Prof. Ris. Dr. Gustan Pari

dokumen-dokumen yang mirip
PEMBUATAN DAN KUALITAS ARANG AKTIF DARI SERBUK GERGAJIAN KAYU JATI

PENDAHULUAN. Latar Belakang. meningkat. Peningkatan tersebut disebabkan karena banyak industri yang

ARANG HAYATI DAN TURUNANNYA SEBAGAI STIMULAN PERTUMBUHAN JABON DAN SENGON

BAB I PENDAHULUAN. energi untuk melakukan berbagai macam kegiatan seperti kegiatan

BEBERAPA SIFAT DAN PEMANFAATAN ARANG DARI SERASAH DAN KULIT KAYU PINUS. The Properties and Utilization of Charcoal from Pine Litter and Bark

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Biomassa adalah segala material yang berasal dari tumbuhan atau hewan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA

Arang Kaya Manfaat Ramah Lingkungan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

PEMBUATAN DAN PEMANFAATAN ARANG AKTIF DARI TEMPURUNG BUAH LONTAR (Borassus flabellifer Linn.) SEBAGAI ABSORBEN LIMBAH BATIK KAYU

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB I. PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. areal Hutan Tanaman Indusrti (HTI) telah banyak digunakan sebagai bahan baku kayu

BRIKET ARANG DARI SERBUK GERGAJIAN KAYU MERANTI DAN ARANG KAYU GALAM

PEMANFAATAN LIMBAH GERGAJIAN BATANG KELAPA (Cocos nucifera L.) SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN ARANG

ALTERNATIF PEMANFAATAN LIMBAH INDUSTRI PENGOLAHAN KAYU SEBAGAI ARANG BRIKET

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. minyak bumi semakin menipis bisa dilihat dari produksi minyak bumi dari tahun

Simposium Nasional Teknologi Terapan (SNTT) ISSN: X

KARAKTERISTIK CAMPURAN BATUBARA DAN VARIASI ARANG SERBUK GERGAJI DENGAN PENAMBAHAN ARANG TEMPURUNG KELAPA DALAM PEMBUATAN BRIKET

Karakterisasi Biobriket Campuran Kulit Kemiri Dan Cangkang Kemiri

PEMANFAATAN LIMBAH DAUN DAN RANTING PENYULINGAN MINYAK KAYU PUTIH (Melaleuca cajuputi Powell) UNTUK PEMBUATAN ARANG AKTIF

PIROLISIS CANGKANG SAWIT MENJADI ASAP CAIR (LIQUID SMOKE)

PEMANFAATAN TANDAN KOSONG SAWIT SEBAGAI BAHAN BAKU ASAP CAIR (LIQUID SMOKE) Kata Kunci : Asap cair, limbah, kelapa sawit, tandan kosong sawit

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

DAFTAR PUSTAKA. Anonim Annual Book of ASTM Standars. Gaseous fuels, Coal and coke, Athmospheric Analysis. Philadelphia. USA.

RANCANG BANGUN TUNGKU PIROLISA UNTUK MEMBUAT KARBON AKTIF DENGAN BAHAN BAKU CANGKANG KELAPA SAWIT KAPASITAS 10 KG

OPTIMASI PEMBUATAN ASAP CAIR DARI SEKAM PADI DAN APLIKASINYA SEBAGAI PUPUK TANAMAN HIDROPONIK

BAB I PENDAHULUAN. I. 1. Latar Belakang. Secara umum ketergantungan manusia akan kebutuhan bahan bakar

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. dengan pasokan energi dalam negeri. Menurut Pusat Data dan Informasi Energi dan

DAFTAR PUSTAKA. ASTM D Standard Test Method for Gross Calorific Value of Coal and Coke by the Adiabatic Bomb Calorimeter.

PEMBUATAN BRIKET BIOARANG DARI ARANG SERBUK GERGAJI KAYU JATI

II. TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. Kebutuhan energi semakin meningkat seiring dengan laju pertumbuhan

HUTAN DAN SAINS. Oleh: Dr. Henri Bastaman, MES Kepala Badan Penelitian, Pengembangan dan Inovasi

BAB I PENDAHULUAN. Sementara produksi energi khususnya bahan bakar minyak yang berasal dari

BAHAN BAKAR PADAT DARI PELEPAH SAWIT MENGGUNAKAN PROSES KARBONISASI DENGAN VARIASI UKURAN BAHAN BAKU DAN SUHU

Sifat Fisika - Kimia Briket Arang dari Limbah Serbuk Gergajian Acacia mangium Willd

KARAKTERISTIK BRIKET BIOARANG LIMBAH PISANG DENGAN PEREKAT TEPUNG SAGU

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang

ARANG AKTIF DARI AMPAS TEBU SEBAGAI ADSORBEN PADA PEMURNIAN MINYAK GORENG BEKAS RIA WIJAYANTI

BENTONIT SEBAGAI ADSORBEN PADA PEMUCATAN CINCAU HIJAU SERTA KARAKTERISASINYA

RPPI Revitalisasi Pemanfaatan Hasil Hutan Pasca Panen untuk Energi, Pangan dan Obat-obatan Alternatif dari Hutan

RANCANG BANGUN ALAT PENCETAK BRIKET ARANG PADA PEMANFAATAN LIMBAH CANGKANG BIJI BUAH KARET

BAB I PENDAHULUAN. Pra Rancangan Pabrik Pembuatan Bio Oil Dengan Bahan Baku Tandan Kosong Kelapa Sawit Melalui Proses Pirolisis Cepat

PEMANFAATAN LIMBAH SABUT DAN TEMPURUNG KELAPA MUDA (CocosNucifera) SEBAGAI BAHAN BAKU BRIKET ARANG. Oleh: NICO PRADANA NIM.

Prarancangan Pabrik Karbon Aktif Grade Industri Dari Tempurung Kelapa dengan Kapasitas 4000 ton/tahun BAB I PENGANTAR

ITM-05: PENGARUH TEMPERATUR PENGERINGAN PADA AKTIVASI ARANG TEMPURUNG KELAPA DENGAN ASAM KLORIDA DAN ASAM FOSFAT UNTUK PENYARINGAN AIR KERUH

I. PENDAHULUAN. makhluk hidup, baik manusia, hewan, maupun tumbuhan. Akses terhadap air

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

PEMBUATAN CUKA KAYU DAN APLIKASINYA PADA TANAMAN. Oleh : Sri Komarayati

BAB I PENDAHULUAN. 1 Universitas Sumatera Utara

BAB I PENDAHULUAN. permintaan kertas dunia, yaitu rata-rata sebesar 2,17% per tahun (Junaedi dkk., 2011).

EFFEKTIFITAS BRIKET BIOMASSA. Jl Raya Solo Baki km 2 Kwarasan Grogol Solobaru Sukoharjo. *

PEMANFATAN LIMBAH SERBUK GERGAJI ULIN DAN KAYU BIASA SEBAGAI ENERGI ALTERNATIF PENGGANTI BAHAN BAKAR MINYAK

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Air bersih merupakan sumber kehidupan yang sangat vital bagi manusia.

Jurnal Penelitian Teknologi Industri Vol. 6 No. 2 Desember 2014 Hal :

STUDI EKSPERIMENTAL BIO OIL BERBAHAN BAKU LIMBAH SISA MAKANAN DENGAN VARIASI TEMPERATUR PIROLISIS

PENGARUH SUHU DAN WAKTU PENGARANGAN TERHADAP KUALITAS BRIKET ARANG DARI LIMBAH TEMPURUNG KELAPA SAWIT

BAB I PENDAHULUAN. minyak ikan paus, dan lain-lain (Wikipedia 2013).

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

KAYULAPIS Teknologi dan Sertifikasi sebagai Produk Hijau

DAFTAR PUSTAKA. Adan, I. U Membuat Briket Bioarang. Kanisius. Yogyakarta.

