LEMBARAN DESA CISAAT NOMOR 01 TAHUN 2016 SERI E.1 PERATURAN DESA CISAAT TENTANG STRUKTUR ORGANISASI DAN TATA KERJA PEMERINTAH DESA CISAAT KECAMATAN WALED DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KUWU CISAAT, Menimbang : a. bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 13 Peraturan Bupati Cirebon Nomor 121 Tahun 2015 tentang Pemerintah Desa, maka perlu mengatur tentang pembentukan organisasi dan tata kerja Pemerintah Desa Cisaat; b. bahwa dalam rangka mendukung kelancaran penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa serta dalam upaya peningkatan pelayanan kepada masyarakat Desa Cisaat yang sesuai dengan kewenangan yang dimiliki oleh desa, maka perlu dilakukan penyesuaian organisasi pemerintah desa yang telah ada; c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a dan huruf b, maka Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Pemerintah Desa Cisaat, perlu ditetapkan dengan Peraturan Desa. Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-daerah Kabupaten Dalam Lingkungan Propinsi Djawa Barat (Berita Negara Tanggal 8 Agustus 1950) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1968 tentang Pembentukan Kabupaten Purwakarta dan Kabupaten Subang dengan mengubah Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-daerah Kabupaten Dalam Lingkungan Propinsi Djawa Barat (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1968 Nomor 3, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2851);
2. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 124, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4674) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 232, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5475); 3. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 12, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5234); 4. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 7, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5495); 5. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah beberapakali diubah, terakhir dengan Undang- Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5679); 6. Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 292, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5601); 7. Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 123, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5539) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2015 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 157, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5717); 8. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 32 Tahun 2006 tentang Pedoman Administrasi Desa; 9. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 20 Tahun 2010 tentang Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengelolaan Teknologi Tepat Guna ; 10. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2012 tentang
Monografi Desa dan Kelurahan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 115); 11. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 111 Tahun 2014 tentang Pedoman Teknis Peraturan Di Desa (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 2091); 12. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 113 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Keuangan Desa (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 2093); 13. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 114 Tahun 2014 tentang Pedoman Pembangunan Desa (Be rita Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 2094); 14. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 29 tahun 2014 tentang Pengesahan Fotocopi Ijazah/Surat Tanda Tamat Belajar, Surat Keterangan Pengganti Ijazah/ Surat Tanda Tamat Belajar dan Penerbitan Surat Keterangan Pengganti Ijazah/ Surat Tanda Tamat Belajar Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah ( Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 574); 15. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 81 tahun 2014 tentang Ijazah, Sertifikat Kompetensi dan Sertifikat Profesi Pendidikan Tinggi ( Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 1179); 16. Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Nomor 1 Tahun 2015 tentang Pedoman Kewenangan Berdasarkan Hak Asal Usul dan Kewenangan Lokal Berskala Desa (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 158); 17. Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Nomor 4 Tahun 2015 tentang Pendirian, Pengurusan dan Pengelolaan, dan Pembubaran Badan Usaha Milik Desa. (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 296); 18. Peraturan Daerah Kabupaten Cirebon Nomor 17 Tahun 2006 tentang Pembentukan dan Penataan Kecamatan (Lembaran Daerah Kabupaten Cirebon Tahun 2006 Nomor 17 Seri D.10) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Kabupaten Cirebon Nomor 18 Tahun 2007 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Kabupaten Cirebon Nomor 17 Tahun 2006 tentang Pembentukan dan Penataan Kecamatan (Lembaran Daerah Kabupaten Cirebon Tahun 2007 Nomor 18, Seri D.9); 19. Peraturan Daerah Kabupaten Cirebon Nomor 2 Tahun 2015 tentang Pemerintah Desa dan BPD (Lembaran Daerah Kabupaten Cirebon Tahun 2015 Nomor 2, Seri E.1; Tambahan Lembaran Daerah Nomor 42) ;
20. Peraturan Bupati Cirebon Nomor 11 Tahun 2015 tentang Pedoman Pembentukan Produk Hukum Desa (Berita Daerah Kabupaten Cirebon Tahun 2015 Nomor 11, Seri E.8); 21. Peraturan Bupati Cirebon Nomor 25 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Keuangan Desa (Berita Daerah Kabupaten Cirebon Nomor 25 Tahun 2015, Seri E.20); 22. Peraturan Bupati Cirebon Nomor 121 Tahun 2015 tentang Perangkat Desa (Berita Daerah Kabupaten Cirebon Tahun 2015 Nomor 121, Seri E.111). Dengan Kesepakatan Bersama BADAN PERMUSYAWARATAN DESA CISAAT dan KUWU CISAAT MEMUTUSKAN Menetapkan : PERATURAN DESA TENTANG PEMBENTUKAN ORGANISASI DAN TATA KERJA PEMERINTAH DESA CISAAT BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Desa ini yang dimaksud dengan : 1. Daerah adalah Kabupaten Cirebon; 2. Bupati adalah Bupati Cirebon; 3. Camat adalah Camat Waled; 4. Kuwu adalah Kuwu Cisaat; 5. Desa adalah Desa Cisaat; 6. Pemerintahan Desa adalah penyelenggaraan urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia; 7. Pemerintah Desa adalah Kuwu dibantu Perangkat Desa sebagai unsur penyelenggara Pemerintahan Desa; 8. Perangkat Desa adalah unsur Pemerintah Desa yang membantu Kuwu dalam melaksanakan tugas, baik tugas pelayanan kesekretariatan, teknis maupun kegiatan dalam wilayah; 9. Dusun adalah lingkungan kerja pelaksana pemerintah desa dengan jumlah penduduk minimal 750 (tujuh ratus lima puluh) jiwa atau 150 (seratus lima puluh) kepala keluarga, luas wilayah
