Volume 7, Nomor 1, Juli 2011

dokumen-dokumen yang mirip
PERGESERAN KOMPOSISI GULMA PADA TANAMAN PAPAYA (Carica papaya) YANG DIBERI PUPUK ORGANIK DAN ANORGANIK

Volume 7, Nomor 1, Juli 2011

Volume 7, Nomor 1, Juli 2011

Pengaruh Waktu Penyiangan terhadap Pertumbuhan dan Hasil Dua Kultivar Kedelai (Glycine max (L.) Merr.)

PERIODE KRITIS PENGENDALIAN GULMA PADA TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) SKRIPSI OLEH : WILTER JANUARDI PADANG

Periode Kritis Pengendalian Gulma Pada Tanaman jagung (Zea mays L.) Critical periode of weed control in Zea mays L

Pada mulsa eceng gondok dan alang-alang setelah pelapukan (6 MST), bobot gulma naik dua kali lipat, sedangkan pada mulsa teki dan jerami terjadi

PERTUMBUHAN GULMA DAN HASIL TANAMAN WIJEN (Sesamum indicum L.) PADA BERBAGAI FREKUENSI DAN WAKTU PENYIANGAN GULMA PENDAHULUAN

Respon Pertumbuhan Tanaman Jagung (Zea Mays L.) dan Gulma Terhadap Berbagai Jarak Tanam

PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI JAGUNG MANIS (Zea mays sacaratha Sturt. L) PADA BERBAGAI JARAK TANAM DAN WAKTU OLAH TANAH

Pengaruh Kehadiran Gulma terhadap Jumlah Populasi Hama Utama Kubis pada Pertanaman Kubis

Analisis Vegetasi Gulma Pada Pertanaman Jagung (Zea mays L.) di Lahan Kering dan Lahan Sawah di Kabupaten Pasaman

ANALISIS KOMPOSISI GULMA PADA LAHAN TANAMAN SAYURAN. Ariance Yeane Kastanja

STUDI PERSAINGAN GULMA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt)

THE INFLUENCE OF COVER CROPS UTILIZATION OROK-OROK (CROTALARIA JUNCEA L.) TOWARD WEED CONTROL ON MAIZE (ZEA MAYS L.) IN RAIN SEASON ABSTRAK

Pertumbuhan dan Hasil Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.) berdasarkan Waktu Penyiangan dan Jarak Tanam yang Berbeda ABSTRAK

PENGARUH APLIKASI PUPUK KANDANG DAN TANAMAN SELA (Crotalaria juncea L.) PADA GULMA DAN PERTANAMAN JAGUNG (Zea mays L.)

EFFECT TIME OF WEEDING IN INTERCROPPING SYSTEM PEANUTS (Arachis hypogaea L.) WITH CASSAVA (Manihot esculenta Crantz.)

PENGARUH SISTEM OLAH TANAH DAN WAKTU PENYIANGAN PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL KEDELAI (Glycine max L.) VAR. GROBOGAN

PENGGUNAAN MULSA ALANG - ALANG PADA TUMPANGSARI CABAI DENGAN KUBIS BUNGA UNTUK MENINGKATKAN PENGENDALIAN GULMA, PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN

I. PENDAHULUAN. yang dipakai untuk membudidayakan tanaman. Gangguan ini umumnya berkaitan

RESPONS PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SORGUM (Sorghum bicolor (L.) Moench) TERHADAP PEMBERIAN MULSA DAN BERBAGAI METODE OLAH TANAH SKRIPSI

Respons Pertumbuhan dan Hasil Sorgum (Sorghum bicolor (L.) Moench) Terhadap Jarak Tanam dan Waktu Penyiangan Gulma

I. PENDAHULUAN. dunia. Jagung menjadi salah satu bahan pangan dunia yang terpenting karena

PENGARUH JENIS DAN TINGKAT KERAPATAN GULMA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI KEDELAI (Glycine max [L]. Merr)

I. PENDAHULUAN. Jagung (Zea mays L.) adalah tanaman pangan yang penting di dunia, selain padi

THE EFFECT OF WEED CONTROL AND SOIL TILLAGE SYSTEM ON GROWTH AND YIELD OF SOYBEAN (Glycine max L.)

Pemberian Mulsa Jerami Padi (Oryza sativa) Terhadap Gulma dan Produksi Tanaman Kacang Kedelai (Glycine max (L.) Merr)

PENGARUH MULSA ORGANIK PADA GULMA DAN TANAMAN KEDELAI (Glycine max L.) VAR. GEMA

RESPONS JARAK TANAM DAN DOSIS PUPUK ORGANIK GRANUL YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN JAGUNG MANIS

ANALISIS VEGETASI GULMA PADA PERTANAMAN JAGUNG. (Zea mays L.) DI LAHAN KERING DAN LAHAN SAWAH DI MALAMPAH KABUPATEN PASAMAN SKRIPSI SARJANA BIOLOGI

Jurnal Lahan Suboptimal ISSN: (Print), ISSN: (Online, Vol. 4, No.2: , Oktober 2015

I. PENDAHULUAN. lebih tahan terhadap hama dan penyakit (Sumarno dan Karsono 1996 dalam

THE EFFECT OF THE KINDS OF FERTILIZER AND WEED CONTROL TIME ON GROWTH AND YIELD OF SWEET CORN (Zea mays saccharata)

ISSN : JENIS DAN DOMINANSI GULMA PADA LAHAN JAGUNG MANIS (Studi Kasus Di Kecamatan Tobelo) Ariance Y. Kastanja, ABSTRAK

PERIODE KRITIS KOMPETISI GULMA PADA DUA VARIETAS JAGUNG (Zea mays L) HIBRIDA SKRIPSI OLEH :

Kata kunci: gulma, periode kritis, kedelai hitam, penyiangan

LAMPIRAN. a. Dibawah Tegakan Agroforestri Kopi Dengan Tanaman Pokok Suren No Plot (1) Nama Lokal (3)

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

PENGARUH TANAMAN PENUTUP TANAH DAN JARAK TANAM PADA GULMA DAN HASIL TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.)

Pertumbuhan dan Produktivitas Jagung Manis pada Beberapa Sistem Tanam

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

Respons Pertumbuhan Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Terhadap Aplikasi Mulsa dan Perbedaan Jarak Tanam

TANGGAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI SAWI (Brassica juncea L.) TERHADAP PEMBERIAN PUPUK CAIR SKRIPSI MUHAMMAD RIZKY ANDRY AGROEKOTEKNOLOGI - BPP

Pertumbuhan Vegetatif dan Kadar Gula Biji Jagung Manis (Zea mays saccharata, Sturt) di Pekanbaru

IDENTIFIKASI DAN ANALISIS POPULASI GULMA PADA PADI SAWAH ORGANIK DAN AN-ORGANIK DI DESA JATILUWIH, KECAMATAN PENEBEL, KABUPATEN TABANAN

I. PENDAHULUAN. Kedelai (Glycine max [L.] Merr.) merupakan tanaman pangan dan sumber protein

Analisa Vegetasi Gulma pada Pertanaman Jagung (Zea mays L) pada Lahan Olah Tanah Maksimal di Kabupaten Lima Puluh Kota

PERTUMBUHAN GULMA DAN HASIL TANAMAN PADA TUMPANGSARI SELADA DENGAN TOMAT DIAPLIKASI MULSA JERAMI

Upaya Peningkatan Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Kedelai (Glycine max) Melalui Aplikasi Mulsa Daun Jati Dan Pupuk Organik Cair.

SKRIPSI PEMUPUKAN URINE SAPI DENGAN KONSENTRASI YANG BERBEDA DAN PEMBERIAN MULSA SERBUK KAYU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS

TANGGAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI JAGUNG VARIETAS P-23 TERHADAP BERBAGAI KOMPOSISI VERMIKOMPOS DENGAN PUPUK ANORGANIK

No Spesies F FR % K KR % INP %

PENGUJIAN LAPANGAN EFIKASI HERBISISDA TIGOLD 10 WP (pirizosulfuron etil 10%) TERHADAP GULMA PADA BUDIDAYA PADI SAWAH

II. TINJAUAN PUSTAKA

PENGARUH JARAK TANAM DAN DOSIS PUPUK UREA TERHADAP PERTUMBUHAN GULMA DAN HASIL TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.)

I. PENDAHULUAN. Tanaman kacang tanah pada dasarnya dapat ditanam hampir di semua jenis tanah,

I. PENDAHULUAN. Kedelai (Glycine max [L.] Merr) merupakan salah satu komoditas pangan utama

PENGARUH WAKTU PENYIANGAN DAN POPULASI TANAMAN TERHADAP HASIL KACANG HIJAU (Vigna radiata L.) PADA KONDISI TANPA OLAH TANAH

III. I, II, m. Lampiran 1. Bagan percobaan di lapangan menurut Rancangan Acak Lengkap (RAL) non-faktorial. Ulangan E,F, E,F, E,Fi E2F2 E,F2

TANAH (Arachis hypogaea L.) DAN JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt.) DENGAN BEBERAPA PENGATURAN WAKTU TANAM KACANG TANAH PADA SISTEM TUMPANGSARI

Vol 2 No. 1 Januari - Maret 2013 ISSN :

SKRIPSI Disusun oleh : Rifqi Maulana NIM : PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS MURIA KUDUS

II. TINJAUAN PUSTAKA. Jagung manis termasuk dalam golongan famili graminae dengan nama latin Zea

EFEK KOMBINASI DOSIS PUPUK N P K DAN CARA PEMUPUKAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG MANIS. Jumini, Nurhayati, dan Murzani

SKRIPSI HASIL KACANG TANAH

Efek Pupuk P dan Kompos Tandan Kosong Kelapa Sawit terhadap Pertumbuhan dan Produksi Kacang Tanah (Arachis hypogaea L) Di Tanah Ultisol

KERAGAMAN KOMUNITAS GULMA PADA BERBAGAI KEDALAMAN TANAH VARIABILITY OF WEED COMMUNITY ON VARIOUS OF SOIL DEPTH

ABSTRAK SARLIN TAHRIJI. NIM.

ANALISIS PERTUMBUHAN TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata), PERGESERAN KOMPOSISI GULMA PADA BEBERAPA JARAK TANAM

Pengelolaan Sumbedaya Air untuk Meningkatkan Produksi Tanaman Padi Secara Berkelanjutan di Lahan Pasang Surut Sumatera Selatan

Pengaruh Populasi Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.) dan Jagung (Zea mays L.) terhadap Pertumbuhan dan Produksi Pada Sistem Pola Tumpang Sari

PENGARUH AKSESI GULMA Echinochloa crus-galli TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI PADI

KEMAMPUAN KOMPETISI BEBERAPA VARIETAS KEDELAI (GLYCINE MAX) TERHADAP GULMA ALANG-ALANG (IMPERATA CYLINDRICA) DAN TEKI (CYPERUS ROTUNDUS).

PENGARUH JENIS DAN TINGKAT KERAPATAN GULMA TERHADAP PERTUMBUHAN AWAL TANAMAN UBIKAYU (Manihot esculenta Crantz) KLON UJ-5 (Kasetsart)

IDENTIFIKASI DAN DISTRIBUSI GULMA DI LAHAN PASIR PANTAI SAMAS, KABUPATEN BANTUL, DIY SKRIPSI

TINJAUAN PUSTAKA. Botani dan Ekologi Tanaman Jagung (Zea mays L.)

PENGARUH PEMBERIAN MULSA ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT

KOMPOSISI TEGAKAN SEBELUM DAN SESUDAH PEMANENAN KAYU DI HUTAN ALAM

RESPONS PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays Saccharata Sturt) TERHADAP PEMBERIAN LIMBAH KOPI DAN TEPUNG DARAH SAPI SKRIPSI OLEH :

KEANEKARAGAMAN GULMA DOMINAN PADA PERTANAMAN TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill) DI KABUPATEN GARUT

IV. BASIL DAN PEMBAHASAN Kerapatan Nisbi Sebelum dan Sesudah Pemberian Perlakuan (%)

STUDY TENTANG TIGA VARIETAS TERUNG DENGAN KOMPOSISI MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN

I. PENDAHULUAN. Kacang hijau merupakan salah satu tanaman kacang-kacangan yang sangat

I. PENDAHULUAN. mencapai kurang lebih 1 tahun. Di Indonesia tebu banyak dibudidayakan di Pulau

PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) VARIETAS TUK-TUK TERHADAP JARAK TANAM DAN DOSIS PUPUK KCl

PENINGKATAN PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI ( GLYCINE MAX (L) MERR) AKIBAT PENGARUH DARI PEMBERIAN BAHAN ORGANIK DAN METODE PENGENDALIAN GULMA.

PERIODE KRITIS TANAMAN KACANG HIJAU AKIBAT KEBERADAAN GULMA DI LAPANGAN ABSTRACT

PENGARUH DOSIS HERBISIDA GLIFOSAT DAN 2,4 D TERHADAP PERGESERAN GULMA DAN TANAMAN KEDELAI TANPA OLAH TANAH

UJI KETAHANAN BEBERAPA VARIETAS DAN PENGARUH JARAK TANAM TERHADAP PENYAKIT KARAT DAUN

PENGARUH JENIS PUPUK KANDANG DAN JARAK TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays L. var. saccharata Sturt) SKRIPSI

KEANEKARAGAMAN GULMA DOMINAN PADA PERTANAMAN TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill) DI KABUPATEN GARUT

I. PENDAHULUAN. Kacang tanah merupakan tanaman kacang-kacangan yang permintaannya

Transkripsi:

Volume 7, Nomor 1, Juli 2011 Perkembangan Penyakit Hawar Upih Padi (Rhizoctonia solani K ühn) di Sentra-sentra Penghasil Padi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta B. NURYANTO, A. PRIYATMOJO, B. HADISUTRISNO, dan B.H. SUNARMINTO... 1 K arakteristik Rhizotocnia spp. dari Tanah di Bawah Tegakan T usam (Pinus merkussi Jungh. Et De V riese) R. SURYANTINI, A. PRIYATMOJO, S.M. WIDYASTUTI, R. S. KASIAMDARI... 8 Acid Phosphate Activity and Leaf Phosphorus Content in Two W hite Clover (Trifolium repens L.) Breeding Lines J. EFFENDY... 14 Pengaruh T ingkat K epadatan Permukiman Terhadap K ualitas K imia Airtanah di Kota A mbon (Studi K asus Daerah Dataran A luvial antara Sungai W ai Batu Merah dan Wai Batu Gantung) J.P. HAUMAHU... 21 Pergeseran Komposisi Gulma Dominan pada Lahan Tanaman Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturn) yang Diberi Mulsa dan Jarak T anam J. SYAWAL dan J. RIRY... 29 Perbaikan Sifat Fisik Tanah Regosol dan Pertumbuhan T anaman Sawi (Brassica juncea L.) A kibat Pemberian Bokashi Ela Sagu dan Pupuk Urea J.A. PUTINELLA... 35 Profil Wanita Pengolah Sagu Sebagai Penafkah T ambahan dalam Rumahtangga (Studi K asus Pada Usaha Rumahtangga Pangan Sagu di Desa Mamala, K ecamatan Leihitu, K abupaten Maluku Tengah) E.D. LEATEMIA, J.M. LUHUKAY dan N.R. TIMISELA... 41 K eadaan Sosial E konomii Petani Sayuran (Studi K asus di Dusun K embang Buton Wara, Desa Batu Merah, Kota A mbon) R. M. SARI... 47

SY A W A L & RIR Y : Pergeseran Komposisi Gulma Dominan PE R G ESE R A N K O M POSISI G U L M A D O M IN A N PA D A L A H A N T A N A M A N JA G UN G M A NIS (Zea mays saccharata Sturn) Y A N G DIB E RI M U LSA D A N JA R A K T A N A M Shifts of Dominant Weed Composition on Sweet Corn (Zea mays saccharata Sturn) Land Treated with Mulch and Planting Distance Yernelis Syawal 1 dan Johan Riry 2 1 Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya Kampus UNSRI Indralaya Ogan Ilir, Sumatera Selatan 2 Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Pattimura Jl. Ir. M. Putuhena, Kampus Poka Ambon 97233 A BST R A C T Syawal, Y. & J. Riry. 2011. Shift of Dominant Weed Composition on Sweet Corn (Zea mays saccharata Sturn) Land Treated with Mulch and Planting Distance. Jurnal Budidaya Pertanian 7: 29-34. Research on the shift in the composition of weed in the field of sweet corn treated with mulch and planting distance has been done in the Experimental Field, Faculty of Agriculture, Sriwijaya University, Indralaya, Ogan Ilir. To determine the shift in the composition of weed, analysis was performed using the dominant weed squares method. There were two treatments, namely mulching and plant spacing. Factor I was Imperata cylindrica mulch consisted of: M1 = without mulch; M2 = 10 ton.ha -1. Factor II was planting spacing consisted of J1 = 40 25 cm, J2 = 60 25 cm, J3 = 80 25 cm, J4 = 100 25 cm, J5 = 120 25 cm. The results showed that the weeds before soil tillage were such as Imperata cylindrica, Cyperus rotundus, Mimosa pudica and Mimosa invisa. After treatment there was a shift of weeds that were dominated by broad-leaved weeds, dominated most by Oxalis corniculata and Galinsoga nudiflora. Key words: shifts, the composition of the weed, sweet corn, mulch, plant spacing PE ND A H U L U A N Infestasi gulma yang berlimpah merupakan masalah utama pada lahan pertanian di daerah tropika. Faktor tanah dan iklim akan mempengaruhi populasi gulma, begitu juga dengan perubahan teknik budidaya tanaman yang mengubah kondisi lingkungan seperti pemakaian mulsa dan jarak tanam. Gulma yang berasosiasi dengan tanaman (jagung manis) akan berinteraksi memperebutkan faktor tumbuh, yaitu unsur hara, air, sinar matahari dan ruang tumbuh (Zimdalh, 1980), dan bila faktor tumbuh itu berada dalam keadaan kurang tersedia, maka akan terjadi kompetisi (Syawal, 2010). Kemampuan berkompetisi tanaman dengan gulma ditentukan oleh berbagai faktor yaitu jenis gulma, populasi gulma, periode persaingan, varietas tanaman, metode penanaman dan tingkat kesuburan tanah (Mercado, 1979). Pergeseran gulma dominan dapat menguntungkan tanaman jika gulma yang lebih kompetitif terkendali tumbuhnya serta posisi gulma tersebut diambil alih oleh gulma yang kurang kompetitif dibandingkan tanaman (Syawal, 1998). Begitu pula dengan perbaikan pengelolaan tanaman (jarak tanam dan mulsa) diharapkan terjadi perubahan dari jenis yang sulit dikendalikan ke gulma yang mudah dikendalikan. Pada lahan pertanian komposisi jenis gulma akan mengalami pergeseran yang dipengaruhi oleh pengelolaan air, pengelolaan pupuk, perubahan tanaman dan metode pengedalian gulma (Buangam & Mercado, 1976). Menurut Hasil (1978) salah satu metode mengendalikan gulma adalah dengan mengunakan mulsa dan pengaturan jarak tanam. Mulsa yang digunakan dapat berupa mulsa plastik, mulsa alang-alang, mulsa jerami padi dan lainnya Salah satu manfaat mulsa adalah dapat mengendalikan gulma (Darmawijaya et al., 1992). Sedangkan jarak tanam akan berpengaruh terhadap penerimaan sinar matahari, unsur hara dan ruang tumbuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pergeseran komposisi gulma dilahan tanaman jagung manis yang diberi mulsa dan jarak tanam. M E T O D E PE N E L I T I A N Penelitian ini dilakukan di KP. Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya Indralaya Ogan Ilir. Adapun perlakuan adalah sebagai berikut: Faktor I. Mulsa alangalang: M0= tanpa musa, M1 = 10 ton ha -1 dan Faktor II. Jarak tanam: J1 = 40 25 cm, J2 = 60 25 cm, J3 = 80 25 cm, J4 = 100 25 cm, J5 = 120 25 cm. Pergeseran Komposisi gulma dianalisis dengan metoda kuadrat yaitu untuk mendapatkan SDR (Summed 29

