PENGANTAR EKONOMI KELEMBAGAAN (ESL224)

dokumen-dokumen yang mirip
PROPERTY RIGHT (HAK KEPEMILIKAN) DALAM EKONOMI KELEMBAGAAN

MK. Ekonomi Kelembagaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan (ESL 327)

STRUKTUR PASAR, KEGAGALAN PASAR, EKSTERNALITAS DAN PERAN KELEMBAGAAN

KONSEP PUBLIK DALAM KEBIJAKAN DR. NIMMI ZULBAINARNI STAF PENGAJAR DEPARTEMEN PSP-FPIK, IPB

EKONOMI POLITIK SUMBERDAYA ALAM DAN LINGKUNGAN (ESL 426 )

Materi 7 Bisnis, Politik dan Perekonomian. Marheni Eka Saputri ST., MBA

MK. Ekonomi Kelembagaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan (ESL 327)

PENGANTAR EKONOMI KELEMBAGAAN (ESL224)

Review Sistem Perekonomian

I. PENDAHULUAN. dengan dua pertiga wilayahnya berupa perairan serta memiliki jumlah panjang garis

II. TINJAUAN PUSTAKA. mempengaruhi debit air khususnya debit air tanah. Kelangkaan sumberdaya air

SISTEM EKONOMI INDONESIA BY DIANA MA RIFAH

Teori Sumberdaya Bersama (Common- Pool Resource / Common Property Resource)

PERKEMBANGAN ILMU EKONOMI KELEMBAGAAN

Eksternalitas & Barang Publik

EFISIENSI EKONOMI dan PASAR

Oleh : Erick E Abednego 11/315703/EK/18501

PENGERTIAN TRANSAKSI DAN BIAYA TRANSAKSI

MK. Ekonomi Politik Sumber Daya Alam dan Lingkungan (ESL 426)

EKONOMI PUBLIK JUNAEDI

KEGAGALAN PASAR DAN PERAN KELEMBAGAAN

Peran Pemerintah dalam Perekonomian

PENGANTAR EKONOMI KELEMBAGAAN (ESL224)

Tugas Resume Hubungan Industrial

PENGEMBANGAN KONSEP MANAJEMEN ASET KELEMBAGAAN SUMBERDAYA AIR PADA SUB DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) LOGAWA I. PENDAHULUAN

Pertemuan ke-2 Sistem Perekonimian. Sumber : Presentasi Husnul Khatimah Laporan Bank Indonesia Buku Aris Budi Setyawan

PENGANTAR EKONOMI KELEMBAGAAN (ESL224)

ORGANISASI IRIGASI DALAM OPERASIONAL DAN PERAWATAN IRIGASI i

EKONOMI POLITIK SUMBERDAYA ALAM DAN LINGKUNGAN (ESL 426 )

II. PENDEKATAN TEORITIS

KONFLIK DAN REZIM PENGELOLAAN SUMBERDAYA ALAM (Kuliah VII)

Kelembagaan Ekonomi di Indonesia (Ekonomi Pancasila, Ekonomi Kerakyatan)

Modul I : Pengantar UU NO. 5/1999 TENTANG LARANGAN PERSAINGAN USAHA TIDAK SEHAT

TEORI EKONOMI POLITIK (2)

EKONOMI KELEMBAGAAN RASIONALITAS, OPPORTUNITY DAN DETERMINAN BIAYA TRANSAKSI. Koordinator : Dr. Ir. Aceng Hidayat, M.T

MK. Ekonomi Kelembagaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan (ESL 327)

Bab I PENDAHULUAN. tangganya sendiri. Dalam pelaksanaan urusan ini membutuhkan banyak. sumber daya dan kemampuan, diantaranya diperlukan kemampuan

Yang menentukan bentuk sistem ekonomi kecuali dasar falsafah negara dijunjung tinggi maka yang dijadikan kriteria adalah lembaga-lembaga khususnya

ENVIRONMENTAL VALUATION VALUASI EKONOMI SUMBERDAYA ALAM & LINGKUNGAN (ESL 434) DEPARTEMEN EKONOMI SUMBERDAYA & LINGKUNGAN PERTEMUAN 1

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

MG-3 KONSEP PENILAIAN EKONOMI SUMBER DAYA HUTAN

EKONOMI POLITIK SUMBERDAYA ALAM DAN LINGKUNGAN (ESL 426 )

TIPE INSTRUMEN EKONOMI, KELEBIHAN & KEKURANGAN

Etika Bisnis dan Globalisasi

KONSEP BARANG PUBLIK KONSEP EKSTERNALITAS PUBLIC CHOICE KEGAGALAN PASAR

HUBUNGAN BISNIS DENGAN POLITIK, PEREKONOMIAN, DAN PEMERINTAH

KEBIJAKAN HARGA. Kebijakan Yang Mempengaruhi Insentif Bagi Produsen : Kebijakan Harga_2. Julian Adam Ridjal, SP., MP.

Prinsip-Prinsip Aliran-Aliran Sosialisme

KERANGKA PEMIKIRAN. berupa derasnya arus liberalisasi perdagangan, otonomi daerah serta makin

III. KERANGKA PENDEKATAN STUDI DAN HIPOTESIS

Sistem Ekonomi Campuran

Modul Perkuliahan I Ekonomi Politik Media

Sistem Alam. Sistem alam mensyaratkan adanya: Harmony Diversity Interdependency Sustainability. Ekologi tidak mempelajari flow tetapi stock

PRINSIP PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN. Materi ke 2

8 KESIMPULAN DAN SARAN

III. KERANGKA PEMIKIRAN. Contingent Valuation Method (CVM), eksternalitas, biaya produksi dan metode

PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN KOLABORATIF TAMAN NASIONAL KARIMUNJAWA. Frida Purwanti Universitas Diponegoro

BAB III GAMBARAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH DAN KERANGKA PENDANAAN

Perekonomian Indonesia

II. TINJAUAN PUSTAKA. Sumberdaya alam (SDA) adalah segala sesuatu yang diperoleh dari

I. PENDAHULUAN. membangun infrastruktur dan fasilitas pelayanan umum. pasar yang tidak sempurna, serta eksternalitas dari kegiatan ekonomi.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

KONSEP DASAR EKONOMI M. SETIO N 2008

PEREKONOMIAN INDONESIA Kapitalis, Sosialis, dan campuran

AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK

VIII. STRUKTUR HAK KEPEMILIKAN LAHAN DALAM KAWASAN SUB DAS BATULANTEH

Wulansari Budiastuti, S.T., M.Si.


SISTEM EKONOMI SUATU PERBANDINGAN DAN APLIKASI SISTEM EKONOMI INDONESIA DEFINISI SISTEM EKONOMI

Topik : Kriteria dan Indikator Keberhasilan Rezim Pengelolaan SDAL

I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

MAKALAH HAM UNTUK STABILITAS POLITIK DAN KEAMANAN SERTA PEMBANGUNAN SOSIAL DAN EKONOMI

MODUL PEMBELAJARAN MATA KULIAH PEREKONOMIAN INDONESIA (2 SKS) POKOK BAHASAN 1 SISTEM-SISTEM EKONOMI

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan

KPM 321 Kajian Agraria REFORMA AGRARIA DEPARTEMEN KOMUNIKASI & PENGEMBANGAN MASYARAKAT. FAKULTAS EKOLOGI MANUSIA INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2010/2011

BAB VI PENDANAAN PEMBANGUNAN DAERAH

INSTRUMEN EKONOMI UNTUK PENGELOLAAN LINGKUNGAN DAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN KULIAH VALUASI ESDAL PERTEMUAN KE

ILYA-ALGHAZALI; 1986 ABASY SYAIKH IBNU HIBBAN & IBNU ABDIL BARR

3. Masalah ekonomi modern adalah barang dan jasa apa yang akan diproduksi, bagaimana cara memproduksi dan.

BAB I PENDAHULUAN. Dalam ekonomi, pemerintah merupakan agen, dimana peran pemerintah

ISU-ISU PEMBANGUNAN 10/13/2010 1

Perkembangan RS. Sektor RS dan Ideologinya di Indonesia

BUPATI FLORES TIMUR PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR PERATURAN DAERAH KABUPATEN FLORES TIMUR NOMOR 15 TAHUN 2015 TENTANG BADAN USAHA MILIK DESA

REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/ BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN... TENTANG PENATAAN RUANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Pengantar: Perbedaan Sifat & Karakteristik Organisasi PUBLIK dengan SWASTA

Good Governance. Etika Bisnis

Politik Pangan Indonesia - Ketahanan Pangan Berbasis Kedaulatan dan Kemandirian Jumat, 28 Desember 2012

