BERITA RESMISTATISTIK BPS PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT No. 72/11/52/Th. VII, 6 November-2013 PERTUMBUHAN EKONOMI NUSA TENGGARA BARAT PADA TRIWULAN III-2013 PDRB Provinsi NTB pada triwulan III-2013 a. Dengan sub sektor pertambangan non migas atas dasar harga (adh) berlaku mencapai Rp 14,77 triliun, sedangkan adh konstan mencapai Rp 5,30 triliun. b. Tanpa sub sektor pertambangan non migas atas dasar harga (adh) berlaku mencapai Rp 12,70 triliun, sedangkan adh konstan mencapai Rp 4,67 triliun. Laju pertumbuhan ekonomi (LPE) Kuartal (q to q), yaitu laju pertumbuhan ekonomi pada triwulan III-2013 terhadap ekonomi pada triwulan sebelumnya. a. Dengan sub sektor pertambangan non migas tumbuh sebesar 8,02 persen. b. Tanpa sub sektor pertambangan non migas tumbuh sebesar 7,89 persen. Laju pertumbuhan ekonomi (LPE) Tahunan (y on y), yaitu laju pertumbuhan ekonomi pada triwulan III-2013 terhadap periode yang sama tahun 2012. a. Dengan sub sektor pertambangan non migas tumbuh sebesar 5,29 persen. b. Tanpa sub sektor pertambangan non migas tumbuh sebesar 5,53 persen. Laju pertumbuhan ekonomi (LPE) Kumulatif (c to c), yakni laju pertumbuhan ekonomi kumulatif dari triwulan I sampai triwulan III-2013 terhadap periode yang sama tahun sebelumnya. a. Dengan subsektor pertambangan non migas tumbuh sebesar 4,96 persen. b. Tanpa subsektor pertambangan non migas tumbuh sebesar 5,67 persen. Sumber pertumbuhan ekonomi (SPE) Pertumbuhan ekonomi pada triwulan III-2013 sebesar 8,02 persen (q to q) didorong oleh sektor pertanian dan sektor pertambangan dan penggalian yaitu masing-masing sebesar 5,36 point dan 1,08 point. Perekonomian NTB hingga triwulan III-2013 (c to c) ini tumbuh 4,96 persen dan didorong oleh sektor perdagangan hotel dan restoran sebesar 1,51 point. Struktur ekonomi Provinsi NTB pada triwulan III-2013. a. Dari Sisi Produksi PDRB Propinsi NTB pada triwulan III-2013 masih didominasi oleh sektor pertanian (28,39%) diikuti oleh sektor perdagangan, hotel dan restoran (16,65%), sedangkan yang menempati urutan ketiga yakni sektor pertambangan dan penggalian (16,14%). b. Dari Sisi Penggunaan Dari sisi penggunaan terbesar adalah untuk konsumsi rumah tangga dan untuk Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB), masing-masing 54,70 persen dan 28,20 persen. 1
Menjelang akhir tahun 2013 kondisi perekonomian Provinsi NTB pada triwulan III-2013 mengalami peningkatan, baik dibandingkan dengan triwulan sebelumnya maupun dengan triwulan III-2012. Hal ini ditunjukan oleh arah pertumbuhan ekonomi triwulanan (q to q) maupun tahunan (y on y) yang positif, baik dengan sub sektor pertambangan non migas maupun tanpa sub sektor tersebut. Membaiknya perekonomian tersebut didorong oleh beberapa hal antara lain meningkatnya produksi pertanian karena masa panen raya komoditas tembakau, dimana dampaknya sangat significant dalam mendorong pertumbuhan sektor pertanian yang merupakan sektor dominan dalam pembentukan PDRB Provinsi NTB. Selain itu, meningkatnya permintaan masyarakat terhadap konsumsi makanan dan non makanan di bulan Juli-Agustus (puasa dan Idul Fitri) dan maraknya kegiatan kepariwisataan mengakibatkan beberapa sektor terkait seperti sektor perdagangan, hotel dan restoran dan sektor angkutan mengalami pertumbuhan yang cukup berarti bahkan tingkat penghunian kamar hotel berbintang pada Bulan September mencapai angka tertinggi (63,07%). Pada triwulan III-2013 Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) NTB diperkirakan mencapai Rp 14,77 triliun, lebih tinggi 8,02 persen dibandingkan dengan triwulan II-2013 yang mencapai Rp 13,30 trilliun. Tingginya PDRB NTB di triwulan III- 2013 ini selain karena meningkatnya kuantitas produksi juga dipengaruhi perubahan harga (laju inflasi) yaitu sebesar 4,12 persen. 1. Struktur PDRB Menurut Sektor Triwulan III-2013. Struktur perekonomian Provinsi NTB pada triwulan III-2013 tidak mengalami perubahan yang berarti dibandingkan pada triwulan sebelumnya. Sektor primer merupakan sektor dominan dalam perekonomian Provinsi NTB. Secara sektoral lapangan usaha, sektor pertanian sebagai penyumbang terbesar dalam pembentukan PDRB Provinsi NTB. Hal tersebut tercermin dari persentase nilai tambah yang dihasilkan oleh masing-masing sektor terhadap pembentukan PDRB Provinsi NTB. Dari 14,77 trilliun rupiah PDRB Provinsi NTB pada triwulan III-2013, sebesar 44,53 persen diantaranya berasal dari sektor primer, dimana sebesar 28,39 persen atau 4,19 triliun rupiah berasal dari sektor pertanian dan 16,14 persen atau 2,38 triliun rupiah berasal dari sektor pertambangan dan penggalian. Sektor ekonomi lain yang memberikan kontribusi cukup besar dalam capaian PDRB Provinsi NTB adalah sektor perdagangan, hotel dan restoran dan sektor jasa-jasa yaitu masing-masing sebesar 16,65 persen dan 12,78 persen. Sedangkan sektor yang memberikan kontribusi paling kecil adalah sektor 2
listrik, gas, dan air bersih yaitu sebesar 0,51 persen. Untuk lebih jelasnya, struktur PDRB berdasarkan lapangan usaha dapat dilihat pada tabel 1 berikut. Tabel 1. PDRB Menurut Sektor ADH Berlaku dan Struktur PDRB Provinsi NTB No. Sektor ADH Berlaku (juta Rp) Struktur PDRB (%) Triwulan II-2013 (**) Triwulan III-2013 (***) Triwulan II- 2013 (**) Triwulan III- 2013 (***) (1) (2) (3) (4) (5) (6) 1. Pertanian 3.303.719,65 4.194.131,39 24,85 28,39 2. Pertambangan & Penggalian 2.257.791,94 2.383.729,39 16,98 16,14 3. Industri Pengolahan 520.477,45 556.539,58 3,91 3,77 4. Listrik, Gas & Air Bersih 71.880,53 74.659,30 0,54 0,51 5. Bangunan 1.100.406,07 1.220.035,62 8,28 8,26 6. Perdagangan, Hotel & Restoran 2.359.399,92 2.459.920,76 17,74 16,65 7. Pengangkutan & Komunikasi 1.039.927,57 1.132.993,43 7,82 7,67 8. Keuangan, Persewaan & Jasa Perusahaan. 813.775,46 861.784,37 6,12 5,83 9. Jasa-jasa 1.829.911,35 1.887.591,08 13,76 12,78 PDRB 13.297.289,95 14.771.384,92 100,00 100,00 PDRB (Tanpa Sub Sektor Pertambangan Non Migas) (**) = angka sangat sementara 11.338.795,90 12.702.263,35 - - Kondisi perekonomian NTB sangat dipengaruhi oleh sektor pertanian dan pertambangan, namun dari sisi penyerapan tenaga kerja pada sub sektor pertambangan non migas tidak seluas sektor pertanian sehingga pengaruh subsektor pertambangan non migas tersebut tidak terlalu berimplikasi secara langsung pada perekonomian masyarakat NTB. Oleh sebab itu dengan mengeliminir nilai tambah sub sektor pertambangan non migas dari PDRB Provinsi NTB kondisi perekonomian NTB akan tampak lebih relevan. PDRB Provinsi NTB tanpa pertambangan non migas pada triwulan III-2013 sebesar 12,70 triliun rupiah, mengalami sedikit peningkatan jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang mencapai 11,34 triliun rupiah. Komposisi PDRB Provinsi NTB secara umum tanpa sub sektor pertambangan dan penggalian akan didominasi oleh sektor pertanian, sektor perdagangan, hotel dan restoran dan sektor jasa-jasa yaitu dengan andil masing-masing sebesar 33,02 persen, 19,37 persen dan 14,86 persen. Perbedaan komposisi PDRB Provinsi NTB triwulan III-2013 jika nilai tambah sub sektor pertambangan non migas dieliminir akan sangat jelas ditunjukan oleh grafik 1 berikut. 3
Grafik 1. Struktur PDRB Propinsi NTB Menurut Sektor Atas Dasar Harga Berlaku Triwulan III - 2013 Dengan Pertambangan Non Migas Tanpa Pertambangan Non Migas Keuangan, Persewaan & Jasa Persh. 5,83% Jasa-jasa 12,78% Pertanian 28,39% Pertambang an & Penggalian 16,14% Pengangkuta n & Komunikasi 8,92% Keuangan, Persewaan & Jasa Persh. 6,78% Jasa-jasa 14,86% Pertanian 33,02% Pengangkuta n & Komunikasi 7,67% Perdagangan, Hotel & Rest. 16,65% Bangunan 8,26% Listrik, Gas & Air Bersih 0,51% Industri Pengolahan 3,77% Perdagangan, Hotel & Rest. 19,37% Bangunan 9,60% Industri Pengolahan 4,38% Listrik, Gas & Air Bersih 0,59% Pertambang an & Penggalian 2,48% 2. Laju Pertumbuhan PDRB Menurut Sektor Triwulan III-2013 Laju pertumbuhan ekonomi (LPE) Provinsi NTB secara triwulanan (q to q) dihitung dengan membandingkan PDRB atas dasar harga konstan triwulan III-2013 terhadap triwulan II-2013, sedangkan LPE tahunan (y on y) diperoleh dari perbandingan kondisi ekonomi triwulan III-2013 dengan triwulan III-2012. Baik secara triwulanan maupun tahunan, laju pertumbuhan ekonomi Provinsi NTB mengalami peningkatan. LPE Provinsi NTB triwulan III-2013, jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya (q to q) sebesar 8,02 persen dan jika dibandingkan dengan triwulan III-2012 (y on y) sebesar 5,29 persen. Secara kumulatif dari triwulan I-2013 sampai dengan triwulan III-2013 perekonomian Provinsi NTB mampu tumbuh sebesar 4,96 persen dibandingkan dengan kumulatif di periode yang sama tahun 2012 (c to c). Sektor pertanian yang merupakan salah satu sektor dominan perekonomian Provinsi NTB pada triwulan III-2013 secara q to q tumbuh hingga 21,96 persen. Kondisi yang sama juga ditunjukan oleh laju pertumbuhan secara y on y dan c to c yaitu masingmasing sebesar 4,11 persen dan 2,89 persen. Tingginya laju pertumbuhan q to q tersebut disebabkan oleh tanaman tembakau yang mana pada triwulan III-2013 merupakan masa panen raya tembakau yang merupakan komoditas unggulan di Provinsi NTB. Untuk sektor pertambangan dan penggalian yang juga merupakan salah satu sektor dominan dalam pembentukan PDRB Provinsi NTB, pada triwulan III-2013 secara q to q mengalami pertumbuhan sebesar 7,43 persen setelah pada triwulan sebelumnya 4
mengalami kontraksi sebesar -8,33 persen. Sedangkan secara y on y sektor ini mengalami pertumbuhan sebesar 4,03 persen. Demikian juga secara kumulatif hingga triwulan III - 2013 (c to c) pertumbuhan yang terjadi sebesar 1,89 persen. Sektor lain yang cukup berpengaruh terhadap capaian PDRB NTB adalah sektor perdagangan, hotel dan restoran. Perkembangan sektor ini sangat terkait dengan kondisi pariwisata dan kegiatan ekspor impor. Pada triwulan III-2013 sektor tersebut mengalami sedikit peningkatan yaitu 0,77 persen dibandingkan dengan triwulan II-2013. Sedangkan jika dibandingkan dengan triwulan III-2012, sektor ini mengalami kenaikan sebesar 6,31 persen. No Tabel 2 PDRB adh Konstan 2000 dan Laju Pertumbuhan PDRB Triwulan III-2013 Sektor ADH Konstan 2000 (Juta Rp) Triwulan II- 2013 (**) Triwulan III- 2013 (***) Laju Pertumbuhan PDRB Tw III-2013(***) Sumber Pertumbuhan PDRB TW III-2013 (***) q to q y on y c to c q to q y on y c to c (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) 1. Pertanian 1.197.173,99 1.460.067,46 21,96 4,11 2,89 5,36 1,14 0,75 2. Pertambangan & Penggalian 715.354,50 768.481,74 7,43 4,03 1,89 1,08 0,59 0,29 3. Industri Pengolahan 262.757,73 273.517,48 4,09 2,96 3,34 0,22 0,16 0,18 4. Listrik, Gas & Air Bersih 22.855,50 23.279,04 1,85 10,10 9,36 0,01 0,04 0,04 5. Bangunan 442.767,01 470.302,72 6,22 8,16 9,02 0,56 0,70 0,78 6. 7. 8. Perdagangan, Hotel & Rest. Pengangkutan & Komunikasi Keuangan, Persewaan & Jasa Perusahaan. 936.459,64 943.691,86 0,77 6,31 8,45 0,15 1,11 1,51 455.939,83 467.779,13 2,60 6,81 6,29 0,24 0,59 0,56 329.386,70 338.467,41 2,76 7,69 8,34 0,18 0,48 0,53 9. Jasa-jasa 545.874,92 556.740,94 1,99 4,38 2,93 0,22 0,46 0,33 PDRB 4.908.569,82 5.302.327,78 8,02 5,29 4,96 8,02 5,29 4,96 PDRB (Tanpa Sub Sektor Pertambangan Non Migas) Keterangan (**) = angka sangat sementara 4.331.914,74 4.673.804,07 7,89 5,53 5,67 - - - Kekuatan masing-masing sektor dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Provinsi NTB dicerminkan oleh sumbangan pertumbuhannya (sumber pertumbuhan PDRB Provinsi NTB). Dari tabel 2 terlihat bahwa untuk LPE triwulanan (q to q) sebesar 8,02 persen, sumber pertumbuhan utamanya berasal dari pertumbuhan sektor pertanian dan sektor pertambangan dan penggalian yaitu masing-masing sebesar 5,36 dan 1,08 persen. 5
Sumber pertumbuhan paling kecil diberikan oleh sektor listrik, gas dan air bersih sebesar 0,01 persen. Pada triwulan III-2013 ini, semua sektor mengalami pertumbuhan yang positif baik secara q to q, y on y maupun c to c. Perekonomian Provinsi NTB sangat dipengaruhi oleh penciptaan nilai tambah subsektor pertambangan non migas. Indikasi ini dapat dilihat jika nilai tambah subsektor tersebut dieliminir dari komponen pembentuk PDRB NTB. Secara grafis perbedaan laju pertumbuhan PDRB NTB baik dengan memperhitungkan nilai tambah sub sektor pertambangan non migas maupun tidak secara triwulanan (q to q), tahunan (y on y) dan kumulatif (c to c) dapat ditunjukkan pada grafik 2 dan grafik 3. Grafik 2. Laju Pertumbuhan Ekonomi Triwulanan (q to q) dan Tahunan (y on y) dan semester (c to c) Provinsi NTB Tahun 2010 Triwulan III-2013 (Termasuk Sub Sektor Pertambangan Non Migas) 25,00 20,00 15,00 10,00 5,00 0,00-5,00-10,00-15,00-20,00 I-10 II-10 III-10 IV-10 I-11 II-11 III-11 IV-11 I-12 II-12 III-12 IV-12 I-13 II-13 III-13 Q to Q -15,1 2,30 9,67-2,68-10,2-1,14 13,81-4,91-8,85 4,17 6,71-2,05-2,97 2,55 8,02 Y on Y 22,93 9,55 5,97-7,35-1,95-5,24-1,66-3,92-2,48 2,76-3,65-0,81 5,57 4,02 5,29 C to C 22,93 15,78 12,08 6,33-1,95-3,61-2,92-3,18-2,48 0,13-1,24-1,12 5,57 4,78 4,96 Untuk perekonomian NTB tanpa sub sektor pertambangan non migas secara triwulanan (q to q) mengalami peningkatan laju pertumbuhan hingga 7,89 persen. Demikian pula secara tahunan (y on y) yang mengalami peningkatan sebesar 5,53 persen dibandingkan dengan kondisi triwulan III-2012 dan secara kumulatif (c to c) mengalami peningkatan sebesar 5,67 persen. 6
15,00 Grafik 3. Laju Pertumbuhan Ekonomi Triwulanan (q to q) dan Tahunan (y on y) Provinsi NTB Tahun 2010 Triwulan III-2013 (Tidak Termasuk Sub Sektor Pertambangan Non Migas) 10,00 5,00 0,00-5,00-10,00-15,00 I-10 II-10 III-10 IV-10 I-11 II-11 III-11 IV-11 I-12 II-12 III-12 IV-12 I-13 II-13 III-13 Q to Q -9,61 5,25 8,70-1,57-4,72 2,79 9,09-1,52-5,08 4,86 7,93-2,06-4,50 4,57 7,89 Y on Y 7,39 5,21 3,27 1,79 7,29 4,78 5,16 5,21 4,82 6,93 5,79 5,22 5,84 5,66 5,53 C to C 7,39 6,26 5,17 4,27 7,29 6,00 5,70 5,57 4,82 5,89 5,85 5,72 5,84 5,75 5,67 3. Struktur dan Pertumbuhan PDRB Menurut Pengeluaran Triwulan III-2013 PDRB Provinsi NTB jika ditinjau dari sisi pengeluaran, perekonomian triwulan III-2013 tetap didominasi oleh komponen konsumsi rumah tangga yaitu mencapai Rp 8,08 triliun. Hal tersebut secara tidak langsung memberikan indikasi jika konsumsi rumah tangga sangat besar pengaruhnya terhadap besaran PDRB NTB dari waktu ke waktu. Komponen PDRB pengeluaran yang juga memberikan andil yang cukup signifikan adalah komponen pembentukan modal tetap bruto (PMTB) dan perubahan stok yang memberikan kontribusi mencapai Rp 4,0 triliun. Komponen ekspor mencapai Rp 3,02 triliun. Secara umum komponen ekspor didominasi oleh produk tambang terutama tambang non migas, dimana tercatat lebih dari 99 persen komponen ekspor merupakan komponen bahan tambang non migas. Komponen impor yang menjadi pengurang dalam PDRB, selama triwulan III-2013 mencapai Rp 3,37 triliun. Secara rinci capaian masing-masing komponen PDRB Provinsi NTB menurut pengeluaran dapat dilihat pada tabel 3. 7
Tabel 3. PDRB Menurut Penggunaan Adh Berlaku dan Adh Konstan 2000 Provinsi NTB Triwulan II-2013 dan Triwulan III-2013 (Juta Rp) ADH Berlaku ADH Konstan 2000 No. Komponen Penggunaan Triw III-2013 Triw II-2013 Triw III- Triw II-2013 (**) (**) (**) 2013 (**) (1) (2) (3) (4) (5) (6) 1. Konsumsi rumah tangga 7.569.131,56 8.080.433,25 2.721.273,71 2.810.107,11 2. Konsumsi lembaga nirlaba 154.014,97 164.490,12 63.043,64 65.294,30 3. Konsumsi pemerintah 2.746.757,15 2.877.619,45 765.669,15 775.546,28 4. PMTB dan Perub. Stok 2.977.633,55 4.003.817,99 1.471.158,90 1.781.250,61 5. Ekspor 3.012.364,83 3.018.476,10 963.848,88 989.255,62 6. Impor 3.162.612,11 3.373.451,98 1.076.424,47 1.119.126,15 PDRB 13.297.289,95 14.771.384,92 4.908.569,82 5.302.327,78 Keterangan :(**) = Angka sangat sementara Grafik 4 di bawah memperlihatkan perbandingan kontribusi dari masing-masing komponen PDRB pengeluaran triwulan II-2013 dan triwulan III-2013. Dari grafik tersebut terlihat bahwa komponen konsumsi masih menjadi bagian yang dominan terhadap PDRB dari sisi pengeluaran. Pada triwulan III-2013 komponen konsumsi rumah tangga memberikan kontribusi yang menurun jika dibandingkan dengan triwulan II-2013 yaitu dari 56,92 persen menjadi 54,70 persen. Sebaliknya komponen PMTB dan perubahan stok menunjukkan peningkatan kontribusi dari 22,39 persen menjadi 27,11 persen. Grafik 4 Distribusi Persentase PDRB Provinsi NTB Menurut Penggunaan ADH Berlaku Triwulan II-2013 dan Triwulan III-2013 (Persen) Triwulan II-2013 Triwulan III-2013 60 50 40 30 20 10 0-10 56,92 1,16 Konsumsi RT Konsumsi Lembaga Nirlaba 20,66 22,39-1,13 Konsumsi PMTB & Ekspor Neto Pemerintah Perubahan Stok 60 50 40 30 20 10 0-10 54,70 Konsumsi RT 1,11 Konsumsi Lembaga Nirlaba 19,48 Konsumsi Pemerintah 27,11 PMTB & Perubahan Stok -2,40 Ekspor Neto 8
Ekspor netto yang menjadi cerminan transaksi yang terjadi antar daerah merupakan selisih nilai ekspor dengan nilai impor pada triwulan III-2013 mengalami defisit sebesar -2,4 persen, hal ini merupakan dampak dari menurunnya kontribusi ekspor NTB pada triwulan III-2013. Demikian pula dengan komponen konsumsi pemerintah yang mengalami penurunan kontribusi dari triwulan sebelumnya yaitu dari 20,66 persen menjadi 19,48 persen. Komponen konsumsi lembaga nirlaba memberikan andil yang menurun dari 1,16 persen menjadi 1,11 persen. Pada triwulan III-2013 laju pertumbuhan Provinsi NTB secara q to q; y on y maupun secara kumulatif (c to c) mengalami peningkatan masing-masing sebesar 8,02 persen; 5,29 persen dan 4,96 persen. Selengkapnya laju pertumbuhan masing-masing komponen PDRB pengeluaran ditampilkan pada tabel 4. Tabel 4 Laju Pertumbuhan PDRB Provinsi NTB Menurut Penggunaan ( Persen ) No Komponen Penggunaan Trw III-2013 thd Trw II- 2013 (Q to Q) ** Trw III-2013 thd Trw III-2012 (Y on Y) ** Kumulatif III-2013 Thdp Kumulatif III- 2012 (C to C) ** (1) (2) (3) (4) (5) 1. Konsumsi rumah tangga 3,26 5,26 5,27 2. Konsumsi lembaga nirlaba 3,57 7,90 7,53 3. Konsumsi pemerintah 1,29 0,08 1,36 4. PMTB dan perubahan stok 21,08 8,69 7,73 5. Ekspor 2,64-12,56-11,19 6. Impor 3,97-9,69-7,90 PDRB 8,02 5,29 4,96 Keterangan : ** = angka sangat sementara Komponen pengeluaran rumah tangga yang merupakan komponen yang paling dominan, selama triwulan III-2013 tumbuh 3,26 persen (q to q) mengalami peningkatan pertumbuhan jika dibandingkan dengan triwulan II-2013 yang tumbuh sebesar 1,31 persen. Secara y on y komponen konsumsi rumah tangga mengalami pelambatan dari 5,28 persen pada triwulan II-2013 menjadi 5,26 persen pada triwulan III-2013. Demikian pula secara c to c mengalami sedikit penurunan dari 5,28 persen pada triwulan II-2013 menjadi 5,27 persen pada triwulan III-2013. 9
Laju pertumbuhan komponen ekspor pada triwulan III-2013 secara q to q mengalami peningkatan sebesar 2,64 persen, namun secara y on y maupun c to c mengalami kontraksi masing-masing sebesar -12,56 persen dan -11,19 persen. Demikian pula dengan impor sebagai komponen pengurang dalam PDRB, secara q to q mengalami peningkatan sebesar 3,97 persen, namun secara y on y maupun c to c mengalami kontraksi masing-masing sebesar -9,69 persen dan -7,90 persen pada triwulan III-2013. Komponen konsumsi pemerintah pada triwulan III-2013 secara q to q, y on y maupun c to c mengalami peningkatan masing-masing sebesar 1,29 persen, 0,08 persen dan 1,36 persen. Komponen PMTB dan perubahan stok pada triwulan III-2013 juga mengalami peningkatan pertumbuhan baik secara q to q, y on y maupun c to c masingmasing sebesar 21,08 persen; 8,69 persen dan 7,73 persen. 10
DATA mencerdaskan bangsa BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT Jl. Gunung Rinjani No. 2 Mataram 83125 Tlp. (0370) 621385 Fax. (0370) 623801 E-mail :bps5200@bps.go.id Homepage :http://ntb.bps.go.id Contact person : I s a, SE Kepala Bidang Cawilis BPS Provinsi NTB 11