ATM (ASYNCHRONOUS TRANSFER MODE)

dokumen-dokumen yang mirip
ATM (ASYNCHRONOUS TRANSFER MODE)

ASYNCHRONOUS TRANSFER MODE (ATM)

BAB II DASAR TEORI. Jaringan Asynchronous Transfer Mode (ATM) merupakan jaringan

Jaringan Komputer I. Materi 9 Protokol WAN

ANALISIS KINERJA JARINGAN ATM MENGGUNAKAN SIMULATOR OPNET OLEH: APRIAL UMARDI

ATM (Asychronous Transfer Mode)

ATM (Asynchronous Transfer Mode)

BAB II DASAR TEORI. Gambar 2.1 Sel ATM. Universitas Sumatera Utara

DASAR TEKNIK TELEKOMUNIKASI

A I S Y A T U L K A R I M A

WAN. Karakteristik dari WAN: 1. Terhubung ke peralatan yang tersebar ke area geografik yang luas

ISDN. (Integrated Service Digital Network) -Overview - Prima K - PENS Jaringan Teleponi 1 1

WAN (Wide Area Network)

~ By : Aprilia Sulistyohati, S.Kom ~

1. Adanya pertumbuhan permintaan komunikasi suara, data dan gambar. 2. Perlunya kesederhanaan, fleksibilitas dan biaya yang

BAB 4 PERANCANGAN. 4.1 Perancangan dan Analisa Skenario

Oleh: Mike Yuliana PENS-ITS

BAB IV IMPLEMENTASI METRO ETHERNET NETWORK

Teknologi Telekomunikasi

- 1 - Frame Relay. Fitur Frame Relay. Beberapa fitur frame relay adalah sebagai berikut: 1. Kecepatan tinggi. 2. Bandwidth Dinamik

Memahami proses switching dalam sistem telepon Memahami rangkaian switching yang digunakan dalam sistem komunikasi telepon Menjelaskan aplikasi dan

ANALISIS KUALITAS LAYANAN VIDEO PADA JARINGAN ATM DENGAN MULTIPROTOCOL LABEL SWITCHING

ANALISA PERFORMANSI APLIKASI VIDEO CONFERENCE PADA JARINGAN MULTI PROTOCOL LABEL SWITCHING [MPLS] ANITA SUSANTI

DAFTAR ISI v. ABSTRAK.. i ABSTRACK. ii KATA PENGANTAR... iii DAFTAR ISI. DAFTAR GAMBAR viii DAFTAR TABEL. x BAB I PENDAHULUAN BAB II TEORI PENUNJANG

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar belakang. Semua bidang usaha di dunia ini menerapkan teknologi informasi dalam

ANALISIS LAYANAN VIDEO PADA JARINGAN ATM DENGAN MULTIPROTOCOL LABEL SWITCHING

Overview. Tujuan. Pengantar. Pengantar 12/10/2016. Pertemuan ke 10

Large Scale Networks: Switching & Forwarding (Week 5)

Badiyanto, S.Kom., M.Kom. Refrensi : William Stallings Data and Computer Communications

PERENCANAAN PELANGGAN HDSL PADA JARINGAN ASYNCHRONOUS TRANSFER MODE

Analisis Perbandingan Performansi Server VoIP. berbasis Parallel Processing

Jaringan Telekomunikasi dan Informasi FEG2E3

Frame Relay. Tugas Mata Kuliah Jaringan Akses. disusun oleh: Sentanu Eddy Pramandang

BAB II ASYNCHRONOUS TRANSFER MODE (ATM) Teknik menstransfer ini menjelaskan cara pengguna jaringan memuat

DAFTAR ISTILAH. : perkumpulan dari ethernet service switch yang. Ethernet. interface yang berupa ethernet.

