ANT COLONY OPTIMIZATION

dokumen-dokumen yang mirip
Penggunaan Graf dalam Algoritma Semut untuk Melakukan Optimisasi

Pemanfaatan Algoritma Semut untuk Penyelesaian Masalah Pewarnaan Graf

BAB 2 LANDASAN TEORI

Penyelesaian Traveling Salesperson Problem dengan Menggunakan Algoritma Semut

LANDASAN TEORI. Bab Konsep Dasar Graf. Definisi Graf

BAB 1 PENDAHULUAN. bagian dalam pekerjaan. Dalam melakukan pemasangan kabel perlu

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

STUDI PERBANDINGAN ALGORITMA CHEAPEST INSERTION HEURISTIC DAN ANT COLONY SYSTEM DALAM PEMECAHAN TRAVELLING SALESMAN PROBLEM

Penyelesaian Masalah Travelling Salesman Problem Menggunakan Ant Colony Optimization (ACO)

Algoritma Koloni Semut dan Manfaatnya untuk Menentukan Jalur Pengumpulan Sampah

BAB 2 LANDASAN TEORI

Analisa Pencarian Jarak Terpendek Lokasi Wisata di Provinsi Sumatera Utara Menggunakan Algoritma Ant Colony Optimization (ACO)

Permodelan Pohon Merentang Minimum Dengan Menggunakan Algoritma Prim dan Algoritma Kruskal

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

Desain Rute Terpendek untuk Distribusi Koran Dengan Algoritma Ant Colony System

Penerapan Travelling Salesman Problem dalam Penentuan Rute Pesawat

BAB II LANDASAN TEORI. 2.1 Penjadwalan Definisi Penjadwalan Kegiatan Belajar Mengajar

JURNAL IT STMIK HANDAYANI

LEMBAR PENGESAHAN LEMBAR PERNYATAAN HAK CIPTA ABSTRAK...

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

Penggunaan Algoritma Dijkstra dalam Penentuan Lintasan Terpendek Graf

Aplikasi dan Optimasi Kombinatorial pada Ant Colony

OPTIMASI RUTE ARMADA KEBERSIHAN KOTA GORONTALO MENGGUNAKAN ANT COLONY OPTIMIZATION. Zulfikar Hasan, Novianita Achmad, Nurwan

SISTEM ALOKASI PENYIMPANAN BARANG PADA GUDANG

BAB 2 LANDASAN TEORI. Perancangan sistem merupakan penguraian suatu sistem informasi

ALGORITMA SEMUT PADA PENJADWALAN PRODUKSI JOBSHOP

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB II LANDASAN TEORI

UKDW BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Aplikasi Shortest Path dengan Menggunakan Graf dalam Kehidupan Sehari-hari

BAB IV ANALISIS MASALAH

Penyelesaian Traveling Salesman Problem dengan Algoritma Heuristik

MEMBANDINGKAN KEMANGKUSAN ALGORITMA PRIM DAN ALGORITMA KRUSKAL DALAM PEMECAHAN MASALAH POHON MERENTANG MINIMUM

PENERAPAN ALGORITMA ANT COLONY PADA PENJADWALAN PRODUKSI

PENYELESAIAN TRAVELLING SALESMAN PROBLEM MENGGUNAKAN METODE SIMPLE HILL CLIMBING

Penerapan Sirkuit Hamilton dalam Perencanaan Lintasan Trem di ITB

ANALISIS ALGORITMA ANT SYSTEM (AS) PADA KASUS TRAVELLING SALESMAN PROBLEM (TSP)

PENDUKUNG SISTEM PEMASARAN DENGAN ALGORITMA ANT COLONY ABSTRAK

VEHICLE ROUTING PROBLEM UNTUK DISTRIBUSI BARANG MENGGUNAKAN ALGORITMA SEMUT

Perbandingan Algoritma Dijkstra Dan Algoritma Ant Colony Dalam Penentuan Jalur Terpendek


BAB II LANDASAN TEORI

Graf dan Pengambilan Rencana Hidup

IMPLEMENTASI DAN ANALISA KINERJA ALGORITMA ANT SYSTEM (AS) DALAM PENYELESAIAN MULTIPLE TRAVELLING SALESMAN PROBLEM (MTSP)

Artikel Ilmiah oleh Siti Hasanah ini telah diperiksa dan disetujui oleh pembimbing.