yang terjangkau secara berdaya guna dan berhasil guna dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan yang di pimpin oleh kepala dusun ; 10. Badan Permusyawaratan Desa yang selanjutnya disingkat BPD adalah Badan Permusyawaratan Desa Cisaat; 11. Monografi Desa adalah himpunan data yang dilaksanakan oleh pemerintah desa yang tersusun secara sistematis, lengkap, akurat, dan terpadu dalam penyelenggaraan pemerintahan yang meliputi data umum, personil, keuangan, kewenangan dan data kelembagaan; 12. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa, selanjutnya disingkat RPJM Desa, adalah Rencana Kegiatan Pembangunan Desa untuk jangka waktu 6 (enam) tahun yang memuat visi dan misi kuwu terpilih, arah kebijakan pembangunan Desa, serta rencana kegiatan yang meliputi bidang penyelenggaraan Pemerintahan Desa, pelaksanaan pembangunan Desa, pembinaan kemasyarakatan Desa, dan pemberdayaan masyarakat Desa, hasil pengkajian keadaan desa dan telah diselaraskan dengan arah kebijakan pembangunan kabupaten; 13. Rencana Kerja Pemerintah Desa, selanjutnya disingkat RKP Desa, adalah penjabaran dari RPJM Desa untuk jangka waktu 1 (satu) tahun yang memuat rencana penyelenggaraan Pemerintahan Desa, pelaksanaan pembangunan, pembinaan kemasyarakatan, dan pemberdayaan masyarakat Desa yang didanai dari pagu indikatif desa (ADD, Dana Desa, bagi hasil pajak/retribusi daerah kabupaten, bantuan keuangan dari Pemkab), PAD, bantuan pihak ketiga, swadaya masyarakat desa, bantuan keuangan dari pemerintah daerah provinsi; 14. Peraturan Desa adalah peraturan Desa Cisaat; 15. Peraturan Kuwu adalah adalah Peraturan Kuwu Cisaat; 16. Keputusan Kuwu adalah keputusan Kuwu Cisaat; 17. Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa, selanjutnya disebut APB Desa, adalah rencana keuangan tahunan Pemerintahan Desa; 18. Badan Usaha Milik Desa, selanjutnya disebut BUM Desa, adalah badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh Desa melalui penyertaan secara langsung yang berasal dari kekayaan Desa yang dipisahkan guna mengelola aset, jasa pelayanan, dan usaha lainnya untuk sebesarbesarnya kesejahteraan masyarakat Desa; 19. Administrasi Desa adalah keseluruhan proses kegiatan pencatatan data dan informasi mengenai penyelenggaraan Pemerintahan Desa pada Buku Administrasi Desa; 20. Administrasi Umum adalah kegiatan pencatatan data dan informasi mengenai kegiatan Pemerintahan Desa pada Buku
Administrasi Umum; 21. Administrasi Kependudukan adalah rangkaian kegiatan penataan dan penertiban dalam penerbitan dokumen dan Data Kependudukan melalui Pendaftaran Penduduk, Pencatatan Sipil, pengelolaan informasi Administrasi Kependudukan serta pendayagunaan hasilnya untuk pelayanan publik dan pembangunan sektor lain; 22. Administrasi Keuangan adalah kegiatan pencatatan data dan informasi mengenai pengelolaan keuangan desa pada Buku Administrasi Keuargan; 23. Administrasi Pembangunan adalah kegiatan pencatatan data dan informasi pembangunan yang akan, sedang dan telah dilaksanakan pada Buku Administrasi Pembangunan; 24. Peristiwa Kependudukan adalah kejadian yang dialami penduduk yang harus dilaporkan karena akan membawa akibat terhadap penerbitan atau perubahan Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk (KTP), dan/at au surat keterangan kependudukan lainnya meliputi pindah datang, perubahan alamat, serta perubahan status tinggal terbatas menjadi tinggal tetap; 25. Teknologi Tepat Guna yang selanjutnya disebut TTG adalah teknologi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, dapat menjawab permasalahan masyarakat, tidak merusak lingkungan, dapat dimanfaatkan dan dipelihara oleh masyarakat secara mudah, serta menghasilkan nilai tambah dari aspek ekonomi dan aspek lingkungan 26. Penjaringan adalah suatu upaya yang dilakukan oleh panitia pengisian perangkat untuk mendapatkan Bakal Calon perangkat desa dari warga masyarakat Desa setempat; 27. Penyaringan adalah seleksi yang dilakukan baik dari segi administrasi, pengetahuan maupun kemampuan para Calon Perangkat Desa; BAB II PEMBENTUKAN Pasal 2 (1) Dengan peraturan desa ini, dibentuk organisasi Pemerintah Desa Cisaat (2) Pemerintah Desa Cisaat adalah Kuwu dibantu oleh Perangkat Desa
(3) Susunan Organisasi Perangkat Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (2), terdiri atas : a. Sekretariat Desa, yang terdiri dari 2 (dua) bidang urusan yaitu: 1) Urusan Umum dan Keuangan; 2) Urusan Program. b. Pelaksana Teknis, yang terdiri dari 3 (tiga) seksi yaitu: 1) Seksi Pemerintahan dan Pembinaan Kemasyarakatan; 2) Seksi Perekonomian dan Pembangunan; 3) Seksi Pemberdayaan Masyarakat. c. Pelaksana Kewilayahan, yang terdiri dari 4 (empat) dusun yaitu : 1) Kepala Dusun I dengan wilayah kerja meliputi : RW.01, terdiri dari RT. 01, 02, 03, 04, 05; 2) Kepala Dusun II dengan wilayah kerja meliputi : RW. 03, terdiri dari RT. 01, 02, 03 dan RW. 04 terdiri dari RT. 01, 02, 03, 04 3) Kepala Dusun III dengan wilayah kerja meliput : RW.05, terdiri dari RT. 01, 02, 03, 04 dan RW.06 terdiri dari RT. 01, 02, 03, 04; 4) Kepala Dusun IV dengan wilayah kerja meliputi : RW. 02, terdiri dari RT. 01, 02, 03, 04, 05. (4) Pemerintah Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bertugas membantu Kuwu dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya. (5) Dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya, perangkat Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (2) bertanggung jawab kepada Kuwu. (6) Bagan Struktur Organisasi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) tercantum dalam lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Desa ini. BAB III KUWU Pasal 3 (1) Kuwu adalah Kepala Pemerintah Desa yang memimpin penyelenggaraan Pemerintahan Desa. (2) Masa jabatan kuwu adalah 6 (enam) tahun terhitung sejak tanggal pelantikan. (3) Kuwu sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dapat menjabat paling banyak 3 (tiga) kali masa jabatan berturut-turut atau secara tidak berturut-turut.
Paragraf 1 Tugas dan Wewenang Kuwu Pasal 4 (1) Kuwu bertugas menyelenggarakan pemerintahan desa, melaksanakan pembangunan Desa, pembinaan kemasyarakatan Desa, dan pemberdayaan masyarakat Desa. (2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Kuwu berwenang: a. memimpin penyelenggaraan pemerintahan desa; b. mengangkat dan memberhentikan perangkat desa; c. memegang kekuasaan pengelolaan keuangan dan aset desa; d. menetapkan peraturan desa yang telah mendapatkan kesepakatan bersama dengan BPD; e. menetapkan anggaran pendapatan dan belanja desa yang telah mendapatkan kesepakatan bersama dengan BPD; f. membina kehidupan masyarakat desa; g. membina ketenteraman dan ketertiban masyarakat desa; h. membina dan meningkatkan perekonomian desa serta mengintegrasikannya agar mencapai perekonomian skala produktif untuk sebesar-besarnya kemakmuran masyarakat desa; i. mengembangkan sumber pendapatan desa; j. mengusulkan dan menerima pelimpahan sebagian kekayaan negara guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa; k. mengembangkan kehidupan sosial budaya masyarakat desa; l. memanfaatkan teknologi tepat guna; m. mengkoordinasikan pembangunan desa secara partisipatif; n. mewakili desa di dalam dan di luar pengadilan atau menunjuk kuasa hukum untuk mewakilinya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; dan o. melaksanakan wewenang lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Paragraf 2 Kewajiban dan Hak Kuwu
Pasal 5 (1) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 4 ayat (1), Kuwu berkewajiban : a. memegang teguh dan mengamalkan Pancasila, melaksanakan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta mempertahankan dan memelihara keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika; b. meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa; c. memelihara ketenteraman dan ketertiban masyarakat desa; d. menaati dan menegakkan peraturan perundangundangan; e. melaksanakan kehidupan demokrasi dan berkeadilan gender; f. melaksanakan prinsip tata pemerintahan desa yang akuntabel, transparan, profesional, efektif dan efisien, bersih, serta bebas dari kolusi, korupsi, dan nepotisme; g. menjalin koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan di desa; h. menyelenggarakan administrasi pemerintahan desa yang baik; i. mengelola keuangan dan aset desa; j. melaksanakan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan desa; k. menyelesaikan perselisihan masyarakat di desa; l. mengembangkan perekonomian masyarakat desa; m. membina dan melestarikan nilai sosial budaya masyarakat desa; n. memberdayakan masyarakat dan lembaga kemasyarakatan di desa; o. mengembangkan potensi sumber daya alam dan melestarikan lingkungan hidup; dan p. memberikan informasi kepada masyarakat Desa. (2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Kuwu berhak: a. mengusulkan struktur organisasi dan tata kerja pemerintah desa kepada BPD; b. mengajukan rancangan dan menetapkan peraturan desa kepada BPD; c. menerima penghasilan tetap setiap bulan, tunjangan, dan penerimaan lainnya yang sah, serta mendapat jaminan kesehatan;
d. mendapatkan pelindungan hukum atas kebijakan yang dilaksanakan; dan e. memberikan mandat pelaksanaan tugas dan kewajiban lainnya kepada perangkat desa. f. mendapatkan cuti. Pasal 6 Dalam melaksanakan tugas, kewenangan, hak dan kewajibannya, kuwu wajib: a. menyampaikan laporan penyelenggaraan pemerintahan desa setiap akhir tahun anggaran kepada Bupati; b. menyampaikan laporan penyelenggaraan pemerintahan desa pada akhir masa jabatan kepada Bupati; c. menyampaikan laporan keterangan penyelenggaraan pemerintahan secara tertulis kepada BPD setiap akhir tahun anggaran. BAB IV SEKRETARIAT DESA Bagian Kesatu Umum Pasal 7 (1) Sekretariat desa mempunyai fungsi dalam bidang administrasi pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan yang meliputi administrasi umum, aparatur desa, keuangan, program dan mengkoordinasikan serta mengendalikan semua kegiatan yang dilaksanakan oleh unsur pelaksana teknis, dan unsur pelaksana kewilayahan. (2) Sekretariat Desa Cisaat terdiri dari 2 (dua ) bidang urusan yaitu : a. Urusan Umum dan Keuangan; b. Urusan Program. (3) Sekretariat Desa dipimpin oleh seorang Sekretaris Desa atau yang disebut ulis merupakan unsur staf yang bertanggungjawab langsung kepada Kuwu. (4) Bidang urusan dipimpin oleh seorang Kepala Urusan merupakan unsur staf yang bertanggungjawab langsung kepada Sekretaris Desa. (5) Pada bidang urusan keuangan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b, diangkat seorang perangkat desa sebagai Bendahara Desa. Bagian Kedua Uraian Tugas Sekretaris Desa dan Kepala Urusan
Pasal 8 (1) Sekretaris desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (1) mempunyai uraian tugas antara lain : a. menyusun rencana kerja sekretariat ; b. menyusun dan mengkordinasikan rancangan Peraturan Desa, peraturan kuwu dan keputusan Kuwu; c. melaksanakan administrasi dan mengundangkan Peraturan Desa dalam Lembaran Desa ; d. melaksanakan administrasi dan mengundangkan Peraturan Bersama Kuwu dan Peraturan Kuwu dalam Berita Desa ; e. mengelola administrasi produk hukum desa ; f. mengelola dan mengkoordinasikan penyusunan rencana anggaran dan pengendalian pelaksanaan anggaran; g. mengelola administrasi dan penatausahaan keuangan desa; h. menyusun dan melaksanakan pengelolaan barang desa dan administrasi pengadaan barang dan/atau jasa di Desa; i. mengkoordinasikan penyusunan laporan penyelenggaraan pemerintahan desa; j. mengkoordinasikan penyusunan laporan keterangan penyelenggaraan pemerintahan desa ; k. melaksanakan persiapan, dan mencatat hasil-hasil rapat; l. melakukan kegiatan inventarisasi (mencatat, mengawasi, memelihara) kekayaan Desa; m. melakukan penataan administrasi aparatur desa; n. mengelola pengadaan dan perlengkapan serta rumah tangga desa ; o. melakukan kegiatan administrasi pendapatan yang dikelola oleh Desa dan menganalisa data sumber pendapatan desa baru untuk dikembangkan; p. melakukan, menerima dan mengendalikan suratsurat masuk dan keluar serta melaksanakan kearsipan; q. memberikan informasi mengenai keadaan Sekretariat Desa dan keadaan desa; r. melaksanakan dan mengusahakan ketertiban dan kebersihan kantor dan bangunan lain milik desa; s. menyelenggarakan pengelolaan Buku Administrasi Umum;