Jurnal Budidaya Pertanian, Vol. 7. No 1, Juli 2011, Halaman 29-34 dominance ratio). Selanjutnya ditentukan komposisi gulma berdasarkan gulma yang dominan. Untuk mengetahui spesies-spesies gulma yang dominan (SDR) digunakan rumus-rumus sebagai berikut: a) SDR = (Nilai penting / 3) 100% b) Nilai Penting (Important Value = IV) adalah KR 1 + KR 2 + FR Nilai Penting (Important Value = IV) diperoleh dengan perhitungan sebagai berikut: a) Kerapatan Relatif (KR 1 ) = (Kerapatan mutlak suatu jenis gulma / Total kerapatan mutlak seluruh jenis gulma) 100%. Kerapatan mutlak adalah jumlah individu gulma pada plot contoh. b) Kelimpahan Rata-Rata = (Kerapatan mutlak suatu jenis gulma / Total sub plot yang ditumbuhi jenis tertentu). c) Kelimpahan Relatif (KR 2 ) = (Kelimpahan rata-rata jenis tertentu / Jumlah kelimpahan rata-rata semua jenis) 100%. d) Frekuensi mutlak = t yang ditumbuhi jenis gulma / e) Frekuensi Relatif (FR) = (Frekuensi mutlak suatu jenis gulma / Total frekuensi mutlak seluruh jenis gulma) 100% Pengamatan khusus untuk gulma adalah: - SDR gulma sebelum pengolahan tanah, caranya dengan mengambil seluruh luasan penelitian, kemudian ditarik garis diagonal dari masing-masing ujung tempat penelitian. Pada pertemuan garis diagonal ditetapkan sub plot A. Sub plot lainnya ditetapkan pada ujung garis diagonal dengan jarak yang sama ke sub plot A. Akhirnya didapat lima sub plot, yaitu sub plot A, B, C, D dan E, masing-masing berukuran 1,0 m 2. - SDR gulma pada umur tanaman 3, 6 dan menjelang panen. caranya sama dengan diatas, tapi pengambil sampel dari masing-masing petak perlakuan dengan ukuran yang lebih kecil yaitu dengan luas sub plot 0,5 0,5 m 2. Tabel 1. Pergeseran komposisi spesies gulma (SDR) pada lahan pertanaman jagung manis sebelum pengolahan tanah, 3 dan 6 minggu setelah tanam serta saat panen dengan tanpa mulsa dan jarak tanam 40 25 cm Spesies gulma Sebelum olah tanah SDR(%) 3 MST SDR (%) 6 MST SDR (%) Saat panen SDR (%) Imperata cylindrica 20,50 5,10 - - - Ageratum conyzoides 10,25 15,00 15,15 9,90 Borreria latifolia 9,25 10,10 10,20 7,00 Euphorbia hirta 6,50 3,10 5,90 3,30 Oxalis corniculata 5,84 7,10 9,90 25,50 Eleusine indica 5,30 10,90 11,20 10,45 Galinsoga parviflora 3,90 5,10 10,10 13,64 Polygonum nepalense 3,20 9,10 9,90 12,20 Murdania nudiflora - 7,39 8,90 9,70 Tabel 2. Komposisi spesies gulma (SDR) pada lahan pertanaman jagung manis sebelum pengolahan tanah, 3 dan 6 minggu setelah tanam serta saat panen dengan tanpa mulsa dan jarak tanam 60 25 cm Imperata cylindrica 20,50 3,30 - - - Ageratum conyzoides 10,25 12,00 15,15 11,90 Borreria latifolia 9,25 15,20 13,20 5,00 Amaranthus spinosus 8,20 10,20 8,20 4,20 Mikania cordata 7,10 8,90 8,44 5,10 Euphorbia hirta 6,50 6,29 6,90 5,30 Cyperus rotundus 6,00 7,00 - Oxalis corniculata 5,84 9,10 7,90 19,50 Eleusine indica 5,30 8,90 13,20 12,45 Galinsoga parviflora 3,90 5,20 8,10 13,64 Polygonum nepalense 3,20 9,10 11,90 10,20 Murdania nudiflora - 7,30 8,90 10,70 30

