BAB II MEDIA INFORMASI

dokumen-dokumen yang mirip
Kajian Islam : Tatacara Berwudhu oleh : Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin

SIFAT WUDHU NABI. 2. Kemudian berkumur-kumur (memasukkan air ke mulut lalu memutarnya di dalam dan kemudian membuangnya)

RANGKUMAN MATERI. Mensucikan Diri


KEM TOHARAH ( SUCI ) Oleh Hj Ahmad Junaidi Bin Mohamad Said Guru Al-Quran SMK BATU SEPULUH LEKIR SITIAWAN PERAK

Membasuh telapak tangan sampai pergelangan, sebelum berkumurkumur.

" SIFAT WUDHLU NABI "

Tata-Cara Berwudhu Menurut Al Qur an dan Sunnah Nabi Abu Abdirrohman Albayaty

WUDHU DAN TAYAMUM KELOMPOK III : ATIKA YOLANDA FAISAL RAZAQ MURSYIDAH SHOLIHATI RIDHO JUNAIDI WAHYU SRI MAULIDA SMA ISLAM RAUDHATUL JANNAH

PENGERTIAN DAN KONSEP FARDU AIN DAN FARDU KIFAYAH

BAB I PENDAHULUAN. Peran seorang guru sangatlah penting, karena guru bertanggung. jawab mencerdaskan anak didik, guru dengan penuh dedikasi dan

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI

Jl. Jenderal Sudirman No 790 Purwokerto

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Rahasia-Rahasia Wudhu Dari Segi Kesehatan

PANDUAN LENGKAP SOLAT

Peta Konsep5. Kata Kunci. Hadas dan Najis


PENINGKATAN PEMAHAMAN CARA BERWUDHU MELALUI PENERAPAN METODE DEMONSTRASI DAN SIMULASI DI SEKOLAH DASAR. Sucipto

SUNNAH NABI. Dan dikuatkan dengan Hadist dari Imam Bukhari disalah satu bab yaitu: sunnahnya berwudhu sebelum mandi

Soal Instrumen Tes. Objektive

Bab 4 Belajar Mendirikan Shalat Berlatih Akhlak Mulia Membangun Kesejahteraan Umat

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

?????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????.

LAMPIRAN TERJEMAH. NO HAL BAB TERJEMAH 1 2 I Allah tidak menerima shalat tanpa bersuci. (HR. Muslim)

TANYA JAWAB SEPUTAR THAHARAH-1

Cara Mengajarkan Shalat Pada Anak*

Menyelami. Makna Bacaan. Shalat. Edisi Panduan


BAB IV HASIL PENELITIAN. Mekarsari Kecamatan Mekarsari Kabupaten Barito Kuala tahun pelajaran 2012/2013

DATA 1. Rukun Wudhu 2. Sunnah Wudhu 3. Keutamaan Wudhu 4. Hikmah Wudhu

Selayang Pandang Isi Finding Syariat Jilid #1: *** Dimensi Sholat

Cara Bersuci dan Shalat Orang yang Sakit

Cara Mencuci Pakaian Kena Najis


MID SEMESTER 1 PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SMP 7 SEMESTA

BAB I PENDAHULUAN. panjang. Ini adalah kesempatan yang paling penting bagi seorang

" Pada hari ini dihalalkan bagimu yang baik-baik. Makanan (sembelihan) orang-orang yang diberi Al Kitab itu halal bagimu,...

Pendidikan Anak Dimulai dari Rumah

MACAM - MACAM AIR. Oleh : Rachmad Dermawan Putra Wahyu Reni Jayanti


Tafsir Surat Al-Ashr: Meraih Sukses Dunia dan Akhirat

hidup damai pelajaran 6 suasana hutan damai ada kicauan burung suara hewan bersahutan suara daun bergesekan kehidupan di hutan sungguh damai

Hari Kiamat, Hari Pembalasan

PERANAN METODE DEMONSTRASI TERHADAP PENERAPAN NILAI-NILAI AGAMA DI KELOMPOK B TK MELATI BURANGA KECAMATAN AMPIBABO KABUPATEN PARIGI MOUTONG

