DASAR-DASAR PEMROGRAMAN MESIN FRAIS CNC TU-3A

dokumen-dokumen yang mirip
DASAR-DASAR PEMROGRAMAN MESIN BUBUT CNC TU-2A

MODUL 3 PRAKTEK PEMBUATAN PROGRAM UNTUK MESIN FRAIS CNC TU-3A

PEMROGRAMAN CNC TU-2A Penggantian Alat Potong (M06) Oleh: Dr. Dwi Rahdiyanta FT-UNY

MATERI PPM PRINSIP-PRINSIP PEMBUATAN PROGRAM PADA MESIN MILLING CNC Oleh: Dwi Rahdiyanta FT-UNY

MATERI PPM PRINSIP PEMBUATAN PROGRAM CNC (Metode, Struktur, dan Eksekusi Program)

MATERI PPM APLIKASI FUNGSI G02 DAN G03 MESIN BUBUT CNC Oleh: Dwi Rahdiyanta FT-UNY

Materi PPM PEMROGRAMAN CNC Mesin Bubut TU-2A Siklus Drilling (Fungsi G73, G81, G82. G83 dan G85)

BAHASA, METODE DAN STRUKTUR PROGRAM CNC (Aplikasi untuk Mesin Bubut CNC)

MODUL 3 PRAKTEK PEMBUATAN PROGRAM UNTUK MESIN BUBUT CNC TU-2A

MODUL 3 PRAKTEK PEMBUATAN PROGRAM UNTUK MESIN BUBUT CNC TU-2A

MATERI PPM PEMROGRAMAN CNC Mesin Bubut TU-2A Threading & Grooving (Fungsi G78, dan G86)

MATERI PPM PEMROGRAMAN MESIN CNC INTERPOLASI MELINGKAR (FUNGSI G02)

SETTING TITIK-TITIK REFERENSI PADA MESIN CNC ET-242 (Titik Nol Benda, dan Titik Nol Pahat)

PEMROGRAMAN CNC Program Sub-Routine (Fungsi G25, dan G27)

BAGIAN-BAGIAN UTAMA MESIN CNC TU-3A

MATERI KEGIATAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

TEORI DASAR MESIN FRAIS CNC (Computer Numerical Control)

MATERI PPM PENGOPERASIAN MESIN CNC ET-242 (Sistem Persumbuan dan Tombol pengendali Mesin) Oleh: Dwi Rahdiyanta FT-UNY

MATERI KULIAH CAD-CAM PENGOPERASIAN CAD-CAM TURNING ( Fungsi G01, G84, G02 & G03 dan Proses Finishing)

TEORI DASAR MESIN BUBUT CNC (Computer Numerical Control)

DAFTAR PUSTAKA. Emco (1988), Petunjuk Pemrograman dan Pelayanan EMCO VMC-100, Austria: EMCO MAIER & Co.

PEMROGRAMAN CNC. Program adalah sejumlah perintah dalam bentuk kode yang dipakai untuk mengendalikan mesin.

BAGIAN-BAGIAN UTAMA MESIN MILLING CNC (EMCO CNC VMC- 100/200) Oleh: Dr. Dwi Rahdyanta FT-UNY

DAFTAR PUSTAKA. Anonim(2006). Klasifikasi Kemasan Berdasarkan Struktur Sistem Kemas, Jakarta: Erlangga

MATERI PPM PRINSIP KERJA DAN BAGIAN-BAGIAN UTAMA MESIN BUBUT CNC TU-2A Oleh: Dr. Dwi Rahdiyanta FT-UNY

MODUL PRAKTIKUM PROSES DAN SISTEM PRODUKSI. CNC- Computer Numerical Control Oleh : Arief Darmawan

Bab 1. Pendahuluan. menggunakan bantuan aplikasi CAD (Computer-Aided Design) untuk. menggunakan komputer ini disebut sebagai mesin Computer based

LANGKAH-LANGKAH PENGOPERASIAN CAD/CAM (EMCOTRONIC-EDV754) Oleh: Dr. Dwi Rahdiyanta FT-UNY

PERBEDAAN WAKTU PENGERJAAN PADA PEMOGRAMAN INCREMENTALDAN ABSOLUTE PADA MESIN CNC MILLING TU 3A. Aep Surahto 1)

Secara garis besar mesin Milling CNC dapat digolongkan menjadi 2 macam, yaitu :

Memprogram Mesin CNC (Dasar)

MENGOPERASIKAN MESIN CNC (DASAR)

Mesin Milling CNC 8.1. Proses Pemotongan pada Mesin Milling

BAB VIII PENGENDALIAN NUMERIS

1. Langkah-langkah untuk menghidupkan mesin CNC, adalah? a. Tekan tombol R b. Tekan tombol U c. Tekan tombol I d. Tekan tombol JOG e.

