BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

dokumen-dokumen yang mirip
Bab 2 LANDASAN TEORI

Jaringan Komputer Dasar. Oleh : Defi Pujianto, S.Kom

Laporan Pratikum Instalasi Jaringan Komputer Installasi Perangkat Jaringan Lokal

BAB II DASAR TEORI. menggunakan media gelombang mikro, serat optik, hingga ke model wireless.

JARINGAN KOMPUTER. APA ITU JARINGAN COMPUTER PENGGUNA JARINGAN COMPUTER Business application Home application Mobile users

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PENGENALAN JARINGAN KOMPUTER

BAB IX JARINGAN KOMPUTER

Komunikasi dan Jaringan

PRAKTIKUM KONEKSI JARINGAN MEDIA KABEL DAN WIFI LAPORAN. OLEH : SHOFIYATUN NAJAH NIM Offering E

Gambar 1.1 Jaringan peer-to-peer

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TOERI

TCP/IP (singkatan dari "Transmission Control Protocol")

Gambar 11. Perbandingan Arsitektur OSI dan TCP/IP

Komunikasi dan Jaringan

BAB 2 LANDASAN TEORI

CIRI JARINGAN CIRI JARINGAN ELEMEN LAN ELEMEN LAN ETHERNET ETHERNET PENGKABELAN PENGKABELAN TOPOLOGI TOPOLOGI KONFIGURASI KONFIGURASI TRANSFER DATA

PERCOBAAN 7 KOMUNIKASI WIRELESS MODE AD-HOC

Dasar Jaringan Komputer

BAB 1 PENDAHULUAN. dengan alat/device yang dipasang (attached) secara langsung, seperti cardreader

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penelitian Terdahulu

MACAM-MACAM JARINGAN KOMPUTER

BAB 2 LANDASAN TEORI. terjadi karena adanya perkembangan teknologi jaringan yang sangat pesat.

PENGANTAR KOMPUTER & SOFTWARE I PENGENALAN JARINGAN KOMPUTER

By. Gagah Manunggal Putra Support by :

TCP dan Pengalamatan IP

Pemrograman Jaringan

Pengembangan Jaringan Internet Dan Intranet. Workshop Pengembangan Jaringan Internet Kementrian Agama Wilayah Riau Pekanbaru, 31 Mei 2012

Pertemuan 3. Dedy Hermanto/Jaringan Komputer/2010

Teknologi Komunikasi Data Jaringan Nirkabel. Adri Priadana - ilkomadri.com

Pengantar Komputer. Jaringan Komputer. Salhazan Nasution, S.Kom

Mata pelajaran ini memberikan pengetahuan kepada siswa mengenai konsep dasar dan design jaringan komputer.

STANDARISASI JARINGAN WIRELESS

LABORATORIUM KOMUNIKASI DATA

Jaringan Wireless Ad Hoc

Praktikum Jaringan Komputer

3. Salah satu tipe jaringan komputer yang umum dijumpai adalah... A. Star B. Bus C. WAN D. Wireless E. Client-server

BAB I PENDAHULUAN. dengan permintaan pasar untuk dapat berkomunikasi dan bertukar data dengan

Melakukan instalasi perangkat jaringan LAN( Lokal Area Network)

Konsep Bilangan Biner & Desimal. Contoh :

AMALIA ZAKIYAH 1 D4LJ-TI

BAB IV PEMBAHASAN. local area network (WLAN) yaitu jaringan Ad-Hoc dapat digunakan untuk keadaan

JARINGAN. berhubungan untuk melakukan komunikasi data. Tahun 1940-an : di Amerika dibuatlah proses beruntun (Batch Processing)

SERVER MANAGEMENT DAN KLASIFIKASI IP

KONSEP IP ADDRESS DAN PERHITUNGAN SUBNETTING

Laporan Pratikum Instalasi Jaringan Komputer Subnnetting

BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. bertujuan untuk mempermudah pengelompokan sampel. Adapun analisis

JARINGAN KOMPUTER NIRKABEL AD HOC MODE WLAN

Introduction Information Technology: NETWORKING

Simulasi Jaringan Komputer dengan Cisco Packet Traccer. Kelompok Studi Teknik Komputer dan Jaringan SMK Negeri 4 Kota Gorontalo KST

LOCAL AREA NETWORK DAN IMPLEMENTASI VIRTUAL LOCAL AREA NETWORK UNTUK GEDUNG PERKANTORAN. Oleh : Teguh Esa Putra ( )

JARINGAN. Definisi Dasar Jaringan : Dua atau lebih komputer yang saling terhubung sehingga dapat membagi data dan sumber-sumber peralatan lain

1. Dasar Jaringan Komputer

SUMBER BELAJAR PENUNJANG PLPG

Cara kerja Ethernet Card berdasarkan broadcast network yaitu setiap node dalam suatu jaringan menerima setiap transmisi data yang dikirim oleh suatu

PENGANTAR JARINGAN KOMPUTER

MENGENAL LAN (LOCAL AREA NETWORK)

3. Salah satu tipe jaringan komputer yang umum dijumpai adalah. a. Star b. Bus c. WAN d. Wireless e. Client-server

Tugas Jaringan Komputer

TAKARIR. Kapasitas transmisi dari sambungan elektronik. Percakapan melalui jaringan intenet.

BAB I PENDAHULUAN.

LOCAL AREA NETWORK: JARINGAN KOMPUTER ANTAR GEDUNG UNTUK OTOMASI PERPUSTAKAAN SEKOLAH

Optimalisasi IP Address pada Small Office Home Office: Sebuah studi kasus pada kantor Notaris dan PPAT

LAPORAN PRAKTIKUM COMPUTER ARCHITECTURE AND ORGANIZATION. Konfigurasi Jaringan Peer to Peer dan Sharing Data / Folder Menggunakan Wireless Mode Ad Hoc

Θ KONSEP JARINGAN KOMPUTER Θ

Rahmady Liyantanto liyantanto.wordpress.com

Willy Permana Putra, S.T., M.Eng Willy Permana Putra, S.T Jaringan Komputer

JARINGAN KOMPUTER 1 TUGAS 3 TOPOLOGI JARINGAN KOMPUTER

JARINGAN KOMPUTER S1SI AMIKOM YOGYAKARTA

JARINGAN KOMPUTER PENDAHULUAN STMIK TASIKMALAYA

ULANGAN HARIAN JARINGAN NIRKABEL

PENGANTAR LAN (LOCAL AREA NETWORK)

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

JARINGAN KOMPUTER IP VERSI 4

BAB XIII. Wireless LAN dan Hotspot

STANDARISASI FREKUENSI

Gambar 18. Koneksi Peer to Peer. Switch. Komputer B. Gambar 19. Topologi Star menggunakan 3 PC

JARINGAN KOMPUTER JARINGAN KOMPUTER

9/6/2014. Dua komputer atau lebih dapat dikatakan terinterkoneksi apabila komputer-komputer tersebut dapat saling bertukar informasi.

LEMBAR SOAL. 2. Jaringan komputer yang memiliki radius km adalah... a. LAN c. Internet e. Nirkabel

SMK-TI TRAINING AND CERTIFICATION. Modul 5 IP ADDRESS. Team Training SMK TI 37

BAB III LANDASAN TEORI. Jaringan komputer adalah kumpulan dari end device yang saling terhubung

TCP/IP Transmission Control Protocol/ Internet Protocol

Membangun Jaringan Wireless Local Area Network (WLAN)

SCADA dalam Sistem Tenaga Listrik

UNIT I IP Address, Subnetting, VLSM dan IP Assignment

2. Perintah untuk menampilkan isi dalam sebuah direktori dalam OS Windows/DOS adalah... A. ver B. rd C. cd (change directory) D. and E.

BAB II DASAR TEORI 2.1 Sistem Komunikasi Data 2.2 Infrastruktur Jaringan Telekomunikasi

BAB II. Kelebihan DNS server

JARINGAN KOMPUTER DI SUSUN OLEH : MARINI SUPRIANTY SISTEM KOMPUTER FAKULTAS ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS SRIWIJAYA

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. jaringan Local Area Network (LAN). LAN telah menjadi suatu teknologi yang

BAB II DASAR TEORI. Protokol adalah seperangkat aturan yang mengatur pembangunan koneksi

Laporan Pratikum Instalasi Jaringan Komputer Jaringan Nirkabel

Jaringan Internet. A. Pengertian Jaringan Komputer. B. Protokol jaringan

A I S Y A T U L K A R I M A

Ad-Hoc. Dalam segi keamanan, jaringan ad-hoc dapat di konfigurasi tanpa password (open) atau menggunakan 2 metode yaitu WEP dan WPA.

