PANCASILA SEBAGAI SUMBER NILAI

dokumen-dokumen yang mirip
Bartima Oktavia Bahar Nim: E

INTI SILA PERTAMA SAMPAI INTI SILA KELIMA

Pendidikan Pancasila. Makna dan Aktualisasi Sila Ketuahanan Yang Maha Esa Dalam Kehidupan Bernegara pada Bidang Politik ekonomi, sosial dan hankam

I. Hakikat Pancasila. 1. Pancasila sebagai dasar Negara

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Pancasila dan Implementasinya

Pancasila dan Budaya. STMIK Amikom Yogyakarta. oleh : Rossidah ( Kelompok A ) D3 Manajemen Informatika. pembimbing :

SEJARAH PERUMUSAN PANCASILA DAN BUTIR PENGAMALAN PANCASILA

PILAR KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGAR

BUTIR BUTIR PANCASILA YANG TERBARU BESERTA CONTOH PENGAMALAN

IMPLEMENTASI PANCASILA DALAM KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA

IMPLEMENTASI PANCASILA DALAM KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA

STMIK AMIKOM YOGYAKARTA

PANCASILA PENJABARAN NILAI-NILAI PANCASILA

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PANCASILA DAN IMPLEMENTASINYA. Modul ke: 03TEKNIK. Fakultas. Yayah Salamah, SPd. MSi. Program Studi MKCU

PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN by DANIEL ARNOP HUTAPEA, S.Pd PERTEMUAN KE-2

STMIK AMIKOM YOGYAKARTA

PANCASILA DAN IMPLEMENTASINYA

Soal Pemahaman Nilai-Nilai Pancasila. 2) Bacalah dengan seksama setiap butir pertanyaan

PANCASILA Sebagai Sumber Nilai

YODI PERMANA PENGAMALAN PANCASILA PENDIDIKAN PANCASILA JURUSAN SISTEM INFORMASI

2.4 Uraian Materi Pengertian dan Hakikat dari Pancasila sebagai Pandangan Hidup Bangsa Indonesia Sebagai pendangan hidup bangsa Indonesia,

tercantum Meskipun yaitu : Indonesia Limaa berikut: Rakyat. Dia Pancasila yang dasar Sekarang S Setelah Rumusan

NILAI-NILAI DAN NORMA BERAKAR DARI BUDAYA BANGSA INDONESIA

Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam permusywaratan/perwakilan

IMPLEMENTASI PANCASILA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI TUGAS AKHIR

PANCASILA DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT

Pendidikan Kewarganegaraan

MODUL 2 PANCASILA DAN IMPLEMENTASINYA

Modul ke: PENDIDIKAN PANCASILA Implementasi Sila Kemanusiaan yang adil dan beradab 12MKCU. Fakultas. Drs. Sugeng Baskoro,M.M. Program Studi Manajemen

TUGAS AKHIR PENDIDIKAN PANCASILA

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

PANCASILA. Implementasi Sila Keempat dan Kelima. Disampaikan pada perkuliahan Pancasila kelas PKK. H. U. Adil Samadani, SS., SHI.,, MH.

SANTIAJI PANCASILA: Lima Nilai Dasar PANCASILA

STMIK AMIKOM YOGYAKARTA

PENDIDIKAN PANCASILA

TUGAS AKHIR IMPLEMENTASI PANCASILA PANDU JOKO PRASETYO KELOMPOK F S1 TEKNIK INFORMATIKA. DOSEN : Dr. ABIDARIN ROSYIDI, MMa.

KEDUDUKAN DAN FUNGSI PANCASILA

MATA KULIAH PENDIDIKAN PANCASILA

PANCASILA. AKTUALISASI NILAI PANCASILA : Implementasi Sila Pertama dalam kaitan dengan Pembangunan Manusia Seutuhnya. Dr. Achmad Jamil M.Si.

PANCASILA. Makna dan Aktualisasi Sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/ Perwakilan

Pancasila; sistem filsafat dan ideologi Negara

HAKIKAT PANCASILA TUGAS AKHIR. Disusun oleh : Sani Hizbul Haq Kelompok F. Dosen : Abidarin Rosidi, Dr, M.Ma.

MEMBANGUN KARAKTER MELALUI INTERNALISASI NILAI-NILAI PANCASILA DI LINGKUNGAN KELUARGA. Listyaningsih

Aji Wicaksono S.H., M.Hum. Modul ke: Fakultas DESAIN SENI KREATIF. Program Studi DESAIN PRODUK

TUGAS AKHIR PENDIDIKAN PANCASILA PANCASILA DAN IMPLEMENTASINYA

MATA KULIAH PENDIDIKAN PANCASILA

TUGAS AKHIR PANCASILA SILA- SILA PANCASILA

PANCASILA SEBAGAI SISTEM NILAI DISUSUN OLEH: GUSPI AKHBAR PUTRA RIZKI SAHPUTRA M. FAJAR MAULANA RYAN ANDRYAN PUTRA RANGGA FERNANDO

BAB I PENDAHULUAN. Pancasila tidak terbentuk begitu saja dan bukan hanya diciptakan oleh

PANCASILA SEBAGAI KESEPAKATAN BANGSA INDONESIA

MATERI TES WAWASAN KEBANGSAAN 1. PANCASILA Pancasila adalah ideologi dasar bagi negara Indonesia. Nama ini berasal dari bahasa Sansekerta yaitu pañca

MAKALAH HAK ASASI MANUSIA DALAM PANCASILA HAK ASASI MANUSIA

Nilai-Nilai Pancasila

PANCASILA SEBAGAI PANDANGAN HIDUP

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER AMIKOM YOGYAKARTA

1. Pancasila sbg Pandangan Hidup Bangsa

PANCASILA SEBAGAI SISTEM NILAI

BUPATI CILACAP PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI CILACAP NOMOR 83 TAHUN 2017 TENTANG

Hak Asasi Manusia Dalam Pancasila

Generasi Santun. Buku 1A. Timothy Athanasios

PENDIDIKAN PANCASILA. Pancasila Sebagai Ideologi Negara. Modul ke: 05Fakultas EKONOMI. Program Studi Manajemen S1

NINGGAR DIAN PRASTIKA KELOMPOK S1 TI. DOSEN : Dr. ABIDARIN ROSYIDI, MMa.

BERPERILAKU PANCASILA

3.2 Uraian Materi Pengertian dan Hakikat dari Dasar Negara Pancasila sebagai dasar negara sering juga disebut sebagai Philosophische Grondslag

PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA DAN PANDANGAN HIDUP BANGSA INDONESIA. Dosen Pembimbing: Mohammad Idris. P, Drs, MM

PANCASILA DAN IMPLEMENTASINYA

PANCASILA. Makna dan Aktualisasi Sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab dalam Kehidupan Bernegara. Poernomo A. Soelistyo, SH., MBA.

SISTEM PEREKONOMIAN INDONESIA

TUGAS PENDIDIKAN PANCASILA SEMESTER GANJIL T.A. 2011/2012

PANCASILA. Makna dan Aktualisasi Sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia dalam Kehidupan Bernegara. Poernomo A. Soelistyo, SH., MBA.

FAKTA PANCASILA DALAM KEHIDUPAN

14TEKNIK. Pendidikan Pancasila. Pancasila dan implementasinya dalam sila ke-4 dan ke-5. Yayah Salamah, SPd. MSi. Modul ke: Fakultas

LAPORAN TUGAS AKHIR KULIAH PENDIDIKAN PANCASILA PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI BANGSA DAN DASAR NEGARA

13TEKNIK. Pendidikan Pancasila. Pancasila dan implementasinya dalam sila kedua dan ketiga. Yayah Salamah, SPd. MSi. Modul ke: Fakultas

Generasi Santun. Buku 1B. Timothy Athanasios

Aji Wicaksono S.H., M.Hum. Modul ke: Fakultas DESAIN SENI KREATIF. Program Studi DESAIN PRODUK

PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT

BAB III PANCASILA SEBAGAI SISTEM ETIKA

PANCASILA DAN IMPLEMENTASINYA

Pancasila dan Implementasinya

BAHAN TAYANG MODUL 11 SEMESTER GASAL TAHUN AKADEMIK 2016/2017 RANI PURWANTI KEMALASARI SH.MH.

TUGAS PANCASILA Kebudayaan Indonesia Akar dari Pancasila

STMIK AMIKOM YOGYAKARTA

Tugas Akhir. STMIK AMIKOM Yogyakarta Taufik Rizky Afrizal. Kelompok I. S1 Sistem Informasi. Drs. Muhammad Idris P, MM

PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI BANGSA

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG TUGAS KULIAH PANCASILA

SILA I KETUHANAN YANG MAHA ESA

1. Hak Asasi Manusia dalam Nilai Ideal Sila-Sila Pancasila

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Pancasila merupakan dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

STRUKTUR KURIKULUM 2013 MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN SD/MI, SMP/MTS, SMA/MA DAN SMK/MAK

PANCASILA SEBAGAI PANDANGAN HIDUP BANGSA

TUGAS AKHIR Kebudayaan Indonesia Akar dari Pancasila

A. Pengertian Pancasila

PANCASILA Sebagai Paradigma Kehidupan

PANCASILA. Implementasi Sila Kedua. Disampaikan pada perkuliahan Pancasila kelas PKK. H. U. Adil Samadani, SS., SHI.,, MH. Modul ke: Fakultas Teknik

Pancasila Sebagai Pedoman Hidup Bangsa Indonesia

PENDIDIKAN PANCASILA. Modul ke: 15TEKNIK. Pancasila dan implementasi terhadap sila pertama. Fakultas. Yayah Salamah, SPd. MSi.

Pancasila Sebagai Dasar Negara

PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT

Transkripsi:

PANCASILA SEBAGAI SUMBER NILAI SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER AMIKOM YOGYAKARTA NAMA : HERDIKA PRASTOWO NO.MAHASISWA : 11.02.8132 KELOMPOK PROGRAM STUDI NAMA DOSEN : A : D3 MANAJEMEN INFORMATIKA : M.KHALIS PURWANTO, DRS, MM 1 P a g e

PANCASILA SEBAGAI SUMBER NILAI ABSTRAK Nilai adalah sesuatu yang berharga, bermutu, menunjukkan kualitas, dan berguna bagi manusia. Sesuatu itu bernilai berarti sesuatu itu berharga atau berguna bagi kehidupan manusia. Adanya dua macam nilai tersebut sejalan dengan penegasan pancasila sebagai ideologi terbuka. Perumusan pancasila sebagai dalam pembukaan UUD 1945. Alinea 4 dinyatakan sebagai nilai dasar dan penjabarannya sebagai nilai instrumental. Nilai dasar tidak berubah dan tidak boleh diubah lagi. Betapapun pentingnya nilai dasar yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945 itu, sifatnya belum operasional. Artinya kita belum dapat menjabarkannya secara langsung dalam kehidupan sehari-hari. Penjelasan UUD 1945 sendiri menunjuk adanya undang-undang sebagai pelaksanaan hukum dasar tertulis itu. Nilai-nilai dasar yang terkandung dalam pembukaan UUD 1945 itu memerlukan penjabaran lebih lanjut. Penjabaran itu sebagai arahan untuk kehidupan nyata. Penjabaran itu kemudian dinamakan Nilai Instrumental. Nilai Instrumental harus tetap mengacu kepada nilai-nilai dasar yang dijabarkannya Penjabaran itu bisa dilakukan secara kreatif dan dinamis dalam bentuk-bentuk baru untuk mewujudkan semangat yang sama dan dalam batas-batas yang dimungkinkan oleh nilai dasar itu. Penjabaran itu jelas tidak boleh bertentangan dengan nilai-nilai dasarnya. 2 P a g e

BAB I PENDAHULUAN LATAR BELAKANG P a n c a s i l a m e r u p a k a n d a s a r p e m k i r a n b a n g s a I n d o n e s i a y a n g b e r d a s a r k a n Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia,Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Pancasila juga merupakan pandangan hidup bangsa serta kepribadian bangsa yang mempunyai nilai-nilai luhur. Pancasila juga merupakan suatu sistem etika dan politik yang berlandaskan Ketuhanan Yang Maha Esa, menjunjung persatuan dan kesatuan, perdamaian dunia dan permu syawaratan yang adil dan beradab. Dalam makalah ini akan diulas tentang pancasila yang mempunyai nilai-nilai universal, sertaa moralitas. BAB II RUMUSAN MASALAH Di dalam makalah ini akan di jelaskan, 1. Apa itu nilai? 2. Menurut Bambang Daroeso apakah ciri-ciri nilai itu? 3. Bagaimana cara menghayati nilai-nilai Pancasila? 3 P a g e