t. membina dan memotivasi perangkat desa lainnya dalam pelaksanaan tugas ; u. mendistribusikan dan memberi petunjuk pelaksanaan tugas pada perangkat desa ; v. memberikan saran dan pendapat kepada Kuwu ; dan w. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kuwu. (2) Kepala Urusan Umum dan Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat ( 2) huruf a mempunyai uraian tugas antara lain : a. melaksanakan tata kelola surat masuk dan keluar, ekspedisi, tata naskah dinas serta melaksanakan tata kearsipan; b. melaksanakan penyimpanan alat- alat tulis kantor, serta pemeliharaan peralatan kantor; c. menyusun rencana dan program kerja urusan Umum sebagai pedoman pelaksanaan tugas; d. mengonsep dan memaraf naskah dinas yang akan ditandatagani oleh pimpinan; e. melaksanakan kegiatan hubungan masyarakat dan keprotokolan; f. melaksanakan kegiatan kerumahtanggaan dan administrasi perjalanan dinas sesuai dengan ketentuan yang berlaku; g. melaksanakan ketertiban dan kebersihan kantor serta bangunan lain milik desa; h. melaksanakan tata kelola administrasi aparatur pemerintah desa; i. menyusun, menyimpan, dan memelihara data-data kepegawaian perangkat desa di lingkup desa; j. mengelola buku administrasi umum seperti : buku agenda, buku ekspedisi, buku perangkat desa, buku inventaris dan kekayaan desa, buku Berita Desa, buku Lembaran Desa; k. mengelola penyusunan dan pencatatan inventarisasi data aset barang dan kekayaan desa; l. menyusun dan melaksanakan kebijakan pengelolaan barang desa dan administrasi pengadaan barang dan/atau jasa di Desa; m. melaksanakan persiapan penyelenggaraan rapat, mencatat hasil-hasil rapat, penerimaan tamu dinas; dan n. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Sekretaris Desa dan Kuwu. o. membantu sekretaris desa dalam menyusun dan melaksanakan kebijakan pengelolaan APBDesa;
p. membantu sekretaris desa dalam melakukan pengendalian terhadap pelaksanaan kegiatan yang telah ditetapkan dalam APBDesa; q. membantu sekretaris desa dalam menyusun laporan semester I, semester II, dan pertanggungjawaban pelaksanaan APBDesa; r. membantu sekretaris desa dalam melakukan verifikasi terhadap bukti-bukti penerimaan dan pengeluaran APBDesa; s. membantu sekretaris desa dalam menghimpun dokumen perencanaan, pelaksanaan dan pertanggungjawaban keuangan desa; t. melakukan kegiatan administrasi pendapatan yang dikelola oleh Desa dan menganalisa data sumber pendapatan desa baru untuk dikembangkan; u. membina dan mengawasi pelaksanaan tugas bendahara desa diantaranya buku administrasi keuangan desa; v. mengkoordinasikan pelaksanaan penyelesaian tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi (TPTGR); w. membuat berita acara barang rusak/hilang untuk keperluan proses administrasi TPTGR; x. melaksanakan pembinaan/bimbingan/pengarahan kegiatan pekerjaan bendahara; y. mengelola sistem informasi manajemen keuangan desa; z. membantu sekretaris desa dalam melakukan verifikasi Surat Permintaan Pembayaran (SPP) dan Surat Pertanggung Jawaban (SPJ); dan aa. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Sekretaris Desa dan Kuwu. (3) Kepala Urusan Progam sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (2) huruf b mempunyai uraian tugas antara lain : a. menghimpun usulan program kerja dari pelaksana teknis dan pelaksana kewilayahan sebagai bahan pengkajian dalam penyusunan program dan penyelenggaraan pembangunan di desa; b. menyusun dan merumuskan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDesa); c. menyusun rancangan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPD) dalam skala tahunan sebagai penjabaran dari RPJMDesa ; d. menyiapkan bahan dalam penyusunan rancangan peraturan desa tentang Rencana Anggaran
Pendapatan dan Belanja Desa, perubahan APBDesa, dan pertanggungjawaban pelaksanaan APBDesa; e. menyiapkan bahan penyusunan dan evaluasi realisasi pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa dan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPD); f. menyajikan data pelaksanaan kegiatan Desa; g. penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan/program Pemerintah dan Pemerintah Daerah yang masuk ke desa; h. menyiapkan bahan dalam penyusunan laporan keterangan penyelenggaraan pemerintahan kepada BPD; i. menyiapkan bahan dalam penyusunan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa kepada Bupati; j. menyusun dan mengentri data profil desa online; k. mengelola data website desa dan sistem informasi manajemen keuangan desa; l. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Sekretaris Desa dan Kuwu. Bagian Ketiga Bendahara Pasal 9 (1) Pada sekretariat desa diangkat seorang bendahara. (2) Bendahara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) di jabat oleh staf pada Urusan Keuangan. (3) Bendahara sebagaimana dimaksud pada ayat (2) merupakan unsur perangkat desa. (4) Uraian tugas Bendahara Desa adalah sebagai berikut a. menerima, menyimpan, menyetorkan/membayar, menatausahakan, dan mempertanggungjawabkan penerimaan pendapatan desa dan pengeluaran pendapatan desa dalam rangka pelaksanaan APBDesa; b. mengadakan dan mengisi buku-buku administrasi keuangan desa. BAB V PELAKSANA TEKNIS Bagian Kesatu Umum Pasal 10