REFORMA AGRARIA SEBAGAI BAGIAN INTEGRAL DARI REVITALISASI PERTANIAN DAN PEMBANGUNAN EKONOMI PEDESAAN

Desentralisasi dan Devolusi Pengelolaan Sumber Daya Alam. Kuliah Pengelolaan Kolabora/f Sumberdaya Alam Soeryo Adiwibowo

MATERI SISTEM PEREKONOMIAN DI INDONESIA

3. RUANG LINGKUP SUMBER DAYA ALAM

BAB I PENDAHULUAN. Kemajuan suatu bangsa sangat dipengaruhi oleh peran dan kinerja

Transkripsi:

PENGANTAR EKONOMI KELEMBAGAAN (ESL224) KULIAH 11: TEORI PROPERTY RIGHTS Koordinator : Dr. Ir. Aceng Hidayat, M.T Departemen Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan (ESL) Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor

PENGERTIAN PROPERTY RIGHTS Property merupakan hak atas sesuatu, bisa tangible atau intangible (bukan sesuatu itu sendiri), yang mengandung kekuatan klaim yang dapat ditegakan (enforceable) atau dihormati oleh pihak lain. Hak tersebut dapat meliputi : hak untuk mengakses, memanfaatkan (utilize), mengelola atas sesuatu, mengubah atau mentransfer sebagian atau seluruh hak atas sesuatu tersebut pada pihak lain. Transfer bisa dalam bentuk menjual, menghibahkan, menyewakan, meminjamkan dll. Bromley (1989) mendefinisikan propety right sebagai hak untuk mendapatkan aliran laba/keuntungan secara aman (secure) karena orang lain respek terhadap aliran laba tersebut (terkait dengan transaksi).

TEORI PROPERTY RIGHTS (1) Furubotn dan Richter (2000) melacak teori kepemilikan dan bermuara pada dua teori, yaitu teori kepemilikan individu dan teori kepemilikan sosial. Teori kepemilikan individu merupakan penopang utama doktrin hak-hak alamiah (natural rights) dari ekonomi klasik yang mengarah pada lahirnya private property right/individualistis. Sedangkan teori kepemilikan sosial mendorong lahirnya commons property atau state property yang dianut secara ekstrim oleh negara-negara sosialis.

TEORI PROPERTY RIGHTS (2) Caporapo dan Levine (1992) menjelaskan dua teori yang berbeda mengenai property rights: 1) Aliran positivis menganggap hak-hak kepemilikan lahir melalui sistem politik. Sistem politik/kekuasaan mendesain hak kepemilikan dan menegakannya melalui pengadilan hukum. 2) Aliran alamiah yang mengatakan bahwa hak kepemilikan melekat pada seseorang sejak lahir. Kelahiran individu disertai dengan kelahiran atas hak-haknya yang tidak bisa dipisahkan. Ditegakan atau tidak melalui prose pengadilan hukum, hak bawaan lahir sejatinya harus ada.

PROPERTY RIGHTS SEBAGAI KELEMBAGAAN Property merupakan hak yang harus ditegakan/dihormati oleh pihak lain. Karena itu, property merupakan institusi/lembaga/ aturan main, yang dalam penegakannya memerlukan badan/lembaga pemerintah/adat/ lembaga lain yang berwenang menjamin tegaknya hak-hak tersebut

URGENSI PROPERTY RIGHTS Property sangat penting dalam ekonomi karena berkaitan dengan kepastian pengusaan faktor-faktor produksi. Terutama terhadap faktor produksi/sesuatu yang bersifat langka. Faktor-faktor produksi harus mendapat prioritas utama untuk memperoleh kepastian. Kalau tidak, proses produksi akan terganggu dan menyebabkan perekonomian macet. Terbukti, kepastian penguasaan atas lahan dan tenaga kerja sebagai faktor produksi utama telah mendapatkan perhatian penting dalam sejarah ekonomi dari masa ke masa. Semakin tinggi kepastian tersebut, biaya transaksi semakin rendah

KARAKTERISTIK ROPERTY RIGHTS 1. Ekslusivitas: pemanfaatan, nilai manfaat dari sesuatu dan biaya penegakan, secara ekslusif jatuh ke tangan pemilik termasuk keuntungan yang diperoleh dari transfer hak kepemilikan tersebut 2. Transferability: seluruh hak kepemilikan dapat dipindahkan dari satu pemilik ke pemilik yang lain secara suka rela melalui jual beli, sewa, hibah dll 3. Enforceability: hak kepemilikan bisa ditegakan, dihormati dan dijamin dari praktek perampasan/pembeslahan pihak lain. Tietenberg (1992)

