JURNAL MANAJEMEN SUMBERDAYA PERAIRAN

dokumen-dokumen yang mirip
ISSN : KARAKTERISTIK SEDIMEN PANTAI PADA PERAIRAN PANTAI DESA HUTUMURI DAN DESA WAYAME PULAU AMBON

KEMIRINGAN PANTAI DAN DISTRIBUSI SEDIMEN PANTAI DI PESISIR UTARA PULAU AMBON

JURNAL MANAJEMEN SUMBERDAYA PERAIRAN

3,15 Very Fine Sand 1,24 Poorlysorted -0,21 Coarse-Skewed. 4,97 Coarse Silt 1,66 Poorlysorted -1,89 Very Coarse-Skewed

STUDI SEBARAN SEDIMEN BERDASARKAN TEKSTUR SEDIMEN DI PERAIRAN SAYUNG, DEMAK

ANALISIS KARAKTERISTIK SEDIMEN DI MUARA SUNGAI INDRAGIRI

Terbentuknya Batuan Sedimen

Kajian Hidro-Oseanografi untuk Deteksi Proses-Proses Dinamika Pantai (Abrasi dan Sedimentasi)

Sebaran Fraksi Sedimen Dasar Permukaan di Perairan Pantai Pulau Topang Provinsi Riau

Sebaran Fraksi Sedimen Dasar Permukaan di Perairan Pantai Pulau Topang Provinsi Riau

KARAKTERISTIK SEDIMEN DASAR PERAIRAN KAMPUNG BUGIS KELURAHAN KAMPUNG BUGIS KOTA TANJUNGPINANG

PRISMA FISIKA, Vol. V, No. 3 (2014), Hal ISSN :

STUDI SEBARAN SEDIMEN SECARA VERTIKAL DI PERAIRAN SELAT MADURA KABUPATEN BANGKALAN

SEDIMENT STRATIGRAPHY IN DUMAI WATERS RIAU PROVINCE. Ramot S Hutasoit 1), Rifardi 2) and Musrifin Ghalib 2)

PERUBAHAN WARNA SUBSTRAT PADA DAERAH HUTAN MANGROVE DESA PASSO. (Change of Substrate Colour at Mangrove Forest in Passo Village)

SEDIMENT CHARACTERISTIC AND DISTRIBUTION PATTERN OF WESTERN COAST OF RUPAT STRAIT. By:

Seminar Nasional : Menggagas Kebangkitan Komoditas Unggulan Lokal Pertanian dan Kelautan Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura

ANALISIS TRANSPOR SEDIMEN MENYUSUR PANTAI DENGAN MENGGUNAKAN METODE GRAFIS PADA PELABUHAN PERIKANAN TANJUNG ADIKARTA

JURNAL MANAJEMEN SUMBERDAYA PERAIRAN

STUDI SEBARAN SEDIMEN DASAR DAN KONDISI ARUS DI PERAIRAN KELING, KABUPATEN JEPARA

IV HASIL DAN PEMBAHASAN

KARAKTERISTIKA ALIRAN DAN BUTIR SEDIMEN

Distribusi Sedimen Dasar di Perairan Pesisir Banyuasin, Sumatera Selatan

KARAKTERISTIK SEDIMEN LITORAL DI PANTAI SINDULANG SATU

KARAKTERISTIK PANTAI GUGUSAN PULAU PARI. Hadiwijaya L. Salim dan Ahmad *) ABSTRAK

SEBARAN UKURAN BUTIRAN SEDIMEN GISIK SEKITAR GROIN PANTAI KALASEY. Hermanto W.K. Manengkey 1 ABSTRACT

STRATIGRAFI SEDIMEN PERAIRAN SELAT RUPAT BAGIAN TIMUR. Oleh Visius Uracha Sisochi Wau 1 dan Rifardi 2

Praktikum m.k Sedimentologi Hari / Tanggal : PRAKTIKUM-2 UKURAN BUTIR SEDIMEN. Oleh

ANALISIS STABILITAS BANGUNAN PEMECAH GELOMBANG BATU BRONJONG

SEDIMENT CHARATERISTICS IN TELUK KABUNG WATERS PADANG CITY WEST SUMATERA KARAKTERISTIK SEDIMEN DI PERAIRAN TELUK KABUNG KOTA PADANG SUMATERA BARAT

JURNAL MANAJEMEN SUMBERDAYA PERAIRAN

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN. 5.1 Analisis Penyebab Perubahan Garis Pantai

I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

STUDI ABRASI PANTAI PADANG KOTA PADANG PROVINSI SUMATERA BARAT Ferli Fajri 1, Rifardi 1, Afrizal Tanjung 1

