Sub Sektor : Air Limbah No. Faktor Internal % Skor 1.00 2.00 3.00 4.00 Angka KEKUATAN (STRENGHTS) Adanya struktur organisasi kelembagaan pengelola limbah 1.1 domestik pada PU BMCK Memiliki Program kegiatan yang berkelanjutan pada 1.2 penanganan Air Limbah 2 Aspek Keuangan Ada dana/anggaran untuk program limbah domestik pada 2.1 BMCK setiap tahunnya 25% 2 0.50 2.2 Alokasi anggaran terarah untuk pengembangan 25% 1 0.25 Sudah adanya rincian hasil retribusi pengelolaan Air 2.3 Limbah 25% 2.4 Ada alokasi dari APBN untuk peningkatan dan pengadaan 25% 3 Aspek Teknis Operasional 3.1 Adanya IPLT yang sudah siap operasional 25% 4 1.00 3.2 Adanya Petunjuk Teknis (SOP) pengawasan 25% 2 0.50 3.3 Adanya Program pendukung seperti Sanimas 25% 4 1.00 3.4 Termaktup dalam dokumen RPI2JM 25% 3 0.75 4 Aspek Komunikasi 4.1 melibatkan media dikabupaten 35% 1 0.35 4.2 Kampanye oleh Bidang terkait 30% 2 0.60 4.3 Kampanye oleh dinas kesehatan 35% 3 1.05 5 SDM Adanya personel dalam SKPD yang menangani air limbah domestik 100% 1 1.00 JUMLAH NILAI KEKUATAN 9.00 KELEMAHAN (WEAKNESS) 1.1 Peran kelembagaan Masih belum baik 35% 3 1.05 1.2 Belum memiliki Masterplan ataupun sejenisnya 25% 1 0.25 Kurangnya koordinasi antar instansi dalam penanganan air 1.3 limbah 40% 1 0.40 2 Aspek Keuangan 2.1 Proporsi anggaran masih sangat kecil 35% 4 1.40 2.2 Penghasilan PAD tidak diawasi. 30% 2 0.60 Anggaran operasional IPLT masih belum menjadi perhatian 2.3 pada pengambil kebijakan 35% 2 0.70 3 Aspek Teknis Operasional 3.1 Sarana dan Prasarana Air Limbah belum optimal 50% 3 1.50 Belum ada sistem pengolahan limbah domestik yang 3.2 berjalan baik 4 Aspek Komunikasi 4.1 Belum dimanfaatkan media komunikasi 50% 1 0.50 belum Terlibatnya kepala daerah secara langsung dalam 4.2 memberikan pengarahan. 50% 1 0.50 5 SDM Keterbatasan kapasitas SDM dalam pengelolaan air limbah 5.2 Kurangnya tenaga manajemen pengelolaan air limbah JUMLAH NILAI KELEMAHAN SELISIH NILAI KEKUATAN - KELEMAHAN 8.90 0.10
No. Faktor Eksternal Skor 1.00 2.00 3.00 4.00 Angka PELUANG (OPPORTUNITIES) 1.1 ada kemungkinan dapat kerjasama dengan pihak swasta mempunyai hubungan kedekatan dari jarak dengan 1.2 Ibukota Provinsi 2 Aspek Keuangan 2.1 memiliki potensi pembiayaan sumber dana lainnya (CSR) 50% 3 1.50 Memanfaatkan bantuan hibah APBN dengan sebaiknya 2.2 menyelaraskan dengan kebijakan pemerintah daerah 3 Aspek Komunikasi 3.1 kerjasama dengan pihak lain 30% 2 0.60 3.2 Mengajak tokoh agama terlibat dalam dakwah agama 35% 2 0.70 3.3 Melibatkan tokoh adat 35% 2 0.70 4 Aspek Teknis Operasional 4.1 Kerjasama dengan daerah pemerintahan tetangga 5 Aspek Partisipasi Masyarakat, Swasta dan Kesetaraan Gender Adanya partisipasi swasta dalam pengolahan limbah domestik 50% 2 1.00 Adanya kelompok masyarakat yang melakukan pengelola 5.2 limbah domestic 50% 2 1.00 