SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN GURU BERPRESTASI MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS PADA SMK NEGERI 9 SEMARANG

dokumen-dokumen yang mirip
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN SISWA DALAM MENGIKUTI LOMBA LKS DI SMK NEGERI 3 SEMARANG DENGAN METODE ANALITHICAL HIERARCHI PROCESS

PERANCANGAN APLIKASI PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN GURU TELADAN MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) DI SMK NEGERI 1 KEDIRI SKRIPSI

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN SELEKSI PENERIMA BEASISWA PADA SMA 1 BOJA DENGAN MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP)

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN JURUSAN DI SMA ISLAM SUDIRMAN AMBARAWA MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) Alit Suryo Irawan

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN SANTRI BERPRESTASI PONDOK PESANTREN ASSYAFI IYYAH KEDIRI DENGAN METODE ANALITYCAL HIERARCHY PROCESS (AHP)

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENENTUAN GURU YANG BERHAK MENERIMA SERTIFIKASI MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP)

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN PROGRAM STUDI PERGURUAN TINGGI DENGAN MENGGUNAKAN METODE ANALITHICAL HIERARCHI PROCESS (AHP)

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN SELEKSI PENERIMAAN KARYAWAN BARU

JURNAL SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN DALAM PEMBERIAN KREDIT PADA KSP MITRA RAKYAT BERSAMA NGANJUK DENGAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP)

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEGAWAI TELADAN PADA DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN KOTA SEMARANG ABSTRAK

PENERAPAN ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) GUNA PEMILIHAN DESAIN PRODUK KURSI SANTAI

PENEMPATAN JUKIR DI WILAYAH KERJA DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN KEDIRI DENGAN METODE ANALITICAL HIERARCHY PROCESS SKRIPSI

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENERIMAAN SISWA BARU PADA SMK N I DEMAK DENGAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (SAW)

Sistem Pendukung Keputusan Memilih Perguruan Tinggi Swasta di Palembang Sebagai Pilihan Tempat Kuliah

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN JURUSAN DI SMKN 1 NGANJUK MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS ( AHP )

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN KELAYAKAN PEMBERIAN KREDIT MENGGUNAKAN METODE AHP PADA BANK DANAMON CABANG SEGIRI SAMARINDA

SISTEM ANALISIS PENDUKUNG REKOMENDASI KELAYAKAN BAGI PENERIMA BEASISWA PRESTASI DENGAN MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCY PROCESS (AHP)

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang. Karyawan merupakan sumber daya yang utama bagi perusahaan. Maju mundurnya

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMBERIAN KREDIT PADA KOPERASI UNIT DESA MEKAR UNGARAN DENGAN METODE ANALITHICAL HIERARCHI PROCESS (AHP)

LAPORAN TUGAS AKHIR SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMBUKAAN CABANG BIRO PERJALANAN WISATA PADA SURYA WISATA DI KAB. PEKALONGAN

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENENTUAN BANTUAN SISWA MISKIN MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS DI SMA NEGERI 1 PARE KEDIRI SKRIPSI

SISTEM PENUNJANG KEPUTUSAN SISWA BERPRESTASI DI SMP MA`ARIF 10 BANGUNREJO LAMPUNG TENGAH MENGGUNAKAN METODE AHP

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN MAKANAN PADA BAYI LIMA TAHUN (BALITA) DENGAN MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP)

JURNAL SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENGADAAN ALAT KESEHATAN DI PUSKESMAS KECAMATAN DURENAN MENGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCY PROCESS (AHP)

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENENTUAN GURU BERPRESTASI PADA SMK BINA NUSANTARA UNGARAN MENGGUNAKAN METODE ANALITHICAL HIERARCHI PROCESS (AHP)

PEMILIHAN OBJEK WISATA DI SUMATERA UTARA DENGAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP)

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMBERIAN KREDIT PADA KOPERASI SIMPAN PINJAM JASA MENGGUNAKAN METODE ANALITHICAL HIERARCHI PROCESS (AHP)

Freza Surya Asrina Strata Satu Sistem Informasi Universitas Dian Nuswantoro ABSTRAK

Penerapan Analytical Hierarchy Process (AHP) Untuk Sistem Pendukung Keputusan Penilaian Kinerja Karyawan Pada Perusahaan XYZ

