PERKEMBANGAN ANTARA WEB SERVICE YANG MENGGUNAKAN PROTOCOL SOAP DAN REST

dokumen-dokumen yang mirip
KEBUTUHAN WEB SERVICE UNTUK SINKRONISASI DATA ANTAR SISTEM INFORMASI DALAM E-GOV DI PEMKAB BANTUL YOGYAKARTA

TUGAS ONLINE 2 : SOAP PERANCANGAN SISTEM BERBASIS KOMPONEN

Arsitektur Web Service Web service memiliki tiga entitas dalam arsitekturnya, yaitu: 1. Service Requester (peminta layanan)

WEB SERVICES. Sistem terdistribusi week 12

Web Services merupakan salah satu bentuk implementasi dari arsitektur model aplikasi N-Tier yang berorientasi layanan. Perbedaan Web Services dengan

TUGAS SISTEM INFORMASI BERBASIS WEB. PHP Web Service. Nama : Ilham NIM : Kelas : 6B. Daftar isi

Firewall & WEB SERVICE

BAB II. KAJIAN PUSTAKA

1. PENDAHULUAN Saat ini, dua teknologi paling populer yang digunakan pada Internet adalah dan World Wide Web. Pada beberapa tahun yang akan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Bab ini membahas teori-teori yang dijadikan acuan tugas akhir ini.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

SERVICE ORIENTED ARCHITECTURE (SOA)

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

PRAKTIKUM. Rekayasa Web. Modul 6: Restful API Server & Client Codeigniter. Laboratorium Teknik Informatika Universitas Pasundan

BAB 1 Service Oriented Architecture 1.1 Evolusi SOA

Dasar Pemrograman Web. Pemrograman Web. Adam Hendra Brata

BAB II LANDASAN TEORI. Basis Data Terdistribusi didefinisikan sebagai sebuah collection of multiple,

PROSES, OBJEK DAN LAYANAN TERDISTRIBUSI

Bab II. TINJAUAN PUSTAKA

IMPLEMENTASI REST WEB SERVICE PADA APLIKASI PENGOLAH PESAN YAHOO MESSENGER PADA CV. MELIANA PRATAMA

MEMBUAT WEB SERVICE DENGAN MENGGUNAKAN JAVA (STUDI KASUS E- COMMERCE PORTAL)

BAB II KAJIAN PUSTAKA. seluler (mobile) seperti telepon pintar (smartphone) dan komputer tablet. Android

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI

Web Service. Asep Herman Suyanto

Network Access/Interface Layer Internet Layer Host-to-Host Transport Layer Application Layer

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB II KAJIAN PUSTAKA. tablet layar sentuh (touchscreen) yang berbasis Linux. Seiring perkembangannya

BS603 PENGEMBANGAN APLIKASI ENTERPRISE Niko Ibrahim, S.Kom, MIT

TUGAS ELEARNING PENGEMBANGAN WEB SERVICE

APLIKASI BERBASIS WEB

Teknik Informatika S1

SISTEM INFORMASI DISTRIBUSI BARANG BERBASIS WEB SERVICE

PERANCANGAN WEB KORAN PELAJAR YOGYAKARTA BERBASIS WEB SERVICE SOAP DAN CSS FRAMEWORK FOUNDATION 4 NASKAH PUBLIKASI

Muhammad Zen Samsono Hadi, ST. Msc.

BAB 3 DASAR TEORI 3.1 Web Service

APPLICATION LAYER. Oleh : Reza Chandra

HTTP Protocol Ketika sebuah alamat web (atau URL) yang diketik ke dalam web browser, web browser melakukan koneksi ke web service yang berjalan pada

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan teknologi informasi semakin pesat sampai saat ini dengan terus dikembangkannya

RANCANG BANGUN WEB SERVICE UNTUK TRANSAKSI DATA PADA APLIKASI SAHABAT JASA DENGAN METODE REST

By : Agung surya permana ( )

