BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
|
|
|
- Hadian Setiabudi
- 7 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pertumbuhan penduduk Kota Bandung yang sangat tinggi baik secara alami maupun akibat arus urbanisasi mengakibatkan permintaan untuk perumahan semakin besar. Salah satu pihak yang berkompeten dalam penyediaan pembangunan perumahan adalah Perum Perumnas Cabang Bandung yang membangun perumahan dengan skala besar di Kota Bandung yang dibangun pada tahun Pembangunan ini adalah untuk mendorong pembangunan kota yang terarah dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat. Penataan dan pengelolaan perumahan dan permukiman yang layak dan terjangkau berdasarkan rencana tata ruang merupakan misi Perum Perumnas untuk mendukung pengembangan wilayah secara berkelanjutan termasuk mendukung kebijakan pemerintah kota dalam upaya penerapan kebijakan di bidang perumahan dan permukiman. Pembangunan perumahan berskala besar di Kota Bandung terletak di sebelah timur Kota Bandung yang termasuk wilayah pengembangan (WP) Ujung Berung yaitu Perumahan Griya Bumi Antapani yang dibangun pada pelita III yang saat ini termasuk kedalam wilayah administratif Kecamatan Antapani. Lingkungan perumahan ini memiliki areal seluas 143 Ha, yang dibangun dalam 2 tahap, tahap I dibangun pada tahun 1985 dan tahap II dibangun pada tahun Selain itu, Perum Perumnas juga memiliki lahan seluas 32,1 Ha dan lahan tersebut berdekatan dengan Griya Bumi Antapani yang dimanfaatkan oleh pengembang lain. Ada empat kompleks perumahan selain Perumahan Griya Bumi Antapani yaitu, Perumahan Bougenville Estate, Perumahan Pratista, Perumahan Mitra Dago Parahyangan dan Perumahan Belleza. Dengan demikian keseluruhan lahan milik Perum Perumnas yang dibangun untuk perumahan mencakup 175,1 Ha dengan jumlah rumah 7374 unit. Dengan melihat jumlah unit rumah tersebut bisa dikatakan bahwa perumahan di Antapani berpotensi dapat membangkitkan pergerakan yang besar terutama pergerakan dengan maksud bekerja yang selalu dilakukan setiap hari oleh pelaku pergerakan.
2 2 Untuk mencapai lokasi tempat bekerja pelaku pergerakan dari dan ke perumahan di Antapani dilayani oleh beberapa ruas jalan. Jalan tersebut adalah Jalan Purwakarta, Jalan Terusan Jakarta, Jalan Parakan, Jalan Pacuan Kuda dan Jalan Antapani. Dari beberapa jalan tersebut jalan yang dilalui oleh angkutan umum adalah Jalan Purwakarta dan Jalan Terusan Jakarta yang mana pada jamjam sibuk pagi hari dan sore hari relatif macet. Dengan jumlah rumah yang banyak dan tingginya volume lalu-lintas di beberapa ruas jalan yang menghubungkan perumahan di Antapani dengan lokasi lain dan juga adanya ketersediaan sarana dan prasarana transportasi jalan maka potensi pergerakan dari dan ke kawasan perumahan di Antapani diperkirakan cukup tinggi. Mengingat salah satu maksud pergerakan yang dominan adalah bekerja maka pertanyaan yang ingin di jawab dalam penelitian ini adalah yang berkaitan dengan karakteristik pergerakan penduduk dengan maksud bekerja. 1.2 Rumusan Masalah Dengan adanya perumahan di Antapani dan didukung pula dengan kertersediaan prasarana jalan maka akan berpotensi menimbulkan pergerakan terutama pergerakan dengan maksud bekerja. Berdasarkan hal tersebut, maka pentingnya meneliti karakteristik pergerakan, khususnya pergerakan dengan maksud bekerja. Dengan melihat fenomena yang terjadi, maka yang ingin di jawab dalam penelitian ini adalah bagaimana karakteristik pergerakan penduduk perumahan di Antapani dengan maksud bekerja, yang mencakup: 1. Bagaimana sebaran pergerakan dengan maksud bekerja yang berasal dari perumahan di Antapani? 2. Apa moda yang digunakan untuk pergi dan pulang bekerja? 3. Apakah ada tujuan antara pada saat pergerakan dari rumah ke tempat kerja dan sebaliknya? 4. Bagaimana rute pergerakan dengan maksud bekerja? 5. Bagaimana sebaran waktu pergerakan pada saat pergi dan pulang bekerja? 6. Berapa lama waktu tempuh yang dibutuhkan dalam melakukan pergerakan pergi dan pulang bekerja?
3 3 7. Berapa biaya yang dikeluarkan untuk pergerakan dengan maksud bekerja? 8. Bagaimana persepsi mengenai kondisi lalu-lintas saat pergi dan pulang bekerja? 9. Apakah ada hubungan keterkaitan antar komponen-komponen karakteristik tersebut? Pergerakan yang dimaksud mencakup bangkitan dan tarikan dari dan ke perumahan terstruktur di Antapani berkaitan dengan maksud bekerja. 1.3 Tujuan, Sasaran dan Manfaat Tujuan Berdasarkan latar belakang dan rumusan permasalahan yang telah diuraikan pada sub bab sebelumnya, maka tujuan studi ini adalah untuk mengetahui karakteristik pergerakan penduduk yang bermukim di perumahan terstruktur di Kecamatan Antapani dengan maksud bekerja Sasaran Sedangkan sasaran-sasaran yang ingin dicapai berkaitan dengan tujuan di atas, yaitu: 1. Identifikasi kecamatan tempat bekerja 2. Identifikasi moda yang digunakan pada saat pergi dan pada saat pulang bekerja 3. Identifikasi tujuan antara pada saat pergi dan pada saat pulang bekerja 4. Identifikasi rute pada saat pergi dan pada saat pulang bekerja 5. Identifikasi waktu pergi dari rumah dan waktu pulang ke rumah 6. Identifikasi waktu tempuh menuju tempat bekerja dan waktu tempuh pulang ke rumah 7. Identifikasi biaya yang dikeluarkan dalam satu minggu 8. Identifikasi persepsi kondisi lalu lintas pada saat pergi dan pada saat pulang bekerja 9. Analisis hubungan antara komponen-komponen variabel karakteristik pergerakan
4 Manfaat Manfaat dari hasil penelitian ini adalah : 1. Memberikan gambaran distribusi pergerakan dari perumahan terstruktur di Kecamatan di Antapani. 2. Memberikan gambaran kontribusi pergerakan perumahan terstruktur di Kecamatan Antapani terhadap volume lalu-lintas. 1.4 Ruang Lingkup Ruang lingkup penelitian ini dibagi menjadi dua, yaitu : ruang lingkup wilayah studi dan ruang lingkup materi yang akan dipaparkan pada sub-sub bab selanjutnya Ruang lingkup Wilayah Studi Wilayah studi yang akan dikaji adalah perumahan terstruktur di Antapani yang terletak di Kecamatan Antapani Kota Bandung. Pertimbangan pemilihan perumahan di Kecamatan Antapani yang dijadikan lokasi studi adalah atas dasar : 1. Perumahan ini adalah perumahan berskala besar yang berkembang dari tahun ke tahun 2. Perumahan ini terletak tidak jauh dari pusat kota dan pusat kegiatan lain (cukup strategis) 3. Perumahan ini dilalui rute angkutan umum Pengambilan sampel dalam studi ini hanya dibatasi pada perumahan terstruktur di Kecamatan Antapani yang menempati kavling tanah matang (KTM) milik Perum Perumanas Antapani, yaitu Perumahan Griya Antapani I, Perumahan Griya Antapani II, Perumahan Bougenville Estate, Perumahan Pratista Antapani, Perumahan Mitra Dago Parahyangan dan Perumahan Belleza. Untuk lebih jelasnya mengenai Peta Perumahan di Kecamatan Antapani Kota Bandung dapat dilihat pada Gambar 1.1.
5 5 Gambar 1.1 Peta Perumahan di Antapani
6 Ruang Lingkup Materi Penyusunan tugas akhir dengan judul Identifikasi Karakteristik Pergerakan Penduduk Dengan Maksud Bekerja (Studi Kasus : Perumahan Terstruktur Di Kecamatan Antapani Kota Bandung) ini difokuskan pada pembahasan mengenai karakteristik pergerakan penduduk perumahan terstruktur di Antapani Kota Bandung dengan maksud bekerja. Untuk lebih jelasnya lingkup pembahasan studi ini meliputi : 1. Mengidentifikasi kecamatan tempat bekerja Identifikasi kecamatan tempat bekerja akan memberikan gambaran mengenai kecamatan tempat bekerja penduduk yang bertempat tinggal di Perumahan di Antapani, yaitu berada di Kecamatan Antapani, Kecamatan lain di Kota Bandung, dan di luar Kota Bandung. Tujuannya untuk mengetahui sebaran pergerakan dengan maksud bekerja. 2. Mengidentifikasi moda yang digunakan pada saat pergi dan pada saat pulang bekerja Identifikasi moda/kendaraan yang digunakan pada saat pergi dan saat pulang bekerja akan memberikan gambaran mengenai moda/kendaraan yang digunakan pelaku pergerakan. Moda yang digunakan antara lain : angkutan umum (angkot), angkutan umum roda dua (ojek), angkutan umum roda tiga (becak), Bus kota, bus karyawan, angkutan pribadi roda empat, angkutan pribadi roda dua dan lainnya. Tujuannya untuk mengetahui moda yang digunakan pada saat pergi dan pulang bekerja. 3. Mengidentifikasi tujuan antara pada saat pergi dan pada saat pulang bekerja Identifikasi tujuan antara pada saat pergi dan pada saat pulang akan memberikan gambaran mengenai tujuan lain pada saat pergerakan dari rumah ke tempat kerja begitu pula sebaliknya. Tujuan lain yang dimaksud antara lain : berbelanja, mengantar/jemput anak, mengantar saudara/kerabat, mengunjungi teman/saudara, pergi ke fasilitas kesehatan, urusan pribadi, rekreasi dan lain-lain. Tujuannya adalah untuk mengetahui pola dan jenis pergerakan pergi dan pulang bekerja
7 7 4. Mengidentifikasi rute pada saat pergi dan pada saat pulang bekerja Identifikasi rute pada saat pergi dan pada saat pulang bekerja akan memberikan gambaran mengenai rute yang rutin dilalui saat menuju lokasi tempat bekerja dan rute saat pulang bekerja. Gambaran mengenai rute dapat dilihat berdasarkan moda yang digunakan, jika moda yang digunakan adalah angkutan umum maka rute dilihat berdasarkan trayek angkutan umum tersebut, namun jika menggunakan kendaraan pribadi ditanyakan langsung kepada responden mengenai rute jalan yang rutin dilalui. Tujuannya adalah untuk mengetahui jalan yang dilalui saat pergi dan pulang bekerja oleh pelaku pergerakan 5. Mengidentifikasi waktu pergi dari rumah dan waktu pulang ke rumah Identifikasi waktu pada saat pergi saat pulang akan memberikan gambaran mengenai waktu pergi melakukan aktivitas bekerja dan waktu pada saat pulang setelah beraktivitas bekerja. Tujuannya untuk mengetahui waktu puncak pada saat pergi dan pulang bekerja. 6. Mengidentifikasi waktu tempuh perjalanan menuju lokasi tempat bekerja dan waktu tempuh saat pulang ke rumah Identifikasi waktu tempuh menuju lokasi tempat bekerja dan waktu tempuh saat pulang ke rumah akan memberikan gambaran mengenai waktu tempuh yang dibutuhkan menuju lokasi tempat bekerja dan waktu tempuh saat pulang ke rumah. Waktu tempuh yang dimaksud antara lain : <10 menit, menit, menit, menit, menit, menit dan >61 menit. Tujuannya adalah untuk mengetahui seberapa lama waktu yang dibutuhkan saat menuju lokasi tempat bekerja dan waktu tempuh saat pulang ke rumah yang dilakukan oleh pelaku pergerakan, yang dalam studi ini akan dikaji waktu tempuh pergerakan yang dihitung dari rumah pelaku pergerakan sebagai titik asal (rumah) serta waktu tempuh pergerakan yang dihitung dari lokasi tempat bekerja menuju titik asal (rumah). 7. Mengidentifikasi biaya yang dikeluarkan dalam satu minggu Identifikasi biaya yang dikeluarkan akan memberikan gambaran mengenai biaya pergerakan yang harus dikeluarkan dalam satu minggu. Biaya pergerakan yang dimaksud adalah <Rp , Rp Rp ,
8 8 Rp Rp dan >Rp Tujuannya adalah untuk mengetahui biaya pergerakan yang harus dikeluarkan oleh pelaku pergerakan dalam satu minggu. 8. Mengidentifikasi persepsi kondisi lalu lintas pada saat pergi dan pada saat pulang Identifikasi persepsi kondisi lalu lintas pada saat pergi dan pada saat pulang akan memberikan gambaran mengenai persepsi mengenai kondisi lalu lintas saat pergi menuju lokasi tempat bekerja dan saat pulang bekerja. Persepsi kondisi lalu lintas yang dimaksud adalah macet, sedikit macet dan tidak macet. Tujuannya adalah untuk mengetahui persepsi dari pelaku pergerakan mengenai kondisi lalu-lintas saat pergi menuju lokasi tempat bekerja dan saat pulang ke bekerja. 9. Menganalisis hubungan antara komponen-komponen variabel karakteristik pergerakan Analsisis hubungan/keterkaitan antara komponen variabel karakteristik pergerakan pada saat pergi dan pulang bekerja. Terdiri dari waktu dengan kecamatan tempat bekerja, waktu dengan tujuan antara, waktu dengan persepsi kondisi lalu-lintas, waktu dengan rute, waktu pergerakan dengan waktu tempuh, moda dengan kecamatan tempat bekerja, moda dengan waktu tempuh, moda dengan biaya, moda dengan waktu, moda dengan persepsi kondisi lalu-lintas, tujuan antara dengan moda, tujuan antara dengan waktu tempuh, tujuan antara dengan biaya, tujuan antara dengan rute, waktu tempuh dengan kecamatan tempat bekerja, waktu tempuh dengan rute, waktu tempuh dengan persepsi kondisi lalu-lintas, waktu tempuh dengan biaya, biaya dengan kecamatan tempat bekerja, rute dengan kecamatan tempat bekerja dan rute dengan persepsi kondisi lalu-lintas. Untuk lebih jelasnnya, variabel penelitian yang akan di bahas pada setiap sasaran dapat dilihat pada Tabel I.1 dibawah ini :
9 9 Tabel I.1 Variabel Penelitian Sasaran Identifikasi kecamatan tempat bekerja untuk mengetahui sebaran pergerakan dengan maksud bekerja Variabel Kecamatan tempat bekerja (1) Kawasan di wilayah studi (Kecamatan Antapani) (2) Kec. Kiaracondong (3) Kec. Arcamanik (4) Kec. Mandalajati (5) Kec. Buahbatu (6) Kec. Cibeunying Kidul (7) Kec. Batununggal (8) Kec. Gedebage (9) Kec. Cinambo (10) Kec. Ujungberung (11) Kec. Cibeunying Kaler (12) Kec. Bandung Wetan (13) Kec. Sumur Bandung (14) Kec. Lengkong (15) Kec. Bandung Kidul (16) Kec. Rancasari (17) Kec. Cibiru (18) Kec. Panyileukan (19) Kec. Coblong (20) Kec. Regol (21) Kec. Cicendo (22) Kec. Andir (23) Kec. Sukajadi (24) Kec. Astana Anyar (25) Kec. Cidadap (26) Kec. Bojongloa Kidul (27) Kec. Bojongloa Kaler (28) Kec. Babakan Ciparay (29) Kec. Sukasari (30) Kec. Bandung Kulon (31) Kec. Luar Kota Bandung
10 10 Lanjutan Tabel Identifikasi moda yang digunakan pada saat pergi dan pada saat pulang bekerja Moda yang digunakan pada saat pergi bekerja Angkutan umum (Angkot) Angkutan umum roda dua (Ojek) Angkutan umum roda tiga (Becak) Bus kota Bus karyawan Angkutan pribadi roda empat Angkutan pribadi roda dua Lainnya Moda yang digunakan pada saat pulang bekerja Angkutan umum (Angkot) Angkutan umum roda dua (Ojek) Angkutan umum roda tiga (Becak) Bus kota Bus karyawan Angkutan pribadi roda empat Angkutan pribadi roda dua Lainnya Identifikasi tujuan antara pada saat pergi dan pada saat pulang bekerja untuk mengetahui jenis pergerakan pergi dan pulang bekerja Tujuan antara sebelum ke tempat kerja Berbelanja Mengantar/jemput anak Mengantar/jemput kerabat/saudara Mengunjungi teman/saudara Pergi ke fasilitas kesehatan Urusan pribadi Rekreasi Lain-lain Tujuan antara sesudah pulang bekerja Berbelanja Mengantar/jemput anak Mengantar/jemput kerabat/saudara Mengunjungi teman/saudara Pergi ke fasilitas kesehatan Urusan pribadi Rekreasi Lain-lain Identifikasi rute pada saat pergi dan pada saat pulang bekerja untuk mengetahui jalan yang dilalui pergi dan pulang bekerja Trayek angkutan umum yang rutin digunakan saat pergi dan pulang bekerja (jika moda yang digunakan angkutan umum) Rute jalan yang rutin dilalui saat menuju ke tempat kerja dan sebaliknya (jika moda yang digunakan angkutan pribadi)
11 11 Lanjutan Tabel Identifikasi waktu pergi dari rumah dan waktu pulang ke rumah untuk mengetahui waktu puncak pergi dan pulang bekerja Identifikasi waktu tempuh menuju tempat bekerja dan waktu tempuh pulang ke rumah Identifikasi biaya yang dikeluarkan dalam satu minggu Identifikasi persepsi kondisi lalu lintas pada saat pergi dan pada saat pulang bekerja Waktu pergi dan pulang bekerja Pergi Pulang Waktu tempuh pergerakan dengan maksud bekerja Pergi Pulang < 10 menit < 10 menit menit menit menit menit menit menit menit menit menit menit Biaya pergerakan yang dikeluarkan dalam satu minggu < Rp Rp Rp Rp Rp >Rp Kondisi lalu lintas pada saat pergi bekerja Macet Sedikit macet Tidak macet Kondisi lalu lintas pada saat pulang bekerja Macet Sedikit macet Tidak macet
12 12 Lanjutan Tabel Analisis hubungan antara dua variabel yang dapat mempengaruhi pergerakan dengan maksud bekerja pada saat pergi dan pulang Moda dengan kecamatan tempat bekerja Moda dengan waktu tempuh Moda dengan biaya Moda dengan waktu bergerak Moda dengan persepsi kondisi Tujuan antara dengan moda Tujuan antara dengan waktu tempuh Tujuan antara dengan biaya Tujuan antara dengan Rute Rute dengan kecamatan tempat bekerja Rute dengan persepsi kondisi lalu-lintas Waktu bergerak dengan kecamatan tempat bekerja Waktu bergerak dengan tujuan antara Waktu bergerak dengan persepsi kondisi lalulintas Waktu bergerak dengan rute Waktu bergerak dengan waktu tempuh lalu-lintas Waktu tempuh dengan kecamatan tempat bekerja Waktu tempuh dengan rute Waktu tempuh dengan persepsi kondisi lalulintas Waktu tempuh dengan biaya Biaya dengan kecamatan tempat bekerja Sumber : Hasil pengembangan teori, Metode Penelitian Untuk mencapai tujuan penelitian diperlukan metode dan pendekatan yang tepat agar dapat memperoleh data yang relevan serta pelaksanaan penelitian yang tepat. Oleh karena itu, pelaksanaan penelitian menggunakan beberapa teknik metode penelitian, yaitu : Penentuan Jumlah Sampel Untuk penyebaran kuesioner tidak diberikan kepada seluruh penduduk Perumahan di Antapani, tetapi kepada sampel yang telah ditentukan. Sampel adalah sebagian dari populasi yang digunakan untuk mempelajari populasi dimana dia berasal (Suntoyo,1990). Penentuan jumlah sampel diambil dari menghitung populasi (jumlah rumah) di wilayah studi. Jumlah rumah di wilayah studi adalah sebanyak 7374 rumah. Untuk menentukan atau memperkirakan besarnya sampel maka teknik pengambilan sampel adalah dengan menggunakan rumus slovin, yaitu :
13 13 n 2 1 e Dimana : n = jumlah sampel minimum yang diperlukan N = jumlah populasi (7374 unit rumah) e = persen kelonggaran ketidaktelitian karena kesalahan pengambilan sampel yang masih dapat ditolerir (pada penelitian ini digunakan 10%) Berdasarkan hasil rumusan diatas dan dikaitkan dengan nilai krisis atau batas kesalahan yang ditetapkan dalam penelitian ini adalah 10% maka, diperoleh banyaknya sampel yang diteliti adalah : n ,1 n n sampel Beradasarkan rumus tersebut maka dalam studi ini diambil sampel sebanyak 99 responden. Cara membagikan jumlah sampel secara keseluruhan di wilayah studi dengan menggunakan rumus : n 1 1 n N 1 N n 1 n : Ukuran populasi (jumlah unit rumah dari tiap perumahan) : Ukuran populasi keseluruhan (jumlah unit rumah keseluruhan) : Ukuran sampel untuk tiap-tiap rumah : Ukuran sampel keselurahan
14 14 Hasil rumusan diatas dan dikaitkan dengan jumlah rumah di wilayah studi maka diperoleh banyaknya sampel untuk setiap Perumahan terstruktur di Kecamatan Antapani seperti terlihat pada Tabel III.2 berikut ini. Tabel I.2 Penentuan Jumlah Sampel Perumahan Terstruktur Di Kecamatan Antapani Perumahan di Antapani Jumlah Rumah Total Responden Jumlah % Griya Antapani I Griya Antapani II Bougenville Estate Pratista Antapani Mitra Dago Parahyangan Belleza Total Sumber : Hasil Survey Dan Analisis, Teknik Pengumpulan Data Pengumpulan data merupakan langkah penting yang harus dilakukan sebagai dasar analisis interpretasi. Pengumpulan data adalah prosedur sistematik dan standar untuk memperoleh data yang diperlukan Pengumpulan Data Primer Data primer adalah informasi yang dikumpulkan langsung dari sumber informasi penelitian dan peneliti berfungsi sebagai pengumpul data dengan menyebarkan kuesioner yang diisi oleh responden dengan menyebarkan beberapa daftar pertanyaan yang bersifat terbuka. Kuesioner adalah sebuah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam laporan tentang pribadinya atau hal-hal yang Ia ketahui. Berdasarakan cara menjawab dan jawaban yang diberikan maka jenis kuesioner yang dipakai dalam penelitian ini adalah kuesioner terbuka yang artinya adalah bahwa kuesioner yang dipakai adalah kuesioner yang didalamnya terdapat pertanyaan yang dijawab sendiri oleh responden. Dimana di dalam penelitian ini data yang ingin didapat adalah : Lokasi kecamatan tempat bekerja; Waktu pergi dari rumah dan waktu pulang ke rumah; Tujuan antara pada saat pergi dan pada saat pulang bekerja;
15 15 Moda yang digunakan saat pergi dan pulang bekerja; Waktu tempuh yang dibutuhkan menuju tempat bekerja dan waktu tempuh pulang ke rumah; Biaya pergerakan yang dikeluarkan dalam satu minggu; Jalan yang dilalui saat pergi dan pulang bekerja; Persepsi mengenai kondisi lalu lintas pada saat pergi dan pulang bekerja. Langkah-langkah memproleh data primer adalah : Menentukan jumlah sampel rumah di wilayah studi. Menentukan jumlah sampel pada masing-masing kompleks di wilayah studi secara acak atau random. Menanyakan kesediaan ke setiap anggota keluarga yang bekerja di dalam setiap rumah untuk menjadikan salah satu anggota keluarganya yang bekerja sebagai sampel penelitian. Menjelaskan secara singkat kepada anggota keluarga yang bekerja mengenai tujuan dilakukan penelitian ini. Menjelaskan tata cara pengisisan kuesioner kepada anggota keluarga yang bekerja. Jika pada saat kuesioner diberikan kepada responden salah satu anggota keluarga yang bekerja, kuesioner dapat segera terisi berdasarkan informasi yang diharapkan. Namun jika responden anggota keluarga yang bekerja memerlukan waktu untuk mengisi kuesioner maka kuesioner diambil pada lain waktu yang telah disepakati Pengumpulan Data Sekunder Data Sekunder adalah data atau informasi yang telah dikumpulkan oleh pihak lain dan peneliti berfungsi sebagai pemakai data. Data tersebut baik berupa studi literatur, data instansi pemerintah, majalah, jurnal, peta-peta yang berkaitan dengan wilayah studi, peraturan/kebijaksanaan pemerintah dan dari internet. Survey Sekunder dilakukan untuk memperoleh data : - Kependudukan Kecamatan Antapani - Luas Perumahan di Antapani - Jumlah unit rumah di perumahan di Antapani