PENYELESAIAN TRAVELLING SALESMAN PROBLEM DENGAN METODE TABU SEARCH

PENEMUAN JALUR TERPENDEK DENGAN ALGORITMA ANT COLONY. Budi Triandi

Aplikasi Graf dalam Rute Pengiriman Barang

APLIKASI ALGORITMA ANT SYSTEM (AS) DALAM KASUS TRAVELLING SALESMAN PROBLEM (TSP) Dedy Mulia

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

BAB III ALGORITMA ANT DISPERSION ROUTING (ADR)

Aplikasi Pohon Merentang Minimum dalam Rute Jalur Kereta Api di Pulau Jawa

BAB III IMPLEMENTASIALGORITMA GENETIK DAN ACS PADA PERMASALAHAN TRAVELLING SALESMAN PROBLEM

BAB II DASAR TEORI 2.1 Penjadwalan Kuliah

Studi Algoritma Optimasi dalam Graf Berbobot

BAB II KAJIAN TEORI. semut, dan travelling salesman problem. Teori graf digunakan untuk menerapkan

Algoritma Branch & Bound untuk Optimasi Pengiriman Surat antar Himpunan di ITB

CLONING-BASED ALGORITHM DAN APLIKASINYA DALAM TRAVELLING SALESPERSON PROBLEM

Pencarian Jalur Terpendek dengan Menggunakan Graf dan Greedy dalam Kehidupan Sehari-hari

IMPLEMENTASI ALOKASI JADWAL MATA PELAJARAN SMU MENGGUNAKAN ALGORITMA KOLONI SEMUT (AKS)

Ant Colony Optimization

PENGGUNAAN ALGORITMA ANT COLONY SYSTEM DALAM TRAVELING SALESMAN PROBLEM (TSP) PADA PT. EKA JAYA MOTOR

PENERAPAN ALGORITMA GENETIKA PADA PERSOALAN PEDAGANG KELILING (TSP)

Pemanfaatan Algoritma Hybrid Ant Colony Optimization dalam Menyelesaikan Permasalahan Capacitated Minimum Spanning Tree. Tamam Asrori ( )

Aplikasi Algoritma Dijkstra dalam Pencarian Lintasan Terpendek Graf

BAB II LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI

Analogi Pembunuhan Berantai Sebagai Graf Dalam Investigasi Kasus

Matematika dan Statistika

IMPLEMENTASI ALGORITMA SEMUT UNTUK PENCARIAN RUTE TERPENDEK BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS

PERANCANGAN PROGRAM APLIKASI OPTIMASI PEMASANGAN KABEL DENGAN METODE ANT COLONY

Ant Colony Optimization

ALGORITMA GENETIC ANT COLONY SYSTEM UNTUK MENYELESAIKAN TRAVELING SALESMAN PROBLEM

OPTIMALISASI TRAVELLING SALESMAN WITH TIME WINDOWS (TSPTW) DENGAN ALGORITMA SEMUT

Penerapan Teori Graf Pada Algoritma Routing

PETA INTERAKTIF PENCARIAN JALUR TERPENDEK DENGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA SEMUT UNTUK PENJEMPUTAN BARANG (Studi Kasus PT.

BAB II LANDASAN TEORI

PENENTUAN RUTE OPTIMAL PADA KEGIATAN PENJEMPUTAN PENUMPANG TRAVEL MENGGUNAKAN ANT COLONY SYSTEM

Aplikasi Graf Berarah dan Pohon Berakar pada Visual Novel Fate/Stay Night

METODE BRANCH AND BOUND UNTUK MENEMUKAN SHORTEST PATH

Penggunaan Graf pada Pemetaan Genetik dan Integrasi Peta Genetik

APLIKASI GRAF DALAM PEMBUATAN JALUR ANGKUTAN KOTA

Paradigma Pemrograman Dinamis dalam Menentukan Rute Distribusi Bahan Bakar Minyak Berdasarkan Kebutuhan Penduduk di Suatu Daerah

