SATUAN ACARA PERKULIAHAN

dokumen-dokumen yang mirip
PENGELOLAAN HAMA TERPADU (PHT)

RENCANA PROGRAM KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS) DAN BAHAN AJAR DASAR-DASAR ILMU PENYAKIT TUMBUHAN (PNH 2800) SKS 3 (2/1)

I. TOLAK PIKIR PERLINDUNGAN TANAMAN

PENGELOLAAN ORGANISME PENGGANGGU TANAMAN SECARA TERPADU

Dasar-dasar Perlindungan Tanaman (PA 1082)

Pertanian Berkelanjutan untuk Mengoptimalkan Sumber Daya Pertanian Indonesia

BAB IV. EKOLOGI PENYAKIT TUMBUHAN PENDAHULUAN

Lampiran 3. Rubrik Penilaian Jawaban Esai Ekologi

PENTINGNYA PLASMA NUTFAH DAN UPAYA PELESTARIANNYA Oleh : DIAN INDRA SARI, S.P. (Pengawas Benih Tanaman Ahli Pertama BBPPTP Surabaya)

I. PENDAHULUAN. Tebu (Saccharum officinarum L.) merupakan tanaman perkebunan yang tergolong

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Pertanian organik adalah sistem manajemen produksi terpadu yang

disinyalir disebabkan oleh aktivitas manusia dalam kegiatan penyiapan lahan untuk pertanian, perkebunan, maupun hutan tanaman dan hutan tanaman

MODUL-12 MENGENAL GEJALA PENYAKIT DAN TANDA PADA TANAMAN. Yos. F. da Lopes, SP, M.Sc & Ir. Abdul Kadir Djaelani, MP A. KOMPTENSI DASAR B.

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 1995 TENTANG PERLINDUNGAN TANAMAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

AGROEKOSISTEM PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HORTIKULTURA

PENGELOLAAN HAMA SECARA HAYATI Oleh : Awaluddin (Widyaiswara)

Kuliah ke-2. R. Soedradjad Lektor Kepala bidang Pengelolaan Sumberdaya Alam

CARA CARA PENGENDALIAN OPT DAN APLIKASI PHESTISIDA YANG AMAN BAGI KESEHATAN 1) SUHARNO 2) 1) Judul karya ilmiah di Website 2)

Peraturan Pemerintah No. 6 Tahun 1995 Tentang : Perlindungan Tanaman

Geografi KEARIFAN DALAM PEMANFAATAN SUMBER DAYA ALAM I. K e l a s. Kurikulum 2013

TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA RI

Yos. F. da Lopes, SP, M.Sc & Ir. Abdul Kadir Djaelani, MP

PEMANFAATAN RADIASI SINAR GAMMA (Co-60) UNTUK PENINGKATAN PERTUMBUHAN DAN KETAHANAN TANAMAN KEDELAI TERHADAP PENYAKIT PUSTUL DAUN

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Serangga merupakan bagian dari keanekaragaman hayati yang harus dijaga kelestariannya dari kepunahan

I. PENDAHULUAN. meningkat seiring dengan pengembangan energi alternatif bioetanol sebagai

II. TINJAUAN PUSTAKA. mestinya sudah mengarah pada pertanian yang mempertahankan keseimbangan

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 68 TAHUN 1998 TENTANG KAWASAN SUAKA ALAM DAN KAWASAN PELESTARIAN ALAM PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

BAB I PENDAHULUAN. mencapai 20 mm per hari) begitu pula dengan produksi bijinya. Biji gulma

SMP kelas 7 - BIOLOGI BAB 6. PERAN MANUSIA DALAM PENGELOLAAN LINGKUNGANLatihan Soal 6.2

Waspada Serangan Hama Tanaman Padi Di Musim Hujan Oleh : Bambang Nuryanto/Suharna (BB Padi-Balitbangtan)

EKOLOGI & AZAS-AZAS LINGKUNGAN. Oleh : Amalia, S.T., M.T.

Modul 1. Hutan Tropis dan Faktor Lingkungannya Modul 2. Biodiversitas Hutan Tropis

BAB IV. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

3. PENGENDALIAN OPT TANAMAN JAGUNG

Praktikum Teknologi Produksi Tanaman

I. PENDAHULUAN. Kedelai (Glycine max (L.) Merrill) merupakan tanaman sumber protein yang

PERANAN SUMBERDAYA ALAM DALAM PERTANIAN

I. PENDAHULUAN. Duku (Lansium domesticum Corr.) sebagai buah unggulan Provinsi Jambi,

mencintai, melestarikan dan merawat alam untuk kualitas hidup lebih baik Talaud Lestari

PEMULSAAN ( MULCHING ) Pemulsaan (mulching) merupakan penambahan bahan organik mentah dipermukaan tanah. Dalam usaha konservasi air pemberian mulsa

I. PENDAHULUAN. dijadikan sebagai bahan pangan utama (Purwono dan Hartono, 2011). Selain

Faktor biotik dalam lingkungan. Tim dosen biologi

Individu adalah satu makhluk hidup, misalnya seekor semut, seekor burung dan sebuah pohon.

I. PENDAHULUAN. tinggi adalah Taman Hutan Raya Wan Abdurahman. (Tahura WAR), merupakan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Hutan Sekipan merupakan hutan pinus yang memiliki ciri tertentu yang membedakannya dengan hutan yang lainnya.