APLIKASI SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN SMARTPHONE

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMBERIAN BEASISWA PADA SMK IPT KARANGPANAS SEMARANG DENGAN METODE SIMPLE ADDITIVE

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Metode AHP dikembangkan oleh Thomas L. Saaty, seorang ahli

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN UNTUK PEMILIHAN PERGURUAN TINGGI KOMPUTER SWASTA

BAB I PENDAHULUAN. membantu dalam pengolahan data sehingga pelaksanaan pekerjaan dapat

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN SELEKSI PENERIMA BEASISWA PADA SMK BINA NUSANTARA UNGARAN MENGGUNAKAN METODE ANALITHICAL HIERARCHI PROCESS (AHP)

COVER BAB I PENDAHULUAN

SISTEM PENERIMAAN DOSEN MENGGUNAKAN ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) DENGAN EXPERT COICE

PENENTUAN DALAM PEMILIHAN JASA PENGIRIMAN BARANG TRANSAKSI E-COMMERCE ONLINE

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENENTUAN BANTUAN KHUSUS SISWA MISKIN MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS PADA SMK PELAYARAN HANG TUAH KEDIRI

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN GURU BERPRESTASI MENGGUNAKAN METODE FUZZY-AHP

Perancangan Sistem Pendukung Keputusan Untuk Proses Perekrutan Karyawan Studi Kasus PT.Sumber AlfariaTrijaya Dengan Metode AHP.

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN DALAM MENENTUKAN PENILAIAN PRESTASI KARYAWAN TERBAIK. Surmayanti, S.Kom, M.Kom

RANCANG BANGUN APLIKASI SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN MENGGUNAKAN MODEL ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS UNTUK PEMBERIAN BONUS KARYAWAN

PENERAPAN AHP UNTUK SELEKSI MAHASISWA BERPRESTASI

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMBERIAN BONUS KARYAWAN MENGGUNAKAN METODE AHP SKRIPSI

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN PERGURUAN TINGGI UNTUK SISWA YANG MELANJUTKAN KULIAH PADA SMA N 1 TEGAL

APLIKASI AHP UNTUK PENILAIAN KINERJA DOSEN

Majalah Ilmiah UPI YPTK, Volume 21, No.21, Oktober 2014 ISSN :

ANALISA FAKTOR PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN PERGURUAN TINGGI TINGKAT SARJANA MENGGUNAKAN METODE AHP (ANALITICAL HIRARKI PROCESS)

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN PERUMAHAN DENGAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS

Sistem pendukung keputusan pemilihan program studi pada perguruan tinggi melalui jalur SNMPTN pada SMA N 16 Semarang

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN MODEL CATWALK PADA SIVEX ARTIST MANAGEMENT SEMARANG

Pengertian Metode AHP

IMPLEMENTASI METODE AHP UNTUK PENENTUAN JURUSAN IPA DAN IPS DI SMA NEGERI 6 SEMARANG

ANALISIS KRITERIA SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN BEASISWA BELAJAR BAGI GURU MENGGUNAKAN METODE ANALYTIC HIERARCHY PROCESS (AHP)

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN SUPPLIER MENGGUNAKAN METODE PROFILE MATCHING PADA SAM BENGKEL SABLON

EFEKTIFITAS PENERAPAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) DALAM PEMILIHAN PERANGKAT LUNAK PENGOLAH CITRA DENGAN MENGGUNAKAN EXPERT CHOICE

TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NUSANTARA PGRI KEDIRI 2016

Analisa Kelayakan Proyek e-government Untuk Pengambilan Keputusan Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process Studi Kasus pada Dinas Kominfo Medan

IMPLEMENTASI SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENERIMA BERAS UNTUK KELUARGA MISKIN ( RASKIN ) MENGGUNAKAN METODE AHP (ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS) Ilyas

DECISION SUPPORT SYSTEM UNTUK PROMOSI KENAIKAN JABATAN DI PT. XYZ

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENJURUSAN SMA MENGGUNAKAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING

Sistem Pendukung Keputusan Kelangsungan Outlet Buku Di Pt. Mizan Media Utama

BAB I PENDAHULUAN. mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kualitas manusia. dan Undang-undang Dasar Tahun Upaya tersebut harus selalu