KAITAN AKTIVITAS VULKANIK DENGAN DISTRIBUSI SEDIMEN DAN KANDUNGAN SUSPENSI DI PERAIRAN SELAT SUNDA

TRANSPORT SEDIMEN YANG DISEBABKAN OLEH LONGSHORE CURRENT DI PANTAI KECAMATAN TELUK SEGARA KOTA BENGKULU

Distribution of sediment grain in Dalegan beach, Gresik, East Java

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.2 Maksud dan Tujuan Penulisan 1.3 Pembatasan Masalah

PERUBAHAN GARIS PANTAI DI SEPANJANG PESISIR PANTAI INDRAMAYU DEGEN ERASMUS KALAY

JURNAL MANAJEMEN SUMBERDAYA PERAIRAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

SEBARAN TOTAL SUSPENDED SOLID (TSS) PADA PROFIL VERTIKAL DI PERAIRAN SELAT MADURA KABUPATEN BANGKALAN

SEBARAN TOTAL SUSPENDED SOLID (TSS) DI PERAIRAN SEPANJANG JEMBATAN SURAMADU KABUPATEN BANGKALAN

JURNAL OSEANOGRAFI. Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014, Halaman Online di :

Gambar 4.20 Lokasi Alo dominan terjadi crosshore sediment transport akibat gelombang dominan dari arah timur.

Studi sebaran sedimen berdasarkan ukuran butir di perairan Kuala Gigieng, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh

BAB III METODOLOGI. Gambar 1. Peta Lokasi penelitian

STUDI TRANSPOR SEDIMEN LITHOGENEUS DI PERAIRAN MUARA SUNGAI DUMAI PROVINSI RIAU. Oleh

DINAMIKA PANTAI (Abrasi dan Sedimentasi) Makalah Gelombang Yudha Arie Wibowo

4. HASIL DAN PEMBAHASAN

STUDI PARAMETER OSEANOGRAFI DI PERAIRAN SELAT MADURA KABUPATEN BANGKALAN

STUDI ARUS DAN SEBARAN SEDIMEN DASAR DI PERAIRAN PANTAI LARANGAN KABUPATEN TEGAL

Praktikum m.k Sedimentologi Hari / Tanggal : PRAKTIKUM-3 ANALISIS SAMPEL SEDIMEN. Oleh

Analisis Karakteristik Fisik Sedimen Pesisir Pantai Sebala Kabupaten Natuna Hendromi 1), Muhammad Ishak Jumarang* 1), Yoga Satria Putra 1)

ANALISIS TRANSPORT SEDIMEN DI MUARA SUNGAI SERUT KOTA BENGKULU ANALYSIS OF SEDIMENT TRANSPORT AT SERUT ESTUARY IN BENGKULU CITY

KOMPOSISI BUTIRAN PASIR SEDIMEN PERMUKAAN SELAT BENGKALIS PROPINSI RIAU

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

SEBARAN SEDIMEN DAN KANDUNGAN BAHAN ORGANIK PADA SEDIMEN DASAR PERAIRAN PANTAI SLAMARAN PEKALONGAN

ESTIMASI EFEKTIFITAS PENGGUNAAN GROIN UNTUK MENGATASI EROSI PADA KAWASAN PESISIR PANTAI UTARA TELUK BAGUALA AMBON. Tirza Jesica Kakisina * Abstract

Perencanaan Bangunan Pemecah Gelombang di Teluk Sumbreng, Kabupaten Trenggalek

Muhammad Ramli Mahasiswa Jurusan Ilmu Kelautan, FIKP-Universitas Maritim Raja Ali Haji

HUBUNGAN ANTARA INTENSITAS CAHAYA DENGAN KEKERUHAN PADA PERAIRAN TELUK AMBON DALAM

Gambar 4.11 Lokasi 1 Mala (Zoom).

KAJIAN SEBARAN UKURAN BUTIR SEDIMEN DI PERAIRAN GRESIK, JAWA TIMUR

ANALISIS LAPISAN SEDIMEN BERDASARKAN KEDALAMAN TANAH DI PERAIRAN TANJUNG UNGGAT KOTA TANJUNGPINANG

REFARAT MAKALAH ILMIAH OLEH TOBER MARDAIN

BAB IV GAMBARAN WILAYAH STUDI

ANALISIS UKURAN BUTIRAN SEDIMEN PADA DAERAH HULU DAN HILIR SUDETAN WONOSARI SUNGAI BENGAWAN SOLO

Analisa gradasi agregat campuran pasir pantai dan pasir lokal sebagai bahan beton kedap air dan beton normal

KARAKTERISTIK DAN LAJU ENDAPAN SEDIMEN DI PERAIRAN KELURAHAN TANJUNG UNGGAT KECAMATAN BUKIT BESTARI KOTA TANJUNGPINANG PROVINSI KEPULAUAN RIAU

Simulasi Arus dan Distribusi Sedimen secara 3 Dimensi di Pantai Selatan Jawa

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB III LANDASAN TEORI

Prosiding Seminar Nasional Tahunan Ke-V Hasil-Hasil Penelitian Perikanan dan Kelautan

KARAKTERISTIK TIPE DASAR DAN PEMANFAATAN PERAIRAN DI SEKITAR PULAU GANGGA, KABUPATEN MINUT. Wilhelmina Patty ABSTRACT

4. HASIL DAN PEMBAHASAN. Perairan Laut Arafura di lokasi penelitian termasuk ke dalam kategori

POLA DISTRIBUSI SUHU DAN SALINITAS DI PERAIRAN TELUK AMBON DALAM

Cetakan I, Agustus 2014 Diterbitkan oleh: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Pattimura

PREDIKSI PERUBAHAN GARIS PANTAI PULAU GILI KETAPANG PROBOLINGGO DENGAN MENGGUNAKAN ONE-LINE MODEL

SEDIMENTASI DI PERAIRAN TEPI LAUT KOTA TANJUNGPINANG PROVINSI KEPULAUAN RIAU

MORFOLOGI GISIK PANTAI DESA KALASEY SATU KECAMATAN PINELENG KABUPATEN MINAHASA

Analisis Kandungan Minyak Pada Air dan Sedimen di Perairan Sekitar Bungus Teluk Kabung Kota Padang Sumatera Barat. Abstract

KARAKTERISASI SEDIMEN DASAR PERAIRAN PESISIR TANJUNG UNGGAT KECAMATAN BUKIT BESTARI KOTA TANJUNGPINANG

GAMBARAN UMUM LOKASI STUDI. KL 4099 Tugas Akhir. Bab 2

SIMULASI SEBARAN SEDIMEN TERHADAP KETINGGIAN GELOMBANG DAN SUDUT DATANG GELOMBANG PECAH DI PESISIR PANTAI. Dian Savitri *)

CHARACTERISTIC OF SEDIMENT AND SEDIMENT ACCUMULATED RATE IN COASTAL WATERS OF BUKIT BESTARI SUBDISTRICT TANJUNGPINANG CITY RIAU ARCHIPELAGO PROVINCE

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

Studi Laju Sedimentasi Akibat Dampak Reklamasi Di Teluk Lamong Gresik

ANALISIS KUALITAS SEDIMEN PERMUKAAN SELAT BENGKALIS PROPINSI RIAU. oleh: Hardi Sandro Situmeang 1) dan Rifardi 2) Abstrak

Gambar 2.7 Foto di lokasi Mala.

JURNAL MANAJEMEN SUMBERDAYA PERAIRAN

GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN

Oleh: Darius Arkwright. Abstrak

Posisi dengan kemiringan tersebut, kecepatan partikel di puncak gelombang sama dengan kecepatan rambat gelombang. Kemiringan yang lebih tajam dari

JURNAL OSEANOGRAFI. Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016, Halaman Online di :

II. TINJAUAN PUSTAKA WRPLOT View (Wind Rose Plots for Meteorological Data) WRPLOT View adalah program yang memiliki kemampuan untuk

ANALISIS SIRKULASI ARUS LAUT PERMUKAAN DAN SEBARAN SEDIMEN PANTAI JABON KABUPATEN SIDOARJO, JAWA TIMUR

Transkripsi:

JURNAL MANAJEMEN SUMBERDAYA PERAIRAN Volume 7, Nomor 1, April 2011 ANALISIS PENGARUH KEBIJAKAN PEMERINTAH TERHADAP PENGEMBANGAN KAWASAN PERIKANAN DI KABUPATEN MALUKU TENGAH TEKNOLOGI PROSES PEGARAMAN DI INDONESIA VULNERABILITY INDICES AND SUSTAINABLE DEVELOPMENT OF SMALL ISLANDS THEIR UTILIZATION, USEFULNESS AND PROBLEMS : MALUKU CASE KONSENTRASI KLOROFIL-a PERMUKAAN PERAIRAN TELUK AMBON DALAM DISTRIBUSI STROMBIDAE DI ZONA INTERTIDAL SEKITAR PERAIRAN PULAU-PULAU LEASE, MALUKU TENGAH POLA SEBARAN SEDIMEN PANTAI PADA PERAIRAN PANTAI HUTUMURI DAN WAYAME PENGUJIAN SENSITIVITAS DAN EFEKTIVITAS ANTIBIOTIK TERHADAP PENYAKIT VIBRIOSIS PADA KERAPU TIKUS Chromileptes altivelis JURUSAN MANAJEMEN SUMBERDAYA PERAIRAN FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN UNIVERSITAS PATTIMURA AMBON TRITON Vol. 7 No. 1 Hlm. 1-65 Ambon, April 2011 ISSN 1693-6493