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI. Pemanfaatan web service untuk integrasi data pada sistem informasi eksekutif

BAB II KAJIAN PUSTAKA

KOMUNIKASI PENGANTAR DATA TERDISTRIBUSI. Materi: 1. Komunikasi Data 2. Protocol 3. Remote Procedure Call 4. Object Remote

BAB III LANDASAN TEORI

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB III LANDASAN TEORI

Distribusi Fungsi. Dengan pembagian fungsi untuk tiap komponen dalam sistem client server, berikut manfaat yang ada :

KOMUNIKASI. Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia. 2.1 Komunikasi Data

BAB II LANDASAN TEORI

PENJURIAN ONLINE BERBASIS WEB SERVICE

Implementasi PHP Web Service Sebagai Penyedia Data Aplikasi Mobile

BAB II DASAR TEORI. 2.1 Event. 2.2 Web Service II-1

Bab 1 Pendahuluan 1.1 Latar Belakang Masalah

APLIKASI PELAPORAN KERUSAKAN JALAN TOL MENGGUNAKAN LAYANAN WEB SERVICE BERBASIS ANDROID

Bab 2 Tinjauan Pustaka 2.1 Penelitian Terdahulu

Konsep Pemrograman Internet dan Web

IMPLEMENTASI TEKNOLOGI WEB SERVICE PADA SISTEM INFORMASI ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN DENGAN WEB SERVICE

Jurnal Ilmiah INOVASI, Vol.14 No.2 Hal , Mei-Agustus 2014, ISSN

Basis Data 2. Database Client / Server. Arif Basofi, S.Kom. MT. Teknik Informatika, PENS

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

IMPLEMENTASI WEB SERVICE COMPOSITE (STUDI KASUS APLIKASI PARIWISATA)

Implementasi Rest Web Service Pada Game Kuis Ensiklopedia Indonesia Berbasis Android

Kinerja Web Service pada Proses Integrasi Data

BAB II LANDASAN TEORI

Sistem Basis Data Lanjut. Sistem Manajemen Basis Data Web 1 : Web

Konsep Pemrograman Web

UKDW BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

komprehensip dan menjadi rujukan bagi rumah sakit PKU Muhammadiyah di

Tujuan Pembangunan Jaringan Komputer. mengantarkan informasi secara tepat dan akurat dari sisi pengirim ke sisi penerima

Pokok Bahasan 2 Teknologi Dasar Internet dan Web. L. Erawan

DAF WebProjector. Dynamic Application Form. Application Server. Service Control Manager (SCM) DB Connector RDBMS

Application Layer Protocol and Services DNS Service and Protocol WWW dan HTTP

BAB III LANDASAN TEORI. Pada bab ini akan dijelaskan mengenai teori dasar yang digunakan oleh penulis sebagai acuan dalam membangun aplikasi.

BAB II LANDASAN TEORI

Konsep Pemrograman Web

Pengenalan Internet. Arrummaisha A

Model Sistem Terdistribusi

BAB II LANDASAN TEORI. sasaran tertentu, sedangkah menurut (Hall, 2007) mengatakan sistem adalah. adalah sebuah sistem harus lebih dari satu bagian.

MAKALAH TENTANG LAPISAN OSI KE 7 (APPLICATION LAYER)

BAB II LANDASAN TEORI. Analisis fundamental digunakan untuk menghitung nilai intrinsik dari

Implementasi Protocol Buffers pada Aplikasi Weblog Client dan Server

Arsitektur Perangkat Lunak Modern

SISTEM KEAMANAN DATA PADA WEB SERVICE MENGGUNAKAN XML ENCRYPTION

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang dan Permasalahan Tabel 1.1 Jumlah mahasiswa STMIK AMIKOM Purwokerto

Teknik Informatika S1

Web Services Penilaian pada Sistem Informasi Akademik (Studi Kasus : FMIPA Unmul) Lina Yahdiyani Inayatuzzahrah

IMPLEMENTASI WEB SERVICE UNTUK SISTEM PENGADUAN MASYARAKAT DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA KEDIRI

Implementasi Service-Oriented Architecture dengan Web Service untuk Aplikasi Informasi Akademik

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI. Tinjauan pustaka yang dipergunakan dalam penelitian disajikan melalui

Rancang Bangun Web Service (Studi Kasus : Layanan SIM Inventaris Barang)

Interoperabilitas. bagaimana mereka berkomunikasi?