Program Studi Ilmu Komputer, Universitas Pendidikan Indonesia

SISTEM INFORMASI SERVIS KOMPUTER PADA SAFRI AL AMIN COMPUTER JEPARA

APLIKASI SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN SEKOLAH

BAB I PENDAHULUAN. terdapat jenjang pendidikan menengah berbentuk Sekolah Menengah Kejuruan

BAB I PENDAHULUAN. SMK Negeri 1 Kota Sukabumi merupakan salah satu sekolah unggulan

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN GURU BERPRESTASI BERDASARKAN KINERJA (STUDI KASUS : SMK Ma arif 1 Kalirejo)

PENILAIAN KINERJA DOSEN DENGAN MENGGUNAKAN METODE AHP (STUDI KASUS : DI STMIK POTENSI UTAMA MEDAN)

ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS SEBAGAI PENDUKUNG KEPUTUSAN (DECISION SUPPORT) PEMILIHAN LOKASI PEMBANGUNAN RUMAH KOS UNTUK KARYAWAN

BAB II LANDASAN TEORI

Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Karyawan Terbaik Menggunakan Metode AHP

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN PONDOK PESANTREN DI PURWOKERTO (STUDI KASUS : MAHASISWA STAIN PURWOKERTO)

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENILAIAN KINERJA UNTUK MEMILIH DOSEN BERPRESTASI MENGGUNAKAN METODE AHP

SISTEM PENUNJANG KEPUTUSAN PENERIMAAN BEASISWA MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (STUDI KASUS PENERIMAAN BEASISWA DI SMP N 5 PRINGSEWU)

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN JURUSAN DI SMA MA ARIF 05 PADANG RATU MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) Galuh Hardi Putra

TKM KBT SDC DL TKM KBT 0, SDC 0,5 0, DL 0,25 0,67 0,25 1 Jumlah 2,08 5,34 5,25 12

ANALISA PEMILIHAN APLIKASI BERITA BERBASIS MOBILE MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP)

PENGEMBANGAN SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENENTUAN KELAYAKAN LOKASI CABANG BARU USAHA CLOTHING MENGGUNAKAN METODE AHP-TOPSIS

Jurnal SCRIPT Vol. 3 No. 1 Desember 2015

JURNAL. SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN KENAIKAN JABATAN PADA PT BANK CENTRAL ASIA Tbk. (BCA) MENGGUNAKAN METODE ANALITYC HEARARCHY PROCESS

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN KADER KESEHATAN DI KECAMATAN PEUDAWA KABUPATEN ACEH TIMUR

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI

ANALISIS KRITERIA SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN BEASISWA BELAJAR BAGI GURU MENGGUNAKAN METODE ANALYTIC HIERARCHY PROCESS (AHP)

IMPLEMENTASI SPK UNTUK SELEKSI CALON GURU DI SMK BINA MARTA

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN MENENTUKAN GURU TELADAN DI SMP N 24 SEMARANG DENGAN MENGGUNAKAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING

Sistem Penunjang Keputusan Penerimaan Dosen dengan Metode Analytic Hierarchy Process

BAB II LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN SISWA BERPRESTASI MENGGUNAKAN METODE AHP (ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS)

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENERIMAAN SISWA BARU DI SMA NEGERI 2 PEMALANG DENGAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN CALON PENERIMA BANTUAN LANGSUNG SEMENTARA MASYARAKAT (BLSM) MENGGUNAKAN METODE ANALYTIC HIERARCHY PROCESS

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. artian yang lebih spesifik yakni pihak ketiga dalam supply chain istilah dalam

BAB I PENDAHULUAN. membutuhkan ketersediaan dan peran serta lembaga keuangan. Salah satu

BAB II KAJIAN PUSTAKA. A. Sistem Pendukung Keputusan/Decision Support System (DSS) Sistem Pendukung Keputusan/Decision Support System (DSS)

PENERAPAN METODE AHP DAN SAW DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN PEMILIHAN SUPPLIER BAHAN JAKET PADA CV. WIDIA PRATAMA KREASI

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMBERIAN KREDIT SEPEDA MOTOR UNTUK KONSUMEN PT.FIF CABANG MEDAN MENGGUNAKAN METODE ANALYTIC HIERARCHI PROCESS (AHP)

