BESI (II) GLUKONAT ANHIDRAT FERROUS GLUCONATE, ANHYDROUS

dokumen-dokumen yang mirip
MINYAK BIJI GANJA CANNABIS SATIVA SEED OIL

AMONIUM OKSALAT MONOHIDRAT AMMONIUM OXALATE MONOHYDRATE

SELENIUM ASPARTAT SELENIUM ASPRATATE

SEMEN ALUMINA KIMIA CEMENT, ALUMINA, CHEMICALS

AMONIUM PARA-MOLIBDAT AMMONIUM PARA-MOLYBDATE

1,4-DIKLOROBENZEN-D4 1,4-DICHLOROBENZENE-D4

1,2-DIBROMO-1,1-DIFLUOROETHANE 1,2-DIBROMO-1,1-DIFLUOROETANA

KARBOWAKS 300 CARBOWAX 300

SODIUM BROMAT SODIUM BROMATE

BRUSIN SULFAT BRUCINE SULFATE

PROPILEN KARBONAT PROPYLENE CARBONATE

KALSIUM KARBONAT CALCIUM CARBONATE

ASAM TARTARAT TARTARIC ACID

RHODAMIN B RHODAMINE B

MINYAK JARAK CASTOR OIL

ISOPROPIL MIRISTAT ISOPROPYL MYRISTATE

POLIVINIL ASETAT POLYVINYL ACETATE

TRANSFLUTRIN TRANSFLUTHRIN

BROMASIL BROMASIL. 1. N a m a. Golongan Heterocyclic, nitrogen, halogen, aromatic

ALIZARIN ALIZARINE. 1. N a m a. 2. Sifat Fisika Kimia. Golongan senyawa anorganik

BENDIOKARB BENDIOCARB

KRISOIDIN ( JINGGA BASA 2 ) CHRYSOIDINE (C.I. BASIC ORANGE 2)

1,2-DIBROMO-3-KLOROPROPANA 1,2-DIBROMO-3-CHLOROPROPANE

PARASETAMOL ACETAMINOPHEN

N - Heptana. N - heptane

PIPERONAL PIPERONAL. 1. N a m a Golongan Aldehida, Heterosiklik

SERAT KERAMIK CERAMICS FIBER

BUTIL FENIL METIL KARBAMAT BUTHYL PHENYL METHYL CARBAMATE (BPMC)

ASAM ANTRANILAT ANTHRANILIC ACID

ATROPIN SULFAT ATROPINE SULPHATE

DISODIUM OXALATE. Sinonim / Nama Dagang (1,2,3,8) Ethanedioic acid, disodium salt; Oxalic acids, disodium salt; Disodium Sodium oxalate.

AMMONIUM IODIDA AMMONIUM IODIDE

ASAM ADIPAT ADIPIC ACID

KALSIUM HIPOKLORIT CALCIUM HYPOCHLORITE

BRODIFAKUM BRODIFACOUM

Asam Maleat MALEIC ACID

BUTIL BENZIL FTALAT BUTYL BENZYL PHTHALATE

Polietilen Tereftalat (PET)

AMIL ALKOHOL AMYL ALCOHOL

ISOAMIL ASETAT ISOAMYL ACETATE

ASAM SALISILAT SALICYLIC ACID

KALIUM HIDROKSIDA POTASSIUM HYDROXIDE

SODIUM SULFIT SODIUM SULFITE

KALSIUM SIANAMIDA CALCIUM CYANAMIDE

PENTAERITRITOL PENTAERYTHRITOL

ALUMINIUM HIDROKSIDA ALUMINUM HYDROXIDE

AMONIUM NITRAT AMMONIUM NITRATE

TIMBAL ASETAT LEAD ACETAT

BARIUM SULFAT BARIUM SULFATE

T-BUTIL ALKOHOL T-BUTYL ALCOHOL

KARBON DIOKSIDA CARBON DIOXIDE

IDENTIFIKASI BAHAYA B3 DAN PENANGANAN INSIDEN B3

PIRIDIN PYRIDINE. 2. Sifat Fisika Kimia (1,4,5,6) Nama Bahan Piridin Deskripsi

PROPILEN GLIKOL PROPYLENE GLYCOL

Material Safety Data Sheet

KARBON HITAM CARBON BLACK

SODIUM HIPOKLORIT SODIUM HYPOCHLORITE

ASAM BORAT BORIC ACID

Material Safety Data Sheet. : Asam Laurat

BENOMIL BENOMYL. 1. N a m a. 2. Sifat Fisika Kimia. Golongan Karbamat heterosiklik. Sinonim / Nama Dagang

