Cache, Memori Virtual, Dasar - Dasar I/O

dokumen-dokumen yang mirip
MEDIA PENYIMPANAN. Alif Finandhita, S.Kom

Chapter 6 Input/Output

DCH1B3 Konfigurasi Perangkat Keras Komputer

Organisasi Sistem Komputer. Virtual Memory. Sekolah Teknik Elektro dan Informatika ITB

IKI20210 Pengantar Organisasi Komputer Kuliah no. 6c:Cache Memory. Bobby Nazief Johny Moningka

Struktur Sistem Komputer. Abdullah Sistem Informasi Universitas Binadarma

Struktur Sistem Komputer

Cache Memori (bagian 1)

Arsitektur Komputer dan Sistem Operasi. Hirarki Memori. Sekolah Teknik Elektro dan Informatika - ITB

DCH1B3 Konfigurasi Perangkat Keras Komputer. Input/Output

Struktur Sistem Komputer

Struktur Sistem Komputer

Disain Cache pada Sistem Komputer

ORGANISASI KOMPUTER 1

Pertemuan 4. Memori Internal

Aditya Wikan Mahastama

CACHE MEMORI (BAGIAN 3)

Pengantar Memori dan Memori Internal

Pertemuan Ke-10 Cache Memory

MEMORI. Secara garis besar, memori dapat diklasifikasikan menjadi dua bagian yaitu memori utama dan memori pembantu.

Pertemuan 8 : Sistem Memory

Pertemuan Ke-3 Struktur Interkonesi (Bus System)

Memori Internal. Pertemuan 4. Hirarki Memori 4/2/2014. ArsitekturKomputer DisusunOleh: Rini Agustina,S.Kom,M.Pd Dariberbagaisumber.

Chapter 4 Internal Memory

VIRTUAL MEMORY. Gambar 1. Struktur Umum Overlay

Perangkat Keras Masukan/Keluaran. Kelompok : Intan Sari H. H. Z Verra Mukty

Komponen-komponen Komputer

Cache Memori (bagian 3)

Meningkatkan Kinerja dengan Pipelining

PENGANTAR ORGANISASI DAN ARSITEKTUR KOMPUTER ARSITEKTUR SISTEM MEMORI

Arsitektur Sistem Komputer. Operasi Sistem Komputer. Struktur Sistem Komputer. Review:

BAB 03 Bus & Sistem Interkoneksi

Hanif Fakhrurroja, MT

BUS, Cache & Shared Memory. Team Dosen Telkom University 2016

MEMORI VIRTUAL. Sistem Operasi TIKB1023 Munengsih Sari Bunga. Politeknik Indramayu. TIKB1023/Sistem Operasi/MSB 1

1 Tinjau Ulang Sistem Komputer

MEMORI. Memori. Memori Pembantu. Eksternal - ROM - PROM - EPROM - EEPROM - Cache. Kategori Penghapusan Mekanisme penulisan. Electrically Readonly

Manajemen Disk II. Kelompok : Aditya Nugraha Dani Supriyadi Wahyu Sulistio

Pengelolaan Keterbatasan dan Pencirian

Sistem Operasi. Divais Input/Output 2016

1. Disk Schedulling 2. Buffering

PERTEMUAN. Karakteristik-karakteristik penting sistem memori. D. Metode akses. E. Kinerja

MEMORI INTERNAL Minggu 9

Aditya Wikan Mahastama

PERTEMUAN 10 KULIAH SISTEM OPERASI I/O dan DISK. Dahlan Abdullah d m

PENGANTAR ORGANISASI DAN ARSITEKTUR KOMPUTER SISTEM INPUT OUTPUT

Mempercepat kerja memori sehingga mendekati kecepatan prosesor. Memori utama lebih besar kapasitasnya namun lambat operasinya, sedangkan cache memori

Tujuan Pembelajaran. Memahami pengalamatan dengan menggunakan paging

INPUT / OUTPUT. Fungsi : Memindahkan informasi antara CPU atau memori utama dengan dunia luar

Organisasi Sistem Komputer. Hirarki Memori. Sekolah Teknik Elektro dan Informatika ITB

Pengantar Hardware: Sistem Bus pada Komputer. Hanif Fakhrurroja, MT

EC Sistem Komputer. Bagian 10 Cache Memory

Performance. Team Dosen Telkom University 2016

Tugas Arsitektur & Organisasi Komputer RAID (Redundancy Array of Independent Disk) Oleh : Atika Juliana

