Perancangan Sistem Informasi Eksekutif

dokumen-dokumen yang mirip
BABI PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang


Jurnal Ilmiah Widya Teknik Volume 15 Nomor

BAB III METODE PENELITIAN

PERANCANGAN DATA WAREHOUSE CALON MAHASISWA BARU POLITEKNIK NEGERI LHOKSEUMAWE

BAB IV PERANCANGAN SISTEM

BAB III LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

6/26/2011. Menurut W.H. Inmon dan Richard D.H. Menurut Vidette Poe

Tugas. Data Warehouse. OLAP, Operasi OLAP, dan Jenis Rolap

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Berkembangnya teknologi dan informasi saat ini telah menghasilkan kumpulan

IMPLEMENTASI SISTEM BUSINESS INTELLIGENCE TERHADAP REKAP NILAI PERKULIAHAN MENGGUNAKAN METODE ONLINE ANALITYCAL PROCESSING (OLAP)

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

PERANCANGAN DATA MART BAGIAN PENJUALAN MOTOR BEKAS(USED MOTOR CYCLE ) PADA CV. ATLAS MOTOR

jumlah keluarga, dan jumlah rumah. Data diambil dari hasil sensus potensi desa yang dilakukan BPS tahun 1996, 1999, 2003, dan 2006.

PERANCANGAN DATA WAREHOUSE E-PROCUREMENT PADA INSTANSI PEMERINTAHAN

BAB 1 PENDAHULUAN. yang menyebabkan kemampuan bersaing dalam dunia bisnis akan sangat

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI

Business Intelligence. Data Warehousing, Data Acquisition, Data Mining, Business Analytics, and Visualization

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. dan pendidikannya. Tidak terkecuali pada Universitas Widyatama yang sudah. untuk laporan kepada pimpinan Universitas Widyatama.

DESAIN DATAWAREHOUSE AKADEMIK UNTUK MENDUKUNG SISTEM ADMINISTRASI DATA AKADEMIK DI UNIVERSITAS TADULAKO. Mohammad Yazdi 1

[Data Warehouse] [6/C2 & 6/D2]

BAB 2 LANDASAN TEORI

PEMBANGKITAN BORANG AKREDITASI NASIONAL DI PERGURUAN TINGGI BERBASIS OLAP PADA DATA SDM, PENELITIAN, KEUANGAN, SARANA&PRASARANA.

IMPLEMENTASI OLAP PADA DATA PENJUALAN BBM MENGGUNAKAN PENTAHO TRIYONO

DATA WAREHOUSE PERTEMUAN I S1 TEKNIK INFORMATIKA TITUS KRISTANTO, S.KOM

Perancangan Dan Implementasi Aplikasi Olap Dengan Metode Pengembangan Waterfall Dan Evolutionary Untuk Analisis Data Pada Perguruan Tinggi

APLIKASI DATA WAREHOUSE UNTUK BUSINESS INTELLIGENCE. Kusnawi Dosen STMIK AMIKOM Yogyakarta. Abstraksi

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. berbagai macam metode dan teknologi, sehingga sebuah sistem

DATA WAREHOUSING AND ONLINE ANALYTICAL PROCESSING (OLAP)

ANALISA DAN PERANCANGAN DATA WAREHOUSE UNTUK PENDUKUNG PENGAMBILAN KEPUTUSAN PENJUALAN DAN PEMASARAN DI PT. XYZ

PERANCANGAN DATA WAREHOUSE UNTUK DEMOGRAFI, PERKEMBANGAN PRODUK DAN PROMOSI PADA MANDIRI TABUNGAN RENCANA DI PT.BANK MANDIRI(PERSERO) TBK.

Perancangan Basis Data

PERANCANGAN DATA WAREHOUSE PENGOLAHAN PERSEDIAAN BUKU PT. GRAMEDIA ASRI MEDIA MAKASSAR

PROSES EXTRACT, TRANSFORM DAN LOAD PADA DATA WAREHOUSE

BAB II KONSEP DATA WAREHOUSING

DATA WAREHOUSE KONSEP Konsep dasar data warehouse adalah perbedaan antara data dan informasi. Data terdiri dari fakta-fakta yang dapat diamati dan

ANALISA DATA TRANSAKSIONAL PADA E-COMMERCE DENGAN TEKNOLOGI OLAP (ON-LINE ANALYTICAL PROCESS)

PERANCANGAN DATA WAREHOUSE AKADEMIK STMIK KADIRI. Abstract. Keywords: Database, DataWarehouse, ETL, PowerPivot, Star Schema.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. yang akan dibuat adalah sebagai berikut : Sistem Monitoring Pertumbuhan Balita Berbasis Web. Wahyuningsih

Universitas Putra Indonesia YPTK Padang Fakulas Ilmu Komputer Program Studi Teknik Informatika. Knowledge Discovery in Databases (KDD)

Basis Data Oracle - Business Intelligence System. Ramos Somya, M.Cs.

Jurnal Ilmiah Komputer dan Informatika (KOMPUTA) 1 Edisi...Volume..., Bulan 20..ISSN : PEMBANGUNAN INDEPENDENT DATA MART PADA OPTIK YUDA

ANALISIS DAN PERANCANGAN DATA WAREHOUSE PENJUALAN, PEMBELIAN, DAN PERSEDIAAN UNTUK MENDUKUNG EKSEKUTIF DALAM PENGAMBILAN

BAB I BAB I PENDAHULUAN

Sistem Basis Data Lanjut DATA WAREHOUSE. Data Warehouse 1/20

BAB 2 LANDASAN TEORI

PENGEMBANGAN PROTOTYPE BUSINESS INTELLIGENCE BERBASIS ENTERPRISE RESOURCE PLANNING UNTUK USAHA KECIL DAN MENENGAH

MODEL SISTEM INFORMASI BUSINESS INTELLIGENCE MAHASISWA DENGAN METODE OLAP DI PROGRAM STUDI XYZ

Analisa dan Perancangan Data Warehouse untuk Departemen Finance, Accounting, dan Purchasing pada PT. Panarub Industry

KARAKTERISTIK DATA WAREHOUSE

Visual Index Presentasi Online 5 September 2012

Kaidah Selingkung dan Template Artikel SNIK (Times New Roman 14pt, Bold, Centered, Title Case)

BAB I PENDAHULUAN. didukung dengan pernyataan dari Poe (1998) yang menyatakan bahwa banyak

Rancang Bangun Data Warehouse

PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI DATA WAREHOUSE MENGGUNAKAN SCHEMA SNOWFLAKE UNTUK MENGETAHUI TREND PRODUKSI DAN PEMASARAN PRODUK

DESAIN DATA WAREHOUSE UNTUK MENGINTEGRASIKAN DATA KEPOLISIAN DI WILAYAH JAWA TIMUR

Data Warehouse, Data Mart, OLAP, dan Data Mining CHAPTER 6

3.5 Arsitektur Data Warehouse Data Source Data Warehouse Surveilans Terpadu Penyakit (STP) kabupatenbantul

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

PENDAHULUAN TINJAUAN PUSTAKA

PERANCANGAN DATA WAREHOUSE DENGAN PENDEKATAN ENTERPRISE ARCHITECTURE (STUDI KASUS: PT. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk.)

6/26/2011. Kebutuhan perusahaan untuk mengimplementasikan BI cukup besar. BI dengan data analysis toolnya merupakan

TUGAS DATA WAREHOUSE & DATA MINING OLAP, OPERASI OLAP & MOLAP

BAB II LANDASAN TEORI

Perancangan Data Warehouse Untuk Sistem Informasi Eksekutif Yayasan Ummu l Quro Depok

UNIVERSITAS BINA NUSANTARA. Jurusan Sistem Informasi Skripsi Sarjana Komputer Semester Genap 2004 / 2005

ANALISIS DAN DESAIN DATA WAREHOUSE PADA PERPUSTAKAAN DAERAH KABUPATEN LUMAJANG. Tugas Akhir

BAB 1 PENDAHULUAN. tersedianya informasi yang sesuai, dibutuhkan data warehouse yang berisi data

FAST berarti sistem ditargetkan untuk memberikan response terhadap user dengan secepat mungkin, sesuai dengan analisis yang dilakukan.

DAFTAR ISI BAB II LANDASAN TEORI... 6

BAB 2 LANDASAN TEORI

PEMBUATAN PURWARUPA DATA WAREHOUSE ANALISA PENJUALAN UNTUK DEPARTEMEN PENJUALAN DI P.T. NIPPON INDOSARI CORPINDO - PASURUAN

MANFAAT DATA WAREHOUSE PADA PT ABC

Tugas Akhir (KI091391) Muhamad Adi Prasetyo

2. Kebutuhan informasi mengenai aktivitas pengguna sistem informasi bisa diperinci lagi untuk bisa semakin mengetahui karakteristik pengguna sistem

DATAMULTIDIMENSI. DATAWAREHOUSE vs DATAMART FIRDAUS SOLIHIN UNIVERSITAS TRUNOJOYO

BAB I PENDAHULUAN. I.1 Pendahuluan

HASIL DAN PEMBAHASAN. Microsoft SQL Server Microsoft Sharepoint Microsoft.Net Framework 4.0.

Data Warehousing dan Decision Support

PENGELOLAAN SISTEM INFORMASI TATA PAMONG DAN KEMAHASISWAAN MENGGUNAKAN OLAP UNTUK PENYUSUNAN LAPORAN BORANG AKREDITASI

OLAP - PERTEMUAN 8 OLAP

PERANCANGAN DATA WAREHOUSE PEMINJAMAN BUKU PADA PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERAN YOGYAKARTA TUGAS AKHIR

Transkripsi:

Perancangan Sistem Informasi Eksekutif (Studi Kasus di UGM) Arif Nurwidyantoro Jurusan Ilmu Komputer dan Elektronika, FMIPA arifn@mail.ugm.ac.id Burhanudin Hakim Pusat Sumber Daya Informasi (PSDI) udnpico@gmail.com Eko Priyo Utomo Magister Teknologi Informasi FT ekopriyou@gmail.com Abstrak Adanya inisiatif integrasi informasi di Universitas Gadjah Mada menumbuhkan kesempatan untuk pengembangan sistem informasi eksekutif. Sistem informasi eksekutif dapat memanfaatkan data dari pemilik data primer untuk menunjukkan indikator kinerja universitas. Pengetahuan tentang kinerja diharapkan dapat membantu pengambilan keputusan di level eksekutif universitas. Pembuatan sistem informasi eksekutif diawali dengan mengumpulkan berbagai informasi dari pemilik data primer ke dalam sebuah data warehouse. Langkah selanjutnya, dilakukan proses pengolahan data dengan luaran kinerja universitas. Informasi kinerja universitas ini ditampilkan dengan pendekatan Dashboard dalam sistem informasi eksekutif. Kata kunci executive information system; data warehouse; mdx query; dashboard. I. PENDAHULUAN Setiap organisasi dalam menjalankan kegiatannya menghasilkan data. Ukuran dari data tersebut berkembang sesuai dengan besarnya organisasi yang menghasilkannya. Data yang dihasilkan tersebut umumnya merupakan data operasional. Data operasional adalah data yang diorganisir untuk memenuhi kebutuhan fungsional dari sebuah proses bisnis [1]. Data operasional ini dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan pemrosesan oleh pengguna yang relevan dengan area bisnis tersebut. Di sisi lain, pihak eksekutif memerlukan informasi kinerja organisasi untuk menentukan kebijakan yang diambil. Informasi mengenai kinerja tersebut memerlukan data operasional lintas bidang dalam organisasi. Pendekatan yang umum dilakukan untuk menggali informasi ini adalah dengan membangun data warehouse [2]. Data warehouse sendiri didefinisikan sebagai sebuah koleksi dari data yang berorientasi subjek, terintegrasi, non-volatile yang digunakan untuk mendukung proses pengambilan keputusan pihak manajemen [3]. Data yang sudah terkumpul dalam data warehouse kemudian diolah menjadi bentuk atau detail yang bisa digunakan untuk proses analisis. Pengolahan data ini meliputi pemilihan data, filtering, kombinasi data, reorganisasi, dan transformasi untuk mendapatkan kategori, total, dan perbandingan yang spesifik dan sudah ditentukan sebelumnya [1]. Hasil analisis dapat ditampilkan dalam sebuah sistem informasi eksekutif. Sistem informasi eksekutif didefinisikan sebagai sebuah sistem berbasis komputer yang memungkinkan manajer senior untuk mengakses sumber informasi internal dan eksternal yang telah diringkas ke dalam tampilan grafik yang mudah diakses [4]. Sistem informasi eksekutif dapat ditampilkan dalam bentuk dashboard yang terdiri atas grafik dengan kapabilitas drill-down. Penggunaan bentuk dashboard dapat memberikan sarana yang unik dan powerful untuk menampilkan informasi [5]. Bentuk dashboard memudahkan level eksekutif melakukan komparasi, analisa, serta menggarisbawahi variabel-variabel penting untuk melihat kinerja, identifikasi kesempatan serta masalah yang terjadi. II. LATAR BELAKANG Universitas Gadjah Mada (UGM) merupakan salah satu lembaga institusi pendidikan tinggi terbesar di dengan jumlah program studi terbanyak. Pengelolaan dan peningkatan kualitas berbagai program studi yang ada menjadi perhatian utama level eksekutif dalam rangka mewujudkan visi UGM sebagai perguruan tinggi nasional berkelas dunia. Sistem informasi yang ada di UGM merupakan sistem informasi yang heterogen. Ada beberapa program studi yang menggunakan aplikasi universitas, namun ada pula yang memiliki macam aplikasi untuk kegiatan operasional hariannya sendiri. Data operasional yang dibutuhkan untuk sumber informasi pengambilan keputusan menjadi tersebar ke seluruh unit kerja yang ada di UGM. Kondisi tersebut mengakibatkan perlunya usaha ekstra untuk mendapatkan informasi untuk pengambilan keputusan strategik. Berbagai pendekatan telah dilakukan untuk menangani permasalahan tersebarnya data di setiap unit kerja di UGM. Pendekatan yang saat ini sedang dilakukan adalah dengan mengintegrasikan informasi berdasarkan kepemilikan data primer. Sebagai contoh, data terkait sumber daya manusia di UGM berada di bawah Direktorat Sumber Daya Manusia. Unit kerja yang memiliki sistem informasi tersendiri untuk mengolah data tersebut diarahkan untuk mengirimkan informasi terkait ke sistem Direktorat Sumber Daya Manusia. Jika data sudah terkumpul, semua unit yang membutuhkan data dapat mengakses secara langsung ke pemilik data primer Yogyakarta, 15 Juni 2013 E-43 ISSN: 1907-5022

tersebut. Mekanisme yang digunakan, baik untuk pengiriman informasi dari unit kerja ke pemilik data primer maupun sebaliknya, adalah menggunakan teknologi web service. Tahapan pengembangan sistem informasi eksekutif dapat dilihat pada Gambar 1. Gambar 1. Tahapan pengembangan sistem informasi eksekutif. Mekanisme integrasi informasi ke pemilik data primer menimbulkan kesempatan untuk pengembangan sistem informasi eksekutif. Sistem informasi eksekutif yang mengambil data dari pemilik data primer diharapkan dapat meningkatkan validitas pengukuran kinerja. Sistem informasi eksekutif ini diharapkan dapat membantu proses pengambilan keputusan pada level eksekutif di UGM. III. TEKNOLOGI DAN ALAT BANTU Konsep yang akan digunakan dalam membangun sistem informasi eksekutif ini adalah dengan konsep data warehouse. Informasi yang dibutuhkan untuk mengukur kinerja diambil dari pemilik data primer untuk dimasukkan ke dalam data warehouse. Selanjutnya, data pada data warehouse tersebut kemudian diolah menjadi bentuk yang dapat dianalisis menggunakan Pentaho Data Integration. Data yang telah diolah kemudian dianalisis dengan pendekatan OLAP (Online Analytical Processing) menggunakan Mondrian sebagai OLAP server. Hasil analisis OLAP ditampilkan pada sebuah sistem informasi eksekutif dengan model Dashboard. IV. PROSES PENGEMBANGAN Tahapan pengembangan sistem informasi eksekutif diperlihatkan pada Gambar 1. Tahapan tersebut adalah sebagai berikut: 1. Data dari pemilik data primer diambil untuk dimasukkan ke dalam data warehouse. 2. Data primer yang ada di dalam data warehouse diolah sehingga menjadi bentuk yang dapat dianalisis oleh OLAP server. Bentuk data yang digunakan adalah skema snowflake dengan beberapa tabel fakta yang terhubung dengan banyak tabel dimensi. 3. Skema OLAP yang sudah dibuat kemudian diregistrasikan ke OLAP server agar dapat dianalisis. 4. Pengguna menggunakan aplikasi Dashboard untuk melakukan dan melihat hasil analisis. Analisis yang dilakukan oleh pengguna menggunakan Dashboard diterjemahkan ke dalam perintah yang diproses oleh OLAP server. Hasil analisis dikirimkan oleh OLAP server untuk ditampilkan dalam Dashboard. Proses pengumpulan data primer dari berbagai sumber memiliki tujuan untuk menciptakan data tunggal yang konsisten, lengkap, dan akurat untuk mendukung kebutuhan bisnis dalam pengambilan keputusan strategis. Proses pengumpulan data primer melibatkan data analyst, data steward, data architect, serta data owner yang berasal dari bebagai unit. Proses pengumpulan data primer mula-mula dilakukan dengan mendefinisikan data owner dan entry points (System of Entry, SOE) yang mengelola tiap kategori data. Data primer dikumpulkan dalam database tunggal yang diolah untuk meminimalisir duplikasi dan redundansi. Pengolahan data dilakukan dengan cara kodefikasi, pengukuran atribut, agregasi, serta menghilangkan konflik data yang sama [3]. Sistem lain merujuk ke database tunggal kemudian melakukan pemetaan data dengan surrogate key untuk menjaga konsistensi data. Integrasi data dalam sebuah datawarehouse di tunjukkan seperti pada Gambar 2. Gambar 2. Integrasi data dalam data warehouse [3]. Yogyakarta, 15 Juni 2013 E-44 ISSN: 1907-5022

Di antara empat tahapan pengembangan sistem, tahapan yang paling krusial adalah tahap pengolahan data menjadi bentuk data skema OLAP. Definisi indikator kinerja diperlukan dalam tahapan ini untuk membentuk skema OLAP. Definisi indikator kinerja dalam penelitian ini didapatkan dari standar pengisian borang akreditasi dan rencana operasional universitas. universitas. Beberapa contoh indikator kinerja yang digunakan dalam penelitian ini antara lain : Jumlah pegawai, baik dosen maupun non dosen, Tingkat pendidikan pegawai, baik dosen maupun non dosen, Jabatan fungsional pegawai, baik dosen maupun non dosen. Berdasarkan indikator kinerja di atas, dibuat tabel-tabel dimensi untuk memberikan berbagai sudut pandang atas beberapa ukuran kinerja tersebut. Dimensi-dimensi yang dipersiapkan diperlihatkan pada Tabel 1. Selain pengembangan tabel dimensi, dipersiapkan juga tabel fakta yang berfungsi untuk menyimpan ukuran kinerja. Terkait dengan kasus sumber daya manusia, ukuran kinerja yang didefinisikan pada tabel fakta adalah jumlah pegawai. Relasi antara tabel fakta dan dimensi diperlihatkan pada Gambar 4. Gambar 3. Alur penyusunan indikator kinerja pihak eksekutif. Rencana operasional dibuat pihak eksekutif sebagai dasar pelaksanaan strategi, kebijakan, dan program operasional berdasarkan turunan visi dan misi universitas. Di dalam rencana operasional universitas terdapat indikator kinerja yang dapat diukur secara objektif sesuai dengan konsep SMART yaitu Spesific, Measurable, Attainable, Relevance, and Time bound [6]. TABEL 1. DIMENSI TERKAIT SUMBER DAYA MANUSIA Dimensi Keterangan Pendidikan Tingkat pendidikan pegawai Jabatan fungsional Jabatan fungsional pegawai Satuan kerja Unit kerja di mana pegawai ditempatkan Waktu Digunakan untuk mengetahui tren data Sebagai contoh, salah satu indikator kinerja yang digunakan adalah indikator yang terkait dengan sumber daya manusia di Gambar 4. Relasi tabel fakta dan dimensi sumber daya manusia. Pembuatan tabel dimensi dan fakta dilakukan menggunakan proses ETL (Extract, Transform, Load). Tool yang digunakan untuk melakukan proses ETL ini adalah Pentaho Data Integration (PDI). Proses ETL dalam PDI didefinisikan menjadi proses transformasi dan job. Contoh proses ETL yang dilakukan untuk data sumber daya manusia diperlihatkan pada Gambar 5. Gambar 5. Proses ETL untuk sumber daya manusia. Tabel fakta dan dimensi yang telah dikembangkan kemudian diregistrasikan pada OLAP server Mondrian. Proses registrasi dilakukan dengan membuat skema Mondrian sesuai tabel fakta dan dimensi yang telah dibuat. Tool yang digunakan untuk membuat skema Mondrian ini adalah Pentaho Schema Workbench. Yogyakarta, 15 Juni 2013 E-45 ISSN: 1907-5022

Gambar 8. Arsitektur sistem informasi eksekutif. Gambar 6. Pembuatan cube pegawai dengan Pentaho Schema Workbench. Pada skema Mondrian, didefinisikan struktur hierarki dari tabel dimensi, tabel fakta, dan ukuran kinerja yang diinginkan. Skema Mondrian yang telah didefinisikan kemudian dipublikasikan ke OLAP server. OLAP server yang digunakan adalah Mondrian yang terintegrasi dengan Pentaho BI Server. Di dalam Pentaho BI Server, analisis sudah dapat dilakukan untuk melihat sumber daya manusia dari berbagai dimensi. Contoh hasil analisis sumber daya manusia diperlihatkan pada Gambar 7. Hasil query MDX diinterpretasikan dalam tampilan grafik. Beberapa contoh tampilan grafik diperlihatkan pada Gambar 9 dan Gambar 10. Gambar 9 menunjukkan jumlah pegawai yang berpendidikan Doktor di UGM dari tahun ke tahun. Gambar 10 menunjukkan sebaran pendidikan pegawai dari tahun ke tahun. Gambar 9. Grafik pegawai berpendidikan Doktor di UGM. Gambar 7. Hasil analisis pada Pentaho BI Server. Skema yang sudah didefinisikan dalam Pentaho BI Server kemudian diakses menggunakan Dashboard sistem informasi eksekutif. Arsitektur Dashboard diperlihatkan pada Gambar 8. Analisis dari pengguna sistem didefinisikan menjadi query multidimensional sesuai format MDX (Multidimentional Expressions). Query MDX dikirimkan ke Pentaho BI Server oleh aplikasi Dashboard menggunakan antarmuka XMLA (XML for Analysis). Antarmuka XMLA merupakan antarmuka standar untuk data akses ke berbagai OLAP server. Penggunaan standar XMLA memberikan fleksibilitas sistem untuk menangani berbagai macam OLAP server yang berbeda. Gambar 10. Grafik pendidikan pegawai UGM. V. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan yang dapat diambil dalam penelitian di atas adalah sebagai berikut : 1. Sistem informasi eksekutif dapat digunakan untuk menunjukkan kondisi dalam sebuah organsisasi. 2. Hasil tampilan grafik pada Dashboard dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan level eksekutif universitas untuk pengambilan keputusan. Yogyakarta, 15 Juni 2013 E-46 ISSN: 1907-5022

Dari penelitian yang telah dilakukan, ada beberapa hal yang dapat digunakan untuk perbaikan sistem ke depan. Saran perkembangan sistem adalah sebagai berikut: 1. Pengembangan metode untuk melakukan validasi terhadap data yang ditampilkan dalam Dashboard 2. Pengembangan model interaktif untuk grafik yang ditampilkan dalam Dashboard, seperti drill down. 3. Pengembangan fasilitas untuk mendefinisikan grafik secara custom sesuai dengan keinginan pengguna. DAFTAR PUSTAKA [1] Gardner S.R., Building the Data Warehouse, Communications of the ACM, Vol. 41, No.9, pp 52-60, September 1998. [2] Calero C., Piattini M., Pascual C., and Serrano M.A., Towards Data Warehouse Quality Metrics, In Proceeding of the 3rd Intl. Workshop on Design and Management of Data Warehouses, DMDW'2001, Interlaken, Switzerland, June 4, 2001. [3] Inmon W.H., Building the Data Warehouse 2 nd Edition, John Wiley and Sons, 1997. [4] King D. and O Leary D., Intelligent Executive Information System, Journal IEEE Expert: Intelligent Systems and Their Applications Vol. 11 Issue 6 p 30-35, December 1996. [5] Kurz A. and Min Tjoa A., Data Warehousing within Intranet: Prototype of a Web-based Executive Information System, Proceedings of the 8th International Workshop on Database and Expert Systems Applications, p 627-632, September 1997. [6] Doran, G. T., There s a S.M.A.R.T. way to write management s goals and objectives, Management Review, Vol. 70, Issue 11 p 35-36, 1981. [7] Pentaho Corporation, Pentaho Data Integration 4.2 User Guide, 2011. Yogyakarta, 15 Juni 2013 E-47 ISSN: 1907-5022