KARAKTERISTIK PEMBAKARAN BIOBRIKET CAMPURAN AMPAS AREN, SEKAM PADI, DAN BATUBARA SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF

Dylla Chandra Wilasita Ragil Purwaningsih

BAB 1 PENDAHULUAN Judul Penelitian

PENGARUH VARIASI BAHAN PEREKAT TERHADAP LAJU PEMBAKARAN BIOBRIKET CAMPURAN BATUBARA DAN SABUT KELAPA

6/23/2011 GASIFIKASI

4.1.1 Nilai Kalor (Heating value)

Hafnida Hasni Harahap, Usman Malik, Rahmi Dewi

PEMANFAATAN BIOMASSA KAYU SEBAGAI SUMBER ENERGI TERBARUKAN

PENDUGAAN SIMPANAN KARBON DI ATAS PERMUKAAN LAHAN PADA TEGAKAN EUKALIPTUS (Eucalyptus sp) DI SEKTOR HABINSARAN PT TOBA PULP LESTARI Tbk

Utilization of Wood Waste Mahang (Macaranga sp.) From Sawmill Industry For Making Wood Vinegar

Aditya Kurniawan ( ) Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

PRISMA FISIKA, Vol. I, No. 1 (2013), Hal ISSN :

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

I. PENDAHULUAN. Karet (Hevea brasiliensis M.) merupakan salah satu komoditi penting dan terbesar

PENGARUH WAKTU DAN SUHU PEMBUATAN KARBON AKTIF DARI TEMPURUNG KELAPA SEBAGAI UPAYA PEMANFAATAN LIMBAH DENGAN SUHU TINGGI SECARA PIROLISIS

OPTIMASI KONDISI OPERASI PIROLISIS SEKAM PADI UNTUK MENGHASILKAN BAHAN BAKAR BRIKET BIOARANG SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF

RITECH EXPO 2012 Ke 17 di BANDUNG

LEMBAR ABSTRAK. Jurnal Penelitian Hasil Hutan

ANALISA NILAI KALOR BRIKET DARI CAMPURAN AMPAS TEBU DAN BIJI BUAH KEPUH

BAB I. PENDAHULUAN. Indonesia tetapi juga di seluruh dunia. Perubahan iklim global (global climate

Briket dari Char Hasil Pirolisa Tempurung Kelapa (Coconut Shells)

PENGARUH KOMPOSISI CAMPURAN SABUT DAN TEMPURUNG KELAPA TERHADAP NILAI KALOR BIOBRIKET DENGAN PEREKAT MOLASE

BAB I PENDAHULUAN. Industri adalah kegiatan ekonomi yang mengolah bahan mentah, bahan

PENENTUAN KONDISI OPTIMUM SUHU DAN WAKTU KARBONISASI PADA PEMBUATAN ARANG DARI SEKAM PADI

Diambil dari berbagai sumber berikut penjelasan mengenai Proses pengolahan limbah industri plwood. Ok, here we go,

Analisis Variasi Suhu Tekan Pada Karakteristik Briket Arang Ampas Tebu sebagai Bahan Bakar Alternatif

19/10/2015. A. Sejarah singkat penelitian arang dan pengembangan tungku. B. Teknologi pembuatan arang: pengertian, proses, aplikasi

BAB II LANDASAN TEORI. (Balai Penelitian dan Pengembangan Industri, 1984). 3. Arang gula (sugar charcoal) didapatkan dari hasil penyulingan gula.

II. DESKRIPSI PROSES

BIOMASSA: BAHAN BAKAR BERSIH UNTUK INDUSTRI KARET DI SUMATERA SELATAN

Transkripsi:

Prof. Ris. Dr. Gustan Pari Prof. Ris. Gustan apri, adalah peneliti bidang kimia kayu (pengolahan hasil hutan) di Pusat Penelitian dan Pengembangan Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan, Badan Litbang Kehutanan. Dalam konteks REDD dan perubahan iklim di Indonesia, Prof. Gustan berperan secara aktif sebagai anggota Kelompok Kerja REDD+ Badan Litbang Kehutanan, sebagai salah tim penyusunan Cadangan Karbon pada Berbagai Tipe Hutan di Indonesia serta melakukan kegiatan penelitian bidang kimia kayu. Bidang Kepakaran Kimia Kayu (Pengolahan Hasil Hutan) Unit Kerja Pusat Penelitian dan Pengembangan Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan (Pustekolah) Alamat Kantor Jl. Gunung Batu No. 5, Bogor Indonesia 16610 Telephone/Fax Kantor 0251-863378 / 0251-8633413 E-mail gustanp@yahoo.com Kegiatan terkait REDD 1. Anggota Kelompok Kerja REDD+ Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan 2. Biotechnological Prosesses in Environmental Technology. ATA-251 Belgia. 1986-1991 3. Forest Biomass Utilization. JIFPRO, Jepang. 1998-2004 4. Demonstration Study on Carbon Fixing Forest Management in Indonesia. JICA, Jepang. 2001-2006 5. Manufacture Charcoal and Wood Vinegar with Seki Kiln. JCFA, Jepang. 2004-2005 6. Pengembangan Biomassa dalam Menunjang Kebutuhan Energi Nasional 7. Penyelenggaraan Alih Teknologi Pembuatan Arang Terpadu 8. Pengarah dan Pelaksana Pengembangan Demplot Desa Mandiri Energi Berbasis Hutan Tanaman Nyamplung 9. Pengkajian Lontar sebagai Sumber Energi Bioetanol 10. Masyarakat Standardisasi Nasional (MASTAN) 11. Masyarakat Penelitia Kayu Indonesia (MAPEKI) 12. Masyarakat Nano Indonesia (MNI) 13. Himpunan Polimer Indonesia (HPI) 14. International Biochar Iniciative (IBI) 15. Wood Carbonization Research Society (WCRS) Publikasi terkait REDD 1. Pari, G dan Hartoyo. 1989. Aktivasi kembali limbah arang aktif dari pabrik gula ketela pohon. Jurnal Penelitian Hasil Hutan. 6(1): 36-39. 2. Pari, G dan Sachry. 1989. Beberapa sifat fisis dan kimia minyak biji saga laut. Jurnal Penelitian Hasil Hutan. 6(6): 380-383. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan, 3. Pari, G dan Hartoyo. 1989. Pembuatan arang aktif dari biomas untuk pemurnian minyak kelapa. Jurnal Penelitian Hasil Hutan. 6(2): 133-136.

4. Pari, G. 1990. Analisis kimia 18 jenis kayu kurang dikenal dari Jawa Barat. Jurnal penelitian Hasil Hutan. 6(7): 426-430. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan, 5. Pari, G. 1990. Beberapa sifat fisis dan kimia ekstrak tanin. Jurnal Penelitian Hasil Hutan. 6(8): 477-487. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan, Bogor 6. Pari, G. 1990. Isolasi lignin dari lindi hitam. Jurnal Penelitian Hasil Hutan. 8(1): 25-30. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan, 7. Pari. G. dan G. Sumarni. 1990. Sifat dan ekstrak tanin dari kulit Acacia decurens sebagai insektisida. Jurnal Penelitian Hasil Hutan. 8(1):17-19. 8. Pari, G dan Hartoyo. 1990. Analisis kimia 9 jenis kayu Indonesia. Jurnal Penelitian Hasil Hutan. 7(4): 130-133. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan, 9. Pari, G., Hendra, D dan Hartoyo. 1990. Beberapa sifat fisis dan kimia briket arang dari limbah arang aktif. Jurnal Penelitian Hasil Hutan. 7(2): 61-67. 10. Pari, G. dan S.B. Lestari. 1990. Analisis kimia beberapa jenis kayu Indonesia. Jurnal Penelitian Hasil Hutan. 7(3): 96-100. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan, 11. Pari, G. dan D. Hendra. 1991. Analisis kimia beberapa jenis kayu kurang dikenal dari NTB. Jurnal Penelitian Hasil Hutan. 9(7): 294-298. 12. Pari, G. 1991. Pembuatan arang aktif dari kayu karet untuk bahan pemurni minyak daun cengkeh. Jurnal Penelitian Hasil Hutan. 8(6): 228-235. 13. Pari, G., Lestari, S.B. dan P. Hastoeti. 1992. Kualitas dan sifat ekstrak tanin dari kulit kayu Acacia mangium. Jurnal Penelitian Hasil Hutan. 10(4): 113-121. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan, 14. Pari, G. 1992. Pembuatan arang aktif dari serbuk gergaji sengon untuk menjernihkan air. Jurnal Penelitian Hasil Hutan. 10(5): 141-149. 15. Pari, G dan N. Hudaya. 1992. Analisis kimia 6 jenis kayu hutan tanaman industri. Jurnal Penelitian Hasil Hutan. 10(1): 7-11. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan 16. Pari, G. 1993. Beberapa sifat minyak sabal-sabal. Jurnal Penelitian Hasil Hutan. 11(2): 45-48. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan, 17. Pari, G dan S.B. Lestari. 1993. Analisis kimia beberapa jenis kayu dari Sulawesi Utara. Jurnal Penelitian Hasil Hutan. 11(1): 7-11. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan, 18. Hartoyo, dan G. Pari. 1993. Peningkatan rendemen dan daya serap arang aktif cara kimia dosis rendah dan gasifikasi. Jurnal Penelitian Hasil Hutan. 11(5): 205-208. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan, 19. Hendra, D dan G. Pari. 1993. Efisiensi beberapa model tungku. Jurnal