TUTORIAL CNC BUBUT STEP. Setelah mempelajari tutorial ini mahasiswa memiliki kompetensi:

BAB II LANDASAN TEORI

Mesin frais CNC TU-3A

BAB I PENDAHULUAN. Studi Komparasi Hasil Pembelajaran Oleh Guru dengan Hasil Pembelajaran Simulator CNC oleh Peneliti

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

KEGIATAN BELAJAR : Membuat Program di Mesin Bubut CNC

BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

BAB IV PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN BIDANG KEAHLIAN TEKNIK MESIN PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK PEMESINAN MENGESET MESIN DAN MENGEDIT PROGRAM MESIN CNC

Materi 5. Mengoperasikan mesin bubut CNC untuk membuat benda kerja

MODUL CNC MILLING DENGAN SWANSOFT CNC SIMULATOR

MATERI KULIAH CNC Instruksi pengoperasian Mesin Frais CNC

MATA PELAJARAN : TEKNIK PEMESINAN JENJANG PENDIDIKAN : SMK

Pengaruh Jenis Pahat, Kecepatan Spindel dan Kedalaman Pemakanan terhadap Tingkat Kekasaran Permukaan Baja S45C

Prinsip Kerja dan Pengoperasian

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB II LANDASAN TEORI

Panduan Instalasi Program (Setup) Mesin CNC Virtual/Simulator

BAB II DASAR TEORI 2.1 TINJAUAN PUSTAKA

PEMBUATAN ADAPTER MILLING CNC MENGGUNAKAN CNC FANUC SERIES OI MATE TC BERBASIS SOFTWARE

INSTALASI DAN OPERASI CAD/CAM (EMCODRAFT) Oleh: Dr. Dwi Rahdiyanta

SOAL LATIHAN 3 TEORI KEJURUAN PEMESINAN

GAMBAR TEKNIK DAN AUTOCAD

Materi 3. Seting Alat potong, Benda Kerja, dan Zero Offset pada Mesin Frais CNC

BAB II LANDASAN TEORI

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA JOBSHEET CNC DASAR. No. JST/MES/MES322/ 07 Revisi : 02 Tgl : 16 Agustus

LAPORAN TUGAS COMPUTER NUMERICAL CONTROL

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Salah satu komponen penting dalam pendidikan adalah guru. Guru dalam

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

MAKALAH MANUFAKTUR 2 Dosen : Ir. Parman Sinaga MT. Disusun Oleh : Urfan Ramadhan :

MATERI KULIAH CNC Memasang Pahat. Oleh: Dwi Rahdiyanta Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta

KISI- KISI PAKET KEAHLIAN: TEKNIK PEMESINAN. No. Kompetensi Utama. Standar Kompetensi Guru Indikatorn Esensial/ Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)

BAB I. Pengenalan Perangkat Lunak CAD/CAM dan Mastercam versi 9

CREATED BY: Fajri Ramadhan,Wanda Saputra dan Syahrul Rahmad

Berita Teknologi Bahan & Barang Teknik ISSN : Balai Besar Bahan dan Barang Teknik Departemen Perindustrian RI No. 22/2008 Hal.

