Ant Colony Optimization
|
|
|
- Bambang Setiabudi
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Ant Colony Optimization Karjono #1, Moedjiono #2, Denni Kurniawan #3 Jurnal TICOM Vol.4 No.3 Mei 2016 # Program Studi Magister Ilmu Komputer, Program Pascasarjana, Universitas Budi Luhur Jalan Ciledug Raya, Petukangan Utara, Jakarta Selatan, DKI Jakarta (021) Abstraksi Metode Optimasi Abstrak lebih dikenal salah satunya adalah metode pendekatan. Metode pendekatan tidak menjamin solusi optimal. Namun, meskipun metode ini tidak menjamin hasil yang optimal, tetapi hasil penyelesaian umumnya cukup baik. Metaheuristik sebenarnya adalah pendekatan yang didasarkan pada metode heuristik. Jadi tidak mengherankan bahwa metode heuristik sering terintegrasi dalam metode metaheuristik. Ant Colony Optimization ( ACO ) adalah salah satu contoh dari metode metaheuristik yang dapat digunakan untuk masalah Traveling Salesman Problem. Kata kunci : Optimization, Ant Colony Optimization, Metaheristik Abstract Optimization methods are often known one of them is the method of approach. Approximation method does not ensure that the solution is optimal. However, although this method does not guarantee optimal results, but generally pretty good settlement outcomes. Metaheuristic in fact is the approach that is based on heuristic methods. So no wonder that the heuristic methods are often integrated within metaheuristic method. Ant Colony Optimization (ACO) is one example of a metaheuristic method that can be used for problem Traveling Salesman Problem. Keywords Optimization, Ant Colony Optimization, Metaheristik. I. PENDAHULUAN Ant-Colony Optimization termasuk dalam kelompok Swarm Intelligence, yang merupakan salah satu jenis pengembangan paradigma yang digunakan untuk menyelesaikan masalah optimasi dimana inspirasi yang digunakan untuk memecahkan masalah tersebut berasal dari perilaku kumpulan atau kawanan (swarm) serangga. ACO biasanya digunakan untuk menyelesaikan discrete optimization problems dan persoalan yang kompleks dimana terdapat banyak variabel. Hasil yang diperoleh dengan menggunakan ACO, walaupun tidak optimal namun mendekati optimal. ACO sudah diterapkan di berbagai masalah seperti VRP, penjadwalan proyek dengan sumberdaya terbatas, data mining, penjadwalan pekerjaan (job scheduling) 1 [email protected] 2 [email protected] 3 [email protected] dan beberapa masalah kombinatorial yang lain. Dalam ACO, setiap semut dalam kawanan yang berjalan akan meninggalkan pheromone (semacam zat kimia) pada jalur yang dilaluinya. Pheromone ini menjadi semacam sinyal bagi sesama semut. Jalur yang pendek akan menyisakan sinyal yang lebih kuat. Semut berikutnya, pada saat memutuskan jalur mana yang harus dipilih, biasanya akan cenderung memilih untuk mengikuti jalur dengan sinyal yang paling kuat, sehingga jalur terpendek akan ditemui karena lebih banyak semut yang akan melewati jalur tersebut. Semakin banyak semut yang lewat suatu jalur, semakin kuat sinyal di jalur itu. Hal ini dapat dilihat pada Gambar 1, dimana ditunjukkan bagaimana jalur yang dilalui oleh semut pada saat mencari makan dari sarang sampai ke sumber makanan, penjadwalan merupakan suatu proses pengorganisasian waktu untuk mendapatkan waktu yang efektif dan optimal. Sebuah jadwal merupakan sekumpulan dari pertemuan pada waktu tertentu. Sebuah pertemuan adalah kombinasi dari sumber daya (ruangan, orang, dan lainnya), dimana beberapa diantaranya ditentukan oleh masalah dan beberapa mungkin dialokasikan sebagai bagian dari pemecahan [1]. Algoritma Ant merupakan salah satu dari teknik yang paling sukses dalam hal penjadwalan menurut [2] dan [3], terutama diaplikasikan dalam TSP (travelling salesman problem) Generasi pertama program masalah penjadwalan dengan komputer dikembangkan pada awal tahun 1960 yang berusaha mengurangi pekerjaan administratif [4], [5]. II. DASAR TEORI A. Algoritma Ant Colony Algoritma semut diperkenalkan oleh Moyson dan Manderick dan secara meluas dikembangkan oleh Marco Dorigo. Algoritma semut adalah bioinspired metaheuristic, mempunyai sekelompok khusus yang berusaha menyamai karakteristik kelakuan dari serangga sosial, yaitu koloni semut. Kelakuan dari tiap pelaku dalam meniru kelakuan dari semut hidup dan bagaimana mereka berinteraksi satu dengan lainnya agar dapat menemukan sumber makanan dan membawanya ke koloni mereka dengan efisien. Selama berjalan tiap semut mengeluarkan feromon, dimana semut lainnya sensitif dengan feromon tersebut sehingga memberikan harapan untuk mengikuti jejaknya. Lebih atau kurang intensitasnya tergantung pada konsentrasi dari feromon. Setelah beberapa waktu, jalur terpendek akan lebih sering diikuti dan feromonnya menjadi 119
2 jenuhsemut diperkenalkan oleh Moyson dan Manderick dan 6. Feromon yang ditinggalkan oleh semut di jalur yang lebih secara meluas dikembangkan oleh Marco Dorigo. pendek aromanya akan lebih kuat dibandingkan feromon di jalur yang lebih panjang 7. Semut-semukarena aroma feromon lebih kuat [6]. Proses dalam ACO bisa dijelaskan sebagai berikut. lain akan lebih tertarik mengikuti jalur bawah Misalkan ada N semut dalam satu koloni. Semut-semut menuju tujuan akhir itu akan memulai gerakan dari sarang mereka melalui beberapa simpul dan berakhirr pada simpul tujuan di akhir setiap siklus atau iterasi. Kalau semua semut sudah menyelesaikan lintasannya, jumlah pheromone pada lintasan terbaik secara global akan diperbarui. Lintasan global terbaik artinya terbaik diantara semua semut. Pada awal proses, yaitu pada iterasi 1, semua ruas dari simpul awal akan diberi jumlah pheromonee yang sama. Sehingga padaa iterasi 1, semua semut akan mulai dari simpul awal dan berakhir pada simpul tujuan dengan cara memilih simpul-simpul antara secaraa random. Proses optimasi berakhirr jika jumlah iterasi maksimum sudah Gbr. 1 Contoh klasik dari pembangunann jejak feromon dalam mencari jalan tercapai atau tidak ada lagi solusi yang lebih baik yang bisa yang lebih pendek. didapat dalam beberapa iterasi yang berturutan. Semut menggunakan lingkungannya sebagai media komunikasi. Mereka bertukar informasi secara tidak langsung melalui pheronomenya secara mendetail seperti status kerja, dll. Informasi yang ditukar memiliki ruang lingkup lokal, dimana hanya seekor semut yang terletak di tempat pheromone itu berada. Sistem ini disebut "Stigmergy" dan terjadi di banyak hewan yang hidup bersosial masyarakat (hal itu telah dipelajari dalam kasus pembangunan pilar dalam sarang rayap). Mekanismee untuk menyelesaikan masalah yang kompleks untuk ditangani oleh satu semut adalah contoh yang baik dari suatu sistem organisme. Sistem ini didasarkankan pada feedback positif (menarik feromon semut lain yang akan memperkuat sendiri) dan negatif (disipasi dari rute oleh sistem mencegah penguapan dari labrakan). Secara teori, jika jumlah feromon tetap sama dari waktu ke waktu pada semua sisi, tidak ada rute yang akan dipilih. Namun, karena feedback, sedikit variasi pada sisi akan diperkuat dan dengan demikian memungkinkan pilihan sisi tersebut. Algoritma akan bergerak dari keadaan yang tidak stabil di mana tidak ada sisi yang lebih kuat daripada yang lain, untuk ke yang lebih stabil di mana jalur terdiri dari sisi paling kuat. Algoritma Ant Colony Optimization merupakan teknik Gbr. 2 Perubahan konsentrasi feromon probabilistik untuk menjawab masalah komputasi yang bisa dikurangi dengan menemukan jalur yang baik dengan graf. Jadi cara kerja Algoritma Ant adalah sebagai berikut: ACO pertama kali dikembangkan oleh Marco Dorigo pada 1. Pada awalnya, semut berkeliling secara acak. tahun Ketika semut-semumisalnya sampai pada persimpangan, mereka akan mulai oleh koloni semut karena tingkah laku semut yang menarik menemukan jalur yang berbeda Sesuai dengan nama algoritmanya ACO di inspirasi menentukan arah jalan secaraa acak ketika mencari makanan. Semut-semut menemukan jarak 3. Sebagian semut memilih berjalan ke atas dan sebagian lagi terpendek antara sarang semut dan sumber makanannya. akan memilih berjalan ke bawah Ketika berjalan dari sumber makanan menuju sarang mereka, 4. Ketika menemukan makanann mereka kembali ke koloninya semut memberikan tanda dengan zat feromon sehingga akan sambil memberikan tanda dengan jejak feromon. tercipta jalur feromon. Feromon adalah zat kimia yang 5. Karena jalur yang ditempuh lewat jalur bawah lebih berasal dari kelenjar endokrin dan digunakan oleh makhluk pendek, maka semut yang bawah akan tiba lebih dulu hidup untuk mengenali sesama jenis, individu lain dengan asumsi kecepatan semua semut adalah sama kelompok, dan untuk membantu proses reproduksi.
3 Berbeda dengan hormon, feromon menyebar ke luar tubuh dan hanya dapat mempengaruhi dan dikenali oleh individu lain yang sejenis, proses peninggalan feromon ini dikenal sebagai stigmergy. Semut dapat mencium feromon dan ketika mereka memilih jalur mereka, mereka cenderung Gbr. 3 Graf Hamilton(1), Graf Semi-Hamilton(2), Graf Bukan Hamilton memilih jalur yang ditandai oleh feromon dengan konsentrasi yang tinggi. Apabila semut telah menemukan jalur yang C. Penyelesaian TSP Menggunakan Algoritma Semut terpendek maka semut-semut akan terus melalui jalur TSP adalah salah satu teka-teki optimisasi yang cukup tersebut. Jalur lain yang ditandai oleh feromon lama akan terkenal di kalangan peneliti dan pecinta matematika selama memudar atau menguap, seiring berjalannya waktu. Jalur-jalur bertahun-tahun. Mereka berlomba untuk mencari penyelesaian yang pendek akan mempunyai ketebalan feromon kasus TSP dengan tekniknya masing-masing. Teknik yang dengan probabilitik yang tinggi dan membuat jalur tersebut cukup terkenal adalah simulated annealing, genetic algorithm, akan dipilih dan jalur yang panjang akan ditinggalkan. Jalur and ant colony optimization (algoritma semut). Algoritma feromon membuat semut dapat menemukan jalan semut atau Ant Colony Optimization telah digunakan untuk kembali ke sumber makanan atau sarang mereka. mencari lintasan optimal pada Travelling Salesman Problem Formula : (TSP). Pada simulasi algoritma semut, diperlukan tiga tabel Temporary (i,j) besar (dengan dimensi n x n dimana n adalah banyaknya kota) v = max{[ [τ(i,j )] [η(i,j ) β ]}.(1) untuk mencari lintasan optimal. Pemilihan Jalur : Tabel pertama adalah tabel jarak (distance array), untuk Seekor semut akan berjalan dari simpul i menuju simpul j menghitung seluruh jarak dari kota yang satu ke kota lainnya. dengan probabilitas..(2) Tabel kedua adalah tabel pheromon (pheromone array), untuk menyimpann kadar pheromon pada jalur antara seluruh kota. Tabel ketiga adalah tabel delta pheromon (delta pheromone array), untuk menyimpan sementara pheromon untuk ditambahkan ke tabel pheromon pada akhir iterasi. Tabel delta pheromon digunakan agar semua semut mengetahui hasil dari iterasi sebelumnya. dimana τ i,j = jumlah pheromone pada sisi i,j α = parameter pengontrol pengaruh τ i,j η i,j = desirability sisi i,j (biasanya 1 / d i,j, dimana d adalah jarak) β = parameter pengontrol pengaruh η i,j Penambahan dan Penguapan Pheromone : τi,j = (1 ρ)τi,j + Δτi,j (3) dimana τ i,j = jumlah pheromone pada sisi i,j ρ = tingkat penguapan pheromone dan Δτ i,j = jumlah pheromone dihasilkan Update Pheromone τ(t, v) (1 α) τ( (t, v) +α Δτ(t, v)...(4) B. Graf Hamilton Lintasan Hamilton ialah lintasan yang melalui tiap titik di dalam graf tepat satu kali. Sirkuit Hamilton ialah sirkuit yang melalui tiap titik di dalam graf tepat satu kali, kecuali titik asal (sekaligus titik akhir) yang dilalui dua kali. Graf yang memiliki sirkuit Hamilton dinamakan graf Hamilton, sedangkan graf yang hanya memiliki lintasan Hamilton disebut graf semi - Hamilton. Gbr. 4 Ilustrasi TSP III. METODOLOGI PENELITIAN Pemilihan penelitian dengan menggunakan metode membangun sistem model pendekatan RAD (Rapid Aplication Development) atau rapid prototyping karena melihat aplikasi yang dikembangkan adalah aplikasii sederhana dan tidak membutuhkan waktu yang lama. 1. Rencana Kebutuhan (Requirement Planning)
4 Pada tahap ini, pengguna dan analis melakukan semacam pertemuan untuk melakukan identifikasi tujuan dari aplikasi atau sistem dan melakukan identifikasi kebutuhan informasi untuk mencapai tujuan. Pada tahap ini hal terpenting adalah adanya keterlibatan dari kedua belah pihak, bukan hanya sekedar persetujuan akan proposal yang sudah dibuat. Untuk lebih jauh lagi, keterlibatan pengguna bukan hanya dari satu tingkatan pada suatu organisasi, melainkan beberapa tingkatan organisasi sehingga informasi yang dibutuhkan untuk masingmasing pengguna dapat terpenuhi dengan baik. 2. Proses Desain (Design Workshop) Pada tahap ini adalah melakukan proses desain dan melakukan perbaikan-perbaikan apabila masih terdapat ketidaksesuaian desain antara pengguna dan analis. Untuk tahap ini maka keaktifan pengguna yang terlibat sangat menentukan untuk mencapai tujuan, karena pengguna bisa langsung memberikan komentar apabila terdapat ketidak sesuaian pada desain. Biasanya pengguna dan analis berkumpul menjadi satu dan duduk di meja melingkar dimana masing-masing orang bisa melihat satu dengan yang lain tanpa ada halangan. Apabila memungkinkan, maka masing-masing pengguna diberikan satu komputer yang terhubung satu dengan yang lain, sehingga masing-masing bisa melihat desain yang dibuat dan langsung memberikan komentar. Pada selang waktu tersebut, pengguna bisa memberikan tanggapan akan sistem yang sudah dikembangkan untuk selanjutnya dilakukan perbaikan-perbaikan. Dengan demikian proses pengembangan suatu sistem membutuhkan waktu yang cepat. 3. Implementasi (Implementation) Setelah desain dari sistem yang akan dibuat sudah disetujui baik itu oleh pengguna dan analis, maka pada tahap ini programmer mengembangkan desain menjadi suatu program. Setelah program selesai baik itu sebagian maupun secara keseluruhan, maka dilakukan proses pengujian terhadap program tersebut apakah terdapat kesalahan atau tidak sebelum diaplikasikan pada suatu organisasi. Pada saat ini maka pengguna bisa memberikan tanggapan akan sistem yang sudah dibuat serta persetujuan mengenai sistem tersebut. Adapun hal terpenting adalah bahwa keterlibatan pengguna sangat diperlukan supaya system yang di kembangkan dapat memberikan kepuasan kepada pengguna dan di samping itu sistem yang lama tidak perlu dijalankan secara paralel dengan sistem yang baru. 4. Tahapan keseluruhan Dengan berdasarkan pada tahapan di atas maka proses utama pengembangan suatu sistem dengan menggunakan metode RAD adalah sebagai berikut: 1) Pengembang membuat prototype berdasarkan kebutuhankebutuhan yang sudah didefinisikan sebelumnya. 2) Desainer melakukan penilaian terhadap prototype. 3) Pengguna melakukan uji coba pada prototype dan memberikan masukan mengenai kebutuhan-kebutuhan yang kurang. 4) Pengguna dan pengembang melakukan pertemuan untuk memberikan penilaian terhadap produk secara bersamasama, menyesuaikan kebutuhan serta memberikan komentar apabila diperlukan perubahan. 5) Semua kebutuhan akan sistem dan perubahan-perubahan yang terjadi dilakukan proses timeboxed dengan mempunyai 2 kemungkinan : Perubahan yang tidak dapat ditampung seperti yang sudah direncanakan harus dihilangkan. Jika diperlukan, kebutuhan-kebutuhanyang bersifat sekunder ditiadakan [7]. b. HASIL DAN PEMBAHASAN A. Perhitungan Jarak Rute Pengiriman Barang Data penjualan dari PT XYZ berisi secara umum namanama barang yang dipesan oleh para konsumen, lokasi dari tiap-tiap konsumen tersebut serta kuantitas barang yang dipesan. Data ini merupakan data yang digunakan sebagai acuan dalam melakukan aktivitas delivery order. Data penjualan untuk semua barang dapat dilihat pada tabel I dibawah ini. TABEL I HASIL PENJUALAN NO PO KODE PELANGGAN TGL ORDER PART NUMBER PART NAME LOCATION ORDER PO PN Extreme Pusida CCTV Kamera 3001 Putih JL RADIO DALAM 5 PO PN Hardlenz Kamera CCTV Outdoor CMOS 800TVL 36 IR HZ 635 CMJL RADIO DALAM 7 PO PN Extreme Pusida CCTV Kamera 3139 JL BINTARO RAYA 4 PO PN Extreme Pusida CCTV Kamera 9002 Abu abu JL SWADARMA RAYA 3 PO PN IPeKAM DVR KIT GOLD 4CH CCTV Kamera Keamanan ALL INJL SWADARMA RAYA 3 PO PN IPeKAM DVR KIT SILVER 4CH CCTV Kamera Keamanan ALL JL SWADARMA RAYA 3 PO PN Hardlenz Dome Kamera Indoor CCTV SONY 1000TVL 720P PutJL YUSUF 6 PO PN Hardlenz Kamera CCTV Outdoor SONY 1000TVL 72 IR HZ721000JL YUSUF 4 PO PN Hardlenz HZ800CD Kamera CCTV Dome CMOS 800TVL 24 IR PuPLAZA SENAYAN 4 PO PN Hardlenz Kamera CCTV Outdoor SONY 700TVL 36 IR HZ 635 SO PLAZA SENAYAN 3 PO PN Hardlenz J663 Dome Kamera Indoor CCTV SuperHAD CCD II SOJL PROF DR SATRIO 2 PO PN Hardlenz Kamera CCTV Outdoor CMOS 800TVL 36 IR HZ800CO JL PROF DR SATRIO 10 PO PN Hardlenz Kamera CCTV Dome Glass SONY 700TVL 18 IR J773 JL CASABLANCA 3 PO PN Hardlenz Kamera CCTV Dome SONY 1000TVL 36 IR HZ138SHR30JL RASAMALA RAYA 5 PO PN Hardlenz Kamera CCTV Dome SONY 700TVL 24 IR LS DBSHE JL BANGKA RAYA 5 PO PN Hardlenz Kamera CCTV Outdoor SONY 700TVL 24 IR LS 24SHE JL BANGKA RAYA 6 B. Jarak Antar Lokasi Dalam pengaplikasian software pencarian rute terpendek yang dibuat berdasarkan algoritma ACO maka diperlukan suatu data jarak terpendek antar lokasi yang terdapat pada gudang sebagai acuan utama dalam pencarian rute terpendek tersebut. Data jarak untuk semua titik dapat dilihat pada tabel II dibawah ini. 122
5 TABEL II JARAK ANTAR LOKASI DALAM SATUAN KILO METER GUDANG LOCA LOCB LOCC LOCD LOCE LOCF LOCG LOCH LOCI C. Perhitungan Jarak Rute Pengiriman Barang Sebelum memasuki perhitungan pada tahap satu dalam perhitungan algoritma ACO maka terlebih dahulu dilakukan perhitungan awal untuk menghitung invers jarak. Nilai invers untuk semua titik dapat dilihat pada tabel III dibawah ini. TABEL III INVERS JARAK GUDANG LOCA LOCB LOCC LOCD LOCE LOCF LOCG LOCH LOCI Nilai dari semua pheromone (τ) pada awal perhitungan ditetapkan dengan angka awal yang sangat kecil. Pada contoh perhitungan penelitian ini nilai pheromone τ awal menggunakan nilai awal sebesar 0,0001. Penetapan nilai pheromone awal dimaksudkan agar tiap-tiap ruas memiliki nilai ketertarikan untuk dikunjungi oleh tiap-tiap semut. Nilai pheromone untuk semua titik dapat dilihat pada tabel IV dibawah ini. TABEL IV PHEROMONE AWAL GUDANG 0,0001 0,0001 0,0001 0,0001 0,0001 0,0001 0,0001 0,0001 0,0001 0,0001 LOCA 0,0001 0,0001 0,0001 0,0001 0,0001 0,0001 0,0001 0,0001 0,0001 0,0001 LOCB 0,0001 0,0001 0,0001 0,0001 0,0001 0,0001 0,0001 0,0001 0,0001 0,0001 LOCC 0,0001 0,0001 0,0001 0,0001 0,0001 0,0001 0,0001 0,0001 0,0001 0,0001 LOCD 0,0001 0,0001 0,0001 0,0001 0,0001 0,0001 0,0001 0,0001 0,0001 0,0001 LOCE 0,0001 0,0001 0,0001 0,0001 0,0001 0,0001 0,0001 0,0001 0,0001 0,0001 LOCF 0,0001 0,0001 0,0001 0,0001 0,0001 0,0001 0,0001 0,0001 0,0001 0,0001 LOCG 0,0001 0,0001 0,0001 0,0001 0,0001 0,0001 0,0001 0,0001 0,0001 0,0001 LOCH 0,0001 0,0001 0,0001 0,0001 0,0001 0,0001 0,0001 0,0001 0,0001 0,0001 LOCI 0,0001 0,0001 0,0001 0,0001 0,0001 0,0001 0,0001 0,0001 0,0001 0,0001 Dalam pemilihan titik selanjutnya yang dituju, pertamatama dilakukan penetapan dari nilai β 0 adalah parameter perhitungan untuk mendapatkan nilai yang optimal dalam ACO, untuk mempermudah perhitungan diambil nilai β =2. Selanjutnya dilakukan perhitungan untuk mendapatkan nilai temporary (i,j) berdasarkan persamaan (1) serta nilai probabilitas berdasarkan persamaan (2) dari titik awal DEPOT (i) ke titik selanjutnya yang belum dilalui (j). Nilai temporary digunakan untuk menentukan titik-titik yang akan dituju selanjutnya. Hasil perhitungan temporary dan probabilitas dari titik awal GUDANG dapat dilihat pada tabel V dibawah ini. TABEL V HASIL PERHITUNGAN TEMPORARY DAN PROBABILITAS DARI TITIK AWAL GUDANG delta peronom probabilitas akumulatif probabilita Untuk memilih persamaan yang tepat sebagai acuan dalam pemilihan lokasi selanjutnya maka perlu dibangkitkan suatu bilangan random (q) antara 0 sampai 1 serta menetapkan suatu bilangan pembatas (q0) antara 0 sampai 1. Pada perhitungan ini ditetapkan nilai q0 sebesar 0,9 serta bilangan random yang dibangkitkan memiliki nilai q sebesar 0,1 yang artinya semut melakukan proses eksploitasi dengan probabilitas 90% dan proses q q0 eksplorasi 10%. Karena, maka penentuan lokasi yang akan dituju berdasarkan persamaan (1), yaitu dengan melihat hasil temporary yang paling besar. Sehingga lokasi yang terpilih adalah lokasi LOCC. D. Tahap pembaharuan pheromone Lokal Setelah pengirim berpindah menuju lokasi selanjutnya maka tahap τ selanjutnya adalah melakukan pembaharuan pheromone (τ) secara lokal dengan menggunakan persamaan (3).Persamaan dari pembaharuan τ pheromone (τ ) lokal, hasil keseluuhan pembaharuan dapat dilihat pada tabel VI dibawah ini. TABEL VI NILAI PHEROMONE SETELAH TAHAP MENGALAMI PEMBAHARUAN LOKAL GUDANG LOCA LOCB LOCC LOCD LOCE LOCF LOCG LOCH LOCI E. Tahap pembaharuan pheromone Global Setelah tahap 1 dan 2 telah selesai untuk mendapatkan satu rute dan setiap τ lokasi yang dikunjungi telah mengalami pembaharuan pheromone (τ) secara lokal, maka tahap selanjutnya adalah untuk membaharui pheromone τ (τ) secara 123
6 global berdasarkan persamaan (4) namun hanya lokasi yang menghasilkan rute dengan jarak terpendek. Persamaan dari pembaharuan τ pheromone (τ) global, hasil keseluuhan pembaharuan dapat dilihat pada tabel VII dibawah ini. TABEL VII NILAI PHEROMONE SETELAH TAHAP MENGALAMI PEMBAHARUAN GLOBAL GUDANG LOCA LOCB LOCC LOCD LOCE LOCF LOCG LOCH LOCI F. Interface Desain interface software yang dibuat memiliki 2 bentuk form yang berfungsi sebagai input maupun output dari software ini, yaitu : Form Input Form input yang merupakan form utama dari seluruh aktivitas pencarian rute terpendek dengan menggunakan algoritma Ant Colony Optimization. Form ini memiliki 2 bagian sebagai input dari software ini, yaitu : 1). Input jumlah lokasi dan nama lokasi Pada bagian ini user mengisi jumlah lokasi yang akan dikunjungi untuk mengisi nama lokasinya user langsung memilih dengan cara dengan cara mengetikkannya pada label yang telah disediakan dan meng-klik nama lokasi yang telah tercantum pada list box yang telah disediakan. 2). Input parameter perhitungan Pada bagian ini user mengisi nilai-nilai parameter yang digunakan pada perhitungan dengan menggunakan algoritma Ant Colony Optimization dengan cara mengetikkannya pada label-label yang telah disediakan. Nilai-nilai parameter yang harus diisi oleh user adalah nilai pheromone awal, nilai q0, nilai beta, nilai rho, nilai alpha, dan jumlah iterasi perhitungan yang diinginkan. Form input ditunjukkan pada gambar berikut. Form Output Form output berisi laporan dari hasil pengolahan dengan menggunakan software ini yang akan digunakan oleh para picker sebagai panduan sewaktu melakukan pengambilan barang digudang. Laporan ini memuat urutan lokasi yang harus dikunjungi oleh para picker beserta panduan arah untuk membantu para picker menuju lokasi yang ditetapkan. Form output ditunjukkan pada gambar berikut ini Gbr. 6 Output Berdasarkan hasil perhitungan jarak tempuh dengan algoritma ACS terlihat bahwa jarak tempuh terpendek didapat melalui perhitungan dengan menggunakan algoritma ACO yaitu 57,4 Km dimulai dari GUDANG - LOCC - LOCE - LOCA - LOCB - LOCF - LOCG - LOCD - LOCH - LOCI GUDANG. IV. PENUTUP A. Kesimpulan Berikut merupakan kesimpulan berdasarkan aplikasi yang telah di buat : Algoritma ant colony optomization menggunakan fungsi heuristik untuk mendapatkan hasil yang optimal sehingga kekurangan dari algoritma ant colony optomization ini adalah waktu proses dalam mendapatkan hasil yang paling optimal sangat tergantung dari jumlah iterasi perhitungan yang digunakan. Gbr. 5 Input jarak terdekat B. Saran Berikut merupakan saran berdasarkan aplikasi yang telah di buat : 1. Diharapkan dalam pengembangan ditambahkan pengaturan lokasi lebih jelas 2. Diharapkan untuk mendapatkan hasil travel sales person yang lebih baik dilakukan pembelajaran teknik- 124
7 teknik algoritma semut yang lebih spesifikasi dan mendalam REFERENSI [1] Jain Ashish, Jain Dr. Suresh, and Chande Dr. P.K., Formulation of Genetic Algorithm to Generate Good Quality Course Timetable, International Journal of Innovation, Management and Technology, Vol. 1, No. 3, pp , August [2] Karl F.Doerner, Daniel Merkle, and Thomas Stzle, Special Issue on Ant Colony Optimization, Swarm Intell (2009) 3: 1-2, DOI /s [3] Pei Hua Chen and Hua Hua Cheng, IRT-based Automated Test Assembly: A Sampling and Stratification Perspective, The University of Texas at Austin, August [4] Cole A. J., The Preparation of Examination Time-tables Using A Small-Store Computer, Computer Journal, 7: , [5] Welsh D.J.A. and Powell M. B., An Upper Bound for The Chromatic Number of A Graph and Its Application to Timetabling Problems, Computer Journal, 10(1): PP , [6] Marco Dorigo and Alberto Colorni, The Ant Sytem: Optimization by A Colony of Cooperating Agents, IEEE Transaction on Systems, Man, and Cybernetics-Part B, Vol. 26, No. 1, pp. 1-13,1996. [7] Noertjahya dan Agustinus, Studi Analisis Rapid Aplication Development sebagai salah satu alternative metode pengembangan perangkat lunak, Universitas Kristen Petra, Jakarta, Indonesia
ANT COLONY OPTIMIZATION
ANT COLONY OPTIMIZATION WIDHAPRASA EKAMATRA WALIPRANA - 13508080 Program Studi Teknik Informatika, Institut Teknologi Bandung Jl. Ganesha 10, Bandung e-mail: [email protected] ABSTRAK The Ant Colony Optimization
Analisa Pencarian Jarak Terpendek Lokasi Wisata di Provinsi Sumatera Utara Menggunakan Algoritma Ant Colony Optimization (ACO)
Analisa Pencarian Jarak Terpendek Lokasi Wisata di Provinsi Sumatera Utara Menggunakan Algoritma Ant Colony Optimization (ACO) Juanda Hakim Lubis Prorgram Studi Teknik Informatika, Fakultas Teknik, Universitas
Desain Rute Terpendek untuk Distribusi Koran Dengan Algoritma Ant Colony System
Desain Rute Terpendek untuk Distribusi Koran Dengan Algoritma Ant Colony System Jan Alif Kreshna, Satria Perdana Arifin, ST, MTI., Rika Perdana Sari, ST, M.Eng. Politeknik Caltex Riau Jl. Umbansari 1 Rumbai,
BAB 1 PENDAHULUAN. bagian dalam pekerjaan. Dalam melakukan pemasangan kabel perlu
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bagi perusahaan kontraktor perumahan, pemasangan kabel menjadi bagian dalam pekerjaan. Dalam melakukan pemasangan kabel perlu dilakukan perencanaan urutan rumah yang
OPTIMALISASI TRAVELLING SALESMAN WITH TIME WINDOWS (TSPTW) DENGAN ALGORITMA SEMUT
OPTIMALISASI TRAVELLING SALESMAN WITH TIME WINDOWS (TSPTW) DENGAN ALGORITMA SEMUT Budi Prasetyo Wibowo, Purwanto, dansusy Kuspambudi Andaini Universitas Negeri Malang ABSTRAK: Travelling Salesman Problem
Penyelesaian Masalah Travelling Salesman Problem Menggunakan Ant Colony Optimization (ACO)
Penyelesaian Masalah Travelling Salesman Problem Menggunakan Ant Colony Optimization (ACO) Anna Maria 1, Elfira Yolanda Sinaga 2, Maria Helena Iwo 3 Laboratorium Ilmu dan Rekayasa Komputasi Departemen
Pemanfaatan Algoritma Semut untuk Penyelesaian Masalah Pewarnaan Graf
Pemanfaatan Algoritma Semut untuk Penyelesaian Masalah Pewarnaan Graf Anugrah Adeputra - 13505093 Program Studi Informatika, Sekolah Teknik Elektro & Informatika ITB Jl. Ganesha No.10 [email protected]
BAB II LANDASAN TEORI. 2.1 Penjadwalan Definisi Penjadwalan Kegiatan Belajar Mengajar
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Penjadwalan 2.1.1 Definisi Penjadwalan Kegiatan Belajar Mengajar Penjadwalan terkait pada aktivitas dalam hal untuk membuat sebuah jadwal. Sebuah jadwal adalah sebuah tabel dari
JURNAL IT STMIK HANDAYANI
Nurilmiyanti Wardhani Teknik Informatika, STMIK Handayani Makassar [email protected] Abstrak Algoritma semut atau Ant Colony Optimization merupakan sebuah algoritma yang berasal dari alam. Algoritma
ALGORITMA SEMUT PADA PENJADWALAN PRODUKSI JOBSHOP
Media Informatika, Vol. 2, No. 2, Desember 2004, 75-81 ISSN: 0854-4743 ALGORITMA SEMUT PADA PENJADWALAN PRODUKSI JOBSHOP Zainudin Zukhri, Shidiq Alhakim Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri,Universitas
IMPLEMENTASI ALOKASI JADWAL MATA PELAJARAN SMU MENGGUNAKAN ALGORITMA KOLONI SEMUT (AKS)
IMPLEMENTASI ALOKASI JADWAL MATA PELAJARAN SMU MENGGUNAKAN ALGORITMA KOLONI SEMUT (AKS) Devie Rosa Anamisa, S.Kom, M.Kom Jurusan D3 Teknik Multimedia Dan Jaringan-Fakultas Teknik Universitas Trunojoyo
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Traveling Salesperson Problem selanjutnya dalam tulisan ini disingkat menjadi TSP, digambarkan sebagai seorang penjual yang harus melewati sejumlah kota selama perjalanannya,
VEHICLE ROUTING PROBLEM UNTUK DISTRIBUSI BARANG MENGGUNAKAN ALGORITMA SEMUT
VEHICLE ROUTING PROBLEM UNTUK DISTRIBUSI BARANG MENGGUNAKAN ALGORITMA SEMUT Agung Hadhiatma 1*, Alexander Purbo 2* 1,2 Program Studi Informatika, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Sanata Dharma
Penyelesaian Traveling Salesperson Problem dengan Menggunakan Algoritma Semut
Penyelesaian Traveling Salesperson Problem dengan Menggunakan Algoritma Semut Irfan Afif (13507099) Program Studi Teknik Informatika, Sekolah Teknik Elektro dan Informatika, Institut Teknologi Bandung,
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN III.1. Analisis Sistem yang Berjalan Analisa sistem yang berjalan bertujuan untuk mengidentifikasi persoalanpersoalan yang muncul dalam pembuatan sistem, hal ini dilakukan
ANALISIS ALGORITMA ANT SYSTEM (AS) PADA KASUS TRAVELLING SALESMAN PROBLEM (TSP)
Buletin Ilmiah Math. Stat. dan Terapannya (Bimaster) Volume 04, No. 3 (2015), hal 201 210. ANALISIS ALGORITMA ANT SYSTEM (AS) PADA KASUS TRAVELLING SALESMAN PROBLEM (TSP) Cindy Cipta Sari, Bayu Prihandono,
BAB IV ANALISIS MASALAH
BAB IV ANALISIS MASALAH 4.1 Tampilan Program Persoalan TSP yang dibahas pada tugas akhir ini memiliki kompleksitas atau ruang solusi yang jauh lebih besar dari TSP biasa yakni TSP asimetris dan simetris.
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pada awalnya komputer hanya digunakan untuk alat hitung saja tetapi seiring dengan perkembangan teknologi, komputer diharapkan mampu melakukan semua yang dapat
Matematika dan Statistika
ISSN 1411-6669 MAJALAH ILMIAH Matematika dan Statistika DITERBITKAN OLEH: JURUSAN MATEMATIKA FMIPA UNIVERSITAS JEMBER Majalah Ilmiah Matematika dan Statistika APLIKASI ALGORITMA SEMUT DAN ALGORITMA CHEAPEST
ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha
ABSTRAK Permasalahan transportasi yang terjadi akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang tinggi membuat para pengguna jasa transportasi berpikir untuk dapat meminimalisasi biaya yang dikeluarkan.
SISTEM ALOKASI PENYIMPANAN BARANG PADA GUDANG
SISTEM ALOKASI PENYIMPANAN BARANG PADA GUDANG Achmad Hambali Jurusan Teknik Informatika PENS-ITS Kampus PENS-ITS Keputih Sukolilo Surabaya 60 Telp (+6)3-59780, 596, Fax. (+6)3-596 Email : [email protected]
1 BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang dan Permasalahan
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang dan Permasalahan Fokus dalam bidang teknologi saat ini tidak hanya berada pada proses pengembangan yang disesuaikan dengan permasalahan yang dapat membantu manusia
Kata kunci : Penjadwalan, Ant colony, Algoritma
PEMBANGUNAN APLIKASI PENJADWALAN KULIAH MENGGUNAKAN ALGORITMA ANT COLONY Hayi Akbar 1, Selvia Lorena Br Ginting,S.Si., MT 1,2 Jurusan Teknik Komputer Unikom, Bandung 1 [email protected], 2 [email protected]
Ant Colony Optimization
Ant Colony Optimization Budi Santosa, PhD Dosen Teknik Industri ITS, Surabaya Lab Komputasi dan Optimasi Industri Email : [email protected] 1.1 Pahuluan Dalam dua dekade terakhir ini, banyak penelitian
Artikel Ilmiah oleh Siti Hasanah ini telah diperiksa dan disetujui oleh pembimbing.
Artikel Ilmiah oleh Siti Hasanah ini telah diperiksa dan disetujui oleh pembimbing. Malang, 1 Agustus 2013 Pembimbing Dra. Sapti Wahyuningsih,M.Si NIP 1962121 1198812 2 001 Penulis Siti Hasanah NIP 309312426746
LANDASAN TEORI. Bab Konsep Dasar Graf. Definisi Graf
Bab 2 LANDASAN TEORI 2.1. Konsep Dasar Graf Definisi Graf Suatu graf G terdiri atas himpunan yang tidak kosong dari elemen elemen yang disebut titik atau simpul (vertex), dan suatu daftar pasangan vertex
Usulan Rute Distribusi Tabung Gas Menggunakan Algoritma Ant Colony Systems di PT. Limas Raga Inti
Prosiding Seminar Nasional Teknoin 2012 ISBN No. 978-979-96964-3-9 Usulan Rute Distribusi Tabung Gas Menggunakan Algoritma Ant Colony Systems di PT. Limas Raga Inti Fifi Herni Mustofa 1), Hari Adianto
ANALISIS ALGORITMA SEMUT UNTUK PEMECAHAN MASALAH PENUGASAN
ANALISIS ALGORITMA SEMUT UNTUK PEMECAHAN MASALAH PENUGASAN Zainudin Zukhri Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia Kampus Terpadu UII Jl Kaliurang Km 14.5 Yogyakarta
PENEMUAN JALUR TERPENDEK DENGAN ALGORITMA ANT COLONY. Budi Triandi
Budi, Penemuan Jalur Terpendek Dengan 73 PENEMUAN JALUR TERPENDEK DENGAN ALGORITMA ANT COLONY Budi Triandi Dosen Teknik Informatika STMIK Potensi Utama STMIK Potensi Utama, Jl.K.L Yos Sudarso Km 6,5 No.3-A
Jurnal Edukasi dan Penelitian Informatika (JEPIN) Vol. 1, No. 2, (2015) 1 Rancangan Sistem Penjadwalan Akademik Menggunakan Algoritma Max Min Ant System (Studi Kasus: STMIK Atma Luhur Pangkalpinang) Delpiah
PENCARIAN RUTE TERPENDEK OBJEK WISATA DI MAGELANG MENGGUNAKAN ANT COLONY OPTIMIZATION (ACO)
PENCARIAN RUTE TERPENDEK OBJEK WISATA DI MAGELANG MENGGUNAKAN ANT COLONY OPTIMIZATION (ACO) Bagus Fatkhurrozi *, Ika Setyowati Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Tidar Jl. Kapten Suparman
ANALISIS ALGORITMA HYBRID ANT COLONY OPTIMIZATION (ACO) DAN LOCAL SEARCH UNTUK OPTIMASI PEMOTONGAN BAHAN BAKU
ANALISIS ALGORITMA HYBRID ANT COLONY OPTIMIZATION (ACO) DAN LOCAL SEARCH UNTUK OPTIMASI PEMOTONGAN BAHAN BAKU Warih Maharani Fakultas Teknik Informatika, Institut Teknologi Telkom Jl. Telekomunikasi No.1
APLIKASI TRAVELLING SALESMAN PROBLEM DENGAN METODE ARTIFICIAL BEE COLONY
APLIKASI TRAVELLING SALESMAN PROBLEM DENGAN METODE ARTIFICIAL BEE COLONY Andri 1, Suyandi 2, WinWin 3 STMIK Mikroskil Jl. Thamrin No. 122, 124, 140 Medan 20212 [email protected] 1, [email protected]
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 TEORI GRAF 2.1.1 Definisi Definisi 2.1 (Munir, 2009, p356) Secara matematis, graf G didefinisikan sebagai pasangan himpunan (V,E), ditulis dengan notasi G = (V,E), yang dalam hal
PERENCANAAN SUMBER DAYA PADA PROYEK DENGAN MENGGUNAKAN METODE ANT COLONY
PERENCANAAN SUMBER DAYA PADA PROYEK DENGAN MENGGUNAKAN METODE ANT COLONY Niken A. Savitri, I Nyoman Pujawan, Budi Santosa Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri Institut Teknologi Sepuluh
PENDUKUNG SISTEM PEMASARAN DENGAN ALGORITMA ANT COLONY ABSTRAK
PENDUKUNG SISTEM PEMASARAN DENGAN ALGORITMA ANT COLONY Vendy Steven Tandiko, Halim Agung [email protected], [email protected] Tekhnik Informatika Universitas Bunda Mulia ABSTRAK Kemudahan untuk
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB LANDASAN TEORI. Tsunami Tsunami adalah gelombang laut yang terjadi karena adanya gangguan impulsif pada laut. Gangguan impulsif tersebut terjadi akibat adanya perubahan bentuk dasar laut secara tiba-tiba
STUDI PERBANDINGAN ALGORITMA CHEAPEST INSERTION HEURISTIC DAN ANT COLONY SYSTEM DALAM PEMECAHAN TRAVELLING SALESMAN PROBLEM
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI ) ISSN: `1907-5022 Yogyakarta, 19 Juni STUDI PERBANDINGAN ALGORITMA CHEAPEST INSERTION HEURISTIC DAN ANT COLONY SYSTEM DALAM PEMECAHAN TRAVELLING SALESMAN
BAB III IMPLEMENTASIALGORITMA GENETIK DAN ACS PADA PERMASALAHAN TRAVELLING SALESMAN PROBLEM
BAB III IMPLEMENTASIALGORITMA GENETIK DAN ACS PADA PERMASALAHAN TRAVELLING SALESMAN PROBLEM 3.1 TRAVELLING SALESMAN PROBLEM Sebelum membahas pencarian solusi Travelling Salesman Problem menggunakan algoritma
Algoritma. Untuk. Problem Dengan. Vehicle. Window. Jasa
Pengembangan Algoritma Heuristik Ant Colony System Untuk Menyelesaikan Permasalahan Dynamic Vehicle Routing Problem Dengan Time Window (DVRPTW) Pada Penyedia Jasa Inter-City Courier Nurlita Gamayanti (2207
OPTIMASI RUTE ARMADA KEBERSIHAN KOTA GORONTALO MENGGUNAKAN ANT COLONY OPTIMIZATION. Zulfikar Hasan, Novianita Achmad, Nurwan
OPTIMASI RUTE ARMADA KEBERSIHAN KOTA GORONTALO MENGGUNAKAN ANT COLONY OPTIMIZATION Zulfikar Hasan, Novianita Achmad, Nurwan ABSTRAK Secara umum, penentuan rute terpendek dapat dibagi menjadi dua metode,
BAB 2 LANDASAN TEORI. Perancangan sistem merupakan penguraian suatu sistem informasi
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Teori Umum 2.1.1 Perancangan Sistem Perancangan sistem merupakan penguraian suatu sistem informasi yang utuh ke dalam bagian komputerisasi yang dimaksud, mengidentifikasi dan mengevaluasi
Team project 2017 Dony Pratidana S. Hum Bima Agus Setyawan S. IIP
Hak cipta dan penggunaan kembali: Lisensi ini mengizinkan setiap orang untuk menggubah, memperbaiki, dan membuat ciptaan turunan bukan untuk kepentingan komersial, selama anda mencantumkan nama penulis
UKDW BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah PT. TIKI (Abadi Express) adalah perusahaan jasa yang menerima pengiriman paket dan paket tersebut akan diantar kealamat tujuan. Para kurir yang bertugas mengantar
STUDI KOMPARATIF ALGORITMA ANT DAN ALGORITMA GENETIK PADA TRAVELLING SALESMAN PROBLEM
Jurnal Computech & Bisnis, Vol. 3, No. 1, Juni 2009, 30-36 ISSN Studi 1978-9629 Komparatif Algoritma Ant...(Bambang Siswoyo & Andrianto) STUDI KOMPARATIF ALGORITMA ANT DAN ALGORITMA GENETIK PADA TRAVELLING
PEMBUATAN SKEMA JALUR ANGKUTAN KOTA PALU BERDASARKAN PENCARIAN LINTASAN DENGAN BOBOT MAKSIMUM MENGGUNAKAN ALGORITMA ANT COLONY SYSTEM (ACS)
JIMT Vol. 12 No. 1 Juni 2015 (Hal. 44 52) Jurnal Ilmiah Matematika dan Terapan ISSN : 2450 766X PEMBUATAN SKEMA JALUR ANGKUTAN KOTA PALU BERDASARKAN PENCARIAN LINTASAN DENGAN BOBOT MAKSIMUM MENGGUNAKAN
Aplikasi dan Optimasi Kombinatorial pada Ant Colony
Aplikasi dan Optimasi Kombinatorial pada Ant Colony Letivany Aldina / 13514067 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung
Penggunaan Graf dalam Algoritma Semut untuk Melakukan Optimisasi
Penggunaan Graf dalam lgoritma Semut untuk Melakukan Optimisasi Ibnu Sina Wardy NIM : 150505 Program Studi Teknik Informatika, Institut Teknologi andung Jl. Ganesha 10, andung E-mail : [email protected]
Algoritma Koloni Semut dan Manfaatnya untuk Menentukan Jalur Pengumpulan Sampah
Algoritma Koloni Semut dan Manfaatnya untuk Menentukan Jalur Pengumpulan Sampah Muhtar Hartopo 13513068 Program Sarjana Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl.
PENGGUNAAN ALGORITMA ANT COLONY SYSTEM DALAM TRAVELING SALESMAN PROBLEM (TSP) PADA PT. EKA JAYA MOTOR
PENGGUNAAN ALGORITMA ANT COLONY SYSTEM DALAM TRAVELING SALESMAN PROBLEM (TSP) PADA PT. EKA JAYA MOTOR Eka Mindaputra J2A 003 021 Skripsi Diajukan sebagai syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Sains / Sarjana
IMPLEMENTASI ALGORITMA SEMUT UNTUK PENCARIAN RUTE TERPENDEK BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS
IMPLEMENTASI ALGORITMA SEMUT UNTUK PENCARIAN RUTE TERPENDEK BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Edi Iskandar Teknik Informatika STMIK Akakom e-mail: [email protected] Abstrak Dalam kehidupan global
Optimasi pada Rute Truk Peti Kemas dengan Algoritma Optimasi Koloni Semut
E-journal Teknik Elektro dan Komputer (tahun), ISSN : 20-8402 7 Optimasi pada Rute Truk Peti Kemas dengan Algoritma Optimasi Koloni Semut Feisy D. Kambey [email protected] Abstrak Perdagangan global
Prototype Aplikasi Penjadwalan Manning Agent Crew Kapal Tanker Menggunakan Algoritma Ant Colony Optimization: Study Kasus PT Scorpa Pranedya
Prototype Aplikasi Penjadwalan Manning Agent Crew Kapal Tanker Menggunakan Algoritma Ant Colony Optimization: Study Kasus PT Scorpa Pranedya Karjono #1, Riza Dewa Santosa #2, Dadi Jaenudin #3 # Program
PERBANDINGAN ALGORITME ANT COLONY OPTIMIZATION DENGAN ALGORITME GREEDY DALAM TRAVELING SALESMAN PROBLEM
PERBANDINGAN ALGORITME ANT COLONY OPTIMIZATION DENGAN ALGORITME GREEDY DALAM TRAVELING SALESMAN PROBLEM Djasli Djamarus, Meiril Mediawan Laboratorium Informatika Dasar Jurusan Teknik Informatika FTI -
Aplikasi Penjadwalan Crew Ship Menggunakan Ant Colony Optimization: Studi Kasus PT Scorpa Pranedya
Aplikasi Penjadwalan Crew Ship Menggunakan Ant Colony Optimization: Studi Kasus PT Scorpa Pranedya Karjono #1, Utomo Budiyanto #2, Moedjiono #3 # Program Studi Magister Ilmu Komputer, Program Pascasarjana,
BAB I PENDAHULUAN. Traveling Salesman Problem (TSP) dikenal sebagai salah satu masalah
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Traveling Salesman Problem (TSP) dikenal sebagai salah satu masalah optimasi yang banyak menarik perhatian para peneliti sejak beberapa dekade terdahulu. Pada mulanya,
ALGORITMA SEMUT UNTUK PENYELESAIAN TRAVELLING SALESMAN PROBLEM
ALGORITMA SEMUT UNTUK PENYELESAIAN TRAVELLING SALESMAN PROBLEM Octariani, Darius Antoni & Emigawaty Mahasiswa dan Dosen Universitas Bina Darma Abstract: The growth of computer science has been applied
ALGORITMA GENETIC ANT COLONY SYSTEM UNTUK MENYELESAIKAN TRAVELING SALESMAN PROBLEM
ALGORITMA GENETIC ANT COLONY SYSTEM UNTUK MENYELESAIKAN TRAVELING SALESMAN PROBLEM Lutfiani Safitri 1) Sri Mardiyati 2) 1) Matematika, FMIPA Universitas Indonesia Jl. H. Boan lisan 9, Depok 16425 Indonesia
Penerapan Algoritma Ant System dalam Menemukan Jalur Optimal pada Traveling Salesman Problem (TSP) dengan Kekangan Kondisi Jalan
JNTETI, Vol. 1, No. 3, November 2012 43 Penerapan Algoritma Ant System dalam Menemukan Jalur Optimal pada Traveling Salesman Problem (TSP) dengan Kekangan Kondisi Jalan Andhi Akhmad Ismail 1, Samiadji
PENENTUAN RUTE OPTIMAL PADA KEGIATAN PENJEMPUTAN PENUMPANG TRAVEL MENGGUNAKAN ANT COLONY SYSTEM
JURNAL SAINS DAN SENI POMITS Vol. 2, No.1, (2013) 1-6 1 PENENTUAN RUTE OPTIMAL PADA KEGIATAN PENJEMPUTAN PENUMPANG TRAVEL MENGGUNAKAN ANT COLONY SYSTEM Laksana Samudra dan Imam Mukhlash Matematika, Fakultas
SISTEM PENGIRIMAN MAINAN ANAK-ANAK DENGAN MENGGUNAKAN METODE ANT COLONY SYSTEM PADA PT. PANPAN NAMLAPAN INDONESIA
SISTEM PENGIRIMAN MAINAN ANAK-ANAK DENGAN MENGGUNAKAN METODE ANT COLONY SYSTEM PADA PT. PANPAN NAMLAPAN INDONESIA Imelda Sutanto BINUS University, Jakarta, DKI Jakarta, 11480 Henkie Ongowarsito, S.Kom.,
IkhsanJaelani Mahasiswa Informatika, FT UMRAH, ABSTRAK. Kata Kunci : Rute Terpendek, meta-heuristics, algoritma semut
PENERAPAN ALGORITMA SEMUT UNTUK OPTIMISASI RUTE PENJEMPUTAN BARANG PADA TEMPAT JASA PENITIPAN SEMENTARA LION EXPRESS Studi Kasus : Konsolidator Lion Express Tanjungpinang IkhsanJaelani Mahasiswa Informatika,
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Teori Graf 2.1.1 Definisi Graf Graf G adalah pasangan (V(G),E(G)) dengan (V(G)) adalah himpunan tidak kosong dan berhingga dari objek-objek yang disebut titik, (E(G)) adalah
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI.1 Ant Colony System dan Asal Usulnya Pada subbab ini akan diuraikan mengenai asal usul Ant Colony System (ACS), yaitu membahas tentang semut dan tingkah lakunya yang merupakan sumber
LEMBAR PENGESAHAN LEMBAR PERNYATAAN HAK CIPTA ABSTRAK...
DAFTAR ISI Halaman LEMBAR PENGESAHAN LEMBAR PERNYATAAN HAK CIPTA ABSTRAK... i KATA PENGANTAR... iii DAFTAR ISI... v DAFTAR TABEL... vii DAFTAR GAMBAR... viii DAFTAR SIMBOL... ix BAB I PENDAHULUAN... 1
Perbandingan Algoritma Dijkstra Dan Algoritma Ant Colony Dalam Penentuan Jalur Terpendek
Perbandingan Algoritma Dijkstra Dan Algoritma Ant Colony Dalam Penentuan Jalur Terpendek Finsa Ferdifiansyah NIM 0710630014 Jurusan Teknik Elektro Konsentrasi Rekayasa Komputer Fakultas Teknik Universitas
Edu Komputika Journal
EDUKOM 1 (2) (2014) Edu Komputika Journal http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/edukom IMPLEMENTASI METODE ANT COLONY UNTUK TRAVELING SALESMAN PROBLEM MENGGUNAKAN GOOGLE MAPS PADA KOTA-KOTA DI JAWA
Jl. Ir. M. Putuhena, KampusUnpatti, Poka-Ambon, Maluku
Jurnal Barekeng Vol. 8 No. 1 Hal. 51 59 (2014 APLIKASI ALGORITMA ANT COLONY SYSTEM DALAM PENENTUAN RUTE OPTIMUM DISTRIBUSI BBM PADA PT. BURUNG LAUT Ant Colony System Algorithm Application to Determining
BAB 1 PENDAHULUAN. Pengiriman barang dari pabrik ke agen atau pelanggan, yang tersebar di berbagai
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pengiriman barang dari pabrik ke agen atau pelanggan, yang tersebar di berbagai tempat, sering menjadi masalah dalam dunia industri sehari-hari. Alokasi produk
PENERAPAN ALGORITMA ANT COLONY PADA PENJADWALAN PRODUKSI
PENERAPAN ALGORITMA ANT COLONY PADA PENJADWALAN PRODUKSI Nurul Imamah, S.Si 1, Dr.Imam Mukhlas, S.Si, MT 2 Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember
PENYELESAIAN TRAVELLING SALESMAN PROBLEM MENGGUNAKAN METODE SIMPLE HILL CLIMBING
Buletin Ilmiah Math. Stat. dan Terapannya (Bimaster) Volume 0, No. (2015), hal 17 180. PENYELESAIAN TRAVELLING SALESMAN PROBLEM MENGGUNAKAN METODE SIMPLE HILL CLIMBING Kristina Karunianti Nana, Bayu Prihandono,
PENCARIAN JALUR TERPENDEK MENGGUNAKAN ANT COLONY SYSTEM (KASUS: PARIWISATA KOTA BOGOR)
PENCARIAN JALUR TERPENDEK MENGGUNAKAN ANT COLONY SYSTEM (KASUS: PARIWISATA KOTA BOGOR) RINI AMALIA [email protected] Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Teknik, Matematika dan IPA Universitas
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
6 BAB II TINJAUAN PUSTAKA Pada bagian pada bagian ini akan diuraikan tentang tinjauan pustaka dan landaran teori yang sesuai dengan ACO dan AG. 2.1 Algoritma Ant Colony Optimization Secara umum pencarian
PERANCANGAN PROGRAM APLIKASI OPTIMASI PEMASANGAN KABEL DENGAN METODE ANT COLONY
PERANCANGAN PROGRAM APLIKASI OPTIMASI PEMASANGAN KABEL DENGAN METODE ANT COLONY Joni Cukri Binus University, Jalan KH. Syahdan No. 9 Palmerah, Jakarta 11480, Indonesia [email protected] ABSTRACT Cabling
TEKNIK MANAJEMEN LOSSES ALA KOLONI SEMUT UNTUK PENINGKATAN EFISIENSI SALURAN DISTRIBUSI 20 KV
TEKNIK MANAJEMEN LOSSES ALA KOLONI SEMUT UNTUK PENINGKATAN EFISIENSI SALURAN DISTRIBUSI 20 KV Julianus Gesuri Daud 1,2 1 Mahasiswa Pascasarjana Jurusan Teknik Elektro, FTI-ITS Surabaya 2 Staf Pengajar
GENETIKA UNTUK MENENTUKAN RUTE LOPER KORAN DI AGEN SURAT KABAR
MULTI TRAVELING SALESMAN PROBLEM (MTSP) DENGAN ALGORITMA Abstrak GENETIKA UNTUK MENENTUKAN RUTE LOPER KORAN DI AGEN SURAT KABAR Oleh : Fitriana Yuli Saptaningtyas,M.Si. Jurusan Pendidikan Matematika FMIPA
BAB II DASAR TEORI 2.1 Penjadwalan Kuliah
BAB II DASAR TEORI 2.1 Penjadwalan Kuliah Penjadwalan Kuliah merupakan pengaturan penempatan waktu dan ruangan berdasarkan jumlah kuliah dan akademik sejenis, dengan memperhatikan sejumlah aturan yang
STUDI ANALISIS RAPID APLICATION DEVELOPMENT SEBAGAI SALAH SATU ALTERNATIF METODE PENGEMBANGAN PERANGKAT LUNAK
JURNAL INFORMATIKA Vol. 3, No. 2, Nopember 2002: 74-79 STUDI ANALISIS RAPID APLICATION DEVELOPMENT SEBAGAI SALAH SATU ALTERNATIF METODE PENGEMBANGAN PERANGKAT LUNAK Agustinus Noertjahyana Fakultas Teknologi
BAB II KAJIAN TEORI. semut, dan travelling salesman problem. Teori graf digunakan untuk menerapkan
BAB II KAJIAN TEORI Pada bab kajian teori akan dibahas tentang teori graf, algoritma, algoritma semut, dan travelling salesman problem. Teori graf digunakan untuk menerapkan aplikasi rute Trans Jogja.
IMPLEMENTASI PERBANDINGAN ALGORITMA ANT COLONY SYSTEM DENGAN ALGORITMA SUBSET DYNAMIC PROGRAMMING PADA KASUS TRAVELLING SALESMAN PROBLEM
IMPLEMENTASI PERBANDINGAN ALGORITMA ANT COLONY SYSTEM DENGAN ALGORITMA SUBSET DYNAMIC PROGRAMMING PADA KASUS TRAVELLING SALESMAN PROBLEM Tommi Poltak Mario Program Studi Teknik Informatika, STTI RESPATI
PERBANDINGAN ALGORITMA ANT COLONY DAN ALGORITMA GENETIKA UNTUK PENCARIAN JARAK TERPENDEK DALAM PENGANGKUTAN HASIL TAMBANG
TESIS PERBANDINGAN ALGORITMA ANT COLONY DAN ALGORITMA GENETIKA UNTUK PENCARIAN JARAK TERPENDEK DALAM PENGANGKUTAN HASIL TAMBANG DIANA YANNI ARISWATI FALLO No. Mhs. : 135302019/PS/MTF PROGRAM STUDI MAGISTER
APLIKASI ALGORITMA ANT SYSTEM (AS) DALAM KASUS TRAVELLING SALESMAN PROBLEM (TSP) Dedy Mulia
APLIKASI ALGORITMA ANT SYSTEM (AS) DALAM KASUS TRAVELLING SALESMAN PROBLEM (TSP) Dedy Mulia PROGRAM STUDI MATEMATIKA FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 2011
Gambar 3.1. Semut dalam Proses menemukan sumber makanan
BAB III LANDASAN TEORI 3.1 Algortima Semut Koloni semut merupakan algoritma yang bersifat heuristik untuk menyelesaikan masalah optimasi. Algoritma ini diinspirasikan oleh lingkungan koloni semut pada
PENGEMBANGAN MODEL PEMILIHAN RUTE JALAN RAYA BERDASARKAN PERILAKU PENGGUNA MENGGUNAKAN ANT-COLONY OPTIMIZATION (ACO)
PENGEMBANGAN MODEL PEMILIHAN RUTE JALAN RAYA BERDASARKAN PERILAKU PENGGUNA MENGGUNAKAN ANT-COLONY OPTIMIZATION (ACO) Joko Siswanto [email protected] Abstract In the election of the road network usually
IMPLEMENTASI METODE ANT COLONY OPTIMIZATION UNTUK PEMILIHAN FITUR PADA KATEGORISASI DOKUMEN TEKS
IMPLEMENTASI METODE ANT COLONY OPTIMIZATION UNTUK PEMILIHAN FITUR PADA KATEGORISASI DOKUMEN TEKS Yudis Anggara Putra Chastine Fatichah Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Informasi, Institut
APLIKASI SIMULATED ANNEALING UNTUK MENYELESAIKAN TRAVELLING SALESMAN PROBLEM
Buletin Ilmiah Mat. Stat. dan Terapannya (Bimaster) Volume 03, No. 1 (2015), hal 25 32. APLIKASI SIMULATED ANNEALING UNTUK MENYELESAIKAN TRAVELLING SALESMAN PROBLEM Edi Samana, Bayu Prihandono, Evi Noviani
BAB 2 LANDASAN TEORI
8 BAB 2 LANDASAN TEORI Pada bab ini akan dibahas beberapa konsep dasar dan beberapa definisi yang akan digunakan sebagai landasan berpikir dalam melakukan penelitian ini sehingga mempermudah penulis untuk
Optimasi Multi Travelling Salesman Problem (M-TSP) Menggunakan Algoritma Genetika
Optimasi Multi Travelling Salesman Problem (M-TSP) Menggunakan Algoritma Genetika Wayan Firdaus Mahmudy ([email protected]) Program Studi Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya, Malang, Indonesia Abstrak.
BAB III ALGORITMA ANT DISPERSION ROUTING (ADR)
BAB III ALGORITMA ANT DISPERSION ROUTING (ADR) Pada permasalahan pencarian rute optimal dalam rangka penyebaran rute lalu lintas untuk mencapai keseimbangan jaringan lalu lintas sebagai upaya untuk mengurangi
ALGORITMA ANT COLONY OPTIMIZATION (ACO) UNTUK MENYELESAIKAN TRAVELING SALESMAN PROBLEM (TSP) SKRIPSI. Oleh : Agus Leksono J2A
ALGORITMA ANT COLONY OPTIMIZATION (ACO) UNTUK MENYELESAIKAN TRAVELING SALESMAN PROBLEM (TSP) SKRIPSI Oleh : Agus Leksono J2A 002 002 PROGRAM STUDI MATEMATIKA JURUSAN MATEMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pembangunan daerah perkotaan atau city development memiliki beberapa aspek penting salah satunya adalah logistik perkotaan atau city logistics. Alasan mengapa city
PERANCANGAN SISTEM OPTIMASI RUTE DISTRIBUSI PENGANGKUTAN SAMPAH DI SURABAYA SECARA ADAPTIF MENGGUNAKAN METODE ALGORITMA KOLONI SEMUT
PERANCANGAN SISTEM OPTIMASI RUTE DISTRIBUSI PENGANGKUTAN SAMPAH DI SURABAYA SECARA ADAPTIF MENGGUNAKAN METODE ALGORITMA KOLONI SEMUT Raditya Arizal Pranata, Ira Prasetyaningrum S.Si,MT., Arna Fariza, S.Kom,
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Travelling Salesman Problem (TSP) Travelling Salesmen Problem (TSP) termasuk ke dalam kelas NP hard yang pada umumnya menggunakan pendekatan heuristik untuk mencari solusinya.
PENYELESAIAN TRAVELLING SALESMAN PROBLEM DENGAN METODE TABU SEARCH
Buletin Ilmiah Mat. Stat. Dan Terapannya (Bimaster) Volume 04, No. 1 (2015), hal 17 24. PENYELESAIAN TRAVELLING SALESMAN PROBLEM DENGAN METODE TABU SEARCH Fatmawati, Bayu Prihandono, Evi Noviani INTISARI
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Distribusi merupakan proses penyaluran produk dari produsen sampai ke tangan masyarakat atau konsumen. Kemudahan konsumen dalam menjangkau produk yang diinginkan
PETA INTERAKTIF PENCARIAN JALUR TERPENDEK DENGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA SEMUT UNTUK PENJEMPUTAN BARANG (Studi Kasus PT.
PETA INTERAKTIF PENCARIAN JALUR TERPENDEK DENGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA SEMUT UNTUK PENJEMPUTAN BARANG (Studi Kasus PT.TIKI Pekanbaru) TUGAS AKHIR Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar
PENJADWALAN PROSES PRODUKSI MENGGUNAKAN ANT COLONY ALGORITHM
PENJADWALAN PROSES PRODUKSI MENGGUNAKAN ANT COLONY ALGORITHM Dedy Kurniadi 1), Sam Farisa Chaerul Haviana 2) 1,2 Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Sultan Agung
Pengembangan Sistem Pendukung Keputusan Permasalahan Inventory Routing Problem Pada SPBU Menggunakan Algoritma Ant Colony
JURNAL TEKNIK ITS Vol. 1, (Sept, 2012) ISSN: 2301-9271 A-333 Pengembangan Sistem Pendukung Keputusan Permasalahan Inventory Routing Problem Pada SPBU Menggunakan Algoritma Ant Colony Satria Nur Alam, Erma
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1. Optimalisasi Optimalisasi merupakan suatu proses untuk mengoptimalkan suatu solusi agar ditemukannya solusi terbaik dari sekumpulan alternatif solusi yang ada dengan menggunakan
