BAB III GAMBARAN UMUM

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

DEMOGRAFI KOTA BANDUNG

PROFIL KABUPATEN / KOTA

BAB I PENDAHULUAN. memenuhi kebutuhan dan kepuasan secara langsung. Di dalam kehidupan seharihari

BAB III OBJEK PENELITIAN. Ibu kota Provinsi Jawa Barat. Kota Bandung terletak di antara Bintang

STATISTIK DAERAH KECAMATAN SUKAJADI 2016 ISSN : - No. Publikasi : Katalog BPS : Ukuran Buku : 17,6 cm x 25 cm Jumlah Halaman

BAB III TINJAUAN UMUM DAN RENCANA PENGEMBANGAN DAERAH PERENCANAAN

LAMPIRAN : SALINAN KEPUTUSAN WALIKOTA BANDUNG PEJABAT PENGELOLA INFORMASI DAN DOKUMENTASI KOTA BANDUNG

STATISTIK DAERAH. Kecamatan Sukajadi Kota Bandung Tahun 2015 BADAN PUSAT STATISTIK KOTA BANDUNG. Katalog BPS nomor :

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

IV. GAMBARAN UMUM KOTA CIMAHI. Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1974 tentang Pemerintahan dan Otonomi

Tabel 4.1 Wilayah Perencanaan RTRW Kota Bandung

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN

BAB II GAMBARAN UMUM KOTA BANDUNG

BAB III KARAKTERISTIK WILAYAH TIMUR KOTA BANDUNG

IV. KONDISI UMUM 4.1 Kondisi Fisik Wilayah Administrasi

V. GAMBARAN UMUM WILAYAH

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Propinsi Jawa Barat. Kota Bandung terletak di antara ,91 BT. Sebelah Utara : Kabupaten Bandung Barat

STATISTIK DAERAH KECAMATAN ANDIR 2015

BAB III GAMBARAN UMUM WILAYAH STUDI DAN RESPONDEN

Kecamatan Bojongloa Kaler

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BERITA DAERAH KOTA BANDUNG TAHUN : 2010 NOMOR : 20 PERATURAN WALIKOTA BANDUNG NOMOR : 332 TAHUN 2010 TENTANG

BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA

KEADAAN UMUM LOKASI PENELITIAN. Belitung yang terbentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2003 sejak

Penanggulangan Gangguan Penglihatan Nasional

GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. Administrasi

Oleh : Dr. Hj.AHYANI RAKSANAGARA, M.Kes (Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung) 29 Agustus 2014

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN

BAB II LETAK DAN LOKASI PENELITIAN. dan kota terbesar kedua di provinsi tersebut setelah Medan. Karena letak

BAB II GAMBARAN UMUM WILAYAH

BAB 3 TINGKAT RESIKO KEBAKARAN DI KAWASAN PERMUKIMAN PADAT KECAMATAN BOJONGLOA KALER TABEL III.1 KEPADATAN PENDUDUK KOTA BANDUNG

IV. KONDISI UMUM DAERAH PENELITIAN

KEADAAN UMUM DAERAH PENELIITIAN. berbatasan dengan Provinsi Jawa Barat. Letaknya antara Lintang

GAMBARAN UMUM WILAYAH PENELITIAN

BAB II GAMBARAN UMUM OBYEK PENELITIAN. Barat yang terletak diantara 107º30 107º40 Bujur Timur dan 6º25 6º45

IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN

Katalog BPS :

IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. 1. Sejarah Terbentuknya Kabupaten Lampung Barat

BAB 3 TINJAUAN WILAYAH

PROGRAM BANDUNG GREEN & CLEAN 2011

GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. A. Keadaan Umum Kabupaten Lampung Barat. mempunyai luas wilayah 4.951,28 km 2 atau 13,99 persen dari luas

Kata Sambutan Untuk mewujudkan visi Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai pelopor data statistik terpercaya untuk semua, BPS terus melakukan inovasi dan

BAB IV GAMBARAN UMUM PENELITIAN

METODE PENELITIAN. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang

STATISTIK DAERAH KECAMATAN SUMUR BANDUNG

Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bandung 2016 FLOWCHART SOP LAPOR! LAPOR! Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat 1

