TERJADINYA WABAH PENYAKIT

dokumen-dokumen yang mirip
BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Rekayasa Lingkungan???

EPIDEMIOLOGI PENYAKIT MENULAR

Pasal 3 Pedoman Identifikasi Faktor Risiko Kesehatan Akibat Perubahan Iklim sebagaimana tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak

AGENT AGENT. Faktor esensial yang harus ada agar penyakit dapat terjadi. Jenis. Benda hidup Tidak hidup Enersi Sesuatu yang abstrak

ARTIKEL PENELITIAN HUBUNGAN KONDISI SANITASI DASAR RUMAH DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS REMBANG 2

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

KONSEP HOST-AGENT-ENVIRONMENT

BAB I PENDAHULUAN. variabel tertentu, atau perwujudan dari Nutriture dalam bentuk variabel

BAB 1 : PENDAHULUAN. Dalam hal ini sarana pelayanan kesehatan harus pula memperhatikan keterkaitan

BAB I PENDAHULUAN. yaitu: faktor keturunan, pelayanan kesehatan, perilaku dan lingkungan.

b. Dampak Pencemaran oleh Nitrogen Oksida Gas Nitrogen Oksida memiliki 2 sifat yang berbeda dan keduanya sangat berbahaya bagi kesehatan.

HIGIENE DAN SANITASI SARANA PP - IRT

BIOSFIR. Lingkungan Biosfir. Niche Ekologis. Suksesi Ekologis. Terdiri dari: Fauna. Flora Organisme Populasi Komunitas Ekosistem

BAB 1 PENDAHULUAN. Usia anak dibawah lima tahun (balita) merupakan usia dalam masa emas

PRAKIRAAN DAMPAK KEGIATAN TERHADAP KESMAS

BAB II TINJAUAN TEORI. sehat, baik itu pasien, pengunjung, maupun tenaga medis. Hal tersebut

Pengantar Epidemiologi. Aria Gusti, SKM, M.Kes Created for : Akbid PBH Batusangkar

KONSEP PENYEBAB PENYAKIT

Global Warming. Kelompok 10

Menerapkan ilmu kesehatan Masyarakat HILMA HENDRAYANTI S.Si., Apt

LAPORAN KEGIATAN PENGABDIAN MASYARAKAT REGULER

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Gorontalo dengan batas-batas wilayah sebagai berikut :

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

HUBUNGAN KONDISI FASILITAS SANITASI DASAR DAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN DIARE DI KECAMATAN SEMARANG UTARA KOTA SEMARANG.

HOST. Pejamu, adalah populasi atau organisme yang diteliti dalam suatu studi. Penting dalam terjadinya penyakit karena :

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. pernafasan bagian atas; beberapa spesiesnya mampu. memproduksi endotoksin. Habitat alaminya adalah tanah, air dan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. bersifat sangat dinamis. Mikroba sebagai makhluk hidup memiliki cara

SATUAN ACARA PENYULUHAN. Sub Pokok Bahasan : Pegelolaan Sampah : Masyarakat RW 04 Kelurahan Karang Anyar

BAB VIII INFEKSI NOSOKOMIAL

BAB 1 PENDAHULUAN. dapat mewujudkan derajat kesehatan yang optimal. Pembangunan nasional dapat

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB 1 PENDAHULUAN. berkaitan dengan masalah-masalah lain di luar kesehatan itu sendiri. Demikian pula

Untuk menjamin makanan aman

BAB I PENDAHULUAN. menimbulkan berbagai spektrum penyakit dari tanpa gejala atau infeksi ringan

Mengapa disebut sebagai flu babi?

BAB I PENDAHULUAN. Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1996

Bahan pada pembuatan sutra buatan, zat pewarna, cermin kaca dan bahan peledak. Bahan pembuatan pupuk dalam bentuk urea.

BAB I PENDAHULUAN. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Ancaman penyakit yang berkaitan dengan higiene dan sanitasi khususnya

BAB I PENDAHULUAN. sebesar 3,5% (kisaran menurut provinsi 1,6%-6,3%) dan insiden diare pada anak balita

PENGANTAR KBM MATA KULIAH BIOMEDIK I. (Bagian Parasitologi) didik.dosen.unimus.ac.id

PENDAHULUAN. zoonoses (host to host transmission) karena penularannya hanya memerlukan

TINJAUAN PUSTAKA. melindungi kebersihan tangan. Sanitasi adalah upaya kesehatan dengan cara

BAKTERI PENCEMAR MAKANAN. Modul 3

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

KUESIONER PENELITIAN

Berikut ini beberapa manfaat dan dampak positif perkembangan ilmu biologi :

MEMBANGUN KEKEBALAN TUBUH, MENGHAPUS SERATUS PENYAKIT

Kuesioner Gambaran Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Ibu Bayi dan Balita Mengenai Penyakit Polio Pasca PIN V

MANAJEMEN TERPADU BALITA SAKIT MODUL - 2 PENILAIAN DAN KLASIFIKASI ANAK SAKIT UMUR 2 BULAN SAMPAI 5 TAHUN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Bab IV ini membahas hasil penelitian yaitu analisa univariat. dan bivariat serta diakhiri dengan pembahasan.

