8 Kontrak Perkuliahan

dokumen-dokumen yang mirip
Nama Mata Kuliah : Pendidikan Agama Kristen Kode Mata Kuliah : UNU 203

UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA TAHUN AKADEMIK 2014/ SEMESTER GASAL September s/d 30 Desember 2014

Yusri 1.TUHAN YANG MAHAESA

Yusri. ialah STANDAR KOMPETENSI:

Silabus. MPK 1020 Pendidikan Agama Kristen. Program Studi: Strata 1 (S-1) Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Pendidikan Agama Kristen

11. Mata Pelajaran Pendidikan Agama Katolik Sekolah Menengah Pertama (SMP) A. Latar Belakang Agama memiliki peran yang amat penting dalam kehidupan

Kurikulum Berbasis TIK

Aji Wicaksono S.H., M.Hum. Modul ke: Fakultas DESAIN SENI KREATIF. Program Studi DESAIN PRODUK

03. Mata Pelajaran Pendidikan Agama Katolik A. Latar Belakang Agama memiliki peran yang amat penting dalam kehidupan umat manusia.

10. Mata Pelajaran Pendidikan Agama Kristen untuk Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa Tunalaras (SMPLB E)

12. Mata Pelajaran Pendidikan Agama Katolik untuk Sekolah Menengah Atas (SMA)/Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)

Pendidikan Nasional Indonesia pada dasarnya bertujuan untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia Indonesia baik secara fisik maupun intelektual

LANDASAN DAN TUJUAN PENDIDIKAN PANCASILA

Gereja di dalam Dunia Dewasa Ini

BAB I PENDAHULUAN. pembelajaran di sekolah dasar era globalisasi. menjadi agen pembaharuan. Pembelajaran di Sekolah Dasar diharapkan dapat

PROGRAM KERJA WAKIL REKTOR BIDANG KEMAHASISWAAN PEROIDE

BAB I PENDAHULUAN. pemerintah sebagai fokus pendidikan nasional. sampai jenjang pendidikan tinggi. Dalam Peraturan Pemerintah No.

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

UPAYA MAHASISWA, DOSEN DAN PIHAK UNIVERSITAS DALAM PEMBENTUKAN KARAKTERISTIK MAHASISWA YANG IDEAL. Oleh : Annisa Ratna Sari, S. Pd

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN. Materi Kuliah. Latar Belakang Pendidikan kewarganegaraan. Modul 1

BAB I PENDAHULUAN. Sebagai Negara yang berkembang dengan jumlah penduduk besar, wilayah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. dan Undang Undang Dasar Pendidikan Nasional harus tanggap. terhadap tuntutan perubahan zaman. Untuk mewujudkan cita-cita ini,

6. Mata Pelajaran Pendidikan Agama Kristen untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP)

BAB I PENDAHULUAN. tujuan pendidikan nasional, dalam Undang - Undang No. 20 Tahun 2003

DIREKTUR JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 38/DIKTI/Kep/2002 TENTANG

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan merupakan wahana yang penting dalam upaya meningkatkan

I. PENDAHULUAN. Tujuan pendidikan pada dasarnya adalah untuk merangsang manusia agar dapat

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. dan Pembukaan UUD 1945 dilatarbelakangi oleh realita permasalahan kebangsaan

Etika Oleh: Magdalena Pranata Santoso Ilustrator: Yessi Mutiara

BAB I PENDAHULUAN. semakin pesat dapat membawa perubahan kearah yang lebih maju. Untuk itu perlu

BAB.I. PENDAHULUAN. landasan moral, dan etika dalam proses pembentukan jati diri bangsa. Pendidikan

BAB I PENDAHULUAN. Seiring dengan berkembangnya zaman dan kemajuan ilmu teknologi.

6. Mata Pelajaran Pendidikan Agama Kristen untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP)

6. Mata Pelajaran Pendidikan Agama Kristen untuk Sekolah Dasar (SD)

BAB I PENDAHULUAN. aspirasi (cita-cita) untuk maju, sejahtera, dan bahagia menurut konsep

REV 20 FEBRUARI 2015 RANCANGAN PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN... TENTANG PENELITI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. karakter siswa. Pendidikan agama merupakan sarana transformasi pengetahuan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Pendidikan matematika dapat diartikan sebagai suatu proses yang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan

BAB I PENDAHULUAN. sikap, perilaku, intelektual serta karakter manusia. Menurut Undang-Undang

BAB I PENDAHULUAN. ini berarti bahwa pembangunan itu tidak hanya mengejar lahiriah seperti

BAB I PENDAHULUAN. Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa pendidikan

umum yang muncul adalah rendahnya mutu kegiatan belajar siswa seperti adanya siswa yang ingin mencapai target hanya sekedar lulus dalam sekolah,

BAB I PENDAHULUAN. yang dapat mengembangkan semua aspek dan potensi peserta didik sebaikbaiknya

I. PENDAHULUAN. timbul pada diri manusia. Menurut UU RI No. 20 Tahun 2003 Bab 1 Pasal 1

PENERAPAN PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS SISWA (Pembelajaran Matematika Kelas V SDN. 01 Blulukan)

BAB I PENDAHULUAN. Global artinya seluas dunia (world wide), sedangkan prosesnya disebut

I. PENDAHULUAN. Hal ini sesuai dengan UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional

HAKIKAT PEMBELAJARAN IPS.

BAB I PENDAHULUAN. dapat membawa perubahan ke arah lebih baik. Pendidikan di Indonesia harus

BAB I PENDAHULUAN. dimiliki agar dapat hidup bermasyarakat dan memaknai hidupnya dengan nilai-nilai pendidikan.

BAB I PENDAHULUAN. Komisi Pendidikan untuk Abad XXI Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Pernyataan tersebut mengandung maksud, melalui kegiatan belajar

BAB I PENDAHULUAN. untuk mendorong kemajuannya dengan kekreatifan guru dan murid. Selain itu,

BAB I PENDAHULUAN. mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual

11. Mata Pelajaran Pendidikan Agama Katolik untuk Sekolah Dasar (SD)

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pendidikan merupakan sebuah proses belajar yang tiada henti dalam

KEBIJAKAN PENGEMBANGAN MATA KULIAH UMUM PLSBT

BAB I PENDAHULUAN. I.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan merupakan pilar utama bagi kemajuan bangsa dan negara.

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Pendidikan merupakan salah satu aspek kehidupan yang sangat penting

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pendidikan merupakan hal yang utama untuk membentuk karakter siswa yang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan merupakan faktor penting dalam membentuk dan meningkatkan

LANDASAN PENDIDIKAN PANCASILA

BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. masalah pendidikan menjadi hal yang utama bahkan mendapat perhatian dari

BAB I PENDAHULUAN. pembelajaran agar lebih tertanam pada siswa. Faktor-faktor itu antara lain guru, siswa, media pembelajaran, proses

BAB I PENDAHULUAN. di masa depan, karena dengan pendidikan manusia dididik, dibina dan dikembangkan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

, 2014 Program Bimbingan Belajar Untuk Meningkatkan Kebiasaan Belajar Siswa Underachiever Kelas Iv Sekolah Dasar Negeri Cidadap I Kota Bandung

BAB I PENDAHULUAN. potensi dirinya melalui proses pembelajaran ataupun dengan cara lain yang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Era informasi dan globalisasi yang terjadi saat ini, menimbulkan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

Sasaran dan. Pengembangan Sikap Profesional. Kompetensi Dasar

PENERAPAN KONSEP PEMBELAJARAN HOLISTIK DI SEKOLAH DASAR ISLAM RAUDLATUL JANNAH WARU SIDOARJO PADA MATERI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Dalam kehidupan suatu negara, pendidikan memiliki peran strategis dalam

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Pendidikan Kewarganegaraan Sebagai Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian

7. Mata Pelajaran Pendidikan Agama Kristen untuk Sekolah Menengah Atas (SMA)/Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)

PROGRAM KERJA TAHUNAN PENGAWAS SEKOLAH 2011/2012

KODE ETIK DAN DISIPLIN UNIVERSITAS MUHAMADIYAH

MODEL PROSES PEMBERDAYAAN PEMUDA KARANG TARUNA

BAB I PENDAHULUAN. yang sedang terjadi dengan apa yang diharapkan terjadi.