Rancang Bangun RTP Packet-Chunk De-encapsulator Data AV Stream Format RTP Sebagai Terminal Access Multi-Source Streaming Server

KUALITAS LAYANAN. Budhi Irawan, S.Si, M.T

JARINGAN DAN LAYANAN KOMUNIKASI. Program Studi Teknik Telekomunikasi Jurusan Teknik Elektro Sekolah Tinggi Teknologi Telkom 2006

Bab 1. Pengenalan. William Stallings Komunikasi Data dan Komputer

BAB II GAMBARAN UMUM OBJEK. Aplikasi dan layanan yang menggunakan jaringan komputer terus

Performance Analysis of VoIP-SIP using RSVP on a Proxy Server

ANALISIS KINERJA BASIC RATE ACCESS (BRA) DAN PRIMARY RATE ACCESS (PRA) PADA JARINGAN ISDN

SOAL-SOAL UTS JARINGAN KOMPUTER

TRAFFIC MANAGEMENT (Quality of Service & Congestion Control) Definisi Traffic Management

PENGUKURAN QoS (Quality of Service) pada STREAMING SERVER

Mengenal Komunikasi Data Melalui Layer OSI & TCP/IP

BAB III TEORI PENDUDUKUNG

PACKET SWITCHING. Rijal Fadilah

BAB III TOPOLOGI JARINGAN FRAME RELAY DAN VPN IP PT. TELKOM INDONESIA

Integrasi Aplikasi Voice Over Internet Protocol (VOIP) Dengan Learning Management System (LMS) Berbasis

Jaringan Komputer Data Link Control Data L

PERENCANAAN DAN IMPLEMENTASI VIDEO CONFERENCEVPADA LOCAL AREA NETWORK

XIII. PENGEMBANGAN JARINGAN KOMPUTER

Materi 1. Pendahuluan

Datarate (bandwidth) Layout jaringan (topologi) Single atau multiple kanal komunikasi.

ANALISA APLIKASI VOIP PADA JARINGAN BERBASIS MPLS

Wide Area Network [WAN]

VoIP. Merupakan singkatan dari Voice over Internet Protocol.

Materi 7 Layer 4 Transport

Fungsi Lapis Transport

Simulasi Pengukuran Quality Of Service Pada Integrasi Internet Protocol Dan Asynchronous Transfer Mode Dengan Multiprotocol Label Switching (MPLS)

B A B IX MODEL OSI (OPEN SYSTEMS INTERCONNECTIONS)

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

Muhamad Husni Lafif. TCP/IP. Lisensi Dokumen: Copyright IlmuKomputer.

Pada gambar 2.1, terdapat Customer Premises Equipment (CPE) adalah peralatan telepon atau penyedia layanan lain yang terletak di sisi user.

PACKET SWITCHING. oleh:

7.1 Karakterisasi Trafik IP

Pokok Bahasan dan TIU Sub Pokok Bahasan dan TIK Teknik Pembelajaran

TUGAS AKHIR IMPLEMENTASI DAN ANALISA SPANNING TREE PROTOCOL PADA JARINGAN METRO ETHERNET

KOMUNIKASI DATA. DASAR TEKNIK TELEKOMUNIKASI Yuyun Siti Rohmah, ST., MT

TCP dan Pengalamatan IP

DATA LINK LAYER. Budhi Irawan, S.Si, M.T

Analisis dan Perancangan Quality of Service Pada Jaringan Voice Over Internet Protocol Berbasis Session Initiation Protocol

10/26/2016. Outline. Teknik Switching. Pengertian dasar. Klasifikasi jaringan komunikasi. Perkembangan komunikasi modern

Bab 7. Data Link Control

BAB XII INTEGRATED SERVICES DIGITAL NETWORK ( ISDN )

adalah sebuah aturan atau standar yang mengatur hubungan, komunikasi, dan perpindahan data antara dua atau lebih titik komputer dalam Komunikasi Data

Model Komunikasi. Sumber-sumber. Alat Pengirim. Sistem Trasmisi. Alat Penerima. Tujuan (Destination) Menentukan data untuk dikirim

BAB 2 Tinjauan Pustaka 2.1 Penelitian Terdahulu

Lapisan ini merupakan lapisan yang akan melakukan transmisi data antara perangkat-perangkat jaringan yang saling berdekatan di dalam sebuah wide area

PROTOKOL KOMUNIKASI. Budhi Irawan, S.Si, M.T

BAB III SIRKIT SEWA DIGITAL DAN FRAME RELAY

BAB II LANDASAN TEORI

Gambar 3.1 Workflow Diagram Gambar 3.2 Penetapan Koneksi Menggunakan Virtual Path Gambar 3.3 Arsitektur Protokol User Network

Lapisan OSI Dan Mcam-Macam Layer

BAB II TEORI DASAR. Resource Reservation Protocol (RSVP) merupakan protokol pada layer

Tugas Jaringan Komputer

WIDE AREA NETWORK & ROUTER. Budhi Irawan, S.Si, M.T, IPP

dalam bentuk analog. Munculnya digital IC (Integrated Circuit) dan membutuhkan. Pengguna atau user memerlukan player, yaitu aplikasi khusus

Data and Computer BAB 1

ANALISA THROUGHPUT DAN LAYANAN DALAM JARINGAN ATM

TCP DAN UDP. Budhi Irawan, S.Si, M.T

DATA LINK LAYER: PROTOKOL HIGH LEVEL DATA LINK CONTROL (HDLC) Komunikasi Data

STUDI PENGENDALIAN KUALITAS LAYANAN VOIP MENGGUNAKAN METODE ANTRIAN

5. QoS (Quality of Service)

Karakteristik. Protokol dan Arsitekturnya. Langsung atau Tidak Langsung. Monolitik atau Terstruktur. Simetrik atau asimetrik

ANALISA UNJUK KERJA APLIKASI CBQ DAN HTB PADA JARINGAN KOMPUTER UNTUK PEMBATASAN BANDWIDTH BERBASIS IPv6

MODEL REFERENSI OSI & TCP/IP. Budhi Irawan, S.Si, M.T

Protokol dan Arsitekturnya

Transkripsi:

MAKALAH ATM (ASYNCHRONOUS TRANSFER MODE) Oleh: 1. NUR ROHMAN WIDIYANTO 2209100025 2. CHAIRUL RIZAL 2209100139 3. RENGGA PLADITAMA 2209100151 4. VERDIE FERYAWAN 2209100162 Praktikum Pengantar Sistem Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknologi Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya 2009/2010 1

KATA PENGANTAR almaadin@gmail.com Bismillaahirrahmaanirrahiim Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT, karena atas rahmat serta hidayah-nya penulis bisa menyelesaikan tugas UTS praktikum Pengantar Sistem dengan judul ATM (Asynchronous Transfer Mode) ini tepat pada waktu yang telah ditentukan. Penulis ingin mengucapkan terima kasih pada asisten pembimbing atas bimbingan, bantuan, dan dukungan dalam penulisan makalah ini. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada keluarga penulis yang telah memberikan motivasi luar biasa, teman-teman seperjuangan serta semua pihak yang telah membantu dalam pembuatan makalah ini. Penulis menyadari akan keterbatasan ilmu pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki. Oleh karena itu, penulis menerima saran dan kritik yang membangun demi kesempurnaan penulisan karya ilmiah dan proses pembelajaran selanjutnya. Akhirnya, penulis berharap agar nantinya karya ilmiah ini bermanfaat bagi para pembaca sehingga dapat memperluas wawasan masyarakat pada umumnya, dan menjadi referensi studi lebih lanjut tentang permasalahan lingkungan di Indonesia pada khususnya. Atas perhatian pembaca, penulis mengucapkan terima kasih. Surabaya, 18 Maret 2010 Penulis 2

DAFTAR ISI almaadin@gmail.com Cover... 1 Kata Pengantar... 2 Daftar Isi... 3 Pendahuluan... 4 1. Latar Belakang... 4 2. Tujuan... 4 3. Batasan Masalah... 4 4. Manfaat... 4 Pembahasan... 5 Penutup... 11 a. Kesimpulan... 11 b. Saran... 11 Daftar Pustaka... 12 Daftar Riwayat hidup... 13 Lampiran... 14 3

PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Layanan PASOPATI yang pernah ditawarkan oleh penyedia jasa telekomunikasi di Indonesia beberapa waktu yang lalu ternyata kurang mendapat tanggapan dari pengguna jasa di Indonesia. ISDN berbasis 64 kbps ini (sering disebut sebagai N-ISDN) ternyata hanya dapat memberikan servis berupa (digital) telepon, data, telemetry, (digital) faksimile dan multimedia secara terbatas. Konsep B-ISDN adalah merupakan ISDN yang mengakomodir service Broadband., sehingga mampu memberikan service terpadu yang berupa : data kecepatan tinggi, video phone, video conferencing, transmisi grafik dengan resolusi tinggi, video on demand dan lain sebagainya. Asynchronuous Transfer Mode (ATM) merupakan model transfer yang digunakan dalam implementasi B-ISDN yang telah distandardisasikan melalui CCITT (ITU) series I. Transfer adalah istilah yang digunakan oleh ITU-T untuk menjelaskan suatu teknik yang digunakan dalam suatu network telekomunikasi yang meliputi aspek=aspek yang terkait dengan switching, multiplexing, dan transmisi. 2. Tujuan Tujuan dari dibuatnya makalah ini adalah untuk menjelaskan apakah yang dimaksud dengan Asynchronous Transfer Mode (ATM) itu sendiri. Selain itu, makalah ini juga bertujuan untuk menjelaskan karakteristik serta teknologi yang meliputinya. 3. Batasan Masalah Asynchronuous transfer mode (disingkat ATM) adalah protokol jaringan yang berbasis sel, yaitu paket-paket kecil yang berukuran tetap (48 byte data + 5 byte header). Protokol lain yang berbasis paket, seperti IP dan Ethernet, menggunakan suatu data paket yang berukuran tidak tetap. Kata asynchronuous pada ATM berarti transfer data dilakukan secara asinkron, yaitu masing-masing pengirim dan penerima tidak harus memiliki pewaktu (clock) yang tersinkronisasi. Metode lainnya adalah transfer secara sinkron, yang disebut sebagai STM (Synchronous Transfer Mode). 4. Manfaat Dari penulisan makalah ini, diharapkan pembaca dapat mengerti apa yang dimaksud dengan Asynchronous Transfer Mode serta dapat menjelaskan karakteristik serta teknologi yang berpengaruh pada Asynchronous Transfer Mode itu sendiri. 4

PEMBAHASAN DEFINISI ATM Gambar 1. IBM Turboways ATM 155 ATM (Asynchronous Transfer Mode) adalah adalah protokol jaringan yang berbasis sel, yaitu paket-paket kecil yang berukuran tetap (48 byte data + 5 byte header). Secara teknis, ATM dapat dianggap suatu evolusi dari packet switching. Seperti transfer data pada packet switching ATM mengintegrasikan fungsi multiplexing dan switching. ATM memungkinkan komunikasi antara perangkat yang beroperasi pada kecepatan yang berbeda. Tidak seperti packet switching, ATM dirancang untuk kinerja tinggi pada jaringan multimedia. KARAKTERISTIK ATM Pada ATM proteksi error dapat diabaikan karena didasarkan saat ini link-link dalam network memiliki kualitas yang sangat tinggi, sehingga error control cukup dilakukan end to end saja. Flow control juga tidak dilakukan dalam ATM network karena dengan pengaturan alokasi resource dan dimensioning queue yang tepat maka kejadian queue overflow yang menyebabkan hilangnya paket dapat ditekan. Sehingga probabilitas packet loss antara 10-8 sampai dengan 10-12 dapat dicapai. * ATM beroperasi pada connection oriented mode Sebelum informasi ditransfer dari terminal ke network, sebuah fase setup logical / virtual connection harus dilakukan untuk menyediakan resource diperlukan. Jika resource tersedia tidak mencukupi maka connection dari terminal akan dibatalkan. Jika fase transfer informasi telah selesai, maka resource yang telah digunakan akan dibebabskan kembali. Dengan menggunakan connection-oriented ini akan memungkinkan network untuk menjamin packet loss yang seminim mungkin. 5

