Panduan Ringkas SRX210 Services Gateway

dokumen-dokumen yang mirip
Panduan Persiapan Ringkas SRX240 Services Gateway

Setting Briker/Asterisk dengan SPA-3102

Web Portal Bagi User. Gambar 4.28 Halaman Menu Utama (Home) User. Pada halaman menu utama User tersedia menu untuk CDR,

Cisco ADSL dan SHDSL Modem Router

TUTORIAL CISCO PACKET TRACER 5

A. TUJUAN PEMBELAJARAN

Konfigurasi Dan Instalasi Jaringan( TCP/IP ) Di Windows Server 2003

SETTING NETWORK. Pemerintah Daerah Kabupaten Sleman repo.slemankab.go.id

RICOH Ri 100/RICOH Ri 100 Pink/ RICOH Ri 100 Green Catatan untuk Pengguna LAN Nirkabel

MODUL PRAKTIKUM 09 NETWORK ADDRESS TRANSLATION DAN WIRELESS LAN

MANAUL KONFIGURASI SYNWAY SMG1004B-4O DENGAN BRIKERBOX

MODUL III Membuat Server HTTP Pada Jaringan

Mengeset IP Address Switch DLINK DES 3526 Oleh Happy Chandraleka (a.k.a. ÇäkrabiRâwÄ)

Jaringan Komputer MODUL 7. Tujuan

Resume. Pelatihan Membuat PC Router Menggunakan ClearOS. Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah. Lab. Hardware

Proses booting saat instalasi Endian firewall

B A B IV HASIL DAN PEMBAHASAN

NETPHONE-KE1020A. 1. Tujuan : a. Dapat Melakukan installasi Netphone - KE1020A dengan IP Phone dan PC. b. Dapat mengoperasikan Netphone-KE1020A.

MEMBUAT JARINGAN INTERNET GATEWAY UNTUK JARINGAN WIRED DAN WIRELESS MENGGUNAKAN MIKROTIK 750RB DAN ACCESSPOINT TP-LINK TL-WA801ND

Bab IV. Implementasi

Sistem Operasi Jaringan

Modul Ujikom TKJ 2014/2015 Page 1

BAB IV HASIL DAN ANALISA

BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN. Router Wireless PROLiNK WNR1004 Mikrotik RouterBoard Mikrotik RouterBoard 450G Kabel UTP dan konektor RJ45

Octtel VoIP Gateway SP4220

Peringatan Sebelum Melakukan Instalasi

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. terhadap hasil konfigurasi yang telah diimplementasikan. Adapun evaluasi yang

Panduan Pengoperasian Proyektor Jaringan


Internet, Sharing, dan Penggunaan Router 5.1 Koneksi Internet untuk Sharing

BAB III ANALISA DAN PEMBAHASAN MASALAH

BAB IV PENGOPERASIAN DATA LOGGER

PERANCANGAN SISTEM. 4.1 Perancangan Infrastruktur Jaringan

MEMBUAT JARINGAN WIFI ACCESS POINT-REPEATER WDS MENGGUNAKAN TP-LINK TL-WA801ND

Network Tech Support Switch Devices

User Manual. VSP-5002 Series VoIP Gateway

BAB 3. Metodologi. 3.1 Metodologi. Gambar 3.1 Kerangka Pikir Perancangan IP Telephony

BAB IV HASIL KERJA PRAKTEK. 4.1 Perancangan WLAN di Dinas Pariwisata. penempatan access point dipilih di tempat-tempat yang memang membutuhkan

BAB 4 PERANCANGAN. melakukan implementasi infrastruktur jaringan yang baru dan sistem IP Telephony

Panduan Operasional Firewall BPS Provinsi NSA2600

a. Pilih Wireless Connection Setup Wizard c. Secure Wireless Network = Best d. Wireless Security Password = Ind0n3si14n e. Terakhir pilih Save

MODUL B.1 INSTALASI JARINGAN KABEL UTP

Choirul Amri. I. Pendahuluan.

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN

Network Tech Support Inside local address Inside global address Outside local address Outside global address DHCP & NAT

PEMBAHASAN SOAL LKS PROVINSI KALIMANTAN SELATAN MODUL 3 ADITYA RAHMAN.

