PEMISAHAN MEKANIS (mechanical separations)

dokumen-dokumen yang mirip
LABORATORIUM PERLAKUAN MEKANIK

HUKUM STOKES. sekon (Pa.s). Fluida memiliki sifat-sifat sebagai berikut.

LEMBAR PERNYATAAN ABSTRAK KATA PENGANTAR UCAPAN TERIMAKASIH DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR GRAFIK DAFTAR SIMBOL

TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM (TIU)

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I SEDIMENTASI

KLASIFIKASI PADATAN MENGGUNAKAN ALIRAN FLUIDA

Ciri dari fluida adalah 1. Mengalir dari tempat tinggi ke tempat yang lebih rendah

PROSES PEMISAHAN SENTRIFUGAL (CENTRIFUGAL SEPARATION PROCESS)

Panas berpindah dari objek yang bersuhu lebih tinggi ke objek lain yang bersuhu lebih rendah Driving force perbedaan suhu Laju perpindahan = Driving

BAB I PENDAHULUAN. pengolahan mineral. Proses-proses pemisahan senantiasa mengalami. pemisahan menjadi semakin menarik untuk dikaji lebih jauh.

8. FLUIDA. Materi Kuliah. Staf Pengajar Fisika Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

FIsika KTSP & K-13 FLUIDA STATIS. K e l a s. A. Fluida

BAB III FLUIDISASI. Gambar 3.1. Skematik proses fluidisasi

FLUIDA. Standar Kompetensi : 8. Menerapkan konsep dan prinsip pada mekanika klasik sistem kontinu (benda tegar dan fluida) dalam penyelesaian masalah.

Laporan Praktikum Teknik Kimia I Sedimentasi

Tegangan Permukaan. Fenomena Permukaan FLUIDA 2 TEP-FTP UB. Beberapa topik tegangan permukaan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

MODUL 1.04 FILTRASI LABORATORIUM OPERASI TEKNIK KIMIA JURUSAN TEKNIK KIMIA UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA CILEGON BANTEN

Minggu 1 Tekanan Hidrolika (Hydraulic Pressure)

Hasil Penelitian dan Pembahasan

BAB II LANDASAN TEORI

Materi Kuliah: - Tegangan Permukaan - Fluida Mengalir - Kontinuitas - Persamaan Bernouli - Viskositas

INDUSTRI PENGOLAHAN BATUBARA

BAB FLUIDA A. 150 N.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Proses penggerusan merupakan dasar operasional penting dalam teknologi farmasi. Proses ini melibatkan perusakan dan penghalusan materi dengan

BAB II DASAR TEORI 2.1 Aplikasi Backfill di PT Antam Tbk UBPE Pongkor

Ada beberapa klasifikasi centrifuge menurut jenisnya, antara lain :

LAPORAN PRAKTIKUM PROSES PERLAKUAN MEKANIK GRINDING & SIZING

ALIRAN FLUIDA. Kode Mata Kuliah : Oleh MARYUDI, S.T., M.T., Ph.D Irma Atika Sari, S.T., M.Eng

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI

BAB II DASAR TEORI. Misalkan sembarang persamaan fisik melibatkan k variabel seperti berikut. u 1 = f ( u 2, u 3,..., u k )

BAB II SIFAT-SIFAT ZAT CAIR

UKURAN, BENTUK, VOLUME DAN ATRIBUT FISIK LAIN

UNIVERSITAS GUNADARMA FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI

MIKROMERITIK. Dhadhang Wahyu Kurniawan Laboratorium Farmasetika Unsoed Twitter: Dhadhang_WK Facebook: Dhadhang Wahyu Kurniawan 6/19/2013

BAB III ANALISA KONDISI FLUIDA DAN PROSEDUR SIMULASI

MODUL PRAKTIKUM LABORATORIUM INSTRUKSIONAL TEKNIK KIMIA FILTRASI (FIL)

BAB 4 HASIL PERCOBAAN DAN PEMBAHASAN. Tabel 4.1 Hasil Pemeriksaan Bahan Baku Ibuprofen

FORMULASI PENGETAHUAN PROSES MELALUI SIMULASI ALIRAN FLUIDA TIGA DIMENSI

Satuan Operasi dan Proses TIP FTP UB

9/17/ FLUIDA. Padat. Fase materi Cair. Gas

BAB I PENDAHULUAN 1. 1 Latar Belakang 1. 2 Tujuan Percobaan

MEKANIKA FLUIDA. Ferianto Raharjo - Fisika Dasar - Mekanika Fluida

BAB II LANDASAN TEORI. dari tempurung dan serabut (NOS= Non Oil Solid).

