ADAB MEMBACA AL-QURAN

dokumen-dokumen yang mirip
TAWASSUL. Penulis: Al-Ustadz Muhammad As-Sewed

Kaidah Memahami Tauhid

Perintah Pertama di Dalam Alquran

Kekhususan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam Yang Tidak Dimiliki Oleh Umatnya

Diterjemahkan oleh : Abu Sa id Neno Triyono א א א.

Memperhatikan dan Menasihati Pemuda Untuk Shalat

Qowaidul Arba 1. 1 Qowaidul Arba adalah empat kaidah yang perlu diketahui oleh setiap orang

lagi. Allah tidak akan mengampuni pelakunya dan Allah pasti akan

Ebooks. ا ا ا ل ال

Menjauhi Dosa Sihir dan Cara Terleas dari Pengaruhnya

Tauhid Menghapuskan Seluruh Dosa

Nasehat Bagi Orang Yang Melalaikan Shalat

Beribadah Kepada Allah Dengan Mentauhidkannya

Di antaranya pemahaman tersebut adalah:

Ketahuilah wahai saudaraku sesungguhnya syariah Islam itu terbagi dua bagian:

"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-ku. (Adz-Dzariyaat 51:56)

Kewajiban Seorang Muslim Terhadap Alquran

Menggapai Ridha Allah dengan Birrul Wâlidain. Oleh: Muhsin Hariyanto

Mengenal Nama-Nama dan Sifat-Sifat Allah

Tauhid Yang Pertama dan Utama

Menganggap Sial Bulan Atau Hari

Jangan Taati Ulama Dalam Hal Dosa dan Maksiat

Khutbah Jumat: Peringatan dari Bahaya Godaan Harta

Disebarluaskan melalui: Website: November, TIDAK untuk tujuan KOMERSIL

Ikutilah Sunnah dan Jauhilah Bid'ah

[ Indonesia Indonesian

Kufur kepada thaghut adalah syarat sahnya ibadah seseorang, sebagaimana wudhu merupakan syarat sah shalat.

Dari Abbas bin Abdil Muttholib bahwasanya ia mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda

Mari Bershalawat Rabu, 07 April 04

DIANTARA AMALAN UNTUK MEMAKMURKAN RAMADHAN

Hidayah Adalah Karunia Ilahi

Takwa dan Keutamaannya

E٤٨٤ J٤٧٧ W F : :

????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????

???????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????

Motivasi Untuk Bertaubat

Doakan Orang Lain, Malaikat Mendoakanmu

Dosa Memutuskan Hubungan Kekeluargaan

Motivasi Agar Istiqomah

Jika Beragama Mengikuti Kebanyakan Orang

Sifat-Sifat Ibadah Yang Benar

Munakahat ZULKIFLI, MA

3 Wasiat Agung Rasulullah

Hadits Menuntut Ilmu. Ringkasan Materi. A. Membaca Al Hadits Tentang Menuntut Ilmu Hadits 1. Hadits 2. Hadits 3

SIKAP MUSLIM MENGHADAPI MUSIBAH. Ust. H. Ahmad Yani, MA. Kondisi Manusia Menghadapi Musibah

Urgensi (Pentingnya) Tauhid dan Pembagiannya. Urgensi (Pentingnya) Tauhid dan Pembagiannya

???????????????????????????????????????????????:??????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????.

TAFSIR AL QUR AN UL KARIM

Mendidik Anak dengan Tauhid

Kedudukan Tauhid Dalam Kehidupan Seorang Muslim

( ٢ W ) א Serial Bimbingan & Penyuluhan [No:2] Sambutlah bulan yang mulia ini dengan taubat nashuha kepada Allah ta'ala, bergegaslah menuju keta'atan,

Mengenal Allah SWT Tuhan Semesta Alam

Renungan Pergantian Tahun

Tuduhan Bahwa Berpegang Terhadap Agama Penyebab Kemunduran Kaum Muslimin

Jangan Mudah Melaknat dan Mencela

Kedudukan Tauhid Bagi Seorang Muslim

Jadilah Pembuka Pintu Kebaikan

Islam Satu-Satunya Agama Yang Benar

Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer

Keutamaan Kalimat Tauhid dan Syarat-Syaratnya

Bab 4 Belajar Mendirikan Shalat Berlatih Akhlak Mulia Membangun Kesejahteraan Umat

