BAB XVIII PEKERJAAN MEKANIKAL

dokumen-dokumen yang mirip
BAB XVII PEKERJAAN MEKANIKAL

INSTALASI PLUMBING. 2. Sarana pemipaan dalam gedung (air bersih dan air kotor) 3. Sarana peralatan sanitair dan perlengkapannya

1. INSTALASI SISTEM SANITASI DAN PLAMBING BANGUNAN

Bagian III: JARINGAN AIR KOTOR

KLASIFIKASI SISTEM PEMBUANGAN

BAB V METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN. Dalam pelaksanaan suatu proyek baik proyek besar maupun proyek kecil selalu

BAB XIII PEKERJAAN PLAFOND DAN DINDING PARTISI

BAB IV PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN. Mulai. Mempelajari Gambar Tender (Gambar Forkon) Survei Kondisi Lapangan. Studi Pustaka

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

PETUNJUK TEKNIS TATA CARA PEMBANGUNAN IPLT SISTEM KOLAM

PROSES PENGOLAHAN AIR LIMBAH PADA IPAL INDUSTRI PENYAMAKAN KULIT BTIK LIK MAGETAN

BAB VIII RENCANA ANGGARAN BIAYA (RAB)

PT / CV. Alamat :. LOGO PT / CV. Kegiatan Pekerjaan Lokasi Sumber Dana

BAB V PELAKSANAAN PEKERJAAN. Pekerjaan persiapan berupa Bahan bangunan merupakan elemen

Lampiran 1. Spesifikasi IPAL Biogas Komunal

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

Pengertian Plumbing atau Plambing beserta Jenis, Fungsi, Syarat, Tahapan, dan Pemasangan Plumbing Atau plambing

INSTALASI PLUMBING (AIR BERSIH DAN AIR KOTOR) Kuliah 7, 26 Oktober 2009

BAB V PELAKSANAAN PEKERJAAN

Sewage Treatment Plant

BAB XIV INSTALASI PIPA PVC

BAB III PROSES PENGOLAHAN IPAL

UMY. Sistem Sanitasi dan Drainase Pada Bangunan. Dr. SUKAMTA, S.T., M.T. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN FAKUKTAS

DAFTAR ANALISA PEKERJAAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang 1.2. Definisi Praktek Kerja Pipa 1.3. Macam-macam Pipa

PETUNJUK TEKNIS TATA CARA PERENCANAAN IPLT SISTEM KOLAM

BAB IV MATERIAL DAN PERALATAN

TATA CARA PEMANFAATAN AIR HUJAN

PROSEDUR MOBILISASI DAN PEMASANGAN PIPA AIR MINUM SUPLEMEN MODUL SPAM PERPIPAAN BERBASIS MASYARAKAT DENGAN POLA KKN TEMATIK

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Instalasi air Bersih

KLASIFIKASI SISTEM PEMBUANGAN. Klasifikasi berdasarkan jenis air buangan:

Pasal 6 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

BILL OF QUANTITY PEKERJAAN : LANJUTAN PEMBANGUNAN FASPEL LAUT AIR BUAYA TAHAP III TERDIRI DARI :

Petunjuk Operasional IPAL Domestik PT. UCC BAB 5 SPESIFIKASI BANGUNAN IPAL DAN PERALATAN

Petunjuk Operasional IPAL Domestik PT. UCC BAB 2 PROSES PENGOLAHAN AIR LIMBAH

URAIAN. Tenaga Oh Tukang 90, Oh Kepala Tukang 110, Oh Pekerja 75, Oh Mandor 120,000.

BAB I SYARAT SYARAT PENAWARAN

Perubahan Aktivitas. Aktivitas 1. Pengukuran (Sama dengan aktivitas awal)

BAB VII PEMBAHASAN MASALAH. Pekerjaan pondasi dibagi menjadi dua bagian, yaitu pondasi dangkal dan pondasi

DAFTAR ANALISA SNI HARGA SATUAN PEKERJAAN

PEMANFAATAN DRUM PLASTIK BEKAS SEBAGAI BAHAN PEMBUATAN SEPTIC TANK

BAB 4 ANALISA DAN PEMBAHASAN PROYEK

BAB IV HASIL PEMBUATAN DAN PEMBAHASAN. Sebelum melakukan proses pembuatan rangka pada incinerator terlebih