(1) Pelaksana teknis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) huruf b mempunyai fungsi melaksanakan tugas operasional dan bertanggungjawab langsung kepada kuwu. (2) Pelaksana teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri atas 3 (tiga) seksi yaitu : a. Seksi Pemerintahan dan Pembinaan Kemasyarakatan; b. Seksi Perekonomian dan Pembangunan; c. Seksi Pemberdayaan Masyarakat. (3) Pelaksana teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dipimpin oleh Kepala Seksi. Bagian Kedua Uraian Tugas Kepala Seksi Pasal 11 Kepala Seksi Pemerintahan dan Pembinaan Kemasyarakatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (2) huruf a, mempunyai uraian tugas antara lain: a. melaksanakan penataan administrasi pemerintahan desa; b. mengadakan kegiatan pencatatan mutasi tanah dan pencatatan administrasi pertanahan; c. menyusun konsep pengembangan tata ruang dan peta sosial Desa; d. melaksanakan administrasi penetapan dan penegasan batas Desa; e. mengembangkan sistem administrasi dan informasi Desa; f. mengadakan dan mengisi buku-buku administrasi penduduk dan sebagian buku-buku administrasi umum diantaranya : buku peraturan desa, buku peraturan bersama kuwu dan peraturan kuwu, buku keputusan kuwu, buku tanah di desa; g. melaksanakan dan memberikan pelayanan bidang kependudukan dan peristiwa kependudukan h. melaksanakan kegiatan pengadaan dan pengisian data papan monografi desa dan buku monografi desa; i. menyusun rancangan produk hukum desa baik berupa peraturan desa, peraturan kuwu, peraturan bersama kuwu atau keputusan Kuwu ; j. melaksanakan administrasi dan peningkatan penerimaan keuangan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan Pendapatan Asli Desa (PAD); k. melaksanakan pembinaan kerukunan antar umat beragama;
l. melaksanakan pembinaan keamanan dan ketertiban, memelihara perdamaian, menangani konflik dan melakukan mediasi di Desa; m. menyusun dan merumuskan laporan keterangan penyelenggaraan pemerintahan desa kepada BPD dan laporan penyelenggaraan pemerintahan desa kepada Bupati; n. memfasilitasi dan mengembangkan kerjasama antar desa; o. memfasilitasi penetapan Desa dalam keadaan darurat seperti kejadian bencana, konflik, rawan pangan, wabah penyakit, gangguan keamanan, dan kejadian luar biasa lainnya dalam skala desa; p. merencanakan, mengevaluasi dan mengendalikan pembangunan pos keamanan dan pos kesiapsiagaan lainnya sesuai dengan kebutuhan dan kondisi sosial masyarakat desa. q. menginventarisasi kegiatan dan personil keamanan lingkungan; r. menginventarisasi dan mengkoordinir kegiatan dan personil Linmas; s. melestarikan dan mengembangkan gotong royong masyarakat desa; t. melakukan tugas lain yang diberikan oleh Kuwu. Pasal 12 Kepala Seksi perekonomian dan pembangunan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (2) huruf b mempunyai tugas antara lain: a. melaksanakan pendataan dan pengklasifikasian tenaga kerja Desa, jumlah penduduk usia kerja, angkatan kerja, pencari kerja, dan tingkat partisipasi angkatan kerja; menurut lapangan pekerjaan jenis pekerjaan dan status pekerjaan; yang bekerja di luar negeri; b. melaksanakan pembangunan dan pemeliharaan kantor Desa; c. melaksanakan pembangunan dan pemeliharaan jalan Desa, jalan usaha tani dan embung desa; d. memfasilitasi pendataan dan renovasi rumah tidak layak huni di desa; e. membangun dan memelihara bangunan pendidikan anak usia dini milik desa; f. membangun dan mengembangkan sanggar belajar, sanggar seni budaya, dan perpustakaan Desa; g. memfasilitasi dan memotivasi terhadap kelompokkelompok belajar di Desa.
h. mengembangkan dan membangun Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) dan Pondok Persalinan Desa (Polindes); i. mengadakan dan mengisi buku-buku administrasi pembangunan dan buku inventaris hasil-hasil pembangunan; j. mengelola pemakaman desa dan petilasan; k. melaksanakan pembangunan dan pemeliharaan sanitasi lingkungan (persampahan melalui pengomposan, drainase skala tersier dan air limbah rumah tangga) ; l. merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi dan mengendalikan pembangunan air bersih berskala Desa, irigasi tersier, lapangan Desa, taman Desa, saluran air untuk pertanian; m. mengembangkan sarana dan prasarana produksi di desa; n. mengembangkan usaha mikro dan keuangan mikro berbasis desa; o. melaksanakan pembangunan dan mengelola lumbung pangan dan penetapan cadangan pangan Desa; p. memfasilitasi pendirian dan pengelolaan Badan Usaha Milik Desa; q. mengembangkan teknologi tepat guna pengolahan hasil pertanian dan perikanan serta sistem usaha produksi pertanian yang bertumpu pada sumberdaya, kelembagaan dan budaya lokal; r. melakukan tugas lain yang diberikan oleh Kuwu. Pasal 13 Kepala seksi pemberdayaan masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (2) huruf c mempunyai uraian tugas antara lain : a. menyusun program dan melakukan pelayanan kepada masyarakat di bidang pemberdayaan masyarakat dan kesejahteraan sosial; b. menyusun program dan membantu kegiatan zakat, infaq dan shodaqoh dan raskin; c. mengembangkan seni budaya lokal; d. memfasilitasi pembentukan lembaga kemasyarakatan dan lembaga adat; e. memfasilitasi pembentukan dan pemberdayaan kelompok-kelompok masyarakat di desa melalui: 1) kelompok tani; 2) kelompok seni budaya; dan 3) kelompok masyarakat lain di Desa. f. memfasilitasi pemberian santunan sosial kepada keluarga fakir miskin;