BAB III PEMBAHASAN A. CIRI-CIRI NILAI Sifat-sifat nilai menurut Bambang Daroeso (1986) adalah Sebagai berikut: a. Nilai itu suatu realitas abstrak dan ada dalam kehidupan manusia. Nilai yang bersifat abstrak tidak dapat diindra. Hal yang dapat diamati hanyalah objek yang bernilai itu. Misalnya, orang yang memiliki kejujuran. Kejujuran adalah nilai, tetapi kita tidak bisa mengindra kejujuran itu. Yang dapat kita indra adalah kejujuran itu. b. Nilai memiliki sifat normatif, artinya nilai mengandung harapan, cita-cita, dan suatu keharusan sehingga nilai nemiliki sifat ideal (das sollen). Nilai diwujudkan dalam bentuk norma sebagai landasan manusia dalam bertindak. Misalnya, nilai keadilan. Semua orang berharap dan mendapatkan dan berperilaku yang mencerminkan nilai keadilan. c. Nilai berfungsi sebagai daya dorong/motivator dan manusia adalah pendukung nilai. Manusia bertindak berdasar dan didorong oleh nilai yang diyakininya. Misalnya, nilai ketakwaan. Adanya nilai ini menjadikan semua orang terdorong untuk bisa mencapai derajat ketakwaan. B. MACAM-MACAM NILAI Dalam filsafat, nilai dibedakan dalam tiga macam, yaitu: 1. N i l a i l o g i k a a d a l a h n i l a i b e n a r s a l a h 2. N i l a i e s t e t i k a a d a l a h n i l a i i n d a h t i d a k i n d a h 3. N i l a i e t i k a / m o r a l a d a l a h n i l a i b a i k b u r u k Berdasarkan klasifikasi di atas, kita dapat memberikan contoh dalam kehidupan. Jika seorang siswa dapat menjawab suatu pertanyaan, ia benar secara l o g i k a. A p a b i l a i a k e l i r u d a l a m m e n j a w a b, k i t a k a t a k a n s a l a h. K i t a t i d a k b i s a 4 P a g e

m e n g a t a k a n s i s w a i t u b u r u k k a r e n a j a w a b a n y a s a l a h. B u r u k a d a l a h n i l a i m o r a l sehingga bukan pada tempatnya kita mengatakan demikian. Contoh nilai estetika adalah apabila kita melihat suatu pemandangan,menonton sebuah pentas pertunjukan, atau merasakan makanan, nilai estetikab e r s i f a t s u b j e k t i f p a d a d i r i y a n g b e r s a n g k u t a n. S e s e o r a n g a k a n m e r a s a s e n a n g dengan melihat sebuah lukisan yang menurutnya sangat indah, tetapi orang lain mungkin tidak suka dengan lukisan itu. Kita tidak bisa memaksakan bahwa luikisan itu indah. N i l a i m o r a l a d a l a h s u a t u b a g i a n d a r i n i l a i, y a i t u n i l a i y a n g m e n a n g a n i kelakuan baik atau buruk dari manusia.moral selalu berhubungan dengan nilai, tetapi t i d a k s e m u a n i l a i a d a l a h n i l a i m o r a l. M o r a l b e r h u b u n g a n d e n g a n k e l a k u a n a t a u t i n d a k a n m a n u s i a. N i l a i m o r a l i n i l a h yang l e b i h t e r k a i t d e n g a n t i n g k a h l a k u kehidupan kita sehari-hari. Notonegoro dalam Kaelan (2000) menyebutkan adanya 3 macam nilai Ketiga nilai itu adalah sebagai berikut: a. Nilai material yaitu segala sesuatu yang berguna bagi kehidupan jasmani manusia atau kebutuhan ragawi manusia. b. Nilai vital y a i t u s e g a l a s e s u a t u y a n g b e r g u n a b a g i m a n u s i a u n t u k d a p a t mengadakan kegiatan atau aktivitas. c. Nilai kerohanian yaitu segala sesuatu yang berguna bagi rohani manusia. Nilai kerohanian meliputi a. N i l a i k e b e n a r a n y a n g b e r s u m b e r p a d a a k a l ( r a s i o, b u d i, c i p t a ) m a n u s i a. b. N i l a i k e i n d a h a n a t a u n i l a i e s t e t i s y a n g b e r s u m b e r p a d a u n s u r p e r a s a a n (emotion) manusia. c. Nilai kebaikan atau nilai moral yang bersumber pada unsur kehendak (karsa,will) manusia. Nilai religius yang merupakan nilai keohanian tertinggi dan mutlak serta bersumber pada kepercayaan atau keyakinan manusia. 5 P a g e