Penelitian Hasil Hutan. 11(1): 1-6. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan, 20. Hendra, D dan G. Pari. 1995. Pembuatan arang aktif dari kayu Acacia mangium dengan gasifikasi fluidized bed. Jurnal Penelitian Hasil Hutan. 13(6): 252-257. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan dan Sosial Ekonomi Kehutanan, 21. Pari, G. 1996. Analisis kimia beberapa jenis kayu dari Indonesia Bagian Timur. Buletin Penelitian Hasil Hutan. 14(1): 1-6. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan dan Sosial Ekonomi Kehutanan, 22. Pari, G. 1996. Kualitas arang aktif dari 5 jenis kayu. Buletin Penelitian Hasil Hutan. 14(2): 60-68. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan dan Sosial Ekonomi Kehutanan, 23. Pari, G. 1996. Pembuatan arang aktif dari serbuk gergaji tusam untuk penjernih air limbah industri pulp kertas dan air sumur. Buletin Penelitian Hasil Hutan. 14(2): 69-75. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan dan Sosial Ekonomi Kehutanan, 24. Pari, G. 1996. Pembuatan arang aktif dari serbuk gergajian sengon dengan cara kimia. Buletin Penelitian Hasil Hutan. 14(8): 308-320. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan dan Sosial Ekonomi Kehutanan, 25. Pari, G. 1996. Analisi komponen kimia dari kayu sengon dan kayu karet pada beberapa macam umur. Buletin Penelitian Hasil Hutan. 14(8): 321-327. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan dan Sosial Ekonomi Kehutanan, 26. Pari, G. 1996. Hasil destilasi kering 9 jenis kayu dari Maluku Utara. Buletin Penelitian Hasil Hutan. 14(10): 462-466. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan dan Sosial Ekonomi Kehutanan, 27. Pari, G., Mahpudin dan D. Setiawan. 1996. Hasil destilasi kering 10 jenis kayu dari Nusa Tenggara Barat. Buletin Penelitian Hasil Hutan. 14(9): 382-387. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan dan Sosial Ekonomi Kehutanan, 28. Pari, G., Buchari dan A. Sulaeman. 1996. Pembuatan dan kualitas arang aktif dari kayu sengon sebagai bahan adsorben. Buletin Penelitian Hasil Hutan. 14(7): 274-289. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan dan Sosial Ekonomi Kehutanan, Bogor 29. Pari, G., Saefuloh dan D. Setiawan. 1997. Analisis kimia 9 jenis kayu dari Irian jaya. Buletin penelitian Hasil Hutan. 15(2): 87-93. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan dan Sosial Ekonomi Kehutanan, 30. Pari, G. 1998. Pengaruh umur kayu mangium terhadap kualitas arang aktif. Buletin penelitian Hasil Hutan. 15(5): 348-362. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan dan Sosial Ekonomi Kehutanan, 31. Pari, G. 1999. Sifat dan kualitas arang aktif dari gambut. Buletin penelitian Hasil Hutan. 16(5): 267-278. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan dan Sosial Ekonomi Kehutanan, 32. Pari, G. 1999. Karakterisasi arang aktif dari arang serbuk gergajian sengon dengan bahan pengaktif NH 4 HCO 3. Buletin Penelitian Hasil