Fluida atau zat alir adalah zat yang dapat mengalir. Zat cair dan gas adalah fluida. Karena jarak antara dua partikel di dalam fluida tidaklah tetap.

METODOLOGI PENELITIAN. Waktu dan Tempat Penelitian. Alat dan Bahan Penelitian. Prosedur Penelitian

SET 04 MEKANIKA FLUIDA. Fluida adalah zat yang dapat mengalir dan memberikan sedikit hambatan terhadap perubahan bentuk ketika ditekan.

KARAKTERISTIKA ALIRAN DAN BUTIR SEDIMEN

Analisa Efisiensi Turbin Vortex Dengan Casing Berpenampang Lingkaran Pada Sudu Berdiameter 56 Cm Untuk 3 Variasi Jarak Sudu Dengan Saluran Keluar

Metodologi Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. Kedelai merupakan salah satu produk pertanian yang banyak manfaatnya,

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

ACARA III VISKOSITAS ZAT CAIR

II. TINJAUAN PUSTAKA

Lembar Kegiatan Siswa

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

AZAS TEKNIK KIMIA (NERACA ENERGI) PRODI TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

PENENTUAN VISKOSITAS ZAT CAIR

BAB III PERENCANAAN DAN GAMBAR

Teknologi pengeringan bed fluidasi (fluidized Bed)

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB FLUIDA. 7.1 Massa Jenis, Tekanan, dan Tekanan Hidrostatis

Perpindahan Panas Konveksi. Perpindahan panas konveksi bebas pada plat tegak, datar, dimiringkan,silinder dan bola

GMBB. SMA.GEC.Novsupriyanto93.wordpress.com Page 1

Sifat-sifat Penting Fluida

PERTEMUAN III HIDROSTATISTIKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Masalah aliran fluida dalam PIPA : Sistem Terbuka (Open channel) Sistem Tertutup Sistem Seri Sistem Parlel

SIFAT PERMUKAAN SISTEM KOLOID PANGAN AKTIVITAS PERMUKAAN

ALIRAN MELEWATI MEDIA BERPORI

MODUL KULIAH : MEKANIKA FLUIDA DAN HIROLIKA

Soal No. 2 Seorang anak hendak menaikkan batu bermassa 1 ton dengan alat seperti gambar berikut!

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FISIK

MEKANIKA FLUIDA DI SUSUN OLEH : ADE IRMA

BAB III METODE PENELITIAN

FLUIDA STATIS 15B08001 ALFIAH INDRIASTUTI

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN

SOAL TRY OUT UJIAN NASIONAL FISIKA SMA N 1 SINGARAJA. 1. Hasil pengukuran yang ditunjukkan oleh gambar di atas adalah.. mm

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

FLUIDA. Staf Pengajar Fisika Departemen Fisika FMIPA Universitas Indonesia

SOAL MID SEMESTER GENAP TP. 2011/2012 : Fisika : Rabu/7 Maret 2012 : 90 menit

BAB I PENDAHULUAN. - Pabrik gula menjalankan operasi filtrasi untuk memisahkan larutan gula dengan padatan-padatan. - Industri pemurnian air

SKRIPSI MESIN FLUIDA. ANALISA SIMULASI PERFORMANSI WET SCRUBBER TERHADAP FILTRASI PARTIKEL 1-10μm PADA INSTALASI INSINERATOR LIMBAH RUMAH SAKIT

Menentukan Titik Optimal Koagulasi Santan dengan Pendekatan Filtrasi

Prarancangan Pabrik Aluminium Oksida dari Bauksit dengan Proses Bayer Kapasitas Ton / Tahun BAB III SPESIFIKASI PERALATAN PROSES

FISIKA STATIKA FLUIDA SMK PERGURUAN CIKINI

SILABUS MATA KULIAH FISIKA DASAR

BAB III PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA PENELITIAN

DECANTER (D) Sifat Fisis Komponen Beberapa sifat fisis dari komponen-komponen dalam decanter ditampilkan dalam tabel berikut.

