berbeda dengan kabel metalik, kabel serat optik ukurannya kecil, + 3 cm,

Training Center ISSUED4/17/2004 1

Pada gambar 2.1, terdapat Customer Premises Equipment (CPE) adalah peralatan telepon atau penyedia layanan lain yang terletak di sisi user.

PERANCANGAN DAN ANALISIS JARINGAN FIBER TO THE HOME (FTTH) DENGAN OPTISYSTEM UNTUK PERUMAHAN PERMATA BUAH BATU I BANDUNG

PERANCANGAN JARINGAN AKSES FIBER TO THE HOME (FTTH) DENGAN TEKNOLOGI GIGABIT PASSIVE OPTICAL NETWORK (GPON) DI PRIVATE VILLAGE, CIKONENG

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat, memicu

BAB IV HASIL DAN ANALISA

ANALISIS PENGUJIAN IMPLEMENTASI PERANGKAT FIBER TO THE HOME DENGAN OPTISYSTEM PADA LINK STO KOPO KE NATA ENDAH KOPO UNIVERSITAS TELKOM

TUGAS AKHIR. Disusun oleh : ALVEN DELANO PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MERCU BUANA INDONESIA

BAB II WIDE AREA NETWORK

Page-1. Jaringan Fiber To The Home (FTTH)

KATA PENGANTAR. Assalamu alaikum Wr. Wb.

Analisis Perancangan Jaringan Fiber To The Home Area Jakarta Garden City (Jakarta Timur) dengan Metode Link Power Budget dan Rise Time Budget

ANALISIS PENGUJIAN IMPLEMENTASI PERANGKAT FIBER TO THE HOME (FTTH) DENGAN OPTISYSTEM PADA LINK STO CIJAWURA KE PERUMAHAN JINGGA

TUGAS AKHIR OPTIMALISASI JARINGAN AKSES OPTIK DENGAN REMOTE DSLAM UNTUK IMPLEMENTASI LAYANAN SPEEDY DI KANDATEL. Disusun oleh :

BAB 4 PERANCANGAN JARINGAN. Bab ini membahas tentang bagaimana merancang sebuah jaringan Fiber To The

STT Telematika Telkom Purwokerto

MODERNISASI JARINGAN AKSES TEMBAGA DENGAN FIBER OPTIK SAMPAI DENGAN KE PELANGGAN. Oleh :

JARINGAN LOKAL AKSES FIBER OPTIK

DASAR KOMPETENSI KEJURUAN DAN KOMPETENSI KEJURUAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

Endi Dwi Kristianto

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

MODERNISASI JARINGAN AKSES TEMBAGA DENGAN FIBER OPTIK KE PELANGGAN

JARINGAN AKSES BROADBAND

PERBANDINGAN KUALITAS JARINGAN TEKNOLOGI MSAN DAN GPON PADA LAYANAN TRIPLE PLAY DI PT. TELKOM

11/9/2016. Jenis jenis Serat Optik. Secara umum blok diagram transmisi komunikasi fiber optik. 1. Single Mode Fiber Diameter core < Diameter cladding

Jaringan Lokal Akses (Jarlok) Eka Setia Nugraha,S.T. M.T Uke Kurniawan Usman,MT

Powered By TeUinSuska2009.Wordpress.com. Upload By - Vj Afive -

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

ANALISIS KINERJA JARINGAN FTTH (FIBER TO THE HOME) DI JALAN LOTUS PERUMAHAN CEMARA ASRI MEDAN

Teknologi Jaringan Telekomunikasi

BAB III ANALISIS JARINGAN FTTH DENGAN TEKNOLOGI GPON DI CLUSTER TEBET

DESAIN JARINGAN BROADBAND FIBER TO THE HOME (FTTH) UNTUK PENINGKATAN PERFORMANSI JARINGAN INFORMASI DAN TELEKOMUNIKASI DI UNIVERSITAS RIAU

ANALISA OPTIMASI JARINGAN FIBER TO THE HOME STUDI KASUS DI PERUMAHAN CIPAGERAN INDAH CIMAHI

TUGAS AKHIR ANALISIS PERFORMANSI TEKNOLOGI GPON (GIGABIT- CAPABLE PASSIVE OPTICAL NETWORK) UNTUK LAYANAN TRIPLE PLAY

Ari Angga Wijaya

BAB III HASIL PELAKSANAAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN

MULTIPLEXING DE MULTIPLEXING

LAPORAN KERJA PRAKTIK JARINGAN AKSES WIFI PT TELKOM INDONESIA WITEL BANTEN BARAT

Pertemuan 3. Dedy Hermanto/Jaringan Komputer/2010

1. BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

SYNCRONOUS DIGITAL HIERARCHY

BAB II DASAR TEORI. Merupakan suatu media pemandu gelombang cahaya (light wave guide)

TUGAS AKHIR ANALISIS LINK BUDGET JARINGAN SERAT OPTIK GIGABIT PASSIVE OPTICAL NETWORK. Puti Mayangsari Fhatony NIM :

PERANCANGAN JARINGAN FIBER TO THE HOME (FTTH) DENGAN TEKNOLOGI GIGABIT PASSIVE OPTICAL NETWORK (GPON) DI WILAYAH PERMATA BUAH BATU II, BANDUNG

Transkripsi:

Hybrid Fiber Coaxial (HFC) Endi Dwi Kristianto endidwikristianto@engineer.com http://endidwikristianto.blogspot.com Lisensi Dokumen: Seluruh dokumen di IlmuKomputer.Com dapat digunakan, dimodifikasi dan disebarkan secara bebas untuk tujuan bukan komersial (nonprofit), dengan syarat tidak menghapus atau merubah atribut penulis dan pernyataan copyright yang disertakan dalam setiap dokumen. Tidak diperbolehkan melakukan penulisan ulang, kecuali mendapatkan ijin terlebih dahulu dari IlmuKomputer.Com. KONFIGURASI SISTEM Evolusi jaringan pelanggan akan berubah dari konfigurasi jaringan bintang sepasang kawat tembaga kesetiap terminal pelanggan menggunakan kawat tembaga, menjadi konfigurasi bintang serat optik kesetiap terminal pelanggan. Dari kedua konfigurasi ini terdapat berbagai alternatif konfigurasi. Alternatif konfigurasi JARLOKAF yaitu jaringan bintang tunggal, bintang ganda dan ring atau gabungannya. Konfigurasi Dasar Sistem Sudut pandang dalam menentukan konfigurasi jaringan adalah berdasarkan topologi jaringan yang menghubungkan antara sentral lokal dengan terminal pelanggan tanpa memperhitungkan jenis media transmisi yang digunakan. Alternatif konfigurasi dasar JARLOKAF berdasarkan modus aplikasi ditunjukan pada gambar di bagian modul ini. Sistem Redundancy Untuk memperbaiki tingkat kehandalan (reliability) sistem, JARLOKAF biasanya memiliki jalur kabel yang berbeda, disamping card cadangan pada perangkatnya. Jalur kabel yang berbeda ini dapat direalisasikan dengan 2 cara yaitu : 1. Ring SDH 2. Ring Kabel Tabel. 01. Kelebihan dan kekurangan Ring SDH terhadap Ring Kabel NO PERIHAL RING SDH RING KABEL 1 Service PSTN, LL, ISDN PSTN, LL, ISDN 2 Biaya Investasi Lebih besar n x 1 x Awal 3 Reliability Lebih rendah karena titik kritis pada Lebih tinggi

link bertambah 4 Security Pada kombinasi SDH dan PON kurang aman karena lebih banyak perangkat berada diluar 5 Kemudahan O & M 6 Kebutuhan digedung pelanggan Pada kombinasi SDH dan PON : ijin pemilik gedung pengiriman staf Pada kombinasi SDH dan PON : Ruang yang besar Ruang terpisah untuk batery Daya listrik lebih besar Lebih aman Dilokasi sentral Ruang jauh lebih kecil Daya listrik jauh lebih kecil 7 Jumlah serat optik : Serat optik 2 atau 4 tergantung perencanaan 2 x jumlah gedung tergantung beroperasi Serat optik perencanaan cadangan 8 Kebutuhan Duct 1 Sub duct 1 subduct Ring SDH SDH adalah sistem transmisi digital menggunakan multipleks sinkron dan dilengkapi dengan sistem manajemen terpadu. Sistem ini juga dipersiapkan untuk menghadapi perubahan dari jaringan pita sempit menuju jaringan pita lebar dimasa mendatang serta dapat mendukung teknologi ATM (Asynchronous Transfer Modul) Bila teknologi SDH akan diterapkan di jaringan lokal dan tanpa merubah luas/cakupan sentral lokal, tingkat transmisi yang direkomendasikan untuk digunakan adalah hingga level STM 4 (625 Mbit/s) Ring Kabel Konfigurasi ring kabel dapat diterapkan pada PON maupun DLC. Pada PON ring kabel digunakan antara OLT dan PS ( Passive Splitter). Sedangkan pada DLC ring kabel digunakan antara CT (Central Terminal) dan RT (Remote Terminal). Alternatif pembentukan ring kabel berturut-turut dari yang terbaik adalah : o Rute kabl yang berbeda o Kabel yang berbeda pada rute yang sama o Fiber yang berbeda pada kabel yang sama Konfigurasi Terapan Pada saat penerapan, beberapa jalur kabel serat optik umumnya dicatu oleh kabel yang sama dan juga biasanya beberapa serat optik dilebihkan sebagai cadangan. Alternatif konfigurasi terapan JARLOKAF berdasarkan modus aplikai dapat dilihat pada gambar dibagian belakang modul ini. Untuk meningkatkan kehandalan sistem (Relaibility), TELKOM akan menggunakan arsitektur ring kabel serat optik. Arsitektur ini akan diterapkan bagi pelanggan bisnis.