FORMAT GAMBAR PRAKTIKUM PROSES MANUFAKTUR ATA 2014/2015 LABORATURIUM TEKNIK INDUSTRI LANJUT UNIVERSITAS GUNADARMA

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

NASKAH PUBLIKASI ANALISA SUMBU Z PADA PROSES KALIBRASI DAN PERGERAKAN MESIN CNC ROUTER

Materi 2. Menghidupkan Mesin Bubut CNC dengan Sistem Kontrol Sinumerik 802 S/C base line

menghasilkan produk atau komponen yang seragam dan presisi. Hubungan dan

PENGEMBANGAN PERANGKAT LUNAK SISTEM OPERASI MESIN MILLING CNC TRAINER

PERTEMUAN #10 KONTROL NUMERIK 6623 TAUFIQUR RACHMAN TKT312 OTOMASI SISTEM PRODUKSI

1 Teknik Pemesinan SMK PGRI 1 Ngawi Cerdas, Kreatif, Intelek dan Wirausahawan. By: Hoiri Efendi, S.Pd

BAB I PENDAHULUAN A. DESKRIPSI

BAB IV PENGUJIAN DAN EVALUASI SISTEM

ATURAN-ATURAN DASAR UNTUK MEMBERI UKURAN

SOAL LATIHAN 1 TEORI KEJURUAN PEMESINAN

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

PENERAPAN MODUL PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI SISWA PADA PEMBELAJARAN CAD DAN PEMESINAN CNC DI SMK

BAB IV SIMULASI PROSES PERMESINAN

B. Kegiatan Belajar. 1. Kegiatan Belajar 1 Menentukan Persyaratan Kerja

MODUL I PRAKTIKUM PROSES PRODUKSI

MENGGUNAKAN MESIN UNTUK OPERASI DASAR

MESIN-MESIN CNC (MESIN-MESIN NON KONVENSIONAL)

OPTIMASI JALAN PAHAT DAN ANALISIS BIAYA PRODUKSI PROSES PEMESINAN CNC LATHE PEMBUATAN PISTON MASTER CYLINDER REM SEPEDA MOTOR YAMAHA MENGGUNAKAN CAM

SOAL LATIHAN 2 TEORI KEJURUAN PEMESINAN

BAB 1 PENDAHULUAN. secara manual oleh manusia.tak terkecuali dalam hal pembuatan produk atau pola untuk

KONTROL NUMERIK. TIN310 - Otomasi Sistem Produksi. h t t p : / / t a u f i q u r r a c h m a n. w e b l o g. e s a u n g g u l. a c.

BAB 3 PERANCANGAN PROSES PENGERJAAN KOMPONEN PROTOTYPE V PISTON MAGNETIK

2. Mesin Frais/Milling

TIN310 - Otomasi Sistem Produksi. h t t p : / / t a u f i q u r r a c h m a n. w e b l o g. e s a u n g g u l. a c. i d

Transkripsi:

MODUL 2 DASAR-DASAR PEMROGRAMAN MESIN FRAIS CNC TU-3A Lembar Petunjuk: 1. Petunjuk Umum: a. Modul ini terdiri dari lembar petunjuk, lembar kegiatan, lembar kerja, dan lembar evaluasi. b. Pembelajaran bersifat individual (belajar mandiri) dengan panduan modul. Apabial mendapat kesulitan hendaknya meminta penjelasan kepada guru kelas atau pembimbing. c. Guru berperan sebagai fasilitator, administrator, pembimbing, partisipan, dan supervisor. d. Pemelajaran diarahkan pada penguasaan kompetensi secara tuntas (mastery learning). e. Bagi peserta diklat yang tertinggal harap menyelesaikan modul pada waktu lain di luar jam pelajaran. 2. Petunjuk Pelaksanaan Pemelajaran: a. Alokasi waktu efektif untuk pemelajaran modul adalah 60 menit. b. Sebelum melakukan kegiatan lebih lanjut, hendaknya dibaca dulu petunjuk yang ada. c. Bahan pelajaran dibaca pada lembar kegiatan. d. Apabila telah difahami, lanjutkan dengan latihan. e. Jika merasa sudah menguasai, lanjutkan dengan kegiatan evaluasi. f. Peserta dikatakan lulus dan menguasai jika dapat menjawab soal pada lembar evaluasi minimal 75%. 3. Kompetensi: Menyusun pemrograman mesin CNC 4. Kriteria Unjuk Kerja (KUK): a. Sistem persumbuan dan system koordinat pada mesin frais CNC difahami b. Definisi pemrograman difahami c. Jenis-jenis bahasa pemrograman diketahui d. Metode pemrograman difahami e. Koordinat benda ditentukan berdasarkan metode pemrograman 1