Penulis: Al-Ustadz Abu Usamah Abdurrahman bin Rawiyah An Nawawi

MANDI JANABAH, HUKUM DAN TATA CARANYA

Bahaya Zina dan Sebab Pengantarnya

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah

KUMPULAN FATWA. Hukum Membagi Agama Kepada Isi dan Kulit. Penyusun : Syekh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin. Terjemah : Muh. Iqbal Ahmad Gazali

Beribadah Kepada Allah Dengan Mentauhidkannya

DAFTAR TERJEMAH. No Hal Kutipan Bab Terjemah

BAB II KAJIAN TEORI. A. Keterampilan Tata Cara Berwudlu. 1. Pengertian Keterampilan Motorik

B. Allah Swt. itu Esa. Sikapku. Ayo Kerjakan. Lihat diri sendiri. Lihat gambar ini. Tanyakan pada temanmu, nama dan manfaat setiap anggota tubuh.

41 KELEBIHAN WANITA 1. Doa wanita lebih makbul daripada lelaki karena sifat penyayang yang lebih kuat daripada lelaki. Ketika ditanya kepada

TATA CARA BERWUDHU. Kemudian membasuh kedua tangan sebanyak sekali dari ujung jari hingga mencapai siku.melakukannya sebanyak tiga kali adalah sunat.

TANYA JAWAB SEPUTAR THAHARAH-2

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

BAB II METODE PICTURE AND PICTURE DAN HASIL BELAJAR SISWA MENGENAL TATA CARA WUDHU. psikomorik dari materi pelajaran yang telah diajarkan.

Munakahat ZULKIFLI, MA

Pakaian bersih rapih indah

Dialihbahasakan oleh: Ummu Abdullah. Desain Sampul: Ummu Zaidaan. Edisi Revisi ke III

Fikih 1. MODEL Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Pengantar. Anis Tanwir Hadi. untuk Kelas I Madrasah Ibtidaiyah

Adab Makan Yang Dilupakan Muhammad Abu Hamdan

1 Mengapa Tempat Wudhu? [1]

UJIAN AKHIR SEMESTER 1 SEKOLAH MENENGAH TAHUN AJARAN 2014/2015 Mata Pelajaran : Agama Islam

Disebarluaskan melalui: website: TIDAK untuk tujuan KOMERSIL

TAMAN BELAJAR MASYARAKAT

Tauhid Yang Pertama dan Utama

HAFALAN DOA UNTUK ANAK DOA MEMOHON ILMU DOA MASUK KAMAR MANDI

Tauhid untuk Anak. Tingkat 1. Oleh: Dr. Saleh As-Saleh. Alih bahasa: Ummu Abdullah. Muraja ah: Andy AbuThalib Al-Atsary. Desain Sampul: Ummu Zaidaan

MAKNA DUA KALIMAT SYAHADAT DAN KONSEKUENSINYA

Tercantum Tulisan Mulia, Mohon Diletakkan Di Tempat Terhormat I. FIQIH PUASA PRAKTIS

BAB I PENDAHULUAN. Tidur merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia. Tidur sangat berperan. dampak pada fisiologis manusia, karena tidur berpengaruh

TATA CARA PENGURUSAN JENAZAH

Bab 3 Keutamaan Wudhu dan Putih Bersinar karena Bekas Wudhu

UJIAN AKHIR SEMESTER 1 SEKOLAH MENENGAH TAHUN AJARAN 2014/2015 Mata Pelajaran : Agama Islam

CARA I TIDAL. Pengertian

Lesson Sheet Kelas : Mars

BAB II LANDASAN TEORI. berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

Adab Makan. Karya: Dr. Amin bin Abdullah asy-syaqawi. Terjemah : Muzaffar Sahidu Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad

TAWASSUL. Penulis: Al-Ustadz Muhammad As-Sewed

Kaidah Fiqh BERSUCI MENGGUNAKAN TAYAMMUM SEPERTI BERSUCI MENGGUNAKAN AIR. Publication in CHM: 1436 H_2015 M

