PENGUJIAN TOOL ONTOLOGY ENGINEERING

dokumen-dokumen yang mirip
Definisi Semantic Web

MEMBANGUN ONTOLOGI JURNAL MENGGUNAKAN PROTÉGÉ (Build Journal Of Use Protege Ontology)

CASE TOOL UNTUK PEMODELAN SEMANTIK DATA DALAM WEB ONTOLOGY LAGUANGE (OWL)

ONTOLOGI WEB OBAT ESENSIAL NASIONAL MENGGUNAKAN PROTÉGÉ 5.0. Abstrak

RELEVANSI HASIL PENCARIAN PADA MESIN PENCARI MENGGUNAKAN SEMANTIK WEB

Perancangan Model Ontologi Pada Sistem Informasi Manajemen Skripsi

UNIVERSITAS GUNADARMA FAKULTAS ILMU KOMPUTER

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

Uzlina Rahmawati

IMPLEMENTASI MODEL ONTOLOGY UNTUK PENCARIAN INFORMASI BERITA BERBASIS SEMANTIK TUGAS AKHIR

Ontology e-learning Content berbasis Web Semantic

URi. Program Studi Sistem Informasi Universitas Gunadarma.

PENCARIAN DOKUMEN BERDASARKAN KOMBINASI ANTARA MODEL RUANG VEKTOR DAN MODEL DOMAIN ONTOLOGI

Bab 2. Tinjauan Pustaka

SISTEM ONTOLOGI E-LEARNING BERBASIS SEMANTIC WEB.

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

IMPLEMENTATION OF WEB SEMANTIC DATA INTEROPERABILITY IN SPORTS INDUSTRY WITH GRDDL

BAB I PENDAHULUAN. Proses penyimpanan makna dan kandungan dari suatu domain pengetahuan

JURNAL TEKNOLOGI TECHNOSCIENTIA ISSN: Vol. 8 No. 1 Agustus 2015

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

ABSTRAK Dengan semakin meningkatnya jumlah informasi yang beragam dan tersebar di berbagai tempat, diperlukan adanya suatu teknologi yang mampu mengga

JSIKA Vol. 5, No. 8, Tahun 2016 ISSN X RANCANG BANGUN APLIKASI ENSIKLOPEDIA TANAMAN OBAT BERBASIS SEMANTIK WEB

PERSONALIZATION SISTEM E-LEARNING BERBASIS ONTOLOGY

SEMANTIC WEB RULE BASE (SWRL) Ari Muzakir

Andie Hariyadi Supriyatna

PEMETAAN ONTOLOGY PADA SUMBER DATA HETEROGEN DI TINGKAT SEMANTIK DENGAN DOMAIN RUMAH

Ontologi Sistem Penilaian E-Learning Berbasis Kompetensi

PURWARUPA WEBSITE MANAJEMEN BENCANA MENGGUNAKAN ONTOLOGi BERBASIS KOMUNITAS

BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Indonesia

KLASIFIKASI BERITA BERDASARKAN PENDEKATAN SEMANTIK. Dimas Bagus Prasetyo 1 Freddy Arviando 2, Muhammad Farhan Mubarak 3 Sandy Febriant Eka Putra 4

APLIKASI PENCARIAN INFORMASI WISATA BERBASIS SEMANTIK

pelajaran 1.2 Mengoperasikan penyalaan komputer sampai dapat digunakan 2. Merakit, menginstalasi, men-setup, memelihara dan melacak serta

MEMPERKAYA INSTANCES PADA ONTOLOGI DENGAN SUMBER DARI INTERNET 1 Tiara Jelita Dewi 1 Jalan Tiner No II Rt 010/02 Kayu Putih, Pulo Gadung Jakarta Timur

BAB I PENDAHULUAN. masalah, keaslian penelitian, manfaat penelitian) dan juga tujuan penelitian.

1. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

MODEL ONTOLOGI UNTUK INFORMASI PARIWISATA DI KABUPATEN BANYUMAS

PENDEKATAN MODEL ONTOLOGI UNTUK PENCARIAN LEMBAGA PENDIDIKAN (STUDI KASUS LEMBAGA PENDIDIKAN PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA)

Pemodelan Ontologi Web Semantik pada Pencarian Lowongan Pekerjaan Berdasarkan Profil Pencari Kerja

PENERAPAN TEKNOLOGI SEMANTIC WEB UNTUK MENENTUKAN PILIHAN JALUR BIS TRANS JOGJA

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM

Aplikasi Pencarian Informasi Seputar Video Game Berbasis Web Semantik Menggunakan Web Semantik Engine Semantic-Bank

MEMPERKAYA INSTANCES PADA ONTOLOGI PARIWISATA DENGAN SUMBER DARI INTERNET

BAB 1 PENDAHULUAN. Perangkat lunak adalah istilah umum untuk data yang diformat dan disimpan secara

SEMANTIC WEB UNTUK PENCARIAN LEMBAGA PENDIDIKAN PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

ALGORITMA UNTUK EKSTRAKSI TABEL HTML DI WEB

PENERAPAN KONSEP SAAS (SOFTWARE AS A SERVICE) PADA APLIKASI PENGGAJIAN

Teknologi Web Semantik Untuk Bibliografi Perpustakaan

Universitas Gadjah Mada, Jalan Grafika No. 2 Yogyakarta 1), 2),

PENERAPAN SEMANTIC SEARCHING BERBASIS ONTOLOGI PADA PERPUSTAKAAN DIGITAL

STUDI TENTANG PEMODELAN ONTOLOGI WEB SEMANTIK DAN PROSPEK PENERAPAN PADA BIBLIOGRAFI ARTIKEL JURNAL ILMIAH

Pengembangan Repository Pengetahuan Berbasis Ontologi (Ontology-Driven Knowledge Repository) Untuk Tanaman Obat Indonesia

PENDAHULUAN. Gambar 1.1 Arsitektur Two-Tier 2 1 BAB I

APLIKASI PENCARIAN HEWAN BERKAKI EMPAT DENGAN MENGGUNAKAN WEB SEMANTIK. : Faizal Wijayanto NPM :

RANCANG BANGUN PENCARIAN JUDUL TESIS BERBASIS TEKNOLOGI WEB SEMANTIK

PENGEMBANGAN MODEL KNOWLEDGE MANAGEMENT SYSTEM PADA LEMBAGA RISET: STUDI KASUS BADAN PENGKAJIAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI (BPPT) SKRIPSI

Arsitektur Web Service Web service memiliki tiga entitas dalam arsitekturnya, yaitu: 1. Service Requester (peminta layanan)

BAB III METODE PENELITIAN. Mengacu pada latar belakang penelitian dan rumusan masalah serta tujuan

BAB I PENDAHULUAN. Berkembangnya teknologi dan informasi saat ini telah menghasilkan kumpulan

BAB II LANDASAN TEORI

Internet dan WWW. Pertemuan - II

APLIKASI PESAN ANTAR MAKANAN DENGAN MENGGUNAKAN LBS PADA SMARTPHONE ANDROID

ABSTRAK. Kata kunci: Sistem Tanya Jawab, Semantic Web, Ontology, domain terbatas. v Universitas Kristen Maranatha

INTELEGENSI BUATAN. Sistem Pakar. M. Miftakul Amin, M. Eng. website :

ANALISIS ONTOLOGY OBAT DENGAN METODE ON TO KNOWLEDGE PADA XML

Ontology Model untuk Tourist Information Retrieval

Software Digital Journal Al-Manär Edisi I/2004 Copyleft 2004 Digital Journal Al-Manär. Alif Muttaqin

IMPLEMENTASI METHONTOLOGY UNTUK PEMBANGUNAN MODEL ONTOLOGI PROGRAM STUDI PADA PERGURUAN TINGGI DI BALI

PERANCANGAN REPOSITORY PENGETAHUAN BERBASIS ONTOLOGY UNTUK MENGIDENTIFIKASI TUMBUHAN OBAT MENGGUNAKAN KUNCI DETERMINASI

GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN (GBPP)

Bab 3 Metode dan Perancangan Sistem. 3.1 Metode Pengembangan Sistem

Basis Data 2. Database Client / Server. Arif Basofi, S.Kom. MT. Teknik Informatika, PENS

SISTEM INFORMASI PRESENSI DAN PENGGAJIAN KARYAWAN DI TOKO BOBOHOMART BANJARNEGARA. Oleh : Dwi Nurdiani

APLIKASI WEB PENGUJIAN KESERUPAAN XML DENGAN METODA EDIT DISTANCE

PENGEMBANGAN PROJECT MICROCONTROLLER DENGAN ARDUINO IDE

PENERAPAN RELATIONAL DATA MENGGUNAKAN XQUERY PADA PEMROGRAMAN XML. Abstraksi

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Perkembangan teknologi informasi sangat pesat berkat lahirnya internet

UNIVERSITAS INDONESIA IMPLEMENTASI ONTOLOGI WEB DAN APLIKASI SEMANTIK UNTUK SISTEM SITASI JURNAL ELEKTRONIK INDONESIA SKRIPSI

RANGKUMAN SIM BAB 13 Mengembangkan Sistem Informasi (Building Information Systems)

Perspektif Alur-kerja (workflow) - barisan kegiatan Perspektif Alur Data (Data flow) alur informasi Perspektif Peran/Aksi siapa melakukan apa.

APLIKASI BERBASIS WEB

Rancang Bangun Aplikasi Manajemen Data Siswa (Studi Kasus SMK Negeri 1 Karawang)

Nama : Rendi Setiawan Nim :

IMPLEMENTASI WEB SEMANTIK DENGAN APACHE JENA

INFORMASI EKSTRAKSI BERBASIS WEB SEMANTIK PADA PEMBELAJARAN ONLINE

BAB II LANDASAN TEORI. bidang media komunikasi dan informasi. Internet adalah suatu jaringan komputer

SDLC SYSTEM DEVELOPMENT LIFE CYCLE. Materi ke-2. Pengembangan Sistem Informasi 5KA28 // 4KA14

SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP)

BAB 2 LANDASAN TEORI

Analisis dan Perancangan Sistem Hanif Al Fatta M.kom

PENERAPAN WEB SEMANTIK UNTUK APLIKASI PENCARIAN PADA REPOSITORI KOLEKSI PENELITIAN, STUDI KASUS: PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI STMIK MIKROSKIL MEDAN

Transkripsi:

PENGUJIAN TOOL ONTOLOGY ENGINEERING I Wayan Simri Wicaksana, Kris Triyantio, Lintang Y. Banowosari. Universitas Gunadarma PT. Radiant Centra Nusa E-mail: {iwayan,lintang}@staff.gunadarma.ac.id, antio 7@yahoo.com ABSTRAK Pada awal perkembangan dunia Internet, prediksi tingkat pertumbuhannya tidak diduga sebelumnya yang akan menjadi luar biasa. Perkembangan bukan saja dalam jumlah dan pemakai informasi di Internet, tapi juga pada keragaman informasi yang menjadi lebih heterogen, baik dari sisi teknologi, sintaktik, skematik maupun semantik. Dengan metode tradisional yang hanya mengacu kepada pendekatan standarisasi, maka pertukaran informasi tetap sulit untuk mengatasi keragaman tersebut. Kesulitan ini timbul pada level konsep data, seperti penggunaan konsep nama, ini bisa berarti nama personal, nama produk, nama perusahaan dan sebagainya. Dewasa ini dikembangkan metode untuk pertukaran informasi di Internet yang dikenal dengan Semantic Web yang memanfaatkan ontologi. Ontologi adalah sebuah spesifikasi eksplisit dari sebuah konsep entitas di dunia nyata. Metode tersebut baru mulai dikembangkan sekitar tahun 1995, dan tool yang mendukungnya masih terbatas. Salah satu hal yang penting dalam pemanfaatan ontologi adalah Ontology Engineering, seperti sarana untuk pembuatan ontologi. Dalam penulisan ini akan dilakukan pengujian terhadap beberapa tool untuk pengembangan ontology yang berbasis RDF/OWL. Pengujian yang dilakukan menitik beratkan kepada spesifikasi teknis dan fasilitas dari tool yang diuji. Kami telah berhasil menguji tiga buah tool beserta kemampuannya untuk membuat ontologi tanaman. Pada paper ini, kami akan mempresentasikan persiapan, metode dan hasil pengujian tersebut secara detail. Rencana kedepan hasil dari uji coba ini, kami merencanakan untuk pengembangan dan pemeliharaan ontology di tingkat aplikasi serta implementasi ontologi di Semantic Web pada domain tertentu. Kata Kunci : Ontology, RDF/OWL, Semantic Web. 1. Pendahuluan 1.1. Latar Belakang Hampir setiap kegiatan yang dilakukan di dunia ini membutuhkan informasi sebagai bahan referensi. Terlebih lagi dengan semakin berkembangnya dunia internet dan teknologi informasi, membuat sistem menjadi tidak ada batasan waktu dan geografi. Perkembangan informasi tersebut tidak selalu menjadikan pertukaran dan pencarian sebuah informasi menjadi lebih mudah dan cepat, hal ini dikarenakan perkembangan web yang menjadi media pertukaran informasi tersebut memiliki tingkat autonomi yang tinggi. Setiap web memiliki kebebasan untuk memilih cara atau metode untuk menyajikan informasi yang dimilikinya, hal ini termasuk pemilihan bahasa dan pemilihan konsep dari informasi itu sendiri. Kebebasan itu juga termasuk penggunaan konsep yang digunakan untuk merepresentasikan pemahaman yang digunakan. Dengan adanya perbedaan tersbut akan menjadikan pengambilan informasi akan menjadi lebih sulit. Untuk itu diperlukan sebuah metode pengambilan informasi yang lebih baik dibandingkan metode tradional. Metode Semantic Web diharapkan dapat membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi karena keragaman informasi tersebut. Metode Semantic Web yang diperkenalkan mengunakan teknologi ontology untuk merepresentasikan sebuah katalog dari informasi yang ada di internet. Metode Semantic Web yang diperkenalkan tersebut masih belum memiliki kesepakatan mengenai metode pengembanganya, termasuk metode pengembangan ontology. Sedangkan tool yang digunakan banyak yang mencoba untuk membuatnya, oleh karena itu masih banyak tool masih belum sempurna. Dalam penulisan ini akan dilakukan ujicoba

