Sarah Youna Moniung Rolly Rondonuwu Yolanda B. Bataha

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENDAHULUAN. dinding pembuluh darah dan merupakan salah satu tanda-tanda vital yang utama.

*Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sam Ratulangi

Kata kunci: Status Tempat Tinggal, Tempat Perindukkan Nyamuk, DBD, Kota Manado

BAB I PENDAHULUAN. suatu kondisi dimana pembuluh darah secara terus-menerus mengalami

*Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Manado. Kata kunci: Status Tempat Tinggal, Tempat Perindukkan Nyamuk, DBD

BAB I PENDAHULUAN. mmhg. Penyakit ini dikategorikan sebagai the silent disease karena penderita. penyebab utama gagal ginjal kronik (Purnomo, 2009).

Kata kunci: Hipertensi, Aktivitas Fisik, Indeks Massa Tubuh, Konsumsi Minuman Beralkohol

*Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi

BAB I PENDAHULUAN. mempengaruhi kualitas hidup serta produktivitas seseorang. Penyakitpenyakit

BAB I PENDAHULUAN. kardiovaskular (World Health Organization, 2010). Menurut AHA (American

e-journal Keperawatan (e-kp) Volume 6 Nomor 1, Februari 2018


INTISARI. M. Fauzi Santoso 1 ; Yugo Susanto, S.Si., M.Pd., Apt 2 ; dr. Hotmar Syuhada 3

BAB I PENDAHULUAN. penyakit tidak menular dan penyakit kronis. Salah satu penyakit tidak menular

Kata Kunci: Aktivitas Fisik, Kebiasaan Merokok, Riwayat Keluarga, Kejadian Hipertensi

HASIL PENELITIAN HUBUNGAN ANTARA KEBIASAAN MEROKOK DENGAN TEKANAN DARAH PADA NELAYAN DI KELURAHAN BITUNG KARANGRIA KECAMATAN TUMINTING KOTA MANADO

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan rancangan studi cross

PHARMACONJurnal Ilmiah Farmasi UNSRAT Vol. 4 No. 4 NOVEMBER 2015 ISSN

BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional.

*Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sam Ratulangi Manado

BAB 1 PENDAHULUAN. World Health Organization (WHO) memperkirakan jumlah penderita hipertensi akan terus meningkat seiring

BAB I PENDAHULUAN. kesehatan dasar Disamping itu, pengontrolan hipertensi belum adekuat

HUBUNGAN POLA TIDUR TERHADAP TEKANAN DARAH PADA LANSIA DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA BUDI SEJAHTERA MARTAPURA PROVINSI KALIMANTAN SELATAN

HUBUNGAN ANTARA HIPERTENSI DENGAN KUALITAS HIDUP PADA LANSIA DI KELURAHAN KOLONGAN KECAMATAN TOMOHON TENGAH KOTA TOMOHON PADA TAHUN

BAB I PENDAHULUAN. diperkirakan terdapat 7,5 juta kematian atau sekitar 12,8% dari seluruh total

BAB I PENDAHULUAN. diastolic (Agrina, et al., 2011). Hipertensi sering dijumpai pada orang

DAFTAR ISI. Sampul Dalam... i. Lembar Persetujuan... ii. Penetapan Panitia Penguji... iii. Kata Pengantar... iv. Pernyataan Keaslian Penelitian...

*Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Manado **Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado

HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 PADA DOKTER KELUARGA

METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini bersifat survey analitik dengan rancangan cross sectionel study (studi potong lintang).