16 16 - Perkembangan perumahan terstruktur di Kecamatan Antapani - Nama-nama perusahaan pengembang perumahan terstruktur di Kecamatan Antapani - Batas perumahan terstruktur di Kecamatan Antapani dan batas dari tiap-tiap kompleks perumahan terstruktur di Kecamatan Antapani Teknik Analisis Data Kegiatan analisis merupakan tindak lanjut dari hasil pengumpulan data, dimana di dalam kegiatan ini teknik analisis yang digunakan dengan menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif dan metode analisis kuantitatif. 1. Metode Analisis Dekriptif Metode anaisis deskriptif merupakan analisis yang dilakukan tidak berdasarkan hubungan matematika, akan tetapi berdasarkan logika mengenai suatu keadaan yang diungkapkan secara deskriptif dan didasari oleh suatu penguraian sebab akibat. Analisis ini digunakan untuk menjelaskan analisis yang tidak dikuantitatifkan sehingga dihasilkan suatu kesimpulan dan rekomendasi tentang kondisi di lapangan berdasarkan hasil kuesioner. Metode analisis ini digunakan untuk melihat karakteristik pergerakan penduduk dengan maksud bekerja. 2. Metode Analisis Kuantitatif Analisis kuantitaif merupakan bentuk analisis yang dilakukan dengan menggunakan model model matematik. Di dalam penelitian ini, metode analisis kuantitatif yang digunakan adalah metode tabulasi silang. Metode analisis ini digunakan untuk melihat hubungan antara variabelvariabel yang dapat mempengaruhi karakteristik penduduk dengan maksud bekerja di wilayah studi. Metode Tabulasi Silang (Crosstabulation) merupakan alat bantu yang digunakan untuk melihat sisi deskriptifnya karena metoda tabulasi silang bertujuan untuk melihat hubungan antara 2 variabel atau lebih. Hasil deskriptif dari tabulasi silang dapat dilihat dari frekuensi atau dari presentasenya. Tabulasi silang atau crosstabs merupakan metode untuk mentabulasikan 2 variabel atau lebih ke dalam suatu matriks. Hasil tabulasi silang disajikan
17 17 kedalam satu tabel dengan variable-variabel yang tersusun sebagai kolom dan baris. Pada tabel tabulasi silang unsur-unsur yang tercakup didalamnya tergambar dalam kerangka seperti berikut. Baris Variabel A Variabel B Kategori Variabel B Kategori Variabel B Kategori Variabel A Sel Sel Kategori Variabel A Sel Sel Total Total Ket : Margin Baris Kolom Margin Margin Kolom Margin Total Gambar 1.2 Unsur-unsur dalam Tabel Tabulasi Silang Dari tabel silang terdapat baris, kolom dan margin, yang dibedakan atas margin baris, margin kolom dan margin total. Dalam penelitian ini analisis tabulasi silang dilakukan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel. Hal yang menentukan dalam melihat hubungan antara dua variabel adalah dengan mengasumsikan hubungan sebab akibat yang satu arah, yaitu satu variabel dianggap penyebab atau variabel pengaruh (variabel bebas) yang berperan mempengaruhi atau menyebabkan terjadinya variabel tidak bebas. Penempatan variabel bebas dan tidak bebas dapat disusun letaknya sesuai keinginan peneliti, walaupun tidak ada ketentuan yang mengharuskan, variabel bebas biasanya diletakkan pada bagian kolom (Hutauruk, 2001; D-1). Analisis tabulasi silang dilakukan dengan menggunakan program komputer SPSS. Untuk mengetahui apakah dua variabel berhubungan atau tidak, dilakukan uji khi kuadrat. Jumlah khi kuadrat tergantung pada jumlah kolom dan baris tabel yang diteliti sehingga harus diketahui derajat kebebasan tabel tersebut. Dalam program SPSS, nilai derajat kebebasan dan jumlah khi kuadrat dapat ditampilkan. bila hipotesis :
18 18 H 0 = 0 : Tidak ada hubungan antara variabel 1 dan variabel 2 H 1 0 : Ada hubungan antara variabel 1 dan variabel 2 Dengan nilai = 5% dan Derajat Bebas ( ), df = (k-1) (n-1), maka 2 tabel = (0.05, (k-1)(n-1)) Dimana : Maka k = jumlah baris dalam tabulasi. n = jumlah kolom dalam tabulasi. Tolak H 0, jika nilai Terima H 0, jika nilai 2 hitung > 2 hitung < 2 tabel 2 tabel Kerangka Pemikiran Untuk mempermudah memahami persoalan-persoalan studi, diperlukan suatu kerangka pemikiran yang merupakan suatu gambaran singkat mengenai proses mulai dari masalah-masalah hingga mencapai suatu hasil akhir. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada sub bab selanjutnya,gambar 1.3 dibawah ini :
19 FEED BACK 19 Latar Belakang Perumahan di Kecamatan Antapani merupakan perumahan berskala besar di Kota Bandung yang berkembang dari tahun ke tahun, perkembangan perumahan ini dapat berpotensi membangkitkan pergerakan, salah satunya adalah pergerakan dengan maksud bekerja. Untuk mengetahui karakteristik pergerakan penduduk dengan maksud bekerja yang bermukim di Perumahan di Kecamatan Antapani Identifikasi lokasi kecamatan tempat bekerja Identifikasi moda yang digunakan pergi dan pulang Identifikasi tujuan antara pergi dan pulang Identifikasi rute pergi dan pulang Identifikasi waktu pergi dan pulang Identifikasi waktu tempuh pergi dan pulang Identifikasi biaya yang dikeluarkan dalam satu minggu Identifikasi persepsi kondisi lalu-lintas pergi dan pulang Analisis hubungan antar variabel karakteristik pergerakan pada saat pergi dan pulang bekerja Karakteristik pergerakan penduduk dengan maksud bekerja yang bermukim di Perumahan di Kecamatan Antapani Kesimpulan Gambar 1.3 Kerangka Pemikiran
20 Definisi Operasional Definisi operasional adalah suatu definisi yang diberikan kepada suatu variabel dengan cara pengertian-pengertian yang diungkapkan di bawah ini adalah untuk memperoleh kesamaan pemahaman agar tidak menimbulkan kerancuan dalam pengertiannya. Dalam hal ini dijelaskan pengertian yang terurai dalam judul studi Kerekteristik Pergerakan Penduduk Dengan Maksud Bekerja (Studi Kasus : Perumahan Terstruktur Di Kacamatan Antapani Kota Bandung) adalah sebagai berikut : Karakteristik Karakteristik adalah ciri-ciri khusus yang harus dimiliki seseorang (W.J.S. Poerwadarminta, Kamus Umum Bahasa Indonesia, PN Balai Pustaka ; 1984). Pergerakan Pergerakan diartikan sebagai pergerakan pulang pergi untuk tujuan tertentu dengan jarak perjalanan diatas 400 m dan pelaku perjalanan berumur lebih dari lima tahun (Ofyar. Z Tamin, 2000). Penduduk Penduduk adalah orang yang tinggal di derah tersebut atau orang yang secara hukum berhak tinggal di daerah tersebut dengan kata lain orang yang mempunyai surat resmi untuk tinggal disitu ( Kamus Wikipedia) Bekerja Bekerja adalah usaha yang dilakukan untuk memperoleh imbalan yang dinilai dengan mata uang (Berdasarkan Ekonomi). Pergerakan Bekerja Pergerakan Bekerja adalah pergerakan pulang pergi yang dilakukan dari tempat asal (rumah) menuju suatu guna lahan tertentu (lokasi tujuan) dengan maksud untuk bekerja yaitu memperoleh imbalan yang dinilai dengan mata uang. Moda Moda adalah jenis sarana angkutan yang digunakan dalam melakukan pergerakan manusia/ barang.
21 21 Tujuan Antara Tujuan antara adalah kebutuhan semu dalam melakukan pergerakan dengan maksud dan tujuan tertentu.. Waktu Tempuh Waktu tempuh adalah merupakan ukuran yang menyatakan lamanya waktu yang dibutuhkan untuk melintasi ruas jalan tertentu. Waktu tempuh ini sangat dipengaruhi oleh arus lalu lintas di ruas jalan tertentu (Black, 1981). 1.7 Sistematika Pembahasan Untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang isi laporan ini, maka sub bab ini menjelaskan tentang sistematika pembahasan, seperti pada uraian dibawah ini. BAB I PENDAHULUAN Bab ini menjelaskan secara khusus mengenai penyusunan penelitian ini diantaranya megenai latar belakang, perumusan masalah, tujuan penelitian, sasaran penelitian, manfaat penelitian, ruang lingkup, metodologi penelitian, kerangka pemikiran, definisi operasional dan sistematika penyajian. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Bab ini menguraikan teori-teori yang digunakan dalam studi ini yang meliputi pergerakan penduduk, terbentuknya pergerakan, Kebutuhan Melakukan Perjalanan, karaktersitik pergerakan, karaktersitik pergerakan non spasial, sebab terjadinya pergerakan, waktu terjadinya pergerakan, jenis sarana angkuatan yang digunakan, pembebanan lalulintas dan pergerakan bekerja. BAB III GAMBARAN UMUM WILAYAH STUDI Bab ini secara umum menjelaskan tentang Perumahan di Antapani, jaringan jalan Perumahan di Antapani, penggunaan lahan, kondisi jaringan jalan dan jumlah responden.
22 22 BAB IV ANALISIS KARAKTERISTIK PERGERAKAN PENDUDUK YANG BERMUKIM DI PERUMAHAN DI KECAMATAN ANTAPANI DENGAN MAKSUD BEKERJA Bab ini menjelaskan mengenai karakteristik pergerakan pergi dan pulang serta hubungan/keterkaitan antara variabel dari variabel karakteristik pergerakan penduduk dengan maksud bekerja yang terdiri dari waktu dengan kecamatan tempat bekerja, waktu dengan tujuan antara, waktu dengan persepsi kondisi lalu-lintas, waktu dengan rute, waktu pergerakan dengan waktu tempuh, moda dengan kecamatan tempat bekerja, moda dengan waktu tempuh, moda dengan biaya, moda dengan waktu, moda dengan persepsi kondisi lalu-lintas, tujuan antara dengan moda, tujuan antara dengan waktu tempuh, tujuan antara dengan biaya, tujuan antara dengan rute, waktu tempuh dengan kecamatan tempat bekerja, waktu tempuh dengan rute, waktu tempuh dengan persepsi kondisi lalu-lintas, waktu tempuh dengan biaya, biaya dengan kecamatan tempat bekerja, rute dengan kecamatan tempat bekerja dan rute dengan persepsi kondisi lalu-lintas. BAB V KESIMPULAN Bab ini berupaya untuk menarik kesimpulan dari studi yang dilakukan, yaitu kesimpulan mengenai karakteristik pergerakan penduduk dengan maksud bekerja di perumahan di Kecamatan Antapani Kota Bandung. Pada bagian selanjutnya dikemukakan rekomendasi, kelemahan dan saran studi lanjutan.
BAB III GAMBARAN UMUM WILAYAH STUDI DAN RESPONDEN
30 BAB III GAMBARAN UMUM WILAYAH STUDI DAN RESPONDEN 3.1 Gambaran Umum Kecamatan Antapani 3.1.1 Batas Wilayah Kecamatan Antapani diresmikan oleh Walikota Bandung pada Bulan April 2007 berdasarkan Peraturan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
1 BAB I PENDAHULUAN Sebagai pembuka dari penulisan tugas akhir ini, bab ini berisikan tentang hal-hal yang berkaitan langsung dengan penelitian ini meliputi: latar belakang, rumusan masalah, tujuan dan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sampah dan pengelolaannya kini menjadi masalah yang kian mendesak di kotakota di Indonesia termasuk kota Bandung. Penanganan dan pengendalian permasalahan persampahan
DEMOGRAFI KOTA BANDUNG
DEMOGRAFI KOTA BANDUNG Kondisi dan perkembangan demografi berperan penting dalam perencanaan pembangunan. Penduduk merupakan modal dasar keberhasilan pembangunan suatu wilayah. Komposisi, dan distribusi
BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN
BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian Objek penelitian merupakan salah satu faktor yang tidak dapat dipisahkan dari suatu penelitian, karena objek penelitian merupakan sumber diperolehnya
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Peran transportasi dan logistik distribusi dalam sebuah perusahaan atau badan usaha sangatlah penting dalam pemenuhan kebutuhan konsumen. Distribusi fisik itu
BAB I PENDAHULUAN. memenuhi kebutuhan dan kepuasan secara langsung. Di dalam kehidupan seharihari
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Konsumsi adalah suatu kegiatan yang bertujuan mengurangi atau menghabiskan daya guna suatu benda, baik berupa barang maupun jasa untuk memenuhi kebutuhan dan
LAMPIRAN : SALINAN KEPUTUSAN WALIKOTA BANDUNG PEJABAT PENGELOLA INFORMASI DAN DOKUMENTASI KOTA BANDUNG
LAMPIRAN : SALINAN KEPUTUSAN WALIKOTA BANDUNG NOMOR : 480/Kep.179.Diskominfo/2015 TANGGAL : 16 Februari 2015 PEJABAT PENGELOLA INFORMASI DAN DOKUMENTASI KOTA BANDUNG Pembina : 1. Walikota 2. Wakil Walikota
BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN
BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian Objek penelitian merupakan permasalahan yang diteliti. Objek dari penelitian ini adalah dampak layanan Go-Food terhadap penjualan Rumah Makan di
Oleh : Dr. Hj.AHYANI RAKSANAGARA, M.Kes (Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung) 29 Agustus 2014
Oleh : Dr. Hj.AHYANI RAKSANAGARA, M.Kes (Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung) 29 Agustus 2014 SISTEMATIKA I. DASAR HUKUM II. ANALISA SITUASI III. PELAKSANAAN IZIN PRAKTEK DOKTER IV. BENTUK PENGAWASAN V.
Penanggulangan Gangguan Penglihatan Nasional
Gangguan penglihatan dan kebutaan masih merupakan masalah di dunia, menurut estimasi perhitungan dari WHO pada program pencegahan Kebutaan terdapat 285 juta orang di dunia mengalami gangguan penglihatan
PERATURAN WALIKOTA BANDUNG NOMOR : 218 TAHUN
TAHUN : 2009 BERITA DAERAH KOTA BANDUNG NOMOR : 04 PERATURAN WALIKOTA BANDUNG NOMOR : 218 TAHUN 2009 TENTANG PEMBENTUKAN DAN SUSUNAN ORGANISASI UNIT PELAKSANA TEKNIS PEMUNGUTAN PAJAK PADA DINAS PENDAPATAN
KAJIAN INTEGRASI RUTE ANGKUTAN UMUM DI KOTA BANDUNG
KAJIAN INTEGRASI RUTE ANGKUTAN UMUM DI KOTA BANDUNG Oleh : Aditiya Ramdani 1 1 Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Pasundan, Bandung email : [email protected] ABSTRAK Rencana
Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bandung 2016 FLOWCHART SOP LAPOR! LAPOR! Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat 1
2016 FLOWCHART SOP LAPOR! ngaduan Online Rakyat 1 2016 ngaduan Online Rakyat 2 STRUKTUR ORGANISASI LAPOR TIM LAPOR KOTA BANDUNG Sekretaris Daera PEMBINA Penanggung Jawab Ketua Wakil Ketua Sekretaris Bidang
BAB III KARAKTERISTIK WILAYAH TIMUR KOTA BANDUNG
BAB III KARAKTERISTIK WILAYAH TIMUR KOTA BANDUNG Sebelum menganalisis lebih jauh, terlebih dahulu akan dibahas karakteristik Kota Bandung dan secara khusus wilayah Bandung Timur meliputi kondisi karakteristik
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
23 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pergerakan Penduduk Kebutuhan akan pergerakan bersifat umum. Pergerakan terjadi karena adanya proses pemenuhan kebutuhan. Pemenuhan kebutuhan merupakan kegiatan yang biasanya
BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA
BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA A. RENCANA STRATEGIK a. VISI DAN MISI Visi yang tercantum dalam Rencana Strategis, yaitu : Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Bandung yang BERMARTABAT melalui
BAB I PENDAHULUAN. sebagai Negara berkembang mirip dengan Negara lainnya. Pertumbuhan
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Pola pertumbuhan kota dan tingkat urbanisasi yang terjadi di Indonesia sebagai Negara berkembang mirip dengan Negara lainnya. Pertumbuhan penduduk perkotaan di Indonesia
BAB I PENDAHULUAN. dari terwujudnya prinsip-prinsip yang terkandung dalam Good Governance
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Setiap Negara harus memiliki Good Governance (Penyelenggaraan Pemerintah yang Baik). Untuk mencapai Good Governance tersebut harus dimulai dari terwujudnya
PENDEKATAN MODEL MARKOWITZ DALAM MENENTUKAN BESARNYA ALOKASI DANA UNTUK MENGURANGI JUMLAH KASUS DENGUE DI KOTA BANDUNG
KNM 18 2-5 November 2016 UR, Pekanbaru PENDEKATAN MODEL MARKOWITZ DALAM MENENTUKAN BESARNYA ALOKASI DANA UNTUK MENGURANGI JUMLAH KASUS DENGUE DI KOTA BANDUNG BENNY YONG 1, LIEM CHIN 2 1,2 Program Studi
BAB III GAMBARAN UMUM
BAB III GAMBARAN UMUM Bab ini menjelaskan mengenai kondisi umum wilayah studi yang terdiri dari kondisi geografis kota Cimahi, kondisi geografis kota Bandung, aspek kependudukan kota Cimahi, aspek kependudukan
BERITA DAERAH KOTA BANDUNG TAHUN : 2010 NOMOR : 20 PERATURAN WALIKOTA BANDUNG NOMOR : 332 TAHUN 2010 TENTANG
BERITA DAERAH KOTA BANDUNG TAHUN : 2010 NOMOR : 20 PERATURAN WALIKOTA BANDUNG NOMOR : 332 TAHUN 2010 TENTANG RINCIAN TUGAS POKOK, FUNGSI DAN WILAYAH KERJA INSPEKTORAT KOTA BANDUNG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pertumbuhan dan perkembangan daerah perkotaan pada dasarnya ditentukan oleh tiga faktor, yaitu faktor manusia, faktor aktivitas manusia, dan faktor pergerakan manusia
BAB 1 PENDAHULUAN. Pada bab ini akan dibahas tentang pendahuluan yang merupakan bagian
1 BAB 1 PENDAHULUAN Pada bab ini akan dibahas tentang pendahuluan yang merupakan bagian awal dari penelitian. Pendahuluan adalah awal suatu cara untuk mengetahui suatu masalah dengan cara mengumpulkan
PROGRAM BANDUNG GREEN & CLEAN 2011
PROGRAM BANDUNG GREEN & CLEAN 2011 Kota Bandung merupakan salah kota terbesar di Indonesia, dengan penduduknya yang padat dan perkembangan yang pesat, juga suasana kota Bandung yang menjadikan ciri khas
1. Pendahuluan MODEL PENENTUAN JUMLAH ARMADA ANGKUTAN KOTA YANG OPTIMAL DI KOTA BANDUNG
Ethos (Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat): 173-180 MODEL PENENTUAN JUMLAH ARMADA ANGKUTAN KOTA YANG OPTIMAL DI KOTA BANDUNG 1 Aviasti, 2 Asep Nana Rukmana, 3 Jamaludin 1,2,3 Program Studi Teknik
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. melakukannya. Pergerakan dikatakan juga sebagai kebutuhan turunan, sebab
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Transportasi Pergerakan dan perjalanan adalah hasil dari kebutuhan manusia untuk bergerak dari satu tempat ke tempat lain untuk berbagai aktivitasnya, dan semua manusia melakukannya.
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Transportasi memiliki peran yang sangat penting untuk memenuhi kebutuhan pergerakan manusia, seperti pergerakan dari rumah (asal) sekolah, tempat kerja, dan lain-lain
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. satu tempat ke tempat lain untuk berbagai aktivitasnya, dan semua manusia
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Transportasi Pergerakan dan perjalanan adalah hasil dari kebutuhan manusia untuk bergerak dari satu tempat ke tempat lain untuk berbagai aktivitasnya, dan semua manusia melakukannya.
Kota dianggap sebagai tempat tersedianya berbagai kebutuhan dan lapangan kerja
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA A. Permasalahan Transportasi Perkotaan Kota dianggap sebagai tempat tersedianya berbagai kebutuhan dan lapangan kerja selain itu kota menawarkan begitu banyak kesempatan baik di
BAB III. METODOLOGI. diperoleh kesimpulan untuk mencapai tujuan dari suatu penelitian. Metodologi
BAB III. METODOLOGI A. Umum Metodologi merupakan suatu cara yang digunakan peneliti untuk mendapatkan data yang dibutuhkan dan selanjutnya data tersebut akan dianalisa sehingga diperoleh kesimpulan untuk
BAB 1 PENDAHULUAN. Gambar 1.1 Potensi Perkembangan Lembaga Keuangan Syariah di Berbagai Negara (Sumber: Dr. Halim Alamsyah, 2011:3)
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Lembaga keuangan yang dikelola secara syariah kini mulai bermunculan di berbagai daerah. Berikut adalah gambar grafik potensi perkembangan lembaga keuangan syariah
Keterkaitan Karakteristik Pergerakan di Kawasan Pinggiran Terhadap Kesediaan Menggunakan BRT di Kota Palembang
JURNAL TEKNIK ITS Vol. 6, No. 2, (2017) ISSN : 2337-3539 (2301-9271 Print) C-116 Keterkaitan Karakteristik di Kawasan Pinggiran Terhadap Kesediaan Menggunakan BRT di Kota Palembang Dian Nur afalia, Ketut
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam RTRW Kota Bandar Lampung tahun 2011-2030 Jalan Raden Intan sepenuhnya berfungsi sebagai jalan arteri sekunder, jalan ini cenderung macet terutama pagi dan sore
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pertumbuhan suatu kota ditandai dengan meningkatnya jumlah penduduk dan aktivitas sosial ekonomi. Hal ini tercermin dengan semakin meningkatnya penggunaan lahan baik
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Umum. Transportasi adalah proses memindahkan suatu benda mencakup benda hidup
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Umum Transportasi adalah proses memindahkan suatu benda mencakup benda hidup dan benda mati dari suatu tempat ke tempat lainnya dengan menggunakan sebuah wahana yang digerakkan oleh
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Pedestrian berasal dari bahasa Yunani, dimana berasal dari kata pedos yang berarti kaki, sehingga pedestrian dapat diartikan sebagai pejalan kaki atau orang yang berjalan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
1 BAB III METODOLOGI PENELITIAN Dalam bab ini dikemukakan secara berturut-turut tentang: (1) metode penelitian, (2) lokasi penelitian, (3) data dan sumber data penelitian, (4) instrumen penelitian, (5)
Jumlah rumah tangga usaha pertanian di Kota Bandung Tahun 2013 sebanyak rumah tangga
Jumlah rumah tangga usaha pertanian di Kota Bandung Tahun 2013 sebanyak 4.520 rumah tangga Jumlah perusahaan pertanian berbadan hukum di Kota Bandung Tahun 2013 sebanyak 4 Perusahaan Jumlah perusahaan
BAB I PENDAHULUAN. Salah satu permasalahan yang dihadapi secara serius oleh setiap Negara
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Salah satu permasalahan yang dihadapi secara serius oleh setiap Negara didunia adalah masalah kemiskinan. Kemiskinan bisa terjadi dimana saja dan dimensi kemiskinan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA II.1 Perkembangan Pemukiman dan Bangkitan Perjalanan Pada awalnya manusia hidup secara nomad, berpindah-pindah dari suatu tempat ketempat lain untuk bertahan hidup dan mencari makanan.