Terdapat hubungan yang erat antara masalah sanitasi dan penyediaan air, dimana sanitasi berhubungan langsung dengan:

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Makanan merupakan salah satu dari tiga unsur kebutuhan pokok manusia,

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB III VIRUS TOKSO PADA KUCING

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. manusia dan juga hewan berdarah panas. Kelompok bakteri Coliform diantaranya

BAB 1 : PENDAHULUAN. dikonsumsi masyarakat dapat menentukan derajat kesehatan masyarakat tersebut. (1) Selain

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BERITA DAERAH KABUPATEN KULON PROGO

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. terdapat sampai pada dasar laut yang paling dalam. Di dalam air, seperti air

BAB I PENDAHULUAN. klien kekurangan cairan / dehidrasi. Keadaan kekurangan cairan apabila tidak

BAB I PENDAHULUAN. baik sekali untuk diminum. Hasil olahan susu bisa juga berbentuk mentega, keju,

BAB I PENDAHULUAN. yang disebabkan oleh virus atau bakteri dan berlangsung selama 14 hari.penyakit


BAB I PENDAHULUAN. Dalam visi Indonesia Sehat 2015 yang mengacu pada Millenium. Development Goals (MDG s), lingkungan yang diharapkan pada masa depan

STUDI KANDUNGAN BAKTERI Salmonella sp. PADA MINUMAN SUSU TELUR MADU JAHE (STMJ) DI TAMAN KOTA DAMAY KECAMATAN KOTA SELATAN KOTA GORONTALO TAHUN 2012

MACAM-MACAM PENYAKIT. Nama : Ardian Nugraheni ( C) Nifariani ( C)

BAB I PENDAHULUAN. dari sepuluh kali sehari, ada yang sehari 2-3 kali sehari atau ada yang hanya 2

Kontaminasi Pada Pangan

Materi Penyuluhan Konsep Tuberkulosis Paru

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. (innaparent infection), atau nyata ( infectious disease). Adanya kehidupan agent

BAB I PENDAHULUAN. Giardia intestinalis. Penyakit ini menjadi salah satu penyakit diare akibat infeksi

BAB I PENDAHULUAN. Bakteri terdapat dimana-mana di dalam tanah, debu, udara, dalam air susu,

LINGKUNGAN. Definisi Lingkungan. Segala sesuatu yang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

1.1. Latar Belakang Sampah dan limbah rumah sakit adalah semua sampah dan limbah yang. atau limbah klinis dan non klinis baik padat maupun cair.

Lampiran 1. Lembar ObservasiHigiene Sanitasi Pembuatan Ikan Asin di Kota Sibolga Tahun 2012

BAHAN PENCEMAR MAKANAN LAINNYA. Modul 4

BAB I PENDAHULUAN. pemukiman penduduk serta tempat-tempat umum lainnya. Pada saat ini telah

Sumber penularan penyakit. Penerima. Diagram Penularan Penyakit

ANALISIS COLIFORM PADA MINUMAN ES DAWET YANG DIJUAL DI MALIOBORO YOGYAKARTA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. lebih sering dari biasanya (biasanya tiga kali atau lebih dalam sehari) 9) terjadinya komplikasi pada mukosa.

DAMPAK SAMPAH TERHADAP KESEHATAN LINGKUNGAN DAN MANUSIA

INFEKSI NOSOKOMIAL OLEH : RETNO ARDANARI AGUSTIN

BAB I PENDAHULUAN. media pertumbuhan mikroorganisme. Daging (segar) juga mengandung enzim-enzim

ANALISIS POTENSI KESEHATAN LINGKUNGAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Udara tidak mengandung komponen nutrisi yang penting untuk bakteri, adanya

Proses Penyakit Menular

BAB I PENDAHULUAN. jenisnya. Oleh karena itu penyakit akibat vector (vector born diseases) seperti

FAKTOR EKOLOGI SEBAGAI INDIKATOR STATUS GIZI

BAB II TINJAUAN TEORI. kecil dan hanya dapat dilihat di bawah mikroskop atau mikroskop elektron.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

HIGIENE SANITASI PANGAN

Transkripsi:

TERJADINYA WABAH PENYAKIT Definisi Sakit : Keadaan sakit : dinyatakan sebagai i. persimpangan dari keadaan normal, baik struktur maupun fungsinya, atau ii. keadaan dimