2.1. Geografis, Topografis dan Geohidrologi

dokumen-dokumen yang mirip
PERATURAN DAERAH KOTA MATARAM NOMOR: 3 TAHUN 2007 TENTANG PEMEKARAN KECAMATAN DAN KELURAHAN DI KOTA MATARAM WALIKOTA MATARAM,

BAB II DESKRIPSI ORGANISASI

PROFIL KELURAHAN MONJOK BARAT KECAMATAN SELAPARANG KOTA MATARAM TAHUN 2015

PROFIL PENDIDIKAN KOTA MATARAM

Verivikasi tentang Penetapan Lokasi Kawasan Permukiman Kumuh di Kota Mataram Periode

RANCANGAN RENCANA PELAKSANAAN RPJMD TAHUN KE-4

IV. GAMBARAN UMUM KOTA DUMAI. Riau. Ditinjau dari letak geografis, Kota Dumai terletak antara 101 o 23'37 -

PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2017

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR...

4 GAMBARAN UMUM KOTA BOGOR

Daftar Tabel. Halaman

BAB II GAMBARAN UMUM DAERAH DAN ISU STRATEGIS... II-1

WALIKOTA MATARAM PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT PERATURAN DAERAH KOTA MATARAM NOMOR TAHUN 2016 TENTANG

RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH (RPJMD) KOTA MATARAM TAHUN

KAJIAN LINGKUNGAN HIDUP STRATEGIS (KLHS) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Polewali Mandar

BAB 2 EVALUASI PELAKSANAAN RKPD TAHUN LALU

LAPORAN KINERJA KAB. TOBA SAMOSIR BAB I PENDAHULUAN

III. METODE PENELITIAN. kota Bandar Lampung. Kecamatan kemiling merupakan kecamatan hasil

Series Data Umum Kota Semarang Data Umum Kota Semarang Tahun

BAB IV GAMBARAN UMUM

BAB II. GAMBARAN UMUM WILAYAH DAN PEMBANGUNAN PENDIDIKAN DI KABUPATEN SUMBA BARAT

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... DAFTAR ISI...

BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

IV. KONDISI UMUM WILAYAH PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

Dalam rangka. akuntabel serta. Nama. Jabatan BARAT. lampiran. perjanjiann. ini, tanggungg. jawab kami. Pontianak, Maret 2016 P O N T I A N A K

DAFTAR ISI... KATA PENGANTAR... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR...

PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN LOMBOK BARAT

IV. GAMBARAN UMUM PROVINSI JAMBI. Undang-Undang No. 61 tahun Secara geografis Provinsi Jambi terletak

Statistik Daerah Kabupaten Bintan

DAFTAR ISI. BAB II. GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH... II Aspek Geografi Dan Demografi... II-2

BAB V GAMBARAN UMUM PROPINSI JAWA BARAT. Lintang Selatan dan 104 o 48 '- 108 o 48 ' Bujur Timur, dengan luas wilayah

Statistik Daerah Kabupaten Bintan

BAB IV KONDISI UMUM KABUPATEN BOGOR

BAB I PENDAHULUAN I - 1 A. VISI DAN MISI II - 3 B. STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN DAERAH II - 5 C. PRIORITAS PEMBANGUNAN DAERAH II - 13

IV. KONDISI UMUM WILAYAH

BAB I PENDAHULUAN. Halaman 1

BAB III DESKRIPSI WILAYAH. wilayah Caruban yang merupakan bagian dari Kecamatan Mejayan. Gedung

BAB II TINJAUAN UMUM TENTANG PEMERINTAH KABUPATEN LABUHAN BATU UTARA. Sejarah dan Profil Kabupaten Labuhan Batu Utara

IV. KEADAAN UMUM DAERAH PENELITIAN

IV. KEADAAN UMUM DAERAH PENELITIAN. secara geografis terletak antara 101º20 6 BT dan 1º55 49 LU-2º1 34 LU, dengan

RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH (RKPD) KOTA MATARAM TAHUN 2016

PEMBENTUKAN SUSUNAN ORGANISASI PERANGKAT DAERAH KOTA MATARAM

KEADAAN UMUM WILAYAH KABUPATEN KATINGAN DAN KOTA PALANGKA RAYA

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN

V. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

IV. GAMBARAN UMUM TEMPAT PENELITIAN. Bandar Lampung merupakan Ibukota Provinsi Lampung yang merupakan daerah

STATISTIK DAERAH KECAMATAN LEMBEH UTARA

DAFTAR TABEL. Tabel 2.1 Luas Wilayah Menurut Kecamatan dan Desa/Kelurahan... 17

KONDISI UMUM WILAYAH STUDI

BAB II KONDISI UMUM DAERAH

DAFTAR ISI. Daftar Isi...

BAB I PENDAHULUAN A. DASAR HUKUM A. Gambaran Umum Daerah 1. Kondisi Geografis Daerah 2. Kondisi Demografi


PROFIL KECAMATAN MATARAM TAHUN 2016

IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Kemiling, Kota Bandarlampung. Kota

RENCANA KERJA PEMBANGUNAN DAERAH 2014

2.1 Geografis, Administratif, dan Kondisi Fisik. A. Kondsi Geografis

BAB IV GAMBARAN UMUM. Kota Metro secara geoafis terletak pada 105, ,190 bujur timur dan 5,60-

A. Gambaran Umum Daerah

BAB IV GAMBARAN UMUM KELURAHAN BEJI

GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

BAB III GAMBARAN UMUM KOTA BOGOR

PEMERINTAH KABUPATEN BELITUNG LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) KABUPATEN BELITUNG TAHUN ANGGARAN 2013

PEMERINTAH KABUPATEN REJANG LEBONG

BAB IV PRIORITAS DAN SASARAN PEMBANGUNAN

DAFTAR ISI DAFTAR ISI...

BUPATI WONOSOBO PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH KABUPATEN WONOSOBO NOMOR 3 TAHUN 2014 TENTANG

DAFTAR ISI DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR...

Lubuklinggau, Mei 2011 BUPATI MUSI RAWAS RIDWAN MUKTI

D A F T A R I S I Halaman

DAFTAR ISI. Daftar Isi... Daftar Tabel... Daftar Gambar...

LEMBARAN DAERAH KOTA PEKALONGAN TAHUN 2008 NOMOR 6 PERATURAN DAERAH KOTA PEKALONGAN NOMOR 5 TAHUN 2008 TENTANG

BAB IV GAMBARAN UMUM KABUPATEN MALINAU. Kabupaten Malinau terletak di bagian utara sebelah barat Provinsi

GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. Administrasi

IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Kecamatan Palas Kabupaten Lampung Selatan. Desa Bumi Restu memiliki

BAB IV PROFIL LOKASI PENELITIAN

GAMBARAN UMUM WILAYAH PENELITIAN

DAFTAR ISI. Halaman. X-ii. RPJMD Kabupaten Ciamis Tahun

DAFTAR TABEL. Kabupaten Rembang Tahun II-1. Kecamatan di Kabupaten Rembang Tahun II-12. Kelamin Kabupaten Rembang Tahun

BAB IV GAMBARAN UMUM WILAYAH

IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. Desa Merak Belantung secara administratif termasuk ke dalam Kecamatan

Visi : Ponorogo Lebih Maju, Berbudaya dan Religius

RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH KOTA PALU DT - TAHUN

Gambar 4. Kerangka Habitat Equivalency Analysis V. GAMBARAN UMUM WILAYAH. Wilayah penelitian pada masyarakat Kecamatan Rumpin secara

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Tabalong Tahun 2014 BAB I PENDAHULUAN

Nepotisme (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3851); 3. Undang-Undang Nomor 12

DAFTAR ISI BAB I. Pendahuluan BAB II. Gambaran Umum Kondisi Daerah BAB III. Gambaran Pengeloaan Keuangan Daerah Serta Kerangka Pendanaan

IV GAMBARAN UMUM TEMPAT PENELITIAN. sebagai pusat kegiatan pemerintahan, politik, pendidikan, kebudayaan,