I. PENDAHULUAN. Permintaan akan jasa transportasi dari penumpang/orang timbul akibat adanya
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Permintaan akan jasa transportasi dari penumpang/orang timbul akibat adanya kebutuhan untuk melakukan perjalanan dari satu lokasi ke lokasi lainnya untuk beraktivitas dalam
BERITA DAERAH KOTA BANDUNG TAHUN : 2009 NOMOR : 28 PERATURAN WALIKOTA KOTA BANDUNG NOMOR : 938 TAHUN 2009 TENTANG
BERITA DAERAH KOTA BANDUNG TAHUN : 2009 NOMOR : 28 PERATURAN WALIKOTA KOTA BANDUNG NOMOR : 938 TAHUN 2009 TENTANG PENYALURAN PUPUK BERSUBSIDI SEKTOR PERTANIAN DI KOTA BANDUNG TAHUN 2009 Menimbang WALIKOTA
TUGAS AKHIR. Oleh: RICO CANDRA L2D
STUDI KONTRIBUSI PLAZA CITRA MATAHARI DAN TERMINAL BUS MAYANG TERURAI TERHADAP KEMACETAN LALU LINTAS DI PENGGAL RUAS JALAN TUANKU TAMBUSAI KOTA PEKANBARU TUGAS AKHIR Oleh: RICO CANDRA L2D 301 330 JURUSAN
KECAMATAN BANDUNG WETAN
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dalam rangka meningkatkan pelaksanaan pemerintah yang berdayaguna, berhasil guna, bersih dan bertanggung jawab, telah diterbitkan Peraturan Presiden No. 29 Tahun 2014
Kecamatan Cicendo IKHTISAR EKSEKUTIF
IKHTISAR EKSEKUTIF Dalam dokumen Rencana Strategis (RENSTRA) Kecamatan Cicendo 2014-2018, ditetapkan bahwa visi Kecamatan Cicendo yaitu Mewujudkan Kecamatan Cicendo Bersih,Santun,Tuntas dan Unggul (BERSATU),
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Umum Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu,secara umum data yang telah diperoleh dari penelitian
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Pada umumnya, pasar basah yang sering disebut sebagai pasar tradisional
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada umumnya, pasar basah yang sering disebut sebagai pasar tradisional dipandang sebagai daerah yang kotor, sumber kemacetan lalu lintas dan tempat berasalnya para
BAB I PENDAHULUAN. pemersatu wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pengembangan
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Transportasi merupakan industri jasa yang memiliki fungsi pelayanan publik dan misi pengembangan nasional, yang secara umum menjalankan fungsi sebagai pendukung
DATA KECAMATAN DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA BANDUNG
DATA KECAMATAN DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA BANDUNG (Berdasarkan Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 06 Tahun 2008 Tentang perubahan Atas Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 06 Tahun 2006 Tentang Pemekaran
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Kota Bandung, merupakan sebuah kota metropolitan dimana didalamnya terdapat beragam aktivitas kehidupan masyarakat. Perkembangan kota Bandung sebagai kota metropolitan
EVALUASI PELAYANAN PUSAT PRIMER ALUN-ALUN KOTA BANDUNG
EVALUASI PELAYANAN PUSAT PRIMER ALUN-ALUN KOTA BANDUNG TUGAS AKHIR Oleh : ANIARANI ANDITA 15403045 PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA SEKOLAH ARSITEKTUR, PERENCANAAN DAN PENGEMBANGAN KEBIJAKAN
BAB I PENDAHULUAN. pengoperasian fasilitas transportasi yang ada (Wahyuni.R, 2008 ).
BAB I PENDAHULUAN I.1 Umum Kemacetan lalu lintas pada jalan perkotaan di kota-kota besar telah menjadi topik utama permasalahan di negara berkembang seperti Indonesia. Secara umum ada tiga faktor yang
BAB I PENDAHULUAN. pergerakan ini merupakan pergerakan yang umum terjadi pada suatu kota. memberikan suatu transportasi yang aman, cepat, dan mudah.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Umum Masalah transportasi pada umumnya terjadi akibat interaksi antara komponen lalu lintas yang berada diluar batas kemampuan yang ada. Kondisi ini terjadi bila keseimbangan dan
Tabel 4.1 Wilayah Perencanaan RTRW Kota Bandung
IV. KONDISI UMUM 4.1. Kondisi Fisik dan Lingkungan 4.1.1. Wilayah Administrasi Kota Bandung merupakan Ibukota Propinsi Jawa Barat. Secara Geografi Kota Bandung terletak diantara 107 Bujur Timur dan 6 55'
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA. menjawab dari perorangan, badan hukum atau pimpinan kolektif
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA Akuntabilitas kinerja adalah kewajiban untuk menjawab dari perorangan, badan hukum atau pimpinan kolektif secara transparan mengenai keberhasilan atau kegagalan dalam melaksanakan
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Propinsi Jawa Barat. Kota Bandung terletak di antara ,91 BT. Sebelah Utara : Kabupaten Bandung Barat
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Kondisi Fisik Daerah Penelitian 1. Letak dan Luas Kota Bandung terletak di wilayah Jawa Barat dan merupakan Ibukota Propinsi Jawa Barat. Kota Bandung terletak di antara 107
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Transportasi merupakan proses pergerakan atau perpindahan orang atau
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Transportasi merupakan proses pergerakan atau perpindahan orang atau barang dari satu tempat ketempat lain. Proses ini dapat dilakukan dengan menggunakan sarana angkutan
BAB I PENDAHULUAN. Jumlah Penduduk Miskin (Dalam Juta) Percentace (%)
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kemiskinan merupakan masalah yang dihadapi oleh semua negara di dunia, yang memiliki berbagai latar belakang dan penyebab. Bahkan, dibeberapa negara menunjukan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang merupakan bagian dari pelayanan sosial yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat kota, karena sarana merupakan pendukung kegiatan/aktivitas masyarakat kota
SATUAN POLISI PAMONG PRAJA BAB 1 PENDAHULUAN LKIP SATUAN POLISI PAMONG PRAJA KOTA BANDUNG
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Bandung terletak pada koordinat 107 BT and 6 55 LS. Luas Kota Bandung adalah 16.767 hektar. Kota ini memiliki 30 Kecamatan dan 151 kelurahan. Dalam perkembangannya
BAB I PENDAHULUAN. Jalan merupakan prasarana transportasi yang sangat penting karena
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Umum Jalan merupakan prasarana transportasi yang sangat penting karena menghubungkan suatu tempat ke tempat lain. Dengan adanya sarana jalan ini, maka manusia dan barang dapat berpindah
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Pengamatan Lapangan. Operasional Bus Damri Trayek Perumnas Banyumanik - Johar. Pengumpulan Data
25 BAB III METODOLOGI PENELITIAN III.1. Bagan Alir Penelitian Pengamatan Lapangan Studi Pustaka Operasional Bus Damri Trayek Perumnas Banyumanik - Johar Pengumpulan Data Data Primer 1. Load Factor 2. Waktu
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian inii dilakukan di Kawasan Wisata Ujung Genteng, Sesuai