IMPLEMENTASI PERBANDINGAN ALGORITMA ANT COLONY SYSTEM DENGAN ALGORITMA SUBSET DYNAMIC PROGRAMMING PADA KASUS TRAVELLING SALESMAN PROBLEM

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Aplikasi Graf pada Hand Gestures Recognition

Penerapan Algoritma Branch and Bound pada Perancangan Jalur Bandros

Usulan Rute Distribusi Tabung Gas Menggunakan Algoritma Ant Colony Systems di PT. Limas Raga Inti

Optimasi pada Rute Truk Peti Kemas dengan Algoritma Optimasi Koloni Semut

Perancangan Sistem Transportasi Kota Bandung dengan Menerapkan Konsep Sirkuit Hamilton dan Graf Berbobot

Penerapan Algoritma Greedy untuk Memecahkan Masalah Pohon Merentang Minimum

SISTEM INFORMASI DISTRIBUSI BARANG VERSI 2 DENGAN SIRKUIT HAMILTON PADA DIGRAF 2-ARAH BERBOBOT DINAMIK (STUDI KASUS DIGRAF D2K5)

Pemodelan Game Theory untuk Mengatasi Kemacetan

Penggunaan Graf Semi-Hamilton untuk Memecahkan Puzzle The Hands of Time pada Permainan Final Fantasy XIII-2

1 BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang dan Permasalahan

Aplikasi Teori Graf dalam Manajemen Sistem Basis Data Tersebar

Team project 2017 Dony Pratidana S. Hum Bima Agus Setyawan S. IIP

Transkripsi:

ANT COLONY OPTIMIZATION WIDHAPRASA EKAMATRA WALIPRANA - 13508080 Program Studi Teknik Informatika, Institut Teknologi Bandung Jl. Ganesha 10, Bandung e-mail: w3w_stay@yahoo.com ABSTRAK The Ant Colony Optimization (ACO) atau yang lebih dikenal sebagai algoritma semut merupakan teknik probalistik untuk memecahkan masalah perhitungan dengan menemukan jalur terbaik melalui graf. Algoritma ini terinspirasi dari perilaku semut bersama dengan koloninya dalam mencari makanannya. Pada dunia nyata, semut berjalan secara random dalam memilih jalurya pada saat mencari makanan. Setelah menemukan makanan tersebut, semut tadi kembali ke koloninya atau sarangnya dengan meninggalkan suatu pheromone sebagai jejak. Saat semut lain mencari makanan dan menemukan jalur dengan pheromone tersebut mereka tidak cenderung untuk bepergian secara random, tetapi akan mengikuti jejak tersebut dan akan menghasilkan pheromone baru jika pada akhirnya menemukan makanan. Algoritma semut ini merupakan metode untuk melakukan suatu optimasi kerja. Algoritma semut ini dapat diimplementasikan dalam kehidupan seharihari seperti pada kasus Travelling Salesman Problem (TSP), Job-shop Scheduling Problem (JSP), dan kasus lain sebagainya. Kata kunci: Ant Colony Optimization, Algoritma Semut, Graf, Optimasi 1. PENDAHULUAN Pernahkah melihat semut berjalan bergerombolan dalam mencari makanan. Gerombolan semut berjalan secara teratur, ada yang ke arah makanan ada pula yang ke arah sebaliknya. Awalnya semut mencari makanan secara random hanya memanfaatkan indra penciumannya yang terkenal tajam, karena semut tidak memiliki indra penglihatan. Namun setelah menemukan makanan, semut akan kembali ke sarangnya dengan meninggalkan suatu pheromone yang berperan sebagai jejak agar semut lain dapat mencium pheromone tersebut sehingga tidak akan mencari makanan secara random lagi. Ini pula alasan ada semut yang berjalan ke arah sebaliknya dari arah makanan. Dengan inspirasi perilaku semut tersebut maka diciptakanlah suatu algoritma yang berperan sebagai optimasi dalam mencari jalan terbaik pada suatu graf. Oleh karena itu algoritma ini dinamakan Ant Colony Optimization (ACO). 2. LANDASAN TEORI Pada bagian ini akan dijelaskan mengenai optimasi, graf yang mengacu pada algoritma semut dan algoritma semut itu sendiri secara lebih detail. 2.1. Optimasi Optimasi ialah suatu proses untuk mencapai hasil yang ideal atau optimal (nilai efektif yang dapat dicapai). Dalam bidang matematika optimasi, merujuk pada studi permasalahan yang mencoba untuk mencari nilai minimal atau maksimal dari suatu fungsi. Untuk dapat mencapai nilai optimal baik minimal atau maksimal tersebut, secara sistematis dilakukan pemilihan nilai variabel integer atau nyata yang akan memberikan solusi optimal. Adapun yang dikenal dengan nilai optimal yaitu nilai yang didapat dengan melalui suatu proses dan dianggap menjadi suatu solusi jawaban yang paling baik dari semua solusi yang ada. Nilai optimal dapat dicari dengan dua cara: Cara pertama yaitu cara konvensional, yaitu mencoba semua kemungkinan yang ada dengan mencatat nilai yang didapat. Cara ini kurang efektif, karena akan membutuhkan banyak waktu dalam pengecekan sehingga akan menjadi tidak optimal. Cara kedua adalah dengan menggunakan suatu formula ataupun media seperti gambar atau grafik sehingga nilai optimal dapat diperkirakan dengan cepat dan tepat. Contoh persoalan yang memerlukan optimisasi diantaranya adalah: Menentukan lintasan terpendek dari suatu tempat ke tempat yang lain. Menentukan jumlah pekerja seminimal mungkin dalam melakukan suatu proses produksi dengan MAKALAH IF2091 STRATEGI ALGORITMIK TAHUN 2009