g. memfasilitasi dan memberdayakan kelompok-kelompok rentan, kelompok masyarakat miskin, perempuan, masyarakat adat, dan difabel/tidak mampu; h. memberikan pendampingan hukum kepada warga masyarakat Desa yang terkena kasus hukum; i. memfasilitasi penyelenggaraan promosi kesehatan dan gerakan/perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS); j. memfasilitasi pembentukan kader pembangunan dan pemberdayaan masyarakat; k. meningkatkan kapasitas masyarakat miskin melalui pelatihan usaha ekonomi Desa; l. mengembangkan dan mendayagunakan teknologi tepat guna; m. meningkatkan kapasitas masyarakat desa melalui: 1) kader pemberdayaan masyarakat Desa; 2) kelompok usaha ekonomi produktif; 3) kelompok perempuan; 4) kelompok tani; 5) kelompok masyarakat miskin; 6) kelompok pengrajin; 7) kelompok pemerhati dan perlindungan anak; 8) kelompok pemuda; dan 9) kelompok lain sesuai kondisi Desa. n. menyusun program dan pengumpulan bahan serta menyelenggarakan pengadministrasian di bidang kesejahteraan sosial. o. mengumpulkan dan mengolah data kesejahteraan rakyat termasuk data kesejahteraan sosial masyarakat yang meliputi data pendidikan, agama, kemiskinan, kesehatan, dan data kesejahteraan sosial lainnya ; p. menginventarisir sarana keagamaan di desa q. melakukan kerjasama dan kordinasi dengan MUI desa; r. melakukan pendataan dan pencatatan kelahiran dan kematian, nikah, talak, rujuk, cerai di desa; s. menampilkan data peta situasi/kondisi kesejahteraan sosial di desa, sesuai ketentuan yang berlaku; t. melaksanakan pembinaan terhadap pemberdayaan kesejahteraan keluarga di tingkat desa ; u. melaksanakan pembinaan dan fasilitasi penyiapan bahan koordinasi penyelenggaraan tugas-tugas pemeliharaan kesehatan masyarakat, penyuluhan kesehatan, lingkungan, pengawasan pangan, gizi keluarga dan
masyarakat, keluarga berencana, pendidikan, olah raga, pemuda dan pemberdayaan perempuan; v. memfasilitasi dan melakukan koordinasi pengelolaan dan pembinaan Posyandu w. melakukan tugas lain yang diberikan oleh Kuwu. BAB VI PELAKSANA KEWILAYAHAN Bagian Kesatu Umum Pasal 14 (1) Pelaksana kewilayahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) huruf c mempunyai fungsi melaksanakan tugas kewilayahan dan bertanggungjawab langsung kepada kuwu. (2) Pelaksana kewilayahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipimpin oleh seorang Kepala Dusun atau yang disebut dengan Kadus. Bagian Kedua Uraian Tugas Kepala Dusun Pasal 15 (1) Kepala dusun sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 ayat (2) mempunyai tugas antara lain : a. membantu Kuwu di wilayah Dusunnya dalam bidang pemerintahan, pemberdayaan masyarakat, pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan; b. memfasilitasi program dan kegiatan Desa yang ada di dusun; c. memfasilitasi pembinaan lembaga RT dan RW; d. menumbuhkembangkan swadaya dan gotong royong masyarakat; e. memfasilitasi musyawarah di tingkat dusun dan membawa aspirasi usulan program pembangunan dari tingkat dusun; f. membantu pencapaian target penerimaan PBB di tingkat dusun; g. melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kuwu.
(2) Kepala Dusun dalam melaksanakan tugasnya bertanggung jawab langsung kepada Kuwu. BAB VII KEKOSONGAN JABATAN DAN ALIH TUGAS PERANGKAT DESA Pasal 16 (1) Dalam hal terjadi kekosongan jabatan perangkat desa, maka tugas perangkat desa yang kosong dilaksanakan oleh pelaksana tugas yang memiliki posisi jabatan dari unsur yang sama. (2) Pelaksana tugas sebagimana di maksud pada ayat (1) ditetapkan oleh kuwu dengan surat perintah tugas yang tembusannya disampaikan kepada bupati melaui camat paling lambat 7 (tujuh) hari terhitungsejak tanggal surat penugasan. Pasal 17 (1) Perangkat desa dapat dialihtugaskan dalam jabatan berbeda dengan mempertimbangkan kinerja, kemampuan dan keahlian dlam bidang tugasnya. (2) Alih tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dengan Keputusan Kuwu. BAB VIII PERSYARATAN DAN PENGANGKATAN PERANGKAT DESA Bagian Kesatu Persyaratan Perangkat Desa Pasal 18 (1) Persyaratan perangkat desa yang baru mengacu kepada ketentuan pasal 14 Peraturan Bupati Cirebon Nomor 121 Tahun 2015 tentang Perangkat Desa. (2) Selain persyaratan perangkat desa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ada tambahan persyaratan sebagai berikut :
a. khusus untuk kepala urusan program, diutamakan menguasai dan mengoperasikan computer dan teknologi informasi. b. khusus kepala dusun harus bertempat tinggal atau berdomisili di dusun yang bersangkutan. Bagian Kedua Pengangkatan Perangkat Desa Pasal 19 (1) Kuwu mengundang BPD untuk didengar pertimbangannya mengenai rencana pengangkatan perangkat desa. (2) Kuwu melakukan penjaringan dan penyaringan calon perangkat Desa dengan membentuk Tim seleksi yang berasal dari unsur perangkat desa dan dapat berasal dari tokoh masyarakat atau lembaga kemasyarakatan dan ditetapkan dengan Keputusan Kuwu. (3) Tim Seleksi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) terdiri dari ketua, sekretaris dan minimal 1 ( satu) orang anggota; (4) Ketentuan lebih lanjut mengetahui tata cara penjaringan dan penyaringan atau seleksi perangkat desa diatur lebih lanjut dengan Peraturan Kuwu. (5) Calon perangkat desa yang telah lulus seleksi atau penyaringan, diangkat sebagai perangkat desa dengan keputusan kuwu setelah mendapat rekomendasi tertulis dari Camat. (6) Persyaratan dan mekanisme pengangkatan perangkat desa dikecualikan bagi perangkat desa yang telah ada dan akan dipindahtugaskan dalam jabatan baru atau dikukuhkan dalam jabatan yang sama berdasarkan hasil evaluasi kinerja perangkat desa. BAB IX KEWAJIBAN DAN LARANGAN PERANGKAT DESA Pasal 20 Perangkat Desa mempunyai kewajiban : a. memegang teguh dan mengamalkan Pancasila, melaksanakan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta mempertahankan dan memelihara keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia;