URAIAN MATERI Baca uraian Materi berikut dalam waktu 30 menit A. Sistem Persumbuan Pada mesin Miling CNC, sistim persumbuan yang digunakan terdiri dari tiga sumbu, yaitu sumbu X, sumbu Y, dan sumbu Z. Sumbu X adalah sumbu yang sejajar dengan arah bentangan tangan kita seandainya kita menghadap ke mesin. Sumbu Y, adaah sumbu dimana arahnya sesuai dengan arah pandangan kita pada saat berdiri menghadap ke mesin. Adapun sumbu Zadalah sumbu tegak dari mesin, yakni sumbu di mana perkakas potong terpasang. Kedudukan satu sumbu terhadap sumbu yang lain saling tegak lurus. Dalam operasinya dikenal dua arah pergerakan, yaitu arah negatif dan arah positif. Untuk sumbu X arah positif terjadi bila gerakan pahat menuju arah kanan, sedangka arah negatif adalah arah gerakan pahat menuju kiri. Untuk sumbu Y gerakan positif seandainya pahat bergerak mendekati kita, dan negative jika pahat bergerak menjauhi kita. Untuk sumbu Z, arah positif adalah arah dimana gerakan pahat menuju ke atas, sedangkan arah negatif adalah arah gerakan pahat ke bawah. Untuk lebih jelasnya dapat diihat pada gambar berikut. +Z -Y -Z -X +X +Y Gambar 1. Sistim Sumbu Pada Mesin Frais CNC TU-3A Gambaran nyata dalam sebuah mesin dapat dilihat pada gambar berikut. 2

(a) Gambar 2. Sistim sumbu pada mesin frais Tegak (a) dan Mesin Frais Datar (b) (b) Untuk mengingat ketiga sumbu tersebut dapat digunakan kaidah tangan kanan, yaitu: Gambar 3. Kaidah tangan kanan untuk menentukan jenis sumbu mesin Milling B. Definisi Pemrograman Pemrograman adalah memberikan data kepada komputer yang dapat difahami olehnya. Dengan kata lain, kita harus menyuapi komputer, menyusun data dalam urutan yang teratur dan dalam bahasa yang dikenal dan difahami oleh mesin. Hal ini dimaksudkan agar data tersebut yang dimasukan dapat diproses olehnya. Bahasa yang dimaskud dinyatakan dalam bentuk kode. Kode tersebut harus memenuhi bentuk kode standar internasional dengan mengacu pada standar ISO yang telah diakui dunia. Program dalam pengoperasian mesin CNC merupakan bagian persiapan pekerjaan yang tidak dapat dilewatkan. Oleh karena program tersebut 3

merupakan sejumlah perintah dalam bentuk kode yang dipakai untuk mengendalikan mesin. Sehubungan dengan itu, seorang penulis program sebelum melakukan pemrograman harus memiliki pengetahuan dan pengertian yang mendasar mengenai gambar kerja, urutan pengerjaan, pengertian teknologi mengenai berbagai metode produksi seperti memfrais, mengefrais, mengebor dan lain-lain, teknik pemasangan/pemuatan benda kerja, dan alatalat potong. Pengertian tersebut diperlukan mengingat dalam membuat sebuah program, akan dihadapkan pada beberapa hal sebagai berikut : a. Petunjuk-petunjuk benda kerja yang bersangkutan seperti ditetapkan dalam gambar kerja dan dalam perintah kerja, b. Metode pengerjaan, yang mana kita harus meneliti tentang mesin, dan alat potong yang sesuai, c. Perencanaan dan penentuan harga pokok produksi. Berdasarkan hal di atas, maka dalam penyusunan suatu program seorang pembuat program (programer) harus mampu menjawab pertanyaanpertanyaan sebagaii berikut : a. Metode pengerjaan apa yang cocok unntuk mengerjakan benda kerja tersebut? b. Bagaimana benda kerja tersebut harus dipasang? c. Informasi teknologi apa yang harus dipilih? C. Bahasa Pemrograman Bahasa pemrograman yang digunakan untuk pengoperasian mesin CNC diantaranya adalah: a. GTL, yaitu bahasa permograman yang diigunakan pada komputer mini. Bahasa pemrograman ini akrap bagi pemrograman NC dan CNC. b. Compact II yangmerupakan bahasa pemrograman yang universal. c. MINI APT, yaitu bahasa pemrograma yang cocok untuk mesin-mesin dan benda-benda kerja yang jenisnya banyak. 4