IP ADDRESS dan SUBNETTING

Transkripsi:

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Sistem Jaringan Komputer 2.1.1 Pengertian Jaringan Komputer Dalam suatu tulisan yang dikutip dari sebuah buku menyatakan bahwa Jaringan- Kombinasi perangkat keras, perangkat lunak, dan pengkabelan (cabling), yang memungkinkan berbagai alat komputasi berkomunikasi satu sama lain. (Wendell Odom, 2005, hal: 5). Sebuah sistem yang terdiri dari sekumpulan beberapa komputer dan peralatan lain yang saling terhubung menggunakan aturan-aturan tertentu untuk mencapai suatu tujuan. Tujuan dari adanya jaringan komputer dapat berupa berbagi sumber daya seperti pemakaian Central Processing Unit (CPU), harddisk, memori atau mengakses informasi seperti browsing internet, e-mail, instant messaging dan chatting. 2.1.2 Tipe Jaringan Komputer Terdapat tiga peran yang dapat dijalankan oleh komputer-komputer di dalam suatu sistem jaringan komputer.peran pertama adalah menjadi client. Client adalah komputer yang meminta/ menerima sumber daya. Peran kedua adalah menjadi server. Peran server dalam sistem jaringan komputer yaitu menyimpan dan menyediakan sumber daya untuk diberikan kepada client. Peran ketiga adalah peran dimana salah satu atau semua komputer dalam jaringan menjadi client yang menggunakan sekaligus menyediakan sumber daya yang disebut dengan jaringan peer to peer (P2P).

2.1.2.1 Jaringan Client Server Client server atau jaringan berbasis server ini didefenisikan dengan kehadiran server di dalam suatu jaringan yang menyediakan mekanisme pengamanan dan pengelolaan jaringan tersebut. File server adalah jantung dari sistem jaringan ini. Keuntungan dari jaringan client server ini diantaranya: 1. Resource (sumber daya) dan keamanan data terkontrol melalui server. 2. Fleksibel. Maksudnya teknologi baru dengan mudah dapat diintegrasikan ke dalam sistem. 3. Interoperability. Maksudnya semua komponen (client/server/jaringan) saling bekerja sama. 4. Mudah diakses. Maksudnya Server dapat diakses dari jauh dan bisa bekerja di multi platform. Sedangkan kerugian yang mungkin didapat bila menggunakan sistem jaringan ini adalah selain memerlukan investasi biaya yang cukup mahal juga membutuhkan staf ahli yang mampu mengefisienkan dan merawat jaringan ini. 2.1.2.2 Jaringan Peer To Peer (P2P) Setiap komputer di dalam jaringan peer to peer mempunyai fungsi yang sama dan dapat berkomunikasi dengan komputer lain yang telah memberikan izin. Secara sederhana dapat dipahami, setiap komputer pada jaringan peer to peer berfungsi sebagi client dan server sekaligus. Jaringan ini biasanya digunakan disebuah kantor kecil dengan jumlah komputer sedikit. Keuntungan menggunakan jaringan peer to peer adalah sebagai berikut: 1. Tidak memerlukan investasi tambahan untuk pembelian hardware dan software bagi server.

2. Tidak memerlukan seorang Network Administrator, serta perawatan mudah dan biaya instalasi yang murah. Kerugian menggunakan jaringan peer to peer adalah sebagai berikut: 1. Berbagi sumber daya pada suatu komputer di dalam jaringan akan sangat membebani komputer tersebut. 2. Masalah lain adalah kesulitan dalam mengatur file-file. User harus menangani komputernya sendiri jika ditemui masalah. 3. Tingkat keamanan jaringan cukup lemah. 2.1.2.3 Jaringan Hybrid Jaringan hybrid memiliki semua yang terdapat pada dua tipe jaringan sebelumnya. Ini berarti pengguna dalam jaringan dapat mengakses sumber daya yang di share oleh jaringan peer, sedangkan di waktu yang bersamaan juga dapat memanfaatkan sumber daya yang disediakan oleh server. Keuntungan jaringan hybrid adalah sama dengan keuntungan menggunakan jaringan berbasis server dan berbasis peer to peer. Jaringan hybrid memiliki kekurangan seperti pada jaringan berbasis server. 2.1.3 Topologi Jaringan Wireless dan Standarisasinya 2.1.3.1 Topologi Jaringan Wireless Secara singkat, jaringan wireless dapat diartikan sebagai jaringan komputer yang terhubung menggunakan media perantara berupa gelombang elektromagnetik.

Perangkat keras utama yang menjadi ujung tombak sistem jaringan ini yaitu Wireless Card Adapter (Perangkat Jaringan Wireless). Topologi jaringan merupakan tampilan fisik jaringan yang menggambarkan penempatan komputer-komputer di dalam jaringan dan bagaimana satu dengan yang lainnya dihubungkan. Sebenarnya topologi pada jaringan wireless ada kemiripan dengan topologi jaringan konvensional berbasis kabel. Secara teori topologi jaringan wireless dibedakan atas dua jenis sebagai berikut: 1. Topologi Infrastruktur. Hal yang paling menonjol dalam topologi ini adalah adanya perangkat keras access point sebagai media penghubungnya. Jadi client anggota jaringan ini harus melalui acces point terlebih dahulu sebelum dapat berhubungan dengan client yang lain. Berikut ilustrasi sistem jaringan Infrastruktur yang dikutip dari http://laksamana-embun.blogspot.com. Gambar 2.1 Topologi Infrastruktur Jaringan Wireless 2. Topologi Ad hoc. Topologi ini merupakan salah satu jenis jaringan peer to peer. Artinya jaringan yang dibangun hanya mengandalkan komponenwireless Card Adapter. Berikut ilustrasi gambar topologi jaringan ad hoc yang dikutip dari http://laksamana-embun.blogspot.com. Gambar 2.2 Topologi Ad hoc Jaringan Wireless

Dilihat dari sisi topologi, jaringan ad hoc merupakan kumpulan dari beberapa node jaringan wireless multihop yang dinamis dan tentu setiap nodenya mempunyai interface wireless untuk berkomunikasi dengan node lainnya. Jaringan ini mempunyai infrastruktur node jaringan yang tidak permanen karena terdiri dari node-node yang bergerak secara bebas dan secara dinamis membentuk jaringan sementara tanpa sarana dan prasarana pendukung yang ada sebelumnya.jadi topologi jaringan yang terbentuk dan hubungan antara node-nodenya dapat berubah dengan cepat dan tidak dapat diprediksi. Uniknya pada jaringan ad hoc adalah setiap node pada jaringan ini harus mampu menjaga performance trafik paket data dalam jaringan akibat sifat mobilitas node dengan cara rekonfigurasi jaringan. Sebagai contoh, jika ada node yang bergeser yang mengakibatkan gangguan berupa putus jaringan, maka node yang mengalami gangguan tersebut dapat meminta pembentukan rute link baru untuk meneruskan pengiriman paket data. Dengan kata lain node-node yang saling terkoneksi pada jaringan ad hoc tidak hanya berperan sebagai pengirim dan penerima data, namun juga berperan sebagai penunjang node yang lainnya. Berikut beberapa ciri yang unik dan menarik dari mobile ad hoc network, antara lain: 1. Tidak ada sarana dan prasarana khusus yang ditentukan. 2. Secara otomatis membentuk konfigurasi dan memeliharanya sendiri. 3. Pembentukan hubungan komunikasi yang cepat. 4. Administrasi yang tidak terpusat. 5. Konfigurasi yang sangat mudah. seperti: Dibandingkan jaringan infrastruktur, jaringan ad hoc memiliki keunggulan 1. Mudah diimplementasikan dan sangat berguna disaat waktu yang mendesak. 2. Mobile node yang selalu bergerak dapat terus mengakses informasi secara real time ketika berhubungan dengan node lain, sehingga pertukaran data dan pengambilan keputusan dapat segera dilaksanakan.

