BAB I PENDAHULUAN. pembelajaran tidak terlepas dari adanya alat-alat bantu atau benda yang digunakan

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENDAHULUAN. langsung dalam proses pembelajaran. Berdasarkan hal tersebut, maka prinsip media mediated instruction

BAB I PENDAHULUAN. yang didapatkan. Tetapi sebaliknya jika semakin abstrak siswa mempelajari bahan

BAB I PENDAHULUAN. globalisasi ini mengakibatkan perlu adanya penyesuaian terhadap keadaan yang

BAB I PENDAHULUAN. kontribusi terhadap penyediaan media pembelajaran untuk menunjang proses

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. Asep Tarbini, 2015 IMPLEMENTASI MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN ALAT UKUR OSCILLOSCOPE

BAB I PENDAHULUAN. Salah satu komponen yang berperan dalam upaya peningkatan kualitas

2015 IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN MED IA ELEKTRONIK PENGUKURAN PANGKALA ELEKTRONIKA DI SMK NEGERI 4 BAND UNG

BAB I PENDAHULUAN. pendidikan yang mencakup seluruh komponen yang ada. menonjolnya, terutama pada masyarakat dari negara-negara yang telah

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Ahmad Shidiqi, 2013

DAFTAR ISI. LEMBAR JUDUL LEMBAR PENGESAHAN ABSTRAK... i KATA PENGANTAR... ii DAFTAR ISI... iv DAFTAR TABEL... vi DAFTAR GAMBAR...

BAB I PENDAHULUAN. banyaknya tujuan pendidikan. Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan didesain

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang begitu pesat saat. ini telah banyak memberikan banyak manfaat dan kemudahan kepada

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkembangan dunia pendidikan tidak lepas dari proses belajar mengajar yang efektif.

BAB I PENDAHULUAN. pendidikan yang bertanggungjawab untuk menciptakan sumberdaya manusia yang

NERIS PERI ARDIANSYAH,

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Gunawan Wibiksana, 2013 Universitas Pendidikan Indonesia Repository.upi.edu Perpustakaan.upi.

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. selama ini proses pendidikan yang dilakukan hanya satu arah, dengan guru

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Biologi merupakan bagian dari sains yang menekankan pembelajaran yang

BAB II PENGGUNAAN MEDIA PADA PEMBELAJARAN MENERAPKAN DASAR-DASAR ELEKTRONIKA

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Hanifah Rahmatillah,2013

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Guru adalah salah satu orang yang mengantarkan anak didiknya menjadi lebih

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah media

BAB I PENDAHULUAN. Mata Diklat Menggunakan Hasil Pengukuran (MHP) diberikan di tahun

I. PENDAHULUAN. Dalam bidang pendidikan, perubahan-perubahan ini telah memberikan

BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan ilmu pengetahuan (sains) dan teknologi semakin pesat dari

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. berkembang dengan baik dan terciptanya kondisi belajar sesuai dengan tujuan yang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

Surakarta, 57126, Indonesia Surakarta, 57126, Indonesia Surakarta, 57126, Indonesia

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pesatnya laju perkembangan ilmu dan teknologi pada saat ini membuat

, 2016 PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MULTIMED IA AD VENTURE GAME MOD EL SOMATIC AUD ITORY VISUAL INTELLECTUAL (SAVI)

BAB I PENDAHULUAN. pendidikan sekarang ini tentu menuntut kita sebagai pelaksana pendidikan untuk

BAB I PENDAHULUAN. Proses pembelajaran pada hakikatnya adalah proses komunikasi, yaitu

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Perkembangan teknologi yang semakin canggih membuat suatu perubahan

ABSTRAK. Efektivitas Penerapan Multimedia Interaktif Multisim sebagai Media Pembelajaran Teknik Digital di SMK Negeri 7 Baleendah

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Menulis merupakan salah satu keterampilan dari empat aspek kebahasaan.