BAB I PENDAHULUAN. kependudukan di Kabupaten Lombok Barat. 2. Melakukan analisis dan evaluasi terhadap situs kependudukan pada tingkat

RENCANA KERJA PEMBANGUNAN DAERAH (RKPD) KABUPATEN MALANG TAHUN 2015

KONDISI UMUM WILAYAH STUDI

BAB II GAMBARAN UMUM KOTA BANDUNG

I. PENDAHULUAN. Distribusi Persentase PDRB Kota Bogor Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan 2000 Tahun

BAB II GAMBARAN UMUM OBYEK PENELITIAN. Barat yang terletak diantara 107º30 107º40 Bujur Timur dan 6º25 6º45

KATA PENGANTAR TIM PENYUSUN BAPPEDA KOTA BATU

STATISTIK DAERAH KECAMATAN BENGKONG

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG

Transkripsi:

GAGA Kota Mataram dibentuk berdasarkan Undang-undang Nomor 4 Tahun 1993 tentang Pembentukan Kotamadya Daerah Tingkat II Mataram. Kota Mataram, selain merupakan Ibukota Provinsi Nusa Tenggara Barat juga merupakan pusat penyelenggaraan Pemerintahan, Pendidikan dan Perekonomian Barang dan Jasa dengan pintu masuk sebelah barat terdapat Bandara Selaparang, sebelah selatan melalui Pelabuhan Lembar yang datang dari Padang Bai (Bali) dan sebelah Timur Pelabuhan Kayangan, Labuan Lombok yang datang dari pulau Sumbawa. Saat ini, Kota Mataram sedang dikembangkan untuk menjadi kota pariwisata. Syarat mendasar sebuah kota pariwisata harus mampu menunjukkan karakter lingkungan yang sehat. Pengembangan pariwisata saat ini sangat penting artinya bagi Kota Mataram karena akan meningkatkan penerimaan Pendapatan Asli daerah serta dalam rangka memperluas kesempatan kerja dan pemerataan pendapatan bagi masyarakat. 2.1. Geografis, Topografis dan Geohidrologi Geografis Keberadaan kota Mataram sebagai Ibukota Provinsi Nusa Tenggara Barat memiliki posisi strategis sebagai pintu masuk utama yang berseberangan dengan pulau Bali di bagian Barat. Secara geografis Kota Mataram terletak di bagian sebelah barat dari Pulau Lombok, letaknya diapit antara kabupaten Lombok Barat dan Selat Lombok. Secara geografis letaknya antara 08 o 33 dan 08 o 38 Lintang Selatan dan antara 116 o 04-116 o 10 Bujur Timur, dengan batas batas wilayah sebagai berikut : o Sebelah Utara : Kabupaten Lombok Barat o Sebelah Timur : Kabupaten Lombok Barat o Sebelah Selatan : Kabupaten Lombok Barat o Sebelah Barat : Selat lombok BUKU PUTIH SANITASI Gambaran Umum Kota Mataram 12

Topografis Secara topografis Kota Mataram merupakan wilayah dataran rendah, sedang dan sisanya sebelah utara merupakan dataran pegunungan dan perbukitan. Kota Mataram berada pada posisi di bawah 50 meter dibawah permukaan laut (dpl) dengan selang ketinggian sejauh 9 km. Dengan demikian sebagian wilayahnya adalah hamparan datar. Penggunaan lahan sampai tahun 2008 dimanfaatkan sebagai permukiman (37,68%), pertanian (47,07%) dan lain-lain (15,25%). Ketinggian tanah bervariasi yaitu di Kecamatan Cakranegara + 25 m, Kecamatan Mataram + 15 m dan Kecamatan Ampenan + 5 m dari permukaan laut termasuk daerah pantai. Di bagian selatan Kota Mataram topografi agak rendah sehingga pada musim hujan terkadang tergenang air. Bentuk topografi wilayah Kota Mataram bervariasi dari datar sampai agak curam dengan klasifikasi sebagai berikut : Lereng 0-2% bentuk wilayah datar, seluas 4.652,057 Ha Lereng 2-8% bentuk wilayah agak landai, seluas 1.299,147 Ha Lereng 8-15% bentuk wilayah bergelombang, seluas 174.283 Ha Lereng 15-25% bentuk wilayah curam, seluas 4,568 Ha Diagram 2.1. Proporsi Topografi Kota Mataram (Sumber : Laporan Status Lingkungan Hidup Kota Mataram Tahun 2009) Tabel 2.1. Tinggi Rata-rata dari Permukaan Laut dan Luas Daerah Tinggi Luas Wilayah Kecamatan (meter) (Ha) Ampenan 0 14 946 Sekarbela 15 20 1.032 Mataram 20 35 1.077 Selaparang 15 30 1.076 Cakranegara 20 50 967 Sandubaya 15 50 1.032 Kota Mataram 0-50 6.130 Sumber : Mataram dalam Angka 2009 BUKU PUTIH SANITASI Gambaran Umum Kota Mataram 13

Gambar 2.1. Peta Topografi Kota Mataram KELOMPOK KERJA AMPL BUKU PUTIH SANITASI Gambaran Umum Kota Mataram 14

Geohidrologi Menurut Laporan Status Lingkungan Hidup tahun 2009, Kota Mataram memiliki potensi air tanah (aquifer) yang cukup besar. Hal ini dapat dilihat di beberapa bagian wilayah Kota Mataram, seperti Kelurahan Rembiga, Sayangsayang dan Mataram yang memiliki kedalaman air tanah antara 5 7 meter, kecuali di beberapa lokasi, seperti : Kelurahan Cakaranegara, Monjok dan Dasan Agung bagian Utara kedalaman air tanah mencapai 15 meter. Keadaan Geohidrologi di wilayah Kota Mataram memperlihatkan ciri-ciri sebagai berikut : 1. Terdapatnya daerah aliran langka, potensi mata air langka dengan daerah penyebaran di bagian utara wilayah Kota. 2. Aquifer produktif rendah, air melalui celahan dan ruang antar butir, potensi mata air sedang. Aquifer dengan penyebaran luas, alirannya melalui ruang antar butir, pada aquifer ini tidak terdapat mata air. Beberapa sumber mata air yang ada di Kota Mataram dan belum dilakukan suatu penelitian, antara lain di Kecamatan Sandubaya terdapat mata air Pengempel, Kecamatan Mataram terdapat mata air Timbrah dan di Kecamatan Cakranegara terdapat mata air di Taman Mayura dan Sayang-sayang. Disamping potensi air tanah tersebut, Kota Mataram saat ini masih dapat mengakses dan mensuplai kebutuhan air bersih hasil produksi PDAM yang berasal dari wilayah Kabupaten Lombok Barat, yaitu mata air Sarasute, Renget dan Saraswata. Potensi sumber air baku yang tersedia cukup besar secara keseluruhan debitnya mencapai 2.140 liter/detik, sedangkan potensi terpakai baru 601 liter/detik. Cadangan air baku di Kota Mataram sebesar 726.205.482 m 3 yang digunakan untuk kebutuhan domestik, industri, pertanian dan kebutuhan lainnya, sedangkan pemanfaatan sumberdaya air relatif kecil yaitu sekitar 12%. Apabila dilakukan pelestarian lingkungan dan perlindungan di kawasan sekitar sumber mata air maka kebutuhan air bersih diproyeksikan untuk 10 tahun ke depan masih sangat terpenuhi. Tabel 2.2. Potensi Air Bersih Tersedia dan Terpakai Nama Mata Air Potensi Debit Potensi Terpakai Selisih (liter/detik) (liter/detik) (liter/detik) Mata Air Sarasute 300 111 189 Mata Air Saraswaka 200 93 107 Mata Air Rengat 1.640 397 1.243 Jumlah 2.140 601 1.539 Sumber : Laporan Status Lingkungan Hidup Kota Mataram Tahun 2009 Selain air tanah, Kota Mataram memiliki sumber air permukaan / sungai yang berasal dari 4 (empat) sungai yang cukup besar dan hulunya berada di sekitar lereng Gunung Rinjani dan bermuara di pantai barat (selat Lombok). Sungaisungai tersebut merupakan drainase alam kota dan berpotensi sebagai sumber BUKU PUTIH SANITASI Gambaran Umum Kota Mataram 15

