BAB III LANDASAN TEORI

dokumen-dokumen yang mirip
TUGAS KARYA ILMIAH E-COMMERCE NAMA : FAJAR TRI ASMORO NIM : KELAS : S1-SI-05

PENDAHULUAN. Universitas Kristen Maranatha

1. Komunikasi, E-Commerce merupakan pengiriman informasi, produk/layanan,atau sarana elektronik lainnya.

E-Commerce. A. Pengertian Electronic Commerce

BAB II LANDASAN TEORI

PERKEMBANGAN TEKNOLOGI E-COMMERCE

Capaian Pembelajaran

E-BUSINESS dan E-COMMERCE

1.4. Tujuan Penelitian Adapun tujuan yang dilakukan penelitian ini adalah Untuk membuat perancangan sistem

BAB I PENDAHULUAN. I.1. Latar Belakang

SILABUS. 1 PENGENALAN ELECTRONIC COMMERCE (E- COMMERCE) 2 MANFAAT, TANTANGAN E-COMMERCE & KLASIFIKASI MODEL BISNIS E COMMERCE

E-COMMERCE DAN STANDAR-STANDAR DALAM E-COMMERCE

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

E-COMMERCE. Oleh: Nama : Ana Udayana NIM : Kelas : E-COMMERCE5(SI054)

BAB III LANDASAN TEORI. Commerce merupakan bagian dari e-business, di mana cakupan e-business lebih

Silabus. 1 Pengenalan Electronic Commerce (E-Commerce) 2 Manfaat, Tantangan E-Commerce & Klasifikasi Model Bisnis E Commerce

Tahapan-tahapan E-commerce

BAB 1 PENDAHULUAN. jurang kesenjangan digital (digital divide), yaitu keterisolasian dari perkembangan

Pemilihan Konsep E-Commerce Dan Business Process Re-engineering Penjualan Produk Olahan Kopi

Customer Relationship Management /CRM

BAB I PENDAHULUAN. yang sangat pesat khususnya di dunia maya (internet). Internet menghubungkan satu

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

SISTEM BISNIS DENGAN ELEKTRONIK

Nama: Muhammad Kholishudin NIM:

STMIK AMIKOM YOGYAKARTA

Konsep E-Business. Mia Fitriawati, S.Kom, M.Kom

Pengertian e-commerce

BAB II TINJAUAN PUSTAKA & DASAR TEORI. Penelitian terkait penerapan Customer Rellationship Management (CRM)

BAB I PENDAHULUAN. elektronik dipakai untuk tujuan promosi dan periklanan di suatu halaman web (Saputro,

BAB 2 LANDASAN TEORI

P nge g rt r ia i n E-Com o m m e m rc r e

Dwi Hartanto, S,.Kom 09/03/2012. E Commerce Pertemuan 1 1

SISTEM INFORMASI. Oleh Iwan Sidharta, MM NFORMASI

E-CRM (1) Pertemuan 6 Diema Hernyka Satyareni, M.Kom

Enterprise Resource Planning

PENGENALAN DAN KONSEP E-COMMERCE

CRM Hello, Goodbye. Babak Baru dalam Kesetiaan Pelanggan

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER AMIKOM YOGYAKARTA

BAB II LANDASAN TEORI

E commerce adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan penjualan barang dan jasa melalui Internet.

ecommerce Electronic Commerce Sebagai Pola Baru Perdagangan Dunia CV. DIGITAL KREASI THE IT SOLUTION PROVIDER

1.1 Latar Belakang Masalah

Pengembangan Customer Relationship Management Berbasis Web pada Griya. Muslim Flora. 1 Pendahuluan

PERAN SMS GATEWAY DALAM PENYEBARAN INFORMASI

Jenis-jenis E-commerce

Oleh : Edi Sugiarto, S.Kom, M.Kom

Pentingnya CRM & Pengguna CRM

Electronic Commerce: Definisi dan Konsep

E-COMMERCE: DIGITAL MARKETS, DIGITAL GOODS. Defri Kurniawan, M.Kom

SISTEM INFORMASI BISNIS. Infrastruktur, Integrasi dan Agensi Software di dalam B2B

Customer Relationship Management. Pertemuan 9

APLIKASI PENJUALAN PADA CV. ANANDAM KOMPUTER MAGELANG BERBASIS WEBSITE. Rizal Ari Ardianto. Program studi Teknik Informatika S-1

