Kasus Perempatan Jalan

dokumen-dokumen yang mirip
Aplikasi Pewarnaan Graf Pada Pengaturan Warna Lampu Lalu Lintas

Aplikasi Teori Graf dalam Permainan Instant Insanity

Penggunaan Algoritma Dijkstra dalam Penentuan Lintasan Terpendek Graf

Penggunaan Pohon Biner Sebagai Struktur Data untuk Pencarian

Penggunaan Graf Semi-Hamilton untuk Memecahkan Puzzle The Hands of Time pada Permainan Final Fantasy XIII-2

Aplikasi Algoritma Prim dalam Penentuan Pohon Merentang Minimum untuk Jaringan Pipa PDAM Kota Tangerang

POLA PERMAINAN SEPAK BOLA DENGAN REPRESENTASI GRAF

Penerapan Pewarnaan Graf pada Permainan Real- Time Strategy

Aplikasi Shortest Path dengan Menggunakan Graf dalam Kehidupan Sehari-hari

Penerapan Pewarnaan Graf dalam Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas

Aplikasi Graf dalam Merancang Game Pong

Aplikasi Pewarnaan Graf untuk Sistem Penjadwalan On-Air Stasiun Radio

Pengaplikasian Graf dalam Pendewasaan Diri

Graf dan Pengambilan Rencana Hidup

Representasi Hierarki Kebutuhan Maslow Menggunakan Teori Graf

Pendeteksian Deadlock dengan Algoritma Runut-balik

Aplikasi Pohon Merentang Minimum dalam Rute Jalur Kereta Api di Pulau Jawa

Penerapan Travelling Salesman Problem dalam Penentuan Rute Pesawat

TEORI GRAF DALAM MEREPRESENTASIKAN DESAIN WEB

Aplikasi Pohon dan Graf dalam Kaderisasi

MEMBANDINGKAN KEMANGKUSAN ALGORITMA PRIM DAN ALGORITMA KRUSKAL DALAM PEMECAHAN MASALAH POHON MERENTANG MINIMUM

Aplikasi Graf pada Fitur Friend Suggestion di Media Sosial

Penerapan Graf pada PageRank

I. PENDAHULUAN. Gambar 1. Contoh-contoh graf

Penerapan Algoritma Greedy untuk Memecahkan Masalah Pohon Merentang Minimum

Pemanfaatan Algoritma Sequential Search dalam Pewarnaan Graf untuk Alokasi Memori Komputer

Penerapan Pewarnaan Graf dalam Perancangan Lalu Lintas Udara

Pengaplikasian Graf dan Algoritma Dijkstra dalam Masalah Penentuan Pengemudi Ojek Daring

Pemodelan Game Theory untuk Mengatasi Kemacetan

Penerapan Sirkuit Hamilton dalam Perencanaan Lintasan Trem di ITB

Aplikasi Algoritma Dijkstra dalam Pencarian Lintasan Terpendek Graf

APLIKASI PEWARNAAN GRAF PADA PENGATURAN LAMPU LALU LINTAS

Algoritma Prim sebagai Maze Generation Algorithm

Aplikasi Pewarnaan Graf pada Penjadwalan Pertandingan Olahraga Sistem Setengah Kompetisi

Aplikasi Graf Berarah Pada Item Dalam Game DOTA 2

Penerapan Graf Dalam File Sharing Menggunakan BitTorrent

Aplikasi Graf pada Hand Gestures Recognition

Aplikasi Teori Graf Pada Knight s Tour

PENERAPAN GRAF DAN POHON DALAM SISTEM PERTANDINGAN OLAHRAGA

Penerapan Algoritma Prim dan Kruskal Acak dalam Pembuatan Labirin

Penerapan Graf pada Rasi Bintang dan Graf Bintang pada Navigasi Nelayan

PEMAKAIAN GRAF UNTUK PENDETEKSIAN DAN PENCEGAHAN DEADLOCK PADA SISTEM OPERASI

Asah Otak dengan Knight s Tour Menggunakan Graf Hamilton dan Backtracking

Permodelan Pohon Merentang Minimum Dengan Menggunakan Algoritma Prim dan Algoritma Kruskal

Aplikasi Graf dalam Formasi dan Strategi Kesebelasan Sepakbola

Perancangan Sistem Transportasi Kota Bandung dengan Menerapkan Konsep Sirkuit Hamilton dan Graf Berbobot

Graf Sosial Aplikasi Graf dalam Pemetaan Sosial

Representasi Graf dalam Jejaring Sosial Facebook

Penerapan Algoritma Greedy dalam Permainan Tetris

Analogi Pembunuhan Berantai Sebagai Graf Dalam Investigasi Kasus

Penerapan Graf dan Algoritma Prim dalam Perancangan Rute Wisata di Kota Tokyo yang Efisien

Analisis Progresi Chord Standar dengan Graf

Penggunaan Graf pada Pemetaan Genetik dan Integrasi Peta Genetik

Aplikasi Teori Graf dalam Permainan Kombinatorial

Penerapan Teori Graf untuk Menentukan Tindakan Pertolongan Pertama pada Korban Kecelakaan

Penerapan Graf pada Robot Micromouse

I. PENDAHULUAN. Gambar 1: Graf sederhana (darkrabbitblog.blogspot.com )

Aplikasi Graf dan Pohon Merentang untuk Pemilihan Kegiatan yang akan Dilakukan Seorang Individu

Aplikasi Graf dalam Pembuatan Game

G r a f. Pendahuluan. Oleh: Panca Mudjirahardjo. Graf digunakan untuk merepresentasikan objek-objek diskrit dan hubungan antara objek-objek tersebut.

Pencarian Lintasan Hamilton Terpendek untuk Taktik Safe Full Jungle Clear dalam Permainan League of Legends

Deteksi Wajah Menggunakan Program Dinamis

Algoritma Penentuan Graf Bipartit

PEWARNAAN GRAF SEBAGAI METODE PENJADWALAN KEGIATAN PERKULIAHAN

Penerapan Graf dalam Pemetaan Susunan DNA

Aplikasi Graf untuk Penentuan Aksi Robot Sepak Bola (Robosoccer)

Aplikasi Teori Graf dalam Penggunaan Cairan Pendingin pada Proses Manufaktur

PENERAPAN TEORI GRAF DALAM RENCANA TATA RUANG KOTA

Graph. Politeknik Elektronika Negeri Surabaya

Aplikasi Pewarnaan Graph pada Pembuatan Jadwal

Implementasi Graf dalam Penentuan Rute Terpendek pada Moving Object

SIMPLE 3D OBJECTS AND THEIR ANIMATION USING GRAPH

Pengaplikasian Graf Planar pada Analisis Mesh

Penyelesaian Teka-Teki Sudoku dengan Didasarkan pada Teknik Pewarnaan Graf

Aplikasi Pohon Merentan Minimum dalam Menentukan Jalur Sepeda di ITB

Pengembangan Teori Graf dan Algoritma Prim untuk Penentuan Rute Penerbangan Termurah pada Agen Penyusun Perjalanan Udara Daring

Strategi Permainan Menggambar Tanpa Mengangkat Pena

Penerapan Teori Graf dalam Pemetaan Sosial

BAB II LANDASAN TEORI

Penerapan Teori Graf dalam Game Bertipe Real Time Strategy (RTS)

Penerapan Algoritma Branch and Bound pada Penentuan Staffing Organisasi dan Kepanitiaan

I. PENDAHULUAN II. DASAR TEORI. Penggunaan Teori Graf banyak memberikan solusi untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi di dalam masyarakat.

Penerapan Pohon Keputusan pada Penerimaan Karyawan

Aplikasi Shortest Path dalam Strategy Game Mount & Blade: Warband

Penerapan Graf pada Database System Privilege

TEORI GRAF UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER ILHAM SAIFUDIN PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS TEKNIK. Selasa, 13 Desember 2016

Pencarian Jalur Terpendek dengan Menggunakan Graf dan Greedy dalam Kehidupan Sehari-hari

Aplikasi Teori Graf dalam Manajemen Sistem Basis Data Tersebar

Penerapan Teori Graf Pada Algoritma Routing

Menentukan Arah Pukulan Terbaik dalam Pertandingan Bulutangkis Kategori Tunggal dengan Teori Graf Terbalik

Menyelesaikan Topological Sort Menggunakan Directed Acyclic Graph

APLIKASI PEWARNAAN GRAPH PADA PEMBUATAN JADWAL

Aplikasi Graf pada Telaah Naskah Akademik RUU Pemilihan Kepala Daerah

Penggunaan Graf dan Pohon Merentang Minimum dalam Menentukan Jalur Terpendek Bepergian di Negara-negara Asia Tenggara dengan Algoritma Prim

STUDI BILANGAN PEWARNAAN λ-backbone PADA GRAF SPLIT DENGAN BACKBONE SEGITIGA

APLIKASI GRAF DALAM BISNIS TRAVEL BANDUNG-BOGOR

Penerapan Scene Graph dalam Pemodelan Tiga Dimensi

Aplikasi Graf dalam Penentuan Posisi Jari yang Mudah untuk Memainkan Melodi dengan Gitar

Art Gallery Problem II. POLIGON DAN VISIBILITAS. A. Poligon I. PENDAHULUAN. B. Visibilitas

Penggunaan Graf dalam Latihan Bela Diri Jeet Kune Do

Transkripsi:

Kasus Perempatan Jalan Gabrielle Wicesawati Poerwawinata (13510060) Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung 40132, Indonesia 13510060@std.stei.itb.ac.id Abstrak Makalah ini mengupas tentang kasus kombinasi kendaraan yang dapat melalui suatu jalan. Di dalam makalah ini akan dibahas bagaimana perempatan jalan yang diberi lingkaran ditengahnya menjadi lebih efektif untuk mengatur lalu lintas di jalan. Pengatura lalu lintas yang lebih efektif dan efisien sangat diperlukan dalam kotakota dengan jalan-jalan yang sering dilewati. Selain itu juga akan dibahas bagaimana cara membuktikan hal tersebut. Makalah ini terdiri dari banyak gambar graph berarah untuk menunjukkan hubungan dari suatu simpul ke simpul lainnya. Hal ini untuk memudahkan pengamatan dan pembuktian. Gambar 2 Graf Berarah dan Sederhana 1. PENDAHULUAN Graf adalah pasangan himpunan (V,E) ditulis dengan notasi G = (V,E) yang dalam hal ini V adalah himpunan tidak kosong dari simpul-simpul ( vertices atau node) dan E adalah himpunan sisi (edges atau arcs) yang menghubungkan sepasang simpul. Setiap simpul pada graf dinomori dengan huruf seperti a,b,c,..,v,w,..,. Lalu diantara dua simpul terdapat sisi yang menghubungkan simpul u dengan simpul v yang dinyatakan dengan pasangan (u,v). Graf dapat digambarkan seperti berikut. Gambar 1 Graf Sederhana dan Tak Berarah Pada graf tersebut titik a,b,c,d disebut simpul dan lintasan a ke b disebut dengan sisi. Berdasarkan ada atau tidaknya gelang graf dapat dikategorikan menjadi graf sederhana dan graf tak sederhana. Graf sederhana adalah graf yang tidak mengandung sisi ganda dan gelang, sedangkan graf tak sederhana adalah graf yang mengandung sisi ganda. Lalu selain itu graf juga dapat digolongkan sebagai graf yang mempunyai arah. Berdasarkan orientasi arah pada sisi, graf dapat dibedakan menjadi 2 jenis yaitu graf tak berarah dengan graf berarah. Graf tak berarah adalah graf yang sisinya tidak mempunyai orientasi arah. Sedangkan graf berarah adalah graf yang setiap sisinya diberikan orientasi arah. Pada graf berarah (u,v) dan (v,u) menyatakan dua busur yang berbeda. Gambar 3 Graf Berarah dan Tak Sederhana Lalu terkadang sebuah graf dapat membentuk sebuah siklus (cycle). Siklus adalah lintasan yang berawal dan berakhir di simpul yang sama. Keterhubungan dua buha simpul adalah hal penting dalam graf. Graf tak berarah G disebut graf terhubung jika untuk setiap pasang simpul u dan v di dalam himpunan V terdapat lintasan dari u ke v. Jika tidak, maka G disebut graf tak terhubung. Sebuah graf dapat mempunyai Upagraf Merentang(Spanning Subgraph). Jadi sebuah upagraf G 1 =(V 1,E 1 ) dari G = (V,E) dikatakan upagraf merentang jika V 1 =V (yaitu G 1 mngandung semua simpul dari G). Di dalam graf terdapat beberapa sisi yang jika dibuang akan menyebabkan sebuah graf tidak terhubung. Cut-set dari graf terhubung G adalah himpunan sisi yang bila dibuang dari G menyebabkan G tidak terhubung. Jadi cut set akan menghasilan dua buah komponen terhubung. Sebuah graf dapat digambarkan dengan berbagai macam dengan cara yang berbeda-beda. Graf yang digambarkan dengan cara berbeda tetapi mempunyai sisisisi dan simpul yang sama disebut graf isomorfik. Graf Isomorfik adalah dua buah graf G 1 dan G 2 dikatakan isomorfik jika terdapat korespondensi satu-satu antara simpul-simpul keduanya dan antara sisi-sisi keduanya sedemikian sehingga jika sisi e bersisian dengan simpul u dan v di G 1, maka sisi e yang berkoresponden di G 2 juga harus bersisian dengan simpul u dan v di G 2. Dalam makalah ini akan dibahas tentang lalu lintas di

perempatan jalan di Indonesia. Perempatan jalan di Indonesia dapat digambarkan Gambar 4. Perempatan Jalan Gambar diatas menunjukkan arah arus kendaraan yang maju adalah yang sebelah kiri jalan dari pengemudi. Arah arus diatas adalah arah kendaraan di Indonesia dimana pengemudi berada di sebelah kiri badan mobil. Maka dari itu di perempatan jalannya pun berlaku keadaan sebagai berikut: 1. Jika di jalan A lampu hijau menyala, maka arus kendaraan yang diperbolehkan adalah dari A ke H, A ke F, A ke D, dan A ke B. Anggap saja arus kendaraan dari A langsung ke H dan dari A langsung ke B diperbolehkan. Selain itu jalan langsung ke kiri juga diperbolehkan seperti dari G ke F, dari E ke D, 2. Jika di jalan E lampu hijau menyala maka arus kendaraan yang diperbolehkan adalah dari E ke B, dari E ke D, dari E ke F, dan dari E ke H. 3. Jika di jalan C lampu hijau menyala, maka arus kendaraan yang diperbolehkan adalah dari C ke B, dari C ke H, dari C ke F, dan dari C ke D. 4. Jika di jalan G lampu hijau menyala, maka arus kendaraan yang diperbolehkan adalah dari G ke F, dari G ke D, dari G ke B, dan dari G ke H. Lalu ada juga perempatan yang ditengahnya ada lingkarannya. Arus kendaraan terlihat lebih efektif jika kendaraan mengelilingi lingkaran tersebut. Efektif yang dilihat disini bukanlah efektif dengan jarak yang ditempuh, akan tetapi efektif dengan usaha dalam pengaturan jalannya arus kendaraan. Gambar 5. Perempatan Jalan dengan Lingkaran Gambar diatas menunjukkan arus yang melewati lingkaran adalah mengikuti perputaran arah jam. Hal ini bisa demikian karena jika mengikuti arah arus dari setiap simpul terbentuklah siklus searah jarum jam. Misalnya A memberikan arah ke kanan,f memberikan arah ke kanan, oleh karena untuk memenuhi hal tersebut maka sikus di tengah harus searaha dengan jarum jam. Perempatan jalan dengan ditengahnya didalam lingkaran memungkinkan kita untuk tidak diberikannya lampu lalu lintas di keempat jalan tersebut. Pembuktian hal tersebut akan dibahas berikutnya. Permasalahan-permasalahan seperti ini dapat dibahas dengan teori graph dan ditemukan solusinya. 2. ANALISIS 2.1 Kombinasi Arus Kendaraan dan Grafnya Pengaplikasian teori graph dalam menemukan dan membuktikan persoalan sangat banyak ditemukan. Untuk jalan yang ada di Gambar 4 dapat dibuat simpul-simpul. Simpul-simpul yang dibuat melambangkan tiap jalan dan sisinya yang berarah melambangkan titik jalan yang dituju. JJika Gambar 4 digambar lagi dengan simpulsimpul yang melabangkan tiap jalan, maka dapat digambarkan seperti berikut Gambar 5. Simpul Perempatan Jalan

