ARSITEKTUR BRUTALISME DAN NEO BRUTALISME

dokumen-dokumen yang mirip
LATIHAN SOAL PERKEMBANGAN ARISITEKTUR 3

PERKEMBANGAN ARSITEKTUR II Gaya Arsitektur Dekonstruksi (Materi pertemuan 3)

: memilih yang baik dari yang sudah ada sebelumnya. : aliran memilih, memadukan unsur-unsur atau gaya dalam bentuk tersendiri.

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN

2.2 Tinjauan Gaya Neo Klasik Eropa dan Indonesia Sejarah Gaya Arsitektur Neo Klasik

Modul 3 TOPIK 2 : Metode Perancangan Arsitektur Sub-Topik 3 : KONSEP

EGYPTIAN ARCHITECTURE

PERKEMBANGAN ARSITEKTUR II

memiliki lokalitas kuat, yaitu kedekatannya dengan alam dan arsitektur asli Amerika (antara lain rumah pertanian, padang rumput dan memori peradaban

Dampak Revolusi Industri dan Revolusi Sosial di Eropa Terhadap Perkembangan Arsitektur di Abad XVIII XIX Pertemuan 6 Gb.

PERKEMBANGAN ARSITEKTUR II Arsitektur Post Modern (Materi pertemuan 2)

BAB I PENDAHULUAN. sejak berabad-abad silam dan beberapa diantaranya sekarang sudah menjadi aset

BAB 3 TINJAUAN KHUSUS TEMA

BAB V KAJIAN TEORI. memanfaatkan lingkungan seperti pemanfaatan limbah peti kemas.

MATA KULIAH TEORI DAN METODE PERANCANGAN ARSITEKTUR 2

BAGIAN 2 ARSITEKTUR MODERN EKLEKTIK DAN NEO-KLASIK

PENGARUH REVOLUSI INDUSTRI TERHADAP PERKEMBANGAN DESAIN MODERN. Didiek Prasetya M.Sn

PERKEMBANGAN ARSITEKTUR II Pengertian dan Sejarah (Materi pertemuan 1 )

BAB 5 KESIMPULAN. 88 Universitas Indonesia. Gereja Koinonia..., Rinno Widianto, FIB UI, 2009

mereka sebagai satu-satunya masa yang membawa perubahan mendasar bagi umat manusia. Pengaruh masa lampau diperkuat oleh kenyataan bahwa Renaissance

Sebagai suatu bidang karya, sampai dengan abad 19, arsitektur masih belum dipisahkan secara tegas dari berbagai bidang lainnya. Tokoh-tokoh perencana

1. BAB I INTRODUCTION. perbelanjaan dengan tema besar Post-Modern Vernacularism. Adapun definisi

PENDEKATAN DESAIN PENCAHAYAAN FASADE BANGUNAN BERSEJARAH

Eclectisme. Department of Architecture UNTAG Semarang

BAB V KAJIAN TEORI. Pengembangan Batik adalah arsitektur neo vernakular. Ide dalam. penggunaan tema arsitektur neo vernakular diawali dari adanya

PERKEMBANGAN ARSITEKTUR I Pengertian Perkembangan Arsitektur (Materi pertemuan 1 dan 2)

KAJIAN ARSITEKTUR GHOTIC

MODUL PERKULIAHAN. Sejarah Arsitektur. Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh

HOME OF MOVIE. Ekspresi Bentuk BAB III TINJAUAN KHUSUS. Ekspresi Bentuk. III.1 Pengertian Tema. Pengertian Ekspresi, adalah :

DEKONSTRUKSI PADA ZAMAN ARSITEKTUR POST MODERN

BAB I PENDAHULUAN. Dalam perjalanan sejarah, pada titik-titik tertentu terdapat peninggalanpeninggalan

BANGUNAN BALAI KOTA SURABYA

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Latar Belakang Eksistensi Proyek

SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH STUDIO PERANCANGAN ARSITEKTUR 06 KODE / SKS : KK / 4 SKS. Sub Pokok Bahasan dan Sasaran Belajar

Kementerian Pendidikan Nasional merupakan lembaga pemerintahan yang bertugas meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. salah satu langkah yang di

PENERAPAN CIRI-CIRI ARSITEKTUR POSTMODERN PADA BANGUNAN MUSEUM TSUNAMI ACEH

BAGIAN III ARSITEKTUR MODERN AWAL

BAB III ELABORASI TEMA: ORIGAMI DALAM ARSITEKTUR

APLIKASI REGIONALISME DALAM DESAIN ARSITEKTUR

INTERIOR Konsep interior kontemporer (Materi pertemuan 9 )

SEJARAH DESAIN. Evaluasi Materi Modul 1 s.d 7. Udhi Marsudi, S.Sn. M.Sn. Modul ke: Fakultas Desain dan Seni Kreatif. Program Studi Desain Produk

Arsitektur Modern Indonesia (1940-Abad 20) BY: Dian P.E Laksmiyanti, S.T, M.T

BAB IV KONSEP 4.1 IDE AWAL

UKDW BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Permasalahan

SELAMAT DATANG MODERNisme

BAB V KAJIAN TEORI. Batik di Cirebon adalah langgam arsitektur Neo-Vernakular. Dalam bahasa. Yunani, neo memiliki arti baru, sedangkan vernakular

MENDEFINISIKAN KEMBALI ARSITEKTUR TROPIS DI INDONESIA

PROSES BERARSITEKTUR DALAM TELAAH ANTROPOLOGI: Revolusi Gaya Arsitektur dalam Evolusi Kebudayaan

BAB I PENDAHULUAN. I.1 Judul "Permukiman Tumbuh di atas Lahan Bencana Lumpur Lapindo Dengan Prinsip Metabolisme"

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB III ELABORASI TEMA. Tema yang diambil dalam proyek ini adalah Arsitektur Komunitas Religius.

BAB IV TINJAUAN ARSITEKTUR GEDUNG KONSER (CONCERT HALL)

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN

Geometri: Kebebasan Ekspresi Keindahan

BAB III KONSEP PERANCANGAN PUSAT ILMU PENGETAHUAN DAN KEBUDAYAAN RUSIA

BAB III TINJAUAN KHUSUS

Nama Mata Kuliah : Arsitektur Moderen dan Pasca Moderen Kode Mata Kuliah : AR 35214

Bab I PENDAHULUAN April :51 wib. 2 Jum'at, 3 Mei :48 wib

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang

BAB V KONSEP PERANCANGAN. Studi Tipologi Bangunan Pabrik Gula Krebet. Kawasan Pabrik gula yang berasal dari buku, data arsitek dan sumber-sumber lain

MANAKALA GEDUNG BPI ITB UNJUK KEKUATAN

KONSEP RANCANGAN. Latar Belakang. Konteks. Tema Rancangan Surabaya Youth Center

BAB I PENDAHULUAN. Kampus Jurusan Teknik Arsitektur Universitas Bina Nusantara. yang Berhubungan dengan Arsitektur.

ARSITEKTUR BYZANTIUM

Fasilitas Olah Raga dan Rekreasi di Jakarta BAB III TINJAUAN KHUSUS PROYEK

BAB VI KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

Skripsi Museum Keroncong

BAB III TINJAUAN TEMA INSERTION

BAB I PENDAHULUAN. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang kaya akan kebudayaan mulai dari

BAB V KAJIAN TEORI. Tema desain menjadi sebuah konsep untuk merancang dan membuat

BAB II KAJIAN LITERATUR

SEKOLAH MENENGAH TUNANETRA BANDUNG

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang

SEJARAH ARSITEKTUR GOTHIC

PASAR SENI DI YOGYAKARTA

TEORI DAN KONSEP PERANCANGAN RUANG DALAM

BAB III INTERPRETASI DAN ELABORASI TEMA. Tema yang digunakan pada perencanaan Hotel Forest ini adalah Green

BAB I PENDAHULUAN. JUDUL : Terminal Bus Induk Tipe A di Kabupaten Klaten

TIPOLOGI GEREJA IMMANUEL DI DESA MANDOMAI. Abstraksi

BAB III. Sport Hall/Ekspresi Struktur TINJAUAN KHUSUS. Laporan Skripsi dan Tugas Akhir. Pengertian Tema

BAB V. Kajian Teori. muncul pada pertengahan tahun 1960-an, Post Modern lahir. pola-pola yang berkesan monoton (bangunan berbentuk kotak-kotak).

