(Kompas, 28 November 2005)

dokumen-dokumen yang mirip
STRATEGI PENGEMBANGAN BISNIS MELALUI ANALISIS SWOT. Oleh: Sutrisna Wibawa (Universitas Negeri Yogyakarta)

PENGEMBANGAN ENTREPRENEURSHIP MELALUI UNIT PRODUKSI (PENGALAMAN PENGEMBANGAN UNIT USAHA UNY) Oleh: Sutrisna Wibawa (Universitas Negeri Yogyakarta)

Cara Mudah Menjadi Wirausaha Sukses

Disusun Oleh : Nama : Novika Ginanto (23) Kelas : II TEL 6 SMK TELKOM SANDHY PUTRA JAKARTA

I. PENDAHULUAN. TUJUAN Memahami konsep kewirausahaan Memahami kunci sukses kewirausahaan

Merintis, memulai, dan menggembangkan usaha. Oleh Azmi Hikmah Fajrina

: Mizha zhulqurnain NIM : Jurusan : S1.SI.M

Entrepreneurship and Inovation Management

BEDAH PRAKTEK USAHA SECARA PRAKTIS

Paradigma umum adalah paradigma yang dimiliki oleh seorang pegawai atau pekerja. Bekerja Penghasilan Rencana Masa Depan

BAB I PENDAHULUAN. kerja kalah cepat dengan kenaikan jumlah lulusan. Sangat ironis bila kita

KEWIRAUSAHAAN I. Pengertian Kewirausahawan. M. Rizal Situru, S.H.,M.B.L. Modul ke: Fakultas EKONOMI DAN BISNIS. Program Studi Manajemen

KEWIRAUSAHAAN, ETIKA PROFESI dan HUKUM BISNIS

KEWIRAUSAHAAN. Ahsin Zaedi, S.Kom Direktur GMP Nusantara Berkarya Owner Griya Sehat Sejahtera Owner Sekolah Panahan

Kewirausahaan dan Memulai Bisnis Kecil

Cara Mendapatkan Investor untuk Berinvestasi

JURNAL KEWIRAUSAHAAN :

Pengertian Prakarya dan Kewirausahaan. 1. Prakarya

BAB 1 PENDAHULUAN. Perkembangan dunia usaha telah mencapai era globalisasi, dimana

Worksheet Karakter Pengusaha

LANDASAN TEORI. akan menjadi lebih mudah dipahami. Teori teori tersebut dapat memberikan. pemahaman yang lebih di dalam penelitian ini.

Cara Untuk Memasuki Dunia Usaha

Ketika.. aku harus merenung kembali

BAB I PENDAHULUAN. mengidentifikasi, mengembangkan, membawa visi kedalam kehidupan. Visi ini

Membangun Jiwa Wirausaha

BAB I PENDAHULUAN. bisnis baru yang bermunculan dengan berbagai inovasi dan variasi terbarunya

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Pengertian wirausahawan (entrepreneur) secara sederhana adalah orang

BAB I PENDAHULUAN. menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk pengadaan produk baru,

MENUMBUHKAN JIWA KEWIRAUSAHAAN

Kewirausahaan : Sebuah Kajian Pengabdian Kepada Masyarakat. Eko Agus Alfianto. Dosen Fisip Universitas Yudharta Pasuruan, Abstract

1. Tujuan Instruksional Umum (TIU) 2. Tujuan Instruksional Khusus (TIK)

Kunci Jawaban Soal Semester Prakarya Kewirausahaan Kelas X

Kewirausahaan, Sebuah Kajian Pengabdian Kepada Masyarakat. Eko Agus Alfianto Dosen Fisip Universitas Yudharta Pasuruan,

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

MENUMBUHKAN JIWA KEWIRAUSAHAAN

KOMPETENSI DASAR DARI MK. KEWIRAUSAHAAN SISTEMIK DAN ILMIAH 2). MENJADI WIRAUSAHAWAN YANG BERBASIS ILMU PENGETAHUAN, DENGAN MODAL BISNIS.