Sistem komputer. Tiga komponen utama :

Memori? menunjuk ke penyimpanan disket. Tempat informasi, dibaca dan ditulis

INPUT/OUTPUT. Fungsi : Memindahkan informasi antara CPU atau memori utama dengan dunia luar

William Stallings Computer Organization and Architecture

INPUT/OUTPUT. Fungsi : Memindahkan informasi antara CPU atau memori utama dengan dunia luar

Pertemuan ke 5 Cache Memory. Computer Organization Dosen : Eko Budi Setiawan

MANAJEMEN MEMORI SISTEM OPERASI

Sistem Operasi TIKB1023 Munengsih Sari Bunga Politeknik Indramayu. TIKB1023/Minggu 2/SO/MSB

Rangkuman Materi Presentasi AOK. Input/Output Terprogram, Intterupt Driven dan DMA. (Direct Memory Access)

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Disk & Memory Semester Ganjil 2014 Fak. Teknik Jurusan Teknik Informatika.

Pengantar Memori dan Memori Internal

12 Input / Output. Sistem I/O. Hardware I/O. Struktur PC Bus

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER. No.RPS/PTE/PTI6208 Revisi/Tgl : 00/18 Agustus 2015 Semester 2 Hal 1 dari 7

DASAR KOMPUTER. Pandangan Umum Komputer

Input : Memasukkan data dari luar kedalam mikroprosesor Contoh: Keyboard, mouse

Sekolah Tinggi Teknologi Adisutjipto Yogyakarta

Sistem Operasi Pertemuan 1 Arsitektur Komputer. (Penyegaran) H u s n i Lab. Sistem Komputer & Jaringan Teknik Informatika Univ.

Pertemuan ke 5 BAB IV Sintesis Rangkaian Sekuensial (2) Deskripsi Manfaat Relevansi Learning Outcome Materi I. Rangkaian Memori Terbatas RAM dinamik

Arsitektur Komputer II AUB SURAKARTA

Bab 8. Memori Virtual POKOK BAHASAN: TUJUAN BELAJAR: 8.1 LATAR BELAKANG

Praktikum 13. Manajemen Memori 1 ALOKASI MEMORI POKOK BAHASAN: TUJUAN BELAJAR: DASAR TEORI:

DCH1B3 Konfigurasi Perangkat Keras Komputer

Input/Output. (Pertemuan ke-9) Prodi S1 Teknik Informatika Fakultas Informatika Universitas Telkom. Diedit ulang oleh: Endro Ariyanto

Struktur Komputer KOMPUTER. Central Processing Unit System Interconnection. Main Memory I/O

Sistem Operasi. Struktur Sistem Komputer. Adhitya Nugraha. Fasilkom 10/6/2014

Organisasi & Arsitektur. Komputer. Org & Ars komp Klasifikasi Ars Komp Repr Data

Sistem Komputer. Tiga komponen utama : CPU

Operating System. I/O System. Fak. Teknik Jurusan Teknik Informatika Universitas Pasundan. Dosen : Caca E. Supriana, S.Si

Aplikasi Kombinatorial untuk Menentukan Arah Perkembangan Cache

1. Jelaskan karakteristik memori lengkap beserta contohnya

Pertemuan ke 14 Sistem Bus Riyanto Sigit, ST. Nur Rosyid, S.kom Setiawardhana, ST Hero Yudo M, ST

Organisasi & Arsitektur Komputer

Tempat Penyimpanan dan Struktur File. by: Ahmad Syauqi Ahsan

Cache Memory Direct Mapping (Pertemuan ke-11)

Sistem Operasi 9. Virtual Memory. Antonius Rachmat C, S.Kom, M.Cs

Sistem Bus. (Pertemuan ke-10) Prodi S1 Teknik Informatika Fakultas Informatika Universitas Telkom. (INTERKONEKSI antar BAGIAN UTAMA KOMPUTER)

TI2043 Organisasi dan Arsitektur Komputer Tugas 2 Interrupt Driven I/O

Input : Memasukkan data dari luar kedalam mikroprosesor Contoh: Keyboard, mouse

PROGRAM STUDI S1 SISTEM KOMPUTER UNIVERSITAS DIPONEGORO. Oky Dwi Nurhayati, ST, MT

SINYAL INTERUPSI. 1. Latar Belakang

REVISI PENILAIAN MATAKULIAH ORGANISASI DAN ARSITEKTUR KOMPUTER. BOBOT PERSENTASE NILAI Kehadiran 10 % Tugas & Quiz 20 % UTS 30 % Tugas Besar 40 %

Pertemuan ke 9 Memori

Pengantar Teknologi Informasi PERANGKAT KERAS. Santika WP. Departemen Teknik Informatika Institut Teknologi Bandung

DASKOM & PEMROGRAMAN. Dani Usman

ARSITEKTUR SISTEM MEMORI

Transkripsi:

Cache, Memori Virtual, Dasar - Dasar I/O Topik Hari Ini: Hirarki cache Memori virtual Overview I/O Dasar - dasar disk RAID 1

Hirarki Cache Data dan instruksi disimpan dalam chip DRAM - DRAM adalah teknologi dengan densitas bit yang tinggi, tapi buruk di latensi - sebuah akses data ke memori membutuhkan 300 siklus! Maka, sebagian data disimpan di dalam prosesor dalam struktur yang dinamakan cache - cache menggunakan teknologi SRAM, yang lebih cepat, tapi densitas bitnya lebih rendah Browser Internet juga me-cache halaman web - konsep yang sama 2

Hirarki Memori Semakin jauh, kapasitas dan latensi bertambah Register 1KB 1 siklus Cache L1 data atau instruksi 32KB 2 siklus Cache L2 2MB 15 siklus Memori 1GB 300 siklus Disk 80 GB 10M siklus 3

Lokalitas Mengapa cache berfungsi? Lokalitas temporal: jika anda akhir - akhir ini menggunakan beberapa data, anda sangat mungkin akan menggunakan lagi Lokalitas spasial: jika anda akhir - akhir ini menggunakan beberapa data, anda sangat mungkin akan mengakses data di sekitarnya Tanpa hirarki: rata - rata waktu akses untuk data: 300 siklus 32 KB 1-siklus cache L1 yang memiliki laju hit 95%: rata - rata waktu akses = 0.95 x 1 + 0.05 x (301) = 16 siklus 4

Mengakses Cache Byte address 101000 Offset 8-byte words 8 words: 3 index bits Direct-mapped cache: setiap address dipetakan ke sebuah alamat yg unik Data array Sets 5

Array dari Tag Byte address 101000 Tag 8-byte words Compare Direct-mapped cache: setiap address dipetakan ke sebuah alamat yg unik Tag array Data array 6

Contoh Pola Akses Byte address Tag 101000 Asumsi addressnya memiliki lebar 8 bit Berapakah yang meminta address berikut yang hit / miss? 4, 7, 10, 13, 16, 68, 73, 78, 83, 88, 4, 7, 10 8-byte words Compare Direct-mapped cache: setiap address dipetakan ke sebuah alamat yg unik Tag array Data array 7

Meningkatkan Ukuran Line Byte address 10100000 Tag Offset Ukuran line cache yg lebih besar array tag yg lebih kecil, miss yg lebih sedikit krn lokalitas spasial 32-byte cache line size or block size Array tag Array data 8

Associativity Byte address 10100000 Associativity set konflik yg lbh sedikit; power banyak terbuang karena pembacaan data dan tag yang ganda Tag Way-1 Way-2 Tag array Perbandingan Array Data 9

Associativity Byte address 10100000 Berapa banyak hit offset/indeks/tag jika sebuah cache memiliki 64 set, setiap set memiliki 64 byte, 4 way? Tag Way-1 Way-2 Array tag Perbandingan Array Data 10

Contoh Data cache sebesar 32 KB 4-way set-associative dengan 32 byte ukuran line Berapa set? Berapa bit indeks, bit offset, bit tag? Berapa besar array tagnya? 11

Miss dari Cache Saat miss menulis, anda bisa punya pilihan antara membawa blok ke cache (write-allocate) atau tidak (write-no-allocate) Saat miss membaca, anda selalu membawa blok ke cache (lokalitas spasial atau temporal) - blok mana yang diganti? tidak ada pilihan untuk direct-mapped cache memilih secara acak way yang akan diganti mengganti way yang paling jarang dipakai (LRU) penggantian FIFO (round-robin) 12

Menulis / Write Ketika kita menulis ke sebuah blok, apakah juga membaharui kopi di L2? write-through: setiap menulis di L1 -> menulis di L2 write-back: tandai blok sebagai kotor, kemudian blok diganti dari L1, ditulis ke L2 Writeback menggabungkan menulis ganda dalam sebuah blok L1 menjadi menulis tunggal di L2 Writethough menyederhanakan koherensi protokol dalam sistem multiprosesor dimana L2 selalu memiliki kopi data yang terbaru 13

Tipe dari Miss di Cache Miss wajib: terjadi saat pertama kali word memori diakses - miss untuk cache yang infinit Miss kapasitas: terjadi karena program menyentuh banyak word yang lain sebelum menyentuh ulang word yang sama - miss untuk cache fully-associative Miss konflik: terjadi karena dua work dipetakan ke lokasi yg sama di cache - miss yang terjadi ketika berganti dari cache fully-associative ke direct-mapped 14

Memori Virtual Proses - proses berhubugan dengan memori virtual - terdapat ilusi bahwa tersedia ruang alamat / address yang sangat besar Terdapat memori fisik yang terbatas yang dibagi oleh semua proses - sebuah proses menempatkan sebagian dari memori virtualnya di memori fisik dan sisanya disim pan di disk (disebut swap space) Berkat lokalitas, akses ke disk kemungkinan sangat jarang Perangkat keras memastikan bahwa satu proses tidak dpt mengakses memori dari proses yang lainnya 15

Terjemahan Alamat / Address Memori virtual dan fisik dipecah menjadi halaman / pages ukuran halaman 8KB Alamat virtual nomor halaman virtual 13 offset halaman Diterjemahkan ke nomor halaman fisik Alamat fisik 16

Karakteristik Hirarki Memori Sebuah halaman memori virtual dapat ditempatkan dimana pun di memori fisk (fully-associative) Penggantian biasanya LRU (karena penalti krn miss besar, kita bisa investasi usaha disini untuk meminalisir miss) Sebuah tabel halaman (di-indeks oleh nomor halaman virtual dipergunakan untuk menterjemahkan nomor halaman virtual ke fisik Tabel halaman sendiri terdapat di memori 17

TLB Karena jumlah halaman sangat besar, kapasitas tabel halaman terlalu banyak utk dimasukkan dalam chip Sebuah translation lookaside buffer (TLB) meng-cache terjemahan nomor halaman virtual ke fisik untuk akses yang terkini Sebuah miss TLB membutuhkan sebuah akses ke tabel halaman, yg mungkin tdk ditemukan di cache - akses memori look-ups yang mahal 2 kali untuk mengambil satu word data! Sebuah ukuran halaman yg besar dpt meningkatkan kisaran TLB dan mengurangin kapasitas dari tabel halaman, tapi juga meningkatkan pemborosan memori 18

TLB dan Cache Apakah cache perlu di-indeks dengan alamat virtual atau fisik? Untuk meng-indeks dgn alamat fisik, kita pertama harus melihat TLB, baru cache -> waktu akses lbh lama Alamat - alamat virtual yg ganda dapat memetakan ke alamat fisik yg sama - harus memastikan bahwa alamat virtual yg berbeda ini akan memetakan ke lokasi yg sama di cache - kalau tdk, akan terdapat dua kopi yg berbeda untuk word di memori fisik yg sama. Apakah array tag menyimpan alamat virtual atau fisik? Karena alamat virtual ganda dapat memetakan alamat fisik yg sama, sebuah perbandingan tag virtual dapat menandakan sebuah miss meskipun terdapat word di 19 memori fisik yg benar

Cache dan Pipeline TLB No. halaman virtual No. halaman fisik TLB Alamat virtual indeks Virtual Tag array Offset Data array Perbandingan tag fisik Tag fisik Di-indeks secara virtual; Cache di-tag secara fisik 20

Kejadian - kejadian buruk Pertimbangkan latency terlama yg mungkin utk instruksi load: miss TLB: harus lihat table halaman ukt mencari terjemahn v.page P Menghitung alamat memori virtual untuk entri tabel halaman yg mempunyai terjemahan utk page P - misalnya disebut v.page Q miss TLB untuk v.page Q: membutuhkan navigasi dari hirarki tabel halaman (utk sementara diabaikan, anggap berhasil dapat lokasi memori (R) utk halaman Q) Mengakses lokasi memori R (terlekat mungkin di L1, L2, atau memori) Sekarang kita dapat terjemahan utk v.page P - dimasukkan ke TLB Sekarang mendapat hit TLB dan mengetahui nomor halaman fisik - ini memungkinkan kita untuk perbandingan tag dan cek cache L1 utk hit Jika terjadi miss di L1, cek L2 - jika miss juga, cek di memori Di kejadian manapun, jika entri di tabel halaman mengklaim bahwa halaman ada di disk, diindikasikan page fault - kemudian OS mengkopi halaman dari disk ke memori dan perangkat keras kembali ke pekerjaan sebelumnya... (panjang bgt!) 21