Proxy Server Administrator

Cara Setting IP Address DHCP di

APPLICATION LAYER. Oleh : Reza Chandra

Membuat Router dengan NAT pada Windows XP

Instalasi IPFire. Kebutuhan minimum piranti keras (hardware) untuk instalasi IPFire adalah sebagai berikut : Hardware yang di rekomendasikan :

OLEH : NUR RACHMAT.

Mulai Dari Sini. Melepas semua pita perekat dan membuka layar. Mengenali komponen-komponennya

BAB IV DESKRIPSI KERJA PRAKTEK

PRAKTIKUM JARINGAN KOMPUTER

: POB-SJSK-013 PROSEDUR OPERASIONAL BAKU Tanggal Berlaku : 1/01/2013 Backup & Recovery Nomor Revisi : 01

Puji Oktaviany Judul : DHCP. Deskripsi Modul : Memahami DHCP dan Konfigurasi DHCP Server

Proses booting saat instalasi Endian firewall

Bab XI Layanan Transisi IPV6. Iljitsch van Beijnum

PENGATURAN BANDWIDTH DI PT. IFORTE SOLUSI INFOTEK DENGAN MIKROTIK ROUTER BOARD 951Ui-2HnD

BAB IV PELAKSANAAN PEMASANGAN DATA INTERNET

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. adalah CD/DVD IPCop dan komputer yang digunakan tehubung dengan

STARTER KIT Application Note AN157 Browsing Internet Via GSM STARTER KIT

Laporan Praktikum Keempat

Ringkasan. Kebijakan. Persiapan

BAB 4 UJI COBA DAN EVALUASI. Dalam penerapan VoIP pada jaringan kantor pusat Kementerian Kelautan dan

Modul 5 Cisco Router

Maka akan tampil jendela Internet Information Services (IIS) Manager. Kemudian klik Web Sites Membuat folder data

Seri CPX20 Zero Client BOX. Panduan Pengguna

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM

TUTORIAL SETTING MIKROTIK UNTUK SETTING IP, DHCP, GATEWAY, DNS.

Instalasi dan Konfigurasi Jaringan Internet

Port Nama ether IP Address Ether1 1-Internet /24 Ether2 2-LAN-Cable /24 Ether5 5-Hotspot-AP /24

MODUL 1 PRAKTIKUM ADMINISTRASI JARINGAN. Pengenalan dan Instalasi Sistem Operasi Jaringan

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

Pengaturan OpenDNS. OpenDNS untuk meningkatkan waktu respon Web navigasi

CARA MEMASANG WIFI ACCESS POINT DENGAN MODEM

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM

MEMBUAT MAIL SERVER DENGAN WINDOWS SERVER 2003

4.5.2 Evaluasi Komunikasi Telepon dan Faks Analog secara Internal. Gambar 4-19 Topologi evaluasi komunikasi telepon analog dan faks.

BAB IV PEMBAHASAN Teknik Pengkabelan Twisted Pair

PRAKTIKUM KONEKSI JARINGAN MEDIA KABEL DAN WIFI LAPORAN. OLEH : SHOFIYATUN NAJAH NIM Offering E

MODUL 2 MEMBANGUN JARINGAN IPV6 PADA CISCO ROUTER

I. TOPOLOGI. TUTORIAL ROUTER BOARD MIKROTIK RB750 bagian -1 : Setting Dasar RB750 untuk LAN & Hotspot

Dalam konfigurasi Wireless Distribution System (WDS) setiap. mikrotik wireless dikonfigurasi sama dan saling terhubung yang sedikit

Cara Menginstal Dan Mengkonfigurasi DHCP Server Di Windows Server 2003

WIZnet. Application Note AN179 Wireless IP Printer 2 Oleh : Tim IE

COLOR LASERJET ENTERPRISE CM4540 MFP SERIES. Panduan Penginstalan Perangkat Lunak