Sikap Mental Wirausaha (Inovatif, Kreatifitas, Motivasi, Efektif dan Efisien) Kuliah 3

BAB I PENDAHULUAN. berkreasi serta melakukan inovasi secara optimal yaitu mewujudkan gagasangagasan

CARA MENJADI ENTREPRENEUR DAN CARA MEMAHAMI RENCANA BISNIS

KARAKTERISTIK WIRAUSAHA

BAB I PENDAHULUAN. seperti petani, karyawan, mahasiswa, pegawai pemerintah, guru, dan lain sebagainya. Hal

PEMANFAATAN PELUANG USAHA SECARA KREATIF DAN INOVATIF C. PEMANFAATAN PELUANG USAHA SECARA KREATIF DAN INOVATIF

ASTA CITRA ANAK INDONESIA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Ulina (2008) melakukan penelitian dengan judul Analisis Faktor-Faktor yang

TRANSFORMASI KEWIRAUSAHAAN

PUSAT TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI PENDIDIKAN

Wiraswasta terdiri dari kata Wira, Swa, Sta. Wira = manusia unggul, teladan, berbudi luhur, berjiwa besar, berani, pahlawan/pendekar kemajuan &

04PASCA. Entrepreneurship and Innovation Management

BAB 5. SIMPULAN dan SARAN

Kewirausahaan. Modul 2

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. usaha berarti melakukan kegiatan usaha (bisnis). hasil yang dapat dibanggakan (Sadono Sukirno, 2004:367).

STUDI AWAL PEMBELAJARAN KEWIRAUSAHAAN DI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SURABAYA

GAMBARAN UMUM KEWIRAUSAHAAN. PERTEMUAN KEDUA UNIVERSITAS IGM BY. MUHAMMAD WADUD, SE., M.Si.

BAB II URAIAN TEORITIS. penelitian dengan judul Pengaruh Pengetahuan Kewirausahaan dan

I. PENDAHULUAN. Bagian pertama ini membahas beberapa hal mengenai latar belakang masalah,

Pertemuan 1. Wiraswasta dan Wirausaha

A. JUDUL PENGABDIAN: PELATIHAN PERENCANAAN USAHA BAGI REMAJA USIA PRODUKTIF DI DUSUN SLANGGEN, TIMBULHARJO, SEWON, BANTUL, YOGYAKARTA

SILABUS MATAKULIAH ENTERPRENEURSHIP

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Bagi masyarakat modern saat ini memperoleh pendidikan merupakan suatu

Strategi dan kiat-kiat untuk menuju kesuksesan!

Soal Jawab tentang Kewirausahaan

BUILDING INFORMATION MODELING

TEKNIK BERWIRAUSAHA Membangun Mindset dan Model Bisnis. Oleh: Yuli Afriyandi, M.Si

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN. Adapun hasil dari penelitian tersebut sebagai berikut : A. Sikap Kewirausahaan : a) Percaya diri

Pertemuan 1. Wiraswasta dan Wirausaha

Menumbuhkan Jiwa Kewirausahaan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Menurut hasil penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Dalimunthe dengan

KARYA ILMIAH PELUANG BISNIS USAHA KRETIF PIGURA

BAB I PENDAHULUAN. harus memelihara dan melestarikan bumi, mengambil manfaatnya serta

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Bangsa Indonesia membutuhkan banyak wirausahawan untuk menjadikan negara

BAB I PENDAHULUAN. berkembang dapat dikatakan sebagai tulang punggung perekonomian negara. Keberadaan

KIAT MELIHAT DAN MEMBERDAYAKAN PELUANG BISNIS

Perekonomian, perdagangan, perindustrian secara internasional kini diwarnai globalisasi, bumi tiada batas. Keunggulan komparatif dari negara bisa

Kewirausahaan. Etika Bisnis. Reddy Anggara, S.Ikom., M.Ikom. Modul ke: Fakultas Fakultas Teknik. Program Studi Arsitektur.