DASAR PENGUKURAN MEKANIKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. perancangan yaitu tahap identifikasi kebutuhan, perumusan masalah, sintetis, analisis,

BAB II TEORI ALIRAN PANAS 7 BAB II TEORI ALIRAN PANAS. benda. Panas akan mengalir dari benda yang bertemperatur tinggi ke benda yang

SEPARATION EQUIPMENT

TINJAUAN PUSTAKA. dari tempurung dan serabut (NOS= Non Oil Solid). kasar kemudian dialirkan kedalam tangki minyak kasar (crude oil tank) dan

JUDUL TUGAS AKHIR ANALISA KOEFISIEN GESEK PIPA ACRYLIC DIAMETER 0,5 INCHI, 1 INCHI, 1,5 INCHI

FISIKA DASR MAKALAH HUKUM STOKES

Dinamika Rotasi, Statika dan Titik Berat 1 MOMEN GAYA DAN MOMEN INERSIA

Rumus Minimal. Debit Q = V/t Q = Av

Transkripsi:

PEMISAHAN MEKANIS (mechanical separations)

sedimentasi (pengendapan), pemisahan sentrifugal, filtrasi (penyaringan), pengayakan (screening/sieving). Pemisahan mekanis partikel fluida menggunakan gaya yang bekerja pada partikel-partikel tersebut.

Pemisahan tergantung karakter partikel yang dipisahkan gaya pada partikel yang menyebabkan pemisahan. Contoh karakteristik partikel bentuk, ukuran, densitas. Untuk fluida viskositas; densitas

Kecepatan Gerak Partikel dalam Fluida Partikel-partikel dalam cairan, di bawah pengaruh gaya konstan (con: gaya gravitasi), bergerak pada kecepatan yang seragam. Kecepatan maksimum kecepatan terminal. Ketika partikel bergerak steady melalui suatu fluida, gaya yang terlibat: gaya eksternal yang menyebabkan pergerakan, gaya tahanan (drag force) yang menghambat pergerakan yang timbul dari gesekan pada fluida.

F s = V a (ρ p ρ f ) F s : gaya eksternal yang mempercepat partikel, V : volume partikel, a : percepatan dari gaya eksternal, ρ p ρ f : densitas partikel dan fluida.

Gaya tahanan pada partikel (F d ): F d = C ρ f v 2 A / 2 C : koefisien tahanan (drag), ρ f : densitas fluida, v : kecepatan partikel, A : luas area Jika gaya ini terjadi pada partikel berbentuk bola (bulat) V = π D 3 / 6 A = π D 2 / 4, D : diameter partikel

Pada kecepatan terminal v m : (π D 3 / 6) x a (ρ p ρ f ) = C ρ f v m2 π D 2 / 8 untuk gerakan streamline dari bola, C = 24 / (Re) = 24 μ / D v m ρ f Kecepatan terminal v m = D 2 a (ρ p ρ f ) / 18 μ (1) persamaan dasar gerakan partikel dalam fluida.

V m D a ρ p ρ f μ : kecepatan terminal : diameter partikel : percepatan : densitas partikel : densitas fluida : viskositas

SEDIMENTASI (PENGENDAPAN) Gaya gravitasi memisahkan materi tertentu dari aliran fluida. Partikel: biasanya padatan, dapat juga droplet cairan, & fluida. Persamaan (1), dalam sedimentasi mirip Hukum Stoke: v m = D 2 g (ρ p ρ f ) / 18 μ (2)

Hukum Stoke, berlaku hanya pada aliran streamline khusus untuk partikel berbentuk bola (bulat) (Re) < 2. Pada partikel jatuh bebas, yaitu gerakan dari satu partikel tidak disebabkan oleh gerakan partikel yang lain tidak berlaku apabila partikel berada pada suspensi kental, karena gerakan partikel jatuh juga diakibatkan oleh gerakan naik dari fluida.

Soal 1 Hitung kecepatan settling partikel debu berdiameter 60 μm dan 10 μm di udara pada suhu 21 o C & tekanan 100 kpa. Asumsi: partikel berbentuk bola & densitas 1280 kg m -3, viskositas udara 1,8 x 10-5 N s m -2 & densitas udara 1,2 kg m -3

Sedimentasi Gravitasional Partikel dalam Cairan Silinder berisi suspensi seragam pembagian zona. Puncak: zona cairan jernih. Di bawahnya: zona ± komposisi seragam, konstan, kecepatan pengendapannya seragam. Dasar: zona sedimen. Jika rentang ukuran partikel lebar, zona komposisi seragam yang mendekati puncak tidak akan terjadi dan akan tergantikan oleh zona komposisi bervariasi.

Pada pengental kontinyu (continuous thickener), Luas area minimum kecepatan sedimentasi v u = (F L) (d w / d θ ) / A ρ v u : kecepatan naik dari aliran cairan. F : rasio massa cairan terhadap padatan feed (masukan), L : rasio massa cairan terhadap padatan dalam cairan underflow, d w /d θ :massa padatan masukan, ρ : densitas cairan A : luas area pengendapan dalam tanki.