52 Pola Sebaran Sedimen Pantai Pada Perairan Pantai Hutumuri dan Wayame POLA SEBARAN SEDIMEN PANTAI PADA PERAIRAN PANTAI HUTUMURI DAN WAYAME (Coastal Sediment Distribution In Hutumury And Wayame Coastal Waters) Degen E. Kalay 1, K. Rupilu 2 dan J. J. Wattimury 3 1 dan 3 Jurusan MSP Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Unpatti 2 Mahasiswa Program Pascasarjana Universitas Pattimura Alamat: Jl. Mr. Chr. Soplanit. Kampus Poka Ambon Email: eras_kalay@yahoo.com ABSTRACT : Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui karakteristik sedimen pada perairan pantai Hutumuri dan Wayame, dan mengetahui hubungan distribusi sedimen dan besar energi gelombang. Metode samplingnya adalah sediment boring untuk pengambilan sampel sedimen dan palem gelombang untuk mengukur tinggi gelombang. Peralatan yang digunakan sedimen core dan tiang ukur gelombang. Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa sedimen perairan pantai Wayame di dominasi oleh butiran dengan ukuran partikel yang kecil yaitu medium sand dan fine sand, nilai mean bekisar dari 0.313-0.916 mm, sorting adalah very well sorted, skweness adalah coarse skewed-very coarse skewed dan kurtosis very platycurtic, platycurtic, leptocurtic daneextreme leptokurtic. Perairan pantai Hutumuri hasil analisa menunjukan bahwa dominasi butiran sedimen secara keseluruhan lebih didominasi oleh granule dan very coarse sand, nilai mean 0.069-.972 phi, sorting adalah very well sorted dan moderatelly well sorted, skweness adalah very coarse skewed dan strongly coarse skewed dan kurtosis adalah very platycurtic dan Platycurtic. Dominasi sedimen berbanding lurus dengan besar energy gelombang yang terbantuk di pantai. Keywords: coastal sediment, coastal waters, distibution. PENDAHULUAN Sedimen sebagai penutup dasar perairan memiliki karakteristik yang beragam dan sangat berkaitan dengan karakteristik lingkungan perairan, baik itu fisik, kimia maupun biologi. Sedimen yang terakumulasi pada suatu perairan pantai berasal dari proses run off lewat sungai, daerah pantai itu sendiri, dan sedimen yang di transport dari arah laut. Distribusi ukuran dan kuantitas sedimen pada perairan tidak pernah dalam kondisi stabil karena selalu dipengaruhi oleh dinamika pantai yang timbul karena adanya gaya-gaya yang berkerja sepanjang pantai (Pethick, 1992). Salah satu gaya pembangkit yang paling dominan adalah gelombang, khususnya energi. Gelombang yang tiba di pantai akan pecah dan

Jurnal TRITON Volume 7, Nomor 1, April 2011, hal. 52 59 53 kemudian dihempaskan. Dampaknya adalah terjadinya turbulensi yang mengakibatkan arus panati dan transport sedimen. Menurut Dahury dkk., (1996) gelombang yang terjadi di pesisir pantai terutama pada zona breaking wave akan memberikan energi yang besar dan sangat berperan dalam pembentukan morfologi pantai seperti menyeret sedimen khususnya sedimen berukuran pasir dan kerikil. Besar kecilnya energi gelombang akan berpengaruh terhadap karakteristik sedimen. Pulau Ambon adalah satu pulau kecil yang memiliki variasi karakteristik sedimen pantai. Hal ini disebabkan karena ada bagian garis pantai yang berhadapan dengan laut luas (Laut Banda) khususnya sepanjang bagian selatan sehingga perairan pantai selalu menerima tekanan yang besar, tapi juga memiliki bagian garis pantai yang menerima tekanan yang kecil karena perairan pantainya agak tertutup (Teluk Ambon). Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui karakteristik sedimen pada perairan pantai Hutumuri dan Wayame, dan mengetahui hubungan distribusi sedimen dan besar energi gelombang. Diharapkan hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai informasi tentang keberadaan sedimen pada perairan dengan tekanan berbeda sehingga dapat digunakan sebagai informasi pengembangan dunia pengetahuan dan dimanfaatkan oleh masyarakat dalam aktivitas manajemen pantai. METODE PENELITIAN Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2010 yang lokasinya pada perairan pantai Hutumuri yang terletak di pesisir selatan Pulau Ambon (3 42'18.9"-3 42'19.4" LS dan 128 16'49.5"-128 16'51.6" BT) dan perairan pantai Wayame di Teluk Ambon (3 40'10.6"- 3 40'12.0" LS dan 128 10'20.6"- 128 10'23.0" BT). Gambar 1. Peta lokasi penelitian Metode sampling dalam penelitian ini adalah sediment boring untuk pengambilan sampel sedimen dan palem gelombang untuk mengukur tinggi