TASK 5 JARINGAN KOMPUTER

Transkripsi:

PERKEMBANGAN ANTARA WEB SERVICE YANG MENGGUNAKAN PROTOCOL SOAP DAN REST Nurasanah 110155201072 Jln.Sultan Mahmud, no 57,Tanjungpinang,Kepri 29121 Emaili: Nurhasanah.hanacalm@gmail.com Mahasiswa Program S1 Teknik Informatika,FT, UMRAH ABSTRAK Web services memungkinkan dua buah aplikasi untuk saling berkomunikasi meskipun aplikasi tersebut berbeda platform. Dengan menggunakan web services, aplikasi Java dapat menggunakan layanan yang diberikan oleh aplikasi berbahasa pemrograman lain. Dengan menggunakan web service, maka kita dapat mempublish function, procedure, message dan lain-lain melalui jaringan internet atau intranet. Dasar dari Web Service adalah XML dan HTTP. Ada terdapat dua standard protocol yang digunakan dalam komunikasi data di web service yaitu SOAP Based Service dan REST Based Service. Yang mana masing- masing protocol memiliki keunggulan dan kelemahan. Jika anda ingin membuat suatu web service yang memuaskan, anda dapat memutuskan dengan baik protocol apa yang harus anda gunakan. Kata kunci : SOAP, REST, Web service 1. PENDAHULUAN Beberapa waktu akhir-akhir ini, web service menjadi semakin populer bagi para pengembang aplikasi. Teknologi web service merupakan salah satu cara setiap fungsi bisnis untuk berkomunikasi. Bukan seperti model client/server tradisional, seperti web server atau sistem laman web, Web service tidak menyediakan GUI untuk para pengguna. Web service hanya menyediakan business logic, proses, dan data dalam antarmuka pemrograman antar jaringan [1]. Web services tidak memerlukan browser atau HTML. Sehingga berikutnya Web service dapat ditambahkan ke sebuah GUI (seperti laman web atau aplikasi desktop). Web service adalah sebuah sofware aplikasi yang tidak terpengaruh oleh platform, ia akan menyediakan method-method yang dapat diakses oleh network. Ia juga akan menggunakan XML untuk pertukaran data, khususnya pada dua entities bisnis yang berbeda. Adapun pengertian lain dari Web Service Web service adalah sistem software yang dirancang untuk mendukung interopabilitas mesin-kemesin yang dapat berinteraksi melalui jaringan. Web service memiliki antarmuka yang dijelaskan dalam format mesin-processable (khusus WSDL). Sistem lain berinteraksi dengan Web service dalam cara ditentukan oleh deskripsi dengan menggunakan pesan SOAP, biasanya disampaikan menggunakan HTTP dengan serialisasi XML dalam hubungannya dengan Web lainnya yang terkait standar Jadi pada dasarnya, dengan memahami ketiga komponen tersebut sebenarnya pembuatan web service itu relatif sangat

