PERCOBAAN 6 TELEPONI MULTIUSER

dokumen-dokumen yang mirip
PERCOBAAN 1 SUBSCRIBER MATCHING UNIT

Oleh: Mike Yuliana PENS-ITS

Oleh: Mike Yuliana PENS-ITS

PESAWAT TELEPON. Komponen-komponen Pesawat Telepon. Fungsi Pesawat Telepon. Basic Call Setup

PERTEMUAN 10 TEKNIK PENSINYALAN

PERCOBAAN 6 INTEGRASI LENGKAP SENTRAL DIGITAL

Modul 2 Peralatan Telepon dan Call Setup

RANCANG BANGUN VISUALISASI CALL SETUP UNTUK MODUL PEMBELAJARAN SISTEM TELEPON

STUDI ANALISIS PERANGKAT SISTEM SWITCHING TELEPHONE TRAINER B4620 (Untuk Laboratorium Telematika Departemen Teknik Elektro)

BAB V SIGNALING. (CAS dan CCS7 Lihat Software) Oleh : Suherman, ST.

Telepon secara konvensional adalah untuk komunikasi suara, namun demikian telah banyak telepon yang difungsikan untuk komunikasi data.

PERCOBAAN 2 MULTIFREQUENCY RECEIVER UNIT. Tabel 2.1. Kombinasi 2 Frekuensi pada Metode DTMF

PERCOBAAN 5 SWITCHING NETWORK DENGAN SIMULASI PC

PERCOBAAN 2. MULTIPLEXER/DEMULTIPLEXER UNIT dan SWITCHING NETWORK UNIT

TELEPHONE. Oleh Kholistianingsih, S.T., M.Eng.

ANALISA JALUR EKSTENSION PADA PABX PANASONIC SERI KXT - 206SBX

TEKNIK TELEKOMUNIKASI DASAR. Kuliah 7 Telefoni

ANALISA RANGKAIAN CENTRAL OFFICE LINE INTERFACE PADA PRIVATE AUTOMATIC BRANCH EXCHANGE PANASONIC KX-T206SBX

HASIL DAN PEMBAHASAN. Mulai. Baca status register. Tulis control register dengan data 00H. Tulis control register dengan data 00H

ANALISA RANGKAIAN CENTRAL OFFICE LINE INTERFACE PADA PRIVATE AUTOMATIC BRANCH EXCHANGE PANASONIC KX-T206SBX

Setelah mempelajari bagian ini diharapkan dapat: Memahami prinsip switching mekanik pada telepon Memahami prinsip switching elektronik pada telepon

Faculty of Electrical Engineering BANDUNG, 2015

PERCOBAAN 5 SERVICE RESTRICTION CLASS

BAB I PENGANTAR SISTEL

Integrated Telephone System. No. model S88 Caller ID dan Speakerphone Sistem FSK / DTMF. Petunjuk Penggunaan BACALAH PETUNJUK INI DAN SIMPAN

SIGNALLING. Ade Nurhayati, ST, MT

BAB II LANDASAN TEORI

Komputer, terminal, telephone, dsb

PERCOBAAN 1 INSTALASI IVR SERVER

ANALYSIS OF CENTRAL OFFICE LINE INTERFACE CIRCUIT WITH PRIVATE AUTOMATIC BRANCH EXCHANGE PANASONIC KX-T206SBX. Farrih Mustafid, Dr.

This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version -

P A B X (Private Automatic Branch Exchange)

PROSES PENSINYALAN PADA SENTRAL DIGITAL SPC

Percobaan 1. Pengenalan IVR (Interactive Voice Response) dan Sample Program

a b c Gambar 1 DT-BASIC Nano System (a), DT-BASIC Micro System (b), DT-BASIC Mini System (c), de KITS Phone Interface ver 2.0 (d)

DT-51 Application Note

BAB I SENTRAL TELEPON

MODEL: C 515 PETUNJUK PENGGUNAAN. Cordless Telephone

ANALISA JALUR EKSTENSION PADA PRIVATE AUTOMATIC BRANCH EXCHANGE PANASONIC SERI KXT - 206SBX

PETUNJUK PENGGUNAAN MODEL: S 91 TELEPON STANDAR. Bacalah petunjuk ini dan simpan.

BLOK DIAGRAM DAN GAMBAR RANGKAIAN

TEKNIK SWITCHING SENTRAL SPC DAN KONFIGURASI ELEMEN KONTROL

PERANCANGAN OVERHANDLE SYSTEM PADA KASUS KESALAHAN PELETAKAN GAGANG TELEPON

BAB III TEORI DASAR SENTRAL TELEPON DIGITAL. 3.1 Sejarah Perkembangan Teknologi Sentral Telepon Digital

Memahami proses switching dalam sistem telepon Memahami rangkaian switching yang digunakan dalam sistem komunikasi telepon Menjelaskan aplikasi dan

BAB IV ANALISIS DAN PENGUJIAN. Pada bab ini akan dijelaskan mengenai pengujian terhadap keseluruhan

BAB III RANCANG BANGUN SISTEM PENSINYALAN PELANGGAN PLC

BAB III SENTRAL TELEPON DIGITAL EWSD. Electronic Wahler System Digital (EWSD) atau Digital Electronic Switching

PETUNJUK PENGGUNAAN C555

PETUNJUK PENGGUNAAN C575. Bacalah buku petunjuk ini dan simpan. Isilah baterai selama 12 jam sebelum digunakan untuk pertama kalinya.

PERCOBAAN 4 PEMROGRAMAN PENOMORAN DI PABX

PETUNJUK PENGGUNAAN MODEL: S 95 TELEPON CALLER ID. Bacalah petunjuk ini dan simpan

Powered by Upload By - Vj Afive -

PERCOBAAN 3 MULTIPLEXER/DEMULTIPLEXER UNIT 3.3. PENJELASAN SINGKAT TENTANG MODUL

Modul 4 Teknik Pensinyalan dan Penomoran

Program Lanjut Jenjang PJJ Akatel - PENS. PENS-Akatel. Modul 2-2 Jaringan Teleponi. Prima Kristalina PENS (November 2014)

PERCOBAAN 10 PEMROGRAMAN OUTGOING DAN INCOMING CALL

Adapun kelengkapan-kelengkapan yang terdapat dalam PABX antara lain:

Petunjuk Penggunaan. No. model S752 Caller ID dan Speakerphone Sistem FSK / DTMF. Integrated Telephone System BACALAH PETUNJUK INI DAN SIMPAN

BAB 4 PENGUJIAN ALAT DAN ANALISA

DIGITAL LINE UNIT (DLU) PADA SENTRAL SWITCHING ELECTRONIC WAHLER SYSTEM DIGITAL (EWSD) PT.TELKOM TBK REGIONAL PANGKALPINANG

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM

Makalah Seminar Kerja Praktek Analisa Kegagalan Panggil Pada Sentral Telepon Digital

Program Studi S1 - Teknik Telekomunikasi Jurusan Teknik Elektro Institut Teknologi Telkom BANDUNG, 2012

LAYANAN PENGUMPULAN PENDAPAT (POLLING) BERBASIS DUAL TONE MULTI FREKUENSI (DTMF)

I.PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

S77. Anda dapat mengatur volume ring dari HI/LOW dengan cara menggeser saklar yang ada di unit induk.

PEMANFAATAN PABX DAN LINE TELEPON SEBAGAI JALUR TRANSMISI UNTUK PERINGATAN DINI KEBAKARAN. Darmawan Utomo Hananto Nugroho Handoko.

DESAIN SISTEM INFORMASI BIRO ADMINISTRASI AKADEMIK DAN KEMAHASISWAAN (BAAK) UNM VIA TELEPON

Bacalah buku petunjuk ini dan simpan

Petunjuk Penggunaan. No. model S767 Caller ID dan Speakerphone Sistem FSK / DTMF. Integrated Telephone System BACALAH PETUNJUK INI DAN SIMPAN

S7281. Anda dapat mengatur volume ring dari HI/LOW dengan cara menekan tombol VOLUME.

Bab 9. Circuit Switching

Desain Mesin Penjawab Dan Penyimpan Pesan Telepon Otomatis

Petunjuk Penggunaan. No. model S769 Caller ID dan Speakerphone Sistem FSK / DTMF. Integrated Telephone System BACALAH PETUNJUK INI DAN SIMPAN

PENGENDALI PERALATAN RUMAH TANGGA MENGGUNAKAN TELEPON SELULER BERBASIS MIKROKONTROLER

Dasar Pensinyalan Sisi CPE

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Telekomunikasi mempunyai peran penting dalam kehidupan manusia. Selain

KODE MODUL TS.006 SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN BIDANG KEAHLIAN TEKNIK TELEKOMUNIKASI PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK SUITSING.

PERCOBAAN 9 RANGKAIAN COMPARATOR OP-AMP

Oleh: Mike Yuliana PENS-ITS

BUKU PETUNJUK TINGKAT DASAR INSTALASI PL2AC2 PHONE LINE TO AUDIO CONVERTER release 3

S7282. Anda dapat mengatur volume ring dari HI/LOW dengan cara menekan tombol VOLUME.

ISDN. (Integrated Service Digital Network) -Overview - Prima K - PENS Jaringan Teleponi 1 1

RANCANG BANGUN SISTEM BILLING TELEPON BERBASIS VoIP

PABX DAN CENTREX. Mike Yuliana PENS-ITS

BAB II LANDASAN TEORI

PERCOBAAN 4 PEMROGRAMAN OUTGOING CALL

PETUNJUK PENGGUNAAN (MANUAL) DAN KARTU JAMINAN / GARANSI DALAM BAHASA INDONESIA BAGI PRODUK ELEKTRONIKA PT. DAMAI SEJATI. Gedung Sastra Graha Lantai 3

SWITCHING & JARINGAN

Petunjuk Penggunaan. No. model S778 Caller ID dan Speakerphone Sistem FSK / DTMF. Integrated Telephone System BACALAH PETUNJUK INI DAN SIMPAN

IMPLEMENTASI SISTEM STEP by STEP SWITCHING MENGGUNAKAN KOMPONEN TERINTEGRASI

VoIP. Merupakan singkatan dari Voice over Internet Protocol.

KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA RI DIREKTORAT JENDERAL POS DAN TELEKOMUNIKASI '7?u'r4/e2'7/la47-a.aa/ot?"r.fo+'r-*z;?

SISTEM PABX ERICSSON MD110 BC9 PT PERTAMINA (PERSERO) REFINERY UNIT IV CILACAP

Protokol WAN. No. Exp : 6 Nilai dan Paraf :

TEKNIK SWITCHING DLM SISTEM TELEPON

BAB II LANDASAN TEORI

Transkripsi:

PERCOBAAN 6 TELEPONI MULTIUSER 6.1. Tujuan : Setelah melaksanakan praktikum ini mahasiswa diharapkan mampu : Memahami struktur sentral analog dengan banyak user Mengenal istilah off hook, congestion, alerting, invalid number, junctor Mengenal nada-nada yang dibangkitkan sentral : dial tone, engaged / busy tone, equipment engaged tone, number unobtainable tone. 6.2. Peralatan : Modul Trainer Telephony System Tutorial TST 298 PC dengan DOS Operating System Oscilloscope 6.3. Teori : Sebuah sentral telepon analog terdiri dari bagian-bagian sebagai berikut : bagian pensinyalan (tone generator module), bagian penerima digit (digit receiver module), bagian interface rangkaian (line circuit module) serta bagian penyambungan (switching matrix module). Bagian-bagian ini saling menunjang di dalam melayani sambungan antar pelanggan. Tone Generator module berfungsi membangkitkan nada-nada yang diperlukan sentral untuk menandai pelanggannya akan adanya sambungan. Module ini terdiri dari pembangkit dial tone, ring tone, engaged tone, alerting signal dan number unobtainable tone. Dial tone adalah nada yang dibunyikan sentral saat pemanggil mengangkat handset (off hook). Nada ini diberikan bersamaan dengan pemberian DC Signaling untuk catu daya pelanggan. Dial tone memiliki kombinasi frekuensi 350 Hz 71

dan 440 Hz. Engaged tone / busy tone adalah nada yang diberikan sentral kepada pemanggil saat yang dipanggil (pelanggan atau sentralnya) sibuk. Nada ini merupakan kombinasi frekuensi 480 Hz dan 620 Hz yang On selama 0,5 detik dan Off selama 0,5 detik. Alerting signal merupakan sinyal yang diberikan kepada pelanggan setelah selesai menekan digit tujuan. Alerting signal diberikan bersamaan dengan dimulainya ring tone ke pelanggan tujuan dan ring back tone ke pelanggan pemanggil. Jenis-jenis Pensinyalan ditunjukkan pada Tabel 6.1. Seluruh nada yang dibangkitkan pada sistim pensinyalan ini berada dalam range frekuensi suara 300 sampai 3400 Hz, sehingga bisa didengar oleh telinga manusia. Tabel 6.1. Jenis-jenis Pensinyalan Frekuensi (Hz) Waktu On Waktu Off Nada (detik) (detik) Dial 350+440 Kontinyu - Busy / engaged 480+620 0,5 0,5 Ringback, normal 440+480 2 4 Ringback, PABX 440+480 1 3 Congestion (toll) 480+620 0,2 0,3 Receiver off hook 1400+2060+2450+2600 0,1 0,1 Number Unobtainable (NU) 200 hingga 400 Kontinyu, termodulasi FM dengan kecepatan 1 Hz Digit Receiver Module digunakan untuk menerima urutan digit nomor yang ditekan oleh pemanggil. Sentral analog ini masih menggunakan pulse dialing untuk penekanan masing-masing digitnya. Urutan digit yang ditekan pemanggil dikirim ke sentral dalam bentuk urutan sejumlah pulsa. Setiap digit dikonversikan dalam urutan pulsa yang jumlahnya sama dengan besarnya digit tersebut. Contoh digit 6 72

dikonversikan menjadi pulsa sebanyak 6 buah pulsa yang berurutan. Pulsa antara satu digit dengan digit berikutnya dinamakan inter train pause. space Inter train pause Inter train pause mark Digit ke-1 Digit ke-2 Dialing pulse Gambar 7.1. Urutan Pulsa Line Interface Circuit merupakan terminal dari jalur-jalur pelanggan yang terhubung ke sentral. Pada sentral yang sesungguhnya, bagian ini dinamakan sebagai Main Distribution Frame (MDF). Pada modul ini, lampu indicator akan menyala setiap ada pelanggan yang angkat handset, menandakan bahwa jalur tersebut sedang digunakan oleh pelanggan. Switching Matrix Module adalah bagian dari sentral yang berfungsi menyambungkan antara jalur pelanggan satu dengan pelanggan lainnya melalui sebuah junctor. Junctor adalah switch yang berada pada persambungan antara rangkaian pelanggan satu dengan pelanggan lainnya. Jumlah junctor yang tersedia pada sentral jauh lebih sedikit daripada jumlah jalur pelanggannya. Pada modul ini disediakan 3 buah junctor (J0, J1 dan JE) untuk 7 jalur pelanggan yang tersedia. JE hanya digunakan untuk menghubungkan saluran ke pembangkit engaged tone. Jika sebuah junctor sedang digunakan, maka pelanggan yang lain tidak dapat menggunakan junctor tersebut, namun dapat menggunakan junctor yang masih bebas. Kondisi Congestion terjadi saat sentral tidak dapat menyambungkan pelanggan-pelanggannya. Kondisi ini terjadi karena seluruh junctor yang tersedia pada sentral sudah terpakai. Saat kondisi congestion terjadi, pemanggil akan mendengar equipment engaged tone, yaitu nada yang bunyinya sama dengan nada sibuk (busy tone). 73

Kondisi Number Unobtainable (NU) adalah kondisi dimana pemanggil memanggil nomor yang tidak terdaftar pada sentral. Sentral terlebih dahulu akan mencari di dalam database pelanggannya, jika nomor yang dipanggil tidak ada, maka sentral akan membunyikan nada NU yang kombinasinya seperti ditunjukkan pada Tabel 6.1. 6.4. Prosedur Percobaan : Prosedur Awal 1. Rangkailah trainer TST 298 seperti pada gambar 6.2. Perhatikan urutan dari rangkaian tersebut, jangan di-bolak-balik. 2. Hubungkan handset-handset ke jalur 2,3,4,5,6 dan 7 pada Line Circuit Module. 3. Nyalakan power supply TST 298F dan DCS 287M, serta nyalakan komputer. Aktifkan program PHONE. Pilih menu ke-2. Automatic Run. Jawab pertanyaan Use System Defined Numbers? (Y/N) dengan menekan Y. Selanjutnya, pada display komputer akan nampak seperti gambar 7.3. 4. Hubungkan channel 1 dari oscilloscope ke EN 0 pada Line Circuit Module. 74

PC TONE GENERATOR TST 298E LINE CIRCUITS TST 298A DIGIT RECEIVER TST 298B SWITCH MATRIX TST 298C CONTROL INTERFACE TST 298D Kabel Power Supply 10 way 20 way 16 way 26 way Gambar 6.2. Rangkaian Trainer TST 298 Pada gambar 6.3, ada dua nomor telepon yaitu Directory NOS (Number of System) dan Equipment NOS. Equipment NOS adalah nomor yang digunakan dalam sentral sendiri (nomor alias dari jalur pelanggan). Sedangkan Directory NOS adalah nomor yang diberikan sentral kepada pelanggan (disebut nomor pelanggan) Pengamatan #1. Panggilan yang berhasil 1. Angkat handset nomor 12. Hubungi nomor 15. Amati dan catat nilai-nilai yang yang terjadi saat itu. 2. Pelanggan 15 angkat handset dan terjadi percakapan. Amati dan catat nilai-nilai yang yang terjadi. 75

3. Salah satu pelanggan menutup handset. Amati dan catat nilai-nilai yang yang terjadi. 4. Kedua pelanggan menutup handset dan release saluran. Amati dan catat nilainilai yang ditunjukkan pada display komputer pada setiap kejadian dan proses apa saja yang terjadi. DIRECTORY NOS 10 11 12 13 14 15 16 17 EQUIPMENT NOS 0 1 2 3 4 5 6 7 OFF-HOOK MAP 0 0 0 0 0 0 0 0 BUSY LINE MAP 0 0 0 0 0 0 0 0 SWITCH J0 0 0 0 0 0 0 0 0 J1 0 0 0 0 0 0 0 0 JE 0 0 0 0 0 0 0 0 TONES 0 MF 0 RT 0 NU 0 DT 0 MF 0 RT 0 NU 0 DT JUNCT STATE 0 JUNCTOR 0 JUNCTOR 1 CALLING LINE CALL STATE FIRST DIGIT SECOND DIGIT REQUIRED LINE ALERTING MAP 0 0 0 0 0 0 0 0 CONGESTION MAP Gambar 6.3. Display Automatic Run 76

Pengamatan #2. Number Unobtainable 1. Angkat handset nomor 12. Hubungi nomor 26. Amati dan catat nilai-nilai yang yang terjadi saat itu. Pengamatan #3. Busy(Engaged) 1. Angkat handset nomor 16. 2. Angkat handset nomor 12. Hubungi nomor 26. Amati dan catat nilai-nilai yang yang terjadi saat itu. Pengamatan #4. Congestion 1. Angkat handset nomor 16. Amati apa yang terjadi 2. Angkat handset nomor 12. Amati apa yang terjadi 3. Angkat handset nomor 11. Amati apa yang terjadi 4. Tutup handset nomor 16 dan amati apa yang terjadi. Jelaskan proses apa yang terjadi saat ini. Pengamatan #5. Nada-nada Telepon Amati dan Gambarkan sinyal telepon yang dibangkitkan Tone generator, dimana nada-nada tersebut meliputi: - Dial tone - Ring tone - Number unobtainable tone - Busy Tone - Congestion tone 77

6.5. Pertanyaan & Tugas : 1. Jelaskan pengertian dari nada-nada berikut ini : a. dial tone b. ring tone c. engaged tone d. number unobtainable tone e. equipment engaged tone 2. Untuk setiap nada pada pertanyaan 1, jelaskan kapan nada tersebut dimulai dan kapan berhentinya. 3. Jelaskan dalam situasi apa saja sebuah sentral tidak dapat melayani permintaan sambungan dari pelanggan. 4. Apa fungsi dari junctor? 5. Apa yang dimaksud dengan congestion? 6. Sebuah sentral terdiri dari pelanggan-pelanggan dengan nomor telepon 10 s/d 17. Jika seorang pelanggan dengan nomor telepon 12 ingin menghubungi nomor berikut ini : - Nomor telepon 10 - Nomor telepon 12 - Nomor telepon 19 Tuliskan urutan nada apa saja yang diterima untuk setiap nomor di atas yang dihubungi. 78

LEMBAR KERJA PERCOBAAN 6 TELEPONI MULTIUSER Pengamatan #1. Panggilan yang berhasil 1. Angkat handset nomor 12. Amati dan catat Amati dan catat nilai-nilai yang yang terjadi saat itu. 2. Hubungi nomor 15, dengan cara melalui penekanan nomor. Amati dan catat nilai-nilai yang ditunjukkan pada display komputer pada setiap kejadian dan proses apa saja yang terjadi saat itu. 79

3. Pelanggan 15 angkat handset dan terjadi percakapan. Amati dan catat nilainilai yang ditunjukkan pada display komputer pada setiap kejadian dan proses apa saja yang terjadi. 4. Salah satu pelanggan menutup handset. Amati dan catat nilai-nilai yang yang terjadi. 80

5. Kedua pelanggan menutup handset dan release saluran. Amati dan catat nilainilai yang ditunjukkan pada display komputer pada setiap kejadian dan proses apa saja yang terjadi. Pengamatan #2. Number Unobtainable 1. Angkat handset nomor 12. Amati dan catat Amati dan catat nilai-nilai yang yang terjadi saat itu. 81

2. Hubungi nomor 26, dengan cara melalui penekanan nomor. Amati dan catat nilai-nilai yang ditunjukkan pada display komputer pada setiap kejadian dan proses apa saja yang terjadi saat itu. 3. Pelanggan 12 menutup handset dan release saluran. Amati dan catat nilainilai yang ditunjukkan pada display komputer pada setiap kejadian dan proses apa saja yang terjadi. 82

Pengamatan #3. Busy(Engaged) 1. Angkat handset nomor 16. Amati dan catat Amati dan catat nilai-nilai yang yang terjadi saat itu. 2. Angkat handset nomor 12. Amati dan catat nilai-nilai yang ditunjukkan pada display komputer pada setiap kejadian dan proses apa saja yang terjadi saat itu. 83

3. Dari handset nomor 12 hubungi nomor 16, dengan cara melalui penekanan nomor. Amati dan catat nilai-nilai yang ditunjukkan pada display komputer pada setiap kejadian dan proses apa saja yang terjadi saat itu. 4. Pelanggan 12 menutup handset dan release saluran. Amati dan catat nilai-nilai yang ditunjukkan pada display komputer pada setiap kejadian dan proses apa saja yang terjadi 84

Pengamatan #4. Congestion 1. Angkat handset nomor 16. Amati dan catat Amati dan catat nilai-nilai yang yang terjadi saat itu. 2. Angkat handset nomor 12. Amati dan catat Amati dan catat nilai-nilai yang yang terjadi saat itu. 85

3. Angkat handset nomor 11. Amati dan catat Amati dan catat nilai-nilai yang yang terjadi saat itu. 4. Tutup handset nomor 16. Amati dan catat Amati dan catat nilai-nilai yang yang terjadi saat itu. 86

Pengamatan #5. Nada-nada Telepon Amati dan Gambarkan sinyal telepon yang dibangkitkan Tone generator, dimana nada-nada tersebut meliputi: - Dial tone - Ring tone - Number unobtainable tone - Busy Tone - Congestion tone 87