54 Pola Sebaran Sedimen Pantai Pada Perairan Pantai Hutumuri dan Wayame gelombang. Peralatan yang digunakan sedimen core dan tiang ukur gelombang. Analisis laboratorium berdasarkan menurut Buchanan (1984) dalam Kalay, (1998) menggunakan seaving shaker. Metode analisis data berdasarkan USACAE (2002) untuk menghitung pola sebaran sedimen dan Triadmojo (1999) untuk menghitung besar energi gelombang. HASIL DAN PEMBAHASAN Dominasi Sedimen Sedimen pantai merupakan material sedimen yang diendapkan di pantai. berdasarkan ukuran butirnya, sedimen pantai dapat berkisar dari sedimen berukuran halus sampai pada yang berukuran kasar. Hasil perhitungan dominasi butiran pada kedua lokasi penelitian, memiliki pola distribusi sedimen yang sangat beragam. Perbedaan karakteristik perairan pada kedua lokasi mungkin menjadi faktor yang sangat mempengaruh pola distribusi sedimen pada kedua lokasi penelitian. Distribusi sedimen pada pantai Wayame berdasarkan hasil analisa, terlihat bahwa pada daerah pantai Wayame sangat didominasi oleh parikel dengan ukuran pasir, pasir sedang (medium sand) dan pasir halus (fine sand) kecuali pada transek 1 kuadran 3 dan transek 3 kuadran 2 didimonasi oleh kerikil (granule) (Tabel 1). Hal lain yang terlihat juga adalah walaupun dominasi partikel terfokus pada partikel sedimen butiran sedang dan kecil namun kisaran nilainya menunjukan bahwa keberadaan sedimen ukuran sangat kecil yaitu lumpur (silt) dan lempung (clay) hampir tidak ada. Dengan demikian berarti walaupun tekanan yang diterima agak kecil namun pola transpor tidak memberikan peluang partikel ukuran kecil terdeposit dengan baik. Perbedaan dominasi sangat berhubungan dengan besar tekanan yang diterima, diduga terjadinya dominasi oleh partikel dengan ukuran kerikil (granule) disebabkan karena pada titik-titik tersebut merupakan lokasi pertemuan massa air akibat gelombang datang dan gelombang balik (hempasan) yang mengakibatkan turbulensi dan meningkatkan tekanan pada wilayah sekitar perairan pantai. Pada lokasi perairan pantai Hutumuri, sedimen yang dominan pada titik-titik pengamatan memiliki ukuran yang beragam. Namun begitu secara keseluruhan yang dominan diantaranya kerikil (granule), pasir sangat kasar (very coarse sand), pasir sedang (medium sand), pasir halus (very fine sand) dan lumpur (silt). Perbedaan tersebut terjadi secara horizontal atau sejara garis pantai maupun tegak lurus garis pantai. Dimana perbedaan itu sangat dipengaruhi oleh morfologi pantai yang umumnya kasar sebab dipenuhi oleh patahan dan bongkahan karang. Kondisi inilah yang menyebabkan pada titik pengamatan tertentu dominasinya adalah partikel ukuran pasir sedang sampai dengan lumpur. Artinya bahwa kehadiran bongkahan karang menyebabkan gaya gesek permukaan dasar sangat besar sehingga mengurangi besar tekanan, dengan demikian sedimen ukuran kecil akan terdeposit pada daerah sekitarnya. Berdarkan hasil yang diperoleh kisaran dominasi butiran pada perairan pantai Hutumuri lebih besar dibandingkan dengan pantai Wayame. Hal ini menunjukan bahwa walaupun tekanan yang diterima sedimen pada lokasi tersebut lebih besar namun pada titik tertantu terjadi perlambatan sehingga memungkinkan