BAB I PENDAHULUAN. sebab pendidikan merupakan salah satu komponen yang sangat berpengaruh

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. Kongkret

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Sejak awal Millenium ketiga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK)

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

I. PENDAHULUAN. sekolah seharusnya tidak melalui pemberian informasi pengetahuan. melainkan melalui proses pemahaman tentang bagaimana pengetahuan itu

BAB I PENDAHULUAN. telah berkembang semakin pesat sehingga membuat kehidupan manusia sekarang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Topan Febrinata, 2014

BAB I PENDAHULUAN. dan efisien untuk mencapai tujuan yang telah diprogramkan dan tetap

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pendidikan merupakan salah satu aspek penting bagi pembangunan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi semakin berkembang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebagai jenjang pendidikan yang berada

BAB 1 PENDAHULUAN. menyiapkan tenaga ahli tingkat pemula dan terampil, harus tanggap terhadap

BAB I PENDAHULUAN. mudah, baik informasi visual, audio, maupun audio visual dan dunia pendidikan

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Di era globalisasi pada masa sekarang ini, penggunaan komputer atau yang disebut

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. perkembangan IPTEK adalah bidang pendidikan, di mana pada dasarnya

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

2015 EFEKTIVITAS PENGGUNAAN JOB SHEET DALAM PEMBELAJARAN UKUR TANAH KELAS X TEKNIK GAMBAR BANGUNAN DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 1 CIREBON

Pemanfaatan Multimedia Sebagai Media Pembelajaran Untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa Terhadap Materi Fisika Elektromagetik

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Pendidikan nasional sedang mengalami perubahan yang cukup mendasar,

ABSTRAK. Jurnal Pendidikan Teknik Otomotif_Universitas Muhammadiyah Purworejo 37. Vol.10/No.01/Juli 2017 ISSN:

BAB I PENDAHULUAN. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebagai jenjang pendidikan yang berada

BAB I PENDAHULUAN. bidang pendidikan antara lain meliputi proses pembelajaran, media pembelajaran,

EFEKTIVITAS PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN VIDEO TUTORIAL (MPVT) PADA MATA PELAJARAN

BAB 1 PENDAHULUAN. Menulis merupakan salah satu dari empat keterampilan berbahasa yang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 tahun 2003 tentang Sistem

BAB I PENDAHULUAN. Rangkaian penguat merupakan sistem yang tidak dapat ditinggalkan dalam

BAB I PENDAHULUAN. pendidikan merupakan suatu upaya untuk meningkatkan kualitas individu baik

BAB 1 PENDAHULUAN. seiring perkembangan hardware dan software komputer. Saat ini, multimedia

IV. HASIL PEMBAHASAN. bermuatan nilai ketuhanan dan kecintaan terhadap lingkungan dengan Adobe

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Pendidikan dasar memegang peran penting dalam usaha meningkatkan

BAB I PENDAHULUAN. Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) merupakan salah satu mata pelajaran

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang begitu pesat saat

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

I. PENDAHULUAN. Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) No.20 Tahun 2003

BAB I PENDAHULUAN. ini telah berkembang semakin pesat sehingga membuat kehidupan manusia

PENGEMBANGAN MODUL MULTIMEDIA INTERAKTIF BERBASIS E-LEARNING PADA POKOK BAHASAN BESARAN DAN SATUAN DI SMA

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Andri Ulus Rahayu, 2013

BAB I PENDAHULUAN. tinggi (high technology) perkembangan dan transformasi ilmu berjalan begitu

BAB I PENDAHULUAN. adanya perubahan tingkah laku pada dirinya, menyangkut perubahan yang

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Pendidikan Indonesia repository.upi.edu perpustakaan.upi.edu 1

BAB I PENDAHULUAN. Dalam pembelajaran biologi penguasaan konsep-konsep biologi sangat

BAB I PENDAHULUAN. ketika guru menghadapai peralatan atau media praktek yang kurang memadai

I. PENDAHULUAN. Pembelajaran adalah suatu proses komunikasi antara sumber belajar dengan

APLIKASI PEMBELAJARAN INTERAKTIF TEKNIK ANIMASI 3D BERBASIS MULTIMEDIA

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Faris Fauzi, 2014

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN MULTIMEDIA INTERAKTIF PADA KOMPETENSI DASAR MELAKUKAN PERAWATAN PC. Vivin Ayu Lestari, Suwasono

Transkripsi:

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Seperti pada setiap kegiatan pembelajaran, praktikum tidak terlepas dari adanya proses penyampaian informasi dari guru ke peserta didik. Proses pembelajaran tidak terlepas dari adanya alat-alat bantu atau benda yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar, dengan maksud untuk menyampaikan informasi pembelajaran dari guru kepada peserta didik (Kartika, 2008). Dalam praktikum, informasi yang perlu disampaikan dari guru kepada peserta didiknya adalah job sheet sebagai pedoman untuk peserta didik dalam melaksanakan kegiatan praktikum. Sekarang media yang dapat digunakan untuk menyampaikan informasi sudah banyak jenisnya. Tampilan yang dapat disajikan pun semakin menarik dan interaktif. Salah satunya yaitu dengan memanfaatkan media interaktif yang sudah biasa digunakan untuk mempresentasikan sebuah informasi. Media interaktif berbasis computer menurut Hofstetter (Juhaeri, 2007) adalah pemanfaatan komputer untuk membuat dan menggabungkan teks, grafik, audio, video, dengan menggunakan tools yang memungkinkan pemakai berinteraksi, berkreasi, dan berkomunikasi. Berdasarkan uraian tersebut media interaktif dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran. Penggunaan media interaktif sebagai media pembelajaran salah satunya digunakan dalam penyampaian job sheet pada saat praktikum. Asalkan media interaktif tersebut dibuat memenuhi karakteristik media

2 pembelajaran. Penggunaan media interaktif diharapkan dapat menarik minat peserta didik untuk lebih memperhatikan job sheet yang akan dibagikan oleh guru. Dengan media yang menarik, penyampaian materi dapat lebih mudah untuk diserap dan dimengerti oleh peserta didik. Agar minat peserta didik lebih timbul untuk memperhatikan job sheet yang akan diberikan. Pengemasan menggunakan media interaktif pun dirancang sedemikian rupa sehingga dapat dilakukan secara interaktif. Interaktif disini ditujukan agar peserta didik dapat secara langsung mensimulasikan job sheet yang diberikan oleh guru. Menurut kerucut pengalaman melukiskan bahwa semakin konkret peserta didik mempelajari bahan pelajaran, maka semakin banyaklah pengalaman yang didapatkan. Tetapi sebaliknya jika semakin abstrak peserta didik mempelajari bahan pelajaran, maka semakin sedikit pula pengalaman yang didapatkan. Namun pada kenyataanya, pengalaman secara langsung sangatlah sulit dilaksanakan dalam proses pembelajaran, itu disebabkan karena tidak semua bahan pelajaran dapat dihadirkan secara langsung dalam proses pembelajaran. Selain memberikan dampak yang positif bagi peserta didik. Media interaktif pun memiliki beberapa keunggulan lain dibandingkan dengan media lain yang sering pula digunakan untuk penyampaikan materi pelajaran. Keunggulan media interaktif adalah visualisai yang menarik, dapat digunakan di setiap waktu dan di setiap tempat, mudah untuk direvisi atau dirubah isi kontennya sesuai kebutuhan (upgradeable) dan pengguna dapat secara langsung berinteraksi dengan adanya fitur simulasi. Simulasi pada media interaktif merupakan suatu element yang dapat memberikan sebuah pengalaman bagi

3 penggunanya untuk dapat merasakan pengalaman yang mendekati pengalaman yang nyata di lapangan. Berdasarkan hasil pengamatan dan wawancara yang dilaksanakan di SMK Bakti Bangsa pada 20 Juni 2012, terdapat mata diklat dimana peserta didik mengalami keterbatasan dalam penyelanggaraan kegiatan praktek. Mata diklat tersebut adalah Dasar Kompetensi Kejuruan Teknik Informatika (DKKTI) terkhusus pada materi pengukuran arus, tegangan dan hambatan listrik. Job sheet untuk praktikum pengukuran arus, tegangan dan hambatan listrik dirasa tidak dapat disampaikan hanya dengan metode ceramah saja. Dari hasil pengamatan dan wawancara yang dilakukan, diperoleh hasil bahwa keterbatasan cara penyampaian materi dengan ceramah tidak berpengaruh banyak terhadap pemahaman materi mata diklat. Keterbatasan lain yang ditemukan adalah terbatasnya peralatan untuk praktikum mata diklat DKKTI. Mengingat DKKTI bukanlah mata diklat inti pada program keahlian Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ). Dari segala keterbatasan yang ada di SMK Bakti Bangsa, itu semua cukup mepengaruhi tingkat pencapaian hasil pembelajaran. Karena keterbatasan tersebut tingkat pencapaian peserta didik tidak dapat memenuhi standar minimal yang ditentukan oleh SMK Bakti Bangsa. Ketidak tercapaian hasil pembelajaran dapat terlihat dari evaluasi yang dilakukan oleh guru mata diklat DKKTI di SMK Bakti Bangsa. Standar kompetensi pengukuran arus, tegangan dan hambatan listrik merupakan salah satu standar kompetensi yang dinilai kurang tingkat pencapaiannya. Padahal standar kompetensi pengukuran arus, tegangan dan

4 hambatan listrik merupakan kompetensi yang cukup perlu dikuasai oleh peserta didik program keahlian computer dan jaringan. Berdasarkan hasil temuan dari peneliti sebelumnya, mengenai Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Multimedia Interaktif, seperti hasil penelitian Gita Utari (2010) dengan judul Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Multimedia Interaktif Untuk Meningkatkan Pemahaman Peserta didik Mengenai Dasar-dasar Mikrokontroler dalam penelitiannya, Hasil analisis data menunjukan bahwa terdapat pengaruh yang positif terhadap peningkatan pemahaman peserta didik mengenai dasar-dasar mikrokontroler dilihat dari penggunaan media yang efektif berdasarkan hasil peningkatan (gain) hasil pembelajaran peserta didik. Berdasarkan uraian di atas dan berbagai faktor lainnya mendukung penulis tertarik dan berminat untuk melakukan penelitian dengan judul : Penerapan Job Sheet Berbasis Media Interaktif Untuk Meningkatakan Kemampuan Peserta didik Program Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan SMK Bakti Bangsa Dalam Praktikum Pengukuran Arus, Tegangan dan Hambatan Listrik. B. Perumusan Masalah Berdasar kepada latar belakang dan pemikiran di atas, dengan demikian rumusan masalah dalam bentuk pertanyaan secara umum yaitu Apakah job sheet media interaktif dapat meningkatkan pemahaman peserta didik pada praktikum pengukuran arus, tegangan dan hambatan listrik?. Adapun masalah secara terperinci adalah, sebagai berikut:

5 1. Bagaimanakah pengaruh penggunaan job sheet berbasis media interaktif terhadap peningkatan pemahaman materi pengukuran arus, tegangan dan hambatan listrik pada peserta didik? 2. Bagaimanakah efektivitas penggunaan job sheet berbasis media interaktif terhadap peningkatan pemahaman materi pengukuran arus, tegangan dan hambatan listrik pada peserta didik? C. Pembatasan Masalah Berdasarkan latar belakang, identifikasi serta perumusan masalah, agar penelitian Penerapan job sheet berbasis media interaktif lebih efektif maka batasan permasalahan penelitian: 1. Pada penelitian Penerapan job sheet berbasis media interaktif hanya akan dibahas pengaruh media pembelajaran terhadap peningkatan hasil belajar. 2. Variabel yang akan diteliti adalah media, pemahaman peserta didik, proses pembelajarannya. Jika pada media, maka variabel yang diteliti adalah pada proses desain dan uji coba terbatas saja. 3. Penelitian Penerapan job sheet berbasis media interaktif dilaksanakan sampai pada uji coba terbatas saja, sehingga penelitian dibatasi pada satu tingkat saja yaitu kelas X dan di satu sekolah yaitu SMK Bakti Bangsa. 4. Pengukuran hasil belajar didasarkan pada pencapaian peserta didik yang meliputi tiga ranah, yaitu:

6 a. Pada aspek kognitif, dibatasi pada aspek Pengetahuan (C 1 ), aspek Pemahaman(C 2 ), aspek Penerapan(C 3 ), dan aspek Analisi(C 4 ). b. Pada aspek afektif, dibatasi pada aspek Menerima (receiving) dan Menjawab (responding). c. Pada aspek psikomotor, dibatasi pada aspek manipulasi. D. Asumsi Dasar 1. Siswa telah memahami penggunaan fitur movie player yang terdapat pada komputer 2. Perangkat komputer telah mendukung untuk membuka dan menjalankan file job sheet interaktif 3. Komputer yang digunakan adalah fasilitas yang terdapat di sekolah E. Tujuan Penelitian Secara umum tujuan dari penelitian Penerapan job sheet berbasis media interaktif adalah untuk meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap penggunaan alat ukur arus dan tengan listrik. Adapun secara khusus, penelitian bertujuan untuk : 1. Mengetahui pengaruh penggunaan job sheet berbasis media interaktif terhadap pembelajaran pengukuran arus, tegangan dan hambatan listrik pada peserta didik.