6 Aspek Sosial Budaya Mayoritas penganut agama adalah muslim "Kebersihan 6.1 adalah sebahagian dr Imam" 100% 4 4.00 7 Demografi dan LH 7.1 pertumbuhan penduduk 3,25 % per tahun 7.2 50% 3 1.50 JUMLAH NILAI PELUANG 15.50 ANCAMAN (THREATS) 1.1 Kurangnya peran swasta dalam pengelolaan air limbah 1.2 Peran swasta yg ada belum diorganisir 50% 3 1.50 2 Aspek Keuangan Lambat menginvestasikan kegiatan bidang sanitasi akibat 2.1 tidak mendapat kepercayaan 30% 2 0.60 Masyarakat tidak patuh dalam pembayaran retribusi air 2.2 limbah 40% 2 0.80 Sektor Swasta masih beranggapan bahwa sektor usaha 2.3 bidang limbah domestik tidak menguntungkan 30% 2 0.60 3 Aspek Komunikasi 3.1 timbul kesenjangan antara pemerintah dan masyarakat 4 Aspek Teknis Operasional 4.1 Belum tersedia SPAL 20% 2 0.40 4.2 Pemakaian Tangki Septik Suspek tidak aman 40% 3 1.20 Industri rumah tangga belum menerapkan pengelolaan 4.3 limbah yang sesuai dengan standar teknis 40% 2 0.80 5 Aspek Partisipasi Masyarakat Swasta dan Kesetaraan Gender Kelompok perempuan tidak dilibatkan dalam perencanaan sanitasi 100% 2 2.00 6 Aspek Sosial Budaya 6.1 Potensi Buang Air Besar Sembarang (BABS) 60% 2 1.20 pencemaran karena pembuangan isi tangki septik ke 6.2 saluran drainase dan sungai 40% 2 0.80 7 Demografi dan LH Pergeseran kawasan bisnis dan permukiman diperbatasan 7.1 100% 3.00 dengan Kota Banda Aceh JUMLAH NILAI ANCAMAN SELISIH NILAI PELUANG - ANCAMAN 3 15.90-0.40
Posisi Air Limbah 1.40 0.90 0.40-0.10-1.50-1.00-0.50 0.50 1.00 1.50-0.60-1.10-1.60
Sub Sektor : Persampahan No. Faktor Internal % Skor 1.00 2.00 3.00 4.00 Angka KEKUATAN (STRENGHTS) 1.1 Adanya bidang khusus pengelola Persampahan 40% 3 1.20 1.2 Memiliki kemampuan dalam pengelolaan 30% 2 0.60 1.3 Adanya retribusi (qanun) persampahan 30% 3 0.90 2 Aspek Keuangan 2.1 Ada dana/anggaran untuk program Persampahan 40% 2 0.80 2.2 Alokasi anggaran terarah 20% 1 0.20 2.3 Ada PAD dari sektor persampahan 40% 3 1.20 3 Aspek Teknis Operasional Adanya sarana dan prasarana pengelolaan sampah 3.1 dengan adanya TPA Regional 3.2 Adanya Perda penggelolaan persampahan 4 Aspek Komunikasi 4.1 melibatkan media dikabupaten 35% 1 0.35 4.2 Kampanye oleh Bidang terkait 30% 1 0.30 4.3 Kampanye oleh dinas kesehatan 35% 1 0.35 5 SDM Adanya personel dalam SKPD yang menangani air limbah domestik 5.2 dilakukannya penungkatan kemampuan 50% 1 0.50 JUMLAH NILAI KEKUATAN 9.40 KELEMAHAN (WEAKNESS) 1.1 Peran kelembagaan Masih belum baik 25% 3 0.75 1.2 Belum memiliki peta jaringan layanan persampahan 25% 1 0.25 1.3 Kurangnya koordinasi antar instansi. 25% 1 0.25 1.4 Ketersediaan data masih belum dikelola dengan baik 25% 1 2 Aspek Keuangan 2.1 Proporsi anggaran masih sangat kecil 35% 4 1.40 2.2 Penghasilan PAD tidak diawasi. 