SY A W A L & RIR Y : Pergeseran Komposisi Gulma Dominan H ASI L D A N PE MB ASA H A N Untuk mengetahui pergeseran komposisi spesiesspesies gulma yang terdapat dilahan pertanaman jagung manis sebelum pengolahan tanah dan setelah perlakuan tanpa mulsa dan jarak tanaman yang berbeda terdapat pada Tabel 1-5. Sedangkan pergeseran spesies-spesies gulma yang terdapat pada lahan tanaman jagung manis sebelum pengolahan tanah dan setelah perlakuan dengan mulsa dan jarak tanam terdapat pada Tabel 6-10. Tabel 3. Pergeseran komposisi spesies gulma (SDR) pada lahan pertanaman jagung manis sebelum pengolahan tanah, 3 dan 6 minggu setelah tanam serta saat panen dengan tanpa mulsa dan jarak tanam 80 25 cm Imperata cylindrica 20,50 5,00- - - Ageratum conyzoides 10,25 10,10 15,15 7,90 Borreria latifolia 9,25 15,10 10,20 7,00 Euphorbia hirta 6,50 3,10 5,90 5,30 Oxalis corniculata 5,84 7,10 9,90 15,50 Eleusine indica 5,30 7,90 9,20 10,49 Galinsoga parviflora 3,90 8,10 12,10 14,60 Polygonum nepalense 3,20 8,10 7,90 12,45 Murdania nudiflora - 8,39 9,90 14,45 Tabel 4. Pergeseran komposisi spesies gulma (SDR) pada lahan pertanaman jagung manis sebelum pengolahan tanah, 3 dan 6 minggu setelah tanam serta saat panen dengan tanpa mulsa dan jarak tanam 100 25 cm Imperata cylindrica 20,50 8,00 - - - Ageratum conyzoides 10,25 10,10 14,15 9,90 Borreria latifolia 9,25 12,10 11,20 7,00 Amaranthus spinosus 8,20 12,00 10,20 6,20 Mikania cordata 7,10 7,10 9,44 5,10 Euphorbia hirta 6,50 5,10 5,90 8,30 Cyperus rotundus 6,00 6,00 - Oxalis corniculata 5,84 5,90 9,90 15,50 Eleusine indica 5,30 12,10 11,20 10,45 Galinsoga parviflora 3,90 5,10 10,10 14,64 Polygonum nepalense 3,20 11,29 9,00 11,20 Murdania nudiflora - 5,20 9,10 10,70 Tabel 5. Komposisi spesies gulma (SDR) pada lahan pertanaman jagung manis sebelum pengolahan tanah, 3 dan 6 minggu setelah tanam serta saat panen dengan tanpa mulsa dan jarak tanam 120 25 cm Imperata cylindrica 20,50 3.00 - - - Ageratum conyzoides 10,25 7,10 15,15 13,90 Borreria latifolia 9,25 10,10 10,10 6,00 Amaranthus spinosus 8,20 10,00 10,30 8,20 Mikania cordata 7,10 9,10 9,44 4,15 Euphorbia hirta 6,50 3,10 5,90 10,25 Oxalis corniculata 5,84 7,10 12,70 16,50 Eleusine indica 5,30 20,90 15,20 10,45 Galinsoga parviflora 3,90 5,10 12,30 12,64 Polygonum nepalense 3,20 9,10 9,90 10,20 Murdania nudiflora - 7,39 8,90 9,70 31