Bismillahirrahmanirrahim

Bimbingan Islam di Musim Hujan

Keutamaan Bulan Ramadhan

Ternyata Hari Jum at itu Istimewa

Bahaya Zina dan Sebab Pengantarnya

Keutamaan Bulan Dzul Hijjah

DAFTAR TERJEMAH. No Hal Kutipan Bab Terjemah

Jika kamu mengikuti kebanyakan manusia di bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. [Q.S. 6 : 116]

Luasnya Rahmat (kasih sayang) Allah Subhanahu wa Ta ala

Sifat Surga dan Penghuninya

DOA WIRID YANG TERMUAT DALAM AL QUR AN

Takabur, Sikap Sombong Kepada Allah

Tiga Yang Diridhai Allah dan Tiga Yang Dia Benci

Bukti Cinta Kepada Nabi

Pendukung dan Penghalang dari Taubat

Written by Ust. Arifin Ilham Friday, 06 September :16 - Last Updated Sunday, 08 September :26

Dunia Yang Membuat Lupa Mati

Macam-Macam Dosa dan Maksiat

Jika Kuburan Dijadikan Tuhan

Kehidupan Seorang Pembelajar

Petunjuk Nabi Dalam Menyebarkan Berita

Tegakkan Shalat Dengan Berjamaah

Memacu Diri Agar Istiqomah Beribadah

Kategori : Tanggal : Rabu, 28 Januari :19:39 WIB

Pegang Teguhlah Ajaran Islam


Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku`lah beserta orangorang yang ruku (Al Baqarah : 43)

Seribu Satu Sebab Kematian Manusia

Perhitungan Amal di Hari Pembalasan

Kekeliruan-Kekeliruan Umat Islam di Hari Jumat

E٤٢ J٣٣ W F : :

E١١٧ J١٠٩ W F : :

BAHAYA PERILAKU TAQLID MENURUT AL-QUR AN

Dasar-dasar Memahami Tauhid

Bahaya Menyebarkan Isu

Ceramah Ramadhan 1433 H/2012 M Keutamaan Puasa

Engkau Bersama Orang Yang Kau Cintai

MATAN. Karya Syaikh Al Imam Muhammad bin Abdul Wahhab

SPIRITUAL SUPPLEMENT

Transkripsi:

ADAB MEMBACA AL-QURAN Dikutip dari www.muslim.or.id ABSTRAK Al Qur'anul Karim adalah firman Alloh yang tidak mengandung kebatilan sedikitpun. Al Qur'an memberi petunjuk jalan yang lurus dan memberi bimbingan kepada umat manusia di dalam menempuh perjalanan hidupnya, agar selamat di dunia dan di akhirat, dan dimasukkan dalam golongan orang-orang yang mendapatkan rahmat dari Alloh Ta'ala. Untuk itulah tiada ilmu yang lebih utama dipelajari oleh seorang muslim melebihi keutamaan mempelajari Al-Qur'an. Sebagaimana sabda Nabi shollallohu 'alaihi wa sallam, Sebaik-baik kamu adalah orang yg mempelajari Al-Qur'an dan mengajarkannya. (HR. Bukhari). Ketika membaca Al-Qur'an, maka seorang muslim perlu memperhatikan adab-adab berikut ini untuk mendapatkan kesempurnaan pahala dalam membaca Al- Qur'an: 1. Membaca dalam keadaan suci, dengan duduk yang sopan dan tenang. Dalam membaca Al-Qur'an seseorang dianjurkan dalam keadaan suci. Namun, diperbolehkan apabila dia membaca dalam keadaan terkena najis. Imam Haromain berkata, Orang yang membaca Al-Qur'an dalam keadaan najis, dia tidak dikatakan mengerjakan hal yang makruh, akan tetapi dia meninggalkan sesuatu yang utama. (At-Tibyan, hal. 58-59) Adab Membaca Al-Qur an 288

