E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

dokumen-dokumen yang mirip
UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR FAKTOR DAN KELIPATAN BILANGAN MELALUI METODE CTL

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA MENGGUNAKAN PENDEKATAN BRAIN BASED LEARNING DI SDN 20 KURAO PAGANG

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL ANGKA MELALUI BERMAIN PANCING ANGKA BAGI ANAK TUNAGRAHITA RINGAN

ARTIKEL JURNAL. Oleh: Ahmad HeruWibowo NIM

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL KONSEP BILANGAN MELALUI PERMAINAN CONGKLAK PADA ANAK KELOMPOK A

ARTIKEL JURNAL SKRIPSI

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Bung Hatta Padang

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

Peningkatan Hasil Belajar Ipa Siswa Kelas V Dengan Menggunakan Metode Inkuiri. Zaiyasni PGSD FIP UNP Padang

Oleh: Yuniwati SDN 2 Tasikmadu Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek

Artikel Publikasi Diajukan untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan pada Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PENDEKATAN INDUKTIF PADA SISWA KELAS IV

Premiere Educandum Jurnal Pendidikan Dasar dan Pembelajaran

PENERAPAN SUPERVISI AKADEMIK PENGAWAS DALAM UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN GURU MENERAPKAN MODEL STAD

BELAJAR MATEMATIKA SISWA MELALUI PENDEKATAN GUIDED DISCOVERY LEARNING SISWA KELAS XE SMA NEGERI1 TANJUNGSARI, GUNUNG KIDUL TAHUN AJARAN 2012/2013

PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA TENTANG PECAHAN MELALUI MODEL CIRC PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI RAHAYU TAHUN AJARAN 2012/2013

MENINGKATKAN KETERAMPILAN HITUNG PENJUMLAHAN PADA PELAJARAN MATEMATIKA MELALUI PERMAINAN BUJUR SANGKAR AJAIB KELAS II SD 1 PEDES ARTIKEL JURNAL

PENINGKATAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PYTHAGORAS PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA DI KELAS VIII.1 SMP NEGERI 4 BASO

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

HALAMAN PERSETUJUAN ARTIKEL PENELITIAN

PENINGKATAN MINAT BELAJAR SISWA KELAS IV PADA PEMBELAJARAN IPS DENGAN MENGGUNAKAN STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DI SDN 20 PASAMAN

Program Studi PGSD, Universitas Sebelas Maret

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

EFEKTIFITAS GAME EDUKASI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENJUMLAJAN BAGI ANAK KESULITAN BELAJAR DI MIN KOTO LUAR, KECAMATAN PAUH

MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK DALAM MENGENAL LAMBANG BILANGAN MELALUI PERMAINAN KANTONG ANGKA

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL LAMBANG BILANGAN 1 SAMPAI 10 MELALUI MEDIA KALUNG BERANGKA PADA ANAK TUNAGRAHITA RINGAN

PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA

PENGGUNAAN METODE SOSIODRAMA DENGAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK PENINGKATAN PEMBELAJARAN MENYIMAK PADA SISWA KELAS IIIA SDI ULIL ALBAB KEBUMEN

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

ARTIKEL PENELITIAN PENINGKATAN KREATIVITAS SISWA KELAS V PADA PEMBELAJARAN IPA DENGAN MODEL PROJECT BASED LEARNING

MENINGKATKAN PARTISIPASI DAN HASIL BELAJAR IPA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN COURSE REVIEW HOREY PADA SISWA KELAS IV DI SDN 17 SUNGAI GERINGGING PARIAMAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

PEMANFAATAN MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI BANGUN RUANG SISWA KELAS IV SD NEGERI MAGERSARI 2 MAGELANG

Keywords: Index Card Match, card number, Learning Mathematics

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

ARTIKEL PENELITIAN PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV DALAM PEMBELAJARAN

PENERAPAN METODE DEMONSTRASI PEMBELAJARAN IPA UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS SISWA SD KELAS III

PENGGUNAAN MEDIA BENDA KONKRET UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA ANAK TUNAGRAHITA PADA POKOK BAHASAN PERKALIAN

Oleh: Lusi Lismayeni Drs.Sakur Dra.Jalinus Pendidikan Matematika, Universitas Riau

