PEMISAHAN MEKANIS (mechanical separations)
sedimentasi (pengendapan), pemisahan sentrifugal, filtrasi (penyaringan), pengayakan (screening/sieving). Pemisahan mekanis partikel fluida menggunakan gaya yang bekerja pada partikel-partikel tersebut.
Pemisahan tergantung karakter partikel yang dipisahkan gaya pada partikel yang menyebabkan pemisahan. Contoh karakteristik partikel bentuk, ukuran, densitas. Untuk fluida viskositas; densitas
Kecepatan Gerak Partikel dalam Fluida Partikel-partikel dalam cairan, di bawah pengaruh gaya konstan (con: gaya gravitasi), bergerak pada kecepatan yang seragam. Kecepatan maksimum kecepatan terminal. Ketika partikel bergerak steady melalui suatu fluida, gaya yang terlibat: gaya eksternal yang menyebabkan pergerakan, gaya tahanan (drag force) yang menghambat pergerakan yang timbul dari gesekan pada fluida.
F s = V a (ρ p ρ f ) F s : gaya eksternal yang mempercepat partikel, V : volume partikel, a : percepatan dari gaya eksternal, ρ p ρ f : densitas partikel dan fluida.
Gaya tahanan pada partikel (F d ): F d = C ρ f v 2 A / 2 C : koefisien tahanan (drag), ρ f : densitas fluida, v : kecepatan partikel, A : luas area Jika gaya ini terjadi pada partikel berbentuk bola (bulat) V = π D 3 / 6 A = π D 2 / 4, D : diameter partikel
Pada kecepatan terminal v m : (π D 3 / 6) x a (ρ p ρ f ) = C ρ f v m2 π D 2 / 8 untuk gerakan streamline dari bola, C = 24 / (Re) = 24 μ / D v m ρ f Kecepatan terminal v m = D 2 a (ρ p ρ f ) / 18 μ (1) persamaan dasar gerakan partikel dalam fluida.
V m D a ρ p ρ f μ : kecepatan terminal : diameter partikel : percepatan : densitas partikel : densitas fluida : viskositas
SEDIMENTASI (PENGENDAPAN) Gaya gravitasi memisahkan materi tertentu dari aliran fluida. Partikel: biasanya padatan, dapat juga droplet cairan, & fluida. Persamaan (1), dalam sedimentasi mirip Hukum Stoke: v m = D 2 g (ρ p ρ f ) / 18 μ (2)
Hukum Stoke, berlaku hanya pada aliran streamline khusus untuk partikel berbentuk bola (bulat) (Re) < 2. Pada partikel jatuh bebas, yaitu gerakan dari satu partikel tidak disebabkan oleh gerakan partikel yang lain tidak berlaku apabila partikel berada pada suspensi kental, karena gerakan partikel jatuh juga diakibatkan oleh gerakan naik dari fluida.
Soal 1 Hitung kecepatan settling partikel debu berdiameter 60 μm dan 10 μm di udara pada suhu 21 o C & tekanan 100 kpa. Asumsi: partikel berbentuk bola & densitas 1280 kg m -3, viskositas udara 1,8 x 10-5 N s m -2 & densitas udara 1,2 kg m -3
Sedimentasi Gravitasional Partikel dalam Cairan Silinder berisi suspensi seragam pembagian zona. Puncak: zona cairan jernih. Di bawahnya: zona ± komposisi seragam, konstan, kecepatan pengendapannya seragam. Dasar: zona sedimen. Jika rentang ukuran partikel lebar, zona komposisi seragam yang mendekati puncak tidak akan terjadi dan akan tergantikan oleh zona komposisi bervariasi.
Pada pengental kontinyu (continuous thickener), Luas area minimum kecepatan sedimentasi v u = (F L) (d w / d θ ) / A ρ v u : kecepatan naik dari aliran cairan. F : rasio massa cairan terhadap padatan feed (masukan), L : rasio massa cairan terhadap padatan dalam cairan underflow, d w /d θ :massa padatan masukan, ρ : densitas cairan A : luas area pengendapan dalam tanki.
Jika kecepatan pengendapan partikel = v, v u = v, A = (F L) (d w /d θ ) / v ρ (3)
Soal 2 Tangki pemisah kontinyu didesain untuk pemisah minyak & air. Hitung luas area tangki jika minyak dalam bentuk globula berdiameter 5,1 x 10-5 m, konsentrasi masukan (feed) 4 kg air / kg minyak, dan air yang keluar tangki bebas minyak. Laju masukan 1000 kg/jam, densitas minyak 894 kg m -3 dan suhu minyak dan air adalah 38 o C. Densitas air 1000 kg/m 3 & viskositasnya 0,7 x 10-3 Ns/m 2. Asumsikan Hukum Stoke.
Sedimentasi Partikel dalam Gas Aplikasi spray dryers. Wilayah di mana partikel akan mengendap dapat dihitung dengan cara yang sama seperti sedimentasi. Jika kecepatan sedimentasi rendah: Butuh area ruangan yang besar Waktu kontak antara partikel dan udara panas lama kerusakan pada produk yang sensitif dengan panas.
PEMISAHAN SENTRIFUGAL F c = m r ω 2 (5) F c gaya sentrifugal pada partikel untuk menjaga partikel tetap pada jalur melingkar, r : radius jalur, m : massa partikel ω (omega) : kecepatan anguler partikel. ω = v / r, (v kecepatan tangensial partikel) F c = (m v 2 ) / r (6)
ω = 2 π N / 60, F c = m r (2 π N / 60) 2 = 0,011 m r N 2 (7) N : kecepatan rotasional (putaran per menit). SOAL a Hitung g dalam sentrifuge yang dapat memutar cairan pada 2000 putaran/menit pada radius maksimum 10 cm
Kecepatan pada steady state dari partikel yang bergerak pada aliran streamline di bawah aksi gaya yang dipercepat, dari persamaan (1) v m = D 2 a (ρ p ρ f ) / 18 μ jika aliran streamline terjadi dalam sentrifuge, Sehingga F c = m a; F c / m = a = r (2 π N / 60) 2 v m = D 2 r (2 π N / 60) 2 (ρ p ρ f ) / 18 μ v m = D 2 N 2 r (ρ p ρ f ) / 1640 μ (8)
Soal 3 Sebuah dispersi lemak dalam air dipisahkan menggunakan setrifuge. Hitung kecepatan minyak melalui air. Asumsi: minyak terdispersi dalam bentuk globula bulat berdiameter 5,1 x 10-5 m dan densitasnya 894 kg m -3. Sentrifuge berputar pada 1500 putaran/ menit dan radius efektif di mana pemisahan terjadi adalah 3,8 cm Densitas air 1000 kg m -3 dan viskositasnya 7 x 10-4 N s m -2
Pelajari juga Pemisahan Cairan Susu krim dan skim.
F I L T R A S I Campuran partikel padat yang terdispersi dalam fase cair atau gas dilewatkan melalui medium berpori. Partikel padat yang tidak lolos pori-pori akan tertahan. Cairan lolos = filtrat Partikel padatan tidak lolos = cake Medium berpori: penyaring (filter medium) & padatan yang tertimbun (filter cake). Lubang pori medium penyaring mungkin >> partikel yang padat yang akan dipisahkan.
Medium berfungsi baik bila telah ada lapisan yang terbentuk dari zat padat pada awal penyaringan. Lapisan zat padat tersebut bersifat porous. Makin banyak partikel zat padat tertahan terbentuk lapisan yang semakin tebal. mempengaruhi kecepatan penyaringan. Agar kecepatan relatif tetap (sama), perlu tekanan atau perbedaan tekanan sebelum dan sesudah filter medium yang semakin besar
Porositas filter medium dipengaruhi: - tekanan sebelum & sesudah filter medium - sifat partikel zat padat pembentuk filter medium. Bila di awal penyaringan tekanan terlalu besar partikel zat padat tidak lolos akan membentuk lapisan yang sangat padat. Bila tekanan terlalu kecil lapisan partikel zat padat tidak lolos akan sangat porous. Filter medium terbentuk baik jika tekanan di awal filtrasi diatur sedang kemudian berangsurangsur naik sesuai dengan kenaikan tahanan filter medium.
Kecepatan penyaringan = driving force / tahanan Driving force tekanan sebelum dan sesudah filter medium. Tahanan tahanan dalam (dari cairan yang disaring) dan tahanan filter medium. Secara teoretis jika tekanan diperbesar, pada tahanan yang sama, maka kecepatan penyaringan akan bertambah besar. Tidak selalu benar.