Jurnal TRITON Volume 7, Nomor 1, April 2011, hal. 52 59 55 sedimen ukuran kecil seperti lumpur (silt) dan lempung (clay) masih bisa terdeposit. Dari nilai dominasi secara vertikal ada beberapa poin yang menjadi catatan, yaitu pola dominasi pada titik-titik pengamatan di kedua lokasi penelitian menunjukan keberagam dominasi butiran pada setiap titik di transeknya. Hal ini terjadi karena perbedaan karakteristik perairan yang berbeda serta pengaruh dari komponen seperti arus dan gelombang, di perairan pantai Hutumuri yang berhadapan langsung dengan Laut Banda, kestabilan dan dinamika pantainya sangat dipengaruhi oleh kondisi perairan tersebut. Tekanan yang besar mengakibatkan distribusi sedimen pantai Hutumuri lebih didominasi oleh partikel dengan ukuran material yang lebih besar. Sedangkan pada perairan pantai Wayame yang terletak di dalam teluk dengan tekanan dari komponen berupa arus dan gelombang yang agak lemah serta banyaknya masukan dari daratan akibat pembangunan, menjadi faktor utama distribusi sedimen pantai Wayame sangat didomonasi oleh partikel dengan ukuaran material yang lebih halus berupa pasir (sand). Menurut Dyer (1986) dominasi partikel sedimen pada kawasan pantai sangat bergantung pada besar kecilnya tekanan yang oleh pantai tersebut, tekanan yang dimaksudkan berasal dari gelombang, pasang surut dan arus pantai. Tabel 1. Hasil perhitungan nilai dominasi butiran sedimen pada lokasi pengamatan perairan pantai Wayame (atas) dan Hutumuri (bawah) Ukuran Dominasi Butiran (%) Butiran (mm) T1K 1 T1K 2 T1K 3 T1K 4 T2K 1 T2K 2 T2K 3 T2K 4 T3K 1 T3K 2 T3K 3 T3K 4 4 4 18 42 3 3 24 11 9 15 30 25 25 2 1 4 7 1 1 4 2 3 1 10 8 10 1 1 7 5 4 1 5 2 4 1 7 8 9 0.425 9 35 16 55 1 26 17 24 34 21 26 24 0.25 69 32 26 32 82 39 61 50 48 26 29 27 0.125 14 4 3 4 11 2 6 7 1 4 3 3 0.063 2-1 1 1-1 3-2 1 2 0.038 - - - - - - - - - - - - Ukuran Dominasi Butiran (%) Butiran (mm) T1K1 T1K2 T1K3 T1K4 T2K1 T2K2 T2K3 T2K4 T3K1 T3K2 T3K3 T3K4 4 40 42 53 16 11 22 43 44 26 51 17 25 2 32 48 13 8 6 47 10 7 10 35 2 6 1 19 9 7 17 20 23 7 10 13 10 1 8 0.425 8 1 5 19 43 6 4 10 27 3 1 7 0.25 1-12 29 18 1 23 11 21 1 3 12 0.125 - - 6 8 2 1 12 13 3-26 19 0.063 - - 4 3 - - 1 5 - - 49 22 0.038 - - - - - - - - - - 1 1

56 Pola Sebaran Sedimen Pantai Pada Perairan Pantai Hutumuri dan Wayame Pola Sebaran Sedimen Untuk mengetahui pola sebaran atau distribusi menggunakan metode statistik sedimen. Dari hasil analisis dominasi dibuat persen komulatif. Kemudian dihitung besar nilai mean, sortering, skewness dan kurtosis. Nilai mean menunjukan ukuran rata-rata butiran sedimen pada presentase jumlah yang melewati saringan-ayakan yang lebih halus atau yang tertahan pada saringan yang kasar. Standar deviasi (sorting) merupakan simpangan baku dari nilai ratarata terhadap nilai tengah butiran. Skewness atau kemencengan didefenisikan sebagai bentuk distribusi normal dari nilai tengah ke arah butiran halus atau kasar. Kurtosis merupakan pengukuran untuk menaksir deviasi dari distribusi normal berdasarkan puncak kurva. Tabel 2. Klasifikasi Verbal hasil analisa statistik sedimen lokasi pengamatan Pantai Wayame (atas) dan Hutumuri (bawah) Titik Pengamatan Klasifikasi Verbal Mean Standar Deviasi Skewness Kurtosis T1K1 0.346 Very well sorted Coarse skewed Extreme leptocurtic T1K2 0.324 Very well sorted Very coarse skewed Very platycurtic T1K3 0.710 Very well sorted Very coarse skewed Very platycurtic T1K4 0.596 Very well sorted Very coarse skewed Leptocurtic T2K1 0.331 Very well sorted Very coarse skewed Extreme leptocurtic T2K2 0.313 Very well sorted Very coarse skewed Very platycurtic T2K3 0.538 Very well sorted Very coarse skewed Very platycurtic T2K4 0.554 Very well sorted Very coarse skewed Platycurtic T3K1 0.916 Very well sorted Very coarse skewed Very platycurtic T3K2 0.412 Very well sorted Very coarse skewed Very platycurtic T3K3 0.374 Very well sorted Very coarse skewed Very platycurtic T3K4 0.392 Very well sorted Very coarse skewed Very platycurtic Titik Pengamatan Klasifikasi Verbal Mean Standar Deviasi Skewness Kurtosis T1K1 1.581 Well sorted Very coarse skewed Very platycurtic T1K2 1.972 Moderatelly well sorted Very coarse skewed Very platycurtic T1K3 0.113 Very well sorted Strongly coarse skewed Very platycurtic T1K4 0.336 Very well sorted Very coarse skewed Very platycurtic T2K1 1.182 Very well sorted Very coarse skewed Very platycurtic T2K2 1.386 Well sorted Very coarse skewed Very platycurtic T2K3 0.958 Very well sorted Very coarse skewed Very platycurtic T2K4 0.839 Very well sorted Very coarse skewed Very platycurtic T3K1 0.446 Very well sorted Very coarse skewed Very platycurtic T3K2 0.705 Moderatelly well sorted Strongly coarse skewed Platycurtic

Jurnal TRITON Volume 7, Nomor 1, April 2011, hal. 52 59 57 T3K3 0.069 Very well sorted Very coarse skewed Very platycurtic T3K4 0.157 Very well sorted Very coarse skewed Very platycurtic Pola distribusi sedimen pantai Wayame yang terlihat pada Tabel 2 menunjukan bahwa nilai mean bekisar dari 0.313-0.916 mm, berarti bahwa ratarata ukuran sedimen berkisar dari pasir sedang (medium sand) hingga pasir kasar (coarse sand). Besar simpangan baku (sorting) atau bias nilai rata-rata terhadap nilai tengah sangat kecil (very well sorted), artinya bahwa ukuran butiran partikel yang dominan sama dengan atau berada dekat nilai rata-rata. Nilai skweness adalah coarse skewed-very coarse skewed, artinya bahwa kemencengan atau ukuran butiran lebih terdistribusi ke ukuran butiran yang kasar. Sedangkan kurtosis menunjukan very platycurtic, platycurtic, leptocurtic dan extreme leptokurtic, artinya bahwa terjadi variasi keruncingan butiran sedimen pantai Wayame. Hubungan Partikel Sedimen dan Energi Gelombang Sedimen dan gelombang merupakan dua komponen yang saling berhubungan antara satu dengan yang lainnya. Pergerakan dan pengendapan sedimen sangat dipengaruhi oleh faktor gelombang. Gelombang yang bergerak ke arah pantai memiliki besaran energi tertentu dan akan menyebabkan turbulen yang menyebabkan pasir tergerus. Sebelum pasir yang tergerus akibat gelombang mengendap, gelombang yang menuju kearah pantai kemudian berbalik menuju laut dan menarik sedimen pasir tersebut. Pergerakan gelombang tersebut akan mentranspor sedimen dan merupakan penyebab utama perubahan dan pembentukan morfologi pantai. Berdasarkan gambar profil energi gelombang terlihat bahwa besar energi gelombang pada kedua lokasi pengamatan sangat berbeda. Pantai Wayame memiliki kisaran energi gelombang antara 2,01-4,52 joule/m 2 dan Hutumuri dengan kisaran energi gelombang antara 9,10-42,44 joule/m 2. Besar kecil energi gelombang akan berpengaruh pada dominasi ukuran butiran sedimen pada kedua lokasi (Gambar 14), dominasi butiran sedimen yang terlihat pada gambar profil dominasi butiran dengan titik acuan pengamatan pada titik T2K3 yang juga merupakan titik pengukuran energi gelombang pada kedua lokasi menunjukan perbedaan dominasi ukuran butiran yang berbeda pada kedua lokasi. Dari profil dominasi butiran terlihat pantai Wayame didominasi oleh partikel dengan ukuran butiran yang lebih halus 0,25 mm berupa pasir sedang (medium sand) sedangkan pada pantai Hutumuri didominasi oleh partikel dengan ukuran butiran yang lebih kasar 4 mm berupa Granule atau kerikil. Kehadiran butiran yang lebih halus pada pantai Wayame disebabkan oleh kekuatan pengangkutan sedimen yang lemah. Energi gelombang yang kecil menghasilkan kekuatan pengangkutan material sedimen yang lemah dimana material-material sedimen pasir (sand) di transport tidak jauh dari lokasi pengendapannya, dimana material-material tersebut masih berada pada lokasi yang sama. Pada lokasi Hutumuri yang memiliki dominasi butiran yang kasar berupa kerikil atau Granule, diakibatkan oleh besarnya energi gelombang yang terjadi selama proses pengankutan sedimen. Letak pantai Hutumuri yang berhadapan