KONDISI UMUM LOKASI PENELITIAN

BAB IV GAMBARAN UMUM WILAYAH

DATA KECAMATAN DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA BANDUNG

A. Gambaran Umum Daerah

IV. GAMBARAN UMUM KOTA DUMAI. Riau. Ditinjau dari letak geografis, Kota Dumai terletak antara 101 o 23'37 -

KONDISI UMUM WILAYAH STUDI

STATISTIK DAERAH KECAMATAN LEMBEH UTARA

Statistik Daerah Kabupaten Bintan

PERATURAN WALIKOTA BANDUNG NOMOR : 218 TAHUN

Sekapur Sirih. Martapura, 11 Agustus 2010 Kepala BPS OKU Timur, Ir. DJONI NIP

LAPORAN INTERIM. Evaluasi Dan Pembuatan DED SPAM Regional Akibat Adanya Perubahan Jalur Jaringan Pipa Distribusi Utama Untuk Pelayanan Ke Kota Bandung

IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Metro. Kelurahan Karangrejo pertama kali dibuka pada zaman pemerintahan

BAB II. GAMBARAN UMUM WILAYAH DAN PEMBANGUNAN PENDIDIKAN DI KABUPATEN SUMBA BARAT

GEOGRAFI DAN IKLIM Curah hujan yang cukup, potensial untuk pertanian

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDRAL PAJAK KANTOR PELAYANAN PAJAK SURAT TAGIHAN PAJAK PAJAK PENGHASILAN ORANG PRIBADI / BADAN

TINJAUAN UMUM KOTA BANDUNG DAN WILAYAH GEDEBAGE

BAB IV KONDISI UMUM LOKASI PENELITIAN

Jumlah rumah tangga usaha pertanian di Kota Bandung Tahun 2013 sebanyak rumah tangga

Gambar 2 Peta Lokasi Penelitian

IV. GAMBARAN UMUM. Kabupaten Lampung Tengah adalah salah satu Kabupaten di Provinsi Lampung.

STATISTIK DAERAH KECAMATAN BENGKONG

IV. KONDISI UMUM WILAYAH

BAB V GAMBARAN UMUM PROPINSI JAWA BARAT. Lintang Selatan dan 104 o 48 '- 108 o 48 ' Bujur Timur, dengan luas wilayah

I. KARAKTERISTIK WILAYAH

KONDISI GEOGRAFI KOTA BANDUNG

KERJASAMA : BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KOTA BANDUNG DENGAN BADAN PUSAT STATISTIK KOTA BANDUNG

IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. Kota Bandar Lampung merupakan ibukota dari Provinsi Lampung. Secara

IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. Kabupaten Kulon Progo merupakan salah satu dari lima daerah otonom di

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

STATISTIK DAERAH Kecamatan Astanaanyar 2016

BAB III TINJAUAN WILAYAH KULON PROGO

BAB III Data Lokasi 3.1. Tinjauan Umum DKI Jakarta Kondisi Geografis

Jumlah PNSD Pemerintah Kota Cimahi Menurut Golongan Tahun

BAB I Klasifikasi Ruas Jalan Raya di Bandung

IV. KEADAAN UMUM DAERAH PENELITIAN

Katalog BPS :

STATISTIK DAERAH KECAMATAN ANDIR 2016 ISSN : - No. Publikasi : Katalog BPS : Ukuran Buku : 18,2 cm x 25,7 cm Jumlah Halaman :

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

BAB IV GAMBARAN UMUM WILAYAH

STATISTIK DAERAH KECAMATAN BANDUNG KULON Tahun ISSN / ISBN : - No. Publikasi : Katalog BPS : Ukuran Buku : 17,6 cm x


IV. GAMBARAN LOKASI PENELITIAN. A. Keadaan Umum Kabupaten Lampung Tengah BT dan LS, dan memiliki areal daratan seluas

Katalog BPS

III. KONDISI UMUM LOKASI PENELITIAN

STATISTIK DAERAH KECAMATAN BANDUNG KIDUL

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Wilayah Cibeunying merupakan salah satu wilayah yang berada di wilayah

BAB III OBJEK PENELITIAN. Kabupaten Bandung berdiri. Kabupaten Bandung dibentuk sekitar pertengahan

Transkripsi:

BAB III GAMBARAN UMUM Bab ini menjelaskan mengenai kondisi umum wilayah studi yang terdiri dari kondisi geografis kota Cimahi, kondisi geografis kota Bandung, aspek kependudukan kota Cimahi, aspek kependudukan kota Bandung, aspek pendidikan kota cimahi, aspek pendidikan kota Bandung, dan gambaran umum karakteristik pelajar tingkat SLTP dan SLTA yang melakukan pergerakan penglaju dengan tujuan sekolah di kota Bandung. 3.1 Gambaran Umum Wilayah Studi 3.1.1 Gambaran Umum Kota Cimahi 3.1.1.1 Letak Geografis Kota Cimahi merupakan kota Otonom, berdasarkan konteks regional kota Cimahi merupakan Bandung Metropolitan Area, sehingga kota Cimahi harus meringankan beban kota Bandung. Berdasarkan kondisi geografis Kota Cimahi terletak diantara 1070 30 30 BT 1070 34 30 dan 60 50 00 60 56 00 Lintang Selatan. Luas wilayah Kota Cimahi 40,2 Km2 menurut UU No. 9 Tahun 2001 dengan batas-batas administratif sebagai berikut : Sebelah Utara : Kecamatan Parongpong, Kecamatan Cisarua dan Kecamatan Ngamprah Kabupaten Bandung Sebelah Timur : Kecamatan Sukasari, Kecamatan Sukajadi, Kecamatan Cicendo dan Kecamatan Andir Kota Bandung Sebelah Selatan : Kecamatan Marga Asih, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung dan Kulon Kota Bandung Sebelah Barat : Kecamatan Padalarang, Kecamatan Batujajar dan Kecamatan Ngamprah Kabupaten Bandung Kota Cimahi termasuk ke dalam wilayah Propinsi Jawa Barat dan meliputi 3 Kecamatan yang terdiri dari 15 Kelurahan, yaitu : Kecamatan Cimahi Utara terdiri dari 4 Kelurahan, Kecamatan Cimahi Tengah terdiri dari 6 Kelurahan dan 22

23 Kecamatan Cimahi Selatan terdiri dari 5 Kelurahan. Dengan jumlah Rukun Kampung/Warga sebanyak 307 dan Rukun Tetangga 1.717. Berikut ini dapat dilihat peta wilayah studi kota Cimahi Gambar 3.1 dibawah ini: PETA KOTA CIMAHI Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Komputer Indonesia Bandung 2010 Gambar 3.1 Peta Kota Cimahi 3.1.1.2 Aspek Kependudukan Wilayah Kota Cimahi memliki luas 40,2 km2 yang tersebar di tiga kecamatan yaitu kecamatan Cimahi Selatan, Cimahi Utara dan Cimahi Tengah. Diantara ketiga kecamatan tersebut Cimahi Selatan merupakan daerah terluas yaitu seluas 16,9 km2 dengan penduduk sebanyak 235.409 jiwa, dan yang luasnya

24 terkecil adalah Cimahi Tengah yaitu seluas 10,00 km2 dengan jumlah penduduk sebanyak 172.790 jiwa. Secara keseluruhan pada tahun 2008 Kota Cimahi memiliki penduduk sebanyak 551.216 jiwa, Hal ini berarti mengalami peningkatan sebesar 2,7 % di banding tahun sebelumnya. Berikut ini dapat dilihat jumlah penduduk Kota Cimahi, kepadatan penduduk dan luas wilayah menurut kecamatan pada Tabel III-1. Tabel III-1 Jumlah Penduduk, Kepadatan Penduduk, dan Luas Wilayah Kota Cimahi Menurut Kecamatan No Kecamatan Luas Wilayah (Km 2 ) Jumlah Penduduk (jiwa) Kepadatan Penduduk (jiwa/km 2 ) 1. Kecamatan Cimahi Selatan 16,9 235.409 13.930 2. Kecamatan Cimahi Tengah 10,00 172.790 17.279 3. Kecamatan Cimahi Utara 13,3 143.017 10.753 Total 40,2 551.216 13.712 (Sumber: Kota Cimahi dalam angka Tahun 2009, BPS Kota Cimahi) Tingkat kepadatan Kota Cimahi tahun 2008 adalah 13.712 jiwa/km2, dimana kecamatan Cimahi Tengah memiliki kepadatan penduduk yang tinggi dibandingkan dua kecamatan lainnya yaitu mencapai 17.279 jiwa/km2. Hal ini terjadi disebabkan oleh mobilitas penduduk yang cukup tinggi karena penduduk lebih terkonsentrasi di pusat perkotaan Cimahi dengan keanekaragamannya. pusat kota Cimahi terdapat di Kecamatan Cimahi Tengah. Perbandingan jumlah penduduk laki-laki dan perempuan atau sex ratio di Kota Cimahi adalah 107,53 Ini berarti untuk setiap 100 perempuan terdapat 107 laki-laki. Berikut ini dapat dilihat jumlah penduduk kota Cimahi dan luas wilayah menurut jenis kelamin pada Tabel III-2.

25 Tabel III-2 Jumlah Penduduk Kota Cimahi Berdasarkan Jenis Kelamin Kecamatan Laki-Laki Perempuan Jumlah Penduduk Cimahi Selatan 117.300 112.337 229.637 Cimahi Tengah 88.461 81.023 169.484 Cimahi Utara 72.084 65.538 137.622 Total 277.845 258.898 536.743 (Sumber: Kota Cimahi dalam angka Tahun 2009, BPS Kota Cimahi) Tabel III-3 Jumlah Penduduk Kota Cimahi Berdasarkan Kelompok Umur Kelompok Umur Laki-Laki Perempuan L+P 0-4 27.202 26.033 53.235 5-9 28.087 25.739 53.826 10-14 26.103 23.456 49.559 15-19 24.178 22.428 46.606 20-24 25.270 25.187 50.457 25-29 25.949 27.572 53.521 30-34 27.220 26.991 54.211 35-39 24.635 21.741 46.376 40-44 20.176 17.377 37.553 45-49 16.308 14.129 30.437 50-54 12.807 10.669 23.476 55-59 9.291 7.686 16.977 60-64 6.547 5.619 12.166 65-69 4.931 4.353 9.284 70-74 3.489 3.252 6.741 75+ 3.418 3.373 6.791 Total 285.611 265.605 551.216 (Sumber: Kota Cimahi dalam angka Tahun 2009, BPS Kota Cimahi) Berdasarkan tabel III-3 jumlah penduduk menurut kelompok umur yang ada di kota Cimahi dengan jumlah 49.559 orang pada kelompok umur 10-14 dan 46.606 pada kelompok umur 15-19 (Sumber: BPS Kota Cimahi ). Dimana kedua kelompok umur ini merupakan kelompok umur yang mewakili usia pelajar SLTP yaitu 12-15 dan usia pelajar SLTA yaitu 15-17.

26 3.1.1.3 Aspek Pendidikan PETA SEBARAN SEKOLAH NEGERI DAN SWASTA TINGKAT SLTP DAN SLTA DI KOTA CIMAHI LEGENDA SMP, MTs SMA,SMK,MA NEGERI SWASTA Nama : Viesca E Gomies NIM : 10606003 Gambar 3.2 Peta Sebaran Sekolah Negeri dan Swasta Tingkat SLTP dan SLTA di Kota Cimahi Jika dilihat pada gambar 3.2, yaitu peta sebaran pendidikan tingkat SLTP dan SLTA dapat terlihat bahwa sekolah tingkat SLTP dan SLTA negeri tidak menyebar secara merata di tiap kecamatan dan jumlah sekolah negeri masih sangat minim, sedangkan untuk sekolah tingkat SLTP negeri dan swasta sudah menyebar hampir di setiap kecamatan. Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Komputer Indonesia Bandung 2010 Pada tahun ajaran 2007/2008, rasio perbandingan jumlah murid terhadap jumlah guru untuk Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah

27 lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) serta Sekolah Menengah Umum (SMU) adalah sebagai berikut 13,83, 22,94, 14,89 dan 13,85. Tabel III.4 Jumlah TK,SD,SLTP dan SLTA dan Jumlah Siswa Kota Cimahi TK SD SLTP SLTA No. Kecamatan J. J. J. Jml Jml Jml J. Siswa Jml Siswa Siswa Siswa 1. Cimahi 32 1.895 53 20.906 15 8.677 8 5.241 Selatan 2. Cimahi 31 2.137 58 20.403 16 9.080 15 8.801 Tengah 3. Cimahi Utara 29 1.081 42 13.027 14 5.323 17 8.393 Total 92 5.113 153 54.336 45 23.080 40 22.435 (Sumber: Kota Cimahi dalam angka Tahun 2009, BPS Kota Cimahi) Pada Tabel III.4 dapat dilihat bahwa jumlah sekolah-sekolah diatas terdiri dari sekolah negeri dan swasta. Untuk sekolah tingkat SLTP yang ada di kota Cimahi sekolah negeri jumlahnya masih sangat minim, dan hanya kecamatan Cimahi Tengah yang memiliki kapasitas sekolah negeri dan swasta yang lengkap. Hal ini dikarenakan jumlah pelajar tingkat SLTP dan SLTA paling banyak terdapat di kecamatan Cimahi Tengah. Untuk lebih jelas dalam melihat jumlah fasilitas pendidikan di kota Cimahi dapat dilihat pada Gambar 3.3.