LASERJET ENTERPRISE M4555 MFP SERIES. Panduan Penginstalan Perangkat Lunak

JARINGAN KOMPUTER. Zaid Romegar Mair, S.T., M.Cs

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

Tutorial membuat jaringan lokal sederhana dengan Windows XP

BAB 4 KONFIGURASI DAN UJI COBA. jaringan dapat menerima IP address dari DHCP server pada PC router.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

MEMBUAT HOTSPOT DENGAN ROUTERBOARD MIKROTIK 750

Praktikum Pertemuan 4 DHCP(Dynamic Host Configuration Protocol)

Menghubungkan CUCM dengan PSTN Gateway

Instalasi Jaringan Extended Service Set (ESS)

PETUNJUK PELAKSANAAN PRAKTIKUM ET3100 PRAKTIKUM TEKNIK TELEKOMUNIKASI 3: JARINGAN KOMPUTER

Transkripsi:

Panduan Ringkas SRX210 Services Gateway Gunakan petunjuk dalam panduan ringkas ini untuk membantu Anda menyambungkan SRX210 Services Gateway ke jaringan Anda. Untuk perincian, lihat SRX210 Services Gateway Hardware Guide di http://www.juniper.net/techpubs/a059.html. Panel Depan SRX210 Services Gateway (SRX210B, SRX210H, SRX210H-POE) Panel Depan SRX210 Services Gateway dengan Layanan Konvergensi Terpadu (SRX210H-P-MGW) 1 Slot Mini-PIM 5 Port USB 2 Tombol daya 6 Port Console 3 LED (ALARM, POWER, STATUS, HA, mpim, EXPCARD) 4 Tombol Reset Config 7 Port Gigabit Ethernet (0/0 dan 0/1) dan Fast Ethernet (0/2 hingga 0/7) Panel Belakang SRX210 Services Gateway (SRX210B, SRX210H, SRX210H-POE) 1 Port suara FXS dan FXO 5 Tombol Reset Config 2 Slot Mini-PIM 6 Port USB 3 Tombol daya 7 Port Console 4 LED (ALARM, POWER, STATUS, HA, mpim, EXPCARD) 8 Port Gigabit Ethernet (0/0 dan 0/1) dan Fast Ethernet (0/2 hingga 0/7) Panel Belakang SRX210 Services Gateway dengan Layanan Konvergensi Terpadu (SRX210H-P-MGW) 1 Unit catu daya 4 Kunci untuk kabel pengaman 2 Penahan untuk menggulung kabel 5 Slot ExpressCard 3 Titik ground 1 Unit catu daya 4 Kunci untuk kabel pengaman 2 Penahan untuk menggulung kabel 5 Slot ExpressCard 3 Titik ground