BAB I PENDAHULUAN. Salah satu tantangan terberat bagi bangsa Indonesia pada era globalisasi abad

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pada tataran perencanaan organisasi umumnya mendasarkan pada

I. PENDAHULUAN. Dalam mencapai tujuan, setiap organisasi dipengaruhi oleh perilaku

PENGELOLAAN SEKOLAH DASAR STANDAR NASIONAL Studi Situs Di SD Negeri Karangtowo 1 Kecamatan Karang Tengah Kabupaten Demak TESIS

DINAMIKA KEMAHASISWAAN DAN ARAH KEBIJAKAN UNY DALAM PEMBINAAN KEMAHASISWAAN. Oleh Herminarto Sofyan

KODE ETIK DOSEN AKADEMI KEPERAWATAN HKBP BALIGE 2012 KEPUTUSAN DIREKTUR AKADEMI KEPERAWATAN TENTANG KODE ETIK DOSEN AKPER HKBP BALIGE MUKADIMAH

I. PENDAHULUAN. rencana tentang pendidikan yang dikemas dalam bentuk kurikulum. Dalam kurikulum pendidikan dasar dan menengah wajib memuat Ilmu

STANDAR PROSES PEMBELAJARAN

Transkripsi:

8 Kontrak Perkuliahan Pendidikan Agama Kristen MPK A. Tujuan Matakuliah PAK MPK B. Deskripsi Perkuliahan C. Visi dan Misi PAK D. Organisasi Materi E. Strategi Perkuliahan F. Sumber Materi Perkuliahan G. Kriteria Penilaian Plus H. Jadwal Perkuliahan

Pendidikan Agama Kristen (PAK) di Perguruan Tinggi bertujuan agar mahasiswa mampu mengalami perjumpaan dengan Tuhan dalam pengalaman intelektualnya demi tercapainya transformasi nilai-nilai kehidupan.

Perjumpaan dengan Tuhan dalam pemantaban intelektualitas akan memotivasi studi yang penuh makna. Pencarian intelektualitas bukanlah sekedar suatu perjalanan yang biasa. Intelektualitas memiliki sesuatu yang membahagiakan ketika seseorang mengalami Tuhan yang hidup berbicara kepadanya.

Tuhan senantiasa hadir dalam setiap upaya memantabkan intelektualitas orang beriman. Keyakinan bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan kita berjuang sendirian dalam hidup ini. Dengan demikian, lahir rasa syukur jadi mahasiswa/i UNY merupakan anugerah untuk mengalami kasih Tuhan dalam pemantaban intelektualitas.

Daud, mengalami Allah di kesehariannya sebagai gembala domba. Alkitab tidak mencatatkan peristiwa rohani yang spektakuler yang menjadi pengalaman mengalami Tuhan ala Daud. Suatu hal yang pasti fakta Daud dapat mengalahkan Singa menjadi bukti hidup bersama Allah;

BetaPA tidak pedulinya....

END Mahasiswa dapat bertumbuh sebagai pribadi yang utuh dalam segala aspek. Menjadi orang beriman yang dewasa dan bertanggung jawab kepada Allah, sesama manusia dan alam lingkungan hidupnya. Bersedia mengabdikan seluruh hidup dan studi demi kepentingan manusia.

Menerapkan nilai-nilai luhur kristiani untuk berperilaku unggul secara intelektual, anggun secara moral dan kompeten dalam keahlian studi yang ditekuni dan memiliki panggilan untuk menerapkan imannya dimana pun.

B. Deskripsi Perkuliahan

Tujuan pendidikan nasional adalah untuk mengembangkan potensi-potensi peserta didik yang menjadi manusia beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab.

Keberadaan Pendidikan Agama Kristen di PT, merupakan salah satu upaya strategis mewujudkan TUJUAN PENDIDIKAN NASIONAL. Artinya, Pendidikan Agama di PT adalah bagian integral tercapainya tujuan pendidikan nasional.

Pelaksanaan PAK di PT tidak terikat dengan berbagai denominasi manapun. PAK secara inovatif dan proaktif melaksanakan sekaligus mengembangkan terlaksananya proses pembelajaran yang sejalan dengan visi dan misi PAK MPK pembelajaran yang mencerdaskan dan dialogis uptodate

Berdasarkan SK Dirjen Dikti No 43/DIKTI/Kep/2006 tentang Rambu Rambu Pelaksanaan Matakuliah Pengembangan Kepribadian terdiri dari 9 MATERI KAJIAN PAK MPK ialah: 1. Tuhan Yang Esa 2. Manusia 3. Masyarakat 4. Moral 5. Budaya 6. Iptekni 7. Hukum 8. Politik 9. Kerukunan antar umat Bergama.

C. Visi & Misi PAK

VISI PAK di Perguruan Tinggi: menjadikan agama sebagai sumber nilai dan pedoman dalam pengembangan kepribadian Kristiani yang menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia.

MISI PAK di Perguruan Tinggi: mahasiswa mampu mewujudkan nilai-nilai kristiani dalam arti memperjuangkan kasih, keadilan dan kebenaran dalam keluarga masyarakat dan seluruh aspek kehidupan.

D. Organisasi Materi

STANDAR KOMPETENSI TUJUAN PAK 1.TUHAN YANG ESA 2. MANUSIA KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR INDIKATOR INDIKATOR VISI DAN MISI 3. MASYARAKAT 4. MORAL KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR INDIKATOR INDIKATOR 5. BUDAYA KOMPETENSI DASAR INDIKATOR 6. IPTEKNI KOMPETENSI DASAR INDIKATOR 7. HUKUM KOMPETENSI DASAR INDIKATOR 8. POLITIK KOMPETENSI DASAR INDIKATOR 9. KERUKUNAN ANTAR UMAT BERAGAMA KOMPETENSI DASAR INDIKATOR

E. Strategi Perkuliahan

Jacques Delors ketua dari INTERNATIONAL COMMISSION ON EDUCATION FOR THE TWENTY FIRST CENTURY Komisi ini dibentuk UNESCO tahun 1993, beranggotakan 14 orang dari berbagai belahan dunia dan berbagai latar belakang budaya serta pendidikan. Pendidikan Abad 21 sebagaimana yang disampaikan Jacques Delors (1996) dalam buku Learning the Treasure Within, adalah pendidikan yang bersendikan pada 4 pilar.

Jacques Delors mengatakan bahwa pendidikan bukan tongkat ajaib ala Harry Potter yang tinggal diayun sambil baca mantera. Pendidikan adalah upaya jangka panjang yang harus dilakukan tanpa kenal lelah. The Commission does not see education as a miracle cure or a magic formula opening the door to a world in which all ideals will be attained, but as one of the principal means available to foster a deeper and more harmonious form of human development and thereby to reduce poverty, exclusion, ignorance, oppression and war.

Learning to know (belajar untuk mengetahui), hubungan pendidik dan peserta didik ada dalam hubungan fasilitator & pembelajar. Dosen menempatkan dirinya sebagai kawan berdialog bagi mahasiswa dalam rangka mengembangkan penguasaan pengetahuan. Istilah untuk mahasiswa adalah pembelajar, dengan asumsi mereka belajar untuk dirinya sendiri, mereka membelajarkan dirinya sendiri.

Learning to do Mahasiswa adalah subjek-belajar, karenanya pbm harus mampu memberdayakan atau mengaktualisasikan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki, serta bakat dan minat peserta didiknya dalam situasi yang konkrit. Artinya, bakat dan minat mahasiswa memang sangat dipengaruhi faktor keturunan, atau bahwa tumbuh kembangnya bakat dan minat sangat bergantung pada lingkungan belajarnya?.