mata air permukaan, sungai dimaksud adalah : 1. Kali Jangkok dengan luas modulus drainase : 1.712,12 Ha 2. Kali Ancar dengan luas modulus drainase : 858,47 Ha 3. Kali Brenyok/Unus dengan luas modulus drainase : 2.277,55 Ha 4. Kali Midang dengan luas modulus drainase : 562,47 Ha Tabel 2.3. Kondisi Morfologis Sungai / DAS Kota Mataram Luas Panjang Kemiringan Dasar Nama Sungai Type (km 2 ) (meter) Hulu Tengah Hilir Lebar BUKU PUTIH SANITASI Gambaran Umum Kota Mataram 16 Hilir Kali Midang 40,915 12,02 0,01 0,005 0,003 Sejajar 39,99 Kali Jangkok 162,526 51,632 0,058 0,019 0,004 Kipas 26,82 Kali Ancar 23,882 16,927 0,016 0,005 0,002 Cabang Pohon 28 Kali Brenyok 42,379 7,436 0,002 0,002 0,002 Cabang pohon 17,36 Jumlah 269,702 88,015 0,086 0,031 0,011 112,17 Sumber : Mataram dalam Angka 2008 2.2. Administratif Luas wilayah Kota Mataram adalah 6130 Ha (61,30 Km 2 ). Pada tahun 2006, secara administratif wilayah kota Mataram telah dilakukan pemekaran wilayah yang semula hanya 3 (tiga) kecamatan yaitu Kecamatan Ampenan, Mataram dan Kecamatan Cakranegara dengan jumlah kelurahan sebanyak 23 buah. Berdasarkan Peraturan Daerah Kota Mataram Nomor 3 tahun 2007, Tentang Pemekaran Wilayah Kecamatan dan Kelurahan, maka terjadi perubahan menjadi 6 (enam) wilayah kecamatan, yaitu : Kecamatan Ampenan, Sekarbela, Mataram, Selaparang, Cakranegara dan Kecamatan Sandubaya, yang terbagi lagi menjadi 50 (lima puluh) kelurahan dan 304 Lingkungan. Persentase perbandingan luas wilayah masing-masing kecamatan setelah dilakukannya pemekaran wilayah, maka kecamatan Mataram dan Selaparang merupakan dua kecamatan yang memiliki luas wilayah yang sama dan paling luas, sebaliknya wilayah yang terkecil adalah Kecamatan Ampenan. Tabel 2.4. Perbandingan Luas Wilayah Kecamatan dirinci menurut persentase No Kecamatan Luas Wilayah (Ha) Persentase (%) 1. Ampenan 946 15,44 2. Sekarbela 1.032 16,84 3. Mataram 1.077 17,55 4. Selaparang 1.076 17,55 5. Cakranegara 967 15,77 6. Sandubaya 1.032 16,84 Total 6.130 100,00 Sumber : Kota Mataram dalam Angka 2009

Gambar 2.2. Peta Pemekaran wilayah Kecamatan / Kelurahan Kota Mataram KELOMPOK KERJA AMPL BUKU PUTIH SANITASI Gambaran Umum Kota Mataram 17

Tabel 2.5. Pembagian wilayah administratif Kota Mataram setelah pemekaran No Kecamatan Kelurahan I. Ampenan 1. Bintaro 2. Ampenan Utara 3. Dayan Peken 4. Ampenan Tengah 5. Banjar II. Sekarbela 1. Kekalik Jaya 2. Tanjung Karang Permai 3. Tanjung Karang 4. Karang Pule 5. Jempong Baru III. Mataram 1. Pejanggik 2. Mataram Timur 3. Pagesangan Barat 4. Pagesangan IV. Selaparang 1. Punia 2. Rembiga 3. Karang Baru 4. Monjok Timur 5. Monjok V. Cakranegara 1. Cakranegara Barat 2. Cilinaya 3. Sapta Marga 4. Mayura 5. Cakranegara Timur VI. Sandubaya 1. Selagalas 2. Bertais 3. Mandalika 4. Babakan 5. Turida Sumber : Mataram dalam Angka 2009 6. Ampenan Selatan 7. Taman Sari 8. Pejeruk 9. Kebon Sari 10. Pejarakan Karya 5. Pagesangan Timur 6. Pagutan Barat 7. Pagutan 8. Pagutan Timur 6. Monjok Barat 7. Mataram Barat 8. Gomong 9. Dasan Agung 10. Dasan Agung Baru 6. Cakranegara Selatan 7. Cakranegara Selatan Baru 8. Karang Taliwang 9. Cakranegara Utara 10. Sayang-sayang 6. Dasan Cermen 7. Abian Tubuh Tebel 2.6. Jumlah Kelurahan dan Lingkungan menurut Kecamatan Tahun 2008 Kecamatan Jumlah Junlah Kecamatan Lingkungan Ampenan 10 51 Sekarbela 5 31 Mataram 8 53 Selaparang 10 59 Cakraneagara 10 71 Sandubaya 7 39 Jumlah / Total 50 304 Sumber : Mataram dalam Angka 2009 BUKU PUTIH SANITASI Gambaran Umum Kota Mataram 18

2.3. Kependudukan Jumlah Penduduk Kota Mataram sebesari 362.243 jiwa (Desember, 2008). Dengan luas wilayah 61.30 Km 2. kepadatan penduduk Kota Mataram mencapai 5.909 jiwa/km 2, dimana Kecamatan Ampenan merupakan Kecamatan tertinggi kepadatan penduduknya yakni 7.601 jiwa/km 2 disusul Kecamatan Cakranegara 6.592 jiwa/km 2 dan terendah Kecamatan Sandubaya sebesar 4.706 Jiwa/Km 2. Untuk Kecamatan lainnya di Kota Mataram sampai dengan akhir tahun 2008, kepadatan penduduk dapat dideskripsikan, yaitu di Kecamatan Mataram sebesar 6.393 jiwa/km 2, Kecamatan Selaparang sebesar 6.354 jiwa/km 2 dan Kecamatan Sekarbela kepadatannya sebesar 3.955 jiwa/km 2. Tabel 2.7. Luas Wilayah, Jumlah Penduduk dan Kepadatan Penduduk dirinci menurut Kecamatan di Kota Mataram Kecamatan Jumlah Kepadatan Luas Wilayah Penduduk Penduduk (Ha) (Jiwa ) (Jiwa/ha) Ampenan 946 71.902 7.601 Sekarbela 1.032 40.815 3.955 Mataram 1.077 68.818 6.393 Selaparang 1.076 68.402 6.354 Cakranegara 967 63.740 6.592 Sandubaya 1.032 48.566 4.706 Jumlah 6.130 362.243 5.909 Sumber : Kota Mataram dalam Angka 2009 Grafik 2.1. Trend Perkembangan Jumlah Penduduk dan Kepadatannya sejak Tahun 2001 hingga Tahun 2009 di Kota Mataram Trend Perkembangan Jumlah Penduduk dan Kepadatannya Jumlah Penduduk Kepadatan 400000 350000 300000 250000 200000 150000 5,657 5,761 5,810 5,909 362,243 356,141 353,183 346,783 100000 50000 0 2005 2006 2007 2008 BUKU PUTIH SANITASI Gambaran Umum Kota Mataram 19