terhadap tiga tool untuk pengembangan ontology. 1.2. Pembagian Paper Penulisan ini dibagi menjadi empat bab. Bab yang pertama menjelaskan tentang latar belakang yang menjadi bahan pertimbangan untuk penelitian ini. Penjelasan mengenai ontology terdapat pada bab kedua, termasuk pengertian dan representasi dari ontology tersebut. Pengujian terhadap tool ontology yang menjadi inti penelitian ini terdapat pada bab ketiga, termasuk metode dan hasil pengujian. Bab ke empat menjelaskan kesimpulan yang didapatkan dari hasil pengujian pada bab ketiga. 2. Ontology 2.1. Definisi Terdapat berbagai macam pengertian tentang ontology yang dijelaskan pada berbagai buku, termasuk yang dikemukakan oleh beberapa ilmuan. Neches dan rekannya [7] memberikan definisi awal tentang ontology yaitu Sebuah ontology merupakan definisi dari pengertian dasar dan relasi vokabulari dari sebuah area sebagaimana aturan dari kombinasi istilah dan relasi untuk mendefinisikan vakabulari. Kemudian Gruber [4] memberikan definisi yang sering digunakan oleh beberapa orang, definisi tersebut adalah Ontology merupakan sebuah spesifikasi eksplisit dari konseptualisme. Sedangkan Barnaras [2] pada proyek KACTUS memberikan definisi ontology yang berdasarkan pada pengembangan ontology. Definisi yang diberikan adalah : Sebuah ontology memberikan pengertian untuk penjelasan secara eksplisit dari konsep terhadap representasi pengetahuan pada sebuah knowledge base. Ada buku yang memberikan definisi tentang Ontology, salah satunya adalah The Semantic Web [3], definisi dari Ontology adalah : 1) Salah satu cabang metafisika yang terfokus pada alam dan hubungan antara mahluk hidup; 2) Teori tentang sifat alami mahluk hidup. Ontology merupakan suatu teori tentang makna dari suatu objek, property dari suatu objek, serta relasi objek tersebut yang mungkin terjadi pada suatu domain pengetahuan. Pada tinjauan filsafat, ontology adalah studi tentang sesuatu yang ada. Selain itu ontology adalah sebuah konsep yang secara sistematik menjelaskan tentang segala sesuatu yang ada atau nyata. Dalam bidang Artificial Intelligence (AI) ontology memiliki dua pengertian yang berkaitan. Pertama ontology merupakan kosakata representasi yang sering dikhususkan untuk domain atau subyek pembahasan tertentu. Kedua, sebagai suatu body of knowledge untuk menjelaskan suatu bahasan tertentu. Secara umum, ontology digunakan pada Artificial Intelligence (AI) dan persentasi pengetahuan. Segala bidang ilmu yang ada di dunia, dapat menggunakan metode ontology untuk dapat berhubungan dan saling berkomunikasi dalam hal pertukaran informasi antara sistem-sistem yang berbeda. 2.2. Representasi Untuk dapat digunakan, sebuah ontology harus diekspresikan dalam notasi yang nyata. Sebuah bahasa ontology adalah sebuah bahasa formal dari sebuah pembuatan ontology. Beberapa komponen yang menjadi struktur ontology, antara lain : XML Menyediakan sintaksis untuk output dokumen terstruktur, tetapi belum dipaksakan untuk dokumen XML menggunakan semantic constrains. XML Schema Bahasa untuk pembatasan struktur dari dokumen XML. RDF Model data untuk objek ( resources ) dan relasi diantaranya, menyediakan semantic yang sederhana untuk model data tersebut, dan data model ini dapat disajikan dalam sintaks XML. RDF Schema Adalah kosa kata untuk menjelaskan properties dan classes dari sumber RDF, dengan sebuah semantics untuk hirarki penyamarataan dari properties dan classes. OWL Manambahkan beberapa kosa kata untuk menjelaskan properties dan Classes, antara lain : relasi anta-

ra classes (misalkan disjointness), kardinalitas (misalkan tepat satu ), equality, berbagai tipe dari properties, karakteristik dari properties (misalkan symmetry), menyebutkan satu persatu classes. Berbagai bahasa yang menyusun ontology, seperti yang telah dijelaskan di atas memiliki kedudukan tertentu dalam struktur ontology. Struktur layer ontology ditunjukan seperti gambar 1. Setiap layer akan memiliki fungsi tambahan dan kompleksitas tambahan dari layer sebelumnya. Pengguna atau User yang memiliki fungsi pemrosesan layer paling rendah dapat memahami walaupun tidak seluruh ontology yang terletak di layer atasnya. Gambar. 1. Ontology Layer Dalam setiap layer tersebut, masingmasing bagian memiliki fungsi masing-masing [5]: XML memiliki fungsi menyimpan isi halaman web RDF adalah layer untuk merepresentasikan semantik dari isi halaman tersebut Ontology layer untuk menjelaskan vocabulary dari domain Logic Layer memungkinkan untuk mengambil data yang diinginkan 3. Pengujian 3.1. Motode Pengujian Pada Pengujian ini akan digunakan struktur tumbuhan sebagai ontology yang akan dibuat dengan menggunakan ketiga tool tersebut. Struktur Tumbuhan yang akan digunakan adalah struktur Taxonomi Tumbuhan yang terdiri dari beberapa class dan sub-class yang menjelaskan tentang pembagian kerajaan tumbuhan yang sudah digunakan umum sebagai bahan pembelajaran. Struktur Taxonomi Tumbuhan yang akan digunakan untuk pengujian diambil dari buku yang di terbitkan oleh Universitas Gajah Mada [9]. Masing-masing Tool akan diberikan tugas untuk membuat sebuah ontology dengan tiga domain yaitu Tumbuhan, Habitat, Habitus. Masing-masing domain tersebut akan dibuat model RDF dan OWL. Untuk melihat kemampuan masing-masing tool tersebut. Kemudian hasil dari masing-masing tool tersebut akan di bandingkan dan di uji dengan RDF validator. 3.2. Parameter Perbandingan 3.2.1 Instalasi Instalasi memegang peranan dalam pemanfaatan sebuah perangkat lunak. Kemudahan dalam instalasi dan setup akan memberikan nilai awal yang baik dari sebuah tool. Secara umum penilaian untuk proses Instalasi akan dilihat bagaiman cara mendapatkan tool tersebut, Ukuran File Instalasi,Kebutuhan File pendukung, Kebutuhan minimal Perangkat Keras, Ketersediaan Buku Manual, Prosedur yang harus dilalui oleh user untuk melakukan instalasi, Kemampuan untuk dapat beroperasi pada bermacam-macam Sistem Operasi. 3.2.2 Kemudahan Penggunaan Setiap aplikasi baik yang berbasiskan Web atau yang berbasiskan windows diharapkan dapat memberikan kemudahan dalam penggunaannya, baik itu tampilan awal atau kemudahan mendapatkan bantuan atau Help. Parameter yang akan menjadi bahan penilaian untuk bagian ini adalah : User Interface; Help. 3.2.3 Fasilitas Salah satu penilaian suatu tool adalah kemampuannya untuk melakukan berbagai macam kegiatan dalam satu aplikasi, apakah itu proses export atau import. Untuk bagian ini yang menjadi bahan penilaian adalah : Format File; Eksport/Import; Validator; Plug-In.