Riwa Giyantra *) Armis, Putri Yuanita **) Kampus UR Jl. Bina Widya Km. 12,5 Simpang Baru, Pekanbaru

ARTIKEL PENINGKATAN HASIL BELAJAR PENJUMLAHAN SISWA KELAS II MELALUI ALAT PERAGA SEDOTAN DAN KANTONG BILANGAN DI SDN 13 BANGKO KABUPATEN SOLOK SELATAN

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR IPA SISWA MELALUI METODE PICTURE AND PICTURE PADA KONSEP DAUR HIDUP

Oleh: Ririne Kharismawati* ) Sehatta Saragih** ) Kartini*** ) ABSTRACT

Samsuar SDN 001 Bintan Kecamatan Dumai Timur

PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN MELALUI PENGGUNAAN STRATEGI DIRECTED READING THINKING ACTIVITY (DRTA) SISWA TUNARUNGU

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PENDEKATAN CBSA PADA PESERTA DIDIK KELAS V.A SDN 18 LEMBAH MELINTANG Arjuni 1)

PENERAPAN STRATEGI CARD SORT

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Bung Hatta Abstract

Jurnal Bidang Pendidikan Dasar (JBPD) Vol. 1 No. 1 Januari 2017

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VB MELALUI PENDEKATAN PAILKEM DI SDN 29 GANTING UTARA KOTA PADANG

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PENDEKATAN SCIENTIFIC DAN MEDIA GRAFIS JURNAL. Oleh AZKA FALAIH RIZQIYANA SARENGAT DARSONO

PENERAPAN MEDIA PAPAN FLANEL DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA TENTANG BANGUN DATAR SISWA KELAS III SDN 1 PANJER

PENINGKATAN HASIL BELAJAR MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW

UNION: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2 No 1, Maret 2014

PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS IV DENGAN MENGGUNAKAN STRATEGI CARD SORT DI SDN 20 KURAO PAGANG PADANG

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKANALAT PERAGA PADA SISWA KELAS III SEMESTER II SD NEGERI 67 PAGARALAM

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS III SEKOLAH DASAR NEGERI 003 KOTO PERAMBAHAN

Surianti Ajriah 1, Edrizon 1, Ira Rahmayuni Jusar 1. Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Bung Hatta.

PENGGUNAAN POHON FAKTOR PADA MATERI KELIPATAN PERSEKUTUAN TERKECIL DAN FAKTOR PERSEKUTUAN TERBESAR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA

Penggunan Model Pembelajaran Team Games Tournament Dan Picture And Picture

PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI KELAS IV SD NEGERI PUCANGAN

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBILANG MATEMATIKA DENGAN KARTU BILANGAN TERHADAP SISWA TUNARUNGU KELAS 1 SEMESTER I DI SLB N KENDAL TAHUN 2012/2013

ARTIKEL PENELITIAN. Oleh RANTI EFRIZAL NPM

PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR IPA TENTANG PERTUMBUHAN TUMBUHAN MELALUI METODE EKSPERIMEN

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN STAD PADA MATERI BARISAN DAN DERET BILANGAN

IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK TALK WRITE (TTW) SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

Meningkatkan Kemampuan Berhitung dengan Alat Peraga Kelereng bagi Siswa Kelas II SD N Pungai Tahun Ajaran 2013/2014

UPAYA MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BERHITUNG PERMULAAN PADA ANAK DENGAN PERMAINAN ULAR TANGGA DI KB ABC BLORONG

Penerapan Asesmen Kinerja Untuk Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Ekonomi Sri Imawatin, Bambang Hari Purnomo Abstrak:

IMPLEMENTASI PEMBERIAN PENGUATAN DALAM PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGIDENTIFIKASI KEANEKARAGAMAN BUDAYA INDONESIA MELALUI METODE TALKING STICK

ANALISIS KESULITAN ANAK TUNAGRAHITA DALAM MENYELESAIKAN SOAL OPERASI PENJUMLAHAN DI SEKOLAH LUAR BIASA (SLB) HARAPAN IBU METRO