b. melaksanakan prinsip tata Pemerintahan Desa yang bersih dan bebas dari Kolusi, Korupsi dan Nepotisme; c. mentaati dan menegakan seluruh peraturan perundangundangan; d. menyelenggarakan administrasi pemerintahan desa yang baik; e. melaksanakan dan mempertanggungjawabkan tugas serta wewenangnya. Pasal 21 Perangkat Desa dilarang: a. merugikan kepentingan umum; b. membuat keputusan yang menguntungkan diri sendiri, anggota keluarga, pihak lain, dan/atau golongan tertentu; c. menyalahgunakan wewenang, tugas, hak, dan/atau kewajibannya; d. melakukan tindakan diskriminatif terhadap warga dan/atau golongan masyarakat tertentu; e. melakukan tindakan meresahkan sekelompok masyarakat Desa; f. melakukan kolusi, korupsi, dan nepotisme, menerima uang, barang, dan/atau jasa dari pihak lain yang dapat memengaruhi keputusan atau tindakan yang akan dilakukannya; g. menjadi pengurus partai politik; h. menjadi anggota dan/atau pengurus organisasi terlarang; i. merangkap jabatan sebagai ketua dan/atau anggota BPD, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi atau Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/Kota, dan jabatan lain yang ditentukan dalam peraturan perundangan-undangan; j. ikut serta dan/atau terlibat dalam kampanye pemilihan umum, pemilihan kepala daerah dan/atau pemilihan kuwu; k. melanggar sumpah/janji jabatan; dan l. meninggalkan tugas selama 60 (enam puluh) hari kerja berturut-turut tanpa alasan yang jelas dan tidak dapat dipertanggungjawabkan.
BAB X PEMBERIAN SANKSI DAN PEMBERHENTIAN PERANGKAT DESA Bagian Kesatu Umum Pasal 22 (1) Perangkat Desa yang tidak melaksanakan kewajiban sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20 dan melanggar larangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 dikenai sanksi administratif berupa : a. teguran lisan b. teguran tertulis. (2) Teguran lisan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a berupa teguran lisan secara tertulis. (3) Teguran tertulis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b berupa teguran tertulis kesatu, kedua dan ketiga. (4) Dalam hal sanksi administratif sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak dilaksanakan, dilanjutkan dengan tindakan pemberhentian sementara dan dapat dilanjutkan dengan pemberhentian. Bagian Kedua Tata Cara Pemberian Sanksi Pasal 23 (1) Kuwu melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pelaksanaan kewajiban dan larangan bagi perangkat desa sebagaimana dimaksud pada Pasal 20 dan Pasal 21 yang dituangkan hasilnya dalam berita acara. (2) Dalam hal hasil pembinaan dan pengawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ditemukan adanya dugaan pelanggaran terhadap larangan perangkat desa dan tidak melaksanakan kewajiban, maka Kuwu memberikan teguran lisan dan tertulis. (3) Teguran lisan dan tertulis sebagaimana dimaksud pada ayat (2), dilakukan paling banyak 3 (tiga) kali, dilakukan dengan urutan sebagai berikut : a. teguran lisan, berdasarkan hasil pembinaan dan pengawasan Kuwu;
b. teguran tertulis pertama dikeluarkan 15 (lima belas) hari setelah teguran lisan; c. teguran tertulis kedua dikeluarkan 15 (lima belas) hari setelah teguran pertama. d. teguran tertulis ketiga dikeluarkan 15 (lima belas) hari setelah teguran kedua. (4) Teguran-teguran sebagaimana dimaksud pada ayat (3), disampaikan kepada perangkat desa secara tertulis oleh Kuwu dan penyampaiannya harus disertai bukti atau tanda terima dari perangkat desa yang bersangkutan, atau pihak keluarga. (5) Dalam hal selama 15 (lima belas) hari sejak teguran ketiga sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf d, perangkat desa yang bersangkutan tetap tidak mengindahkannya, maka Kuwu melakukan konsultasi kepada Camat. (6) Hasil konsultasi sebagaimana dimaksud pada ayat (5) menjadi dasar penentuan tindakan selanjutnya. BAB XI PEMBERHENTIAN PERANGKAT DESA Pasal 24 (1) Perangkat Desa berhenti karena: a. meninggal dunia; b. atas permintaan sendiri; c. diberhentikan. (2) Perangkat Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c diberhentikan karena : a. telah berumur 60 (enam puluh) tahun; b. tidak dapat melaksanakan tugas secara berkelanjutan atau berhalangan tetap secara berturut-turut selama 6 (enam) bulan; c. tidak lagi memenuhi syarat sebagai Perangkat Desa; d. melanggar larangan bagi Perangkat Desa ; e. dinyatakan sebagai terpidana berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap. Pasal 25 Pemberhentian perangkat Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 dilaksanakan dengan mekanisme sebagai berikut: a. Kuwu melakukan konsultasi dengan camat mengenai pemberhentian perangkat Desa;
b. Berdasarkan hasil konsultasi tersebut, Camat memberikan rekomendasi tertulis mengenai pemberhentian perangkat Desa; dan c. Rekomendasi tertulis camat dijadikan dasar oleh Kuwu dalam pemberhentian perangkat Desa dengan keputusan Kuwu. Pasal 26 (1) Perangkat Desa yang tidak dapat melaksanakan tugas secara berkelanjutan atau berhalangan tetap secara berturut-turut selama 6 (enam) bulan sebagaimana dimaksud dalam pasal 24 ayat (2) huruf b, diberhentikan dengan hormat. (2) Tidak dapat melaksanakan tugas secara berkelanjutan atau berhalangan tetap sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah a. apabila perangkat desa menderita sakit yang mengakibatkan baik fisik maupun mental, tidak berfungsi secara normal yang dibuktikan dengan surat keterangan dokter yang berwenang; dan/atau b. apabila perangkat desa tidak diketahui keberadaannya yang dibuktikan dengan surat pernyataan dan/atau berita acara tidak diketahui keberadaannya dari pejabat Polisi Negara Republik Indonesia. (3) Kuwu melakukan konsultasi kepada Camat mengenai perangkat desa yang tidak melaksanakan tugas secara berkelanjutan atau berhalangan tetap sebagaimana dimaksud pada ayat (2) (4) Hasil konsultasi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) Camat memberikan rekomendasi. (5) Berdasarkan rekomendasi Camat, Kuwu memberhentikan perangkat desa sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dengan Keputusan Kuwu. Pasal 27 (1) Perangkat Desa dapat diberhentikan sementara apabila dinyatakan sebagai tersangka karena melakukan tindak pidana dengan ancaman hukuman paling singkat 5 (lima) tahun. (2) Pemberhentian sementara sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ditetapkan dengan Keputusan Kuwu setelah mendapat rekomendasi Camat.