Model SRX210 Services Gateway Empat model SRX210 Services Gateways berikut ini sudah tersedia: Perangkat Memori DDR Daya lewat Ethernet Fasilitas Suara SRX210B 512 MB Tidak Tidak SRX210H 1 GB Tidak Tidak SRX210H-POE 1 GB Ya Tidak SRX210H-P-MGW 1 GB Ya Ya CATATAN: Pada model SRX210H-PoE dan SRX210H-P-MGW, PoE (Daya lewat Ethernet) sebesar 50 watt didukung pada keempat port (ge-0/0/0, ge-0/0/1, fe-0/0/2, dan fe-0/0/3). Kami menganjurkan metode penyambungan ini. Jika Anda menggunakan metode penyambungan ini, lanjutkan ke Bagian 3. Sambungkan kabel RJ-45 (kabel Ethernet) dari por berlabel CONSOLE ke adaptor DB-9 yang tersedia, yang kemudian menyambung ke port serial pada perangkat manajemen. (Pengaturan port serial: 9600 8-N-1.) Jika Anda menggunakan metode penyambungan ini, lanjutkan dengan petunjuk konfigurasi CLI yang tersedia dalam Branch SRX Series Services Gateways Golden Configurations di http://www.juniper.net/us/en/local/pdf/app-notes/3500153-en.pdf. Lihat ilustrasi di bawah ini untuk perincian tentang menyambungkan antarmuka manajemen. Menyambung dan Mengonfigurasi SRX210 Services Gateway Gunakan petunjuk di bawah ini untuk menyambung dan menyiapkan semua model SRX210 Services Gateway untuk melindungi jaringan Anda. Lihat lampu LED di panel depan perangkat untuk membantu Anda menentukan status perangkat. Bagian 1: Menyambungkan Kabel Daya ke Perangkat Sambungkan kabel daya ke perangkat dan sumber daya. Sebaiknya gunakan pelindung lonjakan arus. Perhatikan tanda-tanda berikut: LED POWER (hijau): Perangkat menerima daya. LED STATUS (hijau): Perangkat beroperasi secara normal. LED ALARM (kuning tua): Perangkat beroperasi secara normal, dan mungkin berkedip kuning tua apabila konfigurasi darurat belum diatur. Ini bukanlah kondisi panik. LED mpim (mati): Mini-PIM (Modul Antarmuka Fisik Mini) tidak ada atau tidak terdeteksi oleh perangkat. Jika LED berwarna hijau dan menyala terus, ini menandakan Mini-PIM berfungsi secara normal. CATATAN: Setelah konfigurasi darurat diatur, LED ALARM kuning tua menunjukkan adanya masalah kecil, dan LED ALARM merah pekat menunjukkan ada masalah besar pada gateway layanan. CATATAN: Setelah dinyalakan, tunggu 5 hingga 7 menit selama perangkat melakukan booting. Tunggu sampai LED STATUS berwarna hijau pekat sebelum melanjutkan ke bagian berikutnya. Bagian 2: Menyambungkan Perangkat Manajemen Sambungkan perangkat manajemen ke gateway layanan menggunakan salah satu metode berikut: Sambungkan kabel RJ-45 (kabel Ethernet) dari salah satu port di panel depan berikut ini ke port Ethernet pada perangkat manajemen (workstation atau laptop): ge-0/0/1 fe-0/0/2 hingga fe-0/0/7 Port Ethernet kabel RJ-45 Port Ethernet Bagian 3: Memahami Pengaturan Konfigurasi Default SRX210 Services Gateway adalah perangkat routing yang aman dan membutuhkan konfigurasi dasar berikut ini agar dapat berfungsi dengan benar: Antarmuka harus diberi alamat IP. Antarmuka harus terikat ke zona. Policy harus dikonfigurasi pada berbagai zona untuk mengizinkan/menolak lalu-lintas. Aturan NAT sumber harus dibuat. Perangkat mempunyai konfigurasi default berikut ini yang ditetapkan ketika Anda menyalakannya untuk pertama kali. Agar dapat menggunakan perangkat ini, Anda tidak perlu melakukan konfigurasi awal apa pun. Halaman 2

PENGATURAN DEFAULT PABRIK UNTUK ANTARMUKA Label Port Antarmuka Zona Keamanan PENGATURAN DEFAULT PABRIK UNTUK POLICY KEAMANAN PENGATURAN DEFAULT PABRIK UNTUK ATURAN NAT Status DHCP Alamat IP 0/0 ge-0/0/0 untrust client tidak ditetapkan 0/1 dan 0/2 ke 0/7 ge-0/0/1 dan trust server 192.168.1.1/24 fe-0/0/2 ke fe-0/0/7 Zona Sumber Zona Tujuan Policy trust untrust izinkan trust trust izinkan untrust trust tolak Zona Sumber Zona Tujuan Policy trust untrust Antarmuka NAT sumber ke zona untrust METODE 2: MENDAPATKAN ALAMAT IP STATIS PADA GATEWAY LAYANAN ANDA Gunakan port ge-0/0/0 untuk menyambung ke ISP Anda. ISP Anda akan menyediana alamat IP statis. Anda tidak akan menerima alamat IP dengan menggunakan proses DHCP. Jika Anda menggunakan metode ini untuk mendapatkan alamat IP pada gateway layanan Anda, ikuti petunjuk dari Bagian 6 hingga Bagian 9 dalam dokumen ini. Bagian 6: Mengakses Antarmuka J-Web 1. Luncurkan browser Web pada perangkat manajemen. 2. Masukkan http://192.168.1.1 di bidang alamat URL. Halaman login J-Web akan ditampilkan. 3. Tetapkan root sebagai nama pengguna default. Jangan masukkan apa pun dalam bidang Password. 4. Klik Log In. Halaman J-Web Initial Setup akan ditampilkan. Bagian 4: Memastikan bahwa Perangkat Manajemen Mendapatkan Alamat IP Setelah menyambungkan perangkat manajemen ke gateway layanan, proses server DHCP pada gateway layanan secara otomatis akan menetapkan alamat IP bagi perangkat manajemen tersebut. Pastikan perangkat manajemen mendapatkan alamat IP pada subjaringan 192.168.1/24 (selain 192.168.1.1) dari perangkat tersebut. CATATAN: Gateway layanan berfungsi sebagai server DHCP dan akan menetapkan alamat IP bagi perangkat manajemen. Jika alamat IP tidak ditetapkan bagi perangkat manajemen lakukan konfigurasi alamat IP secara manual di subjaringan 192.168.1.0/24. Jangan menetapkan alamat IP 192.168.1.1 bagi perangkat manajemen, karena alamat IP itu sudah ditetapkan untuk perangkat ini. Secara default, server DHCP diaktifkan pada antarmuka L3 VLAN, (IRB) vlan.0 (ge-0/0/1 dan fe-0/0/2 ke fe-0/0/7), yang dikonfigurasi dengan alamat IP 192.168.1.1/24. Ketika dinyalakan pertama kali, SRX210 Series Services Gateway akan booting dengan menggunakan konfigurasi default pabrik. Bagian 5: Memastikan bahwa Alamat IP Ditetapkan bagi Services Gateway Gunakan salah satu metode berikut untuk mendapatkan alamat IP pada gateway layanan: METODE 1: MENDAPATKAN ALAMAT IP DINAMIS PADA GATEWAY LAYANAN ANDA Gunakan port ge-0/0/0 untuk menyambung ke ISP (Penyedia Layanan Internet) Anda. ISP Anda akan menetapkan alamat IP dengan menggunakan proses DHCP. Jika Anda menggunakan metode ini untuk mendapatkan alamat IP pada gateway layanan Anda, lanjutkan dengan langkah-langkah dari Bagian 6 hingga Bagian 9 dalam dokumen ini untuk mengonfigurasi perangkat Anda dan untuk meneruskan trafik. Bagian 7: Mengonfigurasi Pengaturan Dasar Buat konfigurasi pengaturan dasar, seperti Host, Domain, dan Root Password untuk gateway layanan Anda. PENTING: Pastikan Anda sudah mengonfigurasi alamat IP dan password root sebelum Anda menerapkan konfigurasi tersebut. CATATAN: Semua bidang yang diberi tanda bintang (*) wajib diisi. Jika Anda sudah menggunakan Metode 2 di Bagian 5 untuk mendapatkan alamat IP pada gateway layanan Anda, pastikan Anda melakukan modifikasi J-Web berikut ini: 1. Jangan centang kotak cek Enable DHCP on ge-0/0/0.0. Halaman 3