Hutan. 17(2): 89-100. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan, 33. Hendra, D dan Pari, G. 1999. Pembuatan arang aktif dari tandan kelapa sawit. Buletin penelitian Hasil Hutan. 17(2): 113-122. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan, 34. Pari, G. 2000. Pembuatan arang aktif dari batubara. Buletin Penelitian Hasil Hutan. 17(4): 220-230. Pusat Penelitian Hasil Hutan, 35. Pari, G., Hartoyo dan Nurhayati. 2000. Kemungkinan pemanfaatan arang aktif kulit kayu Acacia mangium Willd untuk pemurnian minyak kelapa sawit. Buletin Penelitian Hasil Hutan. 18(1): 40-53. Pusat Penelitian Hasil Hutan, 36. Pari, G. dan Saefuloh. 2000. Analisis komponen kimia kayu mangium pada beberapa macam umur asal Riau. Buletin Penelitian Hasil Hutan. 17(3): 140-148. Pusat Penelitian Hasil Hutan, 37. Pari, G., Saefuloh dan D. Setiawan. 2001. Analisis komponen kimia dari kayu kurang dikenal dari Kalimantan Timur. Buletin Penelitian Hasil Hutan. 19 (4): 201-207. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Hasil Hutan 38. Pari, G dan I. Sailah. 2001. Pembuatan arang aktif dari sabut kelapa sawit dengan bahan pengaktif NH 4 HCO 3 dan (NH 4 ) 2 CO 3. Buletin Penelitian Hasil Hutan. 19(4): 231-244. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Hasil Hutan, 39. Gusmailina., Pari, G., Komarayati, S., dan T. Rostiawati. 2001. Alternatif arang aktif sebagai soil conditioning pada tanaman. Buletin Penelitian Hasil Hutan. 19(3): 185-199. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Hasil Hutan, 40. Pari, G., Mahpudin dan D. Setawan. 2002. Menelaah sifat-sifat hasil destilasi kering lima jenis kayu asal Kalimantan Timur. Buletin Penelitian Hasil Hutan. 20(2): 159-164 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Hasil Hutan, 41. Gusmailina dan G. Pari. 2002. Pengaruh pemberian arang terhadap pertumbuhan tanaman cabai merah. Buletin Penelitian Hasil Hutan. 20 (3): 217-229. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Hasil Hutan, 42. Komarayati, S., Gusmailina. dan G. Pari. 2002. Pembuatan kompos dan arang kompos dari serasah dan kulit kayu tusam. Buletin Penelitian Hasil Hutan. 20 (3): 231-242. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Hasil Hutan, 43. Gusmailian., G. Pari dan S. Komarayati. 2002. Aplikasi arang kulit kayu sebagai campuran media tumbuh anakan Eucalyptus urophylla dan Acacia mangium. Buletin Penelitian Hasil Hutan. 20 (5): 333-351. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Hasil Hutan, 44. Sudradjat., G. Pari dan M.I. Iskandar. 2003. Pembuatan perekat fenolik dari limbah lindi hitam yang dipekatkan dengan tanin atau fenol kristal. Buletin Penelitian Hasil Hutan. 21 (2): 99-109. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Hasil Hutan, 45. Komarayati, S., Gusmailina dan G. Pari. 2003. Aplikasi arang kompos pada anakan tusam. Buletin Penelitian Hasil Hutan. 21 (1): 15-21.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Hasil Hutan, 46. Pari, G dan S. Abdurahim. 2003. Pembuatan arang aktif dari tempurung kelapa, serbuk kayu, tempurung kelapa sawit dan tandan kelapa kosong. Buletin Penelitian Hasil Hutan. 21 (1): 55-65. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Hasil Hutan, 47. Pari, G., Miyakuni dan C.A. Siregar. 2003. Method of charcoal production to enhance carbon sequstration. Buletin Penelitian Hutan. No. 634: 15-26. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan dan Konservasi Alam, 48. Gusmailina., Pari, G dan S. Komarayati. 2003. Pengembangan penggunaan arang untuk rehabilitasi lahan. Buletin Penelitian dan Pengembangan Kehutanan 4(1): 21-30. Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan, Jakarta. 49. Pari, G., Buchari., Sofyan, K dan W. Syafii. 2004. Pengaruh lama aktivasi terhadap struktur dan mutu arang aktif serbuk gergaji jati. Jurnal Teknologi Hasil Hutan. 17(1): 33-44. Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor, 50. Pari, G., Buchari., Sofyan, K dan W. Syafii. 2004. Suhu karbonisasi dan perubahan struktur arang dari serbuk gergaji jati. Jurnal Teknologi Hasil Hutan 16 (2): 70-80. Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor, 51. Pari, G., Buchari., Sofyan, K dan W. Syafii. 2004. Arang aktif sebagai bahan penangkap formaldehida pada kayu lapis. Jurnal Teknologi Industri Pertanian 14 (1): 17-23. Departemen Teknologi Industri Pertanian, Institut Pertanian Bogor, 52. Pari, G., Buchari., Sofyan, K dan W. Syafii. 2005. Pengaruh lama aktivasi terhadap struktur kimia dan mutu arang aktif serbuk gergaji sengon. Jurnal Penelitian Hasil Hutan. 23(3): 207-218. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan, 53. Pari, G., Buchari., Sofyan, K., Syafii, W dan H. Yamamoto. 2006. Kajian struktur arang dari lignin. Jurnal penelitian Hasil Hutan. 24(1): 9-20. 54. Pari, G., Santoso, A dan D. Hendra. 2006. Pembuatan dan pemanfaatan arang aktif sebagai reduktor emisi formaldehida kayu lapis. Jurnal Penelitian Hasil Hutan. 24 (5): 425-436 55. Pari, G., Hendra, D dan R.A. Pasaribu. 2006. Pengaruh lama waktu aktivasi dan konsentrasi asam fosfat terhadap mutu arang aktif dari kulit kayu Acacia mangium. Jurnal penelitian Hasil Hutan. 24(1): 33-46. 56. Pari, G., Roliadi, H., Setiawan, D dan saefuloh. 2006. Komponen kimia sepuluh jenis kayu tanaman dari jawa Barat. Jurnal penelitian Hasil Hutan. 24(2): 89-101. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan, 57. Pari, G., Tohir, D., Mahpudin dan J. Ferry. 2006. Arang aktif serbuk gergaji kayu sebagai bahan adsorben pada pemurnian minyak goreng bekas. Jurnal penelitian Hasil Hutan. 24(4): 309-322. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan, 58. Pari, G dan A. Santoso. 2006. Arang aktif serbuk gergaji sebagai