BAB I PENDAHULUAN. Tidur adalah suatu keadaan yang berulang-ulang, perubahan status kesadaran

*Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi

PENELITIAN. HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN PERILAKU PENDERITA HIPERTENSI DALAM PENCEGAHAN STROKE di PUSKESMAS PONOROGO UTARA KABUPATEN PONOROGO

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan

BAB I PENDAHULUAN. normal yang ditunjukkan oleh angka bagian atas (systolic) dan angka

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian deskriptif komparasi (Notoatmodjo, 2010). Melalui pendekatan

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI DI PUSKESMAS MAKRAYU KECAMATAN BARAT II PALEMBANG

ANALISIS FAKTOR RISIKO KEJADIAN GOUTHY ARTHRITIS

ABSTRACT ABSTRAK RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA DENGAN KEJADIAN DIABETES MELLITUS

HUBUNGAN KEPATUHAN MINUM OBAT DENGAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI RAWAT JALAN DI POLIKLINIK PENYAKIT DALAM RSUD

HUBUNGAN PENGETAHUAN PASIEN HIPERTENSI TENTANG OBAT GOLONGAN ACE INHIBITOR DENGAN KEPATUHAN PASIEN DALAM PELAKSANAAN TERAPI HIPERTENSI DI RSUP PROF DR

BAB III METODE PENELITIAN

BAB 1 PENDAHULUAN. tekanan darah diatas normal yang mengakibatkan peningkatan angka morbiditas

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I LATAR BELAKANG

HUBUNGAN ANTARA AKTIFITAS FISIK DENGAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA DI POSYANDU LANSIA DESA BANJAREJO KECAMATAN NGANTANG KABUPATEN MALANG ABSTRAK

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Stroke menurut World Health Organization (WHO) (1988) seperti yang

BAB I PENDAHULUAN. hiperkolesterolemia, dan diabetes mellitus. angka kejadian depresi cukup tinggi sekitar 17-27%, sedangkan di dunia

HUBUNGAN LAMA KERJA DAN POLA ISTIRAHAT DENGAN DERAJAT HIPERTENSI DI POLI PENYAKIT DALAM RSUD ULIN BANJARMASIN

Kata Kunci: pengetahuan, pendapatan, minyak jelantah

I. PENDAHULUAN. Hipertensi merupakan tekanan darah tinggi menetap yang penyebabnya tidak

BAB I PENDAHULUAN. Detection, Evaluation and Treatment of High Blood Pressure (JNC VII) tahun

BAB I PENDAHULUAN. Peningkatan usia harapan hidup dan penurunan angka fertilitas. mengakibatkan populasi penduduk lanjut usia meningkat.

*Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sam Ratulangi Manado

BAB I PENDAHULUAN. dan kematian yang cukup tinggi terutama di negara-negara maju dan di daerah

HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI PIL KB KOMBINASI DENGAN HIPERTENSI PADA AKSEPTOR PIL KB DI PUSKESMAS ENEMAWIRA KABUPATEN SANGIHE

HUBUNGAN KETEPATAN PELAKSANAAN TRIASE DENGAN TINGKAT KEPUASAN KELUARGA PASIEN DI INSTALASI GAWAT DARURAT RSUP PROF. DR. R. D.

HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DALAM PEMENUHAN NUTRISI DENGAN TEKANAN DARAH LANSIA DI MANCINGAN XI PARANGTRITIS KRETEK BANTUL YOGYAKARTA NASKAH PUBLIKASI

BAB I PENDAHULUAN. sistolic dan diastolic dengan konsisten di atas 140/90 mmhg (Baradero, Dayrit &

PERBEDAAN HASIL PENGUKURAN TEKANAN DARAH ANTARA POSISI DUDUK DAN BERBARING PADA LANSIA DI UNIT REHABILITASI SOSIAL PUCANG GADING SEMARANG.

BAB I PENDAHULUAN. terjadi peningkatan secara cepat pada abad ke-21 ini, yang merupakan

BAB I PENDAHULUAN. (Kemenkes RI, 2013). Hipertensi sering kali disebut silent killer karena

BAB 1 PENDAHULUAN. dalam sejarah, kebanyakan penduduk dapat hidup lebih dari 60 tahun. Populasi

BAB I PENDAHULUAN. peningkatan Usia Harapan Hidup penduduk dunia dan semakin meningkatnya

BAB III METODE PENELITIAN

HUBUNGAN ANTARA INDEKS MASSA TUBUH DAN UMUR DENGAN TEKANAN DARAH PADA WANITA YANG TINGGAL DI PANTI WERDHA KOTA MANADO

BAB I PENDAHULUAN. kematian yang terjadi pada tahun 2012 (WHO, 2014). Salah satu PTM

*Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Manado **Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado.

INTISARI HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PERILAKU PENGOBATAN DENGAN TEKANAN DARAH PASIEN HIPERTENSI DI POLIKLINIK PENYAKIT DALAM RSUD DR.

BAB I PENDAHULUAN. diastolik diatas 90 mmhg (Depkes, 2007).

e-journal Keperawatan (e-kp) Volume 5 Nomor 1, Februari 2017

*Bidang Minat Epidemiologi *, Fakultas Kesehatan Masyarakat*, Universitas Sam Ratulangi*

PHBS yang Buruk Meningkatkan Kejadian Diare. Bad Hygienic and Healthy Behavior Increasing Occurrence of Diarrhea

memberikan gejala yang berlanjut untuk suatu target organ seperti stroke, Penyakit ini telah menjadi masalah utama dalam kesehatan masyarakat

BAB IV METODE PENELITIAN. Penelitian ini mencakup bidang ilmu kesehatan jiwa. Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang, Jawa Tengah.

BAB 1 PENDAHULUAN. darah. Kejadian hipertensi secara terus-menerus dapat menyebabkan. dapat menyebabkan gagal ginjal (Triyanto, 2014).

PENGARUH POSISI TIDUR MIRING TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA HIPERTENSI DI POSYANDU LANSIA PERMADI KELURAHAN TLOGOMAS MALANG ABSTRAK

BAB III METODE PENELITIAN. ini menggunakan quasy eksperiment pre-test & post-test with control group

SKRIPSI HUBUNGAN ANTARA INTENSITAS MEROKOK DENGAN PROFIL TEKANAN DARAH. di RT 03 RW1 Dusun Semambu Desa Paringan Jenangan Ponorogo

Artikel Penelitian. Abstrak. Abstract PENDAHULUAN. Nitari Rahmi 1, Irvan Medison 2, Ifdelia Suryadi 3

*Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Manado

HUBUNGAN DEPRESI DENGAN INTERAKSI SOSIAL LANJUT USIA DI DESA TOMBASIAN ATAS KECAMATAN KAWANGKOAN BARAT. Nia Aprindah Rau Sefti Rompas Vandri D.

BAB I PENDAHULUAN UKDW. Chan, sekitar 1 miliar orang di dunia menderita hipertensi, dan angka kematian

ABSTRAK HUBUNGAN ANTARA POLA MAKAN PASIEN HIPERTENSI TERHADAP PENYAKIT HIPERTENSI PRIMER DI PUSKESMAS TELUK DALAM BANJARMASIN

ANALISIS MUTU PELAYANAN KESEHATAN DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT DAERAH MADANI PROVINSI SULAWESI TENGAH. Aminuddin 1) Sugeng Adiono 2)

BAB I PENDAHULUAN. di negara maju maupun negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Data

HUBUNGAN KEPATUHAN PASIEN DALAM MENGKONSUMSI OBAT CAPTOPRIL TERHADAP TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS ALALAK SELATAN BANJARMASIN

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. meningkatnya tekanan darah arteri lebih dari normal. Tekanan darah sistolik

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain cross

I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

KORELASI PERILAKU MEROKOK DENGAN DERAJAT HIPERTENSI PADA PENDERITA HIPERTENSI DI PUSKESMAS WILAYAH KERJA DINAS KESEHATAN BANJARBARU

BAB 1 PENDAHULUAN. dikenal juga sebagai heterogeneous group of disease karena dapat menyerang

Transkripsi:

HUBUNGAN TEKANAN DARAH SISTOLIK DENGAN KUALITAS TIDUR PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS BAHU MANADO Sarah Youna Moniung Rolly Rondonuwu Yolanda B. Bataha Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado Email: sarah.moniung@gmail.com Abstract : Hypertension nationally has the highest ranked number in North Sulawesi. Hypertension is a chronic disease that affects the quality of life, which affects the quality of sleep. But the relationship between blood pressure with sleep quality in patients with hypertension is not clear in the know. This study aims to determine the relationship of systolic blood pressure in hypertensive patients with sleep quality in health center Bahu Manado. This research method uses analytical survey method, the cross sectional design on 60 respondents. Data collection using questionnaires Pittsburgh sleep quality sleep quality index (PSQI) and blood pressure measurements using a digital blood pressure Polygreen. Statistical tests were used to analyze the relationship between variables using chi square test obtained p = 0.001; α = 0.05. It is addressed that there is a significant correlation between systolic blood pressure in hypertensive patients with sleep quality in health centers Bahu Manado. The conclusion in this study most of the respondents had a systolic blood pressure of hypertension stage 1 for 73.3% and most of the respondents had poor sleep quality was 51.7%. Suggestions on this research is to further research is expected to be a reference and starting point for more research on blood pressure with sleep quality. Keywords : Blood Pressure, Sleep Quality, Hypertension Abstrak : Hipertensi secara nasional memiliki peringat tertinggi di Sulawesi Utara. Penyakit hipertensi merupakan penyakit kronis yang mempengaruhi kualitas hidup, yang berdampak pada kualitas tidur. Tetapi hubungan antara tekanan darah dengan kualitas tidur pada pasien hipertensi belum jelas diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tekanan darah sistolik dengan kualitas tidur pasien hipertensi di Puskesmas Bahu Manado. Metode penelitian ini menggunakan metode survei analitik, dengan pendekatan cross sectional design pada 60 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner kualitas tidur Pittsburgh sleep quality index (PSQI) dan pengukuran tekanan darah mengunakan tensi digital Polygreen. Uji statistic yang digunakan untuk menganalisis hubungan antara variable menggunakan uji chi square yang didapat p = 0,001 ; α = 0,05. Hal ini menujukan bahwa ada hubungan yang bermakna antara tekanan darah sistolik dengan kualitas tidur pasien 1

hipertensi di Puskesmas bahu Manado. Kesimpulan dalam penelitian ini sebagian besar responden memiliki tekanan darah sistolik hipertensi stage 1 sebesar 73,3% dan sebagian besar responden memiliki kualitas tidur yang buruk sebesar 51,7%. Saran pada penelitian ini adalah untuk peneliti selanjutnya diharapkan dapat menjadi rujukan dan permulaan untuk lebih banyak lagi penelitian tentang tekanan darah dengan kualitas tidur. Kata kunci : Tekanan Darah Sistolik, Kualitas Tidur, Hipertensi 2

PENDAHULUAN Tekanan darah adalah tekanan dari aliran darah dalam pembuluh nadi (arteri). Jantung berdetak, lazimnya 60 hingga 70 kali dalam 1 menit pada kondisi istirahat (duduk atau berbaring), darah dipompa menuju keseluruh tubuh melalui arteri. Tekanan darah paling tinggi terjadi ketika jantung berdetak memompa darah ini disebut tekatan sistolik.tekanan darah menurun saat relaks diantara dua denyut nadi ini disebut tekanan diastolik. Tekanan darah ditulis sebagai tekanan sistolik pertekanan diastolik sebagai contoh, 120/80 mmhg (Kowalski, 2010). Pengukuran tekanan darah merupakan keterampilan klinis yang penting untuk perawat. Potensi untuk kesalahan yang buruk dapat mempengaruhi manajemen pengukuran, apabila semua prosedur ini tidak diikuti dengan hati-hati. Perawat melakukan pengukuran tekanan darah kepada pasien harus terlatih dandiperbarui pada prosedur untuk mengukur tekanan darah dengan menggunakan merkuri konvensional atau sphygmomanometeraneroid dan monitor tekanan darah elektronik. Hal ini juga mengidentifikasi sebagai sumber potensial kesalahan dalam pengukuran tekanan darah (Wallymahmed, 2008). Disamping itu faktor tekanan darah juga dapat mempengaruhi kualitas tidur pada pasien hipertensi. Tekanan darah secara normal menurun ketika sedang tidur normal (sekitar 10-20% masih dianggap normal) dibandingkan ketika kita sedang dalam keadaan sadardan keadaan ini dihubungkan karena penurunan aktifitas simpatis pada keadaan tidur. Apabila tidur mengalami gangguan, maka tidak terjadi penurunan tekanan darah saat tidur sehingga akan meningkatkan resiko terjadinya hipertensi yang berujung pada penyakit kardiovaskuler. Setiap 5% penurunan normal yang seharusnya terjadi dan tidak dialami seseorang, maka kemungkinan 20% akan terjadi peningkatan tekanan darah. Selain itu salah satu faktor kualitas tidur yang buruk yaitu kebiasaan durasi tidur yang pendek juga dihubungkan dengan peningkatan tekanan darah terutama pada kalangan remaja. Insomnia dengan durasi tidur singkat yang objektif juga dihubungkan dengan resiko hipertensi, seperti obstructive sleep apneu syndrome (OSAS), restless legs syndrome (RLS) dan lainlain (Calhoun dan Harding, 2012). Hipertensi merupakan kasus multifaktorial dengan banyak komplikasi. Berdasarkan data WHO (World Health Organization) diperkirakan penderita hipertensi diseluruh dunia berjumlah 600 juta orang, dengan tiga juta kematian setiap tahun. Di Amerika, diperkirakan satu dari empat orang dewasa menderita hipertensi (Mukhtar, 2007). Dr. Sogol Javaheri, melakukan sebuah penelitian untuk mengetahui 3

hubungan antara kualitas tidur yang buruk dengan prehipertensi atau hipertensi. Dan penelitian ini di temukan bahwa terdapat hubungan tekanan darah dengan kualitas tidur pasien hipertensi. Penelitian yang dilakukan oleh Dr Susan Redline 2008, mengatakan bahwa dokter jantung perlu memberikan perhatian khusus terhadap pasien yang mengalami gangguan tidur, karena gangguan tidur dianggap sebagai salah satu faktor risiko hipertensi, baik pada pasien dewasa maupun pada pasien anak dan remaja.(susan, 2008). Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahun 2004, prevalensi hipertensi di Indonesia pada orang yang berusia di atas 35 tahun lebih dari 15,6%, sedangkan di wilayah Sulawesi Utara, hipertensi di derita oleh hampir satu di antara tiga penduduk umur >18 tahun (31,2%). Hipertensi tertinggi didapatkan di Kota Tomohon yakni empat di antara sepuluh penduduk (41,6%) dan terendah di Kota Bitung sekitar satu diantara lima penduduk (22,5%). Riset Kesehatan Dasar tahun 2013, prevalensi hipertensi pada umur 18 tahun di Indonesia yang didapat melalui jawaban pernah didiagnosis tenaga kesehatan atau sedang minum obat hipertensi sebesar 9,5%. Hipertensi merupakan penyebab kematian nomor tiga setelah stroke dan tuberkulosis, sebesar 6,8 % dari proporsi penyebab kematian pada semua umur di Indonesia. Data yang diperoleh dari Puskesmas Bahu Manado pada periode Januari 2014- Maret 2014 ada 207 pasien, rata-rata perbulan sebanyak 69 pasien hipertensi dengan gangguan tidur. Berdasarkan uraian di atas maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang Hubungan Tekanan Darah Sistolik dengan Kualitas Tidur Pasien Hipertensi di Puskesmas Bahu Manado. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode survei analitik, dengan pendekatan cross sectional dimana semua data yang menyangkut variable penelitian dikumpulkan dengan cara pendekatan, observasi atau pengumpulan data sekaligus pada suatu saat. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Bahu Manado. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 23 Juni 11 Juli 2014. Pada penelitian ini populasinya adalah seluruh pasien penderita hipertensi yang berkunjung di Puskesmas Bahu Manado. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Accidental sampling yaitu mengambil responden sebagai sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel bila orang yang kebetulan ditemui cocok yang memenuhi kriteria inklusi dan eklusi. 4

Kriteria Inklusi pada penelitian ini ialah Pasien yang terdiagnosis Hipertensi yang berkunjung di Puskesmas Bahu Manado dan Bersedia untuk diteliti. Kriteria eksklusi pada penelitian ini ialah Pasien hipertensi dengan kondisi kritis, pasien penderita hipertensi dengan komplikasi penyakit lain. Instrumen penelitian mengunakan tensi digital Polygreen / ditera digunakan oleh peneliti untuk mengukur tekanan darah, Lembar observasi data sosiodemografik diisi oleh peneliti dan pengukuran tekanan darah di isi oleh peneliti berdasarkan hasil pengukuran tekanan darah, Kuesioner PSQI digunakan untuk mengukur kualitas tidur terdiri dari tujuh komponen yang menggambarkan tentang kualitas tidur secara subyektif, waktu mulainya tidur, lamanya tidur, efisiensi tidur, gangguan tidur, kebiasaan penggunaan obat-obatan dan aktivitas yang dapat mengganggu tidur serta aktivitas sehari-hari terkait dengan tidur. Prosedur pengumpulan data ialah Pengumpulan data dimulai dengan membuat surat izin penelitian di bagian akademik Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado dan ditujukan kebagian tata usaha Puskesmas Bahu Manado. Sebelum dibawa ke penanggung jawab di Puskesmas Bahu harus ditanda tangani/ mendapat persetujuan, sesudah mendapat persetujuan dibawa ke penanggung jawab. Setelah mendapat izin dari Puskesmas Bahu Manado untuk penelitian, maka pengumpulan data akan dilakukan. Data yang dikumpulkan dari hasil pengukuran tekanan darah yang telah dicatat oleh peneliti, kemudian diolah dengan tahap-tahap : editing, coding, cleaning, tabulating. Analisis data mengunakan analisis data univariat, analisis bivariat. Etika penelitian ialah : Prinsip manfaat, prinsip menghargai hak asasi manusia (respect human dignity), prinsip keadilan (right to justice). HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 5 : Distribusi Frekuensi responden menurut Jenis Kelamin Jenis Kelamin n % Laki-laki 31 51,7 Perempuan 29 48,3 Jumlah 60 100 Tabel 6 : Distribusi Frekuensi responden menurut Umur di Puskesmas Bahu Manado tahun 2014 Umur n (%) 30 49 tahun 34 56,7 50 64 tahun 25 41.7 > 65 1 1.7 Jumlah 60 100 Tabel 7 : Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Tekanan Darah Tekanan Darah Sistolik n % Pre Hipertensi 16 26.7 Hipertensi Stage 1 44 73.3 5

Jumlah 60 100 Tabel 8 : Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Kualitas Tidur Kualitas Tidur n % Cukup Baik 29 48.3 Buruk 31 51.7 Jumlah 60 100 Tabel 9: Hubungan Antara Tekanan Darah Sistolik dengan Kualitas Tidur Tekanan Darah Pre Hiperten si Hiperten si Stage 1 Kualitas Tidur Cukup Buruk Baik n (%) n (%) 2 14 (12,5 (87,5 %) %) Total (%) 16 (100 %) 44 (100 %) 29 15 (65,9 (34,1 %) %) P 0,00 1 Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Bahu Manado pada tanggal 23 Juni 2014 11 Juli2014 tentang hubungan tekanan darah sistolik dengan kualitas tidur pasien hipertensi di Puskesmas bahu Manado. Dengan menggunakan 60 sampel pasien hipertensi. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukan bahwa sebagian besar responden yang diteliti berjenis kelamin laki-laki dengan jumlah 31 (51,7%) dan perempuan 29 (48,3) orang, kemudian hasil penelitian yang dilakukan menunjukan bahwa sebagian besar kelompok umur responden adalah 30-49 tahun dimana rentang umur ini adalah rentang umur dewasa tetapi sudah mendekati lansia, hal ini di dukung oleh asumsi peneliti dimana jika semakin berumur responden semakin berpeluang mendapat penyakit salah satunya penyakit hipertensi. Usia responden juga dianggap berpengaruh dengan kualitas tidur, dimana perubahan paling nyata dari tidur responden yang mendekati lansia adalah tidur menjadi ringan dan tidak berkualitas. Sebagian besar responden yang mendekati lansia mengeluhkan perubahan kualitas tidur itu membuat mereka terbangun lebih pagi tapi merasa mengantuk di siang hari. Selain faktor penuaan, peneliti juga memiliki asumsi bahwa kualitas tidur responden juga di pengaruhi oleh kesehatan fisik. Orang yang menderita penyakit hipertensi tentunya akan mengkonsumsi obat-obatan tertentu, sehingga responden bisa mengalami insomnia.kelebihan dari penelitian ini yang berkaitan dengan karakteristik responden adalah peneliti dapat lebih muda menggali informasi dengan mengunakan kuesioner kepada responden di karenakan umur dari responden yang sudah dewasa sehingga pertanyaan yang diberikan akan sangat muda di menggerti oleh 6

responden. Penelitian ini juga masih memiliki kekurangan dimana responden memberikan data yang tidak akurat atau memberikan data yang bukan dari apa yang mereka alami. Hal ini karena angapan dari responden bahwa penelitian ini tidak memberi keuntungan pada mereka. Dari hasil uji dengan chi square test pada tingkat kemaknaan 95% diperoleh taraf signifikansi atau nilai p sebesar 0,001 yakni lebih kecil dibandingkan α = 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara tekanan darah sistolik dengan kualitas tidur pada pasien hipertensi. Bisa disimpulkan tekanan darah sistolik berpengaruh pada kualitas tidur pasien hipertensi, Kualitas tidur pasien hipertensi ini dapat juga dipengaruhi oleh faktor penyakit lain dan lingkungan, namun seberapa besar hubungan itu belum diketahui, maka saran peneliti umtuk peneliti selanjutnya agar dapat menjadi permulaan untuk lebih banyak lagi penelitian tentang hubungan tekanan darah dengan kualitas tidur pasien hipertensi dan untuk Institusi Pendidikan khususnya bidang kesehatan agar penelitian ini dapat dijadikan referensi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan penelitian selanjutnya, agar supaya pasien tekanan darah hipertensi stege I dan mengalami kualitas tidur buruk sebaiknya mengontrol kegiatan seharihari agar tidak beraktifitas lebih agar dapat mencapai tekanan darah dan kualitas tidur yang baik, dan dapat mengurangi komplikasi penyakit lain. KESIMPULAN Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa Pasien hipertensi di Puskesmas Bahu Manado sebagian besar memiliki tekanan darah sistolik hipertesi stege I berjumlah 44 orang responden yaitu 73,3%, kualitas tidur pasien hipertensi sebagian besar buruk berjumlah 31 orang responden yaitu 51,7%, terdapat hubungan tekanan darah sistolik dengan kualitas tidur pasien hipertensi di Puskesmas Bahu Manado. p = 0,001 (p<0,05) DAFTAR PUSTAKA Kowalski, E. R. (2010). Terapi Hipertensi : Program 8 Minggu Menurunkan Tekanan Darah Tinggi dan Mengurangi Resiko Serangan Jantung dan Stroke Secara Alami. Bandung : Qanita. Wallymahmed, M. (2008). Blood Pressure Measurement. Nursing 7

Standard, 45. Jakarta : PT. Agro Media Pustaka. Mukhtar. (2007). Data Kematian Akibat Hipertensi di Amerika. Bandung:Familia. 8