2. Masukkan secara manual alamat IP yang disediakan oleh ISP Anda di bidang ge-0/0/0.0 address. Alamat IP harus dimasukkan dalam format a.b.c.d/xx, di mana xx adalah subnet mask. 3. Masukkan alamat IP gateway di bidang Default Gateway. Alamat IP untuk gateway juga disediakan oleh ISP. 4. Masukkan nama server di bidang DNS name servers. Nama server akan disediakan oleh ISP Anda. 5. Terapkan konfigurasi tersebut. Bagian 1: Menyambungkan port FXO dan FXS 1. Sambungkan port FXS (FXS1 atau FXS2) pada perangkat ke perangkat analog seperti telepon, faks, atau modem melalui kabel RJ-11. 2. Sambungkan port FXO (FXO1 atau FXO2) pada perangkat ke switch kantor pusat (CO) atau ke port stasiun pada PSTN melalui kabel RJ-11. 3. Sambungkan kabel Ethernet dari port PoE (ge-0/0/0, ge-0/0/1, fe-0/0/2, fe-0/0/3) ke telepon VoIP. Bagian 8: Menerapkan Konfigurasi Dasar 1. Klik Commit untuk menyimpan konfigurasi dasar. 2. Klik Apply untuk menerapkan konfigurasi dasar. CATATAN: Untuk mengubah konfigurasi antarmuka, lihat Branch SRX Series Services Gateways Golden Configurations di http://www.juniper.net/us/en/local/pdf/app-notes/3500153-en.pdf. Bagian 9: Memverifikasi Konfigurasi Kunjungi http://www.juniper.net untuk memastikan bahwa Anda sudah tersambung ke internet. Konektivitas ini akan memastikan bahwa Anda dapat meneruskan lalu-lintas melalui gateway layanan. CATATAN: Jika halaman http://www.juniper.net tidak dapat dimuat, periksa pengaturan konfigurasi Anda, dan pastikan bahwa Anda sudah menggunakan konfigurasi tersebut. Setelah menyelesaikan langkah ini, Anda dapat meneruskan trafik dari port terpercaya ke port yang untrust. Menyambung dan Mengonfigurasi SRX210 Services Gateway dengan Layanan Konvergensi Terpadu Jika Anda memiliki model SRX210H-P-MGW, gunakan petunjuk di bawah ini untuk mengonfigurasi fasilitas suara pada gateway media dan mempersiapkan penggunaan perangkat Anda untuk membuat dan menerima panggilan. Tabel berikut ini menyediakan ikhtisar langkah-langkah yang harus Anda ikuti untuk mengonfigurasi fasilitas suara pada gateway media. Langkah Tugas Langkah Tugas 1 Menyambungkan port FXO dan FXS. 7 Mengonfigurasi trunk. 2 Mengakses antarmuka J-Web. 8 Mengonfigurasi grup trunk. 3 Mengonfigurasi kelas pembatasan. 9 Membuat dial plan. 4 Mengonfigurasi stasiun SIP. 10 Mengonfigurasi gateway media. 5 Mengonfigurasi stasiun analog. 11 Mengonfigurasi survivable call server. 6 Mengonfigurasi peer call server. Bagian 2: Mengakses Antarmuka J-Web 1. Luncurkan browser Web dari perangkat manajemen. 2. Login dengan menggunakan identitas Anda yang dibuat saat konfigurasi awal seperti dijelaskan di bagian Menyambung dan Mengonfigurasi SRX210 Services Gateway. 3. Halaman J-Web Dashboard akan ditampilkan. Bagian 3: Mengonfigurasi Kelas Pembatasan Konfigurasi kelas pembatasan untuk menetapkan policy yang dikhususkan untuk menentukan izin jenis panggilan: 1. Pilih Configure > Convergence Services > Station > Class of Restriction. Halaman Class of Restriction Configuration akan ditampilkan. 2. Klik Add untuk membuat kelas pembatasan baru. Halaman New Class of Restriction akan ditampilkan. 3. Masukkan nama di bidang Class of Restriction. 4. Klik Add untuk menambahkan policy baru ke kelas pembatasan yang sedang Anda buat. Halaman New Policy Configuration akan ditampilkan. 5. Lakukan tindakan-tindakan berikut: Policy Available Call Types Permissions CATATAN: Secara default, yang diizinkan hanya panggilan dalam-cabang dan panggilan darurat. Bagian 4: Mengonfigurasi Stasiun SIP Tetapkan nama policy. Pilih jenis panggilan yang tersedia bagi pengaturan Anda. Tetapkan izin (izinkan atau tolak) pada jenis panggilan yang dipilih. CATATAN: Untuk konfigurasi awal perangkat, Anda tidak perlu mengonfigurasi template stasiun. Anda dapat menggunakan nilai default. 1. Pilih Configure > Convergence Services > Station. Halaman Station Configuration akan ditampilkan. Halaman 4