Partikel padatan dalam cairan atau gas yang akan dipisahkan ada yang bersifat compressible atau dapat dimampatkan oleh pengaruh tekanan. Bila tekanan diperbesar maka lapisan zat padat (filter medium) semakin padat tahanan semakin besar. Kecepatan filtrasi partikel padat yang tidak dapat dimampatkan oleh tekanan: Kecepatan penyaringan = beda tekanan / tahanan
Beda tekanan beda tekanan sebelum dan sesudah filter medium (P). Kecepatan penyaringan banyaknya filtrat pada setiap satuan waktu (dv/dθ). Tahanan tahanan gabungan dari tahanan dari kain saring atau anyaman logam, dsb., tahanan dari lapisan zat padat, tahanan dalam, dari cairan sesuai dengan kekentalan cairan tsb.
Tahanan total: R = μ r (L c + L) R : tahanan untuk mengalir melalui filter, μ : viskositas fluida, r : tahanan spesifik dari cake filter, L c : ketebalan kain saring & pre-coat, A : luas area filter. P : beda tekanan di antara filter medium.
Ketebalan cake L c = w V / A w : fraksi zat padat per unit volume cairan, V : volume fluida yang telah melewati filter, A : luas area permukaan filter di mana cake terbentuk. R = μ r (w (V / A) + L) (11) dv / dθ = A P / μ r [w (V / A) + L] (12) persamaan dasar filtrasi.
Filtrasi pada Tingkat (Kecepatan) Konstan Di tahap awal penyaringan, tahanan yang dominan adalah tahanan dari kain saring atau sejenisnya. tahanan relatif tetap kecepatan penyaringan tetap. dv / Adθ = V / Aθ = P / μ r (w V / A + L) P = V / Aθ x μ r (w (V / A) + L) (13)
Filtrasi pada Tekanan Konstan Di tahap penyaringan berikutnya pertambahan tebal cake tahap tekanan tetap. μ r (w (V / A) + L) dv = A P dθ μ r (w V 2 / 2A + LV) = A Pθ, θ A / V = (μ r w / 2 P) (V / A) + μ r L / P (14) y = mx + b y = θ / (V / A), x = V / A, m = μ r w / 2 P, b = μ r L / P.
Soal 4 Uji filtrasi skala lab. pada tekanan konstan 340 kpa. Luas filter 0,186 m 2. Volume filtrat (kg) 20 40 60 80 Waktu (menit) 8 26 54,5 93 Diinginkan filter skala pabrik untuk menyaring bubur yang mengandung bahan yang sama dengan lab. tetapi konsentrasinya 50% lebih tinggi, tekanan 270 kpa, Hitung jumlah filtrat yang lewat selama 1 jam pada filter dengan luas area 9,3 m 2
Data eksperimental: V (kg) 20 40 60 80 θ (s) 480 1560 3270 5580 V / A (kg/m 2 ) 107,5 219 323 430 θ / [V / A] (sm 2 /kg) 4,47 7,26 10,12 12,98 θ A = μ r ω V + μ r L V 2P A ΔP θ A = 0,0265 V + 1,6 V A 1,6
Compresibilitas Cake Filter Pada filtrasi dengan compresibilitas cake filter yang tinggi atau dengan cake yang mudah mampat oleh pengaruh tekanan, r = r dp s r tahanan spesifik cake pada tekanan P atau beda tekanan P, r tahanan spesifik cake pada tekanan 1 atm atau beda tekanan 1 atm, s sifat dari daya mampat cake.
PENGAYAKAN SIEVING/SCREENING Hasil pengayakan tergantung: Bentuk partikel Frekuensi & amplitudo pengayaan Metode pencegahan sticking atau bridging dari partikel yang melalui lubang ayakan Tekanan & bentuk fisik dari ayakan
Standar ukuran sieve 25 mm 0,6 µm. Ukuran mesh adalah jumlah lubang per inci. Ukuran mesh yang digunakan US mesh dan Tyler mesh (Appendix 10). F = F(D), df/dd = F ' (D) df = F ' (D) dd D = ukuran pori F(D) = fraksi berat dari partikel
Soal 5 Ukuran sieve mm % tertahan 1,00 0 0,50 11 0,25 49 0,125 28 0,063 8 < 0,063 4 Perkirakan banyaknya partikel yang tertahan pada ukuran antara 0,300 dan 0,350 mm serta 0,350 dan 0,400 mm.