ORTOPEDI DALAM PENDIDIKAN ANAK TUNADAKSA

dokumen-dokumen yang mirip
BAHASAN SEKITARNYA YANG MERUPAKAN DASAR ADANYA GERAK DARI GERAK SISTEM OTOT TULANG TUBUH FUNGSIONAL LOKAL / KESELURUHAN

SETYO WAHYU WIBOWO, dr. Mkes Seminar Tuna Daksa, tinjauan fisiologis dan pendekatan therapiaccupressure, KlinikUPI,Nov 2009

Penyebab, gejala dan cara mencegah polio Friday, 04 March :26. Pengertian Polio

Modul ke: Pedologi. Cedera Otak dan Penyakit Kronis. Fakultas Psikologi. Yenny, M.Psi., Psikolog. Program Studi Psikologi.

DRA. SRI WIDATI, M.Pd. NIP JURUSAN PENDIDIKAN LUAR BIASA FIP UPI BANDUNG 2009

BAB I PENDAHULUAN. semua kelompok umur, namun yang peling rentan adalah kelompok umur kurang dari 3

BAB I PENDAHULUAN. yang penyebabnya adalah virus. Salah satunya adalah flu, tetapi penyakit ini

I. KONSEP DASAR GERAK 1. PENGERTIAN GERAK MANUSIA

INTERVENSI PADA ANAK DENGAN GANGGUAN MOTORIK. Oleh: Dra. Sri Widati, M.Pd.

BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Cerebral palsy (CP). CP merupakan gangguan kontrol terhadap fungsi motorik

BAHASAN ADANYA GERAK FUNGSI DARI GERAK SISTEM GERAKAN TUBUH FUNGSIONAL LOKAL / KESELURUHAN 1. SISTEM OTOT, TULANG, SENDI : DASAR

DAN KARAKTERISTIK ATD

KONSEP ANAK TUNADAKSA. Oleh Drs. Yuyus Suherman,M.Si

BAB I PENDAHULUAN. salah satunya adalah cerebral palsy (CP). CP merupakan kelainan atau

BINA GERAK DISAMPAIKAN DALAM DIKLAT PENDIDIKAN LATIHAN PROFESI GURU 2009 OLEH: NIA SUTISNA

PENGARUH MOBILISASI TRUNK TERHADAP PENURUNAN SPASTISITAS PADA CEREBRAL PALSY SPASTIK DIPLEGI

BAB I PENDAHULUAN. Masa tumbuh kembang anak merupakan masa yang penting. Banyak faktor

SISTEM GERAK PADA MANUSIA. Drs. Refli., MSc

KARYA TULIS ILMIAH PENATALAKSANAAN TERAPI LATIHAN METODE NEURO DEVELOPMENT TREATMENT PADA CEREBRAL PALSY SPASTIK ATETOID HEMIPLEGI DI YPAC SURAKARTA

PENATALAKSANAAN TERAPI LATIHAN PADA CEREBRAL PALSY SPASTIC QUADRIPLEGI DENGAN METODE NEURO DEVELOPMENTAL TREATMENT (NDT) DI YPAC SURAKARTA

Wabah Polio. Bersama ini kami akan membagi informasi mengenai POLIO yang sangat berbahaya, yang kami harap dapat bermanfaat untuk kita semua.

SATUAN ACARA PENYULUHAN ( SAP )

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA. Menurut Rosenbaum dkk, palsi serebral adalah gangguan permanen gerakan

Definisi Bell s palsy

MODUL GURU PEMBELAJAR PLB TUNA DAKSA

ANAK DGN GANGG. FISIK & MOTORIK

Oleh : RIGI RAMDANI J

SMP JENJANG KELAS MATA PELAJARAN TOPIK BAHASAN VIII (DELAPAN) ILMU PENGETAHUAN ALAM (IPA) SISTEM GERAK MANUSIA

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. otak yang menghambat tumbuh kembang anak. Brunner dan Suddarth mengartikan

BAB I PENDAHULUAN. dalam mendeteksi secara dini disfungsi tumbuh kembang anak. satunya adalah cerebral palsy. Cerebral palsy menggambarkan

1. Poliomyelitis Poliomyelitis adalah suatu penyakit virus yang dalam stadium beratnya menyebabkan

SMP kelas 9 - BIOLOGI BAB 15. SISTEM GERAK MANUSIALATIHAN SOAL BAB 15

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

KARYA TULIS ILMIAH PENATALAKSANAAN TERAPI LATIHAN METODE NEURO DEVELOPMENT TREATMENT (NDT) PADA CEREBRAL PALSY SPASTIK DIPLEGIA DI YPAC SURAKARTA

Fungsi. Sistem saraf sebagai sistem koordinasi mempunyai 3 (tiga) fungsi utama yaitu: Pusat pengendali tanggapan, Alat komunikasi dengan dunia luar.