BAB I PENDAHULUAN Potensi Kota Yogyakarta Sebagai Kota Budaya Dan Seni

Canopy: Journal of Architecture

pokok arti atau hakekat arti Art Gallery, yaitu : merupakan

BAB IV: TINJAUAN KHUSUS PROYEK

ASPEK-ASPEK ARSITEKTUR BENTUK DAN RUANG.

ILMU, TEKNOLOGI DAN SENI DALAM ARSITEKTUR. PENGANTAR ARSITEKTUR Minggu ke - 3

BAB IV KONSEP PERANCANGAN

Art Nouveau. Ciri-ciri

PUSAT SENI DAN KERAJINAN KOTA YOGYAKARTA

BAB I PENDAHULUAN. kuno maupun bangunan modern. Dimana hal tersebut dapat mencerminkan dan menjadi sebuah

DEFINISI INTERIOR & KONSEP U N I V E R S I T A S U D A Y A N A A A

BAHAN PERKULIAHAN DASAR SENI DAN DESAIN (Prodi Pendidikan Tata Busana) Disusun Oleh : Mila Karmila, S.Pd, M.Ds

Rumah Tinggal Dengan Gaya Arsitektur Bali Modern Di Denpasar

SATUAN ACARA PERKULIAHAN STUDIO PERANCANGAN ARSITEKTUR 2 / 3 SKS

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

UPT Perpustakaan ISI Yogyakarta BAB IV PENUTUP

BAB I PENDAHULUAN. Museum Budaya Dayak Di Kota Palangka Raya Page 1

Perkuatan Struktur pada Revitalisasi Bangunan Cagar Budaya Kasus Studi: Toko Dynasti, Jalan AM Sangaji Yogyakarta

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah Latar Belakang

Transkripsi:

ARSITEKTUR BRUTALISME DAN NEO BRUTALISME Ciri Arsitektur Brutalisme: Ditinjau dari segi bentuk; o Diterapkannya bentuk aneh, menyimpang dari kaidah-kaidah ataupun bentuk-bentuk biasa yang ada di masa sebelumnya. Misalnya-kapel Notre-Dame di Ronchamp Perancis Le-Corbusier - Yale School of Art & Architecture Paul Rudolph - Museum Everson I.M Pei - Karya-karya Tange o Penerapan system konstruksi beton exposed dengan permukaan Bidang kasar dihasilkan oleh perancah kasar atau sengaja dikasarkan setelah perancahnya dibuka Kata Brutal berkaitan dengan beton Brut/ beton kasar (menurut Le-Corbusier) penekanannya lebih ke bentuk Tokoh: James Stirling (Inggris) gedung Leicester University Engineering, James Gowan (1959-1963) Gedung Fakultas Sejarah, Cambrigde University (1965-1967) Sejarah Perkembangan Arsitektur 3. oleh x.furuhitho,st.,mt 1

ARISTEKTUR MONUMENTAL Asitektur setelah th 50.an dapat dikategorikan arsitektur monumental. Bentuk- bentuk baru yang dihasilkan ini dikatakan meninggalkan konsep Form Follows Function dengan memperhatikan pula tidak hanya fungsi tetapi juga aspek arsitektural tata letak, lingkungan, teknologi, bahan-bahan elemen-elemen lain yang tidak selalu fungsi; kadang bentuknya otentik, megah, sculptural, seolah-olah seperti bentuk seni yang dicetak. Keheningan & Kesederhanaan dapat pula menghasilkan bentuk-bentuk monumental Contoh karyanya: Boston City hall (1967) I.M. Pei, Gerhard Michael Kallmen, Noel Michael Mc. Kinnell, Edward Frank Knowles Monumental pada bangunan ini ditunjang selain oleh bentuk, tata letak dan lokasi yang terbuka luas, didukung efek bayangan oleh cahaya matahari.. Sejarah Perkembangan Arsitektur 3. oleh x.furuhitho,st.,mt 2

STRUKTURALISME Strukturalisme di sini berdasarkan dalil Claude Levi- Strauss. Sejarah mendasari proses terbentuknya struktur budaya dan membentuk model-model dari hubungan elemen-elemen didalamnya Dlm arsitektur: o Tujuan dari struktur formal terbntuk sepenuhnya oleh sejarah o Merupakan rancangan pencarian kreativitas untuk pola dasar penyelesaian o Penerapan ketertiban / teratur yang merangsang suatu kerangka arsitektural dimana setiap pengguna bangunan secara pribadi mendapat pilihan yang sesuai o Mencari kejernuhan dalam suasana yang membingungkan Karya; Aldo Van Eyck: Monicipal Orphanage, Amsterdam Sejarah Perkembangan Arsitektur 3. oleh x.furuhitho,st.,mt 3

METABOLISME DAN ARSITEKTUR MODERN JEPANG Banyak kesamaan antara arsitektur modern dengan tradisi Jepang seperti: konsep sederhana itu indah Dengan penonjolan elemen-elemen konstruksi, kolom, balok, bidang dll Metabolisme merupakan gerakan akhir th. 50-an, dicetuskan bersamaan dengan konferensi internasional tentang perancangan di Tokyo th.1960 Tokoh: Kisho Kurokawa, Kiyonori Kikutake, Fumihiko Maki, Masaso Otaka, Nobarii, Kawazoe dan Hirosho Asada Kosep: o Membandingkan bangunan dan kota-kota sebagai suatu proses energi yang didapatkan dalam segala bentuk kehidupan, yang merupakan siklus dari perubahan dan pembaharuan dan perusakan dari jaringan organic Perupakan penyederhanaan Tacisme dan Budhisme dalam bentuk modern, yaitu: perubahan tanpa henti merupakan mula dan gagasan reinkarnasi pada akhirnya o Bermakna koeksistensi dari berbagai elemen, ada yang tetap dimana terjadi perubahan (menurut Kurokawa) Sejarah Perkembangan Arsitektur 3. oleh x.furuhitho,st.,mt 4

o Pembaharuan yang kostan dari seluruh alam: bintang, tanaman, organisme hidup & lingkungan alami mereka (menurut Kawazoe) o Menjadi analogi biologis sebagai pengganti analogi mekanis yang kaku. Karya: Sky House (1959)-Kiyonori Kikutake Kota diatas laut (1960)-skema gagasan utopis untuk masyarakat daerah laut- Kiyonori Kikutake & kelompok metabolis Miyakonoko Civic Hall- Kiyonori Kikutake- hal 438-440 Charles Jencks mengatakan: Arsitektur modern pada kenyataannya adalah arsitektur tradisional Jepang dengan baju baru seperti system terbuka o Memperlihatkan / menonjolkan elemen-elemen arsitektural: konstruksi, bentuk, teknologi seperti: Apartemen Nagakin Tokyo (1972) Kiyonori Kikutake o Dasar konsep metabolisme: Bentuk konstruksi & warna dapat menonjolkan dan memisahkan elemenelemen dalam bangunan, masing-masing terlihat jelas dari luar Keseluruhan menampilkan bentuk yang sedang mengalami ptroses perubahan, pertumbuhan dan perkembangan seolaholah nantinya akan mengalami reinkarnasi Individualisme terkesan dari kapsul-kapsul lepas bebas satu dengan lain, merupakan ungkapan konsep ketidaksempurnaan proses menuju keseimbangan dalam filosofi Sejarah Perkembangan Arsitektur 3. oleh x.furuhitho,st.,mt 5

Budha Zen (yang dianut Jepang &Cina), hal 441 Aliran lain yang berkembang selain Metabolisme: memadukan konsep Sinto, Budha, tadisi seni & arsitektur Jepang dengan elemen-elemen modern o Bank Fukuoka Sogo (1972 Rosaki )hal-453-444 Tecno Arthistic o Merupakan rancangan dengan teknologi pabrikasi lebih besar dan lebih maju dengan konstruksi utama metal atau logam Contoh: rumah susun langit (Youyi Watanabe 1971)-hal-443 o Karakter khusus & indah muncul dengan penonjolan bahan-bahan pabrik baik di dalam maupun di luar bangunan dan integrasi bahan, struktu, system & sub System struktur, rekonstruksi & dekorasi Contoh lain: Pusat budaya George Pompidon (1972-1977) Di paris- Richard Rogers (inggris) & Renzo Riano (Italia) hal.445 ARSITEKTUR MODERN HISTORICSM / HISTORISME Kecenderungan mengulang bentuk-bentuk lama yang dianggap terbaik, diambil secara utuh Sejarah Perkembangan Arsitektur 3. oleh x.furuhitho,st.,mt 6

maupun digabung dengan unsure lain dari zaman lain- dengan demensi, bahan & ukuran berbeda Karya : o Robert Venture-USA Allen Art Museum, Oberlen Callege (1973-1977) Oberlin, ohio (1973) o New Play Hause Theater (1981-1984) Cleveland, Ohio Philip Johnson+ John burgee hal 462 ARSITEKTUR NEO-VERNACULAR Vernacular : bentuk-bentuk menerapkan unsureunsur budaya, likungan termasuk iklim setempat diungkapkan dalam bentuk fisik arsitektur (tata denah, struktur, detail-detail bagian, ornamen dll) o Arsitektur tradisional merupakan vernakuler murni tanpa pengaruh luar Neo- vernakuler- pengambilan bentuk-bentuk yang mengacu pada bahasa setempat dengan mengambil elemen-elemen arsitektur (fisik atau non fisik seperti budaya, pola piker dll) kedalam bentuk modern o Contoh : -Kompleks ITB, Bandung (1920-1921). Henry Maclaine Pont (1885-1947) menerapan venakuler dalam system konstruksi jawa bentuk atap, system penghawaan, orientasi terhadap alam, Sejarah Perkembangan Arsitektur 3. oleh x.furuhitho,st.,mt 7

tata letak berorientasi & membentuk sumbu Gunung Tangkuban Perahu & Laut Jawa (penerapan konsep kosmologi jawa) Bukit Wangi / Fragrant Hill Hotel (1979-1982)- I.M pei hal 453 ARSITEKTUR POST-MODERNISME Berkembang karena kejenuhan terhadap konsep fungsionalisme sebagai oposisi dari modernisme Awal pemikiran & konsep Post Modernisme diawali historisme yang menonjolkan / perbaikan & kesinambungan dalam membangunan lingkungan dan kembali memperkuat cita rasa dari tempattempat khas tertentu Cirri-ciri o Neo- eklektik, mengetengahkan kembali elemen-elemen arsitektur konvensional menjadi lebih beraneka ragam dengan memperluas perbendaharaan gaya dan bentuk (keanekaragaman) Sejarah Perkembangan Arsitektur 3. oleh x.furuhitho,st.,mt 8

o Makna arsitektur sebagai bahagia, misa dengan menerapan simbolisme, metafor /kiasan o Menempatkan factor manusia sebagai factor penting maka pengembangannya bias beragam Missal: Venakular, kontekstual (pembauran paham dualisme yang abstrak dari keinginan masyarakat dan pihak lain supaya hasilnya cocok dengan lingkungan) a.l. dengan cara: terbuka terhadap penggunaan bahan bangunan setempat Contoh karya: o Charles Mo ore Piazza di Italia (1975-1980) hal 466 o Aldo Rossi ( Milian Itali) Teater Dunia ( 1979), teater del Mondo hal 467 o La Grand Arche--- Johan- Otto Von Spreckelson, tete Defense (1988) hal 464 ARSITEKTUR DEKONSTRUKSI Dekonstruksi dikukuhkan pada International Symposium on Deconstruction diselenggarakan oleh Academy Group di tate Gallery, London, 8 April 1988 Pameran Deconstructivist Architecture di Museum Of Art, New York 23 Juni-30 Agustus 1988 Konsep arsitektur dekonstruksi: o Anti kemapanan o Berkaitan dengan filosofi Jacquess Derrida, pencetus dekonstruksi: Sejarah Perkembangan Arsitektur 3. oleh x.furuhitho,st.,mt 9

Penanda ( signifier) tida secara langsung menggambarkan petanda (signified), makna tida hadir langsung dalam suatu tanda, makna tida identik dengan tanda, makna berubah menurut konsteks atau rantai penanda yang mengikatnya, dalam konteks berbeda tanda memiliki makna yang berbeda pula dapat disebut anti structural, mengindai makna tunggal Interpretasi bersifat tanpa batas dan sirkuler/ bebas makna Aktivitas tanpa akhir dan tanpa darar o Dipahami melalui penelusuran elemen-elemen o Tidak ada yang absolut dalam arsitektur, semua gaya memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang o Tidak ada ontology dan teologi dalam arti penyanjungan tokoh dalam arsitektur o Perkembangan mengarah pada keanekaragaman pandangan dan tata nilai o Visiocentrism/ pengutamaan indera penglihatan dalam arsitektur diakhiri, potensi indera lain harus dimanfaatkan pula secara seimbang o Arsitektur tidak lagi identik dengan produk bangunan, namun terkandung dalam ide, gambar, model, dan fisik bangunan dengan jangkauan dan aksentuasi yang berbeda ( ide, gambar, model, tidah hanya berfungsi sebagai simulasi/representasi gedung tetapi bias menjadi produk atau tujuan akhir arsitektur) Ciri fisik arsitektur Dekonstruksi: Sejarah Perkembangan Arsitektur 3. oleh x.furuhitho,st.,mt 10

o Penampilan bidang-bidang yang simpang siur o Garis-garis yang tidak beraturan o Keseluruhan struktur seperti runtuh o Kontaminasi bentuk murni menuju disharmoni dan konflik o Menimbulkan rasa risi dan antipati, bersifat alienasi, mencekam, menakutkan o Distorsi, deviasi. ARSITEKTUR EKLEKTIK Eklektisme perancis: didirikan saat kekuasaan Napoleon III, dengan dipimpin walikota George Haussmann (1809-1901), paris dinyatakan kota yang berkesan modern Hal 32 La Fontaine Saint Michael (1858-1860)- Gabriel Dacvioud (1832-81) Hal 33 Opera de Paris (11861-1874)- Jean Lovis Charles Garnier (1825-1904) Sejarah Perkembangan Arsitektur 3. oleh x.furuhitho,st.,mt 11

Dibangun jalan penghubung bangunan ini dengan istana Lovre (Jalan Opera) Ada pengaruh Beaux-Arts gabungan Renaissance dan Baroque Melibatkan seniman Jb Carpeaux Hal 35 Ave di Triomphe de L etoile Paris (1806-36)- Jean Francois Therese Chalgrin (1739-1811) Hal 37 Gereja Katolik Madeleine Paris (1802-1842) Pierre Vignon ( 1762-1828) Ekletisme Eropa lain, a.l Hal 41 Mausoleum untuk Qreen Louise ( 1810), dekat Berlin Karl Friedrech Schinkel (1781-1841) Hal 43-44 Altes Museum Berlin Schinkel (1823-1830) Hal 44 National Galeril Berlin (1865-9) Friedenich August Stuler (1800-65) dilanjutkan J.H Strack (1805-80) Hal 44 National Galeril Berlin ( 1866-83) Belgia- Joseph Poelaert (1817-79) menjadi Landmark kota Brussels Sejarah Perkembangan Arsitektur 3. oleh x.furuhitho,st.,mt 12

Ekletisme di USA: Capital, Washington/ USA capital (1792-1827) William Thornton, Etienne Hallent, George Hadfield, Benjamin Latrob Charles Bulfinch Hal 50 White House --James Hoban (1762-1831) ( 1872-1892) o Di ujung sumbu utara selatan berhadapan dengan Jefferson Memorial Sejarah Perkembangan Arsitektur 3. oleh x.furuhitho,st.,mt 13

o Bergaya palladian Teori palladio Andrea, Itali ( 1508-80) o Cirri simetris, bergaya renaissance, romawi mendukung kesan elegan/anggun Hal 50 Massachusetts State House- Boston (1795-1797)- Charles Bulfinch Ekletisme di Indonesia Hal 56 Katedral Lapangan Banteng ( 1891-1901) A Dijkmans S.J dilanjutkan oleh M.J. Hulswit beraliran gotik Hal 58 Gereja Protestan Gambir/ Gereja Immanuel ( 1835-1839) o Beraliran ulangan/ tiruan Pantheon Roma dan Jefferson Memorial, gabungan Yunani.Romawi Hal 59 Gereja Protestan Bledug Semarang ( 1778-1814) o W. Westmaans I.S.M dan H.P.A. de Welde, gabunngan Renaisans Itali dan Romawi TEORI FUNGSIONALISME Agustus Welby Northmore Pugin ( 1812-1852) o Menentang arsitektur klasik dan yakin jika bentuk-bentuk produksi mesin berkembang, karya-karya seni dan kerajinan murni akan turun pamornya Sejarah Perkembangan Arsitektur 3. oleh x.furuhitho,st.,mt 14