28 Gambar 3.3 Diagram Jumlah Fasilitas Pendidikan di Kota Cimahi Dari gambar 3.3 menunjukan adanya sebuah fenomena yaitu pada kecamatan Cimahi utara dan Cimahi Tengah terlihat adanya kelebihan jumlah fasilitas, apabila berorientasi pada jumlah SLTP yang ada (14 buah dan 16 buah) harusnya terdapat sekitar 11 SLTA di Kecamatan Cimahi Utara dan 13 SLTA di Kecamatan Cimahi Tengah. Sedangakan untuk kecamatan Cimahi Selatan terlihat adanya kekurangan pada penyediaan fasilitas pendidikan tingkat SLTA jika berorientasi pada jumlah SLTP yang ada (15 buah) sehingga jumlah fasilitas yang seharusnya disediakan di Cimahi Selatan adalah 12 SLTA dengan demikian ada kecenderungan pelajar yang tinggal di Cimahi Selatan lebih memilih fasilitas pendidikan di luar kecamatannya bahkan di luar kota Cimahi. 3.1.2 Gambaran Umum Kota Bandung 3.1.2.1 Kondisi Geografis Kota Bandung terletak diwilayah Jawa Barat dan merupakan Ibukota Propinsi Jawa Barat. Kota Bandung terletak di antara 107 0 36 bujur timur dan 6 0 55 lintang selatan. Lokasi Kota Bandung cukup strategis, dilihat dari segi komunikasi, dan perekonomian. Hal tersebut dikarenakan Kota Bandung terletak pada pertemuan poros jalan yaitu:

29 a. Barat-timur yang memudahkan hubungan dengan Ibukota Negara b. Utara-selatan yang memudahkan lalu lintas ke daerah perkebunan (subang dan pengalengan) Kota Bandung merupakan salah satu kota di Provinsi Jawa Barat yang sekaligus menjadi ibukota Provinsi, yang terbagi dalam 6 Wilayah Pengembangan, 26 Kecamatan, 139 Kelurahan. Secara adminsistartif, kota Bandung terletak sebagai berikut: Secara topografi Kota Bandung terletak pada ketinggian 791 meter di atas permukaan laut (dpl), titik tertinggi di daerah utara dengan ketinggian 1.050 meter dan terendah di sebelah selatan 675 meter di atas permukaan laut. Di wilayah Kota Bandung bagian selatan sampai lajur lintasan kereta api, permukaan tanah relative datar sedangkan di wilayah kota bagian utara berbukit-bukit. Dari wilayah perbukitan bandung utara inilah orang dapat menyaksikan bentuk dan panorama keseluruhan Kota Bandung. Keadaan geologis dan tanah yang ada di Kota Bandung dan sekitarnya lapisan alluvial hasil letusan Gunung Tangkuban Perahu. Jenis material di bagian utara umumnya merupakan jenis andosol, di bagian selatan serta di bagian timur terdiri atas sebaran jenis alluvial kelabu dengan bahan endapan liat. Di bagian tengah dan barat tersebar jenis tanah andosol. Iklim asli Kota Bandung dipengaruhi oleh pegunungan di sekitarnya sehingga cuaca yang terbentuk sejuk dan lembab. Namun beberapa waktu belakangan ini temperature rata-rata Kota Bandung meningkat tajam, hingga mencapai 30,7 0 C dengan temperature tertinggi yaitu pada bulan September. Hal tersebut diduga terutama disebabkan oleh polusi udara akibat kendaraan bermotor di Kota Bandung masih cukup tinggi. Pata kota Bandung dapat terlihat pada Gambar 3.4.

