BAB IV PENGUJIAN DAN EVALUASI SISTEM

dokumen-dokumen yang mirip
SETTING TITIK-TITIK REFERENSI PADA MESIN CNC ET-242 (Titik Nol Benda, dan Titik Nol Pahat)

Materi 3 Seting Benda Kerja, Pahat, dan Zero Offset Mesin Bubut CNC Tujuan :

Prinsip Kerja dan Pengoperasian

Materi 5. Mengoperasikan mesin frais CNC untuk membuat benda kerja

MODUL CNC MILLING DENGAN SWANSOFT CNC SIMULATOR

BAHASA, METODE DAN STRUKTUR PROGRAM CNC (Aplikasi untuk Mesin Bubut CNC)

Materi 5. Mengoperasikan mesin bubut CNC untuk membuat benda kerja

MODUL CNC-2. Oleh: Dwi Rahdiyanta FT-UNY. KEGIATAN BELAJAR : Menghidupkan Mesin Bubut CNC

MODUL CNC- 5. Oleh: Dwi Rahdiyanta FT-UNY. KEGIATAN BELAJAR : Mengoperasikan Mesin Bubut CNC

Materi 2. Menghidupkan Mesin Bubut CNC dengan Sistem Kontrol Sinumerik 802 S/C base line

Materi 1. Mengenal Bagian-bagian Utama Mesin Bubut CNC, Panel Kontrol Sinumerik 802 S/C base line, dan tata nama sumbu koordinat

1. Langkah-langkah untuk menghidupkan mesin CNC, adalah? a. Tekan tombol R b. Tekan tombol U c. Tekan tombol I d. Tekan tombol JOG e.

MODUL MESIN CNC-3. Oleh: Dwi Rahdiyanta FT-UNY

TUTORIAL CNC BUBUT STEP. Setelah mempelajari tutorial ini mahasiswa memiliki kompetensi:

Modul Teknik Pemesinan Frais CNC

Materi 4. Menulis Program di Mesin Bubut CNC (membuka, menulis, dan mengedit program CNC)

Materi 3. Seting Alat potong, Benda Kerja, dan Zero Offset pada Mesin Frais CNC

Oleh: Fikri Yoga Pemana Dosen Pembimbing: Dr. Ir. Moch. Rameli

KEGIATAN BELAJAR : Membuat Program di Mesin Bubut CNC

SISTEM OPERASI DAN PEMROGRAMAN SINUMERIK 802 C BASE LINE CNC MILLING

MATERI PPM PRINSIP PEMBUATAN PROGRAM CNC (Metode, Struktur, dan Eksekusi Program)

Panduan Instalasi Program (Setup) Mesin CNC Virtual/Simulator

BAB III PERANCANGAN SOFTWARE

PEMBUATAN ADAPTER MILLING CNC MENGGUNAKAN CNC FANUC SERIES OI MATE TC BERBASIS SOFTWARE

PEMROGRAMAN CNC DENGAN SOFTWARE MASTER CAM

Mesin Milling CNC 8.1. Proses Pemotongan pada Mesin Milling

TUTORIAL DESAIN DRILL BERTINGKAT MENGGUNAKAN SOFTWARE MASTERCAM X5 & SWANSOFT CNC SIMULATOR

Dasar Pemrograman Mesin Bubut CNC Type GSK 928 TE

BAGIAN-BAGIAN UTAMA MESIN MILLING CNC (EMCO CNC VMC- 100/200) Oleh: Dr. Dwi Rahdyanta FT-UNY

Memprogram Mesin CNC (Dasar)

Materi 4. Menulis Program CNC di Mesin Frais CNC (membuka, menulis, dan mengedit program CNC)

Oleh: Dwi Rahdiyanta Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta

Materi 4. Menulis Program di Mesin Bubut CNC (membuka, menulis, dan mengedit program CNC)

Mesin frais CNC TU-3A

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

MATERI KULIAH CNC Instruksi pengoperasian Mesin Frais CNC

Berita Teknologi Bahan & Barang Teknik ISSN : Balai Besar Bahan dan Barang Teknik Departemen Perindustrian RI No. 22/2008 Hal.

PEMROGRAMAN CNC. Program adalah sejumlah perintah dalam bentuk kode yang dipakai untuk mengendalikan mesin.

MODUL PRAKTIKUM PROSES DAN SISTEM PRODUKSI. CNC- Computer Numerical Control Oleh : Arief Darmawan

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA MEKANISME PENGGERAK PAHAT MESIN ROUTER PADA ARAH SUMBU-Z

MATA PELAJARAN : TEKNIK PEMESINAN JENJANG PENDIDIKAN : SMK

MODUL PRAKTIKUM CNC II MASTERCAM LATHE MILLING

MATERI PPM PENGOPERASIAN MESIN CNC ET-242 (Sistem Persumbuan dan Tombol pengendali Mesin) Oleh: Dwi Rahdiyanta FT-UNY

SOAL LATIHAN 3 TEORI KEJURUAN PEMESINAN

Bab 1. Pendahuluan. menggunakan bantuan aplikasi CAD (Computer-Aided Design) untuk. menggunakan komputer ini disebut sebagai mesin Computer based

PERANCANGAN MODEL PEMBELAJARAN DIGITAL PADA PRAKTIKUM MESIN LATHE CK6132D

BAB lll PROSES PEMBUATAN BOSS FRONT FOOT REST. Pada bab ini penulis menjelaskan tentang langkah kerja pembuatan benda

BUBUT CNC. Tol. Jumlah Bahan No Dokumen JST/MES/MES322/01 ± 0,05 1 Al = 28x120 Edisi 02 Berlaku Efektif 02 KONTUR LURUS. Skala 1.5 : 1 Digambar oleh

MATERI PPM PRINSIP-PRINSIP PEMBUATAN PROGRAM PADA MESIN MILLING CNC Oleh: Dwi Rahdiyanta FT-UNY

BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

MATERI PPM APLIKASI FUNGSI G02 DAN G03 MESIN BUBUT CNC Oleh: Dwi Rahdiyanta FT-UNY

BAB III ANALISIS MASALAH DAN RANCANGAN PROGRAM

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

Materi 2. Menghidupkan Mesin Frais CNC dengan Sistem Kontrol Sinumerik 802 S/C base line

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

Secara garis besar mesin Milling CNC dapat digolongkan menjadi 2 macam, yaitu :

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA JOBSHEET CNC DASAR. No. JST/MES/MES322/ 07 Revisi : 02 Tgl : 16 Agustus

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. akan dilakukan untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan aplikasi. Untuk itulah,

Modul Teknik Pemesinan Bubut CNC

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

BAB IV PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN

MODUL PRAKTIKUM NC/CNC SEMESTER GANJIL JURUSAN TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS BRAWIJAYA

SUMBER BELAJAR PENUNJANG PLPG 2016 TEKNIK PEMESINAN

BAB V PENGUJIAN DAN ANALISA. Tempat Melakukan Pengujian : Peralatan Yang Dibutuhkan :

BAB II LANDASAN TEORI

BAB IV HASIL DAN ANALISIS

MESIN BUBUT CNC ET 242. A. BAGIAN BAGIAN UTAMA DAN KONTROL MESIN ET bagian utama

BEKERJA DENGAN MESIN BUBUT

Tutorial Pengoperasian dan Pemrograman Mesin Bubut CNC GSK 928 TE

PERBEDAAN WAKTU PENGERJAAN PADA PEMOGRAMAN INCREMENTALDAN ABSOLUTE PADA MESIN CNC MILLING TU 3A. Aep Surahto 1)

MENGOPERASIKAN MESIN CNC (DASAR)

PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI CNC WIRE CUT PROGRAMMER

PERTEMUAN TEKNIK PEMOGRAMAN MIKROKONTROLER 89C51

BAB IV OPERASI MESIN CNC TURRET PUNCH. IV.1 Profil Mesin CNC Turret Punch Tailift HPS 1500

BAB 4. mempunyai prosesor 1.6 Ghz atau diatasnya dengan memori RAM sebesar 1GB. Dimana


PEMROGRAMAN CNC TU-2A Penggantian Alat Potong (M06) Oleh: Dr. Dwi Rahdiyanta FT-UNY

MODUL BUBUT CNC. Oleh: Dwi Rahdiyanta FT-UNY

LAPORAN TUGAS COMPUTER NUMERICAL CONTROL

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

BAB IV PENGUJIAN SISTEM DAN ANALISA

MODUL 3 PRAKTEK PEMBUATAN PROGRAM UNTUK MESIN FRAIS CNC TU-3A

Teknik Pemesinan CNC. Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta. (Mesin Frais CNC, Mesin Bubut CNC, dan Mastercam)

MODUL PRAKTIKUM NC/CNC SEMESTER GANJIL 2017/2018

TE Pengantar Pemrograman Mesin NC

Job Sheet CAD/CAM MES5324. Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta

BAB III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini akan dilaksanakan dalam 4 bulan yaitu dari bulan Oktober 2014

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

Delphi Cara membuka aplikasi Delphi 7. Start All Programs Borland Delphi 7 Delphi Perkenalan jendela Delphi 7. syahada.blogspot.

BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISIS

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

MODUL 3 PRAKTEK PEMBUATAN PROGRAM UNTUK MESIN BUBUT CNC TU-2A

MODUL 3 PRAKTEK PEMBUATAN PROGRAM UNTUK MESIN BUBUT CNC TU-2A

BAB I. Pengenalan Perangkat Lunak CAD/CAM dan Mastercam versi 9

PEMBUATAN MODEL POROS RODA DEPAN VESPA PADA MESIN BUBUT CNC EMCOTURN 242 MENGGUNAKAN SOFTWARE AUTOCAD 2004 DAN PROGRAM SIMULASI MASTERCAM X

Pengembangan Sistem Konversi Citra ke G-Code untuk Aplikasi Manufaktur

Fungsi : Dasar Fungsi

Transkripsi:

BAB IV PENGUJIAN DAN EVALUASI SISTEM 4.1. Gambaran Umum Pengujian software simulasi ini akan dijelaskan meliputi tiga tahap yaitu : input, proses dan output. Pada proses input pertama kali yang dilakukan oleh user adalah membuat G codes dari benda kerja yang di rencanakan. Dari G codes yang telah dibuat kemudian diproses dengan melakukan simulasi pembentukan benda kerja dari kode yang dimasukkan, sehingga menghasilkan benda kerja yang diinginkan dan sesuai dengan yang direncananakan. Benda kerja tersebut merupakan output dari aplikasi simulator NC/CNC. Gambar 4.1. Tampilan awal interface pada program simulasi NC/CNC 81

82 Pada gambar 4.1 tampilan saat pertama kali menjalankan aplikasi dari software simulasi ini, dan akan masuk pada mode utama manual, tampak pada monitor ada tulisan ALARM 460 : Reference Position not Active, maksud dari alarm ini menunjukkan bahwa posisi titik referensi pada mesin CNC tidak aktif. Berikut akan dijelaskan langkah-langkah dari aplikasi simulator NC/CNC mulai dari input, proses yang diperlukan hingga output beserta pengujian dari simulasi yang dibuat: 4.1.1 Prosedur Mode Manual Pada mode ini akan menjelaskan tentang pengaktifan titik referensi pada mesin CNC, dengan jalan menekan tombol Reference, kemudian diikuti dengan penekanan tombol Cycle Start, sehingga monitor akan menampilkan tulisan Zero point for turning is in the center of left screen edge, maksudnya titik referensi pada mesin CNC sudah aktif, seperti pada gambar 4.2. Gambar 4.2. mode manual pengaktifan titik referensi

83 4.1.2 Pengujian Mode Execute Mode ini tidak dijelaskan dengan detail, pada made execute ini hanya ditampilkan pada layar manitor seperti dibawah ini : Gambar 4.3. Mode execute 4.1.3 Pengujian Mode Edit Pada mode utama edit ini terdiri dari beberapa sub mode yaitu prosedur penyimpanan dan transfer data pada pemrograman CNC melalui peralatan port kaset, port RS 232, port paralel. Pada software ini ketiga fungsi sub mode tidak diaktifkan. Hal-hal yang mungkin dilakukan dari mode pada mode edit ini antara lain : A. Menampilkan file program yang sudah tersimpan Untuk menampilkan file program yang sudah tersimpan pada mode edit ini yaitu, dengan mengaktifkan tombol SHIFT kemudian menekan tombol huruf L, dan yang terakhir tombol ENTER. Dapat dilihat pada gambar 4.4.

84 menampilkan daftar semua nama file program yang sudah tersimpan dalam program simulasi. Gambar 4.4. Daftar semua nama file B. Pemanggilan file program dan pembuatan file program baru. Untuk membuka file program secara langsung yang telah tersimpan, tanpa harus melihat dartar isi file sebelumnya, seperti pada gambar 4.4 diatas, diberikan shortcut sebagai alternatif lain dalam pemanggilan file program G codes yaitu dengan menuliskan langsung nama file yang diinginkan, contohnya O0002, kemudian menekan tombol ENTER, maka dilayar monitornya akan ada tulisan FOUND maksudnya, bahwa nama file yang ditulis sudah ada. Seperti terlihat pada gambar 4.5.

85 Gambar 4.5. Daftar semua nama file Pada proses pembuatan program file baru, tidak jauh beda dengan proses pada pemanggilan file program diatas, yaitu dengan menuliskan nama file yang baru, sebagai contoh O0009, kemudian tekan tombol ENTER, maka dilayar monitor akan keluar tulisan NEW, maksudnya nama file tersebut masih baru atau belum pernah digunakan, dapat dilihat pada gambar 4.6. Ditahap ini pula, dapat melakukan penulisan kode-kode G yang baru beserta parameter-parameter yang diperlukan dalam membuat benda kerja pada file program O0009 dan perubahan-perubahan program kode-kode G pada file program sudah tersimpan, dengan melanjutkan langkah proses pemanggilan program file diatas, seperti terlihat pada gambar 4.7.

86 Gambar 4.6. Untuk nama file program baru O0009 Gambar 4.7. Penulisan program kode-kode G

87 C. Pengoperasian tabel position shift offset (PSO) Sebelum melakukan eksekusi program kode-kode G, seharusnya dilakukan pengecekkan dahulu nilai-nilai yang ada pada tabel position shift offset (PSO), ini dilakukan untuk menentukan apakah nilai titik-titik pergeserannya sesuai dengan dengan program kode-kode G yang akan dieksekusi. Dalam menentukan nilai-nilai pada tabel PSO ini, dapat dilakukan di mode utama edit, nilai-nilai yang ada di dalamnya dapat di ubah-ubah disesuaikan dengan nilai-nilai kode-kode G yang telah dibuat, prosedur pengoperasiannya adalah pertama yang dilakukan menekan tombol SHIFT, dilanjutkan dengan dengan menekan tombol PSO dan terakhir tombol ENTER, dapat dilihat nilai-nilai tabel PSO pada gambar 4.8. Gambar 4.8. Tabel position shift offset (PSO)

88 D. Pengoperasian tabel data tool (TO) Seperti yang sudah dijelaskan pada bab sebelumnya, bahwa tabel too/ pahat (TO) berisi daftar jenis pahat yang digunakan untuk pemakanan benda kerja. Untuk menampilkan tabel TO pada mode edit ini dengan prosedur sebagai berikut, pertama penekanan tombol SHIFT, dilanjutkan penekanan tombol TO di akhiri dengan penekanan tombol ENTER, seperti pada gambar 4.9. perlu diketahui bahwa dalam menentukan atau memasang jenis pahat pada turet yang digunakan pada mesin CNC yang sebenarnya, disesuaikan dengan kebutuhan saja, maksudnya jika ada jenis/nomer pahat yang tidak akan digunakan pada proses pengerjaan suatu benda kerja, sebaiknya jenis pahat tersebut tidak dipasang pada turet. Gambar 4.9. Tabel tool offset (TO)