Pentingnya CRM & Pengguna CRM

B. Dasar CRM. C. Arsitektur CRM

C R M. Customer Relationship Management

E BUSINESS. Manajemen Hubungan Pelanggan (CRM) Disusun Oleh : Ribut Wahyudi ( ) Kelas : 09 S1TI 09


ANALISIS PERANCANGAN E-COMMERCE INDUSTRI KONVEKSI NINA JAYA PADA PERUSAHAAN KONVEKSI PAKAIAN KABUPATEN PRINGSEWU LAMPUNG

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

KARYA ILMIAH E-COMMERCE PEDOMAN dalam E-COMMERCE

BAB 1 PENDAHULUAN. mempunyai satu kantor pusat dan tiga buah cabang. CV. Anugrah menjual

BAB II KERANGKA TEORI. Kegiatan yang harus dijalankan dalam rangka pencapaian tujuan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI

Manajemen Hubungan Pelanggan (CRM) Pertemuan 1 Konsep Dasar

BUSINESS-TO-CONSUMEN. Definisi B 2 C. Definisi lain B2C 3/27/2012

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

E-BUSINESS. Materi E-Business untuk ST INTEN

BAB 2 LANDASAN TEORI

Pertemuan. Customer Relationship Management (CRM)

BAB 1 PENDAHULUAN. informasi yang paling banyak digunakan. Sangat mudah bagi para user

1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. memanfaatkan kecanggihan teknologi informasi. Penerapan teknologi informasi

BAB III LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

2009 :: e-bisnis :: Sandhika Galih, Teknik Informatika Universitas Pasundan Bandung

BAB II KAJIAN PUSTAKA. yang saling berkaitan atau subsistem-subsistem yang bersatu untuk

Customer Relationship Management (CRM) Software dari SAP Fitur & Fungsi Sistem CRM: Marketing Software

12/Handaru Arya Pradana/Peranan TIK Dalam Bidang Bisnis/IT 1B D4 16/Khairunnisa/Peranan TIK Dalam Bidang Bisnis/IT 1B D4 23/Rizka Nurmila/Peranan TIK

KARYA ILMIAH E-COMMERCE MANFAAT DAN KELEMAHAN E-COMMERCE

Customer Relationship Management

1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. pesat, salah satunya adalah teknologi komputer. Komputer merupakan alat bantu

KARYA ILMIAH E-BISNIS

Dr. I Gusti Bagus Rai Utama, SE., MA. Pertemuan 9:Pemanfaatan Analitik pada Aktivitas Pemasaran

PELUANG BISNIS Bisnis Online Website E-Commerce

KONSEP SI LANJUT. WAHYU PRATAMA, S.Kom., MMSI.

BAB II. Internet (Shim, Qureshi, Siegel, Siegel, 2000) dalam buku M. Suyanto (2003:11)

CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT (CRM) SOFTWARE FROM SAP

Bab 9 KONSEP e SUPPLY CHAIN DALAM SISTEM INFORMASI KORPORAT TERPADU

BAB 1 PENDAHULUAN. commerce seiring dengan meningkatnya perkembangan teknologi web yang tumbuh

e-business dan e-commerce

BAB II KAJIAN PUSTAKA. pembelian dan penjualan produk, jasa dan informasi yang dilakukan secara

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

SMS GATEWAY UNTUK LAYANAN INFORMASI KEGIATAN BIRO KEMAHASISWAAN KEPADA UNIT KEGIATAN MAHASISWA DI UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO

Muhammad Bagir S.E., M.T.I

3/16/2012 LECTURER: Reference

Transkripsi:

BAB III LANDASAN TEORI Pada bab ini akan dibahas dasar - dasar teori yang berkaitan dengan pembangunan sistem penjualan online untuk Omah Produksi Kang Bedjo Jogja. III.1. Sistem Penjualan Online (E-Commerce) Untuk membantu Omah Produksi Kang Bedjo Jogja dalam memperluas wilayah pemasaran, promosi produk, berbagi informasi dengan pelanggan serta mempermudah transaksi penjualan, penulis memilih untuk membangun sebuah sistem informasi yang dapat digunakan untuk melakukan transaksi penjualan secara online atau dapat disebut dengan sistem penjualan online (E-commerce). Penjualan sendiri mempunyai banyak definisi, seperti menurut Simamora (2000) Penjualan adalah pendapatan lazim dalam perusahaan dan merupakan jumlah kotor yang dibebankan kepada pelanggan atas barang dan jasa. Sedangkan menurut Marom (2002) Penjualan adalah penjualan barang dagangan sebagai usaha pokok perusahaan yang biasanya dilakukan secara teratur. Secara umum penjualan dapat diartikan sebagai sebuah usaha atau langkah konkrit yang dilakukan untuk memindahkan suatu produk, baik itu berupa barang ataupun jasa, dari produsen kepada konsumen sebagai sasarannya. Tujuan utama penjualan yaitu mendatangkan keuntungan atau laba dari produk atau barang yang dihasilkan oleh produsen dengan pengelolaan yang baik. Dalam pelaksanaannya, penjualan tidak akan dapat 14

dilakukan tanpa adanya pelaku yang bekerja didalamnya seperti agen, pedagang dan tenaga pemasaran. Penjualan memiliki beberapa macam transaksi yang dapat di klasifikasikan sebagai berikut (La Midjan, 2001): 1. Penjualan Tunai Penjualan yang bersifat cash dan carry pada umumnya terjadi secara kontan dan dapat pula terjadi pembayaran selama satu bulan dianggap kontan. 2. Penjualan Kredit penjualan dengan tenggang waktu rata-rata diatas satu bulan. 3. Penjualan Tender Penjualan yang dilaksanakan melalui prosedur tender untuk memegangkan tender selain harus memenuhi berbagai prosedur. Tender sendiri adalah tawaran untuk mengajukan harga, memborong pekerjaan, atau menyediakan barang yang diberikan oleh perusahaan swasta besar atau pemerintah kepada perusahaanperusahaan lain. 4. Penjualan Ekspor Penjualan yang dilaksanakan dengan pihak pembeli luar negeri yang mengimpor barang tersebut. 5. Penjualan Konsinyasi Penjualan yang dilakukan secara titipan kepada pembeli yang juga sebagai penjual. 6. Penjualan Grosir 15

Penjualan yang tidak langsung kepada pembeli, tetapi melalui pedagang grosir atau eceran. Definisi sistem penjualan sendiri adalah suatu kesatuan proses yang saling mendukung dalam usahanya untuk memenuhi kebutuhan pembeli dan bersama sama mendapatkan kepuasan dan keuntungan (Mc Leod, 2001). Berikut adalah beberapa pengertian dari sistem penjualan online atau E-Commerce : Menurut Turban (2004) E-commerce adalah suatu gambaran proses pembelian, penjualan, transfer atau pertukaran barang dan atau informasi melalui jaringan komputer termasuk internet. Menurut Laudon & Laudon (1998) E-commerce adalah suatu proses membeli dan menjual produk-produk secara elektronik oleh konsumen dan dari perusahaan ke perusahaan dengan komputer sebagai perantara transaksi bisnis. E-Commerce menurut David Baum (1999, pp. 36-34) yaitu: E-Commerce is a dynamic set of technologies, applications, and bussines process that link enterprises, consumers, and communities through electronics transactions and the electronic exchange of goods, services, and informations. Diterjemahkan oleh Onno. W. Purbo : E-Commerce merupakan satu set dinamis teknologi, aplikasi, dan proses bisnis yang menghubungkan perusahaan, konsumen, dan komunitas tertentu melalui transaksi elektronik dan perdagangan barang, pelayanan, dan informasi yang dilakukan secara elektronik (Purbo & Aang, 2001). Definisi dari E-Commerce menurut Kalakota dan Whinston (1996) dapat ditinjau dalam 3 perspektif berikut: 16

a. Dari perspektif komunikasi, E-Commerce adalah pengiriman barang, layanan, informasi, atau pembayaran melalui jaringan komputer atau melalui peralatan elektronik lainnya. b. Dari perspektif proses bisnis, E-Commerce adalah aplikasi dari teknologi yang menuju otomatisasi dari transaksi bisnis dan aliran kerja. c. Dari perspektif layanan, E-Commerce merupakan suatu alat yang memenuhi keinginan perusahaan, konsumen, dan manajemen untuk memangkas biaya layanan (service cost) ketika meningkatkan kualitas barang dan meningkatkan kecepatan layanan pengiriman. d. Dari perspektif online, E-Commerce menyediakan kemampuan untuk membeli dan menjual barang ataupun informasi melalui internet dan sarana online lainnya. E-Commerce memiliki berbagai macam jenis transaksi dalam menerapkan sistemnya. Jenis-jenis transaksi E- Commerce diantaranya sebagai berikut : 1. Collaborative Commerce (C-Commerce) Collaborative Commerce yaitu kerjasama secara elektronik antara rekan bisnis. Kerja sama ini biasanya terjadi antara rekan bisnis yang berada pada jalur penyediaan barang (Supply Chain). 2. Business to Business (B2B) E-Commerce tipe ini meliputi transaksi antar organisasi yang dilakukan di Electronic market. Business to Business memiliki karakteristik: 17