C. PANCASILA SEBAGAI SUMBER NILAI Diterimanya pancasila sebagai dasar negara dan ideologi nasional membawa konsekuensi logis bahwa nilai-nilai pancasila dijadikan landasan pokok, landasan fundamental bagi penyelenggaraan negara Indonesia. Pancasila berisi lima silayang pada hakikatnya berisi lima nilai dasar yang fundamental. Nilai-nilai dasar dari pancasila tersebut adalah nilai Ketuhanan Yang Maha Esa, Nilai Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, nilai Persatuan Indonesia, nilai Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalan permusyawaratan/perwakilan, dan nilai Keadilan s o s i a l b a g i s e l u r u h r a k y a t i n d o n e s i a. D e n g a n p e r n y a t a a n s e c a r a s i n g k a t b a h w a nilai dasar Pancasila adalah nilai ketuhanan, nilai kemanusiaan, nilai persatuan, nilai kerakyatan, dan nilai keadilan. Pancasila di dalamnya mengandung nilai-nilai universal (umum) yang dikembangkan dan berkembang dalam diri pribadi manusia sesuai dengan kodratnya, sebagai makhluk pribadi dan sosial. Manusia pada dasarnya memiliki kedudukan sebagai makluk pribadi dan sosial, - Manusia mempunyai jiwa dan raga - Manusia mempunyai sifat tanpa batas Sebagai suatu sistem nilai Pancasila bagi bangsa Indonesia memiliki keunikan atau kekhasan, karena nilai-nilai Pancasila mempunyai kedudukan atau status yang tetap dan berangkai. Keunikan ini disebabkan, karena masing -masing sila tidak dapat dipisahkan dengan sila lainnya. Kekhususan ini merupakan identitas bagi bangsa Indonesia. Pancasila mempunyai nilai-nilai universal, pada bangsa lain tidak dilaksanakan secara utuh dan menyeluruh sebagaimana bangsa Indonesia dan bangsa lain. Dengan demikian perbedaannya bukan terletak pada sikap ramah tamah, gotongroyong d a n l a i n - l a i n t e t a p i t e r l e t a k p a d a p e n g a m a l a n a t a u p e n e r a p a n n i l a i - n i l a i Pancasila tersebut. Pancasila merupakan pandangan hidup bangsa Indonesia. Maka daripada itu penerapannya ditumbuhkan dan dikembangkan tanpa paksaan melainkan atas kesadaran diri,merupakan panggilan hati nurani (ditimbulkan dari dalam). 6 P a g e