* Pengurangan fungsi header Untuk menjamin pemrosesan yang cepat dalam network, maka ATM header hanya memiliki fungsi yang sangat terbatas. Fungsi utama dari header adalah untuk identifikasi virtual connection (virtual connection identifier =VCI) yang dipilih pada saat dilakukan call setup dan menjamin routing yang tepat untuk setiap paket didalam network serta memungkinkan multiplexing dari virtual connection virtual connection berbeda melalui satu link tunggal. Selain fungsi VCI, sejumlah fungsi lain yang sangat terbatas juga dilakukan oleh header, terutama terkait dengan fungsi pemeliharaan. Karena fungsi header diabatasi, maka implementasi header processing dalam ATM node sangat mudah / sederhana dan dapat dilakukan pada kecepatan yang sangat tinggi (150 Mbps sampai 2.5 Gbps) dan hal ini akan menyebabkan processing delay dan queuing delay yang rendah. * Panjang filed informasi dalam satu cell relatif kecil Hal ini dilakukan untuk mengurangi ukuran buffer internal dalam switching node, dan untuk membatasi queuing delay yang terjadi pada buffer tersebut. Buffer yang kecil akan menjamin delay dan delay jitter rendah, hal ini diperlukan untuk keperluan serviceservice real time. TERMINOLOGI SEL (CELL) Pengertian sel menurut rekomendasi ITU-T I.113 adalah suatu blok dengan panjang yang tetap (fixed length) dan diidentifikasi dengan suatu label pada ATM layer. Berikut adalah definisi untuk jenis cell yang berbeda sesuai dengan rekomendasi ITU-T I.321 Idle Cell (physical layer), merupakan yang disisipkan / dipisahkan oleh physical layer untuk mengadaptasi cell flow rate pada daerah batas (boundary) diantara ATM layer dan physical layer ke kapasitas payload yang ada dari sistem transmisi yang digunakan Valid Cell (physical layer), suatu cell yang mana bagian headernya tidak memiliki error atau belum dimodifikasi oleh proses verifikasi Header Error Control (HEC) Assigned Cell (ATM layer), cell yang menyediakan suatu service ke satu aplikasi dengan menggunakan ATM layer service. 6