3. Jaringan yang bersifat fleksibel ini dapat digunakan untuk waktu yang singkat terhadap suatu keperluan tertentu karena jaringan ini bersifat sementara. 4. Jaringan ini dapat pula direkonfigurasi dalam beragam topologi baik untuk jumlah user kecil hingga banyak sesuai dengan aplikasi dan instalasi. 2.1.3.2 Standarisasi Jaringan Wireless Secara umum, karena menggunakan gelombang radio sebagai media transmisi datanya, maka komponen wireless yang digunakan harus memiliki standar frekuensi yang sama. Hal ini dikarenakan walaupun dalam suatu jaringan komputer terdapat beberapa jenis vendor pembuat perangkat jaringan wireless, namun tetap dapat berkomunikasi asalkan menggunakan standar frekuensi yang sama. Standarisasi pada jaringan wireless didefenisikan oleh Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE). Menurut sumber kuitpan darihttp://id.wikipedia.org/, IEEE adalah sebuah organisasi profesi nirlaba yang terdiri dari banyak ahli di bidang teknik yang mempromosikan pengembangan standarstandar dan bertindak sebagai pihak yang mempercepat teknologi-teknologi baru dalam semua aspek dalam industri dan rekayasa (engineering), yang mencakup telekomunikasi, jaringan komputer, kelistrikan, antariksa dan elektronika. Adapun standarisasi tersebut adalah sebagai berikut: 1. IEEE 802.11 Legacy,adalah standar jaringan wireless pertama yang bekerja pada frekuensi 2,4 GHz dengan kecepatan transfer data maksimum 2 Megabit persecond (Mbps). 2. IEEE 802.11b, masih menggunakan frekuensi 2,4 GHz dengan kecepatan transfer datanya mencapai 11 Mbps dan jangkauan sinyal sampai 30 meter diluar ruangan.

3. IEEE 802.11a, sudah bekerja pada frekuensi 5 GHz dengan kecepatan transfer datanya mencapai 58 Mbps. 4. IEEE 802.11g, merupakan gabungan dari standar 802.11a dan 802.11b yang menggunakan frekuensi 2,4 GHz. Namun kecepatan akses datanya hanya mencapai 54 Mbps. Standar inilah yang umum digunakan di pasaran. 5. IEEE 802.11n, sebagian buku menyebutnya sebagai standar masa depan yang bekerja pada frekuensi 2,4 GHz dan dikabarkan kecepatan transfer datanya dapat mencapai 100-200 Mbps. 2.2 Konsep Dasar IP Address Versi 4 2.2.1 Mengenal IP Address Versi 4 Internet Protocol (IP) Address atau alamat IP ibarat sebuah tanda pengenal bagi komputer atau peralatan lain yang terhubung ke jaringan yang menggunakan protocol Transmission Control Protocol/Internet Protocol (TCP/IP). Protokol adalah sekumpulan aturan yang mengatur komunikasi data antar peralatan-peralatan dalam suatu jaringan komputer. Salah satu protocol standar untuk mengatur komunikasi antar komputer dalam sebuah jaringan adalah protocol TCP/IP. Jaringan yang dimaksud dapat berupa Local Area Network (LAN), Wireless Ares Network (WAN) atau Internet. Dengan adanya protokol ini memungkinkan komputer yang dibuat dari berbagai vendor dan berbeda sistem operasinya dapat saling berkomunikasi satu sama lain membentuk sebuah jaringan. IP address merupakan sekumpulan bilangan biner 32 bit yang terbagi menjadi 4 segmen dimana setiap segmennya terdiri dari 8 bit dan dipisahkan dengan tanda titik dimasing-masing segmennya. Tiap segmen yang terdiri dari 8 bit yang berarti memiliki nilai desimal dari 0-255. Jarak angka yang bisa digunakan adalah dari 00000000.00000000.00000000.00000000-11111111.11111111.11111111.11111111.