2. Dianjurkan agar, membacanya dengan pelan (tartil) dan tidak cepat, agar dapat menghayati ayat yang dibaca. Rasulullah SAW bersabda, Siapa saja yang membaca Al-Qur'an (khatam) kurang dari tiga hari, berarti dia tidak memahami. (HR. Ahmad dan para penyusun kitab-kitab Sunan). Sebagian sahabat membenci pengkhataman Al-Qur'an sehari semalam, dengan dasar hadits di atas. Rasulullah SAW telah memerintahkan Abdullah Ibnu Umar untuk mengkhatamkan Al-Qur'an setiap satu minggu (HR.Bukhori, Muslim). Sebagaimana yang dilakukan Abdullah bin Mas'ud, Utsman bin Affan, Zaid bin Tsabit, mereka mengkhatamkan Al-Qur'an sekali dalam seminggu. 3. Membaca Al-Qur'an dengan khusyu', dengan menangis, karena sentuhan pengaruh ayat yang dibaca bisa menyentuh jiwa dan perasaan. Alloh Ta'ala menjelaskan sebagian dari sifatsifat hamba-nya yang shalih, Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu'. (QS:Al-Isra':109). Namun demikian tidaklah disyariatkan bagi seseorang untuk pura-pura menangis dengan tangisan yang dibuatbuat. 4. Membaguskan suara ketika membacanya. Sabda Rasulullah SAW, Hiasilah Al-Qur'an dengan suaramu. (HR. Ahmad, Ibnu Majah dan Al- Hakim). Di dalam hadits lain dijelaskan, Tidak termasuk umatku orang yang tidak melagukan Al- Qur'an. (HR. Bukhari dan Muslim). Maksud hadits ini adalah membaca Al-Qur'an dengan susunan bacaan yang jelas dan terang makhroj hurufnya, panjang pendeknya bacaan, tidak sampai keluar dari ketentuan Adab Membaca Al-Qur an 289

kaidah tajwid. Dan seseorang tidak perlu melenggoklenggokkan suara di luar kemampuannya. 5. Membaca Al-Qur'an dimulai dengan isti'adzah. Allah berfirman yang artinya, Dan bila kamu akan membaca Al-Qur'an, maka mintalah perlindungan kepada Alloh dari (godaan-godaan) syaithan yang terkutuk. (QS.An-Nahl:98). Membaca Al-Qur'an dengan tidak mengganggu orang yang sedang shalat, dan tidak perlu membacanya dengan suara yang terlalu keras atau di tempat yang banyak orang. Bacalah dengan suara yang lirih secara khusyu'. Rasulullah SAW bersabda, Ingatlah bahwasanya setiap dari kalian bermunajat kepada Rabbnya, maka janganlah salah satu dari kamu mengganggu yang lain, dan salah satu dari kamu tidak boleh bersuara lebih keras daripada yang lain pada saat membaca (Al-Qur'an). (HR. Abu Dawud, Nasa'i, Baihaqi dan Hakim). Wallohu a'lam. Adab Membaca Al-Qur an 290

KESYIRIKAN DIZAMAN SEKARANG LEBIH PARAH Para pembaca yang budiman, diantara musibah besar yang menimpa kaum muslimin dewasa ini adalah acuh terhadap urusan agama dan sibuk dengan urusan dunia. Oleh karena itu banyak diantara mereka yang terjerumus ke dalam hal-hal yang diharamkan Alloh karena sedikitnya pemahaman tentang permasalahan-permasalahan agama. Dan jurang terdalam yang mereka masuki yaitu lembah hitam kesyirikan. Perbuatan dosa yang paling besar inipun begitu samar bagi kebanyakan manusia karena kejahilan mereka dan rajinnya setan dalam meyesatkan manusia, sebagaimana yang dikisahkan Alloh tentang sumpah iblis, Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus. (Al-A'raf: 16). Bahkan kesyirikan hasil tipudaya iblis yang terjadi pada masa kita sekarang ini lebih parah daripada kesyirikan yang terjadi pada zaman Rasulullah SAW!! Kenapa bisa demikian? KEMUSYRIKAN ZAMAN DAHULU HANYA DI WAKTU LAPANG Sesungguhnya orang-orang musyrik pada zaman Rasulullah melakukan kesyirikan hanya ketika dalam keadaan lapang saja. Namun tatkala mereka dalam keadaan sempit, terjepit, susah dan ketakutan mereka kembali mentauhidkan Allah, hanya berdo'a kepada Allah saja dan melupakan segala sesembahan selain Allah. Hal ini sebagaimana dikabarkan oleh Allah tentang keadaan mereka, Dan apabila kamu ditimpa bahaya di lautan, niscaya hilanglah siapa yang kamu seru kecuali Dia, Maka tatkala Dia menyelamatkan kamu ke daratan, kamu berpaling. Dan manusia itu adalah selalu tidak berterima kasih. (Al-Isra': 67). Dan apabila manusia itu ditimpa Adab Membaca Al-Qur an 291