VINIL ASETAT VINIYL ACETATE

HIDROGEN BROMIDA HYDROGEN BROMIDE

2,4,5-TRIKLOROFENOL 2,4,5-TRICHLOROPHENOL

LEMBAR DATA KESELAMATAN

Material Safety Data Sheet. : Resin Pinus Oleo

LEMBAR DATA KESELAMATAN

ARSENIK ARSENIC. Frasa Risiko, Frasa Keamanan dan Tingkat Bahaya Peringkat NFPA (Skala 0-4):

2,3,7,8 TETRAKLORODIBENZO P - DIOKSIN 2,3,7,8 TETRACHLORODIBENZO P DIOXIN

ALUMUNIUM N a m a Golongan Sinonim / Nama Dagang Nomor Identifikasi : Sifat Fisika Kimia Nama bahan Deskripsi

Material Safety Data Sheet. : Stearin Sawit RBD Terhidrogenasi

MELAMIN MELAMINE (1, 2, 3, 5, 6, 8)

ASPIRIN ACETYL SALICYLIC ACID

AlCl₃ (Aluminium Klorida) Ishmar Balda Fauzan ( ) Widya Fiqra ( ) Yulia Endah Permata ( )

KALSIUM KARBIDA CALCIUM CARBIDE

ALIL ALKOHOL. Alil Alcohol

Material Safety Data Sheet. : Gliserin Mentah

SAFETY DATA SHEET. MSDS #: 394 Tanggal Revisi: 15/03 BAGIAN 1 IDENTIFIKASI PRODUK

LEMBAR DATA KESELAMATAN

Material Safety Data Sheet (MSDS) Benzena BAGIAN 1: KIMIA IDENTIFIKASI PRODUK DAN PERUSAHAAN

LEMBAR DATA KESELAMATAN

KATEKOL CATECHOL. 1. N a m a. 2. Sifat Fisika Kimia. Golongan Aromatik hidrosiklik

NATRIUM TIOSULFAT SODIUM THIOSULFATE

LEMBAR DATA KESELAMATAN

TOKSIKOLOGI BEBERAPA ISTILAH. Toksikologi Toksisitas Toksin / racun Dosis toksik. Alfi Yasmina. Sola dosis facit venenum

Material Safety Data Sheet Alpha-Pinene

DIETILTOLUAMIDA N,N-DIETHYLTOLUAMIDE

BENZIL ALKOHOL BENZYL ALCOHOL

LEMBAR DATA KESELAMATAN

LEMBAR DATA KESELAMATAN

Mengendalikan Gulma pada Tanaman Padi secara Tuntas

KALOMEL CALOMEL. 1. N a m a Golongan Garam anorganik

ARSENIK TRIOKSIDA ARSENIC TRIOXIDE

MATERIAL SAFETY DATA SHEET ANILINE 99%

: Prevathon 50 SC Insektisida

BENZETONIUM KLORIDA BENZETHONIUM CHLORIDE

KLORIN DIOKSIDA CHLORINE DIOXIDE

ASAM ASETAT ACETIC ACID

11/9/2011 TOKSIKOLOGI. Alfi Yasmina BEBERAPA ISTILAH. Toksikologi Toksisitas Toksin / racun Dosis toksik. Sola dosis facit venenum

TITANIUM DIOKSIDA TITANIUM DIOXIDE

PT. TRIDOMAIN CHEMICALS Jl. Raya Merak Km. 117 Desa Gerem Kec. Grogol Cilegon Banten 42438, INDONESIA Telp. (0254) , Fax.

Transkripsi:

BESI (II) GLUKONAT ANHIDRAT FERROUS GLUCONATE, ANHYDROUS 1. N a m a Golongan Polisakarida (1). Sinonim / Nama Dagang (1,2,3,4,5) Bis [D-gluconato-O (1), O (2)]-iron; Gluconic acid, iron (2+) salt (2:1), D-; Iron, bis [D-gluconato-O (1), O (2)]-; D-gluconate iron (2+) salt (2:1); Iron gluconate; Entron; Fenton; Biofergate; Fergon; Ferlucon; Ferox; Ferrin 55; Irox; Ferronicum; Cerevon; Ferrous gluconate; Gluco-ferrum; Glucoferron; Glucomax; Feravol; Iron digluconate; Nionate; Iromin; Fergon preparation; Ray-gluciron; Ferro agepha; Ferroglyconicum; Ferrose; Ferrum polon; Flourish; Flourish iron; Gluferate; Iromon; Nomor Identifikasi Nomor CAS : 299-29-6 (1,2,3,4,5,6,7,8) Nomor OHS : 09856 (1) Nomor RTECS : LZ5150000 (1,2,4,6,7) Nomor EC (EINECS) : 206-076-3 (1,3,5,7) 2. Sifat Fisika Kimia Nama bahan Besi (II) glukonat anhidrat Deskripsi (1) Bentuk padat, granul, serbuk kristal berwarna kuning, kelabu, bau mengiritasi, bau seperti karamel (7,8), rasa yang aneh. Berat molekul 446,15; Rumus molekul C 12 H 22 FeO 14 ; Larut dalam air (3) ; Larut dalam gliserol; Tidak larut dalam alkohol. Frasa Risiko, Frasa Keamanan dan Tingkat Bahaya Peringkat NFPA (Skala 0-4) (1) : Kesehatan 0 = Tidak membahayakan kesehatan

Kebakaran 1 = Dapat terbakar Reaktivitas 0 = Tidak reaktif Klasifikasi EC (3) : S22 = Awas berbahaya. Jangan menghirup debu. S24 = Hindari persinggungan/kontak dengan kulit S25 = Hindari terkena mata 3. Penggunaan Hematinik (2,7) ; pewarna, stabilizer, nutrient supplement, sebagai skin conditioning pada kosmetik (8) 4. Identifikasi Bahaya Risiko utama dan sasaran organ Bahaya utama terhadap kesehatan: Tekanan darah dapat mengalami penurunan akibat overdosis besi. Pada tahap awal keracunan, dapat terlihat terjadinya letargi, gelisah, dan kebingungan pada pasien. Kejang dan koma dapat terjadi pada tahap selanjutnya. Pada kasus ibu hamil yang mendapatkan perlakuan agresif awal berupa dekontaminasi dan/atau pemberian deferoksamin memberikan hasil janin yang baik (7). Organ sasaran: Tidak dilaporkan adanya efek yang nyata terhadap organ sasaran (1). Rute paparan Paparan jangka pendek Terhirup Iritasi (1). Kontak dengan kulit Iritasi (1). Kontak dengan mata Iritasi (1). Tertelan

Berasa logam, gangguan saluran pencernaan, sukar bernafas, warna kulit kebiruan, kongesti paru, kerusakan ginjal, kerusakan hati, konvulsi, koma (1). Paparan jangka panjang Terhirup Tidak ada informasi adanya efek merugikan yang berarti (1). Kontak dengan kulit Sama seperti efek yang dilaporkan pada paparan jangka pendek (1). Kontak dengan mata Sama seperti efek yang dilaporkan pada paparan jangka pendek (1). Tertelan Sama seperti efek yang dilaporkan pada paparan jangka pendek (1). 5. Stabilitas dan reaktivitas Reaktivitas : Stabil pada tekanan dan suhu normal (1,2) Kondisi yang harus dihindarkan : Panas, nyala, percikan, dan sumber nyala lain. Hindarkan kontak dengan bahan tancampurkan (1). Kemungkinan sensitif terhadap cahayasimpan di tempat gelap (3). Bahan tak tercampurkan : Bahan pengoksidasi (1) Besi (II) glukonat dengan Pengoksidasi (kuat) : Bahaya kebakaran dan ledakan (1) Bahaya dekomposisi : Produk dekomposisi termal: oksida karbon (1) dan besi (7) Polimerisasi : Tidak akan terpolimerisasi (1) Korosivitas : Tidak korosif terhadap kaca (6) 6. Penyimpanan Simpan dan tangani sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan standard yang berlaku (1). Simpan terpisah dari bahan tak tercampurkan (1).

Simpan di tempat yang sejuk dan kering pada suhu 25 o C atau lebih rendah (2). Simpan di wadah yang tertutup rapat (6). Bahan yang mudah terbakar harus disimpan jauh dari panas yang ekstrim dan jauh dari bahan pengoksidasi kuat (6). 7. Toksikologi Toksisitas Data pada manusia TDL 0 oral-anak 162 mg/kg (1). Data pada hewan (1,3,4,8) LD 50 oral-tikus (rat) 2237 mg/kg; LD 50 oral-tikus (mouse) 3950 mg/kg; LD 50 intraperitoneal-tikus (mouse) 160 mg/kg; LD 50 intravena-tikus (mouse) 199 mg/kg; LD 50 oral-marmut 2100 mg/kg (6) Data Tumorigenik TDL 0 subkutan-tikus (mouse) 2600 mg/kg/13 minggu intermittent (1,4). Data Karsinogenik Tidak tersedia informasi (6). Data Mutagenik Tidak tersedia informasi (6). Data Reproduksi Informasi Ekologi Toksisitas produk hasil biodegradasi: Produk hasil biodegradasi bersifat lebih toksik (6). 8. Efek Klinis (1) Keracunan akut Terhirup

Garam besi: Menghirup debu atau kabut garam besi yang dapat larut kemungkinan dapat mengiritasi saluran pernafasan (1). Kontak dengan kulit Garam besi: Kontak dengan garam besi yang dapat larut kemungkinan dapat menyebabkan iritasi (1). Kontak dengan mata Garam besi: Kontak dengan garam besi yang dapat larut pada mata dapat menyebabkan iritasi; mungkin juga terjadi perubahan warna lokal kecoklatan. Tertelan Dapat menyebabkan hipersensitivitas, diare, mual, dan muntah (1). Garam besi: 10 menit sampai beberapa jam setelah menelan garam besi yang dapat larut secara berlebih dapat menimbulkan gastroenteritis disertai nyeri abdomen, mual, muntah atau hematemesis, diare berair atau tarry diarrhea akibat korosi mukosa lambung, dehidrasi, leukositosis, dan demam. Berasa seperti logam, gelisah, letargi, hipotonia, koma, pucat atau sianosis, fast, weak pulse, hipotensi, hiperventilasi karena asidosis, shock, ketidakstabilan vasomotor, dan kemungkinan terjadi cardiovascular collapse. Kasus yang berat dapat mengakibatkan kematian dalam 4 hingga 6 jam. Setelah periode asimptomatik selama 12 hingga 72 jam, gejala tahap awal dapat berulang. Juga dapat terjadi pneumonitis, edema paru, hemoragia, dan konvulsi. Dapat pula berkembang kerusakan hati yang disertai jaundice, hipoglikemia, kerusakan koagulasi multipel, kerusakan ginjal disertai anuria, kerusakan pankreatik, kerusakan vaskuler, hipovolemia, hemokonsentrasi, shock mendalam, dan vascular collapse. Pada tahap ini dapat terjadi kematian dalam satu hingga tiga hari atau lebih dari seminggu setelah menelan bahan akibat shock, kegagalan hepatik, atau pneumonia. Orang yang bertahan hidup dapat menunjukkan bekas luka pada lambung atau obstruksi, obstruksi pilorik atau stenosis, sirosis hepatik ringan, dan setidaknya dilaporkan satu kasus gejala sisa neurologik.

Keracunan kronik Terhirup Garam besi: Tidak tersedia informasi (1). Kontak dengan kulit Garam besi: Kontak berulang atau berkepanjangan dengan iritan dapat menyebabkan dermatitis (1). Kontak dengan mata Garam besi: Paparan berulang atau berkepanjangan terhadap iritan dapat menyebabkan konjungtivitis (1). Tertelan Garam besi: Penggunaan sediaan besi untuk terapi berulang dapat menyebabkan iritasi saluran gastrointestinal disertai mual, muntah, heartburn, anoreksia, konstipasi, dan diare. Asupan besi secara kronis berlebih dapat menyebabkan hemosiderosis (kondisi besi berlebihan dalam tubuh) disertai kemungkinan kerusakan hati dan pankreas (1). 9. Pertolongan Pertama (1) Terhirup Bila aman memasuki area, segera pindahkan dari area pemaparan. Bila perlu gunakan kantong masker berkatup atau pernafasan penyelamatan. Jaga korban tetap hangat dan dapat beristirahat. Segera bawa ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan terdekat. Kontak dengan kulit Segera tanggalkan pakaian, perhiasan, dan sepatu yang terkontaminasi. Cuci dengan sabun atau detergen ringan dan air dalam jumlah yang banyak sampai dipastikan tidak ada bahan kimia yang tertinggal (selama 15-20