2. Klik Add untuk menambahkan stasiun baru dan melakukan tindakan dasar yang wajib berikut ini: Extensions Class of Restriction Template Tetapkan nama stasiun. Masukkan nomor ekstensi stasiun. Pilih kelas pembatasan yang telah dikonfigurasi. Pilih template stasiun yang sudah ditetapkan. Anda dapat menyeragamkan template analog sehingga dapat berbagi konfigurasi yang sama. Bagian 5: Mengonfigurasi Stasiun Analog 1. Pilih Configure > Convergence Services > Station. Halaman Station Configuration akan ditampilkan. 2. Klik Add untuk menambahkan stasiun baru dan melakukan tindakan dasar yang wajib berikut ini: Extensions Class of Restriction Template TDM Interface Tetapkan nama stasiun. Masukkan nomor ekstensi stasiun. Pilih kelas pembatasan yang telah dikonfigurasi. Pilih template stasiun yang sudah ditetapkan. Tetapkan jenis antarmuka TDM yang akan dikonfigurasi (FXO, FXS, atau T1). CATATAN: Anda dapat menyeragamkan setiap stasiun SIP sehingga dapat berbagi konfigurasi yang sama. Bagian 6: Mengonfigurasi Peer Call Server Konfigurasi peer call server yang menyediakan layanan pengaturan rute panggilan dan penanganan panggilan untuk perangkat: 1. Pilih Configure > Convergence Services > Call Server. Halaman Peer Call Server Configuration akan ditapilkan. 2. Lakukan tindakan-tindakan dasar yang wajib berikut: Tetapkan nama untuk peer call server. PSTN Access Tetapkan nomor PSTN eksternal untuk survivable call server yang akan Number digunakan jika harus langsung menghubungi PSTN. Address Type Pilih jenis alamat apakah fqdn atau ipv4-address. FQDN Masukkan FQDN. IP Address Maukkan alamat IP peer call server. CATATAN: Ketika mengonfigurasi peer call server: Agar perangkat dapat mengotentikasi dirinya dengan peer call server, Anda mungkin perlu menyediakan ID pengguna dan sandi perangkat tersebut yang diwajibkan oleh administrator peer call server. Anda dapat menggunakan nilai default dalam bidang Port (5060) dan Transport (UDP). Untuk konfigurasi awal perangkat, Anda tidak perlu menetapkan codec. Yang digunakan adalah serangkaian codec default. Secara default, codec ditetapkan dalam urutan berikut: 711-µ, G711-A, G729AB. Bagian 7: Mengonfigurasi Trunk Buat konfigurasi trunk untuk antarmuka TDM (pemultipleksan pembagian waktu) PSTN yang akan digunakan oleh perangkat atau survivable call server untuk merutekan panggilan ke tujuan. 1. Pilih Configure > Convergence Services > Gateway > Trunks. Halaman New Trunk Configuration akan ditampilkan. 2. Lakukan tindakan-tindakan berikut: Trunk Masukkan nama trunk. Trunk Type Pilih jenis trunk (FXO, FXS, atau T1). TDM Interface Pilih jenis antarmuka TDM yang akan dikonfigurasi (FXO, FXS, atau T1) untuk merutekan jenis panggilan tertentu. Bagian 8: Mengonfigurasi Grup Trunk Satu grup trunk terdiri dari beberapa trunk yang ditetapkan sesuai urutan pemilihannya untuk merutekan panggilan. 1. Pilih Configure > Convergence Services > Gateway > Trunk Groups. Halaman Trunk Group Configuration akan ditampilkan. 2. Klik Add untuk membuat grup trunk baru dan lakukan tindakan wajib berikut ini: Available Trunks Bagian 9: Membuat Dial Plan Tetapkan nama grup trunk. Pilih trunk yang dapat digunakan bagi pengaturan Anda. Buat dial plan agar peer call server dapat merutekan panggilan keluar dari telepon SIP/stasiun analog di cabang ke PSTN. 1. Pilih Configure > Convergence Services > Dial Plan lalu klik Dial Plan. Halaman Dial Plan Configuration akan ditampilkan. 2. Klik Add untuk membuat dial plan baru. Halaman New Dial Plan Configuration akan ditampilkan. 3. Masukkan nama di bidang Dial Plan lalu klik Add. Halaman New Route Pattern Configuration akan ditampilkan. Halaman 5