Learning to be (belajar untuk menjadi seseorang). Hal ini erat sekali kaitannya dengan pemenuhan ketertarikan manusia pada sesuatu. Tidak semua manusia tertarik menjadi insinyur, atau jadi dokter. Masing-masing orang punya cita-citanya pribadi.

Learning to live together Membangun kebiasaan hidup bersama, saling menghargai, terbuka, memberi dan menerima, dan hidup berdampingan dalam perbedaan. Ddalam sosial yang bhineka (aspek ras, suku, agama) dsbnya.

Aspiratif dengan hakekat 4 pilar pendidikan yang dikembangkan dalam proses pembelajaran PAK MPK, maka 2/3 waktu tatap muka dialokasikan untuk mahasiswa untuk mempresentasi ppt karya individu maupun ppt kelompok materi kajian.

Dalam setiap presentasi peserta didik, di bagian akhir Dosen memperkaya dengan juga menyajikan materi dengan tema yang sama. Dengan demikian, presentasi peserta didik sama sekali tidak boleh diartikan Dosen tidak melakukan apa apa?

F. Sumber Materi Perkuliahan

Pada dasarnya materi perkuliahan bisa diakses dari internet, namun demikian ada beberapa buku yang layak dibaca karena bias memperkaya pengetahuan, antara lain: Darmaputera, Eka, Etika Sederhana Untuk Semua, Perkenalan Pertama, Jakarta, BPK.GM, 1989 Bab I-IV, IX Shelton, Charles M, Moralitas Kaum Muda, Bagaimana Menanamkan Tanggung Jawab Kristiani, Yogyakarta, Kanisius,1988, Bab I, Bab II Kohlberg, Lawrence, Tahap-tahap Perkembangan Moral, Yogyakarta, Kanisius,1995, BabI, IV Leonard, Andre, Yesus dan Tubuhmu, Tuntunan Moral Seksual Bagi Kaum Muda, Obor, 2002 Verkuyl, J. Etika Kristen Bagian Umum, Jakarta, BPK. GM, 1976

Suseno, Von Magnis, F, Etika Umum, Yogyakarta, Kanisius, 1975 White, J, Kejujuran, Moral dan Hati Nurani, Jakarta, BPK, 1987 John Naisbitt & Patricia Aburdene, Megatrends 2000, Jakarta, Gramedia, 1996 Ismail,andar, Selamat berkembang, BPK GM, Jakarta, 2003 Like Wilardjo, Ilmu dan Agama di Perguruan Tinggi: Dipadukan atau Dibincangkan? dalam Jurnal Waskita, Vol.I, No.1, April, 2004. Supardan, Penyunt. Ilmu, Teknologi dan Etika, ( Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1991). Ds.M.H. Bolkestein - Asas-Asas Hukum Gereja - BPK Jakarta 1966 halaman 92 Budiman R.L., D.Min PELAYANAN LINTAS BUDAYA DAN KONTEKSTUAL John Stott, ISU-ISU GLOBAL Menantang Kepemimpinan Kristiani Penilaian Atas Masalah Sosial dan Kontemporer, Jakarta 1984. h 11 Hale, Pdt. Leonard M.Th., Jujur terhadap pietisme. Menilai Kembali Reputasi Pietisme Pada Gereja-Gereja Indoesia. BPK Jakarta. 1990.

