Gambar 10.1 : Jendela SPB (User nautika1)

dokumen-dokumen yang mirip
Gambar 7.1 : Table Penyiapan Kapal (Kasi Nautika)

2. Sub Modul Input LHP (Nakhoda) Sub modul ini dikelola oleh user nakhoda dan berfungsi untuk input LHP. Isi LHP terdiri dari 4 (empat) bagian yaitu :

BAB XVI MODUL PERNYATAAN SIAP BERLAYAR PSB

Buku Manual SIPPang Sistem Integrasi Prosedur Pangkalan 2015 BAB XIX MODUL ABSEN

Buku Manual SIPPang Sistem Integrasi Prosedur Pangkalan 2015 BAB II MODUL USER

BAB XVIII MODUL GUDANG

Panduan Penggunaan Aplikasi Sistem Informasi Persuratan (E-Letter) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

MANUAL PENGGUNAAN! SISTEM INFORMASI PERENCANAAN! (SIMPER)!

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. tampilan layar sistem ERP CV.Gracia Jaya beserta prosedur penggunaannya

PANDUAN PENGGUNAAN MODUL KUISIONER

BAB I PENDAHULUAN. I.1. Latar Belakang

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

USER MANUAL SISTEM INFORMASI MONITORING DAN EVALUASI ELEKTRONIK KABUPATEN BLORA. Panduan bagi Pengguna Aplikasi E-MONEV Kab. Blora

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

BAB 3 PERANCANGAN PROGRAM. Waterfall Model. Hasil analisis yang telah dilakukan adalah sebagai berikut : operasi yang paling banyak digunakan.

BUKU PANDUAN UNTUK PENGGUNA

USER MANUAL. User Manual Surat Pesetujuan Berlayar (Online) TAHUN 2015 DISUSUN OLEH. Hal 2 dari 60

Manual esakip v Pengantar. Hal. 2 / 36

Manual Book Depo FITB v.1.0

Cara kerja sistem aplikasi Sistem Pakar Troubleshooting Kerusakan Monitor untuk menemukan kerusakan terhadap permasalahan yang terjadi.

BAB 3 PERANCANGAN PROGRAM

20. Halaman Detail Produk Setelah Login

Gambar Tampilan Layar Halaman Buat Penyesuaian Stok

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

DAFTAR ISI DAFTAR ISI... KATA PENGANTAR... PENDAHULUAN...

MANUAL BOOK. AplikasI Persuratan Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Medan

PETUNJUK TEKNIS OPERASIONAL SISTEM INFORMASI TATA PERSURATAN SITP

BAB IV IMPLEMENTASI PERANCANGAN

MODUL MODUL PELAKSANAAN APBD BENDAHARA PENERIMAAN

Buku Pedoman Situs Perwalian Versi User : Jurusan

DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI DIREKTORAT INFORMASI KEPABEANAN DAN CUKAI. Billing Online PORTAL PENGGUNA JASA. v

Gambar 4.75 Form Menu Utama (b)

Gambar 4.56 Halaman Tentang Kami

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

4 HASIL DAN PEMBAHASAN

APRIL 26, 2016 USER GUIDE E-SURAT V2 ELEKTRONIK SURAT VERSI 2 APLIKASI & TELEMATIKA DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA PEMERINTAH KOTA SURABAYA

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

Petunjuk Pemakaian Sistem

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN

Gambar 1. Tampilan awal/ login user id

Pada form persetujuan permohonan pengunduran diri, jika ada permohonan

Petunjuk Penggunaan Aplikasi

APLIKASI LAYANAN PERTANAHAN ONLINE

MEMULAI MENGGUNAKAN APLIKASI SIMPEG

SIM AKADEMIK STISI TELKOM

Sistem Informasi Akademik (SIAKAD) Modul Mahasiswa. Tim Siakad Puskom UNY

USER MANUAL RENCANA UMUM PENGADAAN (RUP) PUSAT LAYANAN PENGADAAN SECARA ELEKTRONIK

Gambar 4.41 Form Nota Retur. retur ke pemasok. User harus mengklik Retur Barang ke Pemasok pada Form Menu