REZIM PROPERTY (1) Bromley (1991) membagi rezime kepemilikan menjadi empat: 1. Rezime kepemilikan individu/pribadi (private property regime), yakni kepemilikan pribadi atas sesuatu dimana hak atas sesuatu tersebut melekat pada pemiliknya, sehingga aturan berkenaan dengan sesuatu tersebut ditetapkan sendiri dan hanya berlaku untuk pemiliknya. 2. Rezim kepemilikan bersama (common property regime), yakni kepemilikan oleh sekelompok orang tertentu dimana hak, kewajiban dan aturan ditetapkan dan berlaku untuk anggota kelompok tersebut 3. Rezim kepemilkan oleh negara, hak kepemilikan dan aturanaturannya ditetapkan oleh negara, individu tidak boleh memilikinya 4. Rezim akses terbuka, tidak ada aturan yang mengatur mengenai hak dan kewajiban

Tipe Kepemilikan private Kepemilikan Bersama Kepemilikan Negara REZIM ROPERTY RIGHTS (2) Pemilik Individu Kolektif Negara/warg a negara Pemilik/pemegang akses Hak Akses, pemanfaatan, kontrol Akses, pemanfaatan, kontrol (pengecualian kepada non pemilik) Akses, pemanfaatan, kontrol (menentukan aturan) Kewajiban Mencegah pemanfaatan yang merugikan sosial Merawat, mengatur tingkat pemanfaatan Menjaga tujuan/manfaat sosial Akses terbuka (tanpa kepemilikan) Tidak ada Pemanfaatan Tidak ada Hanna, 1995

HAK KEPEMILIKAN DAN SISTEM EKONOMI KAPITALIS Sistem ekonomi kapitalis menyerahkan seluruh kemepilikan kepada swasta. Sistem ekonomi ini percaya, kepemilikan swasta yang diatur oleh mekanisme pasar akan menghasilkan pencapaian ekonomi yang efisien. Argumentasinya: Setiap pemilik mempunyai kepastian atas kepemilikannya sehingga menjadi insentif untuk melakukan aktivitas transaksi. Faktanya : pencapaian pemerataan akan terhambat karena adanya perbedaan akses, eksternalitas, informasi yang tidak merata, dll sehingga aset hanya akan menumpuk pada segelintir orang. Setiap individu memiliki insentif untuk mengambil manfaat atas sumberdaya langka yang ada pada domain publik sehingga akan menyebabkan sumberdaya tersebut over used.

HAK KEPEMILIKAN DAN SISTEM EKONOMI SOSIALIS Sistem sosialis menyerahkan hak kepemilikan kepada negara dimana negara berhak memiliki dan mengelola seluruh sumberdaya yang ada. Penganut sistem ini yakin bahwa dengan menyerahkan hak kepemilikan pada negara efisiensi distribusi akan mudah dicapai. Faktanya, efisiensi itu sulit dicapai karena : Pertama: ekonomi dikendalikan oleh birokrat yang umumnya tidak reponsif terhadap kebutuhan masyarakat, Kedua: penempatan kaum usahawan pada perusahaan publik kurang termotivasi (kurang insentif) untuk mencari keuntungan; Ketiga: kontrol negara atas faktor produksi menyebabkan kekuasaan politik berada ditangan orang yang titunjuk negara; Keempat: ketiadaan pasar menempatkan perencanaan ekonomi secara terpusat dimana supply, demand, preferensi konsumen ditentukan oleh negara.

HAK KEPEMILIKAN DALAM SISTEM EKONOMI CAMPURAN Sistem ekonomi campuran, menjamin keberadaan kepemilikan pribadi tapi negara juga berhak memiliki dan mengelola sumberdaya strategis yang menyangkut kepentingan umum, seperti sumberdya air, lahan, laut, hutan dll. Sistem ini muncul karena baik kapitalis maupun sosialis memiliki kelemahan dan kelebihan masing-masing. Sistem campuran ini dikenal dengan welfare economic system/social market economy dimana peran kelembagaan sangat dominan dalam mendistribusikan kesejahteraan pada masyarakat. Dalam welfare state, hak kepemilikan diserahkan kepada swasta sepanjang hal tersebut memberikan insentif ekonomi bagi pelakunya dan tidak merugikan secara sosial, namun kepemilikan dapat pula diserahkan kepada negara manakala pasar tidak responsif atau mengalami kegagalan untuk mencapai tujuan-tujuan sosial. Penyerahan kepemilikan pada swasta pada saat pasar tidak reponsif atas sumberdaya tersebut hanya akan menimbulkan kesejangangan kesejahteraan. Disinilah peran negara diperlukan untuk mengintroduksi kelembagaan sebagai pengganti pasar yang mengalami kegagalan.