Perbandingan antara penduduk laki-laki dengan perempuan akan menghasilkan suatu ukuran yang disebut Sex Ratio (SR). Untuk keperluan perencanaan, SR merupakan informasi yang dapat menggambarkan perbandingan penduduk menurut jenis kelamin sehingga pemenuhan berbagai aspek pelayanan untuk laki-laki dan perempuan dapat terpenuhi. Tabel 2.8. Sex Rasio Dirinci Menurut Kecamatan Tahun 2008 Kecamatan Penduduk Penduduk Sex Rasio Laki-laki Perempuan (%) Ampenan 35.104 36.798 95,4 Sekarbela 19.859 20.956 94,8 Mataram 33.749 35.069 96,2 Selaparang 34.208 34.194 100,0 Cakranegara 31.181 32.559 95,8 Sandubaya 23.618 24.948 94,7 Jumlah 177.719 184.524 96,3 Sumber : Kota Mataram dalam Angka 2009 Tabel 2.9. Distribusi Penduduk Kota Mataram Menurut kelompok umur dan Jenis Kelamin Tahun 2008 Kelompok Umur Laki-laki (jiwa) Perempuan (jiwa) Jumlah (jiwa) 0 4 18.728 21.652 40.380 5 9 25.342 17.304 32.646 10 14 18.148 16.085 34.233 15 19 18.808 16.285 35.094 20 24 23.212 16.286 46.072 25 29 19.081 22.860 36.438 30 34 12.360 17.357 28.724 35 39 13.363 16.364 28.834 40 44 10.257 15.471 21.414 45 49 7.868 11.157 16.289 50 54 6.019 8.421 13.381 55 59 5.244 7.362 9.439 60 64 3.675 4.195 7.845 65 69 2.237 2.234 4.471 70 74 1.935 1.540 3.475 75 + 1.442 2.067 3.509 Jumlah 177.719 184.524 362.243 Sumber : Mataram dalam Angka 2009 BUKU PUTIH SANITASI Gambaran Umum Kota Mataram 20

Bila dibandingkan antar jenis kelamin, anak perempuan usia 0 14 tahun lebih banyak jumlahnya daripada anak laki-laki, yaitu 55.041 orang (51,32%) perempuan dan 52.218 orang (48,68%) laki-laki. Pada kelompok usia produktif yaitu usia 15 64 tahun, penduduk perempuan lebih banyak daripada penduduk laki-laki dimana jumlah penduduk perempuan pada kelompok ini adalah 123.643 orang (50,77%) sementara laki-laki berjumlah 119.887 orang (49,23%), demikian pula pada kelompok usia lanjut jumlah penduduk perempuan adalah 5.841 orang (50,99%) lebih banyak dari pada jumlah laki-laki yang berjumlah 5.614 orang (49,01%). Grafik 2.2. Jumlah Penduduk menurut Jenis Kelamin Berdasarkan analisis kependudukan, laju pertumbuhan rata-rata penduduk Kota Mataram sampai dengan tahun 2006 hanya sebesar 2,82% per tahun. Diperkirakan sampai dengan 20 tahun mendatang laju pertumbuhan rata-rata ini masih sesuai dengan daya tampung lahan. Pertumbuhan Penduduk di Kota Mataram diperkirakan akan mengalami beberapa periode perkembangan diantaranya (1) Periode penyiapan dan (2) Periode pertumbuhan Konstan. Proyeksi penduduk kota Mataram sampai tahun 2028 dapat dilihat pada tabel 2.9. di bawah ini. Tabel 2.10. Proyeksi Penduduk Kota Mataram untuk Tahun 2008-2028 Kecamatan Jumlah Penduduk di Tahun... 2008 2013 2018 2023 2028 Ampenan 72.380 81.498 91.765 103.325 116.341 Cakranegara 64.285 73.045 82.998 94.308 107.160 Mataram 67.952 69.680 71.410 73.183 74.999 Sandubaya 48.135 50.165 52.280 54.485 56.782 Sekarbela 41.042 45.972 51.494 57.680 64.609 Selaparang 67.913 71.192 74.628 78.231 82.007 Jumlah 361.248 387.903 416.524 447.257 480.258 Sumber : RTRW Kota Mataram 2006-2026 BUKU PUTIH SANITASI Gambaran Umum Kota Mataram 21

Gambar 2.1. Peta Kepadatan Penduduk Kota Mataram KELOMPOK KERJA AMPL BUKU PUTIH SANITASI Gambaran Umum Kota Mataram 22

2.4. Pendidikan Selain peningkatan sarana dan prasarana berupa fisik, peningkatan sumber daya manusia juga penting. Peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kota Mataram diarahkan maju dan modern namun tetap berakar pada akar budaya dan religi melalui gerakan Imtaq. Sebagaimana tertuang dalam visinya yakni Terdepan dalam pengelolaan pendidikan yang berorientasi pada terwujudnya sumber daya manusia yang kompeten, cakap dan amanah. Pendidikan bertujuan meningkatkan kecerdasan dan kesejahteraan penduduk secara maksimal. Dengan demikian, penduduk baik sebagai perorangan maupun sebagai kelompok masyarakat merupakan sasaran kegiatan pembangunan pendidikan. Oleh karena itu, dinamika masyarakat dengan permasalahan yang ada akan sangat mempengaruhi pendidikan secara menyeluruh. Tabel 2.11. Jumlah Penduduk Usia sekolah menurut Kecamatan di Kota Mataram Kecamatan Penduduk Kelompok Usia Sekolah 7-12 Thn 13-15 Thn 16-18 Thn Ampenan 9,054 4,858 5,651 Sekarbela 7,684 3,989 4,803 Mataram 7,221 3,648 4,251 Selaparang 5,208 2,831 3,353 Cakranegara 7,482 3,747 4,497 Sandubaya 5,896 3,148 3,510 Jumlah 42,545 22,221 26,065 Sumber data : Buku Saku Pendidikan 2008/2009 Berdasarkan Jumlah Penduduk usia sekolah, Kecamatan Ampenan menduduki peringkat terbesar untuk semua kelompok usia sekolah dan Kecamatan Selaparang menduduki peringkat terkecil. Sedangkan Kepadatan Penduduk Usia sekolah menurut Kecamatan dapat dilihat pada tabel dibawah ini. Tabel : 2.12. Kepadatan Penduduk Usia Sekolah menurut luas Kecamatan di Kota Mataram Kecamatan Luas Wilayah Kepadatan Penduduk Usia Sekolah/Km 2 (Km 2 ) 7 12 Thn 13 15 Thn 16 18 Thn Ampenan 9,460 957,08 513,53 597,36 Sekarbela 10,320 744,57 386,53 465,41 Mataram 10,770 670,47 338,72 394,71 Selaparang 10,770 483,57 262,86 311,33 Cakranegara 9,670 773,73 387,49 465,05 Sandubaya 10,320 571,32 305,44 340,12 Jumlah 61,300 693,93 362,44 425,13 Sumber data : Buku Saku Pendidikan 2008/2009 BUKU PUTIH SANITASI Gambaran Umum Kota Mataram 23

Gambaran kondisi pendidikan untuk Angka Partisipasi Sekolah sebagai indikator umum pelaksanaan Program Wajib Belajar di Kota Mataram adalah sebagai berikut : Angka Partisipasi Sekolah penduduk usia 7-12 tahun sekitar 95,08 persen. Angka Partisipasi Sekolah penduduk usia 13-15 tahun sekitar 96,35 persen. Angka Partisipasi Sekolah penduduk usia 16-18 tahun sekitar 70,29 persen. Berikut adalah perkembangan Angka Partisipasi Kasar (APK) dan Angka Partisipasi Murni (APM) Pendidikan berdasarkan masing-masing jenjang sekolah pada tahun 2006/2007 hingga tahun 2008/2009 di Kota Mataram. Tabel 2.13. Angka Partisipasi Kasar (APK) Jenjang 2006/2007 2007/2008 2008/2009 SD/MI 106,90 105,67 107,45 SMP/MTs 91,32 96,21 100,06 SMA/MA/SMK 68,82 72,29 75,46 Sumber data : Buku Saku Pendidikan 2008/2009 (data diolah) Tabel 2.14. Angka Partisipasi Murni (APM) Jenjang 2006/2007 2007/2008 2008/2009 SD/MI 94,82 96,06 96,09 SMP/MTs 72,11 74,32 72,13 SMA/MA/SMK 54,15 52,39 57,43 Sumber data : Buku Saku Pendidikan 2008/2009(data diolah) APM yang tertinggi terdapat di tingkat SD/MI yaitu 96,06 % dan yang terendah di tingkat SMA/MA/SMK yaitu 57,43 %. Berdasarkan APM dapat diketahui bahwa pada tingkat SD/MI anak usia sekolah yang bersekolah lebih banyak dibandingkan dengan tingkat lainnya. Hal itu juga menunjukkan kinerja yang paling baik terdapat di tingkat SD/MI. Sarana dan prasarana sekolah Negeri dan Swasta yang ada di Kota Mataram keseluruhannya berjumlah 356 Sekolah terdiri dari 93 TK/RA, 144 SD dan 18 MI, 31 SMP, 6 SMP Terbuka dan 19 MTs serta 23 SMA, 8 MA dan 14 SMK dengan ruang belajar sebanyak 2.342 kelas dan 64 kelas diantaranya berstatus bukan milik sekolah. Dari Jumlah Penduduk Usia Sekolah yang ada, tercatat sebagai siswa bersekolah adalah sejumlah 89.028 siswa dan ditangani oleh tenaga pengajar sebanyak 5.609 guru, 1.217 pegawai dan 356 Kepala Sekolah. Untuk jenjang Perguruan Tinggi, di Kota Mataram terdapat Universitas/ Institut/Akademi dan Sekolah Tinggi yang berjumlah 22 buah, 3 diantaranya berstatus Negeri dan berada di Kecamatan Selaparang sedangkan selebihnya 19 buah adalah berstatus swasta. Lembaga Pendidikan Non-formal di Kota Mataram cukup banyak, namun data tentang jumlah pastinya tidak ditemukan. BUKU PUTIH SANITASI Gambaran Umum Kota Mataram 24

Tabel: 2.15. Jumlah Sekolah, Ruang Kelas, Siswa, Kepala Sekolah, Guru dan Pegawai menurut Jenis Sekolah di Kota Mataram No. Ruang Kelas Jenis Kepala Sekolah Siswa Guru Pegawai Bkn. Sekolah Sekolah Milik Milik Jumlah 93 5.603 93 417 31 204 40 1 TK/RA 93 5.603 93 417 31 204 40 2 SLB 3 200 3 36-23 - Jumlah 162 45.376 162 1.960 226 1.095 15 3 SD 144 42.778 144 1,786 193 992 8 4 MI 18 2.598 18 174 33 103 7 Jumlah 56 20.065 50 1.612 396 429-5 SMP 31 16.450 31 1,103 305 337-6 MTs 19 3.058 19 395 91 92-7 SMP Terbuka 6 557-114 - - - Jumlah 45 17.984 45 1.620 464 555 9 8 SMA 23 9.764 23 804 246 359 9 9 MA 8 2.183 8 203 46 69-10 SMK 14 6.037 14 613 172 127 - Sumber : Profil Pendidikan Kota Mataram 2009 Tabel 2.16. Jumlah Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta menurut Kecamatan Kecamatan Perguruan Tinggi Negeri Swasta Jumlah Ampenan - - - Sekarbela - 2 2 Mataram - 11 11 Selaparang 3 4 7 Cakranegara - 1 1 Sandubaya - 1 1 Jumlah 3 19 22 Sumber : Mataram dalam Angka 2009 Informasi yang dapat ditambahkan terkait dengan masalah pendidikan yakni persentase angka penduduk berusia 15 tahun ke atas yang dapat membaca dan menulis dalam huruf latin dan lainnya adalah sebesar 89,4%. BUKU PUTIH SANITASI Gambaran Umum Kota Mataram 25

2.5. Kesehatan Keberhasilan pembangunan kesehatan di Kota Mataram dapat terlihat pada indikator sejauh mana masyarakat memahami dan menyadari akan arti sehat dalam konteks yang luas dan tercermin dalam kehidupan kesehariannya, untuk selalu membudayakan pola hidup sehat. Secara berkesinambungan Pemerintah Kota Mataram telah berupaya untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui peningkatan mutu pelayanan. Di samping itu kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana kesehatan juga terus ditingkatkan dengan memaksimalkan semua fasilitas kesehatan yang ada. Sarana dan prasarana pelayanan Kesehatan masyarakat di Kota Mataram meliputi Rumah Sakit Umum Pemerintah dan Swasta, Rumah sakit Jiwa, Klinik Bersalin dan Puskesmas yang tersebar merata di setiap Kecamatan, yakni rumah sakit berjumlah 15 buah dan Puskesmas berjumlah 41 buah. Tabel 2.17. Jumlah Rumah Sakit dan Puskesmas menurut Kecamatan Kecamatan Rumah Sakit Puskesmas Umum Jiwa Bersalin PHC Keliling Pembantu Ampenan 2 - - 1 2 2 Sekarbela - - 1 2 4 4 Mataram 4-4 1 2 - Selaparang - - 2 1 2 4 Cakranegara 1 1-2 5 4 Sandubaya - - 1 2 2 Jumlah 7 1 7 8 17 16 Sumber : Mataram dalam Angka 2009 Dengan dukungan semua unsur terkait, dan pelaksana teknis pelaku pelayanan kesehatan yang telah tersebar di seluruh Kelurahan. Saat ini Kota Mataram memiliki Dokter Umum (70 orang), Dokter Spesialis (36 orang), Dokter Gigi (11 orang) dan tenaga teknis kesehatan/perawat (520 orang). Tabel 2.18. Jumlah Dokter Umum, Spesialis, dokter Gigi dan Perawat Dokter Tenaga teknis/ Kecamatan Perawat Umum Spesialis Gigi Ampenan 4 1 1 20 Sekarbela 9-2 42 Mataram 3-1 24 Selaparang 3-1 22 Cakranegara 5-1 44 Sandubaya 3-1 24 RSUD Mataram 43 35 4 344 Jumlah 70 36 11 520 Sumber : Mataram dalam Angka 2009 BUKU PUTIH SANITASI Gambaran Umum Kota Mataram 26

Peningkatan derajat kesehatan masyarakat merupakan suatu upaya pembangunan kesehatan yang dilaksanakan diantaranya adalah penyediaan pelayanan Kesehatan yang bermutu dan terjangkau khususnya bagi masyarakat miskin dan kelompok rentan seperti ibu, bayi dan balita. Sebaran sarana Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di Kota Mataram yang aktif adalah 27,3 % dan berada di bawah binaan dan pengawasan Puskesmas pada masing-masing Kecamatan, Jumlah Posyandu dan persentase keaktifannya terlihat pada tabel 2.19. berikut ini. Tabel 2. 19. Jumlah dan Persentase Posyandu Menurut Strata pada Puskesmas Puskesmas Pratama Madya JUMLAH POSYANDU Purnama Mandiri Jumlah Posyandu aktif (%) Ampenan 4 25 8 2 39 25.64 Tj. Karang 5 10 18 1 34 55.88 Karang Pule 4 29 2-35 5.71 Mataram 7 29 14 1 51 29.41 Pagesangan 21 24 6-51 11.76 Cakranegara 9 30 6-45 13.33 Kr. Taliwang 5 25 8 12 50 40.00 Dsn Cermen 3 16 9 2 30 36.67 JUMLAH 58 188 71 18 335 27.30 Sumber : Profil Kesehatan Kota Mataram 2008 Sedangkan jumlah tenaga / kader kesehatan di Sarana Kesehatan pada Puskesmas adalah Tenaga Gizi sebanyak 32 orang, tenaga Sanitasi sebanyak 27 orang dan tenaga Kesehatan Masyarakat sebanyak 5 orang. Rincian pada masingmasing Puskesmas dapat dilihat dalam Tabel 2.20. Tabel 2.20.Jumlah Kader di Sarana Kesehatan menurut Puskesmas PUSKESMAS Tenaga/Kader Kesehatan Jumlah Gizi Sanitasi Kesmas Ampenan 3 4 1 8 Tanjung Karang 3 3 6 Karang Pule 3 2 2 7 Mataram 6 4 1 11 Pagesangan 3 3 6 Cakranegara 5 4 9 Karang Taliwang 4 5 9 Dasan Cermen 5 2 1 8 Jumlah 32 27 5 64 Sumber : Profil Kesehatan Kota Mataram 2008 BUKU PUTIH SANITASI Gambaran Umum Kota Mataram 27