Pedoman Penggunaan Aplikasi Sistem Informasi Monev (Monitoring dan Evaluasi)

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

BAB IV ANALISA PERANCANGAN DESAIN

Sistem Kendali Akta PPAT Panduan Pengguna

BUKU PANDUAN SISTEM INFORMASI PENGUJI MUTU BARANG UNTUK PMB/CALON PMB

Berikut merupakan prosedur penggunaan pada non-login :

USER MANUAL SISTEM INFORMASI PERENCANAAN (SIPERA) UNTUK JURUSAN, PUSAT, UNIT & BAGIAN UNIT SISTEM INFORMASI MANAJEMEN POLITEKNIK NEGERI BALI

E-PROPOSAL SYSTEM (KAB/KOTA) User Manual

1. PENDAHULUAN. 1.1 Tombol, Notasi dan Fungsi

PANDUAN PENGGUNAAAN e-memo PEMERINTAH KOTA BATAM

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

BUKU PEDOMAN SITUS PERWALIAN Versi User : Sekretariat Jurusan

Aplikasi Surat Keluar Masuk Versi 1.0

Halaman 0 PANDUAN PENGGUNAAN SISTEM INFORMASI BUKU PELAUT ONLINE

PORTAL Akademik. Panduan Penggunaan Portal Dosen. Politeknik Negeri Medan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB 3 PERANCANGAN PROGRAM. Dalam perancangan program aplikasi optimalisasi pemesanan bahan baku ini,

USER MANUAL SISTEM PELAPORAN HILIR MIGAS

KATA PENGANTAR. Yogyakarta, Desember PT. Global Intermedia Nusantara

menekan link Ya, sedangkan untuk membatalkannya pegawai dapat menekan link

MANUAL PENGGUNAAN APLIKASI

BAB IV HASIL DAN UJICOBA

USER MANUAL APLIKASI DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA

Prosedur merupakan suatu tata cara kerja atau kegiatan untuk menyelesaikan pekerjaan

PANDUAN PENGGUNAAN. MODUL KUISIONER, SKRIPSI, dan WISUDA

PANDUAN PENGGUNAAN APLIKASI SiAP

PANDUAN PENGGUNAAN APLIKASI SiAP

Pedoman Penggunaan Aplikasi Sistem Informasi Monev (Monitoring dan Evaluasi)

MODUL PELATIHAN SISTEM INFORMASI PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT (SIPPMAS) UNISSULA

PETUNJUK PENGGUNAAN E-SEVICE

Pedoman Penggunaan Aplikasi Sistem Informasi Monev (Monitoring dan Evaluasi)

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN SISTEM

SIPK SISTEM INFORMASI PENILAIAN KINERJA

User Manual Aplikasi Surat Rekomendasi Ditjen SDPPI Kominfo

Manual Book E-Bansos (OPD)

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH SEKRETARIAT DAERAH PROVINSI JAWA TENGAH

PANDUAN PENGGUNAAN MODUL WISUDA

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

Manual Book Penguatan System Jaringan Pemantapan Mutu Eksternal BBLK Jakarta TA. 2017

BUKU PANDUAN APLIKASI SISTEM PELAPORAN PENGHEMATAN ENERGI DAN AIR BIRO ADMINISTRASI PEMBANGUNAN SETDA DIY DAFTAR ISI. DAFTAR ISI...

DAFTAR ISI... 2 PENDAHULUAN... 5 PERANGKAT YANG DIBUTUHKAN... 6 CARA MEMBUKA SITUS... 7 MENU BUKU PELAUT A. GENERAL User Profile...