58 Pola Sebaran Sedimen Pantai Pada Perairan Pantai Hutumuri dan Wayame langsung dengan laut lepas (Laut Banda) sehingga pengaruh dari faktor oseonografi seperti gelombang relatif lebih tinggi. Besarnya energi gelombang pada pantai Hutumuri mengakibatkan material-material yang lebih kecil berupa pasir tertranspot meninggalkan lokasi pengendapan menuju lokasi pengendapan yang lain searah dengan arus menyusuri pantai yang diakibatkan oleh gelombang, material-material yang lebih besar akan tertahan dan terendapkan karena kekuatan pengangkutan tidak cukup untuk mentranspot material-materil yang kasar. Hal ini mengakibatkan pantai hutumuri didominasi oleh partikel dengan ukuran material yang lebih kasar 4 mm berupa kerikil atau Granule. Dominasi butiran (%) 90 70 50 30 10-10 Hutumuri 4 2 1 0.425 0.25 0.125 0.063 0.038 Ukuran Partikel (mm) Gambar 2. Profil Energi Gelombang (atas) dan Dominasi Butiran (bawah) Dengan demikian bisa dikatakan bahwa dominasi butiran sedimen dengan ukuran material yang lebih kasar akan cenderung berada pada lokasi yang memiliki energi gelombang yang relatif besar, sedangkan lokasi dengan energi gelombang yang relatif kecil cenderung dominasi butiran sedimennya mengarah pada ukuran material yang lebih halus. Menurut Kalay (2008) pola sebaran sedimen pada daerah pantai berhubungan lurus dengan besar energi gelombang yang menyebabkan terbentuknya arus dan transpor di sekitar pantai. KESIMPULAN Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa sedimen perairan pantai Wayame di dominasi oleh butiran dengan ukuran partikel yang kecil yaitu medium sand

Jurnal TRITON Volume 7, Nomor 1, April 2011, hal. 52 59 59 dan fine sand, nilai mean bekisar dari 0.313-0.916 mm, sorting adalah very well sorted, skweness adalah coarse skewed-very coarse skewed dan kurtosis very platycurtic, platycurtic, leptocurtic dan extreme leptokurtic. Perairan pantai Hutumuri hasil analisa menunjukan bahwa dominasi butiran sedimen secara keseluruhan lebih didominasi oleh granule dan very coarse sand, nilai mean 0.069-.972 phi, sorting adalah very well sorted dan moderatelly well sorted, skweness adalah very coarse skewed dan strongly coarse skewed dan kurtosis adalah very platycurtic dan Platycurtic. Dominasi sedimen berbanding lurus dengan besar energy gelombang yang terbantuk di pantai. DAFTAR PUSTAKA Dahuri, R H., J Rais., S P Ginting., and M J Sitepu., 1996, Pengelolaan Sumber Daya Wilayah Pesisir dan Lautan secara Terpadu. PT Pradya Paramitha. Jakarta. Dyer K. R, 1986. Costal And Estuarine Sediment Dynamics. Jhon Wiley & Sons, Inc. New York Kalay, D. E. 1998. Distribusi Horisontal Sedimen Kaitan Dengan Kecepatan Arus Dasar Di Teluk Un Kepulauan Kei Kecil. Skripsi. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Universitas Pattimura. Kalay, D. E. 2008. Perubahan Garis Pantai Di Sepanjang Pesisir Pantai Teluk Indrmayu. Tesis. Program Pascasarjan Institut Pertanian Bogor. Pethick, J, 1992. An Introduction to Coastal Geomorphology. Edward Arnold. A division of Hodder and Stoughton. London. Triatmodjo, B. 1999. Teknik Pantai Edisi Kedua. Beta Offset. Yogyakarta. USACE, 1998. Coastal Engineering Manual Part III. U.S. Army Corps Of Engineering.Dept. Of. The Army. Washington DC.