30 PETA KOTA BANDUNG Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Komputer Indonesia Bandung 2010 Gambar 3.4 Peta Kota Bandung 3.1.2.2 Aspek Kependudukan Rata-rata kepadatan penduduk Kota Bandung 13.927,48 jiwa/km², dilihat dari segi kepadatan penduduk per Kecamatan, maka Kecamatan Bojongloa Kaler merupakan daerah terpadat dengan kepadatan penduduk 39.240,26 jiwa/km². Salah satu upaya Pemerintah Kota Bandung untuk mengurangi tingkat kepadatan penduduk adalah dengan Program Transmigrasi ke daerah luar Pulau Jawa, diantaranya ke Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Irian Jaya. Berikut ini dapat dilihat jumlah penduduk kota Bandung dan luas wilayah menurut kecamatan pada tabel III-6 dibawah ini:

31 Tabel III.6 Jumlah Penduduk dan Luas Wilayah Kota Bandung Menurut Kecamatan Kecamatan Luas Wilayah Jumlah (Km 2 ) Penduduk (jiwa) Bandung Kulon 6,46 125.369 Babakan Ciparay 7,47 137.392 Bojong Loa Kaler 3,03 118..898 Bojong Kidul 6,26 79.478 Astana Anyar 2,89 70.648 Regol 4,30 83.713 Lengkong 5,90 72.059 Bandung Kidul 6,06 50.109 Marga Cinta 10,87 112.325 Rancasari 13,17 72.309 Cibiru 10,81 89.201 Ujungberung 10,34 84.931 Aracamanik 8,80 68.860 Cicadas 8,66 108.245 Kiaracondong 6,12 128.121 Batununggal 5,03 122.345 Sumur Bandung 3,40 39.383 Andir 3,71 103.975 Cicendo 6,86 99.425 Bandung Wetan 3,39 31.714 Cibeunying Kidul 5,25 110.012 Cibeunying Kaler 4,50 68.145 Coblong 7,35 124.121 Sukajadi 4,30 100.244 Sukasari 6,27 76.671 Cidadap 6,11 52.209 Total 167,29 2.329.928 (sumber: Kota Cimahi dalam angka Tahun 2009, BPS Kota Bandung\ 3.2.2.3 Aspek Pendidikan Berikut ini dapat dilihat jumlah penduduk kota Bandung dan luas wilayah menurut kecamatan pada Tabel III-7.

32 Tabel III.7 Banyak Sekolah Menurut Kecamatan dan Tingkatan Sekolah Di Kota Bandung Kecamatan Jumlah fasilitas Sekolah TK SD SLTP SLTA Bandung Kulon 15 55 4 3 Babakan Ciparay 14 51 5 1 Bojong Loa Kaler 13 23 8 7 Bojong Kidul 9 26 5 5 Astana Anyar 18 45 6 6 Regol 16 46 13 14 Lengkong 20 33 12 24 Bandung Kidul 9 14 3 10 Marga Cinta 28 76 6 8 Rancasari 20 18 2 Cibiru 21 36 9 10 Ujungberung 23 31 10 4 Aracamanik 44 34 6 3 Cicadas 21 40 5 4 Kiaracondong 20 53 8 12 Batununggal 14 38 7 2 Sumur Bandung 15 31 8 12 Andir 11 46 20 18 Cicendo 22 49 17 16 Bandung Wetan 18 22 13 9 Cibeunying Kidul 16 52 7 6 Cibeunying Kaler 15 24 6 10 Coblong 20 48 14 17 Sukajadi 15 45 3 4 Sukasari 20 34 10 5 Cidadap 8 18 6 4 Total 473 888 213 214 (Sumber: Kota Bandung dalam angka Tahun 2009, BPS Kota Bandung) Pada Tabel III-6 dapat dilihat bahwa jumlah sekolah-sekolah diatas terdiri dari sekolah negeri dan swasta. Untuk TK negeri hanya terdapat pada 3 kacamatan yaitu kecamatan bandung kulon, batununggal, dan coblong. Sedangkan untuk SD, sekolah negeri dan swasta bersifat swasta bersifat menyebar, untuk SLTP hanya kecamatan bandung kulon yang tidak terdapat sekolah negeri, dan untuk tingkat SLTA di bagi menjadi SMU dan SMK. Untuk sekolah tingkat SLTA ada juga kecamatan yang tidak meiliki sekolah tingkat SLTA yaitu SMU ataupun SMK seperti bandung kulon.