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

I. Pendahuluan A. Maksud dan Tujuan B. Fungsi C. Alamat Akses D. Pengguna II. Alur Kerja III. Masuk Sistem...

RANCANG BANGUN APLIKASI PICTURE BROWSER SEBAGAI DIGITAL ALBUM ALTERNATIF

BUKU MANUAL TSP/CSR KAB. MOJOKERTO

Direktorat Sistem Informasi UNAIR Page 1

BAB 2 Membuat dan Menjalankan Form dengan Single Block

PETUNJUK MANUAL SIAP HUKUM UNTUK SKPD

Transkripsi:

BAB X MODUL SURAT PERINTAH BERLAYAR SPB Modul SPB berfungsi untuk mengelola data surat perintah berlayar (SPB) yang merupakan tindak lanjut dari penyiapan kapal. Data-data SPB dibentuk dengan memanfaatkan data-data penyiapan kapal yang sebelumnya telah ada dengan menambahkan data nomor dan tanggal SPB serta rentang waktu SPB. Jenis SPB yang terekam mengikuti jenis permintaan kapal patroli sebelumnya yang diajukan yaitu : SPB Patroli Laut KPU, SPB Siaga Pangkalan, SPB Sea Trial dan SPB Patroli Laut BKO (Patroli Laut Bawah Kendali Operasi). Untuk lebih memahami alur kegiatan dalam modul SPB, pada bagian belakang halaman buku manual ini dilekatkan Flowchart Modul SPB. Berikut ini adalah beberapa sub modul yang memaparkan alur kegiatan modul SPB, yaitu : 1. Sub Modul Jendela SPB (Pelaksana Administrasi Seksi Nautika) Sub modul ini berfungsi menampilkan daftar penyiapan kapal yang belum ditindaklanjuti dengan SPB dan daftar SPB yang terekam dalam SIPPang. Sub modul ini dikelola oleh user pelaksana administrasi Seksi Nautika (user nautika1). Jika masih ada penyiapan kapal patroli yang belum ditindaklanjuti, maka data penyiapan tersebut akan ditampilkan pada bagian atas jendela SPB, berikut disediakan link icon yang menuntun pada form input SPB untuk menyelesaikan penyiapan kapal patroli tersebut. Jika sudah tidak ada data penyiapan kapal patroli lagi yang belum diselesaikan dengan SPB, maka jendela SPB hanya menampilkan daftar SPB yang berhasil terekam dalam SIPPang yang meliputi atribut-atribut nomor dan tanggal SPB, unit kerja yang mengajukan permintaan kapal patroli serta pada masing-masing data SPB tersebut melekat link icon yang menghubungkan pada sub modulnya. Gambar 10.1 : Jendela SPB (User nautika1) 1 Pangkalan Sarana Operasi Bea dan Cukai Tipe B Batam

2. Sub modul Input SPB berfungsi merekam tindak lanjut penyiapan kapal patroli berupa dokumentasi SPB. Jika SPB yang direkam itu adalah SPB Patroli Laut, selain data-data nomor dan tanggal SPB serta periode waktu SPB yang direkam, juga ada data-data anggota patroli laut yang meliputi komandan patroli (kopat), wakil komandan patroli (wakopat) serta anggota patroli biasa bila ada. Untuk dapat mengelola sub modul ini dilakukan melalui jendela SPB (user nautika1) yang ditandai dengan link icon. Link Icon tersebut hanya akan muncul apabila ada data penyiapan kapal yang belum ditindaklanjuti dengan SPB. Ketika icon tersebut diklik maka akan muncul form input SPB yang menampilkan data penyiapan kapal terkait. Untuk 1 (satu) data penyiapan kapal dapat terdiri dari lebih 1 (satu) SPB tergantung pada jumlah permintaan kapal patroli yang disetujui untuk disiapkan SPB-nya. Antara perekaman SPB Patroli Laut (BKO/KPU) dengan SPB Sea Trial dan Siaga Pangkalan ada perbedaan mengisi form input SPB, perbedaan tersebut adalah : a. Perekaman SPB Sea Trial dan Siaga Pangkalan Pada form input SPB akan ditampilkan data penyiapan kapal dengan atribut-atribut data penyiapan seperti nomor dan tanggal penyiapan terkait, jenis penyiapan dan unit kerja yang mengajukan permintaan kapal patroli. Untuk melengkapi form input SPB ini dengan mengisi data nomor dan tanggal SPB, rentang mulai dan berakhirnya SPB, pilihan kapal beserta awak kapanya dan besarnya tarif ransum per hari per awak kapal untuk menghitung total ransum dalam rentang waktu SPB. Untuk mengetahui informasi awak kapal dalam suatu kapal yang dipilih melaksanakan SPB disediakan link icon informasi crew kapal yang dikelola melalui sub modul yang terpisah masih dalam satu modul SPB ini. b. Perekaman SPB Patroli Laut (KPU dan BKO) Sebelum mengisi form input SPB, untuk menambah data anggota patroli (komandan patroli, wakil komandan patroli, serta anggota patroli biasa) yang melekat ke dalam kapal disediakan link icon penyiapan anggota patroli yang akan dijelaskan terpisah pada sub modul lain (sub modul input anggota patroli SPB patroli laut) yang masih dalam satu modul SPB ini. Untuk melengkapi form input SPB Patroli Laut (KPU dan BKO) selain mengisi data-data yang disebutkan dalam perekaman SPB Sea Trial dan Siaga Pangkalan, juga mengisi isian nomor dan tanggal SPP (Surat Perintah Patroli). Dalam form input SPB ini juga disediakan link icon informasi crew kapal yang dikelola melalui sub modul yang terpisah masih dalam satu modul SPB ini, untuk mengetahui informasi awak kapal dalam suatu kapal yang dipilih melaksanakan SPB. 2 Pangkalan Sarana Operasi Bea dan Cukai Tipe B Batam

Gambar 10.2 : Form Input SPB 3. Sub Modul Input Anggota Patroli SPB Patroli Laut berfungsi untuk merekam penambahan awak kapal anggota patroli yang akan direkam datanya melekat dalam SPB. Untuk dapat mengelola sub modul ini dilakukan melalui jendela SPB yang ditandai dengan link icon penyiapan anggota patroli. Ketika icon tersebut diklik maka akan muncul form baru untuk input penambahan awak kapal anggota patroli dalam kapal. Form ini berisi isian yang menghubungkan nama anggota patroli dalam jabatannya dengan kapal yang akan ditempatinya dalam tugas SPB Patroli Laut. Daftar anggota patroli yang ditampilkan dalam isian pilihan ini berasal dari data yang dikelola melalui modul anggota patroli. Modul anggota patroli ini dijelaskan terpisah dalam modul lain. Sedangkan daftar kapal yang ditampilkan dalam isian pilihan berasal dari data kapal yang dihasilkan dari modul penyiapan yang dikelola sebelumnya. 4. Sub Modul Informasi Awak Kapal Yang Akan Ditugaskan Dalam SPB Sub modul ini berfungsi menampilkan daftar awak kapal termasuk anggota patroli jika ada, yang akan disertakan dalam penugasan SPB. Untuk dapat mengelola sub modul ini dilakukan melalui jendela form input SPB. Dalam form tersebut disediakan link icon informasi crew kapal yang berada di sisi bawah form ini. Dengan mengklik link icon, maka data awak kapal terkait yang melekat pada kapal akan ditampilkan pada jendela crew kapal. Data 3 Pangkalan Sarana Operasi Bea dan Cukai Tipe B Batam

awak kapal tersebut meliputi foto, nama, pangkat golongan, jabatan kapal awak kapal dan nomor surat atau nota dinas penyiapan kapal yang bersangkutan. Gambar 10.3 : Daftar awak kapal yang disiapkan untuk SPB 5. Sub Modul Pembatalan Anggota Patroli SPB Patroli Laut berfungsi untuk membatalkan input perekaman data awak kapal anggota patroli. Untuk dapat mengelola sub modul ini dilakukan melalui jendela form penambahan awak kapal anggota patroli. Dalam form tersebut disediakan link icon yang berada di sisi kiri data anggota patroli yang telah terekam melekat sebagai awak kapal terkait. Dengan mengklik link icon, maka data anggota patroli sebagai awak kapal terkait yang telah terekam akan hilang (terhapus). Gambar 10.4 : Form Penambahan Awak Kapal Anggota Patroli 4 Pangkalan Sarana Operasi Bea dan Cukai Tipe B Batam

6. Sub modul Pembatalan SPB berfungsi untuk membatalkan input perekaman data SPB yang telah dilakukan melalui sub modul input SPB. Untuk dapat mengelola sub modul ini dilakukan melalui jendela SPB. Pada masing-masing data SPB disediakan link icon yang akan muncul jika ada perekaman SPB baru dan SPB terkait belum ditindaklanjuti dengan modul laporan tiba kapal. Dengan mengklik link icon, maka data SPB terkait yang telah terekam akan hilang (terhapus). 7. Sub Modul Cetak Ransum Nautika dan user pelaksana administrasi Seksi Nautika (user nautika1). Sub modul ini berfungsi untuk mencetak konsep tanda terima uang ransum yang diambil datanya dari data SPB yang terekam melalui sub modul input SPB. Untuk dapat mengelola Sub modul ini dilakukan melalui jendela SPB. Sub modul ini dijalankan hanya dengan mengklik link icon cetak ransum, maka akan ditampilkan pada jendela yang terpisah konsep tanda terima uang ransum yang siap dicetak. Contoh hasil cetak konsep tanda terima uang ransum ini dilekatkan sebagai lampiran Tanda Terima Uang Ransum pada bagian belakang halaman buku manual ini. 8. Sub Modul Input Naskah SPB berfungsi untuk input naskah SPB Sea Trial dan Siaga Pangkalan. Untuk dapat mengelola sub modul ini dilakukan melalui jendela SPB. Pada masing-masing data SPB terkait disediakan link icon yang akan muncul jika ada perekaman SPB Sea Trial dan Siaga Pangkalan baru dan SPB terkait belum ditindaklanjuti dengan modul laporan tiba kapal. Sub modul ini dijalankan dengan mengklik link icon tersebut, maka akan ditampilkan form input naskah SPB untuk membuat naskah SPB Sea Trial dan Siaga Pangkalan dengan mengacu pada nomor SPB yang dipilih. Untuk memudahkan membuat konsep naskah tersebut, telah disediakan bentuk SPB yang redaksinya biasa dipakai sebelumnya. 9. Sub Modul Update Naskah SPB berfungsi untuk mengubah naskah SPB Sea Trial dan Siaga Pangkalan yang pernah dibuat sebelumnya dan belum ditindaklanjuti dengan modul laporan tiba kapal. Untuk dapat mengelola sub modul ini dilakukan melalui jendela SPB yang ditandai dengan link icon update naskah SPB. Sub modul ini dijalankan dengan mengklik link icon tersebut, maka akan 5 Pangkalan Sarana Operasi Bea dan Cukai Tipe B Batam

ditampilkan form edit naskah SPB berupa data naskah SPB terakhir yang pernah dibuat sebelumnya dengan mengacu pada nomor SPB yang dipilih. Gambar 10.5 : Form Input NaskahSPB Gambar 10.6 : Form Edit NaskahSPB 10. Sub Modul Cetak SPB Sub modul ini berfungsi untuk mencetak naskah SPB Sea Trial dan Siaga Pangkalan yang terekam melalui sub modul input naskah SPB oleh user pelaksana administrasi Seksi Nautika (user nautika1). Untuk dapat mengelola sub modul ini dilakukan melalui jendela SPB yang ditandai dengan link icon cetak SPB. Sub modul ini dijalankan hanya dengan mengklik link icon tersebut, maka akan ditampilkan pada jendela yang terpisah konsep SPB Sea Trial dan Siaga Pangkalan yang siap dicetak. Contoh hasil cetak SPB tersebut dilekatkan sebagai lampiran SPB Sea Trial dan Siaga Pangkalan pada bagian belakang halaman buku manual ini. 6 Pangkalan Sarana Operasi Bea dan Cukai Tipe B Batam

11. Sub Modul Awak Kapal SPB Nautika dan user pelaksana administrasi Seksi Nautika (nautika1). Sub modul ini berfungsi menampilkan daftar awak kapal termasuk anggota patroli jika ada, yang terekam SPB-nya. Untuk dapat mengelola sub modul ini dilakukan melalui jendela SPB. Dalam form tersebut disediakan link icon informasi crew kapal yang berada di sisi bawah form ini. Dengan mengklik link icon, maka data awak kapal terkait yang melekat pada SPB akan ditampilkan pada jendela crew kapal. Data awak kapal tersebut meliputi foto, nama, pangkat golongan, jabatan kapal awak kapal, rentang waktu berlayar dan nomor SPB yang bersangkutan. Gambar 10.7 : Daftar Awak Kapal SPB 12. Sub Modul Jendela SPB (Kasi Nautika atau Kasubbag/Kasi lain sebagai plh. Kasi Nautika) Sub modul ini berfungsi menampilkan daftar SPB yang terekam dalam SIPPang. Sub modul ini dikelola oleh user Kasi Nautika atau Kasubbag/Kasi lain sebagai plh. Kasi Nautika. Daftar SPB tersebut meliputi atribut-atribut nomor dan tanggal SPB, unit kerja yang mengajukan permintaan kapal patroli. Pada masing-masing data SPB disediakan juga link icon yang menghubungkan beberapa sub modul untuk mengubah atau menambahkan data awak kapal, melihat daftar awak kapal dalam SPB dan mencetak ransum. 7 Pangkalan Sarana Operasi Bea dan Cukai Tipe B Batam

Gambar 10.8 : Table SPB Surat Perintah Berlayar (Kasi/Kasubbag) 13. Sub Modul Reset Permintaan Nautika dan berfungsi untuk update status data permintaan setelah perekaman SPB dibatalkan pada sub modul pembatalan SPB, sehingga status data permintaan berubah yang semula SPB menjadi status penyiapan kapal. Sub modul ini dilakukan setiap setelah adanya pembatalan SPB. Untuk dapat mengelola sub modul ini dilakukan melalui jendela SPB. Pada bagian atas jendela SPB tersebut disediakan link icon dengan atribut nomor penyiapan kapal, yang akan muncul jika ada data penyiapan kapal dan data penyiapan terkait yang belum ditindaklanjuti dengan perekaman SPB. Dengan mengklik link icon, maka status data permintaan berubah yang semula SPB menjadi status penyiapan kapal. 14. Sub Modul Update Awak Kapal SPB Nautika dan berfungsi untuk mengubah data awak kapal dalam SPB yang sudah terekam dan dalam rentang waktu SPB tersebut. Update data ini dilakukan dalam hal awak kapal tidak jadi berlayar atau berlayar lanjutan/bersambung pada hari dan tanggal yang sama dalam SPB lanjutan tersebut harus diupdate data tanggal mulai berlayar dalam kaitannya me nghitung ransum, atau berlayar sebagian jumlah hari berlayar tidak sesuai dengan jumlah hari berlayar periode SPB yang terekam dikarenakan halangan tertentu, misalnya dipanggil pendidikan dan 8 Pangkalan Sarana Operasi Bea dan Cukai Tipe B Batam

latihan oleh unit kerja pengembangan pegawai. Sub modul ini dapat dilakukan apabila sudah ada SPB yang terekam dan belum ditindaklanjuti dengan modul laporan tiba kapal. Untuk dapat mengelola sub modul ini dilakukan melalui jendela SPB yang ditandai dengan link icon pada data SPB yang akan diupdate data awak kapalnya. Setelah icon diklik maka akan muncul jendela form edit crew SPB yang memuat data daftar awak kapal dalam SPB untuk dilakukan update datanya jika diperlukan, yang meliputi pembatalan awak kapal dalam SPB atau update periode SPB untuk awak kapal. Gambar 10.9 : Form Edit Crew SPB 15. Sub Modul Pembatalan Awak Kapal SPB Nautika dan berfungsi untuk menghapus data awak kapal dalam SPB yang sudah terekam. Update data ini dilakukan dalam hal awak kapal tidak jadi berlayar dikarenakan halangan tertentu, misalnya dipanggil pendidikan dan latihan oleh unit kerja pengembangan pegawai. Sub modul ini dapat dilakukan apabila sudah ada SPB yang terekam dan belum ditindaklanjuti dengan modul laporan tiba kapal. Untuk dapat mengelola sub modul ini dilakukan melalui jendela form edit crew SPB yang ditandai dengan link icon pembatalan awak kapal SPB. Untuk menghapus data awak kapal pada SPB dengan mengklik link icon yang berada disebelah kiri data awak kapal terkait, maka data awak kapal akan terhapus dalam SPB. 9 Pangkalan Sarana Operasi Bea dan Cukai Tipe B Batam

16. Sub Modul Penambahan Awak Kapal SPB Dalam Jabatan Kapal Nautika dan berfungsi untuk menambah data awak kapal dalam jabatan kapal dalam SPB yang sudah terekam. Penambahan awak kapal dalam SPB ini dilakukan dalam rangka penggantian atas awak kapal yang tidak jadi berlayar atau berlayar sebagian jumlah hari berlayar tidak sesuai dengan jumlah hari berlayar periode SPB yang terekam dikarenakan halangan tertentu, atau penambahan ini dilakukan dalam hal penambahan jumlah awak kapal dalam SPB yang sedang berlangsung. Sub modul ini dapat dilakukan apabila sudah ada SPB yang terekam dan belum ditindaklanjuti dengan modul laporan tiba kapal. Sub modul ini dimulai dengan memastikan bahwa awak kapal yang ditambahkan dalam SPB telah terdaftar dalam kapal yang menjalankan SPB yang bersangkutan, apabila belum terdaftar maka terlebih dahulu memindahkan/merotasi awak kapal yang bersangkutan melalui modul rotasi awak kapal. Langkah selanjutnya adalah memilih icon pada data SPB yang akan ditambahkan/digantikan awak kapalnya pada jendela SPB. Setelah icon diklik maka akan muncul jendela Form Penambahan Awak Kapal Dalam SPB. Yang memuat data daftar awak kapal untuk dapat dipilih dan ditambahkan dalam SPB untuk masa periode tertentu dalam SPB yang bersangkutan. Gambar 10.10 : Form Penambahan Awak Kapal Dalam SPB 17. Sub Modul Penambahan Anggota Patroli SPB Nautika dan berfungsi untuk menambahkan data anggota patroli dalam SPB yang sudah 10 Pangkalan Sarana Operasi Bea dan Cukai Tipe B Batam

terekam. Penambahan anggota patroli ini dalam SPB yang berjalan dilakukan dalam rangka penggantian atas anggota patroli yang tidak jadi berlayar atau berlayar sebagian jumlah hari berlayar tidak sesuai dengan jumlah hari berlayar periode SPB yang terekam dikarenakan halangan tertentu, atau penambahan ini dilakukan dalam hal penambahan jumlah anggota patroli dalam SPB yang sedang berlangsung. Sub modul ini dapat dilakukan apabila sudah ada SPB yang terekam dan belum ditindaklanjuti dengan modul laporan tiba kapal. Sub modul ini dimulai dengan memastikan bahwa anggota patroli yang ditambahkan dalam SPB telah terdaftar dalam daftar anggota patroli, apabila belum terdaftar maka terlebih dahulu merekam mengaktifkan anggota patroli yang bersangkutan melalui modul anggota patroli. Langkah selanjutnya adalah memilih icon pada data SPB yang akan ditambahkan/digantikan data anggota patroli pada jendela SPB. Setelah icon diklik maka akan muncul jendela form penambahan anggota patroli SPB. Yang memuat data daftar anggota patroli untuk dapat dipilih dan ditambahkan dalam SPB untuk masa periode tertentu dalam SPB yang sedang berjalan. 11 Pangkalan Sarana Operasi Bea dan Cukai Tipe B Batam