REGISTRASI NASIONAL CAGAR BUDAYA SECARA ON-LINE Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 2013
DASAR Undang-undang RI Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya dalam Bab VI mengatur Registrasi Nasional Cagar Budaya (Pasal 28 s.d. 52): Bagian Kesatu: Pendaftaran, Pasal 28 s.d. 30 Bagian Kedua: Pengkajian, Pasal 31 s.d. 32 Bagian Ketiga: Penetapan, Pasal 33 s.d. 36 Bagian Keempat: Pencatatan, Pasal 37 s.d. 40 Bagian Kelima: Pemeringkatan, Pasal 41 s.d. 49 Bagian Keenam: Penghapusan, Pasal 50 s.d. 52
Pasal 28: Pemerintah kabupaten/kota bekerja sama dengan setiap orang dalam melakukan pendaftaran Pasal 29 ayat 1: Setiap orang yang memiliki dan/atau menguasai cagar budaya wajib mendaftarkannya kepada pemerintah kabupaten/kota tanpa dipungut biaya Pasal 30: Pemerintah memfasilitasi pembentukan sistem dan jejaring Pendaftaran Cagar Budaya secara digital dan/atau nondigital
SISTEM REGISTRASI NASIONAL CAGAR BUDAYA > Proses pendaftaran/pencatatan benda, bangunan, struktur, lokasi, dan/atau satuan ruang geografis untuk diusulkan sebagai Cagar Budaya kepada pemerintah kabupaten/kota atau perwakilan Indonesia di luar negeri dan selanjutnya di masukan dalam Registrasi Nasional Cagar Budaya. > Proses registrasi nasional cagar budaya dilakukan melalui beberapa tahapan kegiatan antara lain : pendaftaran, pengkajian, penetapan, pencatatan, pemeringkatan dan penghapusan. > Pendaftaran benda cagar budaya ini dapat dilakukan oleh setiap orang yang diperoleh karena kepemilikan dan penguasaan, penemuan dan pencarian. > Proses pendaftarannya dilakukan mulai dari tingkat Kabupaten, kemudian di sampaikan ke tingkat Provinsi sampai ke Pusat. Setiap pendaftaran objek cagar budaya harus dilengkapi dengan deskripsi objek serta dokumen pendukungnya (gambar, denah, video dan lain-lain)
SKEMA
Program Tahun 2012 1. Pembuatan modul Registrasi Nasional Cagar Budaya a. Modul Registrasi Pendaftar Setiap orang yang akan mendaftarkan objek tinggalan budaya harus melakukan pendaftaran identitas diri sebelum mendapatkan user ID dan password
b. Modul Verifikasi Pendaftar Verifikasi dan validasi data diri pendaftar dilakukan oleh Petugas di Dinas Kabupaten/Kota tempat tinggal pendaftar berada sesuai dengan identitas dirinya (KTP/Paspor) Bilamana dinyatakan valid datanya, pendaftar dapat melakukan pendaftaran objek
c. Modul Pendaftaran Objek Pendaftaran dapat dilakukan oleh pendaftar yang telah di validasi data diri pendaftarnya Data objek disesuaikan dengan jenis objek sesuai dengan UUCB, yaitu: benda, struktur, bangunan, situs, dan kawasan
d. Modul Validasi dan Verifikasi Objek Objek yang telah didaftarkan sebelum dilakukan pengkajian dan penilaian oleh Tim Ahli Cagar Budaya dilakukan verifikasi dan validasi data objek terlebih dahulu dan dilakukan oleh Petugas Dinas Kebupaten/Kota tempat objek berada, tidak terpengaruh pada tempat tinggal pendaftar. Bilamana valid datanya, diteruskan kepada Tim Ahli Cagar Budaya