30% 2 0.60 Anggaran operasional TPA dan lainnya masih belum 2.3 menjadi perhatian pada pengambil kebijakan 35% 2 0.70 3 Aspek Teknis Operasional 3.1 Sarana dan Prasarana persampahan belum optimal 25% 3 0.75 Jumlah sarana masih kurang dibandingkan luasnya 3.2 layanan 25% 2 0.50 3.3 TPA Regional masih belum berfungsi 25% 1 3.4 Jangkauan pelayanan sampah masih terbatas 25% 2 4 Aspek Komunikasi 4.1 Belum dimanfaatkan media komunikasi 50% 3 1.50 Belum adanya inovasi yang baik dalam mengajak 4.2 masyarakat untuk melakukan pemilahan sampah 50% 1 0.50 5 SDM Keterbatasan kapasitas SDM dalam pengelolaan air limbah 5.2 Kurangnya tenaga manajemen persampahan Jumlah personil penanganan sampah masih kurang JUMLAH NILAI KELEMAHAN SELISIH NILAI KEKUATAN - KELEMAHAN 9.20 0.20
No. Faktor Eksternal Skor 1.00 2.00 3.00 4.00 Angka PELUANG (OPPORTUNITIES) 1.1 ada kemungkinan dapat kerjasama dengan pihak swasta dapat bekerjasama dengan Kota Banda Aceh, Kota 1.2 Sabang dalam pengeloalaan sampah (basajan) 2 Aspek Keuangan 2.1 memiliki potensi pembiayaan sumber dana lainnya Memanfaatkan bantuan hibah APBN dengan sebaiknya 2.2 dengan menyelaraskan dengan kebijakan daerah 3 Aspek Komunikasi 3.1 kerjasama dengan pihak lain 3.2 Mengajak tokoh agama dan tokoh adat 4 Aspek Teknis Operasional 4.1 Kerjasama dengan daerah pemerintahan tetangga 5 Aspek Partisipasi Masyarakat, Swasta dan Kesetaraan Gender Adanya partisipasi swasta dalam pengolahan Persampahan Adanya kelompok masyarakat yang melakukan 5.2 Persampahan dengan sistem 3R 6 Aspek Sosial Budaya Mayoritas penganut agama adalah muslim " Kebersihan 6.1 adalah sebahagian dr Imam" 7 Demografi dan LH 7.1 pertumbuhan penduduk 50% 1 0.50 Masih banyak lahan kosong yang dapat dimanfaatkan JUMLAH NILAI PELUANG 12.50 ANCAMAN (THREATS) 1.1 Peran swasta belum diorganisir oleh pemerintah daerah. 1.2 Peran swasta yg ada belum diorganisir 50% 3 1.50 2 Aspek Keuangan Lambat menginvestasikan kegiatan bidang sanitasi 2.1 akibat tidak mendapat kepercayaan 2.2 Pembayaran retribusi tidak sesuai dengan pelayanan 3 Aspek Komunikasi tidak terjalin komunikasi antara pemerintah dan 3.1 masyarakat dalam pengelolaan sampah 3.2 tidak adanya pengawasan dari unsur masyarakat 4 Aspek Teknis Operasional Jangkauan pelayanan sampah masih belum mencapai 4.1 Rumah tangga 40% 2 0.80 4.2 Belum ada pemilahan sampah sesuai dengan jenisnya 40% 3 1.20 Prilaku masyarakat yang membuang sampah 4.3 sembarangan masih tinggi 20% 2 0.40 5 Aspek Partisipasi Masyarakat Swasta dan Kesetaraan Gender Sektor Swasta masih beranggapan bahwa sektor usaha bidang limbah domestik tidak menguntungkan 6 Aspek Sosial Budaya 6.1 Potensi Buang sampah sembarangan 60% 3 1.80 6.2 pencemaran udara karea pembakaran sampah 40% 3 1.20 7 Demografi dan LH Pergeseran kawasan bisnis dan permukiman 7.1 diperbatasan dengan Kota Banda Aceh JUMLAH NILAI ANCAMAN SELISIH NILAI PELUANG - ANCAMAN 100% 3 3.00 16.90-4.40