Uraian Materi Pembelajaran

KARAKTERISTIK KEWIRAUSAHAAN. PERTEMUAN KETIGA UNIVERSITAS IGM BY. MUHAMMAD WADUD, SE., M.Si.

MODUL 1 KEWIRAUSAHAAN (ESA-142) Materi 1 Konsep Dasar Kewirausahaan Materi 2 Peluang Bisnis. Disusun Oleh Drs. Mulyo Wiharto, MM

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER ANALISIS PELUANG USAHA MKK.14.51

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. penduduk. Masalah yang timbul adalah faktor apa yang mendasari proses

MATA KULIAH KEWIRAUSAHAAN

KEWIRAUSAHAAN 1. Menjadi Wirausahawan / Pengusaha. Edy Gunawan, S.E., M.M. Modul ke: Fakultas Ekonomi dan Bisnis

BAB II URAIAN TEORITIS. Fajrinur (2007) melakukan penelitian dengan judul Analisis Faktor-faktor

PEMBEKALAN PRA-PENSIUN MELALUI POTENSIPRENEUR

Modul ke: KEWIRAUSAHAAN 1. Motivasi Menjadi Wirausaha Sukses. 05Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Edy Gunawan, S.E., M.M. Program Studi Manajemen

BAB I PENDAHULUAN. manusia sepanjang hidupnya dan dapat terjadi kapan di mana saja, proses

Membentuk Individu yang Kreatif dan Inovatif Sesuai Islam. By: Asroful K

Kewirausahaan I. Putra Boediman. Modul ke: Fakultas EKONOMI & BISNIS. Program Studi MANAJEMEN

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar belakang masalah

UJIAN AKHIR SEMESTER MK.KEWIRAUSAHAAN

BAB I PENDAHULUAN. Mardiyatmo, Kewirausahaan, Yudhistira, Surakarta, Cet. 3, 2008, hlm. 3. Ibid, hlm Mardiyatmo, Op.Cit, hlm. 3.

LAPORAN KEGIATAN PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN BAGI MITRA BINAAN PT. JAMSOSTEK CABANG PEKANBARU

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. wirausaha pada awalnya mungkin membangun sebuah usaha hanya untuk

Belum SUKSES 24 JAM 24 JAM SUKSES

HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BERPRESTASI DENGAN ENTREPRENEURSHIP PADA MAHASISWA UMS

Kiat sukses menjadi wirausaha. Adhi Muhtadi, ST.,SE.,MSi.,MT.

PROFIL DAN FUNGSI WIRAUSAHA

Pengelolaan Keuangan. Kewirausahaan II (B51431EL) Destria Ray Natalia S. MSc. Advertising & Marketing Communications. Modul ke:

PERTEMUAN 6 KEWIRAUSAHAAN MUHAMMAD WADUD

Transkripsi:

2/25/2014

(Kompas, 28 November 2005)

UNY mampu menghasilkan insan cendekia, mandiri dan bernurani

PENJELASAN VISI UNY 2012 Insan Cendekia: manusia yang tajam pikirannya, cepat mengerti, cerdas, pandai, cepat tanggap situasi dan pandai mencari jalan keluar, ahli, cerdik, berpengetahuan luas, terampil, berfikir ilmiah, dan logis Insan Mandiri: manusia yang mampu mencukupi kebutuhannya sendiri, mampu berdiri sendiri, menyelesaikan masalahnya sendiri, mengatur diri sendiri, berpandangan terbuka, adil, dan netral Insan Bernurani: manusia yang berbudi luhur, taat menjalankan agamanya, sopan santun, tidak tercela, memiliki perasaan hati yang bersih, murni, dan mendalam.