menit). Bila perlu segera bawa ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan terdekat (1). Kontak dengan mata Segera cuci mata dengan air yang banyak atau dengan larutan garam normal (NaCl 0,9%), selama 15-20 menit, atau sekurangnya satu liter untuk setiap mata dan dengan sesekali membuka kelopak mata atas dan bawah sampai dipastikan tidak ada lagi bahan kimia yang tertinggal. Segera bawa ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan terdekat. Tertelan Jangan sekali-kali merangsang muntah atau memberi minum bagi pasien yang tidak sadar/pingsan. Berikan larutan natrium bikarbonat. Bila terjadi muntah, jaga agar kepala lebih rendah daripada panggul untuk mencegah aspirasi. Jika korban dalam keadaan tidak sadar, posisikan kepala menoleh ke samping. Segera bawa ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan terdekat. 10. Penatalaksanaan Oleh Petugas Kesehatan Stabilisasi a. Penatalaksanaan jalan nafas, yaitu membebaskan jalan nafas untuk menjamin pertukaran udara. b. Penatalaksanaan fungsi pernafasan untuk memperbaiki fungsi ventilasi dengan cara memberikan pernafasan buatan untuk menjamin cukupnya kebutuhan oksigen dan pengeluaran karbon dioksida. c. Penatalaksanaan sirkulasi, bertujuan mengembalikan fungsi sirkulasi darah. d. Jika ada kejang, beri diazepam dengan dosis: Dewasa: 10-20 mg IV dengan kecepatan 2,5 mg/30 detik atau 0,5 ml/30 menit, jika perlu dosis ini dapat diulang setelah 30-60 menit. Mungkin diperlukan infus kontinyu sampai maksimal 3 mg/kg BB/24 jam. Anak-anak: 200-300 µg/kg BB. Dekontaminasi a. Dekontaminasi mata Dilakukan sebelum membersihkan kulit:

- Posisi pasien duduk atau berbaring dengan kepala tengadah dan miring ke sisi mata yang terkena atau terburuk kondisinya. - Secara perlahan bukalah kelopak mata yang terkena dan cuci dengan sejumlah air bersih dingin atau larutan NaCl 0,9% diguyur perlahan selama 15-20 menit atau sekurangnya satu liter untuk setiap mata. - Hindarkan bekas air cucian mengenai wajah atau mata lainnya. - Jika masih belum yakin bersih, cuci kembali selama 10 menit. - Jangan biarkan pasien menggosok matanya. - Tutuplah mata dengan kain kassa steril dan segera bawa ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan terdekat dan konsul ke dokter mata. b. Dekontaminasi kulit (termasuk rambut dan kuku) - Bawa segera pasien ke air pancuran terdekat. - Cuci segera bagian kulit yang terkena dengan air mengalir yang dingin atau hangat serta sabun minimal 10 menit. - Jika tidak ada air, sekalah kulit dan rambut pasien dengan kain atau kertas secara lembut. Jangan digosok. - Lepaskan pakaian, arloji, dan sepatu yang terkontaminasi atau muntahannya dan buanglah dalam wadah/plastik tertutup. - Penolong perlu dilindungi dari percikan, misalnya dengan menggunakan sarung tangan, masker hidung, dan apron. Hati-hati untuk tidak menghirupnya. - Keringkan dengan handuk yang kering dan lembut. Antidotum: Deferoksamin intravena. Catatan untuk dokter: Untuk paparan terhirup, pertimbangkan pemberian oksigen. Untuk paparan tertelan, pertimbangkan kumbah lambung (1). 11. Batas Paparan dan Alat Pelindung Diri Batas paparan besi (II) glukonat anhidrat (1) : Larutan garam besi (sebagai Fe): 1 mg/m 3 OSHA TWA (ditinggalkan oleh 58 FR 35338, 30 Juni 1993) 1 mg/m 3 ACGIH TWA 1 mg/m 3 NIOSH direkomendasikan TWA 10 jam