PERKEMBANGAN ASPEK MOTORIK

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. memiliki kelainan berupa kecacatan bentuk dan atau fungsi tubuh. Salah

BAB I PENDAHULUAN. maupun pada anak dengan hambatan tumbuh kembang. Pembangunan. tercapainya kesadaran, kemauan, dan kemampuan untuk hidup sehat bagi

Rehabilitasi pada perdarahan otak

SMP kelas 8 - BIOLOGI BAB 3. SISTEM GERAK PADA MANUSIALATIHAN SOAL

MODUL PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN TERINTEGRASI PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER

Gangguan Neuromuskular

Tubuh kita juga memiliki komponen yang membuatnya dapat bergerak atau beraktivitas. Apa saja yang terlibat bila kita melakukan gerak?

disebabkan internal atau eksternal trauma, penyakit atau cedera. 1 tergantung bagian neurogenik yang terkena. Spincter urinarius mungkin terpengaruhi,

cita-cita UUD Pembangunan bidang kesehatan di Indonesia saat ini mempunyai beban ganda (double burden). Penyakit menular masih merupakan

trauma pada flexsus brachialis, fraktur klavikula, dan fraktur humerus

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Imunitas merupakan daya tahan tubuh. Sistem imun adalah jaringan dalam

Awal Kanker Rongga Mulut; Jangan Sepelekan Sariawan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. ada (kurangnya aktivitas fisik), merupakan faktor resiko independen. menyebabkan kematian secara global (WHO, 2010)

BAB I PENDAHULUAN. derajat kesehatan masyarakat yang optimal sesuai dengan Undang-Undang No. 23

hambatan fisik dan motorik terbagi atas :. gangguan sitem serebrospinal.dan. gangguan sistem musculo skeletal. gangguan cerebrospinal terdiri dari: ce

ANATOMI SISTEM MUSKULOSKELETAL R E J O 2014

1. Berikut ini yang bukan merupakan fungsi rangka adalah. a. membentuk tubuh c. tempat melekatnya otot b. membentuk daging d.

BAB I PENDAHULUAN. progresif, tetapi perkembangan tanda-tanda neuron perifer akan berubah akibat. maturasi serebral (Mahdalena, Shella. 2012).

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG PENELITIAN

Materi Penyuluhan Konsep Tuberkulosis Paru

ANATOMI DAN FISIOLOGI

CEDERA KEPALA, LEHER, TULANG BELAKANG DAN DADA

Gejala Awal Stroke. Link Terkait: Penyumbatan Pembuluh Darah

DETEKSI DINI KETERLAMBATAN PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR PADA ANAK

Oleh: Hermanto SP, M.Pd. Hp / Telp Rumah (0274) atau

SMP kelas 8 - BIOLOGI BAB 3. SISTEM GERAK PADA MANUSIALatihan Soal 3.2

BAB 2 KERANGKA TEORI. 19 Universitas Indonesia

SD kelas 6 - ILMU PENGETAHUAN ALAM BAB 12. RANGKA DAN SISTEM ORGAN PADA MANUSIALatihan soal 12.1

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Menurut World Health Organization (WHO), diperkirakan terdapat sekitar 7-10 % anak berkebutuhan khusus

RANGKUMAN BIOLOGI SISTEM GERAK PADA MANUSIA

ANATOMI PERSENDIAN. 2) Sendi engsel

Jenis jaringan hewan ada empat macam, yaitu jaringan epitel, jaringan ikat, jaringan otot, dan jaringan saraf.