ENTREPRENUER DAN ENTREPRENEURSHIP Entrepreneur adalah orang yang pandai atau berbakat mengenai produk baru, menyusun operasi untuk mengadakan produk baru, memasarkannya, serta mengatur permodalan operasinya (KBBI) Entrepreneur adalah orang yang menciptakan kemakmuran dan proses peningkatan nilai tambah melalui inkubasi gagasan, memadukan sumber daya, dan membuat gagasan menjadi kenyataan (Raymond Kao dalam Winarto) Entrepreneur adalah seseorang yang menyukai perubahan, melakukan berbagai temuan yang membedakan dirinya dengan orang lain, menciptakan nilai tambah, memberikan manfaat bagi dirinya dan orang lain, karyanya dibangun berkelanjutan dan dilembagakan agar kelak dapat bekerja dengan efektif di tangan orang lain (Kasali dalam Winarto)

Entrepreneur adalah seseorang yang merasakan adanya peluang, mengejar peluang-peluang yang sesuai dengan situasi dirinya, dan percaya bahwa kesuksesan merupakan suatu hal yang dapat dicapai (Jarillo-Mossi) Entrepreneurship adalah suatu proses melakukan sesuatu yang baru dan berbeda dengan tujuan menciptakan kemakmuran bagi individu dan memberi nilai tambah pada masyarakat (Raymond Kao dalam Winarto). Entrepreneurship: ability to create the new and different (Drucker) Entrepreneurship: proses untuk menangkap dan mewujudkan suatu peluang terlepas dari sumber daya yang ada, serta membutuhkan keberanian untuk mengambil resiko yang telah diperhitungkan.

LIMA CIRI ENTREPRENEUR UNGGULAN 1. Berani mengambil resiko 2. Menyukai tantangan 3. Punya daya tahan yang tinggi 4. Punya visi jauh ke depan 5. Selalu berusaha memberikan yang terbaik KUNCI ENTREPREUNER UNGGULAN ADALAH MOTIVASI DAN KEBERANIAN UNTUK MENGAMBIL RESIKO

ENTREPRENEUR UNGGULAN? SEORANG ENTREPREUNER UNGGULAN HARUS BERANI DENGAN RESIKO--- BAHKAN MENGUBAH RESIKO MENJADI PELUANG RESIKO MACAM APA? RESIKO YANG TELAH DIPERHITUNGKAN DENGAN MATANG. KITA HARUS MELALUKAN KALKULASI SECARA CERMAT PROSPEK USAHA YANG AKAN DITEKUNI. MISAL: ADALAH PERMINTAAN PASAR? BAGAIMANA TINGKAT PERSAINGAN? BAGAIMANA SUPPLY BAHAN BAKU? MUNGKINKAH PROSES PRODUKSI?

ZONA NYAMAN PEKERJA Mental orang gajian yang serba aman Tidak memikirkan masa depan perusahaan Jika perusahaan bangkrut toh mendapat pesangon Jika perusahaan bangkrut toh yang rugi pemilik kerusahaan Jika kinerja perusahaan biasa-biasa saja atau malah jeblok, toh tetap gajian BAGAIMANA KETIKA KITA MEMUTUSKAN SEBAGAI ENTREPRENEUR??? SEMUA MENJADI TIDAK PASTI--- BISA UNTUNG ATAU BUNTUNG!!!

MENGAPA ORANG MEMILIH MENJADI ENTREPRENEUR? (Pengamatan Winarto) Ingin lebih kaya secara materi. Kalau ingin kaya, jangan pernah jadi karyawan seumur hidup. Lihat gambar The Cashflow Quadrant (Robert Kiyosaki) berikut ini: E Employee S Self Employee B Business Owner I Investor Kelompok pada cuadrant kanan menjadi majikan uang, Kelompok pada quadrant kiri akan menjadi budak uang.

Ingin lebih bebas: seorang entreprenuer akan lebih leluasa dalam mengatur waktu. Ingin mewujudkan impiannya: entreprenuer dapat secara langsung mengaplikasikan ide atau ilmu yang dimiliki tanpa terikat perusahaan. Kepepet: pepatah mengatakan orang yang kepepet cenderung menjadi kreatif. Banyak entreprenuer sukses berangkat dari kepepet, mungkin karena PHK atau gagal mencari pekerjaan.

KIAT SUKSES ENTREPRENEUR Reputasi: senantiasa selalu menjaga nama baik. Tumbuh dari bawah: sukses senantiasa dimulai dari langkah kecil, bahkan dari nol. Konsentrasi: harus fokus dan berkonsentrasi sungguh-sungguh. Anti kerumunan: tidak terjun ke bidang yang telah banyak dimasuki orang. Modal hanya pelengkap: usaha dapat dimulai dari modal yang sangat kecil, yang penting keberanian untuk memulai usaha. Berani langkah pertama.

JENIS PRODUK 1. Barang: produk berujud fisik (makanan, komoditas, pakaian, perumahan, alat-alat, dsb.) 2. Jasa: Produk berujud jasa seperti hotel, penerbangan, penyewaan, tukang cukur, ahli kecantikan, konsultan, dsb. 3. Pengayaan pengalaman: rangkaian barang dan jasa dalam bentuk pengayaan pengalaman kunjungan wisata, simulasi-simulasi, mendaki gunung, dsb. 4. Peristiwa: produk berupa peristiwa misalnya olimpiade, peristiwa OR, pegalaran seni, dsb. 5. Orang: produk berupa orang seperti selebriti, pemain terkenal yang dipasarkan melalui media pers. 6. Tempat: Produk berupa tempat, kota negara, atau wilayah yang dipasarkan. 7. Kepemilikan/ Properti: produk berupa kepemilikan berupa benda nyata (real estate) atau finansial (saham, obligasi), dsb. 8. Organisasi: organisasi yang dipasarkan untuk membangun citra seperti lion club, satria nusantara, dsb. 9. Informasi: produk berupa informasi yang didistribusikan dengan harga tertentu, seperti ensiklopedia, majalah, koran, dsb. 10. Gagasan: produk berupa gagasan dasar, misalnya partai politik menjual gagasan/ program.

TIGA SISTEM BISNIS BESAR DI DUNIA TRADISIONAL: ENTREPRENEUR MENGEMBANGKAN SENDIRI BISNISNYA WARALABA: ENTREPRENEUR MEMBELI SISTEM YANG SUDAH ADA PEMASARAN JARINGAN: ENTREPRENEUR MEMBELI DAN MENJADI BAGIAN DARI SEBUAH SISTEM YANG SUDAH ADA

Jiwa wirausaha harus dimulai sejak kecil, karena kalau tidak, maka potensi apa pun tidak bisa dibuat jadi manfaat. Seorang entreprenuer melihat batu sebagai peluang, tetapi orang jail melihat batu dipakai untuk melempar orang. Anak-anak dididik sejak di rumah. Kalau perlu, kita menggaji mereka untuk mengerjakan sesuatu pekerjaan. Jadi, mulailah kita membiasakan mendidik anakanak menjadi petarung dalam hidup ini. (AA Gym)

Keberanian adalah salah satu modal wirausaha. Seorang wirausaha harus berani mimpi, berani mencoba, berani merantau, berani gagal, dan berani sukses (Purdi E. Chandra). Mimpi akan mensugesti seseorang untuk berhasil dan mengerahkan semua kemampuannya untuk mencapai visinya (Purdi E. Chandra). The future belongs to those who believe in the beauty of their dreams masa depan hanya dimiliki oleh orang-orang yang percaya pada keindahan mimpi-mimpi mereka (Eleanor Roosevelt)

HARAPAN: KITA HARUS MULAI MENELORKAN SUATU USAHA--- MENUNGGU APA LAGI???