PENGELOLAAN LIMBAH INDUSTRI RUMAH TANGGA

BAB I PENDAHULUAN. hidup. Namun disamping itu, industri yang ada tidak hanya menghasilkan

BAB V METODE UMUM PELAKSAAN KONSTRUKSI. Untuk mengetahui metode pelaksanaan di lapangan, dibuatkan gambar shop

Petunjuk Operasional IPAL Domestik PT. UCC BAB 4 STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR SISTEM IPAL DOMESTIK

Metode Pelaksanaan Pembangunan Jalan Lingkungan Datuk Taib Desa Leuhan < SEBELUMNYA BERIKUTNYA >

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB 8 RENCANA ANGGARAN BIAYA

Tata cara perencanaan dan pemasangan tangki biofilter pengolahan air limbah rumah tangga dengan tangki biofilter

BAB 5 TEKNOLOGI PENGOLAHAN AIR LIMBAH FASILITAS LAYANAN KESEHATAN SKALA KECIL

Buku Panduan Operasional IPAL Gedung Sophie Paris Indonesia I. PENDAHULUAN

Panduan Menghitung Volume Pekerjaan Atap

BAB VII PEMBAHASAN MASALAH. Dalam setiap Proyek Konstruksi, metode pelaksanaan yang dilakukan memiliki

III. METODELOGI PENELITIAN. Penelitian dilaksanakan pada Mei hingga Juli 2012, dan Maret 2013 di

BAB VII TATA LAKSANA LAPANGAN

BAB V HASIL MONITORING IPAL PT. United Tractor Tbk

Kombinasi pengolahan fisika, kimia dan biologi

PEKERJAAN STRUKTUR BAWAH

BAB III PENCEMARAN SUNGAI YANG DIAKIBATKAN OLEH LIMBAH INDUSTRI RUMAH TANGGA. A. Penyebab dan Akibat Terjadinya Pencemaran Sungai yang diakibatkan

BAB PENGOLAHAN AIR LIMBAH INDUSTRI TEPUNG BERAS

BAB VI HASIL RANCANGAN. ini merupakan hasil pengambilan keputusan dari hasil analisa dan konsep pada bab

V. HASIL DAN PEMBAHASAN

DAFTAR STANDAR NASIONAL INDONESIA (SNI) BIDANG BAHAN KONSTRUKSI BANGUNAN DAN REKAYASA SIPIL

PETUNJUK UMUM UNTUK MERAWAT SISTEM SEPTIK TANK

BAB 6 PEMBAHASAN 6.1 Diskusi Hasil Penelitian

BAB VI HASIL. Tabel 3 : Hasil Pre Eksperimen Dengan Parameter ph, NH 3, TSS

INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL) BOJONGSOANG

PENDAHULUAN. Latar Belakang

RSU KASIH IBU - EXTENSION STRUKTUR : BAB - 06 DAFTAR ISI PEKERJAAN KONSTRUKSI BAJA 01. LINGKUP PEKERJAAN BAHAN - BAHAN..

BAB VII TINJAUAN KHUSUS METODE PEKERJAAN PELAT LANTAI UNTUK TOWER D DI PROYEK PURI MANSION APARTMENT. beton bertulang sebagai bahan utamanya.

JURUSAN KETEKNIKAN PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG

BAB X PEKERJAAN DINDING DAN PASANGAN

III. METODOLOGI. Penelitian dan pengambilan data dilakukan di Desa Bumi Jaya Kec, Anak

PERTEMUAN XI PINTU DAN JENDELA. Oleh : A.A.M

TATA CARA PERENCANAAN BANGUNAN MCK UMUM

PERANCANGAN INSTALASI PENGOLAHAN LIMBAH CAIR INDUSTRI GULA

LEMBAR PERSETUJUAN SETELAH PENJELASAN (INFORMED CONSENT)

PENYEMPURNAAN IPAL & DAUR ULANG AIR GEDUNG BPPT

II. PENGELOLAAN AIR LIMBAH DOMESTIK GEDUNG SOPHIE PARIS INDONESIA

BAB VII TINJAUAN KHUSUS METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN BALOK

4.1. Baku Mutu Limbah Domestik

TINJAUAN BAHAN BANGUNAN DAN ALAT YANG DIGUNAKAN. tinggi dapat menghasilkan struktur yang memenuhi syarat kekuatan, ketahanan,

BAB V METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN

BAB I PENDAHULUAN. Dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat khususnya di kotakota

Instalasi hydrant kebakaran adalah suatu sistem pemadam kebakaran tetap yang menggunakan media pemadam air bertekanan yang dialirkan melalui

1 Membangun Rumah 2 Lantai. Daftar Isi. Kata Pengantar... i Daftar Isi... ii\ Tugas Struktur Utilitas II PSDIII-Desain Arsitektur Undip

Gambar IV-1, Pondasi Menciptakan Kestabilan dan Kekokohan

BAB VII TINJAUAN PELAKSANAAN PEKERJAAN CORE WALL

INDOCEMENT AWARDS STR WRITING COMPETITION

BAB PENGOLAHAN AIR LIMBAH INDUSTRI SIRUP, KECAP DAN SAOS

BAB I PENDAHULUAN. Air merupakan sumber daya alam yang sangat diperlukan oleh semua

SISTEM PENGOLAHAN LIMBAH CAIR PADA IPAL PT. TIRTA INVESTAMA PABRIK PANDAAN PASURUAN

RENCANA KERJA DAN SYARAT SYARAT

-1- KETENTUAN TEKNIS SPAM BJP

PERENCANAAN SISTEM PLAMBING DAN SISTEM FIRE HYDRANT DI TOWER SAPHIRE DAN AMETHYS APARTEMEN EASTCOAST RESIDENCE SURABAYA

RANCANGAN PENGOLAHAN LIMBAH CAIR. Oleh DEDY BAHAR 5960

-1- DOKUMEN STANDAR PERENCANAAN TEKNIS TERINCI

BAB V PELAKSANAAN PEKERJAAN BEKISTING, PEMBESIAN DAN PENGECORAN

Transkripsi:

BAB XVIII PEKERJAAN MEKANIKAL A. PEKERJAAN PLUMBING Pasal 1 : Umum a. Lingkup Pekerjaan 1. Spesifikasi ini melingkupi kebutuhan untuk pelaksanaan pekerjaan, sebagaimana yang ditunjukan pad Gambar Bestek yang terdiri dari, tetapi tidak terbatas pada : 1. Pengadaan dan pemasangan pompa-pompa air bersih. 2. Pengadaan dan pemasangan seluruh instalasi air bersih, air kotor, limbah kimia, dan air bekas sesuai Gambar Bestek dan spesifikasi, termasuk penyambungan pipa dari Rumah Pompa ke Water 3. Pengadaan dan pemasangan peralatan-peralatan bantu bagi seluruh peralatan Plumbing. 4. Pengetesan dan pengujian dari seluruh instalasi plumbing yang terpasang kecuali sanitary. 5. Mengadakan masa pemeliharaan selama waktu yang ditentukan oleh Owner. 6. Pembuatan Shop Drawing bagi instalasi yang akan dipasang dan pembuatan As Built Drawing bagi instalasi yang telah terpasang. 1

b. Koordinasi 1. Adalah bukan tujuan dari spesifikasi ini, ataupun gambar rencana untuk menunjukan secara detail berbagai item pekerjaan dari peralatan-peralatan dan penyambungan-penyambungan. 2. Gambar-gambar rencana menunjukan tata letak secara umum dari peralatan, pemipaan cabinet dan lain-lain. 3. Kontraktor Pelaksana harus memodifikasi tata letak tersebut sebagaimana yang dibutuhkan untuk mendapatkan pemasanganpemasangan yang sempurna sesuai dengan rencana pekerjaan Arsitek dari peralatanp-peralatan tersebut. Modifikasi yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksana harus disetujui oleh Konsultan PENGAWAS dan owner. 4. Setiap pekerjaan yang disebutkan dalam spesifikasi ini, tapi tidak ditunjukan dalam Gambar Bestek atau sebaliknya, harus dilengkapi dan dipasang seperti pekerjaan lain yang disebut oleh spesifikasi teknis dan ditunjukan dalam Gambar Bestek. c. Kualifikasi Pekerjaan 1. Untuk pemasangan dan pengetesan pekerjaan ini harus dilakukan oleh pekerja dan supervisor yang benar-benar ahli dan berpengalaman. 2. Konsultan PENGAWAS dan ownwr dapat menolak atau menunda pelaksanaan suatu pekerjaan, bila dinilai bahwa Kontraktor Pelaksana tersebut tidak trampil/tidak berpengalaman. d. Pengajuan -Pengajuan Pada saat pelaksanaan pekerjaan Kontraktor Pelaksana harus mengajukan : 1. Material list dari seluruh item peralatan yang akan dipasang. 2

7. Shop Drawing yang menunjukan secara detail pekerjaanpekerjaan/pemasangan peralatan dan pemipaan, penyambungan dengan pekerjaan-pekerjaan lain atau pekerjaan-pekerjaan yang sulit dilaksanakan. Ataupun perubahan-perubahan atau modifikasi yang diusulkan terhadap Gambar Bestek. 8. Prosedur pemasangan yang dikeluarkan oleh pabrik (jika ada) dari peralatan-peralatan yang akan dipasang. 9. Contoh-contoh material (brosur-brosur untuk peralatanperalatan yang besar) dari material/peralatan yang akan dipasang. e. Review 1. Konsultan PENGAWAS akan memeriksa (mereview) pengajuanpengajuan dari pemborong dan memberi komentar atas hal itu. 2. Kontraktor Pelaksana harus memodifikasi/merevisi pengajuan sesuai dengan komentar, sampai didapat persetujuan dari Konsultan PENGAWAS dan owner. f. Standard dan Code Kecuali ditentukan lain dalam Gambar Bestek, maka pada pekerjaan ini berlaku peraturan-peraturan sebagai berikut : 1. Peraturan pemadam kebakaran. 2. Ketentuan Pencegahan dan Penangulangan kebakaran pada Bangunan Gedung Departemen PU. 3. National Fire Protection association (NFPA) 13 dan 14 4. Pedoman Plumbing Indonesia. 3

h. Gambar Instalasi Terpasang dan Petunjuk Operasi 1. Apabila pekerjaan telah selesai dilaksanakan dan setelah serah terima pertama Kontraktor Pelaksana wajib menyerahkan gambar-gambar instalasi terpasang sebanyak 3 set cetak biru dan 1 set transparent, serta 1 set CD. 2. Pemborong juga berkewajiban untuk menyerahkan 3 set petunjuk operasi dan maintenance dari system yang dipasang dalam bentuk buku dan CD. i. Bagian Yang berhubungan Bagian yang berhubungan dengan pekerjaan ini adalah Pemipaan. Pasal 2 : System a. Air Bersih 1. Air bersih yang didapatkan dari PDAM disedot dengan Pompa Air dan ditampung pada suatu Ground Resevoir Kapasitas 15 M3. 2. Dari Ground Resevoir, air bersih ini dengan menggunakan Pompa dinaikan ke bak tampungan atas Resevoir Atas, kemudian dari Resevoir Atas air bersih dengan gaya gravitasi didistribusikan langsung ke Kran Washtafel, Water Shower. b. Air Lunak Air lunak yang telah melalui 2 tahapan filtrasi. Tahap filtrasi utama adalah menurunkan tingkat partikel menggunakan alat filtrasi yang digunakan pada perusahaan Depot Air Minum (DAM), kemudian filtrasi tahap kedua menggunakan ELGA. 4

c. Air Bekas/Air Kotor Pada dasarnya air buangan yang bersal dari toilet seperti floor drain, lavatory (air bekas) dipisah dengan air kotor yang berasal dari WC dan Urinoir (air kotor). Untuk keperluan ini digunakan 2 (dua) pipa. Air buangan dialirkan ke saluran luar, dan air kotor padat dialirkan ke Septictank. d. Air Limbah Adapun karakteristik kunci dari Limbah Balai POM adalah BOD, COD, TSS, PH. Sehingga Jika di dibandingkan dengan baku mutu lingkungan tidak melampaui, pada akhirnya jika limbah tersebut di buang roil kota/ badan air penerima tidak akan tercemari. Limbah ini berasal dari ruang-ruang Laboratorium yang berasal dari lantai 1, 2 dan 3. Limbah ini dikumpulkan kepada suatu bakpengumpul, yang kemudian diarahkan ke pengolahan limbah. Pasal 3 : Garansi 1. Kontraktor Pelaksana bertanggung jawab atas pencegahan bahan/peralatan untuk instalasi ini dari pencurian atau kerusakan. Bahan/peralatan yang hilang atau rusak harus diganti oleh pemborong tanpa biaya tambahan. 2. Kontraktor Pelaksana harus menggunakan tenaga-tenaga yang ahli dalam bidangnya (skill Labour) agar dapat memberikan hasil kerja terbaik dan rapi. Sebelum suatu pipa tertutup (oleh dinding, langit-langit dan lain-lain) harus diuji dan disetujui oleh Konsultan PENGAWAS dan wakilnya yang ditunjuk. 3. Kontraktor Pelaksana harus memnberikan garansi tertulis kepada Konsultan PENGAWAS, bahwa seluruh instalasi penyedian dan distribusi air bersih, instalasi pemadam kebakaran, instalasi buangan air kotor dan instalasi limbah kimia akan bekerja dengan memuaskan, dan bahwa Kontraktor Pelaksana akan menaggung semua biaya atas kerusakan-kerusakan/pengantian yang perlu selama Jangka Waktu 1 Tahun. 5

4. Sebelum pemasangan instalasi plumbing, fixture-fixture dan peralatan lain, Kontraktor Pelaksana harus menyerahkan contoh barang-barang yang akan dipasang dan atau brosur-brosurya untuk mendapatkan persetujuan dari Konsultan PENGAWAS. Pasal 4 : Training 1. Kontraktor Pelaksana harus menyiapkan dan menyelenggarakan latihan bagi calon operator yang akan mengoperasikan dan memelihara system air bersih, air kotor dan air hujan. Latihan dapat dimulai sejak pelaksanaan pemasangan instalasinya, atas petunjuk dan persetujuan Konsultan PENGAWAS. Pasal 5 : Buku Petunjuk 1. Kontraktor Pelaksana harus membuat dan menyerahkan buku petunjuk (manual), yang meliputi cara pengeoperasian maupun cara pemeliharaan. Sistem manual tersebut dibuat sebanyak 4 buku + 1 CD. Pasal 6 : Test Commissioning 1. Seluruh sistem plumbing yang telah terpasang harus dilakukan test commissioning sebagaimana mestinya supaya sistem berjalan sempurna dengan yang diharapkan. 2. Biaya test commissioning oleh Kontraktor Pelaksana. B. PERKERJAAN PEMIPAAN Pasal 1 : Umum a. Ruang Lingkup 6

1. Spesifikasi ini meruapakan persyaratan minimal untuk seluruh pekerjaan pemipaan pada pekerjaan mekanikal. b. Standard dan Code 1. Standard dan peraturan yang berlaku dalam pekerjaan ini antara lain adalah : - ASTM : American Society of Testing Material. - ANSI : American National Standard Institute. - BS : Birmingham Standard. - JIS : Japan Industrial Standard. - SII : Standard Industri Indonesia. Pasal 2 : Persyaratan Material a. Wavin Tigris Green (WTG) 1. Pipa berwarna kuning (dia. ¼ inci) : a. Pipa supply air lunak pada pekerjaan Plumbing, ke ruangruang yang memerlukan pasukan air lunak. b. Poly Vinyl Chloride (PVC) 1. Pipa ini digunakan untuk : a. Pipa supply air bersih pada pekerjaan Plumbing b. Pipa air kotor dari WC dan Urinoir. c. Pipa air buangan floor drain, lavatory, buangan limbah kimia 2. Pipa drain dari system tata udara. a. Pipa vent pada plumbing system. c. Pipa air hujan. 3. Standard Ranting yang digunakan. 7