BAB III SISTEM KOORDINASI (SARAF)

Topografi: Letak gangguan di otak Etiologi: Penyebab dan saat terjadinya gangguan

- - SISTEM GERAK PADA MANUSIA - - dpl2gerak SISTEM GERAK PADA MANUSIA

BAB I PENDAHULUAN. adalah transisi epidemiologi, dimana masih tingginya jumlah kejadian

TEORI PENYEBAB PENYAKIT 2. By: Syariffudin

Materi 10: Peran Syaraf terhadap Perkembangan Motorik. Sistem syaraf merupakan sistem yang paling rapi dan paling kompleks. Syaraf

SMP kelas 9 - BIOLOGI BAB 3. Sistem Koordinasi dan Alat InderaLatihan Soal 3.2

BAB 1 PENDAHULUAN. fungsi otak, medulla spinalis, saraf perifer dan otot.

BAB 1 Pendahuluan. 1.1 Latar Belakang

Sistem Rangka dan Otot. Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi

ASPEK MEDIS DAN KEAMANAN VAKSIN KOMBINASI PENTABIO. Dominicus Husada

BAB IX SISTEM KOORDINASI SISTEM SYARAF SISTEM ENDOKRIN

SMP kelas 8 - BIOLOGI BAB 3. SISTEM GERAK PADA MANUSIALatihan Soal 3.1

TINGKAT KONTROL SISTEM SARAF OTONOM

PENGANTAR KESEHATAN. DR.dr.BM.Wara K,MS Klinik Terapi Fisik FIK UNY. Ilmu Kesehatan pada dasarnya mempelajari cara memelihara dan

HIPOKALSEMIA DAN HIPERKALSEMIA. PENYEBAB Konsentrasi kalsium darah bisa menurun sebagai akibat dari berbagai masalah.

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

BAB 1 PENDAHULUAN. Stroke dapat menyerang kapan saja, mendadak, siapa saja, baik laki-laki atau

Definisi Vertigo. Penyebab vertigo

Insidens Dislokasi sendi panggul umumnya ditemukan pada umur di bawah usia 5 tahun. Lebih banyak pada anak laki-laki daripada anak perempuan.

MOTOR DEVELOPMENT OLEH : B. EVI S

DISUSUN OLEH MUHAMMAD HANAFI ( ) HERKA ARDIYATNO ( ) LESTARI PUJI UTAMI

Kaviti hidung membuka di anterior melalui lubang hidung. Posterior, kaviti ini berhubung dengan farinks melalui pembukaan hidung internal.

BAB 1 PENDAHULUAN. berbagai penyakit seperti TBC, difteri, pertusis, hepatitis B, poliomyelitis, dan

BAB I PENDAHULUAN. yang bersifat non progresif yang terjadi pada proses tumbuh kembang. CP

BAB II TINJAUAN TEORITIS. Cerebral Palsy (CP) adalah suatu kelainan gerak dan. kerusakan atau gangguan disel-sel motorik pada susunan

SD kelas 4 - ILMU PENGETAHUAN ALAM BAB 1. RANGKA DAN PANCA INDERALATIHAN SOAL BAB 1

Tema Lomba Infografis Community TB HIV Care Aisyiyah 2016

Tulang dan sendi merupakan kerangka tubuh yang menyebabkan tubuh dapat berdiri tegak,

Transkripsi:

ORTOPEDI DALAM PENDIDIKAN ANAK TUNADAKSA

ORTOPEDI Cabang ilmu kedokteran yang mempelajari cara-cara pencegahan dan perbaikan kelainan bentuk tubuh akibat penyakit atau kelainan tulang, sendi, dan otot.

Ruang Lingkup Penanganan kelainan alat gerak atau sistem tubuh Sistem otot tulang (sendi-sendi dan otot sekitarnya) Sistem otot saraf Sistem otot, tulang, dan saraf Penanganan gangguan fungsi sistem tubuh Sistem otot dan tulang Sistem otot dan saraf Sistem otot, tulang, dan saraf

Anak Tunadaksa Kerusakan sistem persarafan Kerusakan otak: Cerebral Palsy Kerusakan pada sumsum tulang belakang : Poliomielitis Kerusakan pada alat gerak tubuh (tulang, sendi,dan otot) Kerusakan tulang dan sendi: infeksi, kecelakaan Kerusakan otot: muskular distrofi

Peran Ilmu Ortopedi dalam Penanganan ATD Masalah pada ATD berpangkal pada disabilitas fisik (tubuh). Penanganan dimulai dg usaha menghilangkan atau sekurang-kurangnya meringankan disabilitas. ATD perlu perbaikan posisi otot-otot,tulang, maupun bagian tubuh lainnya agar berfungsi.

ALAT GERAK TUBUH

PENGERTIAN GERAK Gerak: suatu proses yg melibatkan sebagian atau seluruh bagian tubuh dalam satu kesatuan yg menghasilkan suatu gerak statis di tempat dan dinamis berpindah tempat. Hasil dari: Fungsi persarafan Mekanisme otot tulang Fungsi pembuluh darah dan paru-paru

ALAT GERAK Serangkaian sistem yang terdiri dari saraf, otot, tulang, dan sendi Berdasarkan fungsi dan susunannya: Alat gerak pasif bagian yang digerakkan (rangka tubuh) Alat gerak aktif bagian yang menggerakkan (otot-otot tubuh, sistem otot saraf, dan pembuluh darah)

Alat Gerak Saraf Otot Tulang Sendi Susunan lengkap Fungsi baik

Tulang Jaringan paling keras di tubuh Komposisi: Air Mineral : kalsium, bahan seluler

Lapisan tulang Substansia compacta Lapisan padat Dilapisi oleh periosteum Substansia spongiosa Lapisan bagian dalam yang berlubang-lubang Dilapisi oleh endostrium Cavum medullare Rongga bagian dalam yg berisi sumsum tulang

Pembagian tulang menurut bentuk dan susunannya tulang Ossa longa (tulang panjang atau tulang pipa) Ossa brevia ( tulang pendek) Ossa plana (tulang gepeng, pipih) Ossa irregularia (tulang tak beraturan) Ossa pneumatica (tulang berongga tengah)

Ossa longa (tulang panjang atau tulang pipa): tulang femur (tulang tungkai atas) Bekerja sebagai alat ungkit tubuh dan memungkinkannya bergerak

Ukuran diameter tulang hampir sama Ossa brevia ( tulang pendek): tulangtulang tangan

Ossa plana (tulang gepeng, pipih): tulang tengkorak bag. atas Ukuran lebarnya besar

Ossa irregularia (tulang tak beraturan): tulang belakang Tidak dapat dimasukkan dalam salah satu dari ketiga bentuk sebelumnya

Ossa pneumatica (tulang berongga tengah): tulang rahang atas, tulang panggul Tulang-tulang berongga yang berisi udara

Fungsi tulang Penguat tubuh Bagian untuk susunan sendi: tempat melekatnya origo dan insertio dari otot-otot

SENDI Sendi atau artikularis adalah istilah yang digunakan untuk menunjukan persambungan atau pertemuan antara dua atau beberapa tulang dari kerangka

Macam-macam Sendi Synarthrosis (sendi fibrus) Sendi yg tidak dapat bergerak karena di antara kedua ujung tulang yg bersendi terdapat suatu jaringan Amfiarthrosis Sendi dg gerakan sedikit, memungkinkan sedikit gerakan Diarthosis Sendi yg bergerak bebas, di antara tulang yg bersendi terdapat rongga

Synarthrosis (sendi fibrus) a.syndesmosis, dibedakan menjadi beberapa 1. sutura (sela antara tulang pipih tengkorak ) 2.schindylesis 3.gomphosis 4.syndemosis elastica 5.syndemosis fibrosa b. Synchondrosis c. Synostosis

Amfiarthroses (sendi tulang rawan) Simfisis pubis Sendi interventebral

Diarthrosis (sendi sinovial) a.sendi sumbu satu: sendi engsel, sendi kisar b.sendi sumbu dua: sendi telur, sendi pelana c.sendi sumbu tiga: sendi peluru, sendi buah pala

OTOT Otot adalah jaringan dengan struktur yang mempunyai kemampuan khusus yaitu berkontraksi. Dengan adanya kontraksi, akan timbul gaya yang mampu menggerakkan sendi di sekitarnya.