Jurnal Budidaya Pertanian, Vol. 7. No 1, Juli 2011, Halaman 29-34 Tabel 6. Pergeseran komposisi spesies gulma (SDR) pada lahan pertanaman jagung manis sebelum pengolahan tanah, 3 dan 6 minggu setelah tanam serta saat panen dengan mulsa alang-alang dan jarak tanam 40 25 cm Imperata cylindrica 20,50 5,00 7,00 - - Ageratum conyzoides 10,25 15,10 8,15 9,70 Borreria latifolia 9,25 10,10 8,20 7,20 Amaranthus spinosus 8,20 10,00 10,20 8,20 Euphorbia hirta 6,50 3,10 7,90 13,30 Oxalis corniculata 5,84 7,10 9,90 15,50 Eleusine indica 5,30 5,90 9,20 3,45 Galinsoga parviflora 3,90 10,10 12,10 14,64 Polygonum nepalense 3,20 9,10 9,90 12,20 Murdania nudiflora - 7,39 8,90 9,70 Tabel 7. Pergeseran komposisi spesies gulma (SDR) pada lahan pertanaman jagung manis sebelum pengolahan tanah, 3 dan 6 minggu setelah tanam serta saat panen dengan mulsa alang-alang dan jarak tanam 60 25 cm Imperata cylindrica 20,50 7,10 - - Ageratum conyzoides 10,25 14,00 15,15 14,20 Borreria latifolia 9,25 10,20 10,20 7,70 Amaranthus spinosus 8,20 9,90 10,20 6,20 Mikania cordata 7,10 9,10 9,44 6,10 Euphorbia hirta 6,50 5,10 5,90 4,30 Cyperus rotundus 6,00 6,00 - Oxalis corniculata 5,84 7,10 9,90 18,50 Eleusine indica 5,30 10,90 11,20 3,45 Galinsoga parviflora 3,90 5,10 10,10 16,64 Polygonum nepalense 3,20 9,10 9,90 11,25 Murdania nudiflora - 7,39 8,90 10,65 Tabel 8. Pergeseran komposisi spesies gulma (SDR) pada lahan pertanaman jagung manis sebelum pengolahan tanah, 3 dan 6 minggu setelah tanam serta saat panen dengan mulsa alang-alang dan jarak tanam 80 25 cm Imperata cylindrica 20,50 6,10 3,10 - - Ageratum conyzoides 10,25 14,00 12,05 9,10 Borreria latifolia 9,25 10,10 10,20 7,60 Euphorbia hirta 6,50 5,10 5,90 3,30 Cyperus rotundus 6,00 6,00 - - Oxalis corniculata 5,84 9,10 9,90 19,50 Eleusine indica 5,30 8,90 7,20 5,45 Galinsoga parviflora 3,90 5,10 14,10 15,64 Polygonum nepalense 3,20 8,20 10,80 12,20 Murdania nudiflora - 8,29 8,00 14,70 32