HUBUNGAN SALING KETERGANTUNGAN ANTAR MAKHLUK HIDUP

RENCANA PROGRAM KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER ILMU HAMA HUTAN (KTB 316)

BAB I PENDAHULUAN. Al-Qur an adalah kitab suci umat Islam yang membahas segala macam

A. Usaha pertanian dipengaruhi oleh kondisi lingkungan:

PEMANFAATAN RADIASI SINAR GAMMA (Co-60) UNTUK PENINGKATAN PERTUMBUHAN DAN KETAHANAN TANAMAN KEDELAI TERHADAP PENYAKIT PUSTUL DAUN

TINJAUAN PUSTAKA. sektor pertanian (MAF, 2006). Gas rumah kaca yang dominan di atmosfer adalah

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

SUMBER BELAJAR PENUNJANG PLPG 2017 MATA PELAJARAN/PAKET KEAHLIAN AGRIBISNIS TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA BAB II. PELESTARIAN LINGKUNGAN

BAB I PENDAHULUAN. sebesar jenis flora dan fauna (Rahmawaty, 2004). Keanekaragaman

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki mega biodiversity

II. TINJAUAN PUSTAKA. Padi (Oryza sativa L.) tergolong ke dalam Famili Poaceae, Sub- family

PELESTARIAN EKOSISTEM FLORA DAN FAUNA

SERANGAN HAMA DAN PENYAKIT PADA BIBIT MERANTI (Shorea leprosula Miq.) DI PERSEMAIAN. NGATIMAN Balai Besar Penelitian Dipterokarpa

RUANG LINGKUP EKOLOGI

Biologi SMA kelas X 11

Hama Patogen Gulma (tumbuhan pengganggu)

AGROEKOSISTEM PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HORTIKULTURA

PROGRAM STUDI HORTIKULTURA JURUSAN BUDIDAYA TANAMAN PANGAN

EKOLOGI TERESTRIAL. Ekologi adalah Ilmu Pengetahuan

BAB I PENDAHULUAN. hutan hujan tropis yang tersebar di berbagai penjuru wilayah. Luasan hutan

BAB III GANGGUAN OLEH SERANGGA HAMA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Ilmu Tanah dan Tanaman

A. JUDUL Keanekaragaman dan Klasifikasi Makhluk Hidup

tanam, tanamlah apa saja maumu aku akan tetap datang mengganggu karena kau telah merusak habitatku maka aku akan selalu menjadi pesaingmu

Kisi-Kisi UKK IPA Kelas VII

TINJAUAN PUSTAKA. kerusakan daun kelapa sawit. Namun demikian, penggunaan insektisida kimia

Mengapa menggunakan sistem PHT? Pengendalian Hama Terpadu (PHT) Mengapa menggunakan sistem PHT? Mengapa menggunakan sistem PHT?

PERATURAN PEMERINTAH Nomor 68 Tahun 1998, Tentang KAWASAN SUAKA ALAM DAN KAWASAN PELESTARIAN ALAM PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

CENGKEH - RIWAYATMU KINI. Oleh: Erna Zahro in. Cengkeh pernah jadi primadona, kini keberadaannya mengkhawatirkan karena serangan hama dan penyakit.

SMP kelas 8 - BIOLOGI BAB 10. HAMA DAN PENYAKIT TANAMANlatihan soal 10.1

BAB VII KEBAKARAN HUTAN

Komponen Ekosistem, Peran dan Interaksinya

BAB III. EPIDEMIOLOGI PENYAKIT TUMBUHAN PENDAHULUAN

Modul pertama Modul kedua Modul ketiga Modul keempat

PENYAKIT-PENYAKIT PENTING PADA TANAMAN HUTAN RAKYAT DAN ALTERNATIF PENGENDALIANNYA

Tim Dosen Biologi FTP Universitas Brawijaya

5/4/2015. Tim Dosen Biologi FTP Universitas Brawijaya

PENGENDALIAN OPT PADI RAMAH LINGKUNGAN. Rahmawasiah dan Eka Sudartik Universitas Cokroaminoto Palopo ABSTRAK

TINJAUAN PUSTAKA. 1. Jumlah spesies dalam satu komunitas yang sering disebut dengan. banyak spesies tersebut (Anonimus, 2008).

PETUNJUK PENGAMATAN OPT PERKEBUNAN

Daftar Isi. Halaman Sampul... Daftar Isi... A. Latar Belakang B. Rumusan Masalah C. Tujuan D. Manfaat Bab II Dasar Teori...

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. dalam suatu komunitas atau ekosistem tertentu (Indriyanto, 2006). Relung ekologi

Teknik Budidaya Kubis Dataran Rendah. Untuk membudidayakan tanaman kubis diperlukan suatu tinjauan syarat

SATUAN ACARA PERKULIAHAN

Curah hujan tinggi, tanah masam & rawa bergambut. Curah hujan mm/tahun, dataran bergunung aktif. Dataran tinggi beriklim basah

PENGENDALIAN PENYAKIT TANAMAN HUTAN

EFEKTIVITAS PENGGUNAAN HERBISIDA KONTAK TERHADAP GULMA CAMPURAN PADA TANAMAN KOPI

I. PENDAHULUAN. Pengolahan tanah merupakan suatu tahapan penting dalam budidaya tanaman

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia merupakan salah satu negara disebut Mega Biodiversity setelah

I. PENDAHULUAN. Tebu (Saccharum officinarum) merupakan tanaman perkebunan penting sebagai

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia salah satu negara disebut Mega Biodiversity setelah Brazil dan

PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI

Transkripsi:

SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH : Perlindungan Hutan KODE MATA KULIAH : 3566123 WAKTU PERTEMUAN : 100 menit PERTEMUAN KE : 1 A. KOMPETENSI 1. STANDAR KOMPETENSI Setelah menempuh mata kuliah ini, mahasiswa mampu mengidentifikasi hama dan penyakit serta menentukan intensitas serangan pada tanaman kehutanan. 2. KOMPETENSI DASAR Menjelaskan perlindungan hutan B. MATERI AJAR Perlindungan hutan C. URAIAN MATERI AJAR 1. Difinisi perlindungan hutan 2. Kerentanan dan resisten 3. Tipe resisten D. KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR TAHAP KEGIATAN MAHASISWA 1. Pendahuluan 1. Merespon 2. Memperhatikan dan memberi masukan 2. Penyajian 1. Memperhatikan 2. Bertanya jawab 3. Memperhatikan dan merespon tanya jawab tentang perlindungan hutan KEGIATAN DOSEN 1. Perkenalan 2. Menjelaskan tujuan MK 3. Kontrak perkuliahan (aturan perkuliahan), penilaian 4. Menjelaskan manfaat menempuh MK perlindungan hutan 1) Menjelaskan difinisi perlindungan hutan 2) Menjelaskan kerentanan dan resisten 3) Menjelaskan tipe resisten SUMBER BELAJAR

3. Penutup 1. Mahasiswa membuat ringkasan 2. Mahasiswa membuat tugas 1) Meminta mahasiswa membuat ringkasan dan dikumpulkan 2) Memberikan tugas apa yang telah anda lakukan termasuk ke dalam kegiatan perlindungan hutan baik pencegahan maupun pemberantasan E. EVALUASI a. Prosedur Test tertulis/close book b. Bentuk Soal Essai c. Butir-butir soal 1. Apa yang dimaksud dengan ilmu perlindungan hutan 2. Suatu tanaman disebut retan apabila.. 3. Jelaskan factor luar yang mempengaruhi kepekaan suatu tanaman. 4. Apa yang dimaksud dengan resisten pasiv dan berikan contohnya. 5. Apa yang dimaksud dengan resisten aktiv dan berikan contohnya. F. REFERENSI Anonim. 2007. Tinjauan Pustaka. Perlindungan Hutan dan Konservasi Sumber Daya Alam (Online), Hal.3, (http://rehabilitasi-hutan.tripod.com/tinjauan_pustaka.htm, diakses 05 Januari 2007). Mardji, D. 1995. Perlindungan Hutan di Daerah Tropis. Bahan Kuliah Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman. Somantri, I.D. 2006. Mengenal Plasma Nutfah Tanaman Pangan. (Online), Hal.1 (http://www.indobiogen.or.id/berita_artikel/mengenal_plasmanutfah.php, diakses 30 Nopember 2006). Samarinda, 10 Pebruari 2010 Dosen Pengajar, (Jumani, S. Hut., M.P.)

SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH : Perlindungan Hutan KODE MATA KULIAH : 3566123 WAKTU PERTEMUAN : 100 menit PERTEMUAN KE : 2 A. KOMPETENSI 1. STANDAR KOMPETENSI Setelah menempuh mata kuliah ini, mahasiswa mampu mengidentifikasi hama dan penyakit serta menentukan intensitas serangan pada tanaman kehutanan. 2. KOMPETENSI DASAR Menjelaskan kerugian akibat penyakit B. MATERI AJAR Kerugian akibat penyakit C. URAIAN MATERI AJAR 1. Kerugian dalam bentuk tanaman 2. Kerugian dalam bentuk uang D. KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR TAHAP KEGIATAN MAHASISWA 1. Pendahuluan 3. Mengumpulkan tugas 4. Merespon tugas dan memberikan tanggapan KEGIATAN DOSEN 1) Membuka perkuliahan 2) Mengevaluasi tugas dan diperiksa secara acak SUMBER BELAJAR - Buku ringkasan 2. Penyajian 4. Merespon 5. Memperhatikan dan memberikan masukan 6. Menguraikan kegiatan yang pernah dilakukan 7. Bertanya jawab 5. Penutup 1. Mahasiswa belajar secara sistematis untuk memahami dengan cara sendiri 2. Membuat rancangan untuk mempermudah ingatan 1. Menjelaskan kerugian dalam bentuk tanaman 2. Menjelaskan kerugian dalam bentuk uang 1. Meminta mahasiswa memahami berbagai kerugian 2. Memberikan tugas, setiap mahasiswa mampu menyebutkan beberapa kerugian akibat penyakit

E. EVALUASI a. Prosedur Test tertulis/close book b. Bentuk Soal Essai c. Butir-butir soal 1. Jelaskan kerugian akibat penyakit dalam bentuk tanaman 2. Sebutkan factor-faktor yang menentukan besarnya kerugian dlam bentuk uang F. REFERENSI Anonim. 2006b. Pembibitan Sengon. Pengendalian Hama dan Penyakit (Online), Hal.1-5, http://www.lablink.or.id/env/agro/sengon/sngn-bibit.htm, diakses 30 September 2006). Rahayu, S. 1999. Penyakit Tanaman Hutan Di Indonesia. Kanisius. Yogyakarta. Samarinda, 10 Pebruari 2010 Dosen Pengajar, (Jumani, S. Hut., M.P.)

SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH : Perlindungan hutan KODE MATA KULIAH : 3566123 WAKTU PERTEMUAN : 180 PERTEMUAN KE : 3 dan 4 A. KOMPETENSI 1. STANDAR KOMPETENSI Setelah menempuh mata kuliah ini, mahasiswa mampu mengidentifikasi hama dan penyakit serta menentukan intensitas serangan pada tanaman kehutanan. 2. KOMPETENSI DASAR Menjelaskan metode pencegahan penyakit hutan B. MATERI AJAR Metode pencegahan penyakit hutan C. URAIAN MATERI AJAR 1. Dengan cara peraturan dan perundang-undangan 2. Dengan cara budidaya tanaman 3. Dengan cara pemilihan dan perlakuan tempat tumbuh 4. Dengan cara perlindungan terhadap predator 5. Dengan cara fisik mekanik 6. Dengan cara kimia D. KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR TAHAP KEGIATAN MAHASISWA 1. Pendahuluan 6. Mengumpulkan tugas 7. Merespon tugas dan memberikan tanggapan 2. Penyajian 1. Merespon 2. Memperhatikan dan memberikan masukan 3. Bertanya jawab KEGIATAN DOSEN Pertemuan ke 3 3) Membuka perkuliahan 4) Mengevaluasi tugas dan memberikan kesempatan mahasiswa presentasi kerugian akibat penyakit 1) Menjelaskan pencegahan penyakit hutan dengan cara peraturan dan perundang-undangan 2) Menjelaskan pencegahan penyakit hutan dengan cara budidaya tanaman 3) Menjelaskan pencegahan penyakit hutan dengan cara pemilihan dan perlakuan tempat tumbuh SUMBER BELAJAR

8. Penutup 3. Mahasiswa belajar secara sistematis untuk memahami dengan cara sendiri 4. Membuat ringkasan daari ke tiga pokok bahasan 1. Pendahuluan 1. Mengumpulkan tugas 2. Merespon tugas dan memberikan tanggapan 1) Meminta mahasiswa memahami beberapa cara pencegahan 2) Memberikan tugas, setiap mahasiswa membuat rincian pencegahan penyakit hutan dengan pemilihan dan perlakuan tempat tumbuh dari literatur yang lain Pertemuan ke 4 1) Membuka perkuliahan 2) Mengevaluasi tugas dan memberikan kesempatan mahasiswa presentasi tantang pencegahan penyakit hutan dengan pemilihan dan perlakuan tempat tumbuh 2. Penyajian a. Merespon i. Menjelaskan pencegahan b. Memperhatikan penyakit hutan dengan dan memberikan cara perlindungan masukan terhadap predator c. Bertanya jawab i. Menjelaskan pencegahan penyakit hutan dengan cara fisik mekanik i. Menjelaskan pencegahan penyakit hutan dengan cara kimia 3. Penutup 1. Mahasiswa belajar secara sistematis untuk memahami dengan cara sendiri 2. Membuat ringkasan tentang macammacam predator 1) Meminta mahasiswa memahami beberapa predator yang sesuai untuk pencegahan terhadap penyakit hutan 2) Memberikan tugas, mencari nama-nama predator yang berguna untuk pencegahan penyakit hutan

E. EVALUASI a. Prosedur Test tertulis/close book b. Bentuk Soal Essai c. Butir-butir soal 3. Apa tujuan pencegahan hama dan penyakit hutan dengan cara peraturan dan perundang-undangan. Jelaskan. 4. Pencegahan hama dan penyakit hutan dengan cara budidaya tanaman memerlukan waktu yang lama, akan tetapi akan terpilih suatu pohon plus secara alami atau seleksi alami. Apa yang dimaksud seleksi alami. Jelaskan. 5. Perbaikan tempat tumbuh dan perlakuan tempat tumbuh sangat diperlukan untuk pencegahan penyakit hutan apa yang anda ketahui tentang hal tersebut, jelaskan. 6. Predator apa yang menurut anda sangat rentan terhadap kepunahan jelaskan. 7. Menurut anda pencegahan hama dan penyakit hutan secara fisik mekanik yang umum dilakukan di daerah anda, mengapa hal itu dilakukan. 8. Pencegahan hama dan penyakit hutan dengan cara kimia sangat terbatas dengan faktor cuaca, jelaskan. F. REFERENSI Mardji, D. 1995. Perlindungan Hutan di Daerah Tropis. Bahan Kuliah Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman. Samarinda, 10 Pebruari 2010 Dosen Pengajar,

SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH : Perlindungan Hutan KODE MATA KULIAH : 3566123 WAKTU PERTEMUAN : 130 menit PERTEMUAN KE : 5 A. KOMPETENSI 1. STANDAR KOMPETENSI Setelah menempuh mata kuliah ini, mahasiswa mampu mengidentifikasi hama dan penyakit serta menentukan intensitas serangan pada tanaman kehutanan. 2. KOMPETENSI DASAR Menjelaskan metode pemberantasan penyakit hutan B. MATERI AJAR Metode pemberantasan penyakit hutan C. URAIAN MATERI AJAR 1. Dengan cara fisik mekanik 2. Dengan cara kimia 3. Dengan cara biologi D. KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR TAHAP KEGIATAN MAHASISWA KEGIATAN DOSEN SUMBER BELAJAR 1. Pendahuluan 1. Merespon dan tanya jawab 1) Membuka perkuliahan 2) Mengidentifikasi predator dari tugas sebelumnya 2. Penyajian 1. Mahasiswa merespon dan tanya jawab 2. Memperhatikan dan bertanya jawab 1) Menjelaskan metode pemberantasan penyakit hutan dengan cara fisik mekanik 2) Menjelaskan metode pemberantasan penyakit hutan dengan cara kimia 3) Menjelaskan metode pemberantasan penyakit hutan dengan cara biologi 3. Penutup 1. Mahasiswa memcari cara 1) Meminta mahasiswa

biologi yang efektif membuat ringkasan tentang musuh alami yaitu biologi 2) Memberikan kesempatan bertanya 3) Perkuliahan ditutup E. EVALUASI 1. Prosedur 2. Test tertulis/close book 3. Bentuk Soal Essai Butir-butir soal 1. Penagkapan, pembunuhan, pencabutan dan penebangan termasuk pemberantasan hama dan penyakit dengan cara fisik mekanik benarkah? apabila benar jelaskan alasannya. 2. Pemberantasan hama dan penyakit hutan dengan cara biologi ada beberapa kelemahan, sebutkan dan jelaskan 3. Apa yang anda kenal dengan cara biologi, akan efektifkah bila diterapkan dipertanaman. F. REFERENSI Anonim. 2003. Pengantar Pengendalian Hayati. (Online), Hal.1-6, (http://www.pengendalian hayati or id, diakses 12 Desember 2006). Kardiman, A. 1999. Pestisida Nabati, Rumusan dan Aplikasi. Penebar Swadaya. Jakarta. Mardji, D. 1995. Perlindungan Hutan di Daerah Tropis. Bahan Kuliah Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman. Oka, I.N. 1998. Pengendalian Hama Terpadu. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta. Samarinda, 10 Pebruari 2010 Dosen Pengajar, (Jumani, S. Hut., M.P.)

SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH : Perlindungan Hutan KODE MATA KULIAH : 3566123 WAKTU PERTEMUAN : 100 menit PERTEMUAN KE : 6 A. KOMPETENSI 1. STANDAR KOMPETENSI Setelah menempuh mata kuliah ini, mahasiswa mampu mengidentifikasi hama dan penyakit serta menentukan intensitas serangan pada tanaman kehutanan. 2. KOMPETENSI DASAR Mengidentifikasi masalah perlindungan hutan B. MATERI AJAR Masalah perlindungan hutan C. URAIAN MATERI AJAR 1. Pengaruh cuaca terhadap pertumbuhan tanaman serta perkembangan penyakit 2. Masalah penggunaan pestisida D. KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR TAHAP KEGIATAN MAHASISWA 1. Pendahuluan 9. Merespon 10. Bertanya jawab 2. Penyajian 1. Merespon dan tanya jawab 2. Merespon dan tanya jawab 3. Penutup 1. Mahasiswa mencari literatur sesuai dengan tugas 2. Memberikan kesempatan bertanya KEGIATAN DOSEN 1) Membuka perkuliahan 2) Membahas ringkasan tentang musuh biologi hama 1) Menjelaskan pengaruh cuaca terhadap pertumbuhan tanaman serta perkembangan penyakit 2) Menjelaskan masalah penggunaan pestisida 1) Meminta mahasiswa untuk mencari literatur tentang pestisida dan penggunaan serta efeknya 2) Perkuliahan ditutup SUMBER BELAJAR

E. EVALUASI 1. Prosedur Test tertulis/close book 2. Bentuk Soal Essai 3. Butir-butir soal 1) Jelaskan pengaruh apa yang terjadi apabila suhu rendah, suhu tinggi, curah hujan tinggi, angin dan cahaya. Bagaimana cara mengatasinya. 2) Perlukah penggunaan pestisida yang berlebihan, menurut anda penggunaan yang tepat yang bagaimana? F. REFERENSI Anonim. 2006b. Pembibitan Sengon. Pengendalian Hama dan Penyakit (Online), Hal.1-5, http://www.lablink.or.id/env/agro/sengon/sngn-bibit.htm, diakses 30 September 2006). Mardji, D. 1995. Perlindungan Hutan di Daerah Tropis. Bahan Kuliah Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman. Tjitrosoedirdjo, S. dkk. 1984. Pengelolaan Gulma di Perkebunan. PT. Gramedia. Jakarta. Samarinda, 10 Pebruari 2010 Dosen Pengajar, (Jumani, S. Hut., M.P.)

SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH : Perlindungan Hutan KODE MATA KULIAH : 3566123 WAKTU PERTEMUAN : 100 menit PERTEMUAN KE : 7 A. KOMPETENSI 1. STANDAR KOMPETENSI Setelah menempuh mata kuliah ini, mahasiswa mampu mengidentifikasi hama dan penyakit serta menentukan intensitas serangan pada tanaman kehutanan. 2. KOMPETENSI DASAR Menjelaskan mikoriza B. MATERI AJAR Mikoriza C. URAIAN MATERI AJAR 1. Difinisi mikoriza 2. Macam-macam mikoriza 3. Fungsi mikoriza D. KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR TAHAP KEGIATAN MAHASISWA 1. Pendahuluan 11. Merespon 12. Mempresentasikan tugas KEGIATAN DOSEN 1) Membuka perkuliahan 2) Membahas tugas tentang pestisida SUMBER BELAJAR 2. Penyajian 1. Merespon dan bertanya jawab 13. Penutup 1. Mahasiswa mencari fungsi mikoriza dan gambar akar dari litratur uang bermikoriza dan tanpa mikoriza 2. Bertanya 1) Mendifinisikan mikoriza 2) Menjelaskan macammacam mikoriza - 3) Menjelaskan fungsi mikoriza 1) Meminta mahasiswa membuat contoh fungsi mikoriza 2) Berlatih membuat perbandingan gambar akar bermikoriza dan tanpa mikoriza dari berbagai literatur 3) Menutup perkuliahan

E. EVALUASI 1. Prosedur Test tertulis/close book 2. Bentuk Soal Essai 3. Butir-butir soal 1) Sebutkan tipe-tipe mikoriza 2) Apa yang dimaksud simbiosis mutualisme F. REFERENSI Mardji, D. 1995. Perlindungan Hutan di Daerah Tropis. Bahan Kuliah Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman. Samarinda, 10 Pebruari 2010 Dosen Pengajar, (Jumani, S. Hut., M.P.)

SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH : Perlindungan Hutan KODE MATA KULIAH : 3566123 WAKTU PERTEMUAN : 250 menit PERTEMUAN KE : 8, 9 dan 10 A. KOMPETENSI 1. STANDAR KOMPETENSI Setelah menempuh mata kuliah ini, mahasiswa mampu mengidentifikasi hama dan penyakit serta menentukan intensitas serangan pada tanaman kehutanan. 2. KOMPETENSI DASAR Menjelaskan faktor biotik dan abiotik sebagai penyebab penyakit hutan B. MATERI AJAR Faktor biotik Faktor abiotik C. URAIAN MATERI AJAR 1. Virus 2. Bakteri 3. Mycoplasma 4. Spiroplasma 5. Rikettsia 6. Jamur 7. Nematoda 8. Tanah 9. Cuaca 10. Polutan D. KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR TAHAP KEGIATAN MAHASISWA 1. Pendahuluan 14. Merespon 15. Bertanya jawab 2. Penyajian 1. Merespon dan bertanya jawab KEGIATAN DOSEN Pertemuan ke 8 1) Membuka perkuliahan 2) Membahas tugas tentang akar bermikoriza 3) Membuka kesempatan bertanya 1) Menjelaskan pengertian factor biotik 2) Menjelaskan virus 3) Menjelaskan bakteri 4) Menjelaskan SUMBER BELAJAR

mycoplasma 5) Menjelaskan spiroplasma 6) Menjelaskan rikettsia 7) Menjelaskan jamur 16. Penutup 1. Bertanya jawab 2. Membuat tugas 1. Pendahuluan 1. Merespon 2. Bertanya jawab 2. Penyajian 1. Merespon dan bertanya jawab 1) Memberikan kesempatan bertanya 2) Mencari gambar dari internet tentang ke 7 hal diatas 3) Menutup perkuliahan Pertemua ke 9 1) Membuka perkuliahan 2) Membahas tugas tentang gambar yang didapat 3) Membuka kesempatan bertanya 1) Menjelaskan nematode 2) Menjelaskan difinisi abiotik 3) Menjelaskan tanah 3. Penutup 1) Bertanya jawab 1) Memberikan kesempatan bertanya 2) Menutup perkuliahan 1. Pendahuluan 1. Merespon 2. Bertanya jawab 2. Penyajian 1. Merespon dan bertanya jawab Pertemuan ke 10 1) Membuka perkuliahan 2) Membahas tugas tentang gambar yang didapat 3) Membuka kesempatan bertanya 1) Menjelaskan tanah 2) Menjelaskan polutan 3. Penutup 1. Bertanya jawab 1) Memberikan kesempatan bertanya 2) Menutup perkuliahan E. EVALUASI 1. Prosedur Test tertulis/close book 2. Bentuk Soal Essai

3. Butir-butir soal 1. Virus merupakan makluk hidup yang masih primitif apa yang anda ketahui tentang hal tersebut. 2. Bagaimana virus menyerang tumbuhan, jelaskan. 3. Gejala apa yang terlihat tumbuhan diserang virus. 4. Bagaimana pengendalian secara umum apabila tanaman terserang virus. 5. Bagaimana bakteri menyerang tanaman. 6. Gejala apa yang terlihat apabila tanaman terserang bakteri. 7. Berikan contoh penyakit yang disebabkan oleh bakteri. F. REFERENSI Anonim. 2006a. Patogen Serangga. (Online), hal.1-20. (http://www.patogen or.id, diakses 11 Desember 2006). Agrios, N.D. Ilmu Penyakit Tumbuhan. Terjemahan oleh Munzir Busnia. 1996.Gadjah Mada University Press. Yogyakarta. Dennis, R.W.G. Pengelolaan Koleksi Patogen Tanaman. Terjemahan oleh Kartini Kramadibrata, N. Wulijarni-Soecipto, M. Machmud. 2005. Negara Persemakmuran Australia. Mardji, D. 1995. Perlindungan Hutan di Daerah Tropis. Bahan Kuliah Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman. Samarinda, 10 Pebruari 2010 Dosen Pengajar, (Jumani, S. Hut., M.P.)

SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH : Perlindungan Hutan KODE MATA KULIAH : 3566123 WAKTU PERTEMUAN : 100 menit PERTEMUAN KE : 11 A. KOMPETENSI 1. STANDAR KOMPETENSI Setelah menempuh mata kuliah ini, mahasiswa mampu mengidentifikasi hama dan penyakit serta menentukan intensitas serangan pada tanaman kehutanan. 2. KOMPETENSI DASAR Menjelaskan hutan alam versus hutan tanaman B. MATERI AJAR 1. Hutan alam versus hutan tanaman C. URAIAN MATERI AJAR 1. Perbedaaan ekologi 2. Contoh-contoh hama dan penyakit di hutan alam dan hutan tanaman D. KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR TAHAP KEGIATAN MAHASISWA KEGIATAN DOSEN Pertemuan ke 11 1. Pendahuluan 17. Bertanya jawab 4) Membuka perkuliahan 5) Membuka kesempatan bertanya sebelum pelaksanaan masalah pelajaran bab sebelumnya SUMBER BELAJAR 2. Penyajian 2. Merespon dan bertanya jawab 3. Penutup 3. Diskusi dan tanya jawab 1) Menjelaskan perbedaan ekologi hutan alam dan hutan tanaman 2) Menberikan contohcontoh hama dan penyakit di hutan alam dan hutan tanaman 4) Memberikan kesempatan bertanya 5) Memberikan tugas mengidentifikasi hama dan penyakit hutan alam dan hutan tanaman

E. EVALUASI 1. Prosedur Test tertulis/close book 2. Bentuk Soal Essai 3. Butir-butir soal 4. Isi tabel berikut ini dengan benar. No. Parameter Hutan alam Hutan tanaman 1. Jumlah jenis pohon 2. Jumlah jenis organisme lain (tumbuhan, hewan, mikroorganisme) 3. Jumlah individu per jenis 4. Spektrum bentuk kehidupan 5. Umur dan dimensi 6. Lapisan tajuk (strata) 7. Biomas 8. Siklus biomas 9. Aliran energi dan rantai makanan 10. Biointeraksi (antara organisme dengan ekosistem) 11. Mekanisme keseimbangan populasi 12. Penutupan tanah dan variasi biomas 5. Menurut anda bagaimana pengelolaan hutan yang baik dari hutan alam dan hutan tanaman apabila dihubungkan dengan perlindungan hutan. F. REFERENSI Mardji, D. 2003. Perlindungan Hutan di Daerah Tropis. Bahan Kuliah Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman. Samarinda, 10 Pebruari 2010 Dosen Pengajar, (Jumani, S. Hut., M.P.)

SATUAN ACARA PRAKTIKUM MATA KULIAH : Perlindungan Hutan KODE MATA KULIAH : 3566123 WAKTU PERTEMUAN : 200 menit PERTEMUAN KE : 12 dan 13 A. KOMPETENSI 1. STANDAR KOMPETENSI Setelah menempuh mata kuliah ini, mahasiswa mampu mengidentifikasi hama dan penyakit serta menentukan intensitas serangan pada tanaman kehutanan. 2. KOMPETENSI DASAR Menjelaskan kebakaran hutan B. MATERI AJAR Kebakaran hutan C. URAIAN MATERI AJAR 1. Tipe-tipe kebakaran hutan 2. Kerusakan akibat kebakaran hutan 3. Faktor-faktor yang mempengaruhi penjalaran dan besarnya api 4. Pencegahan kebakaran hutan. D. KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR TAHAP KEGIATAN MAHASISWA KEGIATAN DOSEN Pertemuan ke 12 1. Pendahuluan 18. Bertanya jawab 6) Membuka perkuliahan 7) Membuka kesempatan bertanya sebelum pelaksanaan SUMBER BELAJAR 2. Penyajian 3. Merespon dan bertanya jawab 4. Diskusi 3. Penutup 4. Diskusi dan tanya jawab 1) Menjelaskan tipe-tipe kebakaran hutan 2) Menjelaskan kerusakan akibat kebakaran hutan 6) Memberikan kesempatan bertanya 7) Memberikan tugas mencari kerusakan akibat kebakaran pada tahun yang baru terjadi Pertemuan ke 13 1. Pendahuluan 19. Bertanya jawab i. Membuka perkuliahan i. Membuka kesempatan bertanya sebelum

2. Penyajian 1. Merespon dan bertanya jawab 2. Diskusi 3. Penutup 1. Diskusi dan tanya jawab pelaksanaan 1) Menjelaskan tipe-tipe kebakaran hutan 2) Menjelaskan kerusakan akibat kebakaran hutan 1) Menjelaskan faktorfaktor yang mempengaruhi penjalaran dan besarnya api 2) Menjelaskan pencegahan kebakaran hutan E. EVALUASI 1. Prosedur Test tertulis/close book 2. Bentuk Soal Essai 3. Butir-butir soal 1) Sebut dan jelaskan tipe-tipe kebakaran hutan. 2) Sebutkan akibat kebakaran hutan terhadap pohon dan hutan 3) Apa yang dimaksud dengan pohon terbakar basah, terbakar kering dan terbakar hangus 4) Faktor apa yang mempengaruhi penjalaran dan besarnya api 5) Pencegahan kebakaran hutan sangat diperlukan, Kenyataannya masih banyak terjadi kebakaran dimusim kemarau kususnya di Kaltim. Bagaimana pendapat anda mengenai hal tersebut. F. REFERENSI Chendradewana, 1996. Perlindungan Universitas Mulawarman. Terhadap Kebakaran Hutan. Fakultas Kehutanan Rismunandar. 1989. Mendayagunakan Tanaman Rumput. Sinar Baru. Bandung. Samarinda, 10 Pebruari 2010 Dosen Pengajar, (Jumani, S. Hut., M.P.)

SATUAN ACARA PRAKTIKUM MATA KULIAH : Perlindungan Hutan KODE MATA KULIAH : 3566123 WAKTU PERTEMUAN : 240 menit PERTEMUAN KE : 14 A. KOMPETENSI 1. STANDAR KOMPETENSI Setelah menempuh mata kuliah ini, mahasiswa mampu mengidentifikasi hama dan penyakit serta menentukan intensitas serangan pada tanaman kehutanan. 2. KOMPETENSI DASAR Megidentifkasi serangan hama dan penyakit pada tanaman B. MATERI AJAR Praktek identifikasi serangan hama dan penyakit pada tanaman C. URAIAN MATERI AJAR Melaksanakan praktek identifikasi serangan hama dan penyakit pada tanaman D. KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR TAHAP KEGIATAN MAHASISWA 1. Pendahuluan 20. Membawa peralatan lapangan 21. Diskusi kuliah 2. Penyajian 5. Praktek lapangan 6. Diskusi 3. Penutup 5. Diskusi dan tanya jawab KEGIATAN DOSEN Pertemuan ke 15 8) Membuka perkuliahan 9) Membuka kesempatan bertanya sebelum pelaksanaan 3) Mengarahkan praktikum sesuai dengan prosedur 4) Memberikan contoh identifikasi serangan hama dan penyakit pada contoh tanaman 8) Memberikan kesempatan bertanya 9) Memberikan tugas untuk dianalisa hasil identifikasi kemudian dihitung frekuensi dan intensitas serangan pada plot tanaman yang dibuat sebagai contoh SUMBER BELAJAR Lapangan Lapangan

E. EVALUASI 1. Prosedur Test tertulis/close book 2. Bentuk Soal Essai 3. Butir-butir soal 1) Hitung frekuensi dan intensitas serangan dari hasil kuliah lapangan. 2) Saran apa yang kemukakan setelah melihat dan menganalisa hasil kuliah lapangan, perlukah dilakukan pemberantasan atau pencegahan. F. REFERENSI Anonim. 2003. Pengantar Pengendalian Hayati. (Online), Hal.1-6, (http://www.pengendalian hayati or id, diakses 12 Desember 2006). Anonim. 2006a. Patogen Serangga. (Online), hal.1-20. (http://www.patogen or.id, diakses 11 Desember 2006). Anonim. 2006b. Pembibitan Sengon. Pengendalian Hama dan Penyakit (Online), Hal.1-5, http://www.lablink.or.id/env/agro/sengon/sngn-bibit.htm, diakses 30 September 2006). Anonim. 2007. Tinjauan Pustaka. Perlindungan Hutan dan Konservasi Sumber Daya Alam (Online), Hal.3, (http://rehabilitasi-hutan.tripod.com/tinjauan_pustaka.htm, diakses 05 Januari 2007). Agrios, N.D. Ilmu Penyakit Tumbuhan. Terjemahan oleh Munzir Busnia. 1996.Gadjah Mada University Press. Yogyakarta. Chendradewana, 1996. Perlindungan Universitas Mulawarman. Terhadap Kebakaran Hutan. Fakultas Kehutanan Dennis, R.W.G. Pengelolaan Koleksi Patogen Tanaman. Terjemahan oleh Kartini Kramadibrata, N. Wulijarni-Soecipto, M. Machmud. 2005. Negara Persemakmuran Australia. Kardiman, A. 1999. Pestisida Nabati, Rumusan dan Aplikasi. Penebar Swadaya. Jakarta. Mardji, D. 2003. Perlindungan Hutan di Daerah Tropis. Bahan Kuliah Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman. Mardji, D. 1995. Perlindungan Hutan di Daerah Tropis. Bahan Kuliah Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman. Oka, I.N. 1998. Pengendalian Hama Terpadu. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta. Rahayu, S. 1999. Penyakit Tanaman Hutan Di Indonesia. Kanisius. Yogyakarta.

Rismunandar. 1989. Mendayagunakan Tanaman Rumput. Sinar Baru. Bandung. Siregar, E.B.M. 2005. Penyakit Tanaman Pinus. (Online), Hal.1-12, (e-usu Repository 2005 Universitas Utara, diakses 20 Desember 2006). Somantri, I.D. 2006. Mengenal Plasma Nutfah Tanaman Pangan. (Online), Hal.1 (http://www.indobiogen.or.id/berita_artikel/mengenal_plasmanutfah.php, diakses 30 Nopember 2006). Tjitrosoedirdjo, S. dkk. 1984. Pengelolaan Gulma di Perkebunan. PT. Gramedia. Jakarta. Samarinda, 10 Pebruari 2010 Dosen Pengajar, (Jumani, S. Hut., M.P.)