Otot terdiri dari 3 jenis: 1. Otot polos 2. Otot seran lintang 3. Otot jantung

Pergerakan Otot 1. Gerakan dan tenaga Kontraksi Relaksasi Persarafan otot: sensoris dan motoris 2. Koordinasi Koordinasi dilakukan oleh serebellum (otak kecil) Traktus piramidalis 3. Keseimbangan Diatur oleh sistem vestibuler 4. Refleks 5. Tonus otot

Gerak Sendi di bidang ilmu ortopedi, gerak sendi sangat berperan dalam upaya menganalisis struktur dan fungsi gerak sendi, sebagai dasar prinsip penanganan gangguan fungsi sendi. Gerak sendi dipengaruhi oleh komponen-komponen sendi, otot, tulang, syaraf, dan pembuluh darah.

Jenis Gerak Yang Dapat Dilakukan 1. Pengentulan (fleksi) dan pengedangan (ekstensi) 2. Gerak ke tengah (adduksi) dan gerak kesamping (abduksi) 3. Perputaran (rotasi) 4. Gerak lingkar (sirkumduksi)

Gerak Tidak Normal

Pengertian Gerakan tubuh secara keseluruhan yang menyimpang Tonus otot Sifat pola gerakan sendi Gerak kinematik

Berdasar Lokasi Kelainan Otak Kelainan traktus piramidalis Kelainan traktus ekstra piramidalis Kelainan cerebellum

Kelainan traktus piramidalis Traktus piramidalis berfungsi mengendalikan tonus otot agar tetap normal. Apabila tidak terkendali, tonus otot akan berlebihan spastik

Spastik Gerakan aktif lambat dan tambah lambat apabila dilakukan terburu-buru Semakin cepat gerakan semakin besar hambatan Menyebabkan kelainan sendi

Kelainan traktus ekstra piramidalis Traktus ekstra piramidalis berfungsi mengendalikan pola gerak yang timbul Kelainan gerak: kelainan pola walaupun tonus otot dan sendi normal Jenis kelainan: atetosis, chorea, tremor, distonia, rigiditas Dapat menyebabkan kelainan sendi seperti deformitas dan dislokasi

Kelainan Cerebellum Otak kecil berfungsi mengatur keseimbangan tubuh Kelainan gerak: kelainan keseimbangan mobilisasi terhambat menghambat keadaan struktur sendi sendi tidak stabil

Berdasar Kelainan pada Otot Berdasarkan tonus otot Hipotonus Hipertonus Berdasarkan sifat pola gerak Hipokinematik Hiperkinematik

Hipotonus Kekuatan dan ketegangan otot menurun selama otot berkontraksi Gerak terlihat lambat, posisi tubuh tidak normal Pertumbuhan fisik dan perkembangan motorik akan terhambat Floppy infant

Hipertonus Tonus otot bertambah Kekuatan gerak sendi bertambah Menimbulkan gerak tidak normal Lead pipe, scissor position

Hipokinematik Gerakan sendi lambat dan tidak banyak pola gerak Dapat timbul akibat hipertonus maupun hipotonus Perlu diperhatikan dalam latihan penguatan otot

Hiperkinematik Pola gerak yang bervariasi ke segala arah (diskinesia). Gerakan tidak disadari, tidak terkontrol dan tidak terkoordinir dengan baik. Terdapat variasi derajat tonus otot Chorea, atetosis, distonia, tremor,ataxia

Berdasarkan Kelumpuhan Otot Anggota Gerak Atas dan Bawah Paraplegia Diplegia Tetraplegia atau quadriplegia Hemiplegia Triplegia Monoplegia Double paraplegia

CEREBRAL PALSY

WHAT IS CEREBRAL PALSY? Cerebral Palsy: paralisis otak Cerebral Palsy merupakan suatu kelainan fungsi otak dan syaraf yang menyebabkan gangguan keseimbangan dan gerakan Cerebral palsy disebabkan oleh kerusakan otak yang mengakibatkan gangguan pada fungsi motorik, koordinasi, alat indera dan fungsi ingatan. secara lahiriah anak-anak CP mengalami cacat jasmani, namun tetap memiliki potensipotensi bawaan sebagaimana anak-anak normal

Kelainan yang timbul tergantung dari tingkat kerusakan otak yang terjadi dan penanganan CP Semakin awal terdiagnosis dan tertangani maka kelainan yang timbul akan semakin minimal Di beberapa negara CP merupakan penyebab tersering physical disability Insidensi: ± 1 dari 300 bayi yang dilahirkan

EARLY SIGNS Pada saat lahir bayi CP dapat terlihat lemah dan terkulai atau mungkin normal