D. MEMAHAMI DAN MENGHAYATI NILAI - NILAI PANCASILA Pandangan hidup suatu bangsa adalah krtistalisasi nilai -nilai yang diyakini kebenarannya dan kesediaan untuk mewujudkan di dalam tindakan, sikap, perilakuhidup dan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Bagi bangsa Indonesia tidak dapat tidak mengkristalisasi nilai-nilai tersebut adalah yang terdapat pada Pancasila, dimana sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa merupakan nilai inti dan nilai sumber yang mana masing-masing saling menjiwai dan meliputi, yang akan memberikan landasan bagi: a. Nilai dasar kemanusiaan sebagai tolok ukur (nilai kriteria), b. Berlaku umum dan menyeluruh bagi nilai-nilai, c. Menjadi landasan kepercayaan pandangan hidup dan sikap serta perilaku. Nilai ketuhanan yang merupakan nilai inti dan nilai sumber criteria dapat memberikan upaya dan usaha manusia dalam: a. Investasi nilai Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa mengandung nilai-nilai ketuhanan, nilai kemanusiaan, nilai persatuan, nilai kerakyatan dan nilai-nilai keadilan. Di samping itu terdapat pula nilai spiritual, nilai pragmatis dan nilai-nilai positif. Lebih lanjut kita jumpai pula nilai logis, nilai estetis, nilai etis, nilai sosial, dan nilai religius. b. Fitur tindakan manusia a l a m d u n i a y a n g s e m a k i n m a j u d a n b e r k e m b a n g, d i t a n d a i d e n g a n i l m u pengetahuan dan teknologi. Akibat kemajuan komunikasi, informasi dan t r a n s f o r m a s i h a m p i r d a p a t d i k a t a k a n t i d a k t e r d a p a t b a t a s - b a t a s w i l a y a h l a g i s e b a g a i a k i b a t a r u s i n f o r m a s i t e r s e b u t. A r u s i n f o r m a s i i n i, b a i k d a r i d a l a m maupun dari luar tidak mungkin terkendali, karena perubahan-perubahan t e r s e b u t. O l e h s e b a b i t u, p e r l u a d a n y a s e m a c a m j a r i n g a n n i l a i - n i l a i u n t u k menyaring nilai-nilai yang tidak sesuai dengan pandangan hidup bangsa.keadaan seperti itu disebut sebagai era globalisasi, keterbukaan atau transportasi akan melanda kehidupan masyarakat dimana pun. c. Memberikan kendali kepada manusia mengendalikan diri untuk mewujudkan keseimbangan, keserasian dan k e s e l a r a s a n d a l a m h i d u p, p e r i l a k u d a n t i n g k a h l a k u d a l a m b e r m a s y a r a k a t, berbangsa dan bernegara. Masyarakt itu sementara berubah (dinamis), yang kita cari bukan dinamikanya, akan tetapi keseimbangan, keselarasan dan keserasian untuk mencapai kebahagiaan. d. Sebagai pengarah (orientasi) pada manusia Ia memberikan kekuatan kehidupan dan membimbing ke arah yang lebihbaik. 7 P a g e

e. Sebagai pendorong (motivasi) bagi manusia memberikan semangat dan dorongan yang lebih kreatif, positif sehinggaakan lebih berdayaguna, efisien, dan efektif. E. NILAI LATEN Seperti diungkapakan bahwa pandangan hidup bangsa adalah kristalisasi nilai-nilai yang diyakini kebenarannya dan bermaksud menerapkannya dalam hidup dan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Apabila kita kaji sebenarnya nilainilai Pancasila tidak terbatas, dan apabila b e l u m t e r u n g k a p d a l a m k e h i d u p a n s e c a r a n a s i o n a l, m a k a k e w a j i b a n k i t a u n t u k m e n g u n g k a p k a n n y a d a l a m p e r m u k a a n, s e h i n g g a n i l a i - n i l a i t e r s e b u t t i d a k l a t e n sifatnya. Nilai-nilai Pancasila yang belum terungkap jumlahnya tak terbatas.penerapan nilai-nilai Pancasila yang terdapat dalam kandungan dari setiap sila adalah sebagai berikut: Sila Pertama: Ketuhanan Yang Maha Esa 1. Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaan dan ketakwaan ter hadap TuhanYang Maha Esa 2. M a n u s i a I n d o n e s i a p e r c a y a d a n t a k w a t e r h a d a p T u h a n Y a n g M a h a E s a, sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. 3. Mengemangkan sifat hormat menghormati dan b ekerjasama antara pemeluk agama dan penganut kepercayaan yang berbeda -beda terhadap Tuhan YangMaha Esa. 4. Mengembangkan kerukunan hidup diantara sesama umat bergama dankepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. 5. A g a m a d a n k e p e r c a y a a n t e r h a d a p T u h a n Y a n g M a h a E s a a d a l a h m a s a l a h yang menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa yang dipercayai dan diyakininya. 6. Menembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan kepercayaan masing-masing. 7. T i d a k m e m a k s a k a n s u a t u a g a m a d a n k e p e r c a y a a n t e r h a d a p T u h a n Y a n g Maha Esa kepada orang lain. Sila Kedua: Kemanusian Yang Adil dan Beradab 8 P a g e