Posisi Persampah dalam SWOT 5.00 4.00 3.00 2.00 1.00-0.35-0.25-0.15-0.05-1.00 0.05 0.15 0.25 0.35-2.00-3.00-4.00-5.00
Sub Sektor : Drainase No. Faktor Internal % KEKUATAN (STRENGHTS) Skor 1.00 2.00 3.00 4.00 Angka 1.1 Adanya STOK yang menangani pembangunan drainase 2 Aspek Keuangan Ada dana/anggaran untuk pembangunan / rehabilitasi 2.1 drainase 3 Aspek Teknis Operasional 3.1 Adanya biaya perawatan untuk pembersihan drainase 4 Aspek Komunikasi 4.1 Adanya kampanye oleh Bidang terkait 35% 1 0.35 5 SDM Adanya personel untuk melakukan pengawasan kelancaran drainase JUMLAH NILAI KEKUATAN 6.35 KELEMAHAN (WEAKNESS) 1.1 Masih belum memiliki masterplan drainase 25% 2 0.50 1.2 Data jaringan drainase tidak komprehensif 25% 1 0.25 1.3 Perencanaan jaringan drainase masih bersifat parsial 50% 1 0.50 2 Aspek Keuangan 2.1 Proporsi anggaran APBD masih sangat kecil 50% 4 2.00 2.2 terjadi pemborosan anggaran disebabkan sering terjadi genangan dan banjir. 3 Aspek Teknis Operasional 3.1 jaringan primer drainase masih belum memadai. 50% 3 1.50 3.2 Data jaringan drainase tidak komprehensif 50% 4 2.00 4 Aspek Komunikasi 4.1 Belum dimanfaatkan media komunikasi 50% 3 1.50 4.2 Belum terlibat SKPD dalam menginformasikan pentingnya penggelolaan drainase tingkat masyarakat 50% 1 0.50 5 SDM kurangnya partisipasi pengelola air dalam pengawasan JUMLAH NILAI KELEMAHAN SELISIH NILAI KEKUATAN - KELEMAHAN 11.75-5.40
No. Faktor Eksternal Skor 1.00 2.00 3.00 4.00 Angka PELUANG (OPPORTUNITIES) 1.1 Program pemberdayaan masyarakat cukup berperan dalam pembangunan drainase 1.2 Topografi Aceh besar sangat mendukung karena berbukit sehingga cukup dengan alran grafitasi 2 Aspek Keuangan 2.1 mengharapkan bantuan hibah APBN dalam pembangunan saluran primer 3 Aspek Komunikasi 3.1 kerjasama dengan pihak lain 3.2 Mengajak tokoh agama dan tokoh adat dalam pemeliharaan kebersihan drainase 4 Aspek Teknis Operasional 4.1 Kerjasama dengan daerah pemerintahan tetangga dikarenakan buangan air banyak ke kota banda aceh 4.2 untuk saluran sekunder dan tersier dapat mengunakan saluran tanah. 5 Aspek Partisipasi Masyarakat, Swasta dan Kesetaraan Gender dapat melibatkan masyarakat dalam pengelolaan drainase 6 Aspek Sosial Budaya 6.1 Mayoritas penganut agama adalah muslim " Kebersihan adalah sebahagian dr Imam" 7 Demografi dan LH 7.1 pertumbuhan penduduk 50% 1 0.50 7.2 Masih banyak lahan kosong yang dapat dimanfaatkan 50% untuk daerah tangkapan air 2 1.00 JUMLAH NILAI PELUANG 11.50 ANCAMAN (THREATS) Pembangunan saluran drainase yang dilakukan parsial 1.1 dikhawatirkan akan sia - sia Saluran drainase masih dimanfaatkan sebagai saluran 1.2 buang rumah warga 50% 3 1.50 2 Aspek Keuangan 2.1 sulit mencari donor lainnya 50% 1 0.50 2.2 Lembaga swasta yang bergerak di sektor drainase tidak ada 50% 1 0.50 3 Aspek Komunikasi 3.1 tidak terjalin komunikasi antara pemerintah dan masyarakat dalam pemeliharaan jaringan drainase 3.2 tidak adanya pengawasan dari unsur masyarakat 4 Aspek Teknis Operasional masih tingginya sedimentasi dan pembuangan sampah 4.1 ke drainase 40% 2 0.80 masih adanya industri kecil/rumah tangga yang 4.2 membuang ke saluran drainase 40% 2 0.80 4.3 saluran drainase masih dimanfaatkan sebagai saluran spal 20% 2 0.40 5 Aspek Partisipasi Masyarakat Swasta dan Kesetaraan Gender
kesadaran kelompok masyarakat dalam memelihara jaringan yang sudah dibangun masih sangat rendah keterlibatan kelompok perempuan dan masyarakat tidak mampu dalam perencanaan drainase masih kurang sehingga kegiatan drainase tidak tepat sasaran
6 Aspek Sosial Budaya Potensi Buang sampah sembarangan termasuk ke 6.1 saluran drainase 7 Demografi dan LH Pergeseran kawasan bisnis dan permukiman diperbatasan 7.1 dengan Kota Banda Aceh JUMLAH NILAI ANCAMAN SELISIH NILAI PELUANG - ANCAMAN 100% 2 2.00 14.50-3.00 Posisi Drainase 3.00 2.00 1.00-6.00-4.00-2.00 2.00 4.00 6.00-1.00-2.00-3.00-4.00
Air Limbah Faktor Internal Kekuatan (S) Kelemahan (W) 1 Adanya struktur organisasi kelembagaan pengelola limbah domestik pada PU 1 Peran kelembagaan Masih belum baik BMCK 2 Memiliki Program kegiatan yang berkelanjutan pada penanganan Air Limbah 2 Belum memiliki Masterplan ataupun sejenisnya 3 memiliki potensi pembiayaan sumber dana lainnya (CSR) 3 Kurangnya koordinasi antar instansi dalam penanganan air limbah 4 Memanfaatkan bantuan hibah APBN dengan sebaiknya menyelaraskan 4 Proporsi anggaran masih sangat kecil dengan kebijakan pemerintah daerah 5 kerjasama dengan pihak lain 5 Penghasilan PAD tidak diawasi. 6 Mengajak tokoh agama terlibat dalam dakwah agama 6 Anggaran operasional IPLT masih belum menjadi perhatian pada pengambil kebijakan 7 Melibatkan tokoh adat 7 Sarana dan Prasarana Air Limbah belum optimal 8 Kerjasama dengan daerah pemerintahan tetangga 8 Belum ada sistem pengolahan limbah domestik yang berjalan baik 9 Belum dimanfaatkan media komunikasi 10 belum Terlibatnya kepala daerah secara langsung dalam memberikan pengarahan. 11 Keterbatasan kapasitas SDM dalam pengelolaan air limbah 12 Kurangnya tenaga manajemen pengelolaan air limbah Faktor Eksternal Peluang (O) 1 ada kemungkinan dapat kerjasama dengan pihak swasta 1 Pembentukan STOK untuk lebih memudahkan kerjasama dgn swasta 1 melibatkan swasta dalam pelatihan penanganan sampah 2 mempunyai hubungan kedekatan dari jarak dengan Ibukota Provinsi 2 Dapat membuat kerjasama dengan Ibukota Provinsi terkait kerjasama penaganan persampahan 2 membuat masterplan air limbah dengan bantuan provinsi maupun pusat dan kerjasama dengan Kota Banda aceh mengenai daerah pinggiran yg berbatasan dengan aceh besar 3 Melibatkan swasta dengan menyepakati target PAD yg harys tercapai. 