7 2. Mengetahui efektivitas penggunaan job sheet berbasis media interaktif dalam pembelajaran pengukuran arus, tegangan dan hambatan listrik pada peserta didik. F. Manfaat Penelitian Penelitian tentang job sheet berbasis media interaktif diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut : 1. Bagi sekolah, hasil penelitian dapat dijadikan alternative penggunaan media pembelajaran setelah diseminasikan. 2. Bagi guru, media pembelajaran berbasis multimedia interaktif diharapkan dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki kualitas proses dan kemampuan memahami mata diklat Dasar Kompetensi Kejuruan Teknik Informatika. 3. Bagi peserta didik, penggunaan job sheet berbasis media interaktif diharapkan akan meningkatkan kemampuan untuk memahami pengukuran arus, tegangan dan hambatan listrik pada peserta didik. 4. Bagi peneliti, hasil penelitian Penerapan job sheet berbasis media interaktif diharapkan dapat dijadikan bahan untuk memperluas wacana dalam bidang pengembangan media pembelajaran khususnya dalam pembuatan job sheet.

8 G. Definisi Operasional Dalam penelitian pengambangan job sheet berbasis media interaktif, terdapat beberapa istilah yang perlu didefinisikan dengan maksud agar tidak terjadi kesalahpahaman mengenai pokok masalah dan arah penelitian, sebagai berikut : 1. Job sheet panduan informasi dan tugas yang harus dilaksanakan oleh peserta didik. Setiap judul percobaan dikemas dalam bentuk job sheet. Informasi yang dibutuhkan dalam job sheet adalah tujuan dan ringkasan teori beserta formula atau rumus-rumus yang digunakan dalam percobaan. 2. Media Interaktif adalah sistem yang menggunakan lebih dari satu media presentasi (teks, suara, citra, animasi, video dan simulasi) secara bersamaan dan melibatkan keikutsertaan pemakai untuk memberi perintah dan mengendalikan. 3. Tingkat pemahaman adalah tingkat kemampuan pikiran yang mampu memahami arti atau konsep, situasi, serta fakta yang diketahuinya. Dalam dalam tingkat pemahaman, pikiran tidak hanya hafal secara verbalistis, tetapi memahami konsep dari masalah atau fakta yang ditanyakan. (Purwanto, 1998:44)

9 H. Hipotesis Penelitian Hipotesis diartikan sebagai jawaban sementara terhadap suatu rumusan masalah penelitian (Sugiyono, 2010:159). Dalam penelitian Penerapan job sheet berbasis media interaktif rumusan masalah yang bersifat deskriptif tidak dituntut adanya hipotesis, oleh karenanya hipotesis yang diuji dalam penelitian adalah : I. Lokasi dan Sampel Penelitian H 1 = Terdapat efektifitas dalam pembelajaran menggunakan job sheet berbasis media interaktif pada mata diklat dasar kompetensi kejuruan teknik informatika. H 0 = Tidak Terdapat efektifitas dalam pembelajaran menggunakan job sheet berbasis media interaktif pada mata diklat dasar kompetensi kejuruan teknik informatika. Penelitian dilaksanakan di SMK Bakti Bangsa, sebagai lokasi Penerapan job sheet berbasis media interaktif dan di uji coba secara terbatas. Subyek utama dalam penelitian Penerapan job sheet berbasis media interaktif yaitu peserta didik kelas X SMK dengan program keahlian Teknik Komputer dan Jaringan semester ganjil tahun ajaran 2012/2013 di SMK Bakti Bangsa, Sarijadi Blok 1, Bandung, Jawa Barat.

10 J. Sistematika Penulisan Sistematika penulisan dalam sebuah penelitian berperan sebagai pedoman penulis agar penulisannya lebih terarah dan sistematis dalam rangka menuju tujuan akhir yang hendak dicapai. Sistematika penulisan penelitian adalah sebagai berikut: BAB I meliputi latar belakang masalah, identifikasi masalah, perumusan masalah, pembatasan masalah, asumsi dasar, tujuan penelitian, manfaat penelitian, definisi operasional, hipotesis penelitian, lokasi dan sampel penelitian dan sistematika penulisan. BAB II berisi landasan teori yang berkaitan dengan belajar, pembelajaran, job sheet, media pembelajaran, Pembelajaran Berbasis media Interaktif, Pengembangan media Interaktif, pengukuran arus, tegangan dan hambatan listrik, Evaluasi Hasil Pembelajaran. BAB III membahas tentang model penelitian, Prosedur Penelitian, Ujicoba Produk, Lokasi dan Subyek Penelitian, Teknik Pengumpulan Data, Analisis Data. BAB IV menjelaskan uraian hasil penelitian, seperti hasil studi pendahuluan, Penerapan job sheet berbasis media interaktif, produk job sheet berbasis media interaktif beserta pembahasan hasil penelitian. BAB V berisi tentang kesimpulan dari hasil penelitian dan saran bagi para pengguna hasil penelitian.