pengeluaran biaya pekerja dapat seminimal mungkin dan hasil produksi semaksimal mungkin. Mengatur jalur kendaraan umum agar dapat mencapai semua lokasi. Mengatur routing jaringan kabel telepon agar biaya pemasangan kabel tidak terlalu besar dan penggunaannya tidak boros. Dan juga contoh-contoh lainnya. 2.2. Graf Graf digunakan untuk merepresentasikan objek-objek diskrit dan hubungan antara objek-objek tersebut. Definisi Graf Graf G = (V, E), yang dalam hal ini: V = himpunan tidak-kosong dari simpul-simpul (vertices) = { v1, v2,..., vn } E = himpunan sisi (edges) yang menghubungkan sepasang simpul = {e1, e2,..., en } Gambar 2. Contoh Graf Berarah Dua buah simpul v1 dan simpul v2 disebut terhubung jika terdapat lintasan dari v1 ke v2. G disebut graf terhubung (connected graph) jika untuk setiap pasang simpul vi dan vj dalam himpunan V terdapat lintasan dari vi ke vj. Jika tidak, maka G disebut graf tak-terhubung (disconnected graph). Gambar 1. Contoh Graf Keterangan Gambar 1: G adalah graf dengan V = { 1, 2, 3, 4 } E = { (1, 2), (2, 3), (1, 3), (1, 3), (2, 4), (3, 4), (3,4) } = { e1, e2, e3, e4, e5, e6, e7} Berdasarkan orientasi arah pada sisi, maka secara umum graf dibedakan atas 2 jenis: 1. Graf tak-berarah (undirected graph) Graf yang sisinya tidak mempunyai orientasi arah disebut graf tak-berarah. 2. Graf berarah (directed graph atau digraph) Graf yang setiap sisinya diberikan orientasi arah disebut sebagai graf berarah. Gambar 3. Contoh Graf Tak-terhubung Graf berarah G dikatakan terhubung jika graf tidak berarahnya terhubung (graf tidak berarah dari G diperoleh dengan menghilangkan arahnya). Graf Hamilton Lintasan Hamilton ialah lintasan yang melalui tiap simpul di dalam graf tepat satu kali. Sirkuit Hamilton ialah sirkuit yang melalui tiap simpul di dalam graf tepat satu kali, kecuali simpul asal (sekaligus simpul akhir) yang dilalui dua kali. Graf yang memiliki sirkuit Hamilton dinamakan graf Hamilton, sedangkan graf yang hanya memiliki lintasan Hamilton disebut graf semi- Hamilton.