Jika kecepatan pengendapan partikel = v, v u = v, A = (F L) (d w /d θ ) / v ρ (3)

Soal 2 Tangki pemisah kontinyu didesain untuk pemisah minyak & air. Hitung luas area tangki jika minyak dalam bentuk globula berdiameter 5,1 x 10-5 m, konsentrasi masukan (feed) 4 kg air / kg minyak, dan air yang keluar tangki bebas minyak. Laju masukan 1000 kg/jam, densitas minyak 894 kg m -3 dan suhu minyak dan air adalah 38 o C. Densitas air 1000 kg/m 3 & viskositasnya 0,7 x 10-3 Ns/m 2. Asumsikan Hukum Stoke.

Sedimentasi Partikel dalam Gas Aplikasi spray dryers. Wilayah di mana partikel akan mengendap dapat dihitung dengan cara yang sama seperti sedimentasi. Jika kecepatan sedimentasi rendah: Butuh area ruangan yang besar Waktu kontak antara partikel dan udara panas lama kerusakan pada produk yang sensitif dengan panas.

PEMISAHAN SENTRIFUGAL F c = m r ω 2 (5) F c gaya sentrifugal pada partikel untuk menjaga partikel tetap pada jalur melingkar, r : radius jalur, m : massa partikel ω (omega) : kecepatan anguler partikel. ω = v / r, (v kecepatan tangensial partikel) F c = (m v 2 ) / r (6)

ω = 2 π N / 60, F c = m r (2 π N / 60) 2 = 0,011 m r N 2 (7) N : kecepatan rotasional (putaran per menit). SOAL a Hitung g dalam sentrifuge yang dapat memutar cairan pada 2000 putaran/menit pada radius maksimum 10 cm

Kecepatan pada steady state dari partikel yang bergerak pada aliran streamline di bawah aksi gaya yang dipercepat, dari persamaan (1) v m = D 2 a (ρ p ρ f ) / 18 μ jika aliran streamline terjadi dalam sentrifuge, Sehingga F c = m a; F c / m = a = r (2 π N / 60) 2 v m = D 2 r (2 π N / 60) 2 (ρ p ρ f ) / 18 μ v m = D 2 N 2 r (ρ p ρ f ) / 1640 μ (8)

Soal 3 Sebuah dispersi lemak dalam air dipisahkan menggunakan setrifuge. Hitung kecepatan minyak melalui air. Asumsi: minyak terdispersi dalam bentuk globula bulat berdiameter 5,1 x 10-5 m dan densitasnya 894 kg m -3. Sentrifuge berputar pada 1500 putaran/ menit dan radius efektif di mana pemisahan terjadi adalah 3,8 cm Densitas air 1000 kg m -3 dan viskositasnya 7 x 10-4 N s m -2

Pelajari juga Pemisahan Cairan Susu krim dan skim.

F I L T R A S I Campuran partikel padat yang terdispersi dalam fase cair atau gas dilewatkan melalui medium berpori. Partikel padat yang tidak lolos pori-pori akan tertahan. Cairan lolos = filtrat Partikel padatan tidak lolos = cake Medium berpori: penyaring (filter medium) & padatan yang tertimbun (filter cake). Lubang pori medium penyaring mungkin >> partikel yang padat yang akan dipisahkan.

Medium berfungsi baik bila telah ada lapisan yang terbentuk dari zat padat pada awal penyaringan. Lapisan zat padat tersebut bersifat porous. Makin banyak partikel zat padat tertahan terbentuk lapisan yang semakin tebal. mempengaruhi kecepatan penyaringan. Agar kecepatan relatif tetap (sama), perlu tekanan atau perbedaan tekanan sebelum dan sesudah filter medium yang semakin besar

Porositas filter medium dipengaruhi: - tekanan sebelum & sesudah filter medium - sifat partikel zat padat pembentuk filter medium. Bila di awal penyaringan tekanan terlalu besar partikel zat padat tidak lolos akan membentuk lapisan yang sangat padat. Bila tekanan terlalu kecil lapisan partikel zat padat tidak lolos akan sangat porous. Filter medium terbentuk baik jika tekanan di awal filtrasi diatur sedang kemudian berangsurangsur naik sesuai dengan kenaikan tahanan filter medium.

Kecepatan penyaringan = driving force / tahanan Driving force tekanan sebelum dan sesudah filter medium. Tahanan tahanan dalam (dari cairan yang disaring) dan tahanan filter medium. Secara teoretis jika tekanan diperbesar, pada tahanan yang sama, maka kecepatan penyaringan akan bertambah besar. Tidak selalu benar.