a. PVC ASTM D2665 kelas 10 kg. Pasal 3 : Persyaratan pemasangan a. Pipa PVC 1. System sambungan yang dipakai adalah : a. Sambungan lem (perekat) untuk 80 mm (3 ) ke bawah. b. Digunakan sambungan las PVC atau rubber ring joint (dengan ring dari karet). 2. Galian pipa-pipa dalam tanah harus dibuat dengan kedalaman, kemiringan dan elevasi yang tepat. 2. Dasar lubang galian harus cukup stabil dan rata sehingga seluruh panjang pipa terletak/tertumpu dengan baik. 3. Pipa yang ditanam dalam tanah harus diberi lapisan pasir kurang lebih 10 cm disekelilingnya. Pasir adalah pasir urug yang bebas dari batu. 4. Selama pemasangan berkala, Kontraktor Pelaksana harus menutup (Dop) setiap ujung pipa yang terbuka untuk mencegah masuknya tanah, debu, kotoran dan lain-lain. 5. Semua sambungan/cabang dari pipa pembuangan air kotor (sanitair) harus dibuat dengan cabang Y, pipa mendatar untuk air kotor dan air hujan mempunyai kemiringan minimal 1% dan maksimal 2%. 6. Pipa-pipa pembuangan air hujan dan bangunan disambungkan kesaluran utama diluar bangunan dengan bak kontrol (junction box) dari beton. 8

7. Semua pipa harus diikatkan/ditetapkan dengan kuat pada pengantung atau angker yang dipergunakan harus cukup kokoh (rigid). 8. Pipa-pipa tersebut harus ditumpu untuk menjaga agar tidak berubah tempatnya, inklinasinya harus tetap, untuk mencegah timbulnya getaran, dan harus sedemikian rupa sehingga masih memungkinkan konstruksi dan expansi pipa oleh perubahan temperatur. 9. Pipa horizontal harus digantung dengan penggantung yang dapat diatur (adjustable) dengan jarak antara tidak lebih dari 3 meter. 10. Kontraktor Pelaksana harus mengajukan Konstruksi dari pengantung untuk disetujui oleh Konsultan PENGAWAS. Pegantung terbuat dari kawat, rantai, strap ataupun perforated strip tidak boleh digunakan. 11. Pengantung atau penumpu pipa harus disekrupkan (terikat) pada konstruksi bangunan dengan insert yang dipasang pada waktu pengecoran beton atau penembokan, atau dengan baut tembok (Ramset Bolt). 12. Pipa vertikal harus ditumpu dengan klem (Clamp atau Collar) U- Bolt. 13. Penggantung/penumpu pipa dan peralatan-peralatan logam lainnya yang akan tertutup oeh tembok atau bagian bangunan lainnya harus dilapisi terlebih dahulu dengan cat menie atau cat penahan karat. Pasal 4 : Pengujian/Pengetesan a. Pengujian Pipa PVC 1. Seluruh system pembuangan air harus mempunyai lubanglubang yang dapat ditutup (plugged) agar seluruh system tersebut dapat diisi dengan air sampai lubang vent tertinggi. 9

2. Sistem tersebut harus dapat menahan air yang diisikan seperti tersebut diatas, minimal selama 1 (satu) jam dan penurunan air selama waktu tersebut tidak lebih dari 10 cm. 3. Apabila dan pada waktu Konsultan PENGAWAS menginginkan pengujian lain disamping pengujian diatas, Kontraktor Pelaksana harus melakukan dan menjadi tanggung jawab Kontraktor Pelaksana. b. Pipa Copper (tembaga) Pasal 5 : Merk Yang Digunakan 1. PVC : setara Pralon, Rucika, Polyunggul, Vinilon/Sinar Lucky, AW United 2. Wavin Tigris Green : 3. Pipa Tembaga : C. SEPTICTANK Pasal 1 : Ruang Lingkup Spesifikasi Septictank ini adalah merupakan persyaratan minimal bagi Septictank yang digunakan dalam pekerjaan mekanikal proyek ini Pasal 2 : Persyaratan 1. Septictank hanya diperuntukan untuk tampungan limbah padat yang berasal dari Kloset Jongkok pada bangunan KM/WC 1. Konstruksi utama Septictank adalah pasangan batu bata 1 bata campuran 1 Pc : 2 Ps sebagai dinding utama dan pasangan batu bata ½ bata campuran 1 Pc : 2 Ps sebagai dinding pembagi ruangan. Sudut-sudut dinding harus diperkuat dengan kolom praktis ukuran 23/23 cm dari beton mutu K-175. 10

2. Dinding pasangan batu bata ½ bata campuran 1 Pc : 2 Ps sebagai pembagi ruangan septictank dipasang diatas balok ring ukuran 13/15 cm dari mutu beton K-175 yang bertumpu pada dinding pasangan batu bata 1 bata campuran 1 Pc : 2 Ps. 3. Plat dasar septictank terbuat dari beton cor K-200 dengan ketebalan minimal 20 cm. 4. Plat atas septictank terbuat dari plat beton bertulang dengan 4 lapis tulangan diameter 10 mm dengan jarak minimal 100 mm dan tebal 120 mm 5. Pada bagian atas permukaan septictank harus diberi lubang control ukuran 60 x 60 cm untuk keperluan penyedotan limbahan dan pipa pelepas hawa dari besi diameter 1/4 yang dicat dengan baik agar tidak berkarat. 6. Posisi permukaan Septictank harus sejajar dengan posisi permukaan plat lantai beton bertulang pada lantai 1 kecuali lubang control 7. Kedalaman, dimensi dan posisi posisi septictank sesuai dengan gambar bestek kecuali ditentukan lain oleh konsultan PENGAWAS dengan persetujuan konsultan perencana karena alasan seperti keterbatasan lahan penempatan dan alasan teknis lainnya. 8. Tidak boleh mendirikan dan membangunan bangunan lain diatas Ground Reservoir tanpa persetujuan konsultan PENGAWAS dan konsultan perencana. 9. Kontraktor pelaksana harus menjamin bahwa bangunan septictank benar-benar kedap air dan hal ini harus dibuktikan dengan Test Rendam Air selama 24 jam. 10. Jika air dalam septictank berkurang setelah 24 jam maka dipastikan bahwa ada kebocoran pada bangunan tersebut dan kontraktor pelaksana dengan biaya sendiri berkewajiban untuk memperbaikinya. 11

D. SALURAN RESAPAN Pasal 1 : Ruang Lingkup Spesifikasi Saluran Resapan ini adalah merupakan persyaratan minimal bagi Saluran Resapan yang digunakan dalam pekerjaan mekanikal proyek ini. Pasal 2 : Persyaratan 1. Bangunan saluran resapan dipergunakan sebagai media serapan air kotor cair yang berasal dari septictank. 2. Kedalaman, dimensi dan posisi posisi saluran resapan sesuai dengan Gambar Bestek kecuali ditentukan lain oleh Konsultan PENGAWAS dengan persetujuan Konsultan Perencana karena alasan seperti keterbatasan lahan penempatan dan alasan teknis lainnya. 3. Tidak boleh mendirikan dan membangunan bangunan lain diatas saluran resapan tanpa persetujuan Konsultan PENGAWAS dan Konsultan Perencana. 2. Kontraktor Pelaksana harus menjamin dan bahwa bangunan saluran resapan dapat bekerja dengan baik ketika dialiri air dan air dapat meresap dengan sempurna kedalam tanah. 3. Hal ini harus dibuktikan dengan cara mengisi septictank dengan air melebihi kapasitas tampungannya dan selama 24 jam diamati apakah volume air yang tidak tertampung dalam septictank dapat diserap oleh saluran resapan atau tidak. 4. Jika setelah 24 jam air diisi kembali kedalam kloset jongkok dan air tidak dapat mengalir dengan sempurna dalam kloset jongkok maka dipastikan saluran resapan tidak bekerja dengan baik (tidak dapat menyerap air). Untuk itu Kontraktor Pelaksana dengan biaya sendiri berkewajiban untuk memperbaikinya. 12

5. Kontraktor Pelaksana dibolehkan mengajukan metode pembuktian lain yang dapat dipercaya secara teknis untuk membuktikan bahwa Saluran Resapan bekerja dengan baik. D. Sistem Pengolahan Limbah Cair. Pasal 1 : Ruang Lingkup Penetapan Teknologi Pengolahan Limbah dilakukan dengan pemilihan proses berdasarkan dari identifikasi limbah Cair Balai POM. Pasal 2 : Persyaratan 1. Dilihat dari Karakteristik dan jenis pengolahan modifikasi Pengolahan Fisika, Kimia dan Biologis Aerasi (Modification Aeration), yaitu Pengolahan yang didahului oleh Pengolahan fisik biologi dilanjutkan dengan kimia. a. Grease Trap dan Grit Chamber Ini adalah proses pengolahan pemisahan minyak dengan air serta mengendapkan limbah awal sebelum proses pengolahan selanjutnya dengan berfungsinya Grease trap dsan Grit Chamber, maka penurunan kandungan minyak dan Lemak akan berkurang sebanyak 100%. b. Bar Screen merupakan saringan kasar yang digunakan pada tahap awal proses pengolahan air buangan yaitu untuk menahan bahanbahan kasar yang terdapat dalam air limbah. Bahan-bahan tersebut biasanya menyumbat dalam saluran seperti kayu, ranting, plastic dan kertas. Fungsinya : 1. Untuk menghindari rusaknya atau tersumbatnya peralatan pengolahan seperti pompa. 2. Sebagai pipa penyalur alat-alat unit pengolahan air limbah. 3. Menyaring sampah padat yang ikut terbawa dalam aliran air limbah. c. Bak Pengumpul/ bak Equalisasi 13

Bak pengumpul limbah cair yaitu limbah sebelum dilakukan pengolahan biasanya disini dilakukan pemeriksaan awal yaitu netralisasi limbah agar proses selanjutnya bisa maksimal. Fungsi: 1. Mengumpulkan air limbah dari berbagai sumber 2. Meratakan volume pasokan 3. Meratakan debit aliran dan menetralkan ph. d. Bak Pengendap I/ bak Sedimentasi Proses Pengendapan zat padat terlarut dalam air limbah secara grafitasi Bumi. Kecepatan Partikel-partikel organic ini biasanya lebih rendah yaitu berkisar 1,25 m/jam, sedangkan kecepatan air bak ini sangat lambat yaitu kurang dari 1,5x10 m3/detik. Bak ini biasanya berbentuk empat persegi panjang digunakan lantai dasr miring, sehingga memungkinkan dalam kemudahan pengendapan lumpurnya. Kriteria bak pengendap biasanya membutuhkan : 1. Waktu tinggal 2,5 jam 2. Surface loading 3 kali rata-rata debit puncak 3. Weir Loading 125-500 m3/m2/det 4. Scouring velocity 1,25 m/det Fungsi : 1. Menurunkan parameter 2. Memisahkan unsur-unsur organik 3. Mengurangi beban proses pengolahan limbah pada bak selanjutnya. e. Bak Aerasi Proses pengontakan air dengan memasukkan udara, dengan pencampuran lumpur aktif, pada kondisi ini mikroorganisme akan mengkondisikan air buangan dari bahan organic menjadi Karbondioksida dan air. Dan mensisntesa bagian lain dari sel-sel mikroba yang baru. Waktu tinggal selama 7,5 jam Fungsi: 1. Tempat pengontakan air limbah dengan udara 2. Penguraian zat organic oleh bakteri aerobic. f. Bak engendap II/ bak sedimentasi Proses yang terjadi seperti pada bak pengendap I 14

g. Bak Chlorinasi proses minimalisasi bakterisasi yang ada dalam air buangan dengan bahan kimia, bahan kimia yang digunakan adalah kaporit maupun gas chlor yang berfungsi untuk mengurangi atau membunuh mikroorganisme pathogen yang ada dalam air buangan. h. Stabilisasi Kolam pelunakan dimana unsure organic dalam air buangan teroksidasi secara biologis tanpa oksigen artificial, fungsinya untuk menetralisir kandungan air buangan sebelum di buang ke roil kota. Untuk mengetahui baku mutu limbah yang aman dibuang dilakukan pengecekan parameter kunc yaitu: BOD, COD, TSS, ph. Selain itu juga difungsikan sebagai kolam ikan untuk dijadikan sebagai indicator air limbah masih berbahaya atau tidak. Waktu tinggal yang diperlukan adalah 10 menit. Fungsi: 1. Mengumpulkan air limbah dari berbagai sumber 2. Meratakan volume pasokan 3. Meratakan debit aliran dan menetralkan ph. Pasal 3 : Dimensi dan Ukuran Bak Lihat Gambar kerja 15