1. Semut pertama mencari sumber makanan melalui jalur manapun dalam hal ini adalah (a). Kemudian kembali ke sarang (N) dengan meninggalkan jejak pheromone (b). 2. Semut tanpa pandang bulu akan mengikuti empat kemungkinan, tapi dengan pheromone yang lebih kuat, semut lebih tertarik memilih jalur tersebut sebagai jalur terpendek. Gambar 4. Graf Hamilton Keterangan Gambar 4: (a) graf yang memiliki lintasan Hamilton (misal: 3, 2, 1, 4) (b) graf yang memiliki lintasan Hamilton (1, 2, 3, 4, 1) (c) graf yang tidak memiliki lintasan maupun sirkuit Hamilton 2.3. Algoritma Semut Algoritma semut diperkenalkan oleh Moyson dan Manderick dan secara meluas dikembangkan oleh Marco Dorigo. 3. Akhirnya semut akan mengambil jalur terpendek, dimana jalur lainnya akan semakin kehilangan pheromone yang telah menguap. Dalam berbagai percobaan pada koloni semut yang diberikan dua pilihan jalur menuju sumber makanan yang tidak sama panjang,, koloni semut cenderung memilih jalur terpendek. Sebuah model yang menjelaskan perilaku semut tersebut akan dijelaskan berikut: 1. Seekor semut (sebut saja blitz ) kurang lebih berjalan atau berkeliling di sekitar atau tidak jauh dari koloninya. 2. Jika menemukan sumber makanan, ia langsung akan kembali ke sarangnya dan meninggalkan jejak pheromone 3. Dengan pheromonenya, semut terdekat kurang lebih akan langsung mengikuti jalur yang telah dilewati blitz. 4. Setelah kembali ke koloninya semut ini akan semakin memperkuat jalur dengan pheromone yang ia hasilkan. Gambar 5. Jalur Makanan Semut Gambar di atas merupakan jalur makanan semut dengan F adalah food source yang berarti sumber makanan dan N adalah nest yang berarti sarang semut. Gagasan awal algoritma semut ini berasal dari hasil pengamatan sumber makanan dari semut itu sendiri dimana semut secara individual memiliki kemampuan kognitif dalam menemukan jalur terpendek antara sumber makanan dan sarangnya. Berikut adalah kronologis bagaimana semut mencari makanannya: 5. Jika terdapat dua rute yang mungkin untuk mencapai sumber makanan yang sama, jalur terpendek akan lebih banyak dipilih oleh semut dibandingkan yang lebih panjang. 6. Jalur terpendek akan semakin banyak peminatnya dan akan lebih menarik dikarenakan semakin banyak pheromone yang dihasilkan. 7. Jalur yang panjang akan ditinggalkan dan akhirnya pheromone yang terdapat di sana akan menguap dan hilang. 8. Akhirnya semua semut telah mendapatkan pemikiran untuk memilih jalur terpendek akibat ulah blitz si semut pertama tadi.