PENINGKATAN HASIL PEMBELAJARAN PERKALIAN MENGGUNAKAN MEDIA KOTAKMATIKA DI KELAS IV SEKOLAH DASAR ARTIKEL PENELITIAN OLEH MISLAH NIM F

PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN CIRC DALAM PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA DAN MENULIS BAHASA JAWA SISWA SEKOLAH DASAR

ARTIKEL PENELITIAN. Oleh ADE ISLAMIATI NPM:

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY UNTUK MENINGKATAN HASIL BELAJAR PKN TENTANG KEBEBASAN BERORGANISASI

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

PENGGUNAAN MODEL THINK TALK WRITE DENGAN KARTU SOAL DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA PADA SISWA KELAS V SDN 7 KEBUMEN TAHUN AJARAN 2014/2015

PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR IPA MELALUI MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER PADA SISWA KELAS V SDN 26 PASAMAN

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

MEDIA MAMUNMISBI MENINGKATKAN PENGUASAAN SISWA PADA KONSEP PENJUMLAHAN BILANGAN BULAT DI KELAS IV SDI ANA GOWA KECAMATAN PALLANGGA KABUPATEN GOWA

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

Penggunaan Media Kartu Bilangan untuk Meningkatkan Hasil Belajar

UPAYA PENINGKATAN PEMAHAMAN SISWA TERHADAP MATERI KUBUS DAN BALOK MELALUI METODE PEMBELAJARAN PICTURE AND PICTURE

PENERAPAN DISCOVERY LEARNING DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR RUANG DIMENSI TIGA PADA SISWA SMAN 8 MATARAM

Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol. 4 No. 12 ISSN X

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENYELESAIKAN SOAL CERITA SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL (SPLDV) MELALUI STRATEGI PROBLEM SOLVING

PENGGUNAAN METODE MAKE-A MATCH DAN MEDIA KARTU HURUF DALAM PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS KALIMAT AKSARA JAWA DI SEKOLAH DASAR

PENINGKATAN HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA BIOLOGI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA MELALUI METODE DEMONSTRASI

Transkripsi:

MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENJUMLAHAN BILANGAN ATEMATIKA MELALUI MEDIA DADU BAGI ANAK TUNARUNGU DI KELAS D II B SLB SYEKH MUHAMMAD SA AD MUNGKA Oleh : Indrawati Abstract Against the background of this research by the problems of children with hearing impairments D class II B in SLB Shaykh Muhammad Sa'at Mungka dalammelakukan where the child had difficulty summing up to 20 numbers, so far the work done in membelajarkan child's teacher using the media sticks, stones and the abacus, but the effort was a teacher not bring the expected results. The purpose of this study is to improve the ability of the sum of numbers to 20 through the medium of the dice in class D II B SLB Syekh Muhammad Sa'ad Mungka. Learning ability of the sum of numbers in mathematics through the media is done by matching dice dice with dots correspond to numbers in addition problems and do the sums by calculating the point of the combined dice and write the sum of numbers, it is intended that the child can do the summation of numbers to 20. This study aimed to: 1) describe the use of media in raising the sum of the dice numbers of children with hearing impairment, and 2) know the achievements of children with hearing impairments D II B in SLB syekh Muhammad Sa'ad Mungka in increasing numbers the sum of the results to 20 through the medium of the dice. This research methodology was action research class (classroom action research) is done in the form of collaboration. These actions are taken to two deaf children who become research subjects. Kata Kunci : Penjumlahan Bilangan Matematika; Media Dadu; Anak Tunarungu Pendahuluan Matematika merupakan suatu Ilmu Pengetahuan yang memiliki peranan penting dalam memajukan daya pikir manusia. Maka untuk menghasilkan sumber daya manusia sebagai subjek dalam pembangunan yang baik, diperlukan modal dari hasil pendidikan itu sendiri. Maka dengan demikian mata pelajaran matematika, diajarkan pada setiap jenjang pendidikan. Mulai dari Sekolah Dasar (SD) sampai dengan Sekolah Menengah Atas (SMA), termasuk pada Sekolah Luar Biasa (SLB). Menurut H.W Fowier (Suyitno, 2000 : 1), Matematika adalah Ilmu yang mempelajari tentang bilangan dan ruang yang bersifat abstrak. Sehingga untuk menunjang kelancaran pembelajaran, di samping pemilihan metode yang tepat juga perlu digunakan suatu media pembelajaran yang sangat berperan dalam membimbing abstraksi anak tunarungu. Maka dengan demikian guru dalam manyajikan materi pembelajaran matematika, khususnya pada penjumlahan bilangan sampai 20, hendaklah menggunakan media pembelajaran yang sesuai Indrawati Jurusan PLB FIP UNP 16