d. MITURN, yaitu bahasa pemrograman yang hanya digunakan untuk pekerjaan frais, yaitu bahasa pemrograman dengan karakteristik sebagai berikut: - hanya perlu melakukan instruksi-instruksi kontur. - Informasi alat-alat potong tidak perlu digunakan. - Petunjuk teknologi dihitung sendiri oleh MITURN. - Petunjuk input yang diberikan sedikit. e. Bahasa pemrograman Sinumerik yang dikeluarkan oleh Jerman. f. Bahasa pemrograman Panuc yang dikeluarkan oleh Jepang. g. Bahasa pemrograman Emcotronic yang dikeluarkan oleh EMCo Maier Austria. D. Metode Pemrograman Ada beberapa metode pemrograman yang dapat digunakan dalam memprogram mesin CNC. Metode tersebut dapat dilihat dari segi cara pemuatan program ke dalam mesin, dan segi metode pengukuran. 1. Metode pemrograman berdasarkan cara pemuatan program ke mesin Berdasarkan cara pemuatan program ke mesin, metoda pemrograman dibedakan menjadi pemrograman manual, pemrograman eksternal, dan pemrograman dengan menggunakan computer eksternal. a) Pemrograman manual Pemrograman manual adalah metode pemrograman yang langsung dilakukan pada mesin (on line program). Hal ini dimungkinkan, karena pada mesin telah disediakan fasilitas untuk pemuatan program yaki dengan menggunakan tombol-tombol keyboard pada mesin. Dalam metode pemrograman ini, seorang operator harus mengetik langsung program (hasil sendiri maupun hasil orang lain) dengan benar. Pemrograman dengan metode ini memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan sebagai berikut: 5

Kelebihan - cepat, bias dikerjakan satu orang saja. - bagi seorang operator, pekerjaan ini sangat mengasyikan, sehingga akan mengenali mesin dengan lebih baik dan pada akhirnya dia akan lebih faham dan terampil. - penghapusan program lebih sederhana dan proses kerjanya menjadi lebih luwes. - Bagi pemula, dia dapat mulai bekerja dengan peraturan-pertauran organisasi manual Kekurangan - terbatas untuk program yang pendek. Hal ini berkaitan dengan kemampuan dan daya tahan manusia untuk berdiri di depan mesin. - Selama pengetikan program tidak mungkin untuk terus melakukan produksi. - Banyak waktu yang dibutuhkan untuk memeriksa kesalahan-keslahan yang terjadi. - Diperlukan keahlian yang cukup tinggi dari operator. - Tergantung pada type dan jenis mesin (tidak universal) b) Pemrograman eksternal Langkah perbaikan yang dilakukan guna lebih meningkatkan efesiensi proses produksi, diciptakan alat Bantu untuk membuat program. Program yang dibuat dinyatakan dalam bentuk kode G ISO. Pada zaman dulu, pembuatan program dilakukan dengan menggunakan alat Bantu teletip yang dihubungkan melalui perangkat pelubang (punch), guna membuat pita berlubang (ponsband). Dengan menggunakan alat khusus (Tape reader), pita berlubang tersebut dipasang dan program termuat pada mesin. Selain itu, kita juga dapat membuat program dengan bantuan Personal Computer (PC) yang memiliki SoftWare tertentu, seperti emcotronic. Untuk memuatnya ke dalam mesin digunakan perangkat atau alat bantu berbentuk disket atau melalui interface seperti RS-232. Keuntungan dan kekurangan yang dimiliki oleh metode ini adalah: Kelebihan - Program dapat dibuat dalam lingkungan yang tenang dan tempat kerja yang murah. - Selama penulisan program mesin dapat terus beroperasi. - Sebelum pengujian langsung pada mesin, program dapat disimulasikan dulu dalam PC. - Cara penyimpanan dan penghapusan program amat sederhana. Kekurangan - Tidak seragam atau universal, tergantung pada jenis mesin yang digunakan. - Kurang cocok untuk bentuk-bentuk produk yang kompleks, karena titiktitik target harus dihitung. 6

c) Pemrograman dengan bantuan Komputer Eksternal Pemrograman dengan bantuan komputer eksternal, memudahkan kita dalam penentuan informasi geometris (titik-titik koordinat target) dengan bantuan sistem pemrograman yang menggunakan PC yang dilengkapi dengan fasilitas CAD (Computer Aided Design) dan CAM (Computer Aided Manufacture). CAD digunakan untuk mendesain gambar produk, sedangkan CAM digunakan untuk membuat program dalam membentuk produk sesuai dengan gambar. Dengan bantuan CAM ini, kita diberi kesempatan untuk membuat rancana pengerjaan suatu produk sesuai dengan langkah sebenarnya. Selain itu, informasi geometris (koordinat-koordinat target) dari gambar produk dapat diketahui langsung. Keuntungan dan kekurangan yang dimiliki oleh meotde pemrograman ini adalah: Kelebihan - Program input yang digunakan seragam. - Dapat digunakan untuk membuat program pada kontur benda kerja yang rumit. - Waktu produksi setiap produk dapat diketahui. - Pengalihan data dapat berjalan melalui komputer. - Pembuatan program dapat dilakukan pada tempat yang tenang dan memberikan hasil yanglebih baik. Kekurangan - Dalam membuat program, orang yang membuat program harus terlebih dulu memiliki pengetahuan tambahan pengetahuan tentang metode pengerjaan, cara pemasangan benda kerja, dan penentuan dan perencanaan harga produksi. 2. Metode pemerograman berdasarkan metode pengukuran Berdasarkan metode pengukuran, metode pemrograman dapat dibedakan menjadi metode pemrograman absolut dan inkrimental. Metode pemrograman absolut adalah metode pemrograman yang menggunakan satu titik acuan. Metode pemrograman absolut ini terdiri dari dua jenis, yaitu metode pemrograman absolut dengan penetapan dan metode pemrograman tanpa penetapan. Dalam metode pemrograman absolut tanpa penetapan, acuan yang digunakan adalah posisi pahat sebelum digerakkan, sedangkan program absolut dengan penetapan, titik acuannya menggunakan titik perpotongan antara sumbu benda dan sisi permukaan bagian luar, ataui pada titik di tengah-tengah benda ujung benda. Metode pemrograman inkrimental adalah metode pemrograman yang tidak menggunakan satu titik acuan, tetapi berubah-ubah. Artinya, akhir dari suatu pergerakan digunakan sebagai acuan untuk pergerakan berikutnya. 7

E. Penentuan Koordinat Benda Kerja Dalam membuat program pada mesin frais CNC, hal penting yang harus difahami adalah menentukan tiik koordinat dari setiap target yang dinginkan. Untuk menentukan titik-titik koodinat tersebut, harus mengacu pada metode pengukuran dan atau metode pemrograman yang digunakan (absolut atau inkrimental). Penentuan Tititk koordinat berdasarkan sistim pengukuran absolut. Dalam menentukan titik koordinat, dari sebuah benda harus sesuai dengan sistim koordinat yang dipakai. Sistim koordinat yang dipakai dalam pemrograman mesin Frais CNC, adalah sistim koordinat cartesius. Sistim koordinat tersebut dapat dilihat pada gambar berikut. Gambar 4. Sistim Koordinat Cartesius Selain mengacui pada sistim koordinat yang digunakan, dalam menentukan titik koordinat juga harus mengacu pada metode pengukuran yang digunakan (absolut atau inkrimental). Berikut ini adalah contoh titik-titik korrdinat yang diukur secara absolut dan secara inkrimental. Gambar 5. Titik-titik Koordinat yang Diukur secara Absolut dan Inkrimental 8

Dalam Mesin Frais CNC, nama sumbu seperti di atas sumbu X menyatakan panjang benda, sumbu Y menyatakan lebar benda, dan sumbu Z menyatakan tebal benda. Lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar berikut. Gambar 6. Kaitan sumbu mesin milling dengan benda kerja Dalam menentukan koordinat titik pada benda kerja, harus ditetapkan terlebih dulu titik nol benda kerja. Posisi titik nol benda kerja dapat ditentukan di bagian sisi kanan atas, sisi kanan bawah, sisi kiri atas, sisi kiri bawah, atau dio tengahtengah benda pada permukaan atas benda. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar berikut. Y 1 2 3 3 4 4 5 x Gambar 7. Posisi titik nol benda kerja Gambar 8. Penentuan titik nol benda kerja di sudut sebelah kiri benda 9