kemudharatan, dia memohon (pertolongan) kepada Tuhannya dengan kembali kepada-nya; kemudian apabila Tuhan memberikan nikmat-nya kepadanya lupalah dia akan kemudharatan yang pernah dia berdoa (kepada Alloh) untuk (menghilangkannya) sebelum itu, dan dia mengadaadakan sekutu-sekutu bagi Allah untuk menyesatkan (manusia) dari jalan-nya. Katakanlah :'Bersenangsenanglah dengan kekafiranmu itu sementara waktu; sesungguhnya kamu termasuk penghuni neraka'. (Az- Zumar: 8). Itulah keadaan musyrikin zaman dahulu, lalu bagaimana keadaan musyrikin pada zaman kita ini? Ternyata lebih parah lagi orang-orang musyrik zaman kita ini, baik dalam waktu lapang ataupun sempit tetap saja mereka menjadikan bagi Allah sekutu. Dalam keadaan senang, tatkala punya hajatan (misalnya pernikahan, membangun rumah ataupun yang lainnya) mereka memberikan sesajen ke tempat-tempat yang dianggap keramat. Sebaliknya dalam keadaan susahpun, seperti ketika terkena musibah, mereka beranggapan bahwa mereka telah kuwalat terhadap yang mbaurekso (jin penunggu) kampungnya kemudian meminta ampun dan berdoa kepadanya agar menghilangkan musibah itu atau pergi ke dukun untuk menghilangkannya. Ini adalah bentuk kesyirikan kepada Alloh yang amat nyata di zaman sekarang ini. Allah berfirman, Hanya bagi Allahlah (hak mengabulkan) doa yang benar. Dan sesuatu yang mereka sembah selain Allah tidak dapat memperkenankan sesuatupun bagi mereka, melainkan seperti orang yang membukakan kedua telapak tangannya ke dalam air supaya sampai air ke mulutnya, padahal air itu tidak dapat sampai ke mulutnya. Dan doa (ibadah) orang-orang kafir itu, hanyalah sia-sia belaka. (Ar-Ra'du: 14) Adab Membaca Al-Qur an 292

SESEMBAHAN MUSYRIKIN DULU LEBIH MENDING SHOLEHNYA Orang-orang musyrik pada zaman Rasulullah SAW menjadikan sekutu bagi Allah dari dua kelompok, yang pertama adalah hamba-hamba Allah yang sholeh, baik dari kalangan para nabi, malaikat ataupun wali. Dan yang kedua adalah seperti pohon, batu dan lainnya. Lalu bagaimana keadaan orang-orang musyrik zaman kita? Saking parahnya keadaan mereka, orang-orang yang telah mereka kenal sebagai orang yang suka berbuat maksiatpun mereka sembah dan diharapkan berkahnya. Lihat betapa banyak orang yang berbondong-bondong ngalap berkah ke makam Pangeran Samudro dan Nyai Ontrowulan di Gunung Kemukus, Sragen. Diceritakan bahwa mereka berdua adalah seorang anak dan ibu tiri (permaisuri raja) dari kerajaan Majapahit yang berselingkuh, kemudian mereka diusir dari kerajaan dan menetap di Gunung Kemukus hingga meninggal. Konon sebelum meninggal Pangeran Samudro berpesan bahwa keinginan peziarah dapat terkabul, jika melakukan seperti apa yang ia lakukan bersama ibu tirinya. Sehingga sebagai syarat mujarab untuk mendapat berkah di sana, harus dengan berselingkuh dulu!! Na udzubillah! Adab Membaca Al-Qur an 293