a. Trading partners yang sudah saling mengetahui dan antara mereka sudah terjalin hubungan yang terjalin cukup lama. b. Informasi hanya dipertukarkan dengan rekan tersebut. Dikarenakan sudah mengenal lawan komunikasi, maka jenis informasi yang dikirimkan dapat disusun sesuai dengan kebutuhan dan kepercayaan (trust). c. Pertukaran data (data exchange) dilakukan secara berulang-ulang dan berkala, misalnya setiap hari, dengan format data yang sudah disepakati bersama. Dengan kata lain, servis yang digunakan sudah ditentukan. d. Salah satu pelaku dapat melakukan inisiatif untuk mengirimkan data, tidak harus menunggu rekan lain. e. Model yang umum digunakan adalah peer-topeer, dimana processing intelligence dapat didistribusikan di kedua pelaku bisnis. 3. Business-to-Consumers (B2C) Business-to-Consumers yaitu penjual adalah suatu organisasi dan pembeli adalah individu. Business to Consumer memiliki karakteristik sebagai berikut: a. Terbuka untuk umum, dimana informasi disebarkan secara umum. b. Servis yang diberikan bersifat umum, sehingga dapat digunakan oleh orang banyak. c. Servis diberikan berdasarkan permohonan (on demand). Konsumer melakukan inisiatif dan 18

produsen harus siap memberikan respon sesuai dengan permohonan. d. Sering dilakukan pendekatan client-server. 4. Consumer-to-Business (C2B) Dalam Consumer-to-Business konsumen memberitahukan kebutuhan atas suatu produk atau jasa tertentu, dan para pemasok bersaing untuk menyediakan produk atau jasa tersebut ke konsumen. Contohnya di priceline.com, dimana pelanggan menyebutkan produk dan harga yang diinginkan, dan priceline mencoba menemukan pemasok yang memenuhi kebutuhan tersebut. 5. Customer to Customer (C2C) Customer to Customer yaitu konsumen menjual secara langsung ke konsumen lain atau mengiklankan jasa pribadi di Internet. Dalam Customer to Customer seseorang menjual produk atau jasa ke orang lain. Dapat juga disebut sebagai pelanggan ke palanggan yaitu orang yang menjual produk dan jasa ke satu sama lain. Berdasarkan uraian mengenai sistem penjualan online (E-Commerce) diatas sistem yang akan dibuat bagi Omah Produksi Kang Bedjo termasuk E-commerce jenis Business-to-Consumers (B2C) karena informasi dan service pada sistem ini nantinya terbuka untuk umum, dan barang dijual oleh produsen ke pada pelanggan, dan jenis transaksi penjualan yang ada pada sistem termasuk jenis penjualan tunai, karena pelanggan harus melakukan pembayaran penuh atas semua tagihan transaksi baru kemudian barang akan dikirim. 19

III.2. UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) Omah produksi Kang Bedjo Jogja merupakan salah satu UMKM yang berada di Yogyakarta. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) definisi UMKM berdasarkan kuantitas tenaga kerja. Usaha kecil merupakan usaha yang memiliki jumlah tenaga kerja 5 orang sampai dengan 19 orang, sedangkan usaha menengah merupakan usaha yang memiliki jumlah tenaga kerja 20 orang sampai dengan 99 orang. Menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 UMKM dibedakan menjadi 3 yaitu Usaha Mikro, Usaha Kecil, dan Usaha Menengah. Pembeda dari ketiga jenis badan usaha tersebut ialah pemasukan dan kekayaan yang didapat dari badan usaha ekonomi produktif yang bisa dimiliki perseorangan atau sebuah badan usaha. III.3.Customer Relationship Management(CRM) Untuk menciptakan dan mempertahankan hubungan baik dengan customer, penulis memilih untuk mengimplementasikan konsep Customer Relationship Management untuk melakukan klasifikasi pelanggan dan barang dari data transaksi penjualan untuk membantu pemilik usaha dalam pengambilan keputusan promosi dan produksi barang. Definisi Customer Relationship Management menurut Arofata (2011) adalah strategi dalam suatu 20 proses bisnis yang mempunyai tujuan untuk pembangunan dan pemeliharaan hubungan antara perusahaan dengan pelanggan atau customer. CRM adalah sebuah istilah industri TI untuk metodologi, strategi, perangkat lunak (software) dan atau aplikasi berbasis web lainnya yang mampu membantu sebuah perusahaan (enterprise, jika besar ukurannya) untuk mengelola hubungannya dengan