Unassigned Cell (ATM layer), merupakan ATM layer cell yang bukan assign cell. Hanya assigned cell dan unassigned cell saja yang diteruskan dari physical layer ke ATM layer, sedangkan cell yang lainnya tidak membawa informasi yang terkait dengan ATM layer atau layer yang lebih tinggi lagi dan cell ini hanya akan diprosesoleh physical layer saja. atm layer ATM layer merupakan layer diatas physical layer yang memiliki karakteristik yang independent terhadap media fisik yang digunakan. ATM layer melakukan fungsi-fungsi utama sebagai berikut: Cell multiplexing/demultiplexing, pada arah kirim cell-cell dari VP (Virtual Path) dan VC (Virtual Channel) individual akan dimultiplexing menghasilkan suatu cell stream. Pada sisi terima fungsi cell demultiplexing akan memisahkan cell stream yang diterima menjadi cell flow individual ke VP dan VC terkait. Translasi VPI dan VCI. Translasi VPI (VP Identifier) dan VCI dilakukan di ATM switching node. Didalam VP node nilai dari VPI field dari setiap incoming cell akan ditranslasikan ke nilai VPI yang baru untuk outgoing cell. Pada VC switch baik nilai VPI maupun VCI akan ditranslasikan ke nilai VPI dan VCI yang baru. Pembangkitan / pemisahan cell header, fungsi ini diterapkan pada titik-titik terminasi dari ATM layer. Pada arah kirim, pada field informasi yang telah diterima ditambahkan ATM cell header (kecuali field HEC) dan nilai VPI serta VCI dari cell header dapat diperoleh dengan melakukan translasi dari SAP (Service Access Point) identifier. Pada arah terima, fungsi pemisahan cell header akan memisahkan cell header, dan hanya filed informasi saja yang diteruskan. Generic Flow Control (GFC). Fungsi GFC hanya digunakan pada ATM UNI (User Network Interface) saja. GFC digunakan untuk mendukung kontrol dari ATM traffic flow dalam satu customer network dan dapat digunakan untuk mengurangi kondisi-kondisi overload pada UNI. Informasi GFC ditumpangkan dalam assigned cell dan unassigned cell. TEKNOLOGI ATM Pada jaringan ATM, semua informasi diformat ke dalam sel berukuran tetap yang terdiri dari 48 byte (8 bits per byte) berupa muatan/payload dan 5 byte berupa header. Ukuran sel tetap menjamin bahwa kualitas data baik 7

suara atau video tidak terpengaruh oleh data panjang frame atau paket. Header ini disusun untuk efisiensi switching dalam kecepatan tinggi. ATM DEVICES DAN THE NETWORK ENVIRONMENT ATM adalah teknologi sel switching dan multiplexing yang menggabungkan kelebihan dari circuit switching yang memiliki kapasitas dan delay transmisi konstan dengan packet switching yang memiliki fleksibilitas dan efisiensi untuk lalu lintas yang berselang-seling. A. ATM Devices Jaringan ATM terdiri dari ATM switch dan ATM endpoint. ATM Switch bertanggung jawab untuk transit sel melalui jaringan ATM, atau dapat didevinisikan bertugas menerima sel yang masuk dari ATM endpoint atau switch ATM lain, kemudian membaca dan memperbarui informasi di dalam header sel dan dengan cepat mengarahkan sel ke sebuah interface output ke arah tujuan. ATM endpoint berisi ATM network interface adapter. Contoh dari ATM endpoint adalah workstation, router, Digital Service Unit (DSU), LAN switch, dan Video CODEC. Gambar berikut mengilustrasikan jaringan ATM yang terdiri dari ATM switch dan ATM endpoint. B. ATM Network Interfaces Jaringan ATM terdiri dari set ATM switch yang dihubungkan dengan interface Point-to-Point ATM link. ATM Switch mendukung dua jenis interface yakni UNI (User to Network Interface) dan NNI (Network to Network Interface). UNI menghubungkan end system (seperti host dan router) ke ATM switch sedangkan NNI menghubungkan dua ATM switch. Tergantung pada apakah sebuah switch terletak di tempat pelanggan atau ditempat umum dan dioperasikan oleh perusahaan telepon, UNI dan NNI dapat dibagi lagi menjadi public dan private. UNI private menghubungkan ATM endpoint dan ATM switch private. NNI private menghubungkan dua switch ATM private di dalam organisasi yang sama sedangkan NNI public menghubungkan dua ATM switch dalam organisasi publik yang sama. Disamping itu terdapat spesifikasi tambahan yakni Broadband InterCarrier Interface (B-ICI), dimana B-ICI dapat menghubungkan dua switch public dari penyedia layanan yang berbeda. Gambar berikut mengilustrasikan spesifikasi inteface ATM untuk jaringan public dan private. 8