dengan tujuan pembelajaran dan dapat membantu meningkatkan aktifitas serta membangkitkan minat dan motifasi anak untuk belajar. Berdasarkan pengamatan penulis selama ini, di kelas D.II B di SLB Syekh Muhammad Sa ad Mungka, yang berjumlah 2 orang. Keduanya perempuan dengan berinisial FK dan OL. Berdasarkan hasil assesmen yang telah dilakukan kedua anak tersebut mengalami kesulitan pada pelajaran matematika. Hal ini terbukti pada kemampuan anak pada semester I dan II kelas I nilai anak (OL) sangat rendah sekali, yaitu <50 dan FK dengan nilai < 60, Sedangkan kriteria ketuntasan minimal pada kelas D II B SLB Syekh Muhammad Sa ad Mungka adalah 65. Prestasi rendah tersebut pada Standar Kompetensi Dasar dalam penjumlahan bilangan deret ke samping sampai dengan 20. Agar siswa Tuna Rungu lebih memahami pelajaran matematika terutama pada operasi penjumlahan, peneliti menggunakan media dadu yang diasumsikan : mudah penggunaannya, cepat, jelas, dan menarik. Melalui media dadu sebagai media pembelajaran yang diharapkan dapat membantu siswa dalam memahami topik operasi hitung penjumlahan. Penggunaan media dadu memungkinkan digunakan dalam berbagai keadaan tempat, baik sekolah maupun rumah, dan tujuan pasti adalah agar anak-anak sukses belajar, tanpa membosankan. Pengajaran merupakan perpaduan dari dua aktivitas mengajar dan aktivitas belajar. Aktivitas menghajar menyangkut peranan guru dalam konteks mengupayakan terciptanya jalinan komunikasi harmonis antara belajar dan mengajar. Jalinan komunikasi ini menjadi indikator suatu aktivitas atau proses pengajaran yang berlangsung dengan baik. Dengan demikian tujuan pengajaran adalah tujuan dari suatu proses interaksi antara guru dan siswa dalam kegiatan belajar mengajar dalam rangka mencapai tujuan pendidikan. Matematika sebagai salah satu ilmu dasar, dewasa ini telah berkembang pesat baik meteri maupun kegunaannya. Mata pelajaran matematika verfungsi melambnagan kemampuan komunikasi dengan menggambarkan bilangan-bilangan dan simbol-simbol serta ketajaman penalaran yang dapat memberi kejelasan dan menyelesaikan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. Adapun tujuan dari pengajaran matematika adalah: 1. Mempersiapkan siswa agar sanggup menghadapi perubahan keadaan dan pola piker dalam kehidupan dan dunia selalu berkembang Indrawati Jurusan PLB FIP UNP 17

2. Mempersipkan siswa meggunakan matematika dan pola piker matematika dalam kehidupan sehari dan dalam mepelajari berbagai ilmu pengetahuan. Dari uraian di atas jelas bahwa kehidupan dunia ini akan terus sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi/ oleh karena itu siswa harus memiliki kemampuan memperoleh, memilih dan mengelola informasi untuk bertahan pada keadaan yang selalu berubah. Kemampuan ini membutuhkan pemikiran yang kritis, sistematis, logis, kratif dan kemamuan bekerja sama yang efektif. Dengan demikian, maka seorang guru harus terus mengikuti perkembangan matematika dan selalu berusaha ahar kreatif dalam pembelajaran yang dilakukan sehingga dapat membawa siswa ke arah yang diinginkan. Berdasarkan penjelasan tujuan pengajaran di atas dapat dimengerti bahwa matematika itu bukan saja dituntut sekedar menghitung, tetapi siswa juga dituntut agar lebih mampu menghadapi berbagai masalah dalam hidup ini. Masalah itu baik mengenai matematika itu sendiri maupun masalah dalam ilmu lain, serta dituntut suatu disiplin ilmu yang sangat tinggi, sehingga apabila telah memahami konsep matematika secara mendasar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Azhar Arsyad (1997: 3) mengatakan bahwa media apabila dipahami secara garis besar adalah manusia, materi, atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan, atau sikap. Media adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan informasi dari sumber Infromasi kepada penerima Informasi. Media merupakan bagian yang tak dapat dipisahkan dari proses pembelajaran. Manfaat dari media dadu yaitu sesuai dengan manfaat media pembelajaran dalam proses belajar mengajar: a) Meningkatkan motifasi siswa untuk belajar. b) Memperjelas penyajian pesan dan informasi. c) Dapat meningkatkan dan mengarahkan perhatian siswa. d) Mengaktifkan aktifitas belajar siswa. e) Meningkatkan proses belajar dan hasil belajar siswa. Evaluasi yang dilakukan setelah menggunakan media dadu adalah : 1. Menyebutkan jumlah titik yang keluar pada masing-masing dadu. 2. Menuliskan lambang bilangan yang sesuai dengan titik pada dadu pertama dan kedua ke dalam buku, tulis. 3. Menghitung jumlah titik yang ada pada kedua dadu. Indrawati Jurusan PLB FIP UNP 18

4. Menuliskan hasil dari penjumlahan tersebut. Metodologi Penelitian Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Researh), yaitu suatu penelitian yang dilakukan untuk memperbaiki mutu praktek pengajaran di kelas. Suharsimi (2007 : 3) mengemukakan bahwa penelitian tindakan kelas adalah : Suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa sebuah tindakan, yang sengaja dimunculkan dan terjadi dalam sebuah kelas secara bersama tindakan tersebut diberikan oleh guru atau dengan arahan dari guru yang dilakukan oleh siswi. Dalam melaksanakan penelitian tindakan kelas ada beberapa hal yang harus diperhatikan, seperti yang dikemukakan oleh Suharsimi Arikunto (2007 ; 72) : 1. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan penelitian yang mengikut sertakan secara aktif peran guru dan siswa dalam berbagai tindakan. 2. Kegiatan perenungan ( Refleksi ) dilakukan berdasarkan pertimbangan Rasional yang mantap dan valid, guna melakukan perbaikan dalam upaya memecahkan masaalah yang terjadi. 3. Tindakan perbaikan terhadap situasi dan kondisi pembelajaran yang dilakukan dengan segera dan dilakukan secara praktis. Keterlibatan peneliti sebagai guru kelas dapat melakukan perbaikan dalam proses pembelajaran dengan bantuan kolaborator, yang memberikan masukan dan kritikan selama kegiatan berlangsung. Hasil Penelitian Dan Pembahasan Pelaksanaan penelitian di peroleh dari hasil observasi dan diskusi peneliti dengan kolaborator mengenai upaya yang peneliti lakukan untuk meningkatkan kemampuan penjumlahan bilangan matematika pada anak tunarungu melalui media dadu. Dari hasil asesmen tentang kemampuan anak dengan memberikan soal-soal berhitung sebelum di berikan perlakuan, ternyata anak tidak bisa menjawab soal-soal penjumlahan bilangan sampai 20, Dari hasil pekerjaan anak tersebut menunjukkan jelas bahwa anak mengalami kesulitan dalam penjumlahan bilangan sampai 20. Indrawati Jurusan PLB FIP UNP 19