Sedangkan SDH sebagai teknologi transmisi tambahan dimungkinkan untuk digunakan dilokasi-lokasi tertentu. A. MACAM-MACAM TEKNOLOGI SISTEM JARLOKAF Teknologi JARLOKAF ada bebrapa macam yaitu : 1. DLC (Digital Loop Carrier) 2. PON (Passive Optical Network) 3. AON (Active Optical Network) 4. Combination With SDH Ring (DLC/PON) Penjelasan : DLC (Digital Loop Carrier) Sistem DLC banyak digunakan bagi pelanggan yang terkumpul di gedung-gedung bertingkat (terkonsentrasi di satu tempat). Pemilihan sistem DLC atau primary disesuaikan dengan perkiraan pertumbuhan kebutuhan pelanggan dan pertimbangan investasi. PON (Passive Optical Network) Sistem PON banyak digunakan bagi pelanggan yang terkumpul di gedung-gedung bertingkat atau pelanggan yang tersebar dirumah-rumah tinggal dan juga dapat digunakan untuk menyalurkan jasa TV kabel (CATV) dan jasa pita lebar lainnya. AON (Active Optical Network) Sistem AON banyak digunakan bagi pelanggan yang terkumpul di gedung-gedung bertingkat atau pelanggan yang tersebar dirumah-rumah tinggal dan juga dapat digunakan untuk menyalurkan jasa TV kabel (CATV) dan jasa pita lebar lainnya. Pada prinsipnya PON dan AON sama, perbedaanya hanya terletak pada splitter. Pada PON splitternya menggunakan splitter pasif sedangkan pada AON menggunakan splitter aktif. Combination With SDH Ring (DLC/PON) Teknologi SDH pada sistem JARLOKAf, direkomendasikan untuk digunakan hingga level STM 4 (625 Mbit/s). Memiliki kemampuan untuk melakukan pengalihan rute apabila terjadi gangguan pada rute yang sedang digunakan ke rute yang lain. Sistem ini banyak digunakan pada daerah-daerah bisnis. MODUS APLIKASI Pada sistem JARLOKAf setidaknya memiliki 2 (dua) buah perangkat Opto elektronik yaitu 1 (satu) perangkat opto-elektronik disisi sentral dan 1 (satu) perangkat optoelektronik disisi pelanggan. Lokasi perangkat elektronik disisi pelanggan selanjutnya disebut Titik Konversi Optik (TKO).

Modus Aplikasi Jarlokaf Dari perbedaan tata letak TKO menimbulkan modus aplikasi JARLOKAF yang berbeda yaitu : FTTB (Fiber To The Building) o Pada sistem FTTB TKO terletak didalam gedung dan biasanya terletak pada ruang telekomunikasi di basement atau juga dapat diletakkan pada beberapa lantai di gedung tersebut. o Terminal pelanggan dihubingkan ke TKO dengan menggunakan kabel indoor. FTTB dapat diterapkan pada pelanggan bisnis digedung-gedung bertingkat atau bagi pelanggan perumahan di apartemen. Modus Aplikasi FTTB

Alternatif Konfigurasi Dasar Jarlokaf untuk FTTB : o Konfigurasi Dasar 1 o Konfigurasi Dasar 2 Konfigurasi dasar 3 2 /4 fiber 2 /4 fiber ADM A D M 2 /4 fiber 2 /4 fiber ADM PM PM ADM BASEMENT

Konfigurasi dasar 4 2f ONU 2f ONU O L T 2 f 2f PS ONU 2f PS ONU BASEMENT BASEMENT FTTZ (Fiber To The Zone) Pada sistem ini TKO ditempatkan disuatu tempat diluar bangunan, didalam kabinet dalam kapasitas yang besar. Terminal pelanggan dihubungkan ke TKO dengan menggunakan kabel tembaga hingga beberapa kilometer. FTTZ dapat dianalogikan sebagai pengganti RK. Pada umumnya FTTZ di gunakan pada daerah perumahan yang jauh dari sentral atau bila infrastruktur duct pada arah tersebut sudah tidak memungkinkan lagi untuk ditambah dengan kabel tembaga.

FTTC (Fiber To The Curb) Pada sistem ini TKO ditempatkan diluar bangunan, didalam kabinet dan diatas tiang dengan kapasitas lebih kecil dibandingkan dengan FTTZ ( 120 SST). Terminal pelanggan dihubungkan ke TKO menggunakan kabel tembaga hingga beberapa ratus meter saja. FTTC dapat dianalogikan sebagai DP (Distribution Point). FTTC dapat diterapkan pada pelanggan bisnis yang terkonsentrasi disuatu area namun tidak berbentuk bangunan bertingkat, atau pada pelanggan perumahan yang pada waktu dekat akan menjadi pelanggan jasa hiburan. FTTH (Fiber To The Home) Pada sistem ini TKO ditempatkan didalam rumah pelanggan. Terminal pelanggan dihubungkan ke TKO melalui kabel tembaga (indoor) hingga beberapa puluh meter saja. FTTH dapat dianalogikan sebagai pengganti KTB (Kotak Terminal Batas).

SISTEM TRANSMISI Alternatif teknlogi transmisi jasa interaktif pita sempit pada sistem JARLOKAF ada 3 macam yaitu : 1. SDM (Space Division Multiplexing) 2. WDM (Wave Division Multiplexing) 3. TCM (Time Compression Multiplexing) SDM (Space Division Multiplexing) Suatu sistem transmisi pada sistem Jarlokaf dimana sinyal kirim dan sinyal terima dikirim melalui serat optik yang berbeda. o Panjang gelombang yang digunakan adalah 1.310 nm untuk sinyal kirim dan sinyal terima o Jumlah serat optik yang digunakan : 2 (dua) buah o Skema transmisi dua arahnya adalah : Simpleks WDM (Wave Division Multiplexing) Suatu sistem transmisi pada sistem Jarlokaf dimana sinyal kirim dan sisnyal terima dikirim pada saat yang bersamaan tapi menggunakan panjang gelombang yang berbeda dan menggunakan serat optik yang sama. Panjang gelombang yang digunakan adalah : o 1.550 nm sinyal kirim dan 1.310 nm sinyal terima o 1.310 / 1.550 + X nm untuk sinyal kirim dan 1.310/1.550 X nm untuk sinyal terima o jumlah serat optik yang digunakan : 1 (satu) buah o skema transmisi dua arahnya adalah : Dupleks TCM (Time Compression Multiplexing) Suatu sistem tranmisis pada sistem Jarlokaf dimana sinyal kirim dan sinyal kirim dan terima dikirim pada saat yang berbeda dan secara bergantian. o Panjang gelombang yang digunakan adalah : 1.310 nm untuk sinyal kirim dan sinyal terima.

o Jumlah serat optik yang digunakan adalah : 1 (satu) buah o Skema transmisi dua arahnya adalah : Dupleks BATAS DAERAH PELAYANAN JARLOKAF Batas daerah pelayanan (boundary) ODN ditentukan oleh : o Batas-batas fisik yang menonjol (misal : jalan besar, sungai, rawa, rel kereta api, dan lain-lain) o Kapasitas sebuah ODN (maksimal 240) o Jarak passive splitter ke ONU o Jumlah pencabangan (maksimum 32) o Jumlah ODN untuk satu OLT adalah 4 ODN Batas daerah pelayanan (boundary) ONU Pengelompokan jumlah pelanggan dalam ONU harus memperhatikan faktor-faktor sebagai berikut : o Jumlah maksimum pelanggan dalam satu ONU (32 atau 60) o Panjang kabel maksimum dari ONU ke pelanggan yang diijinkan (500 m untuk POTS, 250 m untuk layanan distribusi) o Pengelompokan diusahakan masih dalam satu tipe rumah untuk memudahkan perhitungan kapasitas ONU o Pelanggan dalam satu ONU tidak boleh dipisahkan oleh batas-batas alam atau fasilitas umum misalnya jalan raya, lapangan dan lain-lain o Jenis service yang diberikan ke pelanggan, misalnya ISDN PRA mempunyai jarak kabel tembaga yang lebih pendek dari service lainnya Macam-Macam Tipe ONU ONU Type I : Merupakan satu modul yang hanya berisi 4 POTS. ONU ini biasanya digunakan untuk aplikasi FTTH yang hanya membutuhkan jasa telepon ONU Type II : Merupakan perangkat yang menyediakan 4 slot untuk penempatan SU. Kapasitas 1 slot maksimum 4 POTS, biasanya digunakan untuk aplikasi FTTH atau FTTC ONU Type III : Merupakan perangkat yang menyediakan 8 slot untuk penempatan SU. Kaapasitas 1 slot maksimum 4 POTS, biasanya digunakan untuk aplikasi FTTC ONU Type IV : Merupakan perangkat yang menyediakan 16 slot untuk penempatan SU. Kapasitas 1 slot maksimum 4 POTS, biasanya digunakan untuk aplikasi FTTC atau FTTB ONU Type V :

Merupakan perangkat yang menyediakan 32 slot untuk penempatan SU. Kapasitas 1 slot maksimum 4 POTS, biasanya digunakan untuk aplikasi FTTB Jumlah circuit Dalam tiap Card ONU : a. POTS : 4 circuit/card b. ISDN BRA : 2 circuit/card c. ISDN PRA : 1 circuit/card d. 2 Mbit LL : 1 circuit/card e. 64 Kbit LL : 2 circuit/card Tabel. 02.Kombinasi Jumlah dan Jenis Service yang dapat disediakan oleh ONU Tipe II Service Kombinasi jumlah pelanggan untuk tiap jenis service POTS 16 12 12 8 8 8 8 8 4 4 ISDN BRA - 2-4 - 2 - - 6 - ISDN PRA - - - - - - 2 - - - 2 Mbit LL - - - - - - - 2 - - 64 Kbit LL - - 2-4 2 - - - 6 LOKASI PENEMPATAN PERANGKAT Perangkat yang akan dipasang meliputi : 1. Perangkat sentral telepon 2. Perangkat OLT/CT 3. Perangkat ONUperangkat Remote Terminal 4. Perangkat Passive Splitter Perangkat Lokasi Sentral Telepon Lokasi sentral telepon yang ideal harus dapat memenuhi persyaratan ekonomis dan teknis yang dapat diuraikan sebagai berikut : Sentral Telepon Tunggal o Lokasi sentral harus berada ditengah-tengah dari daerah yang mempunyai kepadatan demand yang tinggi dan merata dalam suatu daerah pelayanan sentral o Likasi sentral harus berada pada jalan besar yang jauh dari jalur rel kereta api, saluran listrik tegangan tinggi dan sungai besar Sentral Telepon Jamak o Ketentuan yang disyaratkan untuk sentral telepon tunggal dan perlunya diperhatikan lokasi-lokasi sentral telepon yang sudah ada yang letaknya akan berdekatan dengan sentral telepon yang akan dibangun karena akan dipasang sirkit penghubung antara keduanya

Penempatan Lokasi OLT/CT Lokasi OLT/CT harus diatur sedemikian rupa sehingga memenuhi persyaratan ekonomis dan teknis antar lain sebagai berikut : o Sedekat mungkin dengan sistem Catu Daya o Pengkondisian suhu ruangan dimana perangkat diletakkan o Peletakan diatur sedemikian rupa agar kabel penghubung antara OLT/CT dengan DDF sependek mungkin o Tersedianya perlengkapan pemadam kebakaran o Persyaratan tersebut diatas berlaku pula bagi OLT atau RT yang diletakkan secara remote dalam suatu ruangan bersama-sama denga perangkat SDH Penempatan Lokasi ONU o Lokasi ONU harus diatur sedemikian rupa sehingga memenuhi persyaratan ekonomis dan teknis antara lain sebagi berikut : o Jumlah panjang kabel penanggal untuk menjangkau demand dalam daerah pelayanan ONU tersebut relatif pendek o Peletakan onu terutama bila diinginkan juga mencakup jasa distributisi sedapat mungkin beradaditengah-tengah daerah pelayanana untuk mendapatkan jangkauan yang optimum o Untuk aplikasi FTTB perangkat ONU dapat diletakan pada basement mapun ditiap-tiap lantai gedung dengan mempertimbangkan kemudahan dalam penyediaan Power Supply, instalasi. Operasi dan pemeliharaan o Letak ONU harus aman dari gangguan misalnya : 1. Pada persimpangan jalan (aplikasi FTTC) peletakan ONU tidak boleh terlalu dekat dengan sudut jalan 2. ONU tidak dibenarkan ditempatkan pada tempat-tempat yang membahayakan pejalan kaki atau dapat merusak keadaan sekelilingnya Penempatan Lokasi RT Penempatan Remote Terminal (RT) pada sistem DLC mempertimbangkan faktor-faktor sebagai berikut : o Untuk are HRB, lokasi RT sebaiknya berada pada ruang telekomunikasi di basement gedung o Untuk digunakan sebagai feeder, jarak antar RT dengan perangkat pelanggan diusahakan seoptimum mungkin o Ijin peletakan RT o Pengadaan Power supply o Pengadaan perangkat pengkondisian ruang (AC) o Sistem sekurity : o Sistem kunci o Pemadam kebakaran, dan lain-lain

Penempatan Lokasi Passive Splitter o Peletakan splitter harus sedemikian rupa agar sedekat mungkin dengan titik awal percabangan rute kabel o Untuk kawasan terkonsentrasi, letak splitter untuk satu OLT sedapat mungkin dalam satu tempat (kabinet) agar memudahkan O & M o Peletakan beberapa splitter dalam satu kabinet atau terpisah ditentukan oleh posisi pengelompokan pelanggan, jarak kelompok pelanggan, ketersediaan duct, kemahan pengkabelan dan kemudahan O &M ALTERNATIF PELETAKAN SPLITTER Beberapa alternatif peletakan splitter antara lain : 1 ODN untuk 1 kabinet PS Alternatif ini meletakkan perangkat-perangkat PS dari 1 ODN dalam 1 kabinet sendirisendiri. Ini dapat mengoptimalkan panjang kabel antara PS ke ONU, namun akan memerlukan banyak tempat untuk peletakkan PS serta jalur kabel akan bertambah banyak dari OLT ke PS. 1 OLT untuk 1 kabinet PS Alternatif ini menggabungkan seluruh perangkat PS dari setiap ODN dalam 1 kabinet. Dengan cara menggabungkan peletakkan PS ini akan diusahakan menyederhanakan peletakan PS dari cara pertama dan tetap mengoptimalkan panjang kabel ke tiap-tiap ONU. n OLT untuk 1 kabinet PS Alternatif ini menggabungkan seluruh perangkat-perangkat PS dari beberapa OLT dalam 1 kabinet saja. Dengan menggabungkan perangkat PS dari tiap-tiap OLT yang mempunyai satu jalur kabel primer akan dicapai kemudahan dan optimasi dalam penentuan kabel primer dari OLT ke PS Peletakan splitter di sentral Alternatif keempat adalah meletakkan PS dari beberapa ODN dalam subrack khusus di sentral. Hal ini dilakukan dengan pertimbanagn tentang kemudahan pemeliharaan dan kemungkinan upgrading jaringan. Alternatif ini mengandung konsekuensi bahwa jumlah fiber yang harus digelar menjadi lebih banyak. Rangkuman : 1. Alternatif konfigurasi JARLOKAF yaitu jaringan bintang tunggal, bintang ganda dan ring atau gabungannya. 2. Konfigurasi Dasar Sistem 3. Sistem redundancy 4. Ring SDH 5. Ring kabel 6. Macam-macam teknologi sistem JARLOKAF : o DLC (Digital Loop Carrier)

o PON (Passive Optical Network) o AON (Active Optical Network) o Combination With SDH Ring o Modus aplikasi terdiri dari : o FTTB (Fiber To The Building) o FTTZ (Fiber To The Zone) o FTTC (Fiber To The Curb) o FTTH (Fiber To The Home) 7. Sistem Transmisi JARLOKAF : o SDM (Space Division Multiplexing) o WDM (Wave Disvision Multiplexing) o TCM (Time Compresion Multiplexing) 8. Batas Daerah pelayanan JARLOKAF terdiri dari : o Daerah Pelayanan ODN (Optical Distribution Network) Daerah Pelayanan ONU (Optical Network Unit) Sumber : Modul Fiber Optik Bawah Tanah SMK Telkom Sandhy Putra Purwokerto