MEMBANGUN MOTIVASI DIRI

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Disiplin merupakan hal paling penting dalam diri manusia untuk menjadikan kita individu yang patuh dan

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan adalah pembelajaran pengetahuan, keterampilan, dan

BAB II KAJIAN TEORITIS DAN HIPOTESIS PENELITIAN. Perubahan tingkah laku dapat berupa hasil belajar siswa dalam sebuah

: MOH. RIFQI KHAIRUL UMAM B

TEKNIK KOMUNIKASI KUNCI KESUKSESAN

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. dimana individu mengalami perubahan dari masa kanak-kanak menuju. dewasa. Dimana pada masa ini banyak terjadi berbagai macam

BAB I PENDAHULUAN. seiring dengan dinamika perubahan sosial budaya masyarakat. mengembangkan dan menitikberatkan kepada kemampuan pengetahuan,

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. dengan orang lain. Negara kesatuan Republik Indonesia memiliki


SILABI MATA KULIAH. Nama Mata Kuliah : Kewirausahaan Kode Mata Kuliah : MDU213 : Teori 1 SKS, Praktek 1 SKS

SISWA KELAS VIII SMP NEGERI I WONOSARI

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian

Bagaimana Memotivasi Anak Belajar?

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. Novan Ardy Wiyani, Desain Pembelajaran Pendidikan, Ar-ruz Media, Yogyakarta, 2013, hlm.18. 2

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. situasi persaingan khususnya bagi perusahaan-perusahaan yang sejenis menjadi

BAB V KESIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN. kepemimpinan kepala sekolah dengan kinerja guru SMP Negeri di

H., 2014 PROGRAM PENYED IAAN AIR MINUM D AN SANITASI BERBASIS MASYARAKAT ( PAMSIMAS ) D ALAM MENUMBUHKAN PERILAKU HID UP SEHAT

BAB I PENDAHULUAN. warganya belajar dengan potensi untuk menjadi insan insan yang beradab, dengan

BAB 1 PENDAHULUAN. karena remaja tidak terlepas dari sorotan masyarakat baik dari sikap, tingkah laku, pergaulan

BAB I PENDAHULUAN. perkembangan jasmani dan rohani anak, agar anak dapat memiliki kesiapan dalam

BAB I PENDAHULUAN. pendidikan. Menurut Soekidjo Notoatmodjo (2003, h. 16), menjelaskan bahwa

BAB I PENDAHULUAN. guru menempati titik sentral pendidikan. Peranan guru yang sangat penting adalah

Modul ke: ETIK UMB. Kepemimpinan dan Kerjasama Tim. Fakultas TEKNIK. Prayogo Hadi Sulistio, M.Pd. Program Studi Teknik Industri

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pendidikan merupakan sesuatu yang sangat penting dan merupakan

BAB II KAJIAN TEORI. hakikatnya pengalaman emosional akan selalu mengalir dan berkelanjutan dalam

I. PENDAHULUAN. Sekolah Islam Terpadu pada hakekatnya adalah sekolah yang mengimplementasikan

melalui Tridharma, dan; 3) mengembangkan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dengan memperhatikan nilai Humaniora.

GUMELAR ABDULLAH RIZAL,

BAB I PENDAHULUAN. permasalahan, persoalan-persoalan dalam kehidupan ini akan selalu. pula menurut Siswanto (2007; 47), kurangnya kedewasaan dan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. karakter siswa. Pendidikan agama merupakan sarana transformasi pengetahuan

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Dalam menghadapi globalisasi semua perusahaan akan. menghadapi tantangan yang semakin berat dalam mewujudkan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH

2013 PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN NARASI MELALUI METODE MIND MAPPING DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SEKOLAH DASAR

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI GLOBALISASI DI KELAS IV SDN NO.

I. PENDAHULUAN. timbul pada diri manusia. Menurut UU RI No. 20 Tahun 2003 Bab 1 Pasal 1

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB 1 PENDAHULUAN. Asep Saputra, 2014 Universitas Pendidikan Indonesia repository.upi.edu

PEDOMAN PELATIH BOLABASKET Oleh: Budi Aryanto

1. PENDAHULUAN. kegiatan belajar mengajar di dalam kelas adalah sebuah proses dimana

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. bahwa pada dasarnya tempat wanita adalah di dapur, yang berarti bahwa dalam

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Manusia dalam kehidupanya tidak akan terlepas dari pendidikan.

BAB 1 PENDAHULUAN. ini, perusahaan dituntut agar semakin gencar mengembangkan strategi pemasarannya

Presentasi. Komunikasi&Kepemimpinan. Mas Eka Setiawan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. belajar mengajar berlangsung. Sebagian besar guru mengeluh bahwa

BAB IV ANALISIS KUALITAS SOFT SKILL MAHASISWA PRODI EKONOMI SYARI AH DALAM KESIAPANNYA MENGHADAPI DUNIA KERJA

MENJADI GURU EFEKTIF Oleh Mansur HR Widyaiswara LPMP Sulawesi Selatan

BAB I PENDAHULUAN. Salah satu indikator keberhasilan siswa dalam belajar adalah memperoleh

HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TERHADAP INSENTIF DAN BERPIKIR POSITIF DENGAN MOTIVASI BERPRESTASI

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan formal di sekolah memegang peranan yang sangat besar dalam

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Salah satu ciri kehidupan modern dapat dilihat dari semakin kompleknya

UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERCERITA MENGGUNAKAN METODE KOOPERATIF TIPE JIGSAW PADA SISWA KELAS III SDN 05 KARANGREJO TAHUN AJARAN 2009/2010

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Kemampuan seseorang dalam kepemimpinan yang efektif memerlukan

BAB V PENUTUP. SPMAA, dapat ditarik kesimpulan bahwa: 1. Implementasi Pembelajaran Profetik dalam Pembentukan Karakter

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan terdiri dari tiga definisi yaitu secara luas, sempit dan umum.