3 memiliki potensi pembiayaan sumber dana lainnya (CSR) 3 melakukan lobby dan menyelaraskan anggaran daerah dan pusat untuk mendukung kerjasama dengan sektor swasta 4 Memanfaatkan bantuan hibah APBN dengan sebaiknya 4 Sudah adanya IPLT di kota janto tetapi perlu peningkatan SDM agar manfaat menyelaraskan dengan kebijakan pemerintah daerah IPLT dan TPA yg berdampingan bisa berjalan sesuai prosedur 5 kerjasama dengan pihak lain 5 mengajak aktif tokoh agama untuk terliat melalui syariah Secara kaffah 5 Prasarana Air Limbah yg masih belum kedap sebiknya dapat melibatkan tokoh agama agar ada kesadaran dr masyarakat dalam menganti tangki septik menjadi kedap. 6 Mengajak tokoh agama terlibat dalam dakwah agama 7 Melibatkan tokoh adat 6 spal dan tangki septik merupakan kewajiban masyarakat yg harus terbenahi dan bisa memanfaatkan tokoh agama dan masyarakat 8 Kerjasama dengan daerah pemerintahan tetangga 9 Adanya partisipasi swasta dalam pengolahan limbah domestik 10 Adanya kelompok masyarakat yang melakukan pengelola 6 membentuk kelompok pengelola limbah domestik untuk pupuk dan gas limbah domestic sebagai energi secara RT 11 Mayoritas penganut agama adalah muslim "Kebersihan adalah sebahagian dr Imam" 12 pertumbuhan penduduk 3,25 % per tahun 7 Mengantisipasi eningkatan jumlah penduduk dan perpindahan penduduk kota banda aceh wilayah aceh besar 7 penyadaran terhadap pelaku sedot tinja utk tidak menjual hasil sedot kepada masyarakat 8 Menerapkan IMB pada perumahan yang berada di wilayah perbatasan dengan pengawasan tangki septik yg benar2 kedap. Ancaman (T) 1 Kurangnya peran swasta dalam pengelolaan air limbah 1 membuat gambaran tata kelola air limbah secara komprehensif dan berkelanjutan 2 Peran swasta yg ada belum diorganisir 2 Pemerintah berperan aktif untuk mengubah perilaku masyarakat dengan memindahkan BABs menjadi kerumah dan merubah yg di rumah dengan tangki septik yang kedap air. 3 Lambat menginvestasikan kegiatan bidang sanitasi akibat tidak 3 mencari alternatif lain pendanaan dan bagi yg sudah ada prasarananya mendapat kepercayaan dilakukan perawatan dengan baik. 4 Masyarakat tidak patuh dalam pembayaran retribusi air limbah 4 Dengan adanya retribusi seharusnya dapat disosialisasikan kepada masyarakat agar sadar pentingnya pembayaran. 5 Sektor Swasta masih beranggapan bahwa sektor usaha bidang 5 memberikan kesempatan dengan membuka peluang swasta dan meminta limbah domestik tidak menguntungkan masukan agar keterlibatan swasta dapat berkembang. 6 timbul kesenjangan antara pemerintah dan masyarakat 6 Mengajak radio swasta untuk mengkampanyekan pentingnya sanitasi dengan melakukan dialog dengan pemuka agama. 7 Belum tersedia SPAL 7 melakukan triger dengan mengajak tokoh agama dan tokoh masyarakat dalam penyadaran agar membuat tangki septik kedap.