Perkembangan lambat dibanding anak seusianya Tidak dapat menggunakan tangan atau hanya menggunakan satu tangan

Mengalami masalah dalam makan: menyedot, mengunyah, menelan Tubuh tampak kaku seperti papan sehingga sulit untuk digendong

Bayi jarang menangis atau tersenyum Sulit untuk berkomunikasi: tidak ada respon Munculnya refleks abnormal pada bayi

Intelegensia Intelegensia tidak selalu terganggu, walaupun terkadang tampak lambat dalam memberikan respon Terkadang anak CP tampak bodoh dan lambat karena gerakannya yang terhambat Setengah dari anak CP mengalami retardasi mental Anak membutuhkan latihan dan bantuan untuk dapat menunjukkan kemampuannya

Penyebab 1. Prenatal - infeksi: TORCH, sifilis - Radiasi - Anoksia 2. Perinatal - Asfiksia - Perdarahan otak - Bayi prematur - Bayi postmatur - Bayi kembar - Hiperbilirubinemia 3. Postnatal - Trauma kepala - Meningitis yang terjadi pada 6 bln pertama kehidupan - Racun: logam berat, CO

TIPE CEREBRAL PALSY 1. Paralisis Spastik 2. Athetosis 3. Ataksia

PARALISIS SPASTIK Kerusakan terjadi pada cortex cerebri Daerah tertentu pada cortex cerebri memiliki fungsi untuk mengendalikan tonus otot agar tetap normal Apabila terjadi kerusakan: tonus otot akan berlebihan atau disebut mengalami spastik (mengejang) tonus otot akan berkurang atau spastisitas semakin melemah (paralysis)

Jenis Posisi Spastik

Kelumpuhan

ATHETOSIS Kerusakan pada basal ganglia atau traktus ekstrapiramidal yang berfungsi utama mengendalikan pola gerak Gejala: gerakan-gerakan yang tidak terkoordinir dan tidak terkontrol kadang dapat terjadi pada bibir, mata, lidah, atau pada bagian tubuh yang lain. Otot otot tidak pernah mengalami kekejangan ataupun kelemahan (kelumpuhan)

ATAXIA Ditandai dengan adanya gerakan-gerakan yang tidak terkoordinasi dan kehilangan keseimbangan Sering terjatuh karena jalannya tidak seimbang, terhuyung-huyung, bagaikan seseorang yang sedang mabuk Letak kerusakan: cerebellum

POLIOMYELITIS

POLIO (nama virus) POLIOMYELITIS MYELUM (sumsum tl. Belakang) ITIS (peradangan) Poliomyelitis: suatu penyakit akut (mendadak) dan menular yang disebabkan oleh virus polio yang menyerang kornuanterior medulla spinalis

Poliomyelitis salah satu jenis kecacatan fisik yang terjadi pada anak-anak dibanyak negara, penyakit poliomyelitis menjadi penyebab cacat fisik yang paling umum pada anak-anak poliomyelitis banyak menyerang anak-anak, tetapi kadang-kadang juga menyerang orangorang dewasa

Karakteristik poliomyelitis Cacat tidak simetris. Lumpuh layuh dan otot mengecil. Kelayuhan dapat menjadi bengkok. Tidak mengganggu bagian tubuh lain. Sebagian besar memerlukan alat bantu mobilitas (brace, kruk, kursi roda, dsb).

Terjadinya Poliomyelitis Disebabkan oleh virus polio Virus polio menyerang Anterior Horn Cell (AHC), yaitu tanduk depan Spinal Cord merusak syaraf-syaraf yang mengontrol gerakan penderita mengalami kelumpuhan pada syaraf tepi yang mendapatkan distribusi AHC tersebut. Tidak semua anak yang terinfeksi virus polio menjadi lumpuh, hanya kecil prosentase yang menjadi lumpuh. Mendel et.al menyebutkan 10% anak terkena polio menjadi lumpuh dan 90% tidak mengalami gejala kelumpuhan.

Penyebaran Virus Polio Penyebaran virus polio ini umumnya bersifat fecal oral baik secara langsung maupun melalui perantara, contoh: debu dan makanan-minuman. Oleh karena itu, menjaga kebersihan makanan dan minuman, kebersihan alat-alat makan dan minum serta kebersihan tangan sebelum ataupun sesudah makan sangat dianjurkan untuk kesehatan. Virus dapat pula mnyebar melalui batuk dan bersin.

Proses Terjangkitnya Polio Virus polio menyebar melaui saluran pencernaan mulai dari mulut, tenggorokan dan saluran pencernaan bagian bawah virus akan menimbulkan infeksi. Dalam satu hari infeksi akan menyebar ke kelenjar getah bening, tonsil, usus halus dan juga ke kelenjar mesentrium yang terdapat pada usus. Hari ketiga virus berada dalam darah, kemudian terjadi penyebaran ke tempat lain sebagai infeksi sekunder (secondary infection). Pada tahap ini, terjadi multiplikasi virus bersamaan dengan timbulnya gejala-gejala klinis. Virus kadang langsung masuk memasuki susunan syaraf atau sistem pembuluh darah dan pembuluh limfe atau langsung terjadi infeksi pada susunan syaraf pusat kemudian didapatkan pada kotoran.

Gejala 1. Silent infection: tidak menunjukkan gejala, diketahui dari pemeriksaan lab 2. Abortive poliomyelitis: gejala berupa panas, lemas, tidak nafsu makan, muntah-muntah, sakit kepala, nyeri apabila menelan, batuk dan pilek 3. Non paralitik poliomyelitis: rasa nyeri yang hebat kekakuan otot-otot pada leher bagian belakang dan gangguan buang air besar (sembelit) 4. Paralitik poliomyelitis: kelemahan satu atau lebih otot rangka atau otot-otot kranial, kelumpuhan dapat juga terjadi pada kandung kencing.

Bentuk Kelainan Fungsi Gangguan fungsi mobilisasi Gangguan fungsi mental Gangguan fungsi sosial psikologis Gangguan fungsi komunikasi Gangguan fungsi memelihara diri sendiri

Kerusakan sistem saraf (1) Medulla spinalis (2) batang otak (3) cerebrum rasa sakit atau nyeri, spastisitas, hipertonus (kekakuan otot) stadium awal diakibatkan oleh gangguan pada batang otak, ganglia spinalis dan cornu pasterior medulla spinalis

Kerusakan saraf Kelainan syaraf akibat virus polio merupakan kerusakan syaraf yang bermuara dalam jaringan Virus hanya menyerang sel-sel syaraf di daerah tertentu dan tidak semua sel syaraf yang terkena mengalami kerusakan yang sama Kerusakan ada yang ringan dan berat Pada penderita yang rusaknya ringan dapat terjadi penyembuhan fungsi sel syaraf selama 3-4 minggu sesudah timbul gejala-gejala

Kerusakan otot dan tulang kelainan pada otot berupa otot menjadi kecil (atropi) akibat tidak ada persyarafan pada perkembangan lebih lanjut, rangsangan ke arah panjang tulang berasal dari tarikan otot yang lumpuh mengakibatkan pertumbuhan tulang terhambat, sehingga tulang menjadi pendek sendi menjadi tidak stabil dan akhirnya sendi mengalami perubahan bentuk (deformitas sendi)

Deformitas sendi 1) kaki jinjit (equines foot) 2) kaki melipat ke dalam (eversi)

Perbedaan CP dan Polio

Pencegahan Imunisasi Polio meningkatkan kebersihan diri dan lingkungan keluarga, kebersihan alat dan bahan makanan serta minuman

Imunisasi Polio Diberikan minimal 4 kali Imunisasi yang diberikan berupa vaksin yang mengandung virus polio yang sudah dilemahkan/dimatikan. Pemberian dalam bentuk oral atau suntikan. Kontraindikasi: diare berat, demam tinggi

VACCINE ASSOCIATED PARALYTIC POLIOMYELITIS (VAPP) Salah satu kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) Sindrom klinis kelumpuhan polio yang terjadi pada: 1. Anak yang baru menerima vaksin polio oral dalam kurun waktu 7-40 hari sebelumnya. 2. Anak yang mempunyai kontak dengan penerima vaksin polio oral dalam kurun waktu 7-60 hari sebelumnya.

Resiko kasus: 1:5,9 juta dosis (penerima vaksin); 1:6,7 juta dosis (kontak vaksin) Untuk menghindari VAPP vaksin polio diberikan secara suntikan.