Mengenal Nama-Nama dan Sifat-Sifat Allah

TUNTUNAN IBADAH SHOLAT MENURUT CONTOH RASULULLAH ASW

Memahami Maksud dan Tujuan Persaudaraan Seiman

MAKNA ISRO MI ROJ DAN HIKMAH SHOLAT

[ Indonesia Indonesian

Perintah Pertama di Dalam Alquran

A. SIFAT JASMANIAH BAGINDA MUHAMMAD SAW


Adab di Dalam Rumah. Penyusun : Majid bin Su'ud al- Ausyan. Terjemah : Muzafar Sahidu bin Mahsun Lc. Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad

KEWAJIBAN ISTRI TERHADAP SUAMI (Lanjutan)

Kekeliruan Sebagian Umat Islam di Bulan Rajab

Sejumlah ulama berpendapat bahwa menjalankan shalat berjamaah mengandung banyak nilai kebaikan, diantaranya berikut;

BAB VIII REFLEKSI PENDAMPINGAN. A. Merubah Kesadaran Melalui Jamaah Yasinan

Ayatullah Al-Uzhma M. Taqi Bahjat Qs. Fikih Perempuan. Penerjemah: Endang Z. Susilawati Editor: Mohammad Adlany


Transkripsi:

BAB II MEDIA INFORMASI 2.1 Wudlu a. Wudlu Menurut Al-Qur an (Al-Maidah Ayat 6) Wudlu adalah "...hendak mengerjakan shalat maka basuhlah mukamu, kedua tanganmu sampai siku dan sapulah kepalamu serta basuhlah kedua kakimu sampai mata kaki." b. Wudlu Menurut Hadist Kitabusholah (Halaman 5-6) Wudlu adalah serangkaian gerakan yang dimulai dari membasuh kedua telapak tangan sebanyak tiga kali, berkumur sebanyak tiga kali, membasuh wajah sebanyak tiga kali, membasuh tangan sampai sikut sebanyak tiga kali, mengusap dahi sampai ke kepala bagian belakang sebanyak satu kali, dan langkah selanjutnya yaitu membasuh kaki sampai lutut sebanyak tiga kali. 2.2 Syarat Air Untuk Berwudlu a. Air Yang Boleh Digunakan Untuk Wudlu Syarat air yang boleh digunakan untuk berwudlu adalah sebagai berikut : a. Air hujan b. Air sumur c. Air terjun, laut atau sungai d. Air dari lelehan salju atau es batu e. Air dari tangki besar atau kolam b. Air Yang Tidak Boleh Digunakan Dalam Berwudlu

Syarat air yang tidak boleh digunakan dalam berwudlu adalah sebagai berikut : a. Air yang tidak bersih atau ada najis, b. Air sari buah atau pohon, c. Air yang telah berubah warna, rasa dan bau dan menjadi pekat karena sesuatu telah direndam didalamnya, d. Air dengan jumlah sedikit, terkena sesuatu yang tidak bersih seperti urin, darah atau minuman anggur atau ada seekor binatang mati didalamnya, e. Air bekas Wudlu. 2.3 Syarat Wudlu Di dalam berwudlu ada syarat-syarat yang harus dikerjakan diantaranya : a. Islam, b. Tidak berhadast besar, c. Memakai air yang mutlak (suci dan dapat dipakai mensucikan), d. Tidak ada yang menghalangi sampainya kekulit. 2.4 Hal-Hal Yang Membatalkan Wudlu Ada beberapa perkara atau hal yang dapat membatalkan sahnya wudhu, diantaranya adalah: 1. Keluar sesuatu dari dua pintu (kubul dan dubur) atau salah satu dari keduanya baik berupa kotoran, air kencing, angin, air mani atau yang lainnya, 2. Hilangnya akal, pingsan ataupun mabuk, 3. Bersentuhan kulit laki-laki dengan kulit perempuan yang bukan muhrim,