BAB II KAJIAN PUSTAKA

MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA SISWA KELAS II PADA MATERI MENCERITAKAN KEMBALI ISI DONGENG YANG DIDENGARKAN MELALUI KEGIATAN KOMIDI PUTAR DISKUSI

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. menjadi orang yang bermanfaat bagi bangsa dan negara. Setiap manusia harus

BAGIAN 1: SPIRAL DEVELOPMENT MATURITY

BAB I PENDAHULUAN. Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas

I. PENDAHULUAN. maupun sebagai anggota kelompok yang dilakukan secara sadar dan. kemampuan, keterampilan jasmani, pertumbuhan kecerdasan dan

BAB I PENDAHULUAN. 1..1Latar Belakang Masalah. Kehidupan manusia tidak terlepas dari kegiatan berbahasa. Bahasa adalah

BAB I PENDAHULUAN. Belajar merupakan proses perubahan tingkah laku yang relatif tetap. Dalam

Transkripsi:

8

9 MEMBANGUN MOTIVASI DIRI Kiat sukses membakar motivasi dalam diri kita

10 Menggali potensi positif, Menepis potensi negatif Sahabatku, Kita sadari atau tidak, pada hakikatnya setiap dari kita mempunyai berbagai potensi yang sangat besar, baik itu potensi positif maupun potensi negatif. Potensi yang ada sering kali masih tersembunyi dalam diri kita, bahkan sering kali pula tidak menampakkan diri. Oleh karena itu, Sebagian dari kita ada yang bisa dengan mudah menemukan potensi yang tersembunyi dalam dirinya sehingga dapat dengan mudah untuk memaksimalkan potensi yang dimiliki.

11 Namun, sebagian yang lainnya membutuhkan waktu yang lama untuk menyadari dan menemukan serta menggali potensi tersembunyi dalam dirinya. Bahkan ada yang sama sekali tidak mempunyai kesempatan untuk menemukan potensi tersebut. Ketika kita berbicara mengenai potensi yang kita miliki, banyak sekali persepsi yang muncul sehubungan dengan hal ini. Potensi dapat berarti kemampuan seseorang yang terlihat secara fisik maupun kemampuan non fisik. Kemampuan secara fisik seperti halnya ketangkasan dalam berolahraga, kemahiran dalam bermusik, kecakapan dalam berbicara, kecekatan dalam bekerja, dan kelebihan lainnya. Adapun kemampuan yang bersifat non fisik dapat berupa kecerdasan seseorang, kebijaksanaan, kearifan, kepemimpinan, dan sejenisnya. Potensi-potensi besar tersebut masuk dalam klasifikasi potensi yang membawa dampak positif bagi seseorang. Ketika seseorang

12 dapat menggali dan menemukan serta memaksimalkan potensi-potensi positif tersebut, maka dalam perkembangannya, orang tersebut akan memiliki karakter dalam dirinya, sebuah karakter yang positif. Karakter positif inilah yang akan membawa seseorang menjadi manusia yang besar. Selain berbagai potensi positif, kita juga harus menyadari bahwa dalam diri seseorang tersimpan pula benih-benih potensi negatif. Sama halnya dengan potensi positif, potensi ini juga dapat berupa kemampuan yang dapat terlihat maupun tidak. Potensi negatif yang dapat terlihat dari seseorng seperti halnya kemalasan dalam bekerja atau berolahraga, kebiasaan mencontek, dan sejenisnya. Adapun yang bersifat abstrak atau tidak nampak secara fisik seperti halnya sikap dan sifat emosional, egois, miskin ide, dan sejenisnya. Potensi-potensi ini masuk dalam kategori potensi

13 negatif yang dapat membawa dampak merusak dalam diri seseorang. Ketika seseorang terjebak dalam kisaran potensi ini, maka dalam perkembangannya, seseorang akan memiliki karakter yang negatif yang dapat mengantar mereka menjadi manusia yang kerdil. Ibarat dua sisi mata uang, kedua potensi ini tersimpan dalam diri kita. Keduanya mempunyai kesempatan yang sama untuk menjadi sisi yang lebih dominan dari sisi yang lain. Untuk selanjutya tinggal bagaimana kita sendiri dapat mampu menggali sedalam-dalamnya potensi yang positif hingga mampu untuk mendapatkan potensi tersebut kemudian memaksimalkan potensi positif yang ada dalam diri kita dan menepis berbagai potensi negatif yang menyertai. Ketika kita berhasil menggali potensi positif dan menepis potensi negatif dalam diri kita, niscaya kita sedang bergerak melangkah menjadi manusia yang besar

14 dengan karakter positif yang sudah terbangun sedini mungkin. Oleh karena itu, mulailah menggali dan temukan potensi positif itu!!!

15 Tips Tips menemukan potensi positif dalam diri kita 1. Buat 2 buah lingkaran besar pada satu lembar kertas, 2. Tulis di dalam lingkaran masing-masing di bagian atas : potensi positif dan potensi negatif yang kita rasakan selama ini 3. Tuis secara rinci potensi potensi tersebut pada masing-masing lingkaran 4. Kita akan dapat memisahkan keduanya satu sama lain, dan rasakan bahwa kita sudah membuang potensi negatif dalam diri kita sehingga kita akan terpacu untuk memaksimalkan potensi positif kita untuk meraih keberhasilan Contoh Tips Potensi (+) yang Saya miliki: 1. Suka bekerja keras 2. 3. 4. dst Potensi (-) yang Saya miliki : 1. Suka mengeluh 2. 3. 4. dst By. Heri Purwanto

16