Simpul A melambangkan jalan A, simpul H melambangkan jalan H, simpul G melambangkan jalan G, simpul F melambangkan jalan F, simpul E melambangkan jalan E, simpul D melambangkan jalan D, simpul C melambangkan jalan C, simpul B melambangkan jalan B, simpul I,J,K,L adalah simpul yang harus dilewati kendaraan ketika akan berpindah dan menuju ke jalan yang lain. Simpul I,J,K,L ditempatkan seperti itu jika ditinjau dari setiap simpulnya maka simpul I adalah simpul yang harus dilewati jika akan memasuki simpul dan H. Simpul J adalah simpul yang harus dilalui jika inginmenuju simpul F dan simpul G. Simpul K adalah simpul yang haru dilalui jika ingin menuju simpul E dan simpul D. Simpul L adalah simpul yang harus dilalui jika ingin menuju simpul B dan simpul C. Kombinasi yang didapat untuk menjalankan kendaraan pada perempatan tersebut sudah dijelaskan sebelumnya. A 4 cara yaitu ketika lampu hijau di lampu A menyala atau lampu hijau di jalan E menyala atau lampu di jalan C atau lampu di jalan G. Yang pertama adalah jika lampu hijau di jalan A menyala maka kendaraan yang dapat dilalui digambarkan Gambar 7. Graf Lampu Hijau E Dari Gambar7 dapat dijelaskan bahwa jika lampu E menyala maka kemungkinan yang akan terjadi adalah dari E ke B, dari E ke D, dari E ke F, dan dari E ke H. Selain itu jalan langsung ke kiri juga diperbolehkan seperti dari G ke F, dari E ke D, Dari E ke B harus melewati simpul L dan K. Dari E ke H harus melewati simpul L dan I, lalu dari E ke F melewati dua simpul K dan J. Sisanya adalah belokan langsung kiri, jika dari G ke F melewati simpul J, dari A ke H melewati simpul I, dari E ke D melewati simpul K. Dari C ke B melewati simpul L. Yang ketiga adalah jika lampu hijau di jalan G menyala, maka kemungkinan arus kendaraan yang dapat melewati perempatan dapat digambarkan III. HELPFUL HINTS Gambar 6. Graf Lampu Hijau A Dari Gambar 6 dapat dijelaskan bahwa untuk menuju jalan lain, misalkan dari A ke F akan melewati dua simpul yaitu I dan J. Dari A ke B akan melewati dua simpul I dan L. Dari A ke H akan melewati simpul I. Dari dari A ke D melewati tiga simpul yaitu I, J, dan K. Dari G ke F melewati simpul J. Dari E ke D melewati simpul K. Dari C ke B melewati simpul L. Yang kedua adalah jika lampu hijau di jalan E menyala, maka kendaraan yang melalui perempatan dapat digambarkan seperti berikut Gambar 8. Graf Lampu Hijau G Dari Gambar 8 dapat dilihat jika lampu hijau G menyala maka graf ars kendaraan yang dapat digambarkan adalah seperti diatas. Kemungkinan yang muncul adalah adalah dari G ke F, dari G ke D, dari G ke B, dan dari G ke H. dari C ke B. Dari Gambar 8 juga dapat dijelaskan arus kendaraan dari G ke D akan melewati simpul J dan simpul K. Dari G ke H akan melewati simpul I dan J. Dari G ke B akan melewati simpul J, K, dan L. Sisanya adalah belokan