PEDOMAN PENILAIAN PROFIL KOMPETENSI GURU SEKOLAH DASAR

Transkripsi:

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN GURU BERPRESTASI MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS PADA SMK NEGERI 9 SEMARANG Adelia Susanti A12.2008.03318 Program Studi Sistem Informasi S1, Universitas Dian Nuswantoro Jl. Nakula I No. 5-11 Semarang E-mail : adeliasusanti@yahoo.com ABSTRAK Selaras dengan kebijaksanaan pembangunan yang meletakkan pengembangan sumber daya manusia sebagai prioritas pembangunan nasional, kedudukan dan peran guru semakin bermakna strategis dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas dalam menghadapi eraglobal. Permasalahan yang terjadi dalam proses penilaian guru berprestasi sebagai standar kualitas pendidik dalam sekolah khususnya dalam SMK Negeri 9 Semarang yang masih bersifat subyektif. Untuk mengurangi sifat subyektifitas tersebut maka perlu dirancang sebuah sistem pemilihan guru berprestasi menggunakan metode AHP sebagai dasar pengambilan keputusan. Metode AHP merupakan metode pengambilan keputusan yang multi kriteria. Proses perhitungan AHP ini dilakukan untuk menentukan rekomendasi guru dalam guru berprestasi dengan standar pada 4 kriteria yaitu pedagogik, kepribadian, profesionalisme, dan sosial. Tujuan yang dicapai dalam penelitian ini yaitu terciptanya Decision Support System (DSS) yang memadai dan dapat membantu sekolah dalam mengambil keputusan yang relevan untuk memilih guru berprestasi menggunakan metode AHP, dengan harapan dapat meningkatkan kinerja dan prestasi guru yang lainnya. Metode Pengumpulan data yang dilakukan yaitu dengan metode interview/wawancara, observasi, dan studi pustaka Metode pengembangan sistem yang digunakan dalam sistem ini adalah metode waterfall. Dengan adanya sistem ini ditujukan untuk mempermudah dan mempercepat dalam menentukan guru berprestasi pada SMK Negeri 9 Semarang dan diharapkan sesuai dengan kebutuhan pengguna. Sistem ini dapat dikembangkan dengan menggunakan metode dan bahasa pemrograman lain, selain visual basic seperti website agar lebih varian dan dapat diakses melalui internet dan tidak bersifat lokal saja. Kata kunci : Sistem Pendukung Keputusan, Guru Berprestasi, AHP, Metode Waterfall, Visual Basic

1. Pendahuluan Guru berprestasi adalah guru yang berhasil melaksanakan tugas dan memiliki kemampuan kinerja melebihi guru lain. Pada era globalisasi sebuah perusahaan dituntut untuk bergerak cepat dalam mengambil keputusan dan tindakan, dengan mengacu pada solusi yang diberikan oleh metode AHP dalam membantu membuat keputusan. Metode AHP merupakan metode pengambilan keputusan yang multi kriteria. Pengambilan keputusan dalam memilih guru berprestasi menggunakan beberapa kriteria yaitu pedagogik, kepribadian, profesional, dan sosial, maka akan sangat tepat jika pemilihan guru berprestasi tersebut menggunakan metode ini. 2. Rumusan dan batasan masalah Berdasarkan uraian latarbelakang di atas dapat dirumuskan permasalahan Bagaimana merancang suatu sistem pendukung keputusan untuk memilih guru berprestasi dengan menggunakan model AHP sebagai dasar pengambilan keputusan? Agar tidak menyimpang dari tujuan penyusunan tugas akhir ini maka penulis meyajikan lingkup permasalahan dalam pemilihan guru berprestasi tingkat sekolah yaitu berdasarkan 4 kriteria penilaian, antara lain: pedagogik, kepribadian, profesional, dan sosial. 3. Pengertian Pengambilan Keputusan Pada hakekatnya kegiatan pembuat keputusan di latar belakangi oleh adanya suatu masalah atau problem dalam usaha mencapai suatu tujuan tertentu. Pembuatan keputusan ini bertujuan mengatasi atau memecahkan masalah yang bersangkutan sehingga usaha pencapaian tujuan yang dimaksud dapat dilaksanakan secara baik dan efektif. Selain itu, keputusan dipandang sebagai usaha untuk mencari jalan keluar dari suatu masalah yang terjadi. Di lain pihak, masalah atau problem yang dimaksud dapat dibagi dalam tiga golongan besar, yaitu masalah korektif, masalah progresif, dan masalah kreatif. Pengaruh Pengambilan Keputusan Banyak hal yang mempengaruhi dalam proses pengambilan keputusan diantaranya:

1. Manusia mempunyai kemampuan mengamati proses yang bekerja disekelilingnya dan didalam dirinya, dipikirkannya lalu berbuat bdan bertindak 2. Dalam mengamati proses yang terjadi manusia membuat dan mengambil keputusan yang dilandasi ansumsi semua tindakan merupakan pencerminan hasil proses pengambilan keputusan 3. Jika keputusan tersebut di pertanggung jawabkan dan prosesnya memerlukan pengertian pihak lain maka perlu ditentukan sasaran yang akan diberikan kronologi proses pengambilan keputusan. 4. Model AHP (Analytical Hierarcy Process) Metode AHP dikembangkan oleh Thomas L. Saaty, seorang ahli matematika. Metode ini adalah sebuah kerangka untuk mengambil keputusan dengan efektif atas persoalan yang kompleks dengan menyederhanakan dan mempercepat proses pengambilan keputusan dengan memecahkan persoalan tersebut kedalam bagian-bagian, menata bagian atau variabel ini dalam suatu susunan hierarki, memberi nilai numerik pada pertimbangan subjektif tentang pentingnya tiap variabel dan mensintesis berbagai pertimbangan ini untuk menetapkan variabel yang mana yang memiliki prioritas paling tinggi dan bertindak untuk mempengaruhi hasil pada situasi tersebut. Metode AHP ini membantu memecahkan persoalan yang kompleks dengan menstruktur suatu hierarki kriteria, pihak yang berkepentingan, hasil dan dengan menarik berbagai pertimbangan guna mengembangkan bobot atau prioritas. Metode ini juga menggabungkan kekuatan dari perasaan dan logika yang bersangkutan pada berbagai persoalan, lalu mensintesis berbagai pertimbangan yang beragam menjadi hasil yang cocok dengan perkiraan kita secara intuitif sebagaimana yang di presentasikan pada pertimbangan yang telah dibuat. (Saaty, 1993) Proses hierarki adalah suatu model yang memberikan kesempatan bagi perorangan atau kelompok untuk membangun gagasan-gagasan dan mendefinisikan persoalan dengan cara membuat asumsi mereka masing-masing dan memperoleh pemecahan yang diinginkan darinya. Ada dua alas an utama untuk menyatakan suatu tindakan akan lebih baik dibanding tindakan lain. Alasan yang pertama adalah pengaruh-pengaruh tindakan tersebut kadang-kadang tidak dapat dibandingkan karena suatu ukuran atau bidang yang berbeda keduanya, menyatakan bahwa pengaruh tindakan tersebut kadang saling bentrok, artinya perbaikan pengaruh

tindakan tersebut yang satu dapat dicapai dengan pemburukan lainnya. 5. Kriteria Guru Berprestasi Keberhasilan guru seseorang bisa dilihat apabila kriteria kriteria yang ada telah mencapai secara keseluruhan. Jika kriteria telah tercapai berarti pekerjaan seseorang telah dianggap memiliki kualitas kerja yang baik. Kemampuan yang harus dimiliki guru telah disebutkan dalam peraturan pemerintah RI No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 28 ayat 3 yang berbunyi : Kompetensi sebagai agen pembelajaran pada jenjang pendidikan dasar dan menengah serta pendidikan anak usia dini meliputi : a) Kompetensi pedagogik Kompetensi pedagogik tercermin dari tingkat pemahaman terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. b) Kompetensi kepribadian Kompetensi kepribadian tercermin dari kemampuan personal, berupa kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa, sehingga dapat menjadi teladan bagi peserta didik dan masyarakat, dan berakhlak mulia. c) Kompetensi professional Kompetensi profesional tercermin dari tingkat penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam, yang mencangkup penguasaan materi kurikulum mata pelajaran di sekolah dan substansi keilmuan yang menaungi materinya, serta penguasaan terhadap struktur dan metodologi keilmuannya. d) Kompetensi sosial Kompensasi sosial adalah kemampuan pendidik sebagai bagian dari masyarakat untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga pendidik, orang tua peserta pendidikan, dan masyarakat sekitar. Kompetensi sosial seorang guru merupakan modal dasar guru yang bersangkutan dalam menjalankan tugas keguruan. 6. Metode Analisis Data Metode analisis data untuk teknik pembobotan dan pengambilan keputusan yang dipergunakan dalam tugas akhir ini adalah metode Analytic Hierarcy Process (AHP). Metode AHP digunakan karena metode ini dapat memcahkan masalah yang kompleks dimana kriteria yang diambil