mudah, jika kita sudah memahami bagaimana membuat aplikasi website [. Web Services digunakan pada saat kita akan mentransformasi sebuat bisnis logik dan object yang terpisah dalam satu ruang lingkup yang menjadi satu (dalam sebuah institusi), sehingga tingkat keamanan data dapat ditangani dengan baik. Selain itu Web Service juga lebih mudah dalam process deploymentnya, karena tidak memerlukan registrasi khusus ke dalam sistem operasi. Web Service cukup diupload ke Web Server dan siap diakses oleh pihakpihak yang telah diberikan otorisasi. Web Service berjalan di port 80 yang merupakan protokol standar HTTP, dengan demikian mengurangi resiko terblokir oleh firewall. Kendala arsitektur COM/DCOM adalah memerlukan konfigurasi khusus di sisi firewall, dan ini tidak perlu dilakukan untuk mengakses Web Service. Beberapa vendor luar negeri mulai berkolaborasi satu sama lain dengan konsep web services, diantaranya : IBM, Microsoft, SUN, ORACLE Diantaranya contoh web services yang sudah jadi dan dipakai adalah web services keluaran Microsoft ( Microsoft Passport ) web services untuk user name dan password yang sudah dipasang di web site Microsoft dan HOTMAIL. 2. PEMBAHASAN Saat ini terdapat dua tipe Web Service yaitu SOAP Based Service dan REST Based Service. Saya akan membahas tentang SOAP terlebih dahulu. SOAP (Simple Object Access Protocol) adalah sebuah XML-based mark-up language untuk pergantian pesan diantara aplikasi-aplikasi. SOAP berguna seperti sebuah amplop yang digunakan untuk pertukaran data object didalam network. SOAP mendefinisikan empat aspek didalam komunikasi: Message envelope, Encoding, RPC call convention, dan bagaimana menyatukan sebuah message didalam protokol transport. Proses layanan dengan arsitektur SOAP memiliki tiga komponen utama, yaitu: service provider, service requester, dan service broker. Dan komponen pendukung yaitu: XML, SOAP-XML (terdiri atas header dan body), 3WSDL, serta UDDI. Soap mempunyai tiga karakteristik, yaitu Extensibility Security dan WS-routing adalah beberapa ekstension yang dapat digunakan sebagai security web service yang masih dalam tahap development. Neutrality SOAP dapat digunakan pada berbagai transport protocol seperti HTTP, SMTP, TCP atau JMS (Java Messaging Service). Independence SOAP dapat diprogram pada berbagai bahasa pemograman. Contoh bagaimana prosedur SOAP dapat digunakan suatu pesan SOAP dapat dikirimkan ke suatu website yang mendukung web service, seperti database harga real-estate, dengan parameter yang diperlukan untuk pencarian. Site tersebut kemudian akan mengembalikan dokumen dalam format XML dengan data hasil, contoh : harga, lokasi, fiturs. Dengan data hasil yang berupa suatu standard yang dapat di parsing, data tersebut kemudian dapat diintegrasikan secara langsung dengan website atau aplikasi pihak ketiga

Pesan SOAP berbentuk seperti sebuah envelope yang berisi header (optional) dan body (required), seperti ditunjukkan pada gambar. Header berisi blok informasi yang berhubungan dengan bagaimana pesan tersebut diproses. Hal ini meliputi pe-routingan dan delivery setting, authentication atau authorization assertions, and transaction contexts. Body berisi pesan sebenarnya yang dikirim dan diproses. Semua yang dapat ditampilkan dengan sintaks XML dapat dimasukkan dalam pesan body. [2] Ada beberapa rules (peraturan) didalam membuat SOAP message (Pesan) : Sebuah pesan SOAP harus di encoding menggunakan XML Sebuah pesan SOAP harus menggunakan SOAP Envelope Namespace Sebuah pesan SOAP harus menggunakan SOAP encoding namespace Sebuah pesan SOAP TIDAK harus berisi referensi DTD Sebuah pesan SOAP TIDAK harus berisi XML Processing Instructions Kelebihan SOAP Gambar. Struktur SOAP SOAP cukup fleksibel untuk memungkinkan penggunaan protokol transport yang berbeda. Stack standar menggunakan HTTP sebagai protokol transport, tetapi protokol lainnya seperti JMS dan SMTP juga bisa digunakan. Karena terowongan Model SOAP baik di HTTP model get / respon, dapat dengan mudah melalui firewall dan proxy, tanpa modifikasi protokol SOAP, dan dapat menggunakan infrastruktur yang ada. dirancang untuk menangani lingkungan komputasi terdistribusi merupakan standar yang berlaku untuk web servis, sehingga mempunyai dukungan yang lebih baik dari standar yang lain (WSDL, WS-*) dan tools dari berbagai vendor built-in error handling (faults) extensibility