PROPERTY RIGHTS DAN EKONOMI KELEMBAGAAN Masih ingat eksternalitas? Keberadaanya diakui oleh ekonomi klasik/neoklasik, namun pasar tidak dapat menyelesaikannya sehingga diperlukan intervensi pemerintah. Ronald Coase menolak kehadiran intervensi pemerintah dalam menyelesaikan persoalan eksternalitas. Menurutnya, eksternalitas dapat diselesaikan melalui mekanisme pasar asalkan hak kepemilikan telah diatur dengan baik. Artinya, semua komoditas dan jasa telah memiliki status kepemilikan yang jelas. Contoh: jika industri akan membuang limbah ke sungai maka ia harus membayar/memberikan kompensasi kepada pihak yang dirugikan. Hal ini dapat dilakukan jika hak masyarakat atas jasa lingkungan sungai telah mendapatkan pengakuan. Peran pemerintah mempertegas/menjamin hak-hak masyarakat atas jasa lingkungan tersebut

Perbandingan Kelembagaan Kapitalis antara AS, Jerman dan Jepang Kriteria AS Jerman Jepang Institusi Politik Demokrasi liberal Demokrasi sosial Demokrasi pembangunan, birokrasi kuat, reciprocal consent antara negara pasar Institusi Ekonomi Desentralisasi, pasar terbuka, pasar modal yang tdk terkonsentrasi, tradisi antitrust, kepemilikan swasta, tidak ada ruang bagi BUMN Ideologi Ekonomi Dominan Kebebasan usaha (free enterprise liberalism) Pasar yang terorganisir, pasar modal terpusat pada bank, ada kepemilikan negara untuk SD ekonomi strategis Kemitraan sosial (social partnership) Pasar terpimpin, sulit melakukan penetrasi ke pasar, jaringan bisnis ketat (jika ada perusahaan yang kurang efisien pemerintah turun tangan). Kebijakan pemerintah mempengaruhi pasar, negara mengadakan kordinasi integratif dengan pihak swasta. Ada kepemilikan negara Technonationalism (paham/keyakinan bahwa negara harus dikelola oleh para teknokrat)

DINAMIKA PROPERTY RIGHTS o Dinamis: mengalami perubahan seriring dengan perubahan sistem politik, sosial, budaya dan teknologi. o Ketika jumlah manusia masih sedikit sementara sumberdaya masih melimpah tidak perlu adanya kepemilikan, tidak perlu adanya aturan main yang mengatur kepemilikan o Kepemilikan bersama yang secara tradisional hidup dan efektif menjaga keseimbangan pemanfaatan sumberdaya alam mengalami tekanan hebat seiring dengan meningkatkan jumlah populasi manusia sehingga kepemilikan individu menjadi alternatif yang dipilih

PERUBAHAN PROPERTY RIGHTS Common Property Regime Barang Kepemilikan privat dan beberapa kepemilikan lain Commons pool Barang publik murni Kelompok Terbuka: Keanggotaan Sukarela Barang bersama terbatas (commons or club goods Kelompok tertutup : Keanggotaan wajib (compulsary) Barang diproduksi dengan kepemilika n private Kepemilika n publik Barang diproduksi dengan kepemilika n publik Kepemilika n masyaraka t

PROPERTY RIGHTS DAN EFISIENSI EKONOMI Efisiensi: upaya untuk memperoleh output yang lebih banyak dengan input yang sama Dapat ditempuh melalui tiga cara: 1. Meningkatkan spesialisasi tenaga kerja 2. Meningkatkan kapasitas dan inovasi teknologi 3. Meningkatkan kepastian status kepemilikan 1. Pemberian status/perlindungan hak kepemilikan atas temuan teknologi atau produksi barang baru berimplikasi terhadap peningkatan produktifitas dan efisiensi ekonomi 2. Ketidakjelasan kepemilikan terhadap SDA menyebabkan terjadinya kecenderungan eksploitasi besar-besaran yang dalam jangka panjang akan menurunkan efisiensi ekonomi