Semut menggunakan lingkungannya sebagai media komunikasi. Mereka bertukar informasi secara tidak langsung melalui pheromonenya secara mendetail seperti status kerja, dll. Informasi yang ditukar memiliki ruang lingkup lokal, dimana hanya seekor semut yang terletak di tempat pheromone itu berada. Sistem ini disebut "Stigmergy" dan terjadi di banyak hewan yang hidup bersosial masyarakat (hal itu telah dipelajari dalam kasus pembangunan pilar dalam sarang rayap). Mekanisme untuk menyelesaikan masalah yang kompleks untuk ditangani oleh satu semut adalah contoh yang baik dari suatu sistem organisme. Sistem ini didasarkankan pada feedback positif (menarik feromon semut lain yang akan memperkuat sendiri) dan negatif (disipasi dari rute oleh sistem mencegah penguapan dari labrakan). Secara teori, jika jumlah feromon tetap sama dari waktu ke waktu pada semua sisi, tidak ada rute yang akan dipilih. Namun, karena feedback, sedikit variasi pada sisi akan diperkuat dan dengan demikian memungkinkan pilihan sisi tersebut. Algoritma akan bergerak dari keadaan yang tidak stabil di mana tidak ada sisi yang lebih kuat daripada yang lain, untuk ke yang lebih stabil di mana jalur terdiri dari sisi paling kuat. 3. APLIKASI ANT COLONY OPTIMIZATION Algoritma ini pun digunakan untuk memecahkan kasus yang sering kita dengar yaitu Travelling Salesman Problem (TSP). Algorima ACO yang pertama disebut Ant system atau sistem semut dan ini ditujukan untuk memecahkan TSP, yang bertujuan untuk mencari jalur terpendek melingkar untuk mencapai berbagai kota. Algoritma umumnya relatif sederhana dan berdasarkan beberapa semut, masing masing membuat kemungkinan perjalanan mengelilingi kota. Pada setiap grup, setiap semut memilih untuk pindah dari suatu kota ke kota lainnya dengan syarat: 1. Harus mengunjungi setiap kota tepat satu kali. 2. Kota yang lebih jauh memiliki kemungkinan dipilih yang lebih kecil dibanding yang lebih dekat. 3. Semakin kuat pheromone di setiap jalur, semakin kuat kemungkinan akan dipilih. 4. Setelah menyelesaikan perjalanan, semut meninggalkan pheromonenya di setiap jalur yang ia lewati jika jalurnya pendek. 5. Setelah beberapa pengulangan, jejak pheromone menguap. Algoritma ant colony optimization telah digunakan dalam berbagai macam kasus otimasi kombinatorial, seperti persamaan kuadratik pada protein dan kendaraan bermotor dan banyak metoda yang diturunkan dari kasus dinamis dalam variabel riil, kasus stokastik, multi target, dan implementasi paralel. Gambar 6. Travelling Salesman Problem

Contoh pseudo-code: procedure ACO_MetaHeuristic while(not_termination) generatesolutions() daemonactions() pheromoneupdate() end while end procedure Formula: Pemilihan Sisi: Seekor semut akan berjalan dari simpul i menuju simpul j dengan probabilitas dimana L k adalah cost dari kth perjalanan semut (biasanya panjangnya) 4. KESIMPULAN 1. Ant Colony Optimization merupakan algoritma merupakan teknik probalistik untuk memecahkan masalah perhitungan dengan menemukan jalur terbaik melalui graf. Algoritma ini terinspirasi dari perilaku semut bersama dengan koloninya dalam mencari makanannya. 2. Banyak permasalahan yang membutuhkan optimasi yaitu suatu proses untuk mencapai hasil yang ideal atau optimal. 3. Ant Colony Optimization dapat digunakan dala pemecahan masalah Travelling Salesman Problem (TSP). REFERENSI dimana τ i,j = jumlah pheromone pada sisi i,j α = parameter pengontrol pengaruh τ i,j η i,j = desirability sisi i,j (biasanya 1 / d i,j, dimana d adalah jarak) β = parameter pengontrol pengaruh η i,j [1] Munir, Rinaldi. (2006) Matematika Diskrit. Bandung: Teknik Informatika ITB. [2] Wikipedia Indonesia. (2006). Algoritma Semut Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia. http://id.wikipedia.org/wiki/algoritma_semut/. Waktu akses: 20 Desember 2009 pukul 21:00. [3] Wikipedia Indonesia. (2006). Ant colony optimization Wikipedia, the free encyclopedia. http://en.wikipedia.org/wiki/ant_colony_optimization/. Waktu akses: 20 Desember 2006 pukul 21:00. [4] Wikipedia Indonesia. (2006). Optimisasi Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia. http://id.wikipedia.org/wiki/optimisasi/. Waktu akses: 20 Desember 2009 pukul 22:00. Pheromone Update τ i,j = (1 ρ)τ i,j + Δτ i,j dimana τ i,j = jumlah pheromone pada sisi i,j ρ = tingkat penguapan pheromone and Δτ i,j = jumlah pheromone dihasilkan