Kekurangan SOAP Karena format XML yanb verbose, SOAP bisa jauh lebih lambat daripada teknologi middleware bersaing seperti CORBA atau ICE. Hal Ini mungkin tidak menjadi masalah ketika hanya pesan kecil dikirim. Untuk meningkatkan kinerja untuk kasus khusus dari XML dengan objek biner tertanam, Transmisi Pesan Mekanisme Optimization diperkenalkan. Ketika mengandalkan HTTP sebagai protokol transport dan tidak menggunakan WS- Addressing atau ESB, peran pihak yang saling berinteraksi tetap. Hanya satu pihak (klien) dapat menggunakan layanan dari yang lain. Pengembang harus menggunakan polling bukan pemberitahuan dalam kasus-kasus yang umum. Sulit untuk dikembangkan, mebutuhkan tools Membutuhkan lebih banyak pernyataan/kode program Berikutnya adalah Restful Based Service protocol yang baru. REST adalah salah satu software arsitektur yang digunakan sebagai acuan ketika membuat aplikasi berbasis web service. Filosofi REST mendukung bahwa prinsip dan protokol yang sudah ada di Web cukup untuk membuat web servide yang kuat (robust). Hal ini berarti bahwa developer yang mengerti HTTP dan XML dapat mulai membangun web service tanpa membutuhkan toolkit di belakang apa yang biasanya digunakan dalam pengembangan aplikasi internet [3]. Dalam arsitektur REST, kunci resource diidentifikasi, dapat berupa entitas, koleksi, atau yang lain dimana nampak lebih bernilai ketika memiliki URI sendiri. Metode REST telah dikembangkankan oleh Fielding yang didasari oleh empat prinsip utama teknologi, yaitu: a. Resource identifier through Uniform Resource Identifier (URI), b. uniform interface(sumberdaya CRUD menggunakan operasi PUT, GET, POST, dan DELETE), c. self-descriptive messages(sumberdaya tidak terikat sehingga dapat mengakses konten HTML, XML, PDF, JPEG, plain text, meta data, dll), serta d. stateful interactions through hyperlinks(bersifat stateless) Metode REST lebih sederhana karena menggunakan format standar (HTTP, HTML, XML, URI, MIME), namun jika diperlukan proses pertukaran data, maka konten berupa teks dari hasil eksekusi web servicedapat diolah dalam format teks (seperti XML atau HTML) dengan menggunakan utilitas komunikasi data berupa koneksi socketprotokol HTTP. Utilitas ini umumnya tersedia dalam pustaka komunikasi pada bahasa pemrograman (seperti Java, Visual Basic, Delphi, PHP, ASP, dan JSP) [5]. Keuntungan REST bahasa dan platform agnostic lebih sederhana/simpel untuk dikembangkan ketimbang SOAP mudah dipelajari, tidak bergantung pada tools ringkas, tidak membutuhkan layer pertukaran pesan (messaging) tambahan REST mudah diimplementasikan karena menggunakan metode yang