Notasi IP address dengan bilangan biner seperti ini susah untuk digunakan, sehingga sering ditulis dalam 4 bilangan desimal yang masing-masing dipisahkan oleh 4 buah titik yang lebih dikenal dengan notasi desimal bertitik. Setiap bilangan desimal merupakan nilai dari satu segmen IP address. Berikut contoh gambar hubungan suatu IP address dalam format biner dan desimal yang dikutip dari http://dedenthea.wordpress.com/2007/02/09/konsep-dasar-ip-address/. Gambar 2.3 IP Address Dalam Bilangan Biner dan Desimal 2.2.2 Kelas IP Address Versi 4 Nilai maksimum setiap segmen adalah 255, artinya bila dihitung jumlah alamat IP yang ada adalah 255x255x255x255 = 4.228.250.625. Kemudian untuk mempermudah pemakaian, alamat IP dikelompokkan dalam beberapa kelas yaitu kelas A, B, C, D dan E. Namun yang umum digunakan adalah kelas A, B, C. Berikut table yang menunjukan kelas-kelas alamat IP versi 4. Tabel 2.1 Kelas-Kelas IP Address Versi 4 Kelas Rentang IP Address Format Penulisan A 1-126 1.0.0.0 s/d 126.255.255.255 B 128-191 128.0.0.0 s/d 191.255.255.255 C 192-223 192.0.0.0 s/d 223.255.255.255 D 224-239 224.0.0.0 s/d 239.255.255.255 E 240-254 240.0.0.0 s/d 254.255.255.255 Segmen-segmen dalam alamat IP versi 4 sebenarnya dibagi menjadi 2 bagian besar yaitu Network ID dan Host ID. Network ID menunjukkan identitas atau alamat jaringan sedangkan Host ID mengacu pada nomor komputer atau peralatan lain yanga terhubung ke suatu jaringan. Ibaratnya Network ID (Net ID) seperti alamat komplek perumahan sedangkan Host ID adalah nomor rumah yang ada di komplek tersebut.berikut table yang menunjukkan Net ID dan Host ID dari masing-masing kelas alamat IP versi 4.

Tabel 2.2 Tabel Network ID dan Host ID IP Address Versi 4 Kelas Segmen Net ID dan Host ID A 0NNNNNNN.HHHHHHHH.HHHHHHHH.HHHHHHHH B 10NNNNNN.NNNNNNNN.HHHHHHHH.HHHHHHHH C 110NNNNN.NNNNNNNN.NNNNNNNN.HHHHHHHH Dengan mengetahui posisi Network ID yang ditunjukkan simbol huruf N dan posisi Host ID yang ditunjukkan simbol huruf H pada masing-masing kelas, maka dapat ditentukan berapa jumlah network dah host seperti ditunjukkan pada tabel berikut: Tabel 2.3 Tabel Jumlah Network dan Host Kelas Jumlah Network Jumlah Host A 2 7 = 126 2 24 2 = 16.777.214 B 2 14 = 16.384 2 16 2 = 65.534 C 2 21 = 2.097.152 2 8 2 = 254 Sebagai contoh untuk memahami teori Net ID dan Host ID ini adalah bila diketahui 3 buah komputer masing-masing memiliki alamat IP sebagai berikut A: 130.200.32.2, B: 130.100.32.3 dan C: 130.200.63.3. Kemudian diantara ketiga komputer tersebut, manakah yang dapat saling berhubungan. Analisa dari masalah ini yaitu pertama, alamat IP dari ketiga komputer tersebut ternyata semuanya di kelas B. Kedua, karena kelas B berarti segmen pertama dan kedua merupakan Network ID yang harus sama. Diperoleh komputer A dan C memiliki Net ID yang sama yaitu 130.200.x.x. Komputer dalam suatu jaringan dapat berhubungan jika memiliki Net ID yang sama. Terakhir, kesimpulannya adalah komputer A dan C yang dapat saling berhubungan sedangkan komputer B tidak dapat terhubung karena memiliki Net ID yang berbeda dengan yang lain. 2.2.3 Subnet Mask Agar suatu jaringan mengetahui kelas mana yang dipakai serta untuk menentukan apakah suatu alamat IP termasuk ke dalam satu jaringan atau jaringan lain, maka

digunakan subnet mask. Subnet mask selalu berpasangan dengan IP address. Setiap kelas memiliki subnet mask default seperti ditunjukkan pada tabel berikut: Tabel 2.4 Tabel Subnet Mask IP Address Versi 4 Kelas Subnet Mask Default Biner A 255.0.0.0 11111111.00000000.00000000.00000000 B 255.255.0.0 11111111.11111111.00000000.00000000 C 255.255.255.0 11111111.11111111.11111111.00000000