Menurut De Coriz (Winkle) 1996 : 285, media pembelajaran yaitu suatu sarana yang disediakan oleh tenaga pengajar, yang memegang peranan penting dalam proses belajar mengajar untuk mencapai tujuan Intruksional. Menurut Olfix (2007:122), Dadu adalah sebuah objek kecil yang umumnya berbentuk kubus yang digunakan untuk menghasilkan angka atau simbol secara acak yang memiliki 6 sisi dengan simbol yang berbeda, dan pada umumnya sisi yang berhadapan memiliki simbol yang berjumlah 7. Jadi dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan media dadu dalam penelitian ini adalah suatu media pembelajaran yang berbentuk kubus kecil yang memiliki simbol berupa titik 1-6 pada setiap sisi yang berhadapan menunjukan jumlah titiknya 7 sehingga dapat berfungsi sebagai pengenalan bilangan, konsep tentang banyak sedikit dan penjumlahan bagi anak-anak. Adapun hasil kemampuan anak pada akhir siklus I yaitu; FK mencapai hasil 62% menjumlahkan bilangan sampai 20 menggunakan media dadu dengan benar. Sementara OL mencapai hasil 69% dengan dapat melakukan penjumlahan bilangan sampai 20 dengan menggunakan media dadu tanpa bantuan guru. Pada siklus II dengan langkah-langkah pembelajaran yang sama, anak mendapatkan hasil yaitu; FK mencapai hasil 85% menjumlahkan bilangan sampai 20 dengan menggunakan media dadu dengan benar, sementara OL mencapai hasil 78% bisa melakukan penjumlahan bilangan sampai 20 dengan menggunakan media dadu. Pembahasan Dalam penelitian ini penulis menggunakan media yang bahan dasarnya mudah diperoleh dan harganya murah, cara pembuatannya mudah, dan penggunaannya tidak sulit. Media tersebut adalah penggunaan media dadu yang digunakan untuk membantu siswa melakukan penjumlahan bilangan sampai 20. Media dadu dalam meningkatkan kemampuan meningkatkan penjumlahan bilangan sampai 20 pada anak tunarungu kelas DII B di SLB Syekh Muhammad Sa at Mungka, dilakukan dengan langkah-langkah kegiatan: Mencocokkan jumlah titik dadu sesuai dengan bilangan yang ada pada penjumlahan. melakukan penjumlahan dengan cara menghitung titik dadu yang digabungkan dan menuliskan hasil penjumlahan bilangan dengan media dadu Indrawati Jurusan PLB FIP UNP 20

Pada dasarnya media dadu sebagai media proses pembelajaran adalah media belajar yang menarik dan tidak membosankan anak, hakekat belajar lebih bermakna karena anak dihadapkan pada kondisi yang sebenarnya, hal ini sesuai denagan teori yang dikemukakan oleh Azar Arzad (2006:15) pemakian media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat meningkatkan keinginan dan minat yang baru dan membawa pengaruh psikologis terhadap siswa. Dalam proses meningkatkan kemampuan penjumlahan bilangan peneliti berupaya agar anak didik paham terhadap materi yang diajarakan. Upaya yang dilakukan adalah dengan memberikan bimbingan terhadap anak, memberikan pelajaran melalui penggunaan media yang optimal untuk meningkatan kemampuan penjumlahan bilangan sampai 20 dan dilakukan secara berulang-ulang, menyampaikan pelajaran dengan metoda yang bervariasi dan memberikan pujian verbal dan nonverbal seperti tepuk tangan, acungan jempol dan pemberiah hadiah. Anak tunarungu mengalami berbagai permasalahan dalam kehidupan sehari hari, masalah akademik, masalah sosialisasi, masalah kepribadian dan masalah emosi. Hasil dari penelitian tentang penjumlahan bilangan setelah pemberian tindakan siklus I dan siklus II dalam peningkatan kemampuan penjumlahan bilangan sampai 20 pada anak tunarungu kelas D II B di SLB Syekh Muhammad Sa at Mungka dapat dideskripsikan sebagai berikut: FK mencapai hasil 62% bisa menjumlahkan bilangan sampai 20 dengan benar, 38% tidak bisa melakukan kegiatan penjumlahan bilangan sampai 20 melalui media dadu pada siklus I dan pada siklus II FK mencapai hasil 85% bisa menjumlahkan bilangan sampai 20 dengan benar, 15% tidak bisa melakukan kegiatan penjumlahan bilangan sampai 20 melalui media dadu, Sementara OL mencapai hasil 69% bisa melakukan penjumlahan bilangan dengan benar, 31% tidak bisa melakukan penjumlahan bilangan sampai 20 melalui media dadu pada siklus I dan pada siklus II OL mencapai hasil 78% bisa menjumlahkan bilangan sampai 20 dengan benar, 22% tidak bisa melakukan kegiatan penjumlahan bilangan sampai 20 melalui media dadu Kesimpulan dan Saran 1. Kesimpulan Penjumlahan bilangan sampai 20 pada anak tunarungu kelas D II B di SLB Syekh Muhammad Sa ad dengan menggunakan media dadu dapat ditingkatkan melalui media dadu. Penggunaan media dadu dapat meningkatkan kemampuan penjumlahan bilangan Indrawati Jurusan PLB FIP UNP 21