cukup banyak dan dengan melakukan pendekatan perbandingan berpasangan. Perbandingan berpasangan adalah membandingkan setiap elemen dengan elemen lainnya pada setiap tingkatan hirarki secara berpasangan, sehingga didapat nilai kepentingan elemen dalam bentuk pendapat kualitatif. Perbandingan berpasangan tersebut diulang untuk semua elemen dalam tiap tingkat. Elemen dalam bobot paling tinggi adalah pilihan keputusan yang layak dipertimbangkan untuk diambil. GOAL Pemilihan Guru Berprestasi KRITERIA Kepribadian Pedagogik Profesional Sosial 8. Kesimpulan : ALTERNATIF Guru Kesimpulan yang dapat diambil penulis setelah menyelesaikan pembuatan tugas 7. Implementasi Sistem akhir adalah sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai pada Bab I, dan telah penulis uraikan pada bab-bab selanjutnya lewat tahapan-tahapan pembuatan program. Sehingga didapat tujuan pembuatan tugas akhir ini, yaitu terciptanya Decision Support System (DSS) yang memadai dan dapat membantu sekolah dalam mengambil keputusan yang relevan untuk memilih guru berprestasi menggunakan metode AHP, dengan harapan dapat meningkatkan kinerja dan prestasi guru yang lainnya.

9. Saran : Berdasarkan kesimpulan di atas, penulis dapat memberikan beberapa saran sebagai berikut: 1. Bagi instasi dapat beralih secara bertahap dari sistem tradisional yang berjalan ke sistem yang baru sehingga dapat meningkatkan pelayanan, kinerja dan efisiensi waktu. 2. Setiap beberapa periode perlu diadakan evaluasi terhadap sistem yang digunakan untuk penyesuaian serta perawatann/pemeliharaan secara rutin dan teratur terhadap komputer yang digunakan. 3. Untuk pengembangan aplikasi ini lebih lanjut dapat menggunakan metode yang lain sebagai pembanding terhadap hasil yang diharapkan. 4. Dapat mengembangkan aplikasi ini dengan menggunakan bahasa pemrograman lainnya, seperti pengembangan dalam bentuk website agar aplikasi ini dapat diakses melalui jaringan internet dan tidak hanya bersifat lokal saja. 10. Daftar Pustaka [1] Sutabri, Tata. (2005). Sistem Informasi Manajemen. Yogyakarta : Andi Offset. [2] Kusrini (2007). Konsep dan Aplikasi Sistem Pendukung Keputusan.Yogyakarta: Andi Offset. [3] Jogiyanto, H.M. (2005). Analisis dan Desain Sistem Informasi. Edisi Pertama. Yogyakarta: Andi Offset. [4] Kristanto, Andri. (2003). Perancangan Sistem dan Aplikasinya. Edisi Pertama. Yogyakarta: Gava Media. [5] Fatansyah, Ir. (2007). Basis Data. Bandung : Penerbit Informatika Bandung. [6] Madcoms. (2003). Aplikasi Database Visual Basic 6.0 dengan Crystal Report. Yogyakarta : Andi Offset. [7] Nugroho, Adi. (2005). Analisis dan Perancangan Sistem Informasi Dengan Metodologi Berorientasi Objek. Bandung : Penerbit Informatika Bandung. [8] Turban, E., dkk. (2005). Decision Support System and Intelligent System. Yogyakarta : Penerbit Andi Offset. [9] Mulyono, S. (1996). Teori Pengambilan Keputusan. Jakarta : Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.