Input/Output CPU Cache Bus Memory Disk Network USB DVD 22

Hirarki I/O CPU Cache Memory Bus Disk Memory I/O Controller I/O Bus Network USB DVD 23

Contoh di Intel P4 Processor System bus 800 MHz, 604 GB/sec Main Memory DDR 400 3.2 GB/sec Memory Controller Hub (North Bridge) 2.1 GB/sec 266 MB/sec Graphics output 1 Gb Ethernet Disk Serial ATA 150 MB/s 266 MB/sec 100 MB/s CD/DVD USB 2.0 60 MB/s I/O Controller Hub (South Bridge) 100 MB/s Tape 24

Desain Bus Bus adalah sumberdaya yg di-share - semua perangkat dapat mengirim data ke bus (setelah sebelumnya mengumumkannya) dan perangkat yg lain akan membaca data ini dari bus Signal - signal alamat / kontrol pada bus menyatakan siapakah penerima yg dituju dari pesan ini. Panjang dari bus menentukan kecepatannya (maka, sebuah hirarki sangat masuk akal) Bus - bus dapat synchronous (sebuah clock menentukan kapan operasi harus dilakukan) atau asynchronous (sebuah protokol handshaking dipergunakan untuk koordinasi operasi 25

Memory-Mapped I/O Setiap perangkat I/O memiliki kisaran alamatnya sendiri CPU akan mengeluarkan perintah seperti ini: sw [bbrp data][bbrp alamat] Biasanya, memori melayani permintaan ini... jika alamat di kisaran I/O, memori akan mengabaikan Data ditulis dalam beberapa register di perangkat I/O yg sesuai - ini berfungsi sebagai perintah ke perangkat tersebut 26

Polling Vs. Interrupt-Driven Ketika sebuah perangkat I/O siap untuk merespon, ia dapat mengirimkan sebuah interrupt ke CPI; CPU menghentikan kegiatannya; OS memeriksa interrupt dan membaca data yg dihasilkan perangkat I/O (dan biasanya disimpan di memori) Di pendekatan secara polling, CPU (OS) secara periodik mengecek status perangkat I/O dan jika perangkatnya siap dengan data, maka OS akan membacanya 27

Direct Memory Access (DMA) Pertimbangkan contoh pembacaan disk: sebuah blok di disk dibaca ke memori Untuk setiap word, CPU melakukan lw [register tujuan][alamat perangkat I/O] dan sw[data di register diatas][alamat memori] Tugas ini membutuhkan CPU time yg terlalu lama - maka, tugas ini dilimpahkan ke kontroler DMA - CPU memberitahu DMA kisaran alamat yg perlu dikopi dan DMA akan memberitahu CPU apabila sudah selesai membaca 28

Peran dari I/O Aktifitas ke luar CPU biasanya jauh lebih lambat Contoh: ketika kinerja CPU bertambah 50% per tahun, latensi disk hanya bertambah 10% per tahun Strategi yg biasa di I/O: pindah konteks dan bekerja ke hal yg lainnya Metriks yang lainnya, seperti lebar pita, kehandalan, ketersediaan, dan kapasitas, sering menerima pertian yang lebih daripada kinerja 29

Disk Magnetik Sebuah disk magnetik terdiri dari 1-12 plat (disk logam atau kaca yang dibungkus oleh material penyimpan magnetik pada kedua sisi), dgn diameter 1-3.5 inchi Setiap plat terdiri dari jalur (track) konsentris (5-30K) dan setiap jalur dibagi menjadi sektor (100-500 setiap jalur, masing - masing sekitar 512 bytes) Lengan bergerak membawa head untuk baca / tulis di setiap permukaan dan menggerakkan semuanya secara bersamaan (tandem) - sebuah silinder dari data dapat diakses pada suatu waktu. 30

Latensi dari Disk Untuk baca / tulis data, lengan harus ditempatkan pada jalur yg tepat - waktu cari (seek time) ini biasanya 5-12 ms rata - rata - dapat lebih pendek apabila ada lokalitas spasial. Latensi rotasional adalah waktu yang dibutuhkan untuk berotasi di sektor yang tepat dibawah head - rata-ratanya secara tipikal lebih dari 2 ms (15,000 rpm) Waktu transfer (transfer time) adalah waktu untuk mentransfer blok dari bits keluar dari disk dan biasanya 3-65 MB / detik. Sebuah kontroler disk memelihara sebuah cache disk (lokalitas spasial dapat dieksplorasi) dan menyusun transfer ke bus (overhead dari kontroler). 31

Mendefinisikan Kehandalan dan Ketersediaan Sebuah sistem akan berganti diantara Pemenuhan layanan: layanan yang memenuhi spesifikasi Interupsi layanan: layanan yang diluar spesifikasi Pergantian ini disebabkan karena kegagalan dan restorasi Kehandalan (reliability) mengukur keberlanjutan pemenuhan layanan dan biasanya dinyatakan sebagai mean time to failur (MTTF) Ketersediaan (availability) mengukur pecahan waktu dimana layanan sesuai dgn spesifikasi, dinyatakan dlm MTTF / (MTTF + MTTR) 32

Kinerja I/O Throughput (lebar pita) dan waktu respon (latensi) adalah metrik kinerja kunci untuk I/O Deskripsi dari perangkat lunak menjelaskan karakteristik dari throughput maksimum dan rata-rata waktu respon (biasanya tanpa delay krn queue). Deskripsi dari workload menjelaskan karakteristik dari throughput sebenarnya - bersamaan dengan sebiah rata - rata waktu respon 33

Throughput Vs. Waktu Respon Saat load meningkat, throughput meningkat (tingkat utilisasi tinggi) - secara bersamaan, waktu respon juga meningkat karena probabilititas untuk menunggu layanan juga meningkat: imbal-balik antara throughput dan waktu respon. Dalam sistem yang menyertakan interaksi manusia, terdapat tiga delay relevan: waktu entri data, waktu respon sistem, dan waktu berpikir - studi menunjukkan bahwa peningkatan waktu respon menghasilkan peningkatan waktu berpikir waktu respon dan throughput yg lebih baik Kebanyakan kumpulan benchmark mencoba menentukan throughput ketika menempatkan batasan untuk waktu respon 34

RAID 0 dan RAID 1 RAID 0 tidak memiliki redundansi tambahan (misnomer) - menggunakan rangkaian disk dan men-strip (menggabungkan) data sepanjang rangkaian untuk meningkatkan paralelitas dan throughput RAID 1 me-mirror dan me-shadow setiap disk - setiap tulis terjadi di dua disk. Baca ke mirror mungkin terjadi hanya ketika disk primer gagal - atau, anda mencoba membaca keduanya bersamaan dan respon yg lebih cepat yang diterima. Solusi mahal: kehandalan tinggi dengan biaya 2 kali lipat 35

RAID 3 Data di interleaved secara bit sepanjang beberapa disk dan disk yg berbeda akan memelihara informasi parity dari bit set. Sebagai contoh: dgn 8 disk, bit 0 di disk-0, bit 1 di disk-1,..., bit 7 di disk-7; disk-8 memelihara parity dari semua 8 bits Untuk setiap baca, ke-8 disk harus diakses (kita biasanya membaca lebih dari satu byte sekali waktu) dan untuk setiap tulis, 9 disk harus diakses karena parity harus dihitung ulang Throughput yg tinggi untuk permintaan (request) tunggal, biaya rendah utk redundansi (overhead: 12.5%), paralelisme tingkat tugas rendah (low task-level) 36

RAID 4 dan RAID 5 Data di interleaved dalam blok - ini mengijikan kita untuk mendapatkan data dalam disk tunggal saat baca - jika error, membaca dari semua 9 disk. Interleaving dalam blok mengurangi throughput untuk request tunggal (karena disk tunggal melayani request), tapi meningkatkan paralelisme task-level karena disk yg lain bebas utk melayani request yg lainnya. Saat nulis, kita mengakses disk yg menyimpan data dan disk parity - informasi parity dapat diperbarui hanya dengan mencheck apakah data baru berbeda dari data lama 37

RAID 5 Jika kita memiliki disk tunggal utk parity, menulis secara multipel tidak dapat terjadi secara paralel (karena semua nulis harus memperbarui informasi parity) RAID 5 mendistribusikan blok parity untuk mengijinkan penulisan secara simultan (bersamaan). 38

Ringkasan RAID RAID 1-5 mentoleransi sebuah fault tunggal - mirroring (RAID 1) memiliki overhead 100%, namun parity (RAID 3,4,5) memiliki overhead yg minim RAID 6 dan RAID 2 (memory-style ECC) tidak diaplikasikan secara komersial 39