sama seperti ketika membuat web, yaitu menggunakan HTML. Sedangkan untuk pertukaran data, REST tidak hanya dapat menggunakan XML saja, tetapi juga dapat menggunakan JSON [7]. Kelemahan REST Mengasumsi model point-to-point komunikasi - tidak dapat digunakan untuk lingkungan komputasi terdistribusi di mana pesan akan melalui satu atau lebih perantara Kurangnya dukungan standar untuk keamanan, kebijakan, keandalan pesan, dll, sehingga layanan yang mempunyai persyaratan lebih canggih lebih sulit untuk dikembangkan ("dipecahkan sendiri") Berkaitan dengan model transport HTTP Perbedaan Antara SOAP dan Restful Perbedaannya SOAP RESTFUL Penggunaannya Pada aplikasi - aplikasi Enterprise untuk mengintegrasikan penggunaan yang lebih luas dan banyak aplikasi dan tren yang lain adalah mengintegrasikan dengan legacy system (sistem lama yg sudah ada sebelumnya). Dalam internet, Google Twitter, Yahoo, termasuk Flickr, del.icio.us, pubsub, bloglines, technorati, dan beberapa yang lain. konsisten dalam mengimplementasikan web service kecuali Blogger yang menggunakan XML- RPC. Penggunaan Bandwidth Membutuhkan waktu yang panjang, dan menyebabkan membutuhkan Bandwidth yang panjang. Lebih ringan karena pada antarmuka RESTful adalah request dan respon dapat dipendekkan Caching Request SOAP menggunakan POST dan membutuhkan request XML kompleks untuk dibangun yang akan membuat caching-respon terasa sulit. Karena berbasis HTTP/Rest-ful API dapat dikonsumsi menggunakan request GET sederhana, server proxy/reverse-proxy dapat melakukan cache atas respon tersebut dengan mudah.

KESIMPULAN Dari penjelasan detail di atas dapat dikatakan bahwa SOAP tidak semudah itu, SOAP membutuhkan usaha implementasi yang lebih besar dan pengetahuan di sisi klien, sedangkan web service berbasis HTTP atau REST-API membutuhkan implementasi yang lebih besar dan pengetahuan di sisi server. Adopsi API dapat meningkatkan lebih jauh lagi jika interface berbasis HTTP disediakan. Faktanya, HTTP berbasis API dengan respon XML/JSON mewakili yang terbaik dari kedua turunan dan mudah diimplementasikan dalam server semudah mengkonsumsi melalui server. Untuk mengkonsumsi web service, kadangkadang bingung mengimplementasikan mana yang lebih mudah. Sebagai contoh Google AdWords web service sangat sulit untuk dikonsumsi (dalam CF apapun), karena menggunakan header SOAP, dan sejumlah hal lain yang membuatnya sulit. Sebaliknya, web service REST Amazon kadangkala rumit untuk diuraikan (pase) karena sangat berulang, dan hasil schema dapat sedikit bervariasi sesuai dengan apa yang Anda cari. Arsitektur mana yang Anda pilih, pastikan pilih yang termudah bagi developer untuk mengaksesnya, dan tersokumentasi dengan baik. Akhirnya ketika Anda meng-host layanan internet, hal tersebut adalah kompleksitas sisi klien yang paling penting untuk menarik klien untuk menggunakan web service Anda. Web Service SOAP dan RESTful mempunyai filosofi yang berbeda. SOAP sesungguhnya sebuah protokol komputasi terdistribusi berbasis XML, dimana REST cenderung masih sangat baru, desain berbass web. Sebagai catatan SOAP tidak sekompleks yang dikatakan banyak sumber, SOAP dapat dikatakan kompleks ketika digunakan untuk banyak ekstensi. DAFTAR PUSTAKA [1] Snell,James,dkk 2001, Programming Web Services with SOAP CANADA: O'Reilly, [2] Purnamasar,SD 2008, Web service Sebagai Solusi Integrasi Data pada Sistem Informasi Universitas Bina Darma, No. 3. [3] Richardson, Leonard,dkk 2007, RESTful Web Services California : O'Reilly, [4] Istiyanto,sutanta, 2012, MODEL INTEROPERABILITAS ANTAR APLIKASI E- GOVERNMENT, page 114. [5] Pautasso, 2008, C., 2008, REST vs SOAP Making the Right Architectural Decision, SOA Symposium, Amsterdam. [6] Chappel,D, Jewell,T, 2002, Java Web Services : O'Reilly, [7] Cerami, E. 2005. Web Service Essentials. California: O Reilly [8] Lucky, 2008, XML Web services: Aplikasi Desktop, Internet & Handphone, Jasakom, Jakarta.