Partikel padatan dalam cairan atau gas yang akan dipisahkan ada yang bersifat compressible atau dapat dimampatkan oleh pengaruh tekanan. Bila tekanan diperbesar maka lapisan zat padat (filter medium) semakin padat tahanan semakin besar. Kecepatan filtrasi partikel padat yang tidak dapat dimampatkan oleh tekanan: Kecepatan penyaringan = beda tekanan / tahanan

Beda tekanan beda tekanan sebelum dan sesudah filter medium (P). Kecepatan penyaringan banyaknya filtrat pada setiap satuan waktu (dv/dθ). Tahanan tahanan gabungan dari tahanan dari kain saring atau anyaman logam, dsb., tahanan dari lapisan zat padat, tahanan dalam, dari cairan sesuai dengan kekentalan cairan tsb.

Tahanan total: R = μ r (L c + L) R : tahanan untuk mengalir melalui filter, μ : viskositas fluida, r : tahanan spesifik dari cake filter, L c : ketebalan kain saring & pre-coat, A : luas area filter. P : beda tekanan di antara filter medium.

Ketebalan cake L c = w V / A w : fraksi zat padat per unit volume cairan, V : volume fluida yang telah melewati filter, A : luas area permukaan filter di mana cake terbentuk. R = μ r (w (V / A) + L) (11) dv / dθ = A P / μ r [w (V / A) + L] (12) persamaan dasar filtrasi.

Filtrasi pada Tingkat (Kecepatan) Konstan Di tahap awal penyaringan, tahanan yang dominan adalah tahanan dari kain saring atau sejenisnya. tahanan relatif tetap kecepatan penyaringan tetap. dv / Adθ = V / Aθ = P / μ r (w V / A + L) P = V / Aθ x μ r (w (V / A) + L) (13)

Filtrasi pada Tekanan Konstan Di tahap penyaringan berikutnya pertambahan tebal cake tahap tekanan tetap. μ r (w (V / A) + L) dv = A P dθ μ r (w V 2 / 2A + LV) = A Pθ, θ A / V = (μ r w / 2 P) (V / A) + μ r L / P (14) y = mx + b y = θ / (V / A), x = V / A, m = μ r w / 2 P, b = μ r L / P.

Soal 4 Uji filtrasi skala lab. pada tekanan konstan 340 kpa. Luas filter 0,186 m 2. Volume filtrat (kg) 20 40 60 80 Waktu (menit) 8 26 54,5 93 Diinginkan filter skala pabrik untuk menyaring bubur yang mengandung bahan yang sama dengan lab. tetapi konsentrasinya 50% lebih tinggi, tekanan 270 kpa, Hitung jumlah filtrat yang lewat selama 1 jam pada filter dengan luas area 9,3 m 2

Data eksperimental: V (kg) 20 40 60 80 θ (s) 480 1560 3270 5580 V / A (kg/m 2 ) 107,5 219 323 430 θ / [V / A] (sm 2 /kg) 4,47 7,26 10,12 12,98 θ A = μ r ω V + μ r L V 2P A ΔP θ A = 0,0265 V + 1,6 V A 1,6

Compresibilitas Cake Filter Pada filtrasi dengan compresibilitas cake filter yang tinggi atau dengan cake yang mudah mampat oleh pengaruh tekanan, r = r dp s r tahanan spesifik cake pada tekanan P atau beda tekanan P, r tahanan spesifik cake pada tekanan 1 atm atau beda tekanan 1 atm, s sifat dari daya mampat cake.

PENGAYAKAN SIEVING/SCREENING Hasil pengayakan tergantung: Bentuk partikel Frekuensi & amplitudo pengayaan Metode pencegahan sticking atau bridging dari partikel yang melalui lubang ayakan Tekanan & bentuk fisik dari ayakan

Standar ukuran sieve 25 mm 0,6 µm. Ukuran mesh adalah jumlah lubang per inci. Ukuran mesh yang digunakan US mesh dan Tyler mesh (Appendix 10). F = F(D), df/dd = F ' (D) df = F ' (D) dd D = ukuran pori F(D) = fraksi berat dari partikel

Soal 5 Ukuran sieve mm % tertahan 1,00 0 0,50 11 0,25 49 0,125 28 0,063 8 < 0,063 4 Perkirakan banyaknya partikel yang tertahan pada ukuran antara 0,300 dan 0,350 mm serta 0,350 dan 0,400 mm.