reduktor emisi formaldehida kayu lapis. Jurnal Nusa Kimia. 6(1): 40-47. Fakultas MIPA Universitas Nusa Bangsa, 59. Roliadi, H dan G. Pari. 2006. Energy conversion from woody biomass stuff: Possible manufacture of briquetted charcoal from sawmill generated sawdust. Journal of Forestry Research. 3(2): 93-103 60. Haji, A.G., Mas ud, Z.A., Lay, B.W., Sutjahjo, S.H dan G. Pari. 2006. Pembuatan arang dari sampah organik dengan cara karbonisasi menggunakan reaktor pirolisis. Jurnal Teknologi dan Manajemen Lingkungan. 7(2): 139-144. 61. Haji, A.G., Mas ud, Z.A., Lay, B.W., Sutjahjo, S.H dan G. Pari. 2006. Karekterisasi kompos hasil dekomposisi sampah organik perkotaan dengan biodekomposer EM4, orgadek dan biodek. Jurnal Ilmiah Lingkungan Hidup.8(2): 25-32. 62. Haji, A.G., Mas ud, Z.A., Lay, B.W., Sutjahjo, S.H dan G. Pari. 2007. Karekterisasi asap cair hasil pirolisis sampah organik padat Jurnal Teknologi Industri Pertanian 16(3): 111-118. 63. Pasaribu, G., Sipayung, B dan G. Pari. 2007. Analisis komponen kimia empat jenis kayu asal Sumatera Utara. Jurnal Penelitian Hasil Hutan. 25 (4): 327-333. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan, 64. Sulaeman, A dan G. Pari. 2008. Pengaruh suhu dan waktu aktivasi terhadap mutu dan struktur arang aktif kayu puspa. Warta Kimia Analitik. Pusat Penelitian Kimia. LIPI. No 17. 65. Pari, G., Widayati, D. T dan M. Yoshida. 2009. Mutu arang aktif dari serbuk gergaji jati. Jurnal Penelitian Hasil Hutan. 27 (4): 381-398.