1. M e n g a k u i dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martbatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. 2. M e n g a k u i p e r s a m a a n d e r a j a t, p e r s a m a a n h a k d a n k e w a j i b a n a s a s i s e t i a p manusia, tanpa membeda-bedakan suku, ras, agama, keturunan, kepercayaan,kedudukan social dan sebagainya. 3. Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia 4. Mengembangkan sikap tenggang rasa dan tepa selira. 5. Mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang lain. 6. Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. 7. Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan 8. Berani membela kebenaran dan keadilan Sila Ketiga: Persatuan Indonesia 1. mampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama diatas kepentingan pribadi atau golongan. 2. Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan bangsa apabila diperlukan. 3. mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa. 4. menembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air Indonesia. 5. Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaianabadi dan keadilan social. 6. Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhineka Tunggal Ika. 7. Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa. Sila Keempat : Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalampermusyawaratan/perwakilan 1. S e b a g a i w a r g a N e g a r a d a n w a r g a m a s y a r a k a t, s e t i a p m a n u s i a I n d o n e s i a mempunyai kedudukan yang sama. 2. Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain. 3. Mengutamakan musyawarah dan mengambil keputusan untuk kepentingan bersama. 4. Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan. 5. Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai hasil musyawarah. 9 P a g e

6. Dengan itikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil musyawarah. 7. Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur. 8. Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggung jawabkan secara moral kepada T u h a n Y a n g M a h a E s a, m e n j u n j u n g t i n g g i h a r k a t d a n m a r t a b a t manusia, nilai-nilai kebenaran dan keadilan, megutamakan persatuan dan kesatuan demi keentingan bersama. 9. M e m b e r i k a n k e p e r c a y a a n k e p a d a w a k i l - w a k i l y a n g d i p e r c a y a k a n u n g t u k melaksanakan permusyawaratan. Sila Kelima: Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia 1. Mengenbangkan perbuatan yang luhur, yang mencerminkan sikap dansuasana kekeluargaan dan kegotong-royongan. 2. Mengembangkan sikap adil terhadap sesama. 3. Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban. 4. Menghormati hak orang lain. 5. Suka memberikan pertolongan pada orang lain agar dapat berdiri sendiri. 6. Tidak menggunakan hak milik utntuk usaha -usaha yang bersifat pemerasan terhadap orang lain. 7. Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat pemborosan dangaya hidup mewah. 8. Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bertentangan dengan atau merugikan kepentingan umum. 9. Suka bekerja keras. 10. Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama. 11. Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata dan keadilan sosial. 10 P a g e

BAB IV PENUTUP A. KESIMPULAN Nilai adalah sesuatu yang berharga, bermutu, menunjukkan kualitas, dan berguna bagi manusia. Sesuatu itu bernilai berarti sesuatu itu berharga atau berguna bagi kehidupan manusia. Pancasila memiliki ciri-ciri atau sifat-sifat diantaranya Nilai itu suatu realitas abstrak dan ada dalam kehidupan manusia, Nilai memiliki sifat normatif, dan Nilai berfungsi sebagai daya dorong/motivator. Pancasila berisi lima sila yang pada hakikatnya berisi lima nilai dasar yang fundamental. Nilai-nilai dasar dari pancasila tersebut adalah nilai Ketuhanan Yang Maha Esa, Nilai Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, nilai Persatuan Indonesia, nilai Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalan permusyawaratan/perwakilan, dan nilai Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. B. SARAN Sebagai warga negara yang baik, jika kita telah mengerti dan mengetahui nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila hendaknya dilaksanakan dengan baik agar terciptanya kondisi masyarakat yang aman, damai, tertib dan tentram. 11 P a g e

DAFTAR PUSTAKA Widjaja, AW, H, Drs, Penerapan Nilai-Nilai Pancasila dan Ham, Jakarata:RINEKA CIPTA, 2004.Tambujaya E, Rustam, Pendidikan Pancasila, Jakarta: Pustaka Jaya, 1995.Hartono, Pendidikan Pancasila untuk SMA, Bandung: Yudistira, 1998. http://www.google.com http://www.yahoo.com http://www.wikipedia.com http://www.okezone.com 12 P a g e