o Kriterian utama keindahan arsitektur adalah: adaptasi bentuk kepada fungsi Dalam buku contrasts 1936: membandingkan mediaeval/ abad pertengahan dengan masa saat itu dengan kenyataan bahwa bangunan gereja di kota-kota katolik digantikan oleh pabrik-pabrik John- Ruskin ( dalam buku Les sept lampes de l architecture: ketujuh lampu dalam arsitektur ( 1849) o Gotik tidak hanya sebagai bangunan gereja tetapi secara sempurna merupakan suatu arsitektur modern o Mengungkapkan pentingnya bentuk homogen, dengan tidak menyetujui eklektik yang Cuma mengambil yang terbaik sehingga bersifat heterogen o Tidak menyukai masyarakat borjuis dan mesin karena dianggap tidak jujur, arti kebudayaan o Idealisme arsitektur adalah perpaduan antara bentuk dan fungsi ( bentuk sesuati fungsi ) o Arsitektur adalah seni, dimana prinsip-prinsip seni menyatu di dalamnya; arsitektur merupakan percampuran antara ide-ide dari fungsionalisme dengan sintesa dari berbagai aspek seni. Keanggunan arsitektur tidak selalu dibentuk oleh patung-patung maupun dekorasi tetapi oleh seni dan proporsi dalam penataan unit-unit dan bagian-bagiannya. Misalnya: keindahan gotik muncul mula-mula oleh struktur bangunan dimana tida semata-mata bersifat teknis tetapi juga merupakan karya seni/ keindahan terpancar melalui strukturnya Sejarah Perkembangan Arsitektur 3. oleh x.furuhitho,st.,mt 15

Wiliam Morris ( 1834-1896), Murid Ruskin, beraliran Mediaeval abad pertengahan; mempublikasikan buku les arst decoratifs, leur relation avec la vie moderne ( berbagai seni dekorasi dan hubungan dengan kehidupan modern) o Yang menjadi cikal bakal rancangan modern Meresapkan semangat abad pertengahan tetapi tidak menirunya dan mencoba menciptakan gaya di luar gaya histories (pencipta Art Nouveau atau Modern style) Seni adalah untuk semua dan bukan untuk kaum elit Memberi pengaruh besar pada penyederhanaan bentuk Batasan Morris tentang seni: seni sebagai ekspresi manusia dari kesenangan pada pekerjaan Menganggap barang-barang buatan pabrik dan hasil industri adalah murahan dan bentuk Viollet-le-Duc o Arsitektur mengungkapkan kekuatan antara lain dengan memanfaatkan material baru seperti baja o Ide-idenya menjadi dasar konsep fungsionalisme; keindahan terletak pada bentuk yang secara murni mengindikasikan tujuan/untuk apa/fungsi Jean Nicolas Louis Durand,, toritikus pertama yang menguraikan istilah fungsionalime dlam arsitektur o Nialai akhir suatu arsitektur adalah kegunaan; bentuk harus terikat kepada suatu logika dari Sejarah Perkembangan Arsitektur 3. oleh x.furuhitho,st.,mt 16

konstruksi dan merupakan suatu usaha mencari keindahan Juliet Guadet ( 1834-1908) Perancis; dalam buku elemen dan teori dari arsitektur, guadet mengembangkan teori arsitektur adalah seni bangunan antara lain: o Dalam arsitektur modern para arsitek hendaknya berpola piker lebih bebas, tidak banya selalu berpegang pada kaidah- kaidah yang sudah ada, terutama pandangan arsitektur semata-mata sebagai seni tetapi hendaknya arsitektur dilihat sebagai ilmu pengetahuan yang dapat berkembang dari penelitian dan pengkajian sehingga mendapatkan teori-teori baru kemudian diterapkan dalam bentuk baru o Pendekatan pada fungsionalisme o Tidak setuju pada konsep lama seperti simetris. Simetris dianggapnya sebagai pemaksaan untuk tujuan yang tidak mengacu kepada fungsi dan bersifat tidak jujur Paul S. ( 1752-1826) perancis o Arsitektur adalah perpaduan antara 2 fungsi: bersifat teknik dan keindahan o Arsitektur sebagai seni terapan, seni yang besar karena mencakup masyarakat luas o Fungsi berada di tingkat proritas dalam menilai keindahan, bukan kesenangan yang menjadi kreteria utama o Berusaha menyatukan seni dengan industri, dengan cara menghilangkan pemisahan antara keindahan dan kegunaan Sejarah Perkembangan Arsitektur 3. oleh x.furuhitho,st.,mt 17

Sejarah Perkembangan Arsitektur 3. oleh x.furuhitho,st.,mt 18