89 4.1.4 Pengujian Mode Automatic Pada mode automatic ini, G-codes yang sudah dibuat akan diproses atau diterjemahkan kedalam gerakan yang sudah ditentukan berdasarkan fungsi-fungsi dari kode G dan parameter-parameternya. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat contoh listing G-codes dari file program O0002 dan file program O0003, yang akan digunakan untuk tahap pengujian ini program simulasi. A. Untuk contoh program file O0002 Pada percobaan ini dapat dilihat tampilan pada monitor gambar 4.10, tampilan file program O0002 ini masih terdapat pada mode edit. Gambar 4.10. Tampilan kode-kode G pada monitor

90 Contoh 1, semua listing program G-codes serta paramater-parameter dari file program O0002 seperti dibawah ini : Program O0002 N0000 G55 N0010 G92 X0.000 Z60.000 N0020 G59 N0030 T0101 N0035 M04 N0037 M08 N0040 G96 S200 N0050 G95 F500 N0060 G00 X34.000 Z0.000 N0080 G00 Z2.000 N0090 G00 X30.000 N0100 G84 X18.000 Z-24.000 P2/-5.000 D3/2000 F700 N0110 G00 X150.000 Z100.000 N0120 M05 N0125 M09 N0130 T0303 N0135 M04 N0137 M08 N0140 G96 S300 N0150 G95 F250 N0160 G00 X12.000 Z1.000 N0170 G42 N0180 G01 X14.000 Z0.000 F100 N0190 G01 X16.000 Z-1.000 N0200 G01 Z-25.000 N0210 G01 X28.000 Z-30.000 N0220 G01 Z-45.000 N0230 G01 X30.000 N0240 G40 N0250 G00 X150.000 Z100.000 N0260 M05 N0265 M09 N0270 T0505 N0275 M04 N0277 M08 N0280 G96 S100 N0290 G95 F100 N0300 G00 X34.000 Z-40.000 N0310 G01 X25.000 F100 N0320 G97 S1000 N0340 G00 X34.000 N0350 G00 X150.000 Z100.000 N0360 T0000 N0360 M09 N0370 G53 N0380 G56 N0350 M30 Dari proses tampilan gambar 4.8 diatas, dilanjutkan dengan penekanan tombol Automatic pada softkey diteruskan dengan penekanan tombol Cycle Start, akan di dapatkan tampilan seperti terlihat pada gambar 4.11.

91 Gambar 4.11. Benda kerja siap dipahat Dari gambar 4.11, tahap pertama yang akan dilakukan sebelum proses pembubutan pada benda kerja adalah memberikan nilai panjang (sumbu Z) dan diameter (sumbu X) benda kerja. Setelah memberikan nilai panjang dan diameter benda kerja, benda kerja siap untuk proses pembubutan, dengan menekan tombol Start, maka proses pemakanan benda kerja dimulai. Pada proses pemakanan benda kerja yang dilakukan dengan membaca kode-kode G untuk diterjemahkan kedalam gerakan-gerakan pahat. Untuk contoh pada gambar 4.12, file program O0002 menjelaskan bahwa yang terjadi adalah sumbu utama berputar berlawanan dengan arah jarum jam, karena fungsi yang aktif M04, untuk fungsi yang aktif M08 mengaktifkan pendingin pada mesin CNC, pada paha bubut yang aktif adalah T0101.