SY A W A L & RIR Y : Pergeseran Komposisi Gulma Dominan Tabel 9. Pergeseran komposisi spesies gulma (SDR) pada lahan pertanaman jagung manis sebelum pengolahan tanah, 3 dan 6 minggu setelah tanam serta saat panen dengan mulsa alang-alang dan jarak tanam 100 25 cm Imperata cylindrica 20,50 2,10 - - Ageratum conyzoides 10,25 18,00 12,15 9,90 Borreria latifolia 9,25 10,10 13,20 7,00 Amaranthus spinosus 8,20 9,00 10,20 6,20 Mikania cordata 7,10 9,10 9,44 5,00 Euphorbia hirta 6,50 4,10 5,90 3,40 Cyperus rotundus 6,00 5,00 - Oxalis corniculata 5,84 10,10 9,90 18,40 Eleusine indica 5,30 10,90 10,20 4,55 Galinsoga parviflora 3,90 5,10 11,10 16,34 Polygonum nepalense 3,20 9,10 9,90 12,50 Murdania nudiflora - 7,39 8,90 15,70 Tabel 10. Komposisi spesies gulma (SDR) pada lahan pertanaman jagung manis sebelum pengolahan tanah, 3 dan 6 minggu setelah tanam serta saat panen dengan mulsa alang-alang dan jarak tanam 120 25 cm Spesies gulma Sblm olah tanah SDR (%) 3 MST SDR (%) 6 MST SDR (%) Saat panen SDR (%) Imperata cylindrica 20,50 - - - Ageratum conyzoides 10,25 15,10 15,05 8,90 Borreria latifolia 9,25 15,10 10,30 14,00 Mikania cordata 7,10 9,10 9,44 10,10 Euphorbia hirta 6,50 5,10 5,90 5,30 Cyperus rotundus 6,00 6,00 - - Oxalis corniculata 5,84 7,10 14,90 15,50 Eleusine indica 5,30 7,90 6,20 2,45 Galinsoga parviflora 3,90 7,10 10,10 12,64 Polygonum nepalense 3,20 8,20 11,90 9,20 Murdania nudiflora - 8,29 7,90 11,70 Berdasarkan tabel-tabel tersebut, terlihat pada lahan sebelum pengolahan tanah tanaman jagung manis spesies gulma yang dominan adalah alang-alang (Imperata cylindrica), hal ini karena alang-alang merupakan gulma yang pertumbuhannya sangat cepat serta dengan adanya akar-akar rimpang sebagai faktor utama lebih cepat menguasai lahan dan didukung oleh lahan yang terbuka sehingga sinar matahari untuk fotosintesis dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, karena alang-alang termasuk jalur C4. Begitu juga Cyperus rotundus, Mimosa invisa dan Mimosa pudica dapat tumbuh dengan baik pada lahan ini. Faktor lain karena pada lahan tersebut memang sudah ada gulmagulma ini, dan mungkin sudah ada dari dalam tanah, atau diterbangkan angin serta terjadi peledakan (Madkar et al., 1986; Soeyani, 1970). Pada Tabel 1 sampai 5, setelah perlakuan yaitu tanpa mulsa dan jarak tanam yang beragam alang-alang umumnya tidak mampu tumbuh, hal ini diduga karena pengolahan tanah yang baik sehinga akar-akar rimpang terpotong kemudian sisa-sisa dibuang keluar lahan, begitu juga halnya dengan Cyperus rotundus, Mimosa invisa dan Mimosa pudica tidak mampu lagi tumbuh. Pada Tabel 6 sampai Tabel 10 setelah perlakuan yaitu dengan mulsa dan jarak tanam, ternyata saat menjelang panen spesies gulma yang dominan umumnya adalah gulma berdaun lebar, karena gulma-gulma ini termasuk jalur C3 yang menyenangi tempat yang agak terlindung (Suseno, 1974). Pada lahan pertanaman jagung manis yang diberi mulsa ternyata Eleusine indica menjelang panen ternyata nilai SDR semakin menurun, hal ini terbukti bahwa mulsa akan mempengaruhi pertumbuhan gulma (Darmawaijaya et al., 1992), apalagi gulma ini termasuk jalur C4 yang mengendaki pertumbuhan pada daerah yang terbuka. Gulma Murdania nudiflora sebelum pengolahan tanah tidak ada, tetapi setelah perlakuan gulma ini muncul, diduga biji-biji gulma ini sudah ada dalam tanah. Dengan perlakuan pengolahan tanah, gulma ini terangkat kepermukaan tanah sehingga dapat memanfaatkan faktor tumbuh dengan sebaik-baiknya sesuai dengan kebutuhan. 33

Jurnal Budidaya Pertanian, Vol. 7. No 1, Juli 2011, Halaman 29-34 K ESI MPU L A N Berdasarkan hasil pengamatan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa pada lahan sebelum pengolahan tanah terdapat gulma Imperata cylindrica, Cyperus rotundus, Mimosa invida dan mimosa pudica, dan setelah perlakuan gulma tersebut umumnya tidak tumbuh lagi. Saat panen gulma berdaun lebar yang mendominasi lahan pertanaman jagung baik tanpa mulsa maupun dengan mulsa dan jarak tanam, yaitu yang tertinggi Oxalis corniculata dan Galinsoga nudiflora. D A F T A R PUST A K A Buangam & B.L. Mercado. 1976. Competition of Pistia Stratiotes L. with rice and commonly assosiated weed spesies. Phil. Agr. 60: 20-30. Darmawijaya, M.I, Dj. Fitriandi, D. Watiman, & Begananda. 1992. Peranan mulsa gulma terhadap sifat kemapuan tanah andosol. Hazil, L. 1978. Pengaruh mulsa terhadap pertumbuhan dan produksi kedelai. Laporan majalah khusus. Dept. Agro. Faperta. IPB. Bogor Madkar, O.R, K. Tony, dan M. Soepadyo. 1986. Masalah gulma dan cara pengendaliannya. Himpunan Ilmu Gulma Indonesia. Mercado, B.L. 1979. Introduction to weed science. SEARCA. Los Banos, Laguna. Philippines. Soeryani, M. 1970. Alang-alang (Imperata cylindrica) pattern of growth as related to its problem control. Biotrop Bulletin. Suseno, H. 1974. Fisiologi tumbuhan, Metabolisme dasar. Depatemen Pertanian IPB. Bogor. Syawal, Y. 1998. Pergeseran komposisi dan karakteristik lain gulma serta pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis dengan pemupukan N dan penyiangan pada priode kritis tanaman. [Disertasi]. Universitas Padjajaran. Syawal, Y. 2010. Interaksi tanaman dengan gulma (Dasar-dasar Ilmu Gulma). Penerbit Unsri. Palembang. Zimdahl, R.L. 1980. Weed crop competition. A review. IPPC Oregon State Univ. Corvalis, Oregon. 34