e. Modul Kajian dan Penilaian Objek Pengkajian dan penilaian objek dilakukan oleh Tim Ahli Cagar Budaya di tingkat kabupaten/kota, provinsi, atau pusat sesuai dengan kewenangannya. Hasil pengkajian dan penilaian objek adalah rekomentasi apakah objek tersebut dinyatakan sebagai Cagar Budaya atau Bukan Cagar Budaya f. Modul Penetapan Cagar Budaya Rekomendasi Tim Ahli Cagar Budaya ditindaklanjuti dengan penyusunan Draf Surat Penetapan sebagai Cagar Budaya oleh Bupati/Walikota
2. Pembuatan data centre registrasi nasional cagar budaya Server (server dan ruang server) Fasilitas pengolahan data pendaftaran cagar budaya (alat dan ruang data)
Kondisi saat ini Daftar Inventaris (s.d. Desember 2012) NO URAIAN JUMLAH KETERANGAN 1 BCB Tidak bergerak/situs 11.950 BCB / Situs 2 BCB Bergerak 54.398 BCB Daftar Penetapan (s.d. Desember 2012) NO URAIAN JUMLAH KETERANGAN 1 SK Menteri 953 Cagar Budaya 2 SK Bupati/Walikota/Perda 787 Cagar Budaya
Program Tahun 2013 1. Konversi jenis cagar budaya: UU-BCB No. 5/1992 UU-CB No. 11/2010 a. Benda Bergerak benda b. Benda Tidak Bergerak struktur, bangunan, situs, & kawasan 2. Pengkajian ulang Penetapan Cagar Budaya oleh Menteri yang didasarkan pada Undang-undang Nomor 5 Tahun 1992 Tentang Benda Cagar Budaya
3. Pembuatan instrumen pendaftaran cagar budaya 4. Pembinaan 330 tenaga pendaftaran cagar budaya di kabupaten/kota dan provinsi 33 provinsi @ 2 orang = 66 tenaga 126 kab/kota* ) @ 2 orang = 252 tenaga 12 BPCB (Balai Pelestarian Cagar Budaya) @ 1 tenaga = 12 tenaga * ) 371 Kab/Kota diprogramkan tahun 2014
5. Pengadaan fisilitasi daerah berupa peralatan penunjang pendaftaran cagar budaya 180 paket peralatan penunjang pendaftaran cagar budaya 33 provinsi dan 147 kabupaten/kota* ) 6. Pengadaan security sistem Registrasi Nasional Cagar Budaya secara on-line 7. Pembuatan modul: pemeringkatan penghapusan pendaftaran di luar negeri register nasional cagar budaya * ) 350 paket untuk Kab/Kota diprogramkan tahun 2014
TUGAS DAN KEWENANGAN NO PEMKAB/KOTA PEMPROV PUSAT 1 Membentuk Tim Pengolah Data tingkat kabupaten/ kota 2 Membentuk Tim Ahli Cagar Budaya tingkat Kabupaten/ kota 3 Pendaftaran cagar budaya 4 Verifikasi dan validasi data pendaftar 5 Verifikasi dan validasi data objek Membentuk Tim Pengolah Data tingkat provinsi Membentuk Tim Ahli Cagar Budaya tingkat provinsi Pendaftaran cagar budaya yang terletak di 2 wilayah kabupaten/kota Membentuk Tim Pengolah Data tingkat pusat Membentuk Tim Ahli Cagar Budaya tingkat nasional Pendaftaran cagar budaya yang terletak di 2 wilayah provinsi - Verifikasi dan validasi data pendaftar di luar negeri Verifikasi dan validasi data cagar budaya tingkat kabupaten/kota Verifikasi dan validasi data cagar budaya tingkat provinsi
TUGAS DAN KEWENANGAN NO PEMKAB/KOTA PEMPROV PUSAT 6 Pengkajian dan penilaian objek 7 Penetapan Objek sebagai Cagar Budaya Pengkajian dan penilaian cagar budaya kabupaten/ kota Penetapan Cagar Budaya tingkat provinsi 8 - Pemeringkatan Cagar Budaya tingkat provinsi 9 - Pemberian Nomor Register Cagar Budaya Pengkajian dan penilaian cagar budaya provinsi Penetapan Cagar Budaya tingkat nasional Pemeringkatan Cagar Budaya tingkat nasional 10 - - Penghapusan Cagar Budaya 11 - - Pendaftaran objek di luar negeri 12 - - Usulan Cagar Budaya sebagai Warisan Budaya Dunia -