FORMAT HEADER SEL ATM Terdapat dua format header sel ATM yaitu UNI atau NNI. UNI header digunakan untuk komunikasi antara endpoint dengan ATM switch dalam jaringan Private ATM. NNI header yang digunakan untuk komunikasi antar ATM switch. Gambar berikut mengilustrasikan format dasar sel ATM, format header sel UNI, dan format header sel NNI. ATM Cell Header Fields Berikut adalah deskripsi dari beberapa field yang terdapat pada header sel ATM baik NNI maupun UNI Generic Flow Control (GFC) Menyediakan fungsi lokal, seperti mengidentifikasi multiple stations yang menggunakan satu interface ATM. Field ini biasanya tidak digunakan dan diatur ke nilai default-nya 0 (biner 0000). Virtual Path Identifier (VPI) Berhubungan dengan VCI dan berfungsi mengidentifikasi path tujuan berikutnya dari sebuah sel saat melewati serangkaian switch ATM menuju host tujuan. Virtual Channel Identifier (VCI) Berhubungan dengan VCI dan berfungsi mengidentifikasi path tujuan berikutnya dari sebuah sel saat melewati serangkaian switch ATM menuju host tujuan. Payload Type (PT) Bit pertama menunjukkan apakah dalam sebuah sel berisi data pengguna atau kontrol data. Jika sel berisi data pengguna, bit diatur ke 0. Jika kontrol berisi data, di set ke 1. Bit kedua menunjukkan kongesti (0 = tidak ada kemacetan, 1 = kemacetan). Bit ketiga menunjukkan apakah sel tersebut merupakan sel terakhir pada sebuah rangkaian sel. Cell Loss Priority (CLP) Menunjukkan apakah sel harus dibuang jika menemukan kemacetan yang ekstrem ketika bergerak melalui jaringan. Jika CLP bit sama dengan 1, sel harus dibuang dan sebaliknya 9

Header Error Control (HEC) Menghitung checksum pada 4 byte pertama dari header. HEC dapat mengoreksi kesalahan bit tunggal dalam byte, dengan demikian dapat mempertahankan sel daripada membuangnya. 10

PENUTUP almaadin@gmail.com a. Kesimpulan b. Saran DAFTAR PUSTAKA http://www.iec.org/online/tutorials/acrobat/atm_fund.pdf http://onno.vlsm.org/ /asynchronous-transfer-mode-suatu-evolusi-menujujaringan-b-is.rtf http://users.freenet.am/~file/ /AsynchronousTransferModeSwitching_CIS CO.pdf http://en.wikipedia.org/wiki/asynchronous_transfer_mode http://www.pulsewan.com/data101/pdfs/atm.pdf RIWAYAT HIDUP PENULIS Nama : Nur Rohman Widiyanto NRP : 2209100025 Tempat, tanggal lahir : Lamongan, 26 maret 1991 Alamat asal : Ds. Tunggul RT/RW 02/01, Kec. Paciran, Lamongan Alamat Surabaya : Keputih, Gg 3/32 Surabaya Nomor handphone : 085731925725 Nama : Chairul Rizal NRP : 2209100139 Tempat, tanggal lahir : Bojonegoro, 23 November 1990 Alamat asal : Jl. Panglima Polim Gg. Depo No.28 Bojonegoro Alamat Surabaya : Jl. Banyu Urip Kidul Gg Iii No.14 D Surabaya Nomor handphone : 081234444353 11

Nama : Rengga Pladitama NRP : 2209100151 Tempat, tanggal lahir : Blitar, 4 Maret 1990 Alamat asal almaadin@gmail.com : Jl. Merbabu 82 Rt. 4 Rw.6 Link. Babadan Kec. Wlingi Kab. Blitar Alamat Surabaya : Asrama mahasiawa ITS Blok I/ 402 Nomor handphone : 0811360529 Nama : Verdie Feryawan NRP : 2209100162 Tempat, tanggal lahir : Sidoarjo, 24 Februari 1992 Alamat asal : Semolowaru Utara 6/12-A Surabaya Alamat Surabaya : Semolowaru Utara 6/12-A Surabaya Nomor handphone : 085733031825 12