pada anak tunarungu kelas DII B dilaksanakan dengan langkah langkah kegiatan : Mencocokkan jumlah titik dadu sesuai dengan bilangan yang ada pada penjumlahan. melakukan penjumlahan dengan cara menghitung titik dadu yang digabungkan dan menuliskan hasil penjumlahan bilangan dengan media dadu Banyak keuntungan yang diperoleh dari penggunaan media dadu ini dalam proses belajar mengajar antara lain kegiatan belajar lebih menarik dan tidak membosankan anak, hakekat belajar lebih bermakna karena anak melakukan langsung, dan lebih aktif karena anak dapat melakukan berbagai kegiatan seperti mengamati, mendemontrasikan, dan lain-lain. Proses pembelajaran dilaksanakan dengan menggunakan metoda yang bervariasi seperti metoda ceramah, tanya jawab, penugasan, bermain dan memberikan reward dalam bentuk verbal dan non verbal yang mampu menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan dan menunjukkan semangat anak dalam mengikuti proses pembelajaran. Sehingga pembelajaran dapat berjalan dengan baik sesuai dengan yang diharapkan. Melihat dari hasil penelitian, maka penggunan media dadu inidapat meningkatkan kemampuan penjumlahan bilangan sampai 20 bagi anak tunarungu ini dapat dilihat pada peningkatan kemampuan belajar siswa. Dengan menggunakan media dadu kemampuan penjumlahan pada siswa dapat meningkat. 2. Saran Adapun saran- saran yang dapat peneliti sampaikan kepada beberapa pihak yang terkait, sebagai berikut : 1. Saran bagi sekolah a. Bagi kepala sekolah Kepala sekolah diharapkan membuat kebijakan untuk memberikan kebebasan pada guru dan siswa dalam melaksanakan pembelajaran yang bebas dan kreatif, tanpa harus terfokus dengan tradisi belajar yang lama yang sama sekali tidak membantu siswa menemukan cara belajar yang sesuai dan menyenangkan baginya. Indrawati Jurusan PLB FIP UNP 22

b. Bagi guru Agar pembelajaran dapat dicapai, maka sebaiknya guru memberikan pembelajaran tentang menjumlahkan bilangan hendaknya menggunakan media dan metode yang menarik serta bervariasi sesuai dengan karakteristik anak. 2. Saran peneliti selanjutnya. Bagi peneliti selanjutnya yang ingin melakukan atau melaksanakan penelitian yang berkaitan dengan mengunakan media dadu dalam meningkatkan kemampuan belajar siswa, dapat dikembangkan dalam pelajaran matematika yang lainnya. DAFTAR RUJUKAN Suharmini T. (2006). Psikologi Anak Berkebutuhan Khusus Departemen Pendidikan Nasional Departemen Jendral Pendidikan Tinggi Derektorat Ketenagaan. 2007 Rochiati Wiriatmadja : Metode Penelitian Tindakan Kelas. Untuk Meningkatkan Kinerja Guru dan Dosen Diterbitkan Atas Kerja Sama : Program Pasca Serjana Universitas Pendidikan Indonesia dengan PT Remaja Rosda Karya Moleong L. (2004), Metedologi Penelitian Kualitatif, Bandung. PT Remaja Rosdakarya Muslich. M(2009) Pembelajaran Berbasis Kompentensi dan Konstektual Jakarta. Buma Aksara Asrori M: Penelitian Tindakan Kelas Penerbit CV. Wacana Prima. Bandung. Ali M: Kamus Lengkap Bahasa Indonesia Moderen Penerbit : Pustaka Amani Jakarta Hafismuaddab.wordpress.com/2011/03/23/prinsip-prinsip media pembelajaran/. Indrawati Jurusan PLB FIP UNP 23