para pelanggan. CRM adalah usaha sebuah perusahaan untuk berkonsentrasi menjaga pelanggan (supaya tidak lari ke pesaing) melalui segala bentuk interaksi dengan pelanggan. Menurut Amstrong (2007), Customer Relationship Management adalah seluruh proses dalam membangun dan menjaga hubungan yang menguntungkan dengan pelanggan melalui pengantaran nilai (value) dan kepuasan (satisfaction) yang tinggi bagi pelanggan. Customer Relationship Management mencakup seluruh aspek dalam mendapatkan, menjaga, dan meningkatkan jumlah pelanggan. Sedangkan menurut Peelen (2005) Customer Relationship Management (CRM) adalah sebuah proses yang meliputi semua aspek dalam mengidentifikasi pelanggan, menciptakan pengetahuan tentang pelanggan, membangun hubungan dengan pelanggan, dan membentuk pendapat pelanggan tentang organisasi dan produknya. Customer Relationship Management terbagi menjadi dua kategori utama yaitu : 1. Operational CRM Operational CRM atau lebih dikenal sebagai CRM front office adalah area dimana terjadi hubungan dengan konsumen secara langsung. Otomatisasi dari proses bisnis yang terintegrasi yang melibatkan front office customer touch points dan integrasi antara front-back office, call center dan dukungan layanan pelanggan. Tujuannya adalah memberikan nilai lebih kepada pelanggan dan meningkatkan kepuasan pelanggan. 2. Analytical CRM 21

Analytical CRM adalah analisis data yang diperoleh dari Operational CRM dengan memanfaatkan tools dan software untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang perilaku pelanggan atau kelompok pelanggan. Tujuannya adalah menggunakan data pelanggan secara tepat sehingga perusahaan dapat selalu mengetahui apa yang dipikirkan oleh pelanggannya. Sedangkan manfaat penerapann Customer Relationship Management menurut Hapsari(2010): 1. Mendorong Loyalitas Pelanggan Aplikasi CRM memungkinkan perusahaan untuk memanfaatkan informasi dari semua titik kontak dengan pelanggan, baik melalui web, call center, atau melalui staf pemasaran dan pelayanan di lapangan. Dengan adanya konsistensi dan kemudahan dalam mengakses dan menerima informasi, maka bagian penjualan dan pelayanan akan dapat memberikan layanan yang lebih baik lagi kepada pelanggan dengan memanfaatkan berbagai informasi penting mengenai pelanggan tersebut. 2. Mengurangi biaya Dengan penerapan CRM, memungkinkan penjualan dan pelayanan terhadap pelanggan memiliki skema pemasaran yang spesifik dan terfokus, serta dengan menargetkan pelayanan pada pelanggan yang tepat pada saat yang tepat. Dengan demikian, biaya yang dikeluarkan akan menjadi tergunakan secara maksimal dan tidak terbuang percuma yang berujung pada pengurangan biaya. 22

3. Meningkatkan efisiensi operasional Kemudahan proses penjualan dan layanan akan dapat mengurangi resiko turunnya kualitas pelayanan dan mengurangi beban cash flow. 4. Peningkatan time to market Penerapan CRM akan memungkinkan perusahaan mendapatkan informasi mengenai pelanggan seperti data tren pembelian oleh pelanggan yang dapat dimanfaatkan perusahaan dalam menentukan waktu yang tepat dalam memasarkan suatu produk. 5. Peningkatan pendapatan Seperti yang telah disebutkan diatas, penerapan CRM yang tepat akan meningkatkan loyalitas pelanggan, mengurangi biaya, meningkatkan efisiensi operasional, dan peningkatan time to market yang pada akhirnya akan berujung pada peningkatan pendapatan perusahaan. Berdasarkan uraian diatas konsep Customer Relationship Management yang akan diimplementasikan pada sistem bagi Omah Produksi Kang Bedjo mencakup Operational CRM karena dalam sistem ini terdapat otomatisasi pada proses bisnis terutama pada proses transaksi penjualan, pemesanan barang, dan promosi yang melibatkan pengelola dan pelanggan, pada sistem ini nantinya juga akan menyediakan informasi kontak yang dapat digunakan oleh pelanggan untuk berhubungan langsung dengan pengelola, dan juga menyediakan fungsi tracking sebagai dukungan layanan pelanggan. Selain itu sistem ini juga mencakup Analytical CRM karena data transaksi penjualan dari Operational CRM yang ada di analisi kembali untuk mendapatkan pengetahuan mengenai 23