1 mg (Fe)/m 3 UK OES TWA 2 mg (Fe)/m 3 UK OE OES STEL Metode pengukuran: Filter partikel: Asam; Inductively coupled plasma; NIOSH III # 7300, Elements. Ventilasi: Sediakan sistem ventilasi penghisap udara setempat. Ventilasi harus tahan ledakan jika terjadi konsentrasi bahan yang akan meledak. Pastikan dipatuhinya batas paparan yang sudah ditentukan (1). Proteksi mata: Gunakan kaca mata pengaman tahan percikan. Sediakan kran pencuci mata untuk keadaan darurat serta semprotan air deras dekat dengan area kerja (1). Pakaian: Gunakan pakaian pelindung yang tahan bahan kimia (1). Sarung tangan: Gunakan sarung tangan pelindung yang tahan bahan kimia (1). Respirator (1) : Pada kondisi penggunaan yang sering atau paparan berat, kemungkinan diperlukan proteksi saluran pernafasan. Proteksi saluran pernafasan diurutkan dari minimum hingga maksimum. Pertimbangkan petunjuk peringatan sebelum penggunaan. Setiap respirator debu, kabut, dan uap. Setiap respirator pemurni udara yang dilengkapi filter partikel berefisiensi tinggi. Setiap respirator pemurni udara yang bertenaga yang dilengkapi filter debu, kabut, dan uap. Setiap respirator pemurni udara yang bertenaga yang dilengkapi filter partikel berefisiensi tinggi. Untuk konsentrasi yang tidak diketahui atau sangat berbahaya bagi kehidupan dan kesehatan (1) : Setiap respirator pemasok udara memiliki pelindung wajah penuh yang dioperasikan dalam suatu mode perlu tekanan atau tekanan positif lain digabungkan dengan pasokan pelepas terpisah. Setiap alat pernafasan serba lengkap memiliki pelindung wajah penuh.

12. Manajemen Pemadam Kebakaran Bahaya ledakan dan kebakaran: Bahaya kebakaran ringan. Debu /campuran udara dapat menyala atau meledak (1). Media pemadam kebakaran: Bahan kimia kering, karbon dioksida, air, busa kimia (1). Kebakaran kecil: Gunakan bahan kimia kering (6). Kebakaran besar: Gunakan busa atau basahi dengan semprotan air (1,6). Jangan gunakan water jet (6). Pemadaman kebakaran: Pindahkan wadah dari daerah yang terbakar jika bisa dilakukan tanpa adanya risiko. Jangan menyebarkan ceceran atau tumpahan bahan dengan aliran air bertekanan tinggi. Buat saluran untuk pembuangan lebih lanjut. Gunakan bahan pemadam di sekitar api. Hindarkan menghirup bahan atau produk samping pembakaran. Tetaplah diam di tempat yang arah anginnya berlawanan dan hindari daerah yang lebih rendah (1). 13. Manajemen Tumpahan Kumpulkan tumpahan bahan dalam wadah yang sesuai untuk pembuangan. Hindarkan dari sumber air dan saluran pembuangan. Hindarkan orang yang tidak berkepentingan untuk mendekat, isolasi area tumpahan, dan beri larangan masuk (1). Tumpahan sedikit: Tumpahan bahan disapu untuk kemudian dibuang (2). Tumpahan yang banyak: Tumpahan bahan disekop ke dalam wadah. Area tumpahan disapu secara menyeluruh untuk membersihkan residu bahan (2). 14. Daftar Pustaka 1. OHS, MDL Information System, Inc., Donelson Pike, Nashville, 1997. 2. http://www.chemicalbook.com/productmsdsdetailcb2224642_en.htm (diunduh Maret 2011) 3. http://msds.chem.ox.ac.uk/fe/ferrous_gluconate_hydrate.html (diunduh Maret 2011)

4. http://www.chemcas.com/msds/cas/msds58/299-29-6.asp (diunduh Maret 2011) 5. http://www.lookchem.com/cas-299/299-29-6.html (diunduh Maret 2011) 6. http://exporterlabchemicals.com/msds/al6516.html (diunduh Maret 2011) 7. http://www.chemexper.net/specification_d/chemicals/supplier/cas/ferrous %20gluconate.asp (diunduh April 2011) 8. http://www.thegoodscentscompany.com/data/rw1347781.html (diunduh April 2011) ------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Disusun oleh: Sentra Informasi Keracunan Nasional (SIKerNas) Pusat Informasi Obat dan Makanan, Badan POM RI Tahun 2011 -------------------------------------------------------------------------------------------------------------