2.6. Sosial Masyarakat Gambaran keadaan keagamaan di Kota Mataram adalah sebagai berikut jumlah penduduk beragama Islam sebanyak 292.884 orang (80,88%), Protestan sebanyak 4.098 orang (1,13 %), Katolik 3.484 orang (0,96 %), Hindu sebanyak 57.693 orang (15.93%), dan Budha sebanyak 3.983 orang (0,96%). Untuk mengamalkan ibadahnya pemeluk agama tersebut didukung oleh adanya Mesjid dan Mushalla (549 buah), gereja 13 buah, pura 122 buah, vihara 4 buah dan kelenteng 1 buah. Sebagaimana tertuang dalam tabel dibawah ini Tabel 2.21. Keadaan Sosial Budaya dan Agama Tahun 2009 No Variabel Jumlah Persentase 1. Penduduk 362.243 Orang a. Islam 292.984 Orang 80,88 % b. Protestan 4.098 Orang 1,13 % c. Khatolik 3.484 Orang 0,96 % d. Hindu 57.693 Orang 15,93 % e. Budha 3.983 Orang 1,09 % 2. Tempat Ibadah 689 Buah a. Masjid dan Mushola 549 Buah 79,68 % b. Gereja 13 Buah 1,89 % c. Pura 122 Buah 17,70 % d. Vihara 4 Buah 0,58 % e. Klenteng 1 Buah 0,14 % Sumber : Mataram dalam Angka 2009 (data diolah) Jumlah sarana peribadatan menurut sebarannya pada masing-masing Kecamatan diuraikan pada tabel 2.22. di bawah ini. Tabel 2.22. Jumlah Sarana Tempat Ibadah Menurut Kecamatan Jumlah Sarana Ibadah Kecamatan Mesjid Musholla Gereja Pura Vihara Kelenteng Ampenan 51 43 3 5 1 0 Sekarbela 39 32 1 6 0 0 Mataram 42 25 2 2 0 0 Selaparang 53 71 3 15 0 0 Cakranegara 21 44 4 63 3 0 Sandubaya 33 95 0 12 0 1 Jumlah 239 310 13 122 4 1 Sumber : Mataram dalam Angka 2009 BUKU PUTIH SANITASI Gambaran Umum Kota Mataram 28

Diagram 2.3. Proporsi Pemeluk Agama di Kota Mataram Sedangkan sebaran Jumlah pemeluk Agama dirinci menurut masing-masing kecamatan, dapat dilihat pada tabel 2.23. Tabel 2.23. Jumlah Pemeluk Agama Menurut Kecamatan Jumlah Pemeluk Agama Kecamatan Islam Protestan Katolik Hindu Budha Jumlah Ampenan 65.574 791 863 4.027 647 71.092 Sekarbela 37.224 449 489 2.286 367 40.815 Mataram 56.293 757 619 11.011 138 68.818 Selaparang 55.953 753 615 10.944 137 68.402 Cakranegara 44.236 365 510 16.700 1.529 63.740 Sandubaya 33.704 583 388 12.725 1,165 48.565 Jumlah 292.984 4.098 3.484 57.693 3.963 362.243 Sumber : Mataram dalam Angka 2009 Proporsi penduduk berdasar agama termasuk merata penyebarannya pada tiap-tiap kecamatan jika dilihat berdasarkan jumlah pemeluk agama, seperti ditunjukan pada tabel diatas. Sedangkan komposisi penduduk Kota Mataram menurut penduduk asli, pendatang, asal daerah dan etnis tergolong heterogen, terdiri dari berbagai suku daerah, etnis dan golongan masyarakat yang hidup dalam kerukunan, keharmonisan dan saling toleransi. Tidak ada keterangan tentang jumlah yang pasti terhadap komposisi tersebut, namun yang dominan adalah suku Sasak, Samawa, Mbojo, Bugis dan Bali serta etnis Melayu, Arab dan Tionghoa selebihnya adalah dari Jawa, Sumatra dan Nusa Tenggara Timur. Warga Negara Asing yang menetap hanya sebagian kecil saja dari adanya hubungan perkawinan dengan penduduk setempat. BUKU PUTIH SANITASI Gambaran Umum Kota Mataram 29

Jumlah Mutasi Penduduk Kota Mataram karena perpindahan, lahir dan mati mengalami perubahan setiap tahunnya termasuk penduduk WNRI dan orang Asing. Angka dimaksud menurut Kecamatan ditunjukan dengan tabel berikut ini. Tabel 2.24. Jumlah Mutasi Penduduk (WNRI + Orang Asing) dirinci menurut Kecamatan tahun 2008 Kecamatan Sumber : Mataram dalam Angka 2009 Jumlah Penduduk (jiwa) Perpindahan Lahir Mati Perubahan Ampenan 588 354 131 223 Sekarbela 545 339 159 180 Mataram 2.263 693 189 504 Selaparang 1.066 736 142 594 Cakranegara 1.313 495 280 215 Sandubaya 1.157 492 185 307 Jumlah 6.932 3.109 1.086 2.023 Tentang kondisi tenaga kerja yang terampil, merupakan potensi sumberdaya manusia yang sangat dibutuhkan dalam proses pembangunan menyongsong era globalisasi. Pertumbuhan penduduk tiap tahun akan berpengaruh terhadap pertumbuhan angkatan kerja. Adapun menurut status pekerjaan utamanya, sebagian besar sabagai buruh/ karyawan, yakni 59,72 persen. Sedangkan yang berusaha dengan dibantu anggota rumah tangga/buruh tetap/tidak tetap tercatat sebesar 4,12 persen, berusaha sendiri tanpa dibantu orang lain 31,55 persen, pekerja tidak dibayar 4,61 persen. Sektor jasa menyerap sekitar 44,18 persen pekerja dan merupakan sector terbanyak menyerap pekerja. Sektor lain yang cukup banyak menyerap pekerja adalah sector perdagangan dan sector pertanian, masing-masing sebesar 24,49 persen dan 6,51 persen. Tabel 2.25. Jumlah Pencari Kerja Menurut Tingkat Pendidikan dan Jenis Kelamin di Kota Mataram Jenjang Pendidikan Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Jumlah SD 26 39 65 SMP 43 47 90 SMA / SMK 736 97 1.133 D I & D II 35 61 96 D III 116 186 302 Perguruan Tinggi 486 48 967 Total 1.442 1.211 2.653 Sumber : Mataram dalam Angka 2009 BUKU PUTIH SANITASI Gambaran Umum Kota Mataram 30

2.7. Perekonomian Proses pembangunan di Kota Mataram terus menunjukkan konsistensinya dari tahun ke tahun. Berbagai upaya pemerintah daerah Kota Mataram dalam mendukung pembangunan terus dilakukan. Diantaranya membangun puskesmas mandiri (yang dilengkapi dengan unit rawat inap), melengkapi sarana dan prasarana sekolah serta meningkatkan ketrampilan IKM. Selain itu pemerintah Kota Mataram juga memberikan dan mempermudah perijinan untuk mendukung pendirian usaha industri dan jasa. Ini ditujukan agar Kota Mataram menjadi salah ibukota propinsi di Indonesia yang paling menarik investor untuk membuka usahanya. Sebagai perekonomian yang bersifat terbuka, kinerja perekonomian Kota Mataram juga dipengaruhi oleh gejolak atau perubahan ekonomi yang terjadi diluar Kota Mataram termasuk gejolak perubahan ekonomi dunia dan nasional. Pada tahun 2008 tingkat inflasi di Kota Mataram mencapai angka 2 digit yaitu 13.01% yang umumnya dipengaruhi oleh inflasi dari segi supply dimana kenaikan harga dipicu oleh melemahnya nilai tukar rupiah. Nilai tukar rupiah dalam triwulan terakhir 2008 sempat mencapai Rp. 12.000 per USD (United States Dollar). Tingkat inflasi juga didukung oleh dominannya pertumbuhan tingkat konsumsi masyarakat di Kota Mataram. Secara umum dapat dikatakan bahwa indikator ekonomi Kota Mataram pada tahun 2008 menunjukkan pertumbuhan yang meningkat, pada tahun 2008 Kota Mataram mengalami pertumbuhan ekonomi sebesar 7,76 % per tahun. Dari segi PDRB terjadi peningkatan PDRB baik pada harga konstan maupun harga berlaku. PDRB harga konstan tahun 2008 mencapai Rp. 1.871.200 meningkat dibandingkan pada tahun 2007 senilai Rp. 1.736.374. Tingkat pertumbuhan ekonomi Kota Mataram relatif lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi Nasional yang hanya mencapai 6.06 % pada tahun 2008. Pertumbuhan ekonomi yang positif ini dalam prakteknya dapat dilihat dengan meningkatnya pendirian supermaket, pusat perbelanjaan dan pembangunan perumahan disegala penjuru wilayah Kota Mataram. Tabel 2.26. Laju Pertuumbuhan PDRB dari tahun 2004 2008 di Kota Mataram Atas Dasar Harga Atas Dasar Harga Pertumbuhan Tahun Berlaku Konstan 2000 % 2004 1,894,372.02 1,384,181.11 9.53 2005 2,312,215.22 1,491,800.89 7.77 2006 2,661,939.91 1,608,992.19 7.86 2007 3,078,194.54 1,736,373.73 7.92 2008 3,624,337.84 1,871,200.00 7.76 Sumber : Mataram dalam Angka 2009 (data diolah) BUKU PUTIH SANITASI Gambaran Umum Kota Mataram 31

Tingginya pertumbuhan ekonomi berimplikasi pada melonjaknya tingkat inflasi di Kota Mataram. Ini perlu diwaspadai karena laju inflasi yang cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan besaran pertumbuhan ekonomi di Kota Mataram. Ini menunjukkan bahwa besarnya pengaruh kenaikan harga yang dapat mengurangi pendapatan riil penduduk Kota Mataram secara keseluruhan. Tabel 2.27. Perbandingan Tingkat Inflasi dan Pertumbuhan Ekonomi Kota Mataram tahun 2005-2008 TAHUN TINGKAT INFLASI PERTUMBUHAN (%) (%) 2005 12,26 7,79 2006 5,14 7,89 2007 8,76 8,01 2008 13.01 7,57 Tabel 2.28. Perbandingan Tingkat Inflasi Nasional dan Kota Mataram Tahun 2005-2008 TAHUN TINGKAT INFLASI (%) KOTA MATARAM NASIONAL 2005 12,26 17,11 2006 5,14 6,6 2007 8,76 6.59 2008 13.01 11.06 * Sumber Bank Indonesia Jika ditinjau PDRB dari segi produksi, maka kita melihat sumbangsih sektor-sektor yang cukup mencolok. Dimana sektor jasa seperti keuangan, persewaan & jasa perusahaan, jasa dan perdagangan, hotel & restoran mempunyai kontribusi lebih dari 70% dibandingkan industri rill (mencakup industri pengolahan dan pertambangan & penggalian). Ini bisa menjadi salah satu penyebab besarnya kenaikan harga (inflasi) dibandingkan dengan tingkat pertumbuhan ekonomi BUKU PUTIH SANITASI Gambaran Umum Kota Mataram 32

Tabel 2.29. Pertumbuhan Ekonomi Kota Mataram Tahun 2004-2008 Lapangan Usaha Pertumbuhan (%) 2004 2005 2006 2007 2008 Pertanian 2,58 2,75 4,47 2,94 1,15 Pertambangan 1,43-1,18-1,02-11,93-25,61 Industri Pengolahan 7,73 12,31 7,71 10,14 8,83 Listrik, Gas, dan Air 5,31 4,01 10,03 6,57 7,40 Bangunan 8,41 8,81 8,99 11,17 12,70 Perdagangan, Htl & Rest 8,94 8,1 7,84 7,02 9,18 Pengangkutan 9,03 5,48 8,44 9,91 6,04 Keuangan 21,64 12,64 10,67 7,02 10,48 Jasa 4,87 4,74 3,8 4,10 4,38 PDRB 7,79 9,53 7,79 7,86 7,92 Data perkembangan Kinerja Indikator Makro Pembangunan Daerah Kota dilihat dalam Tabel dibawah ini. Tabel 2.30. Perkembangan Indikator Makro Ekonomi Kota Mataram No Indikator Kondisi Kondisi Tahun 2007 Tahun 2008 1. Pertumbuhan PDRB 8,01% 7,76%* 2. Laju Inflasi 8,76% 13,01% * 3. PDRB harga berlaku 3.078.195 3.624.338 4. PDRB harga konstan 1.736.374 1.871.200 5. PDRB per kapita Menurut harga konstan Menurut harga berlaku 4.875.523 8.643.191 5.165.607 10.005.294 6. Jumlah Penduduk (Jiwa) 356.141 364.911 7. Jumlah Penduduk(KK) 89.035 95.583 8. Persentase penduduk dibawah 23,06% 28,85% garis kemiskinan 9. Laju Pertumbuhan Penduduk 1.4% 2.4% 13. Jumlah Angkatan Kerja 170.016 175.157 14. Tingkat pengangguran 13.6% 11% terbuka 15. IPM 70.55 71.05 Pada tahun berjalan diperkirakan indikator makro ekonomi akan mengikuti pola tahun sebelumnya dimana pertumbuhan ekonomi berada pada kisaran 7-8 % per tahun dengan tekanan pada pengendalian laju inflasi. Namun demikian diharapkan laju inflasi tahun 2009 relatif lebih rendah dibanding laju inflasi tahun sebelumnya. Perkiraan ini dibuat dengan pertimbangan makin stabilnya indikator moneter Indonesia sampai dengan trwulan pertama tahun 2009. BUKU PUTIH SANITASI Gambaran Umum Kota Mataram 33

2.8. Visi Dan Misi Kota 2.8.1. Visi Kota. Visi pembangunan Kota Mataram adalah Terwujudnya Kota Mataram yang IBADAH, Maju dan Religius. Rumusan visi tersebut tetap dijadikan pedoman dalam menetapkan langkah dan kebijakan pembangunan Kota Mataram dimasa yang akan datang. 2.8.2. Misi Kota. Untuk mencapai Visi Kota Mataram Mewujudkan Kota Mataram yang IBADAH, Maju dan Religius, terdapat 7 (tujuh) Misi yang yang diturunkan dari visi tersebut, meliputi : 1. Menggelorakan semangat Kota IBADAH yang Maju dan Religius yang dijiwai oleh nilai-nilai agama dan budaya. 2. Melestarikan dan meningkatkan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas). 3. Memberdayakan Ekonomi Rakyat dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). 4. Meningkatkan kualitas SDM serta menggali dan memanfaatkan potensi SDA berdasarkan prinsip kelestarian lingkungan hidup dan pembangunan yang berkelanjutan (Sustainable Development). 5. Memantapkan koordinasi dan kemitraan. 6. Meningkatkan pembangunan, pemeliharaan dan pengembangan fasilitasfasilitas publik. 7. Meningkatkan upaya penanggulangan masalah-masalah sosial. Untuk dapat mewujudkan misi tersebut maka dituangkan dalam bentuk pelaksanaan program yakni Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kota Mataram yang diarahkan pada 11 (sebelas) Program Prioritas dengan rincian sebagai berikut : 1. Peningkatan pertumbuhan sektor perdagangan dan jasa 2. Peningkatan kualitas SDM aparat pemerintah, swasta dan masyarakat. 3. Penyediaan dan peningkatan sarana dan prasarana perkotaan. 4. Penataan supra struktur dan infra struktur pemerintahan. 5. Perwujudan prinsip-prinsip tata pemerintahan yang baik (good governance). 6 Penataan dan dan pembinaan kependudukan. 7. Peningkatan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). 8. Pembinaan dan penegakan kesadaran hukum masyarakat. 9. Penataan kawasan pemukiman & pelestarian lingkungan hidup. 10. Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). 11. Pemerataan pendapatan & pembinaan usaha ekonomi sektor informal serta perlindungan konsumen. BUKU PUTIH SANITASI Gambaran Umum Kota Mataram 34