langung ke kiri yaitu dari C ke B, dari E ke D, dari G ke F, dari A ke H. Yang keempat adalah jika lampu C menyala maka kendaraan yang dapat melewati perempatan digambarkan dijadikan satu maka dapat membentuk arus yang berbentuk lingkaran. Dapat dibayangkan jika arus kendaraan ideal maka di perempatan jalan mungkin tidak perlu diberikan lampu merah, karena semua sudah teratur jalannya dan kemungkinan untuk terjadi tabrakan antara satu kendaraan dengan kendaraan yang lain sangat kecil. Arus kendaraan dengan perempatan yang ada lingkarannya dengan Graf Gabungan dapat digmabarkan Gambar 9. Graf Lampu Hijau C Dari Gambar 9 dapat dilihat kemungkinan arus kendaraan yang dapat melewati perempatan jalan adalah dari C ke B, dari C ke H, dari C ke F, dan dari C ke D. diperbolehkan seperti dari G ke F, dari E ke D, Dari C ke H melewati simpul I dan L, lalu dari C ke D melalui simpul K dan L. Dari simpul C ke F melewati simpul I, J, L. Sisanya adalah belokan langsung kiri. 2.2 Analisis Dari Gambar 6, Gambar 7, Gambar 8, dan Gambar 9 jika disatukan menjadi satu graf kita sebut Graf Gabungan. Maka graf yang berada Gambar 6, Gambar 7, Gambar 8, dan Gambar 9 merupakan upagraf dari Graf Gabungan. Gambar Graf Gabungannya adalah sebagai berikut Gambar 9. Graf Gabungan Dari graf Gabungan tersebut dapat dilihat terbentuk siklus pada simpul I,J,K,L dengan arah sesuai jarum jam dan sebaliknya. Jika dilihat pada Gambar 5 maka arah mobil yang terbentuk untuk mencapai tujuan jalan yang diinginkan adalah yang searah dengan jarum jam, maka graf dengan arah dari I ke L, arah dari J ke I, arah dari K ke J, arah dari L ke K dapat dihapus untuk membentuk arus kendaraan dengan arah searah jarum jam. Oleh karena itu jika semua arus yaitu yang berasal ketika lampu hijau dari jalana, G, E, dan C menyala Gambar 10. Graf Gabungan Graf Gabungan tersebut sudah memenuhi seluruh permintaan dari arus kendaraan. Dari satu titik ke titik lain dapat dihubungkan dengan siklus I, J,K,L. Dari simpul I kita dapat menuju ke simpul H ataupun ke simpul J. Dari simpul J kita dapat menuju ke simpul F dan simpul K. Dari simpul K kita dapat menuju ke simpul D maupun simpul L. Dari simpul L kita dapat menuju ke simpul I dan ke simpul B 3. KESIMPULAN Graf berarah banyak sekali kegunaannya dalam memecahkan permasalahan sehari-hari. Graf dapat digunakan untuk mencari jalan yang lebih singkat, menghubungkan suatu logika dengan logika yang lainnya. Pada makalah ini dijabarkan bahwa graf untuk menemukan solusi lalu lintas yang lebih baik. Lalu lintas dalam hal ini dianggap ideal. Ideal dalam arti tidak terlalu banyak kendaraan yang melewati perempatan jalan tersebut. Makalah ini hanya membuktikan bahwa perempatan yang terdapat lingkaran ditengahnya memudahkan para pengguna jalan dan untuk mengatur untuk menuju jalan yang lainnya. Mungkin hal ini tidak hanya untuk pengaturan arus kendaraan di perempatan jalan saja, tetapi mungkin juga dapat untuk hal lainnya. 4.REFERENSI [1]Munir, Rinaldi, Diktat Kuliah IF2091 Struktur Diskrit, Institut Teknologi Bandung, Bandung, 2008. [2]http://en.wikipedia.org/wiki/Arah_lalu_lintas Tanggal akses: 11 Desember 2011 Waktu; 19.50

[3] http://en.wikipedia.org/wiki/graph_drawing Waktu : 19:42 [4] http://en.wikipedia.org/wiki/graph_theory Waktu : 19:37 [5] http://en.wikipedia.org/wiki/graph_(mathematics) Waktu : 19:45 PERNYATAAN Dengan ini saya menyatakan bahwa makalah yang saya tulis ini adalah tulisan saya sendiri, bukan saduran, atau terjemahan dari makalah orang lain, dan bukan plagiasi. Bandung, 12 Desember 2010 ttd Gabrielle Wicesawati Poerwawinata/13510060