4. Lakukan tindakan-tindakan dasar yang wajib berikut: Route Pattern Call Type Trunk-groups Tetapkan nama untuk pola rute. Pilih jenis panggilan. Jenis default adalah trunk-call. Pilih grup trunk yang sudah disiapkan untuk dimasukkan dalam pola rute. CATATAN: Anda dapat menggunakan nilai default dalam bidang Preference dan Digit Manipulation. Bagian 10: Mengonfigurasi Gateway Media Konfigurasi gateway media agar pengguna dapat membuat panggilan di dalam satu cabang dan ke luar ketika peer call server dapat diakses untuk menyediakan layanan pengaturan rute panggilan dan penanganan panggilan lainnya. 1. Pilih Configure > Convergence Services > Media Gateway > Gateway. Halaman Media Gateway Configuration akan ditampilkan. 2. Klik Add lalu masukkan pengaturan wajib berikut ini: CATATAN: Semua parameter lain yang diperlukan untuk mengonfigurasi layanan panggilan bersifat opsional dan Anda dapat menggunakan nilai default yang ditetapkan untuk parameter-parameter tersebut. Mematikan Perangkat Anda dapat mematikan perangkat dengan salah satu cara berikut ini: Cara lambat Tekan lalu segera lepaskan tombol Daya. Perangkat akan mematikan sistem operasi secara lambat. Cara cepat Tekan terus tombol Daya selama 10 detik. Perangkat akan langsung dimatikan. Tekan lagi tombol Daya untuk menyalakan perangkat. CATATAN: Anda dapat booting ulang atau menghentikan sistem dalam antarmuka J-Web dengan memilih Maintain > Reboot. Untuk informasi tambahan tentang konfigurasi, lihat Branch SRX Series Services Gateways Golden Configurations di http://www.juniper.net/us/en/local/pdf/app-notes/3500153-en.pdf. Untuk perincian informasi konfigurasi perangkat lunak, lihat dokumentasi perangkat lunak yang tersedia di http://www.juniper.net/techpubs/software/junos-srx/index.html. Media Gateway Call Server Dial Plan Zone Tetapkan nama perangkat. Pilih server panggilan peer yang akan dihubungkan. Pilih aturan dial yang sudah disiapkan. Tetapkan titik layanan untuk zona perangkat untuk mengaktifkan gateway media dan layanan server panggilan nonstop untuk zona tersebut. Menghubungi Juniper Networks Untuk dukungan teknis, lihat http://www.juniper.net/support/requesting-support.html. CATATAN: Anda dapat menggunakan nilai default dalam bidang Port (5060) dan Transport (UDP). Bagian 11: Mengonfigurasi Survivable Call Server Server ini akan bertanggung jawab atas peer call server ketika peer call server tidak dapat dijangkau: 1. Pilih Configure > Convergence Services > Call Service. Halaman Survivable Call Service akan ditapilkan. 2. Klik Add untuk membuat layanan panggilan baru dan lakukan tindakan dasar yang wajib berikut ini: Call Service Call Server Dial Plan Zone Tetapkan nama untuk server panggilan. Pilih nama peer call server. Pilih dial plan yang sudah disiapkan untuk digunakan dalam survivable call server. Tetapkan nama untuk zona tersebut. Juniper Networks, the Juniper Networks logo, JUNOS, NetScreen, ScreenOS, and Steel-Belted Radius are registered trademarks of Juniper Networks, Inc. in the United States and other countries. JUNOSe is a trademark of Juniper Networks, Inc. All other trademarks, service marks, registered trademarks, or registered service marks are the property of their respective owners. Juniper Networks assumes no responsibility for any inaccuracies in this document. Juniper Networks reserves the right to change, modify, transfer, or otherwise revise this publication without notice. Products made or sold by Juniper Networks or components thereof might be covered by one or more of the following patents that are owned by or licensed to Juniper Networks: U.S. Patent Nos. 5,473,599, 5,905,725, 5,909,440, 6,192,051, 6,333,650, 6,359,479, 6,406,312, 6,429,706, 6,459,579, 6,493,347, 6,538,518, 6,538,899, 6,552,918, 6,567,902, 6,578,186, and 6,590,785. Copyright 2010, Juniper Networks, Inc. All rights reserved. Printed in USA. Part Number: 530-033828-ID Rev. 01, March 2010.