92 Gambar 4.12. proses pemakanan benda kerja Gambar 4.13. Output dari file program O0002

93 Setelah program simulasi NC/CNC menterjemahkan fungsi T0000 yang berarti pengosongan pahat bubut, fungsi M09 yang berarti sistem pendingin mati, serta mengembalikan titik referensi mesin pada asalnya, dan terakhir penutup program dengan fungsi M30, dan proses pembubutan selesai. Untuk gambar 4.13. menampilkan hasil akhir (output) dari file program O0002. B. Untuk contoh program file O0003 Untuk contoh kedua ini proses awalnya sama dengan proses contoh pertama, yaitu dengan pemanggilan program file O0003, listing G-codes serta paramater-parameter dari file program O0003 seperti dibawah ini : Contoh : input untuk file program O0003 N0000 G55 N0010 G92 X0.000 Z40.000 N0020 G59 N0030 T0101 N0040 M04 N0050 M08 N0060 G96 S200 N0070 G95 F250 N0080 G00 X34.000 Z0.000 N0100 G00 Z2.000 N0110 G00 X30.000 N0120 G84 X26.500 Z-36.000 D3/2000 F500 N0130 G00 X150.000 Z100.000 N0030 T0303 N0040 M03 N0050 M08 N0060 G97 S2000 N0070 G94 F250 N0080 G00 X24.000 Z2.000 N0090 G42 N0100 G01 Z0.000 N0110 G01 X26.000 N0120 G01 X26.000 Z-36.000 F100 N0140 G40 N0130 G00 X150.000 Z100.000 N0160 T0202 N0170 M04 N0180 M08 N0190 G97 S1000 N0200 G95 F250 N0210 G00 X0.000 Z5.000 N0220 G01 Z-3.000 N0230 G00 Z0.000 N0240 G00 X150.000 Z100.000

94 N0250 T0404 N0260 M04 N0270 M08 N0280 G97 S1200 N0290 G95 F250 N0300 G00 X0.000 Z5.000 N0310 G01 Z-5.000 N0320 G00 Z0.000 N0330 G00 Z-4.000 N0340 G01 Z-10.000 N0350 G00 Z0.000 N0360 G00 Z-9.000 N0370 G01 Z-20.000 N0380 G00 Z0.000 N0390 G00 Z-14.000 N0400 G01 Z-30.000 N0410 G00 Z0.000 N0420 G00 X150.000 Z100.000 N0250 T0606 N0260 M04 N0270 M08 N0280 G97 S1200 N0290 G95 F250 N0300 G00 X0.000 Z2.000 N0305 G00 X8.000 Z2.000 N0310 G01 X8.000 Z-30.000 F100 N0320 G01 X3.000 Z-30.000 N0330 G00 X3.000 Z2.000 N0340 G00 X150.000 Z100.000 N0430 T0505 N0440 M04 N0450 M08 N0460 G97 S500 N0470 G95 F250 N0480 G00 X30.000 Z-6.000 N0490 G01 X23.000 F100 N0500 G00 X28.000 N0570 G00 X30.000 Z-17.000 N0580 G01 X23.000 F100 N0650 G00 X28.000 N0660 G00 X30.000 Z-28.000 N0670 G01 X23.000 F100 N0780 G00 X34.000 N0790 G00 X150.000 Z100.000 N0800 T0000 N0810 M09 N0830 M30 Dari tampilan gambar 4.14 yang menunjukkan list program kode-kode G dari file O0003, dilanjutkan dengan penekanan tombol Automatic pada softkey, kemudian penekanan tombol Cycle Start, proses berikutnya memberikan nilai panjang dan diameter benda kerja, Setelah pemberian nilai panjang dan diameter, maka benda benda siap untuk proses pembubutan, dengan menekan tombol

95 Start, proses pemakanan benda kerja dimulai. Seperti salah satu proses pembubutan benda kerja yang ditampilkan pada gambar 4.15. Gambar 4.14. Kode-kode G file program O0003 pada monitor Gambar 4.15. Proses pembubutan benda kerja

96 Dan hasil akhir (output) dari program file O0003 dapat dilihat pada gambar 4.16. Gambar4.16. Output dari file program O0003 4.2. Analisa Hasil pengujian Analisa akhir yang dilakukan setelah mengetahui hasil pengujian adalah pada program G-codes untuk fungsi-fungsi G-codes yang terdapat pada tabel PSO (G54, G55, G57, G58, G59) yang digunakan untuk membantu pergeseran titik nol referensi (PSO) dari titik nol mesin (M) maupun bukan dari titik nol mesin pada proses simulasi. Pada mode ini untuk input yang berupa program G-codes diproses menjadi benda suatu bentuk benda kerja yang direncanakan, sesuai dengan nilai-nilai yang dimasukkan pada fungsi-fungsi G, fungsi M serta paramater-parameter lainnya.