Latihan atau Lembar kerja Jawab pertanyaan di bawah ini dengan Benar dan Salah! 1. Sistim koordinat yang digunakan dalam mesin frais CNC adalah sistim koordinat cartesius. 2. Nama sumbu yang digunakan dalam mesin frais CNC adalah sumbu X dan sumbu Z. 3. Pemrograman adalah pemberian perintah kepada mesin dengan perintah yang dapat difahami oleh mesin. 4. Bahasa pemrograman Turbo Pascal dapat digunakan dalam pemrograman CNC. 5. Metode pemrograman yang menggunakan satu titik acuan adalah metode pemrograman inkrimental. 6. Dalam menentukan koordinat benda kerja, harus mengacu metode pengukuran yang digunakan. Lembar Evaluasi Setelah anda membaca uraian materi dan mengerjakan lembaran kerja, berarti anda telah menguasai sebagian materi dari pemrograman CNC khususnya yang berkaitan dengan sistem persumbuan dan system koordinat pada mesin frais CNC, definisi pemrograman, jenis-jenis bahasa pemrograman, metode pemrograman dan cara menentukan koordinat benda berdasarkan metode pemrograman. Untuk mengetahui tingkat pemahaman anda tentang materi ini, jawablah pertanyaanpertanyaan berikut ini. Petunjuk 1. Pilih salah satu jawaban yang paling benar dengan memberi tanda silang (X) pada hurup a, b, c atau d. 2. Jangan mencari jawaban dari lembar kerja atau lembar latihan. 3. Jawaban dikerjakan langsung pada lembaran soal. 4. waktu pengerjaan paling lama 10 menit. 10

Soal 1. Sistim koordinat yang digunakan dalam mesin frais CNC YU-2A adalah sistim koordinat: a. Kartesius b. Polar c. Dua-duanya benar d. Dua-duanya salah 2. Jumlah sumbu yang digunakan dalam mesin frais CNC TU-3A adalah: a. dua sumbu b. tiga sumbu c. satu sumbu d. semuanya benar 3. Jenis sumbu yang digunakan dalam mesin frais CNC TU-3A adalah: a. sumbu X dan sumbu Z b. Sumbu X dan sumbu Y c. Sumbu Y dan sumbu Z d. Tidak ada yang benar 4. Sebagian jenis bahasa pemrograman yang dapat digunakan untuk mengoperasikan CNC adalah: a. GTL b. Turbo Pascal c. a dan b benar d. a dan b salah 5. Jenis bahasa pemrograman yang khusus digunakan untuk pekerjaan frais adalah: a. GTL b. EMCO Draft c. Mini APT d. MITURN 6. Metode pemrograman berdasarkan metode pengukuran dibedakan menjadi: a. Dua jenis b. Tiga jenis c. Empat Jenis d. Tidak ada yang benar 11

7. Metode pemrograman pada mesin CNC yang dianggap paling menguntungkan adalah: a. Pemrograman langsung pada mesin b. Pemrograman eksternal c. Pemrograman dengan bantuan komputer eksternal d. Semua jawaban benar 8. Koordinat titik X pada benda kerja frais yang diukur dengan mengacu pada metode pemrograman absolut adalah: a. Sama dengan panjangi benda b. Sama dengan lebar benda c. Semua benar d. Semua salah Sumber Bacaan: Emco (1988), Petunjuk pemrogrman dan pelayanan EMCO TU-3A, Austria : EMCO MAIER & Co. Frommer, Hans G. Practical CNC-Training for Planning and Shop (part2 : Examples and exercise). Germany: Hanser Publishers. 1985. Hayes, John H. Practical CNC-Training for Planning and Shop (part1; Fundamental). Germany: Hanser Publishers. 1985. Love, George, (1983), The Theory and Practice of METALWORK (thord edition), Terjemahan (Harun A.R.), Longmand Group Limited. Pusztai, Joseph and Sava Michael. Computer Numerical Control. Virgina: Reston Publishing Company, Inc. 1983. 12