VI MSLH PNJWLN ktivitas penjadwalan dalam proses produksi, berkaitan dengan pertanyaan: - kapan sebuah aktivitas akan/harus dimulai dan diselesaikan? - dimana sebuah aktivitas akan dikerjakan? - Siapa/bagian apa yang akan mengerjakan aktivitas tersebut? Penjadwalan merupakan masalah alokasi sumber daya: - Waktu - Mesin - SM - ahan, dll. UNTUK PROUKSI MSS Teknik penjadwalannya : penyeimbang lini (line balanching) ontoh : Pekerjaan Pek. Pendahulu Waktu (menit) - - 7 F G,F H G (T) I H Hari kerja Output = 00 hari 8 jam / 80 menit / hari (WO). = 0 unit / hari (K). Waktu siklus = WO = 80 = menit /unit K 0 ahan jar MO_ab ris udi Setyawan 9
Stasiun kerja min = K * T = 0 * = (dibulatkan) WO 80 STSIUN KRJ G H I F STSIUN KRJ SK. ST.KRJ. UNTUK PROUKSI TS SR TH Teknik penjadwalan yang digunakan : RUN OUT TIM / ROT Tk Persediaan ROT = -------------------------------- Rata Permintaan ROT menunjukkan berapa lama suatu produk tertentu akan habis dari persediaan. Prioritas produksi diberikan kepada item yang memiliki ROT yang paling kecil, karena ROT yang kecil menunjukkan bahwa item tersebut dalam waktu dekat akan habis paling awal, sehingga perlu segera ditambah. Produk Persediaan Permint /mgu 00 0.00.0 00.0 00.00 00 uk. LOT 00 70.00 00 800 rata prod /mgu.000 70 00 00 800 Waktu prod 0,, ahan jar MO_ab ris udi Setyawan 9
wal periode khir mgu ke-0, khir mgu ke- Produk Persed ROT Persed ROT Persed ROT 00.00.0.0.00 8 7, 80..90.00.0 8, 7,,, 700 900.00.00 800 7 8 khir mgu ke- khir mgu ke- khir mgu ke- Produk Persed ROT Persed ROT Persed ROT 00 70.00.00.00, 7 00 0.800 700.000, 00.00.00 00 800 7, an seterusnya. Jadi urutannya : Minggu ke 0 0, PMNN Merupakan penugasan secara terpadu, pusat-pusat kerja agar biaya, waktu kosong, pemenuhan waktu dapat optimal. lat bantunya : GNTT HRT aranya : a. Penjadwalan maju : Pekerjaan dimulai seawal mungkin, begitu order diterima b. Penjadwalan mundur Pekerjaan / aktivitas akhir dijadwal dulu (kebalikan penjadwalan maju). ontoh : Sebuah perusahaan yang proses produksinya hanya menggunakan satu buah mesin untuk setiap prosesnya, mendapatkan dua buah order dengan rincian sebagai berikut : ahan jar MO_ab ris udi Setyawan 9
Urutan proses Pekerjan Pekerjaan Mesin Waktu Mesin Waktu SUMSI : peralatan hanya dengan disiplin FFS (first come first serve) harus selesai max. hari.. NGN PNJWLN MJU Hari ke 7 8 9 Mesin * * * * * Mesin * * * * * Mesin * *. NGN PNJWLN MUNUR Hari ke 7 8 9 Mesin * * * * * Mesin * * * * * Mesin * * pa kesimpulannya? coba diskusikan!!!! PNGURUTN Masalah pengurutan, berkaitan dengan pertanyaan bagaimana urutan order atau aktivitas harus mulai dikerjakan. eberapa metode pengurutan yang bisa digunakan antara lain adalah:. FFS (First ome First Serve), siapa yang datang/order duluan akan dikerjakan terlebih dahulu. SPT (Shortest Processing Time), ktivitas atau order yang waktu pengerjaannya paling pendek akan dikerjakan lebih dahulu. ( arliest ue ate), ktivitas atau order yang memiliki waktu jatuh tempo paling dekat/pendek akan dikerjakan lebih dahulu ahan jar MO_ab ris udi Setyawan 9
ontoh : Pekerjaan Lama Proses Jadwal Selesai / 8 9. engan FFS Pekerjaan Lama proses Selesai Keterlambatan 9 7 9 8 8 0 8 Rata rata penyelesaian : / = 8 hari Rata rata keterlambatan : / = hari. engan Metode SPT Pekerjaan Lama proses Selesai Keterlambatan 9 8 8 0 0 0 8 Rata rata penyelesaian : / = hari Rata rata keterlambatan : / = hari ahan jar MO_ab ris udi Setyawan 97
. engan Metode Pekerjaan Lama proses Selesai Keterlambatan 9 7 8 8 0 9 9 7 8 Rata rata penyelesaian : / =, hari Rata rata keterlambatan : / =, hari Pengurutan Pada ua epartemen Kerja Metode yang digunakan adalah Metode Johnson, dengan prosedur :. Susun daftar pekerjaan dan waktu prosesnya untuk setiap departemen. Pilih pekerjaan dengan waktu proses terpendek. Jika waktu terpendek tersebut berada di departemen kerja, urutkan di awal, dan jika berada di departemen, urutkan di paling belakang. Lanjutkan pencarian waktu proses terpendek berikutnya ontoh : Pekerjaan Waktu Proses epartemen epartemen F 8 9 Karena waktu proses terpendek adalah jam (pekerjaan ), dan waktu tersebut terletak di departemen, maka pekerjaan diurutkan di palng depan. ahan jar MO_ab ris udi Setyawan 98
Waktu terpendek berikutnya adalah (pekerjaan ), dan waktu tersebut di departemen, maka pekerjaan diurutkan paling belakang. Sampai tahap ini, bila dilihat pengurutanny adalah : engan cara yang sama urutannya menjadi : an akhirnya secara keseluruhan urutan dari keenam pekerjaan tersebut adalah: F Setelah urutan dari keenampekerjaan tersebut diketahui, penjadwalan secara lengkapnya dapat dilihat pada gambar berikut ini : ari visualisai di atas dapat disimpulkan bahwa :. Pada departemen, semua pekerjaaan akan selesai pada hari ke-. Pada departemen atau secara keseluruhan, semua pekerjaan akan selesai pada hari ke. Jumlah hari kosong /menganggur pada departemen terjadi sebanyak hari dan terjadi pada hari ke- -, hari ke-9-, dan hari ke -. Sehingga misalnya, karyawan departemen ingin ijin libur, hanya bisa dilakukan setelah hari ke. dan di di departemen hanya boleh ijin pada hari ke- -, hari ke-9-, dan hari ke -. ahan jar MO_ab ris udi Setyawan 99
Pengurutan Pada Lebih dari ua epartemen Kerja Metode tetap dengan metode Johnson, namun dengan sedikit modifikasi dan memenuhi salah satu dari kondisi berikut ini :. Waktu proses terpendek dari departemen harus lebih lama dari waktu proses terpanjang pada departemen. Waktu proses terpendek dari departemen harus lebih lama dari waktu proses terpanjang pada departemen ontoh : Pekerjaan epartemen Waktu Proses epartemen epartemen 8 F 7 9 ontoh di atas telah memenuhi salah satu kondisi dimana, waktu terpendek di departemen (7), ternyata lebih lama dari waktu trpanjang di departemen (). Selanjutnya tabel di atas perlu dimodifikasi, dimana tiga departemen yang ada diubah menjadi dua departemen bayangan, sehingga menjadi : epartemen bayangan = merupakan penjumlahan nilai di departemen dan epartemen bayangan = merupakan penjumlahan nilai di departemen dan Pekerjaan F Waktu Proses ep. bayangan e. bayangan 8 + = + = 9 + = 8 + = 7 + = + 9 = Selanjutnya proses pengurutannya adalah sama seperti ketika proses produksi dilakukan pada dua departemen saja. ahan jar MO_ab ris udi Setyawan 0
engan demikian hasil pengurutannya adalah sebagai berikut : F an penjadwalan lengkapnya adalah sebagai berikut : PNJWLN dan Metode PRT (Program valuatin and Review Technique) Untuk proyek-proyek khusus yang secara terus menerus direncanakan dan di produksi Manfaat :. Menerencanakan proyek yang kompleks/rumit. Penjadwalan pekerjaan, shg memiliki urutan yang praktis dan efisien. lokasi sumber daya tang tersedia secara optimal. Mengatasi hambatan dan keterlabatan. menentukan kemungkinan pertukaran (trade-off) antara waktu dan biaya. Menentukan probabiltas/kemungkinan penyelesaian suatu proyek tertentu ahan jar MO_ab ris udi Setyawan
eberapa pengertian Penting :. Kegiatan : merupakan bagian dari keseluruhan pekerjaan yang mengkonsumsi waktu dan sumber daya, serta ada waktu mulai dan waktu selesainya. iasanya disimbolkan dengan anak panah. ( ). Peristiwa : Sesuatu yang menandai dimulainya dan diakhirinya suatu kegiatan biasanya disimbolkan dengan tanda lingkaran ( o ). Jalur Kritis : adalah jalur terpanjang dalam keseluruhan pekerjaan, dan waktunya menjadi waktu penyelesaian minimum yang diharapkan, sehingga : a. Penundaan kegiatan pada jalur ini akan mengakibatkan keterlambatan penyelesaian proyek b. Penyelesaian proyek dapat dipercepat bila dapat memperpendek waktu penyelesaian kegiatan-kegiatan yang ada di jalur kritis ini, dengan memanfaatkan sumber daya yang longgar pada kegiatankegiatan yang tidak termasukjalur kritis.. Waktu Kegiatan : Waktu yang diperlukan untuk menyelesaiakan suatu kegiatan. alam PRT digunakan expected time, yang merupakan kombinasi dari ketiga waktu sebagai berikut : a. Waktu optimistik (a) : adalah waktu kegiata apabila semua berjalan dengan lancar tanpa hambatan atau penundaan-penundaan b. Waktu realistik (m) : waktu kegiatan yang akan terjadi apabila suatu kegiatan berjalan dengan normal, dengan hambatan atau penundaan yang wajar dan dapat diterima c. Waktu pesimistik (b) : Waktu yang diperlukan untuk menyeleasaikan suatu pkerjaan, apabila terjadi hambatan atau penundaan yang melebihi semestinya. ari ketiga waktu tersebut, waktu yang digunakan adalah waktu yang diharapkan atau expected time, yang diperoleh dari rumusan : ahan jar MO_ab ris udi Setyawan
+ (m) + b xpected Time (T)= --------------------- ontoh ; Sebuah perusahaan memiliki pekerjaan khusus dengan rincian sebagai berikut : Kegiatan Kegiatan yg mendahului Peristiwa Waktu optimistik (a) Waktu realistik (m) Waktu psmistik (b) Waktu yang diharapkan (T) Mulai khir -. - - - - F 9 G, 7 h F 7 7 I G, H 7 8 * = Kegiatan ummy (Semu) Kolom T (terakhir) nilainya icari dengan formulasi di atas. Waktu dalam hari. ari tabel di tas, bagaimanakan penjadwalan yang harus dilakukan agar diperoleh waktu penyelesaian yang optimal, dana bagaimana probabilitas penyelesaian keseluruhan pekerjaan tersebut? erkaitan dengan dimuali dan diakhirinya suatu kegiatan, beberapa istilah penting adalah : a. arliest Start Time (S) : adalah waktu tercepat suatu kegiatan dapat dimulai b. Latest Star Time (LS) : adalah waktu paling lambat untuk memmulai suatu kegiatan tanpa penundaan keseluruhan pekerjaan c. arliest Finish Time (F) : adalah waktu tercepat suatu pekerjaan dapat diselesaikan (S + T) d. Latest Finish Time (LF) : adalah waktu painglambat untuk menyelesaikan suatu pekerjaan tanpa penundaan pekerjaan secara keseluruhan (LS + T) ahan jar MO_ab ris udi Setyawan
Langkah untuk menyelesaikan masalah di atas adalah : Langkah, mengambarkan keseluruhan pekerjaan menurut urutan pekerjaan, seperti gambar berikut ini :. 0 F G H I 7 8 Langkah : Menentukan jalur kritis. ari gmabar di atas, jalur kritisnya adalah kegiatan-kegiatan,, F, H, dan I atau pada peristiwa,,,, 7, dan 8, dengan waktu terpanjang sebesar ++++ = hari. Jalur lain bukan merupakan jalur kritis, karena waktu yang diperlukan lebih kecil dari hari. Jalur kritis dapat juga dicari dengan bantuan algoritma F (arliest Finish Time ) dan LF (Latest Finish Time), khususnya untuk proyek-proyek yang semakin kompleks atau rumit. engan algoritma F dan LF, hasilnya adalah : F = 8 LF = 8, F = 0 LF = 0 F = LF =. 0 F =, LF = F = 9 F LF = 9 F = LF = G H F = 9 LF = 9 I 7 8 F = LF = ahan jar MO_ab ris udi Setyawan
Jalur kritis dapat ditentukan atau diketahui dengan melihat mana algoritma F dan LF-nya yang memiliki nilai yang sama, dan dar gambar di atas, jalur,,,, 7, dan 8 lah yang memiliki nilai yang sama. Probabilitas selesainya keseluruhan pekerjaan dalam contoh di atas dalam waktu hari adalah 0 %. Namun demikian biasanya perusahaan menjadwalkan selesainya lebih dari hari, misal hari (mengapa..?). engan jadwal hari tersebut, kita dapat mengetahui kemungkinan/probabilitas pekerjaan tersebut akan benar selesai dalam hari, yakni dengan menggunakan bantuan rumusan variasi standar normal (Z) berikut ini: T - T Z = ---------------- σ T i mana : T T = Waktu penyelesaian yang dijadwalkan atau ditargetkan = Waktu penyelesaian yang diharapkan untuk keseluruhan proyek σ T = eviasi standar untuk T Nilai σ T ini diperoleh dengan menjumlahkan seluruh variance dari masingmasing kegiatan pada jalur kritisnya. Secara metematis σ T dicari dengan cara : b a σ T = ( ---------- ) pada semua kegiatan jalur kritis - ahan jar MO_ab ris udi Setyawan
Untuk kegiatan = ( -------- ) = 0, - Untuk kegiatan = ( -------- ) =,78 9 - Untuk kegiatan F = ( -------- ) = Lima kegiatan jalur kritis 7 - Untuk kegiatan H = ( -------- ) = - Untuk kegiatan I = ( -------- ) =,78 Sehingga nilai σ T = 0, +,78 + + +,78 = =, T - T - Z = ---------------- = ------------- 0,8 σ T, ev. Std. 0, 8 hr hr Nilai 0,8 ini apabila dilihat pada tebel kurva normal akan memiliki nilai 0,99, sehingga besarnya kemungkinan proyek secara keseluruhan akan selesai dalam hari adalah sebesar 0,0 + 0,99 = 0,799 atau sekitar 79,9 %. ahan jar MO_ab ris udi Setyawan