Pasal 28 (1) Perangkat Desa diberhentikan apabila terbukti melakukan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (1), berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap. (2) Pemberhentian sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ditetapkan dengan Keputusan Kuwu. Pasal 29 Perangkat Desa yang diberhentikan sementara sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 27 ayat (1), apabila setelah melalui proses peradilan ternyata terbukti tidak bersalah berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap paling lambat 30 (tiga puluh) hari sejak diterimanya putusan pengadilan, Kuwu wajib merehabilitasi dan mengaktifkan kembali Perangkat Desa yang bersangkutan. Pasal 30 Apabila Perangkat Desa diberhentikan sementara, maka tugas dan kewajiban perangkat desa yang bersangkutan dirangkap oleh salah satu perangkat desa yang dianggap mampu dan ditetapkan dengan Keputusan Kuwu. BAB XII PEMBIAYAAN Pasal 31 (1) Pembiayaan dalam rangka pelaksanan tugas Kuwu dan perangkat desa berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa yang sumbernya dapat berasal dari kelompok transfer, kelompok pendapatan asli desa maupun pendapatan lain-lain. (2) Perangkat desa berhak menerima penghasilan tetap setiap bulan, tambahan penghasilan, tunjangan, tambahan tunjangan dari hasil pengelolaan tanah kas desa dan penerimaan lainnya yang sah yang besarannya ditetapkan setiap tahun dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa. BAB XIII UNSUR STAF PERANGKAT DESA Pasal 32
(1) Kuwu dapat mengangkat unsur staf Perangkat Desa apabila diperlukan yang ditetapkan dengan Keputusan Kuwu. (2) Unsur staf sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah untuk membantu Kepala Urusan, Kepala Seksi, dan Kepala Kewilayahan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan keuangan desa. (3) Unsur Staf perangkat desa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berhak mendapat honor dan atau penerimaan lainnya yang sah disesuaikan dengan kemampuan keuangan desa. BAB XIV TATA KERJA Pasal 33 (1) Pelaksanaan fungsi dan wewenang desa, kegiatan administrasi diselenggarakan oleh Sekretariat, kegiatan operasional diselenggarakan oleh pelaksana teknis, dan tugas kewilayahan dilaksanakan oleh pelaksana kewilayahan. (2) Hubungan kerja Kuwu dengan Sekretaris Desa adalah hierarki, pembinaan dan pengawasan. (3) Hubungan kerja Kuwu dengan lembaga kemasyarakatan adalah kemitraan, konsultatif, administratif, pembinaan dan evaluasi. (4) Hubungan kerja Kuwu dengan lembaga lainnya adalah konsultatif dan pembinaan. (5) Sekretaris Desa, kepala urusan, kepala seksi dan kepala dusun dalam melaksanakan tugasnya bertanggung jawab secara berjenjang kepada atasan langsung masing-masing dan wajib melaksanakan prinsip koordinasi, integrasi, dan sinkronisasi. Pasal 34 Dalam hal Kuwu berhalangan tidak lebih dari 2 (dua) hari, Kuwu menunjuk Sekretaris Desa untuk melaksanakan tugas Kuwu. BAB XV KETENTUAN PERALIHAN
Pasal 35 Pada saat Peraturan Desa ini berlaku, maka: (1) Perangkat Desa yang ada tetap melaksanakan tugas sampai dengan habis masa tugasnya. (2) Hak dan kedudukan keuangan perangkat desa dengan nomenklatur jabatan yang baru sesuai dengan ketentuan peraturan desa ini mulai berlaku sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. (3) Bendahara Desa yang ada saat ini tetap melaksanakan tugasnya sepanjang memenuhi persyaratan berdasarkan ketentuan Peraturan Desa ini. BAB XVI KETENTUAN PENUTUP Pasal 36 Peraturan Kuwu tentang Tata Cara Penjaringan dan penyaringan atau seleksi perangkat desa Cisaat sebagai pelaksanaan dari peraturan desa ini harus ditetapkan paling lama 1 (Satu) bulan terhitung sejak peraturan desa ini diundangkan. Pasal 37 Dengan berlakunya Peraturan Desa ini, maka Peraturan Desa Cisaat Nomor 04 Tahun 2012 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Pemerintah Desa Cisaat dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Pasal 38 Peraturan Desa ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. Agar setiap orang dapat mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Desa ini dengan penempatannya dalam Lembaran Desa Cisaat. Ditetapkan di Cisaat pada tanggal : Januari 2016 KUWU CISAAT Ttd Diundangkan di Cisaat pada tanggal : Januari 2016 R A S W A N
SEKRETARIS DESA CISAAT R U S T A M LEMBARAN DESA CISAAT KECAMATAN WALED TAHUN 2016 NOMOR 01 SERI E.1