4. Menyentuh kemaluan atau pintu dubur dengan bathin telapak tangan, baik milik sendiri maupun milik orang lain. Baik dewasa maupun anak-anak, 5. Tidur, kecuali apabila tidurnya dengan duduk dan masih dalam keadaan semula (tidak berubah kedudukannya). 2.5 Cara Berwudlu a) Apabila seorang muslim mau berwudlu atau mandi (wajib/junub), maka hendaknya ia berniat di dalam hatinya. Niat yang dimaksud dalam berwudlu dan mandi (wajib) adalah niat untuk menghilangkan hadats atau untuk menjadikan boleh suatu perbuatan yang diwajibkan bersuci, oleh karenanya amalan-amalan yang dilakukan tanpa niat tidak diterima. Dalilnya adalah firman Allah: Dan mereka tidaklah diperintahkan melainkan agar beribadah kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus. (Q.S.Al-Bayyinah:5). b) Kemudian membaca Basmalah : ϡ γ Α(Bismillaah) Dan apabila ia lupa, maka dia bisa membacanya tatkala dia ingat ketika masih berwudlu, namun apabila dia ingat tatkala selesai berwudlu maka tidaklah mengapa dia tidak membaca basmalah. Adapun dalil gugurnya kewajiban mengucapkan basmalah kalau lupa atau tidak tahu adalah hadits: Dimaafkan untuk umatku, kesalahan dan kelupaan. c) Kemudian mencuci kedua telapak tangannya sebanyak tiga kali, d) Mengambil air dengan telapak tangan kanannya sambil sebagian dimasukkan kedalam mulut (madhmadhoh) dan sebagian dimasukkan/di

hirup ke dalam hidung (istinsyaq) kemudian membuangnya dengan bantuan tangan kirinya (istintsar). Tatkala air masih di dalam mulut maka di usahakan air tersebut dikumur-kumur (Bhs. Jawa : kemu), begitu juga dengan yang ada di dalam hidung sehingga kotorannya dapat keluar, e) Lalu mencuci muka sebanyak tiga kali. Batas muka adalah dari batas tumbuhnya rambut kepala bagian atas sampai dagu, dan mulai dari batas telinga kanan hingga telinga kiri, f) Dan jika rambut yang ada pada muka tipis, maka wajib dicuci hingga pada kulit dasarnya. Tetapi jika tebal maka wajib mencuci bagian atasnya saja, namun disunnahkan mencelah-celahi rambut yang tebal tersebut. Karena Rasulullah selalu mencelah-celahi jenggotnya di saat berwudhu. (Riwayat Abu Daud dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam Al Irwa (92)), g) Kemudian mencuci kedua tangan sampai siku sebanyak tiga kali, karena Allah berfirman :..dan kedua tanganmu hingga siku. (Surah Al-Ma idah : 6). Cara mencuci tangan adalah dimulai dengan mencuci tangan kanan sampai siku sebanyak tiga kali baru mencuci tangan kiri sampai siku sebanyak tiga kali, h) Kemudian mengusap kepala (bedakan dengan mencuci/membasuh) beserta kedua telinga satu kali, dimulai dari bagian depan kepala lalu diusapkan ke belakang kepala lalu mengembalikannya ke depan kepala. i) Setelah itu langsung mengusap kedua telinga dengan air yang tersisa pada tangannya. Cara mengusap telinga adalah dengan memasukkan jari telunjuk pada lubang telinga sedang ibu jari mengusap bagian luar daun telinga. Perbuatan ini dilakukan sebanyak satu kali saja. j) Lalu mencuci kedua kaki sampai kedua mata kaki sebanyak tiga kali, karena Allah berfirman:.dan kedua kakimu hingga dua mata kaki. (Surah Al-Ma idah : 6). Yang dimaksud mata kaki adalah benjolan yang ada di sebelah bawah betis. Kedua mata kaki tersebut wajib dicuci berbarengan dengan kaki.

Cara mencuci kaki adalah dimulai dari kaki kanan dulu sebanyak tiga kali baru kaki kiri sebanyak tiga kali. Setelah selesai berwudlu mengucapkan do a sebagaimana yang diajarkan Nabi berdasarkan hadist yang diriwayatkan oleh Umar, katanya, Berkata Rasulullah, Tidaklah salah seorang diantara kalian berwudlu dan menyempurnakan wudlunya, kemudian mengucapkan: Ϫ ϟ ϭ γ έ ϭ ϩ Ω Α ϋ Ω ϣ Σ ϣ ϥ Ω Ϭ η ϭ ϻ Ϫ ϟ ϻ ϥ Ω Ϭ η Asyhadu allaa ilaaha illallooh wa asyhadu anna muhammadan abduhu wa rosuuluh Aku bersaksi bahwa sesungguhnya tiada sesembahan yang berhak disembah kecuali hanya Allah, dan aku bersaksi bahwa sesungguhnya Muhammad adalah hamba dan utusan Allah. Melainkan dibukakan untuknya delapan pintu syurga, ia dapat masuk dari mana saja yang ia kehendaki (H.R. Muslim). 2.6 Anak a. Anak Menurut Erhan M.M 2007 Anak adalah seorang lelaki atau perempuan yang belum dewasa atau belum mengalami masa pubertas. b. Anak Menurut fadlan 2009 Anak adalah sebuah anugerah dari Allah yang diberikan kepada kita sebagai penghibur di dalam keluarga. 2.7 Fase Perkembangan Psikologis Anak

Dalam perkembangan psikologis ada banyak fase yang mempengaruhi anak diantaranya : a. Dilihat dari teman untuk bermain Teman bermain untuk usia anak antara 5 sampai 7 tahun. Bagi mereka, teman adalah seseorang yang mempunyai mainan yang menarik yang tempat tinggalnya dekat di sekitar mereka, dan mereka mempunyai ketertarikkan yang sama. b. Dilihat teman untuk bersama Teman bermain dan membangun kepercayaan, untuk usia anak antara 8 sampai 10 tahun. Dalam usia mereka ini, pengertian teman sedikit lebih luas, karena arti teman bagi mereka sudah melangkah ke perasaan saling percaya, saling membutuhkan dan saling mengunjungi. c. Dilihat dari persahabatan yang penuh dengan saling pengertian Terjadi pada anak usia 11 sampai 15 tahun, bagi mereka arti teman tidak hanya sekedar untuk bermain saja, di sini seorang teman harus juga bisa berfungsi sebagai tempat berbagi pikiran, perasaan dan pengertian. karena pada umumnya mereka sedang mengalami masa puber dengan permasalahan psikologis seperti ; depresi, rasa takut, problem di rumah, atau problem keuangan yang terjadi pada mereka, biasanya mereka lebih tahu permasalahan psikologis tersebut dibandingkan dengan orang tua mereka sendiri. 2.8 Faktor Yang Mempengaruhi Status Sosial Anak adalah : Faktor-faktor penting yang mempengaruhi dalam status sosial anak 1. Cara orang tua mendidik dan membina anak Orang tua yang mendidik anak dengan cara bertahap dalam menjelaskan sesuatu hal, dan mendidik anak dengan penuh kasih sayang, biasanya anak-

anak mereka memiliki kepercayaan diri yang tinggi dan mereka akan mudah dalam mengembangkan hubungan sosialnya. 2. Urutan kelahiran Urutan kelahiran, mempengaruhi juga dalam status sosial anak, karena biasanya anak yang paling muda lebih populer dan terbiasa dengan negoisasi dari pada saudara-saudaranya. 3. Kecakapan dan keterampilan mengambil peran Biasanya anak-anak populer memiliki kecakapan dan keterampilan dalam mengambil apa pun posisi peran dan posisi peran tersebut dapat berkembang menjadi lebih baik. 4. Nama Nama dapat membawa pengaruh. Hal ini dapat membawa pengaruh negatif terhadap perkembangan sosial psikologi anak. karena anak-anak masih sangat nyata dalam menyatakan sesuatu hal, akibatnya anak tersebut merasa rendah diri dan tersudut apabila anak-anak yang lain mencemoohkan karena namanya dapat diibaratkan dengan sesuatu hal. 5. Daya tarik Anak-anak yang memiliki daya tarik tersendiri, biasanya selalu populer daripada anak yang kurang memiliki daya tarik. 6. Perilaku Perilaku yang membuat anak populer, antara lain ; ramah tamah, mempunyai rasa simpati, tidak agresif, bisa berkerja sama, suka menolong, suka memberikan masukkan atau komentar yang positif, dan lain-lain.

2.9 Tahap Pendekatan Terhadap Anak Pengenalan terhadap kesenangan dan disiplin dalam berwudhu ini bisa dilakukan Orangtua mulai dari lingkungan keluarga, diantaranya : 1. Beri tauladan berwudhu dengan benar setiap hari. 2. Ajak anak-anak berinteraksi dengan praktek langsung dalam berwudhu. 3. Sediakan buku tentang berwudhu di tempat-tempat yang mudah dijangkau 4. Luangkan waktu untuk membimbing anak berwudhu. 5. Ajak anak-anak ke toko buku atau perpustakaan untuk membaca buku tentang agama. 6. Ciptakan suasana nyaman, tenang, sekaligus menyenangkan. 7. Jangan batasi bahan bacaan tapi beri arahan mereka menyukai buku berkualitas. 8. Lakukan diskusi kecil tentang ilmu yang mereka dapat di sekolah atau di tempat pengajian. 9. Buat permainan yang bisa memperbesar minat mereka menerima ilmu-ilmu agama. a. Peran Serta Pihak-Pihak Tertentu Dalam Mengajarkan Berwudlu Pada Anak a) Peran Serta Orang Tua Mengasuh dan mendidik anak merupakan tugas yang penuh tantangan dan sangat menarik. Pada saat anak mengalami

pertumbuhan sering menemukan hal-hal baru yang mengagumkan pada diri anak. Untuk itu perlu perhatian khusus untuk anak, agar dalam semua kegiatannya berjalan dengan lancar. Terutama masalah agamanya, salah satunya tentang shalatnya, yaitu tentang masalah hal berwudhu. Orang tua disini dalam hal ini harus berperan aktif agar anak dapat bisa berwudhu dengan benar. Diantara caranya yaitu : b. Memberi perhatian ekstra terhadap anak, c. Melakukan pengawasan di rumah pada saat anak berwudhu, d. Memberi tahu dengan cara baik- baik apabila anak salah dalam berwudhunya. b) Peran Pakar Pendidik dan Pengajar Agama Di dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah maupun di Tempat Pendidikan Al-Qur an, masalah shalat perlu juga diperdalam lebih lanjut. Supaya siswa-siswinya menjadi siswa-siswi yang kuat agamanya, karena shalat merupakan tiangnya agama. Cara agar dalam menjaga siswa-siswinya dalam masalah shalat terutama dalam hal berwudhu hal-hal yang perlu dilakukan : a. Memberikan metode penyampaian tentang masalah wudhu dengan suasana yang dapat diterima oleh siswanya, b. Cara mengajarnya setiap hari harus dibedain biar, tidak monoton, c. Perlu adanya alat bantu pembelajaran, agar anak dalam menerima ilmu-ilmu yang diberikan supaya mudah dicerna. b. Hal-Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Mendidik Anak Dalam mendidik anak banyak hal yang perlu diperhatikan agar sasaran yang dituju bisa tepat sasaran, langkahnya yaitu : 1. Memahami Apa Yang Terjadi Pada Anak Mengenali apa yang dibutuhkan anak saat ini, yang jelas anak membutuhkan perhatian dan keamanan. Di saat perhatian

dicurahkan sepenuhnya pada anak, maka anak akan menuruti nasehat kita. Pada itulah anak diberi masukan-masukan tentang ilmu-ilmu agama, tetutama tentang berwudhu. 2. Mengetahui Hal-Hal Yang Dibutuhkan Untuk Perkembangan Anak Dalam hal ini pengasuh (orang tua) dan pakar pendidik (guru disekolah dan guru di tempat pengajian) harus memusatkan perhatian pada anak, ketika mereka mengajarkan. Agar dalam menyampaikan ilmu-ilmunya bisa diterima oleh siswanya. 3. Mengenali Kebutuhan Anak Pengasuh dan pakar pendidik bisa mengambil tindakan yang optimal guna perkembangan anak. Salah satu contoh : pada waktu anak diminta praktek wudhu di depan, di saat itu anak takut atau kurang percaya diri, maka pengajar dan pengasuh memberi dorongan dan semangat agar rasa percaya diri anak ada. 4. Pengasuh Dan Pengajar Mengenali Media-Media Yang Menarik Mengemas dalam suatu kegiatan belajar mengajar, bahan yang diajarkan itu menjadi bahan yang dapat memacu minat siswa untuk mencoba dan mempraktekkan bahan ajar yang disampaikan. Seperti halnya dalam mengajarkan parktek berwudhu pada anak, anak harus di beri media kreatif, dimana media itu dapat membantu untuk mengetahui apa yang akan disampaikan, salah satu contohnya yaitu lewat media gambar, cd interktif, dan puzzle, atau permainan.