8 Pemakaian Tangki Septik Suspek tidak aman 8 Lebih meningkatkan efisiensi lingkungan yang sehat dengan menerapkan IMB dgn benar 9 Industri rumah tangga belum menerapkan pengelolaan limbah 9 Meningkatkan koordinasi antar SKPD yang sesuai dengan standar teknis 10 Kelompok perempuan tidak dilibatkan dalam perencanaan sanitasi 11 Potensi Buang Air Besar Sembarang (BABS) 12 pencemaran karena pembuangan isi tangki septik ke saluran drainase dan sungai 13 Pergeseran kawasan bisnis dan permukiman diperbatasan dengan Kota Banda Aceh Persampahan Faktor Internal Kekuatan (S) Kelemahan (W) 1 Adanya bidang khusus pengelola Persampahan 1 Peran kelembagaan Masih belum baik 2 Memiliki kemampuan dalam pengelolaan 2 Belum memiliki peta jaringan layanan persampahan 3 Adanya retribusi (qanun) persampahan 3 Kurangnya koordinasi antar instansi. 4 Ada dana/anggaran untuk program Persampahan 4 Ketersediaan data masih belum dikelola dengan baik 5 Alokasi anggaran terarah 5 Proporsi anggaran masih sangat kecil 6 Ada PAD dari sektor persampahan 6 Penghasilan PAD tidak diawasi. 7 Adanya sarana dan prasarana pengelolaan sampah dengan adanya TPA Regional 7 Anggaran operasional TPA dan lainnya masih belum menjadi perhatian pada pengambil kebijakan Adanya Perda penggelolaan persampahan 8 Sarana dan Prasarana persampahan belum optimal 9 Belum ada komunikasi antara instansi pengelola dengan masyarakat selaku melibatkan media dikabupaten penerima layanan persampahan 10 Pemanfaatan media komunikasi yang ada belum bervariasi dan belum optimal Kampanye oleh Bidang terkait Faktor Eksternal Peluang (O) WO 1 adanya potensi kerjasama dengan pihak swasta 1 Perlu STOK yg menanggani persampahan sehingga memunculkan kepercayaan pihak swasta. 2 Banyaknya program kementerian di bidang sanitasi 2 usulan kegiatan sebaiknya dikaji dari masyarakat. 3 Adanya potensi peningkatan pembiayaan APBN 3 sebaiknya membuat perencanaan persampahan dengan baik sehingga memudahkan pendanaan dari APBN dan lainnya gampang masuk. 4 potensi menggunakan media cetak dan website resmi pemda 4 penanganan persampahan oleh lembaga khusus. simeulue sebagai alat komunikasi 5 menggunakan media internet, facebook dan BBM dan telepon 5 Melengkapi sarana prasarana persampahan sebagai alat komunikasi dengan masyarakat 6 Adanya usulan untuk mengadakan TPA pada RPJMD 6 Melakukan pemilahan sampah pada sumbernya potensi pelibatan masyarakat dalam pengelolaan persampahan Ancaman (T) 1 belum terorganisirnya peran swasta dan dunia usaha 1 perlu melibatkan pihak swasta dalam penanganan persampahan 2 tidak maksimalnya penanganan persampahan 2 peraturan persampahan masih hanya sebatas retribusi 3 tidak tersosialisasinya pentingnya menjaga lingkungan 3 perlu peningktan pendanaan dari apbd khususnya untuk bidang sanitasi 4 Tidak adanya pemilahan sampah dari sumber 4 perlu pembentukan kelompok - kelompok masyarakat 5 rusaknya badan air dan lingkungan 5 Membuat regulasi terkait persampahan oparasional 6 berkurangnya kenyamanan dan kebersamaan 6 7 terjadinya kerusakan lingkungan Drainase Faktor Internal Kekuatan (S) Kelemahan (W) 1 Adanya STOK yang menangani pembangunan drainase 1 Masih belum memiliki masterplan drainase 2 Ada dana/anggaran untuk pembangunan / rehabilitasi drainase 2 Data jaringan drainase tidak komprehensif 3 Adanya biaya perawatan untuk pembersihan drainase 3 Perencanaan jaringan drainase masih bersifat parsial 4 Adanya kampanye oleh Bidang terkait 4 Proporsi anggaran APBD masih sangat kecil 5 Adanya personel untuk melakukan pengawasan kelancaran drainase 5 terjadi pemborosan anggaran disebabkan sering terjadi genangan dan banjir.