G. Kriteria Penilaian

Model Pembelajaran Kolokium

Model pembelajaran yang dirangcang sendiri oleh peserta didik (membuat presentasi power point) untuk dipresentasikan dalam pertemuan tatap muka di kelas. Suatu kegiatan akademik dimana seseorang mempresentasikan apa yang telah dipelajari kepada suatu kelompok atau kelas, dan menjawab pertanyaan mengenai presentasinya dari anggota kelompok atau kelas. PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 41 TAHUN 2007 TENTANG STANDAR PROSES UNTUK SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH - GLOSARIUM

Manfaat Model presentasi Power Point 1. Optimalisasi waktu pembelajaran terstruktur dan pembelajaran mandiri. 2. Memupuk keberanian untuk tampil presentasi 3. Memungkinkan terjadinya komunikasi dalam proses perkuliahan 4. Menciptakan iklim belajar yang variatif 5. Memberikan pengalaman mengelola waktu

N1- TUGAS TUGAS 50% Individu Dan Kelompok

N1 - PPT INDIVIDU (bobot nilai 40%) - Setiap peserta kuliah agama Kristen selalu siap untuk mempresentasikan satu dari 9 materi kajian dalam dalam format Power Point. Maksudnya, secara acak setiap mahasiswa selalu siap untuk ditunjuk menyanjikan ppt yang dipersiapkannya dalam tatap muka perkuliahan. Penilaian karya ppt kelompok ditekankan pada 3 aspek, yaitu: (1)Keterbacaan (2)keindahan dan (3)jumlah slide.

N1 - TUGAS KELOMPOK (bobot nilai 10%) Peserta kuliah akan dibagikan dalam kelompok, setiap kelompok wajib mempresentasikan salah satu dari 9 subtansi kajian dalam format ppt. Secara umum penilaian karya ppt kelompok ditekankan pada 3 aspek, yaitu: (1)Keterbacaan (2)keindahan dan (3)jumlah slide.

N2- AKTIVITAS 20% Kehadiran dan Aktivitas

N2 - KEHADIRAN (bobot nilai 10%), sesuai dengan PERATURAN REKTOR UNY NO: 01 TAHUN 2011 Tentang Peraturan Akademik Universitas Negeri Yogyakarta Bab IV Pasal 5 ayat 1 mengatakan Setiap wajib mengikuti setiap mata kuliah dalam satu semester paling sedikit 75% tatap muka. Oleh karenanya, bagi mahasiswa yang tidak memenuhi kewajiban kehadiran minimal tatap muka dengan sendirinya dinyatakan gugur.

N2 - AKTIVITAS-KELAS (bobot nilai 10%) setiap mahasiswa wajib berinteraksi secara aktif mengikuti perkuliahan, al. dialog dan diskusi kelas tentang berbagai hal yang berkaitan dengan materi. Penilaian ditekankan pada kesanggupan mahasiswa mengajukan pertanyaan atau menjawab pertanyaan-pertanyaan lisan yang muncul pada setiap perkuliahan.

N3 - UJIAN TENGAH SEMESTER 15%

N3 - UJIAN AKHIR SEMESTER 15%

PENGAMATAN PAK sebagai Matakuliah Pengembangan Kepribadian wajib mengembangkan penilaian pengamatan perilaku (secara objektif) sebagai konskwensi pembelajaran afektip. Penilaian pengamatan bukanlah sesuatu yang mudah dan sederhana (adanya intervensi like dan dislike) namun betapa pun tetap diperlukan dan diupayakan se objektif mungkin.

Perhitungan penilaian : (N1x5) + (N2x2) + (N3x1.5) + (N4x1.5) = NILAI AKHIR

FORM NILAI PADA SIAKAD UNY NO NIM NAMA TUGAS AKTIFITAS MID UJIAN AKHIR NILAI HURUF Rekap Nilai : A =..., B =..., C =..., D =..., E/K =... Yogyakarta, 24 Juni 2014 Dosen/Koord. Team Penguji : (Yusri Panggabean)

STANDAR NILAI NILAI 10 100 HURUF ANGKA/BOBOT 8.6-10 86 100 A 4.00 8.1 8.5 81-85 A- 3.67 7.6 8.0 76-80 B+ 3.33 7.1-7.5 71-75 B 3.00 6.6 7.0 66-70 B- 2.67 6.1 6.5 61-65 C+ 2.33 5.6 6.0 56-60 C 2.00 4.1 5.5 41-55 D 1.00 0.0 4.0 0-40 E 0.00

H. Jadwal Perkuliahan RENCANA