2.9. Institusi dan Organisasi Pemda Sesuai Undang-Undang yang berlaku dinyatakan bahwa Pemerintah Daerah merupakan koordinator semua instansi sektoral dan Kepala Daerah bertanggung jawab sepenuhnya terhadap pembinaan dan pengembangan wilayahnya. Pembinaan dan pengembangan tersebut mencakup segala bidang kehidupan dan bidang pembangunan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kantor Walikota Mataram Terkait dengan amanat tersebut, Pembentukan dan Susunan Organisasi Perangkat Daerah Kota Mataram diatur melalui Peraturan Daerah Kota Mataram Nomor 5 Tahun 2008. Yang dimaksud dengan Perangkat daerah dalam ketentuan umum (Bab 1 Pasal 1 ayat 4) adalah Perangkat Daerah Kota Mataram terdiri atas Sekretariat Daerah, Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Dinas Daerah, Lembaga Teknis Daerah, Kecamatan dan Kelurahan. Dasar pembentukan organisasi perangkat daerah Kota Mataram diatur dalam bab 2 pasal 2 ayat 2, secara rinci meliputi : a. Sekretariat Daerah b. Sekretariat DPRD c. Dinas Daerah, terdiri dari : 1) Dinas Kesehatan 2) Dinas Pekerjaan Umum 3) Dinas Perhubungan 4) Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga 5) Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi 6) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata 7) Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan 8) Dinas Tata Kota 9) Dinas Kebersihan 10) Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan BUKU PUTIH SANITASI Gambaran Umum Kota Mataram 35

11) Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil 12) Dinas Pendapatan 13) Dinas Pertamanan d. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah e. Inspektorat Kota f. Lembaga Teknis Daerah, terdiri dari : 1) Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat 2) Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana 3) Badan Pemberdayaan Masyarakat 4) Badan Kepegawaian Daerah 5) Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Pertanian dan Perikanan 6) Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah 7) Satuan Pemadam Kebakaran 8) Satuan Polisi Pamong Praja 9) Kantor Lingkungan Hidup 10) Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu e. Kecamatan f. Kelurahan Sedangkan dalam pasal 3 dijelaskan tentang fungsi dari perangkat derah dimaksud yakni : (1) Sekretariat daerah merupakan unsur staf dipimpin oleh Sekretaris Daerah yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Daerah. (2) Sekretariat DPRD merupakan unsur pelayanan terhadap DPRD, dipimpin oleh Sekretaris Dewan, dalam melaksanakan tugasnya secara teknis operasional berada dibawah dan bertanggungjawab kepada Pimpinan DPRD dan secara administratif bertanggungjawab terhadap Kepala Daerah melalui Sekretaris Daerah. (3) Inspektorat kota merupakan unsur pengawas penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Mataram, dipimpin oleh Inspektur, dalam melaksanakan tugasnya bertanggung jawab langsung kepada Kepala Daerah dan secara teknis administratif mendapat pembinaan dari Sekretaris Daerah. (4) Dinas daerah merupakan unsur Pelaksana Pemerintahan Daerah, yang dipimpin oleh Kepala Dinas, yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Daerah melalui Sekretaris Daerah. (5) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, merupakan unsur perencanaan penyelenggaran Pemerintahan Daerah. (6) Lembaga teknis daerah merupakan unsur pendukung tugas Kepala Daerah, dipimpin oleh seorang Kepala, yang berada dibawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Daerah melalui sekretaris daerah. Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kota Mataram pada tahun 2008 jumlah tercatat sebanyak 5.617 orang. Jumlah pegawai menurut BUKU PUTIH SANITASI Gambaran Umum Kota Mataram 36

pendidikan yang ditamatkan berturut-turut adalah tamat SD (2 persen); SLTP (2 persen); SMU (27 persen); Diploma/ Sarmud (27 persen) dan Sarjana (42 persen). 2.10. Tata Ruang Wilayah Luas wilayah menurut penggunaan lahan sesuai dengan RTRW kota Mataram, yang mana mengalami perubahan dan perkembangan fungsi lahan sesuai dengan perkembangan kota. Adapun lahan yang ada di kota Mataram sebagian difungsikan untuk fasilitas pelayanan kota yaitu sekitar 52 % dan sisanya adalah untuk kegiatan pertanian dan lain yang menunjang kehidupan perkotaan. Adapun data tahun 2008 menunjukkan rincian penggunaan lahan seperti terlihat pada Tabel 2.31. Rencana Umum Tata Ruang (RUTR) Kota Mataram yang berwawasan ramah lingkungan harus dijadikan pedoman perencanaan terpadu pembangunan agar tatanan lingkungan hidup dan pemanfaatan sumberdaya alam (SDA), sumber daya manusia (SDM) dan sumber daya buatan (SDB) dapat dilakukan secara tepat guna, berdaya-guna serta berhasil-guna secara berkelanjutan. Berhubungan dengan rencana umum tata ruang tersebut dapat dilihat dalam tabel berikut ini. No. Tabel 2.31. Rencana Tata Ruang di Kota Mataram (Ha) Penggunaan Lahan Luas Wilayah 1 Kawasan Permukiman 23.007.952 Perumahan Keterangan 2 Kawasan Perkantoran 1.113.825 Pemerintahan dan Swasta 3 Kawasan Pendidikan 1.444.713 Fasilitas Pendidikan Tinggi Kawasan Perdagangan 936.028 Pertokoan dll 4 dan Jasa BUKU PUTIH SANITASI Gambaran Umum Kota Mataram 37

5 6 7 Kawasan Fasilitas Sosial Kawasan Fasilitas Pelayanan Umum Kawasan Ruang Terbuka Hijau 821.682 Fasilitas Peribadatan dan Kesehatan 673.513 Pasar, Terminal dll 521.670 Taman dan Lapangan Olahraga 8 Kawasan Pariwisata 189.089 Hotel, Objek Wisata dll Kawasan Industri dan Pabrik, Tempat Kerajinan 1.006.250 9 Pergudangan dll Kawasan Pertanian, Peternakan dan 28.993.789 Sawah, Perkebunan dll 10 Perikanan J u m l a h 61.300.000 Sumber Data : Mataram dalam Angka 2008 (data diolah) Dataran Pantai di Kecamatan Ampenan BUKU PUTIH SANITASI Gambaran Umum Kota Mataram 38

Tabel 2.32. Penggunaan Lahan Menurut Kesesuaian dengan RUTR Tahun 2008 (Ha) Penggunaan Lahan 2 006 2007 2008 1. Perumahan 2.300,8 2.300,8 2.309,9 2. Lapangan Olah raga 46,1 46,1 46,1 3. Kuburan 51,6 51,6 51,6 4. Perkantoran 111,4 111,4 114,0 5. Pendidikan 144,5 144,5 145,5 6. Kesehatan 18,9 18,9 18,9 7. Ibadah 63,2 63,2 63,2 8. Pasar/Terminal 67,4 67,4 67,4 9. Pertokoan/SPBU 93,6 93,6 93,6 10. Warung/Rumah Makan 0,3 0,3 0,4 11. Hotel 18,9 18,9 18,9 12. Pergudangan 48,9 48,9 49,9 13. Industri 51,8 51,8 51,8 14. Taman Kota 6,1 6,1 6,1 15. Tanah diperuntukan 125,3 125,3 125,3 16. Tanah Pertanian 2.899,4 2.899,4 2.885,6 17. Tanah tidak diusahkan 81,9 81,9 81,9 Jumlah / Total 6.130,0 6.130,0 6.130,0 Sumber : BPN Kota Mataram Pola guna lahan dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir cenderung mengalami perkembangan. Pola pertumbuhan dan perkembangan guna lahan yang terjadi berkembang secara linier, konsentrik dan parsial. Berikut Gambar perubahan Landuse Kota Mataram selama 4 (empat) dekade terakhir. BUKU PUTIH SANITASI Gambaran Umum Kota Mataram 39