jumlah pembelian dan keaktifan pelanggan, serta ketertarikan pelanggan terhadap suatu jenis kategori barang. III.4. Metode pengelompokkan Pelanggan dan Barang Metode pengelompokkan pelanggan dan barang merupakan metode Customer Relationship Management yang digunakan untuk mengelompokkan pelanggan dan barang berdasarkan data transaksi penjualan yang ada. Data transaksi penjualan digali lagi untuk mendapatkan sebuah pengetahuan baru. Pengetahuan tersebut dapat berupa jumlah pembelian atau keaktifan pelanggan dalam melakukan transaksi, serta ketertarikkan pelanggan dengan suatu kategori barang tertentu. Pengetahuan mengenai ketertarikkan pelanggan terhadap suatu jenis kategori barang dan keaktifan pelanggan dalam melakukan transaksi dapat digunakan untuk mengetahui apakah pelanggan tersebut potensial untuk menjadi sasaran yang tepat untuk suatu promosi barang. Sedangkan pengetahuan mengenai barang yang paling sering dibeli dapat digunakan sebagai pertimbangan untuk produksi barang. III.5.SMS Gateway Untuk meningkatkan layanan dan kenyamanan bagi customer, penulis memilih menggunakan SMS Gateway untuk memberikan notifikasi yang berkaitan dengan transaksi penjualan, dengan SMS Gateway nantinya customer akan menerima notifikasi melalui SMS. Menurut Wikma (2008) SMS Gateway adalah teknologi mengirim, menerima dan bahkan mengolah SMS melalui 24

komputer dengan sistem komputerisasi (software). Secara umum SMS Gateway adalah sebuah sistem yang dipergunakan untuk memudahkan seseorang atau sebuah perusahaan mengirimkan pesan SMS yang sama dalam waktu yang bersamaan pada banyak orang. Selain itu, semakin berkembangnya fungsi SMS, SMS Gateway juga dapat dimanfaatkan untuk keperluan lain seperti melakukan polling, transaksi dengan sebuah sistem, pemantauan, dan sebagainya. SMS Gateway merupakan pintu gerbang bagi penyebaran Informasi dengan menggunakan SMS. SMS Gateway dapat menyebarkan pesan ke ratusan nomor secara otomatis dan cepat yang langsung terhubung dengan database nomor-nomor ponsel saja tanpa harus mengetik ratusan nomor dan pesan di ponsel karenasemua nomor akan diambil secara otomatis dari database tersebut sehingga dapat menghemat waktu. Selain itu, kebutuhan untuk SMS Gateway juga tidak terlalu berlebihan karena hanya menggunakan sebuah PC dengan menggunakan sebuah ponsel, kabel data, kartu GSM, dan sebuah program yang dapat dibangun sendiri khususnya menggunakan bahasa pemrograman JAVA yang berfungsi sebagai pengirim pesan. SMS Gateway dapat mengustomisasi pesan-pesan yang ingin dikirim. Bahkan sekarang sudah bermunculan cloud SMS Gateway yang telah menyediakan Application Programming Interface (API), sehingga pengguna hanya membutuhkan sebuah pc dan jaringan internet saja untuk menggunakan layanan SMS Gateway. 25

Http : Request Your Sistem Http : Response Gambar 1 : Proses Kerja SMS Gateway Pada gambar 1 diatas dapat dilihat proses kerja SMS Gateway. SMS Gateway bekerja saat sistem melakukan request pada server SMS Gateway. Kemudian sistem akan memberikan response pada sistem dan mengirimkan SMS ke Mobile user dengan perantara Mobile Tower. SMS Gateway adalah sebagai jembatan komunikasi yang menghubungkan perangkat komunikasi (dalam hal ini ponsel) dengan perangkat komputer atau sistem, yang menjadikan aktifitas SMS menjadi lebih mudah untuk dilakukan. 26