3.2.4 Faktor Lain Ada beberapa faktor pendukung yang juga mempengaruhi penilaian tool tersebut, antara lain: Lisensi; Komunitas. 3.3. Tool Pengujian 3.3.1 Protégé Protégé adalah sebuah alat bantu yang berbentuk perangkat lunak yang digunakan untuk pengembang system untuk mengembangkan Knowledge-Base System. Aplikasi yang dikembangkan dengan Protégé digunakan dalam pemecahan masalah dan pembuat keputusan dalam sebuah domain. Protégé dikembangkan oleh sebuah organisasi yang bernaung di bawah Standford, yang mengambil spesialisasi dibidang ontology. Segala sesuatu yang berhubungan dengan Protégé dapat dilihat pada alamat http://protege. stanford.edu/, termasuk tutorial dan komunitas pengguna Protégé Protégé merupakan sebuah alat yang digunakan untuk membuat sebuah domain ontology, menyesuaikan form untuk entry data, dan memasukan data. Berbagai format penyimpanan seperti OWL, RDF, XML, dan HTML. Protégé menyediakan kemudahan plug and play yang membuatnya fleksibel untuk pengembangan prototype yang berkembang. Protégé dibuat dengan menggunakan bahasa pemrogaman Java. Semua alat-alat dalam Protégé dapat digunakan melalui Graphical User Interface (GUI) dengan menyediakan Tab untuk masing-masing bagian dan fungsi standar. Class Tab dalam editor ontology berfungsi untuk mendefinisikan class dan hirarki class, property dan nilai property tersebut, relasi antara class dan property dari relasi tersebut [6]. 3.3.2 Altova Tool yang kedua untuk membuat ontology adalah Altova Semantic Work yang dibuat oleh sebuah perusahaan pembuat software Altova. Dengan menggunakan Altova Semantic Work, pengembangan ontology dilakukan dengan gambar-gambar. Yang dapat di lakukan pembuatan dan perubahan adalah RDF, RDFS dan OWL termasuk pemeriksaan sintaksis. Semua yang berhubungan dengan Semantic Gambar. 2. Protégé Work dapat dilihat pada http://www.altova.com /products semanticworks.html Altova Semantic Work menyediakan beberapa fungsi, antara lain [1]: Pembuatan dan perubahan secara visual dari RDF, RDFS, OWL. Pemeriksaan sintaksis untuk menyesuaikan kemampuan dengan spesifikasi RDF/XML. Auto Generated RDF/XML dan format N-triples berdasarkan rancangan RDF/OWL. Mencetak desain RDF/OWL yang berbentuk gambar untuk membuat dokumentasi web semantic 3.3.3 SWOOP Gambar. 3. Altova Ada sebuah tool lagi yang akan diuji, yaitu SWOOP. keduanya berasal dari Mindswap yang merupakan organisasi yang bergerak dibidang semantic web. SWOOP dibuat dengan menggunakan bahasa pemrogaman Java, yang berbasis Windows Base Aplication. SWOOP dapat diperoleh di

dan http://www.mindswap.org/2004/swoop, termasuk segala yang berhubungan dengannya. SWOOP dirancang untuk melakukan development ontology. Dari tool ini ada memiliki beberapa kemampuan yaitu [8]: Tampilan Browser untuk ontology menyerupai tampilan pada browser untuk halaman web. Perubahan ontology dilakukan dengna metode inline, yaitu semua perubahan yang dilakukan akan diikuti class-class yang mengikutinya. Dirancang memang untuk mengakomodasi kebutuhan OWL, termasuk RDF, N3. Tabel 1 RANGKUMAN PENILAIAN tool No Jenis Penilaian Protégé Altova SWOOP 1 Mendapatkan tool 0,5 0,5 0,5 2 Ukuran File 1 1 1 3 Dependency File 1 0 0 4 Perangkat Keras 1 1 1 5 Buku Manual 1 0 0 6 Prosedur 1 1 0 7 Multiplatform 1 0,5 1 8 User Interface 1 1 0,5 9 Help 1 1 0 10 Format File 1 1 1 11 Eksport/Import 1 1 0 12 Validator 1 1 0 13 Plug-In 1 0 0 14 Lisensi 1 0 1 15 Komunitas 1 1 1 Total 14,5 10 7 Rata-rata 0,967 0,667 0,467 Gambar. 4. SWOOP tapi fungsi dan fasilitas yang disediakan termasuk lengkap dan metode yang digunakan untuk pengembangan ontology dengan Altova Semantic Work adalah yang berbasis grafik atau gambar. DAFTAR PUSTAKA 3.4. Hasil Pengujian Setelah dilakukan pengujian terhadap ketiga tool ontology dengan menggunakan Taxonomi Tumbuhan sebagai ontology, didapatkan hasil penilaian sebagai berikut: 4. Kesimpulan Dari hasil penilaian yang dilakukan kepada masing-masing tool dan dengan kriteria yang sama, dapat diambil kesimpulan bahwa tool yang menjadi peringkat pertama adalah tool Ptoyégé yang memiliki total nilai 14,5. Sedangkan untuk peringkat kedua adalah Altova Semantic Work, dengan nilai total 10. Dan untuk yang menempati peringkat ke tiga adalah tool SWOOP dengan nilai total 7. Dengan hasil penilaian tersebut, maka direkomendasikan untuk menggunakan Protégé sebagai tool untuk pengembangan ontology. Selain itu juga direkomendasikan untuk pilihan kedua adalah Altova Semantic Work, walaupun Altova Semantic Work merupakan tool ontology yang memiliki lisensi berbayar [1] Altova. http://www.altova.com/products semanticworks.html, 2005. [2] A Barnaras, L Laresgoiti, and J Corera. Building and Reusing Ontologies for Electical Network Application. In 12th European Conference on Artificial Intelligence, pages 298 302, 1996. [3] Michael C Daconta, Leo J Obrst, and Kevin T Smith. A Guide to the Future of XML, Web Services, and Knowledge Management. Wiley Publishing, Indianapolis, Indiana, 2003. [4] T Gruber. Towards Principles for the Design of Ontologies Used for Knowledge Sharing. Int. Journal of Human-Computer Studies, 43:907 928, 1995. [5] Vladimir Kolovski and John Galletly. Towards E-Learning via the Semantic Web. In International Conference on Computer Systems and Technologies- CompSysTech 2003, page 2, 2003. [6] Protege. http://protege.stanford.edu/, 2005. [7] T. Finin T. R. Gruber T. Senator R. Neches, R. E. Fikes and W. R. Swartout. Ena-

bling Technology for Knowledge Sharing. AI Magazine, pages 36 56, 1991. [8] SWOOP. http://www.mindswap.org/2004/swoop/, 2006. [9] Gembong Tjitrosoepomo. Taksonomi Tumbuhan : schizophyta, thallophyta, bryophyta, pteridophyta. Yogyakarta : Universitas Gadjah mada Press, 2005.