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Lokasi Penelitian Penelitian inii dilakukan di Kawasan Wisata Ujung Genteng, Sesuai dengan data Profil Desa Ujung Genteng Tahun 2008, Ujung Genteng merupakan daerah pesisir
BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
249 BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI Dari uraian uraian sebelumnya, maka pada bab ini peneliti akan menarik kesimpulan serta memberikan rekomendasi terhadap hasil studi. Adapun kesimpulan dan rekomendasi
Kecamatan Cinambo Kota Bandung
BAB I PENDAHULUAN Dalam rangka meningkatkan pelaksanaan pemerintah yang berdayaguna, berhasil guna, bersih dan bertanggung jawab, telah diterbitkan Peraturan Presiden No. 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas
BAB III METODOLOGI 3.1 UMUM 3.2 METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI 3.1 UMUM Metodologi penelitian ini menguraikan tahapan penelitian yang dilakukan dalam studi ini. Penggunaan metode yang tepat, terutama dalam tahapan pengumpulan dan pengolahan data,
BAB I PENDAHULUAN. Indonesia, umumnya seragam, yaitu kota-kota mengalami tahap pertumbuhan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Umum Permasalahan yang terjadi di semua negara berkembang, termasuk di Indonesia, umumnya seragam, yaitu kota-kota mengalami tahap pertumbuhan urbanisasi yang tinggi akibat laju pertumbuhan
P E M E R I N T A H K O T A B A N D U N G K E C A M A T A N P A N Y I L E U K A N
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Semakin meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap penyelenggaraan pemerintahan yang baik dan bersih (Good Governance dan clean government) telah mendorong pengembangan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang
1 BAB I PENDAHULUAN Bab ini merupakan pembuka dari laporan penulisan tugas akhir. Isi dari bab ini adalah hal-hal yang berkaitan langsung dengan kegiatan penelitian yang telah dilakukan, yaitu meliputi
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. proses mengangkut dan mengalihkan dengan menggunakan alat pendukung untuk
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Transportasi Transportasi merupakan sebuah proses, yakni proses pindah, proses gerak, proses mengangkut dan mengalihkan dengan menggunakan alat pendukung untuk menjamin lancarnya
Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil LKIP Tahun 2015
KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat, taufik dan hidayahnya sehingga Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 05 Dinas dan Pencatatan
1.1 Gambaran Umum Kecamatan Cibeunying Kidul
1 BAB I PENDAHULUAN Dalam rangka meningkatkan pelaksanaan pemerintah yang berdayaguna, berhasil guna, bersih dan bertanggung jawab, telah diterbitkan Peraturan Presiden No. 29 Tahun 2014 tentang Sistem
BAB I PENDAHULUAN. pemerintahan yang berdayaguna, berhasil guna, bersih dan. bertanggungjawab, telah diterbitkan Peraturan Presiden Nomor 29
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dalam rangka meningkatkan pelaksanaan pemerintahan yang berdayaguna, berhasil guna, bersih dan bertanggungjawab, telah diterbitkan Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun
BAB I PENDAHULUAN. Kota Medan merupakan salah satu kota terbesar di Indonesia yang sangat
1.1 LATAR BELAKANG BAB I PENDAHULUAN Kota Medan merupakan salah satu kota terbesar di Indonesia yang sangat membutuhkan transportasi untuk perputaran roda ekonominya. Pada tahun 2012 tercatat bahwa penduduk
Model Sistem Pengendalian Persediaan Dua Eselon Pada Sub Dolog Wilayah VIII Bandung
Model Sistem Pengendalian Persediaan Dua Eselon Pada Sub Dolog Wilayah VIII Bandung Fifi Herni Mustofa Teknik Industri Institut Teknologi Nasional Bandung, Indonesia [email protected] R. Saskia Maya
PERMODELAN BANGKITAN PERGERAKAN UNTUK BEBERAPA TIPE PERUMAHAN DI PEKANBARU
PERMODELAN BANGKITAN PERGERAKAN UNTUK BEBERAPA TIPE PERUMAHAN DI PEKANBARU Parada Afkiki Eko Saputra 1 dan Yohannes Lulie 2 1 Jurusan Teknik Sipil, Universitas Universitas Atma Jaya Yogyakarta Email: [email protected]
BAB III METODOLOGI. 3.1 Persiapan
BAB III METODOLOGI 3.1 Persiapan Persiapan yang dilakukan yaitu pemahaman akan judul yang ada dan perancangan langkah-langkah yang akan dilakukan dalam analisa ini. Berikut adalah diagram alir kerangka
KAJIAN BANGKITAN PERGERAKAN TRANSPORTASI DI KOTA BANDUNG DENGAN MENGGUNAKAN CITRA QUICKBIRD DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS
KAJIAN BANGKITAN PERGERAKAN TRANSPORTASI DI KOTA BANDUNG DENGAN MENGGUNAKAN CITRA QUICKBIRD DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Study of Transportation Movement Generation In Bandung City by using QuickBird
Daftar Kode Pos Kota Bandung
Daftar Kode Pos Kota Bandung Berikut ini adalah daftar kode pos sekaligus nama-nama Kelurahan dan Kecamatan di Kota Bandung 1. Kecamatan Andir - Kelurahan/Desa Kebon Jeruk (Kodepos : 40181) - Kelurahan/Desa
Kecamatan Cibeunying Kaler Yang Suci (Sehat, Unggul, Cerdas, Dan Indah) Dalam Mendukung Kota Bandung Yang Unggul, Nyaman, Dan Sejahtera, dengan
IKHTISAR EKSEKUTIF Dalam dokumen Rencana Strategis (RENSTRA) Kecamatan Cibeunying Kaler 2014-2018, ditetapkan bahwa visi Kecamatan Cibeunying Kaler yaitu Terwujudnya Kecamatan Cibeunying Kaler Yang Suci
BAB IV ANALISIS KARAKTERISTIK PELAJU DENGAN TUJUAN SEKOLAH DI KOTA BANDUNG
BAB IV ANALISIS KARAKTERISTIK PELAJU DENGAN TUJUAN SEKOLAH DI KOTA BANDUNG Dalam bab ini menjelaskan hasil pengolahan data kuesioner yang selanjutnya dianalisis untuk mengetahui permasalahannya. Dimana
ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH KOTA BANDUNG 2016
ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH KOTA BANDUNG 2016 Lampiran 1 Lampiran 2 Lampiran 3 Lampiran 4 Lampiran 5 RINGKASAN APBD PEMBIAYAAN DAERAH, 859,066,038,384, 6% BELANJA, 7,214,820,553,022, 50% PENDAPATAN,
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Meningkatnya kemacetan pada jalan perkotaan maupun jalan luar kota yang diakibatkan bertambahnya kepemilikan kendaraan, terbatasnya sumberdaya untuk pembangunan jalan
BAB I PENDAHULUAN. Bertambahnya penduduk seiring dengan berjalannya waktu, berdampak
BAB I PENDAHULUAN I.1 Umum Bertambahnya penduduk seiring dengan berjalannya waktu, berdampak terhadap perkembangan kota-kota di Indonesia. Penduduk merupakan faktor utama dalam perkembangan kota sebagai
BAB 5 KESIMPULAN PENGARUH PEMBANGUNAN PASUPATI TERHADAP KARAKTERISTIK PERGERAKAN CIMAHI-BANDUNG
BAB 5 KESIMPULAN PENGARUH PEMBANGUNAN PASUPATI TERHADAP KARAKTERISTIK PERGERAKAN CIMAHI-BANDUNG Pada bab ini akan dipaparkan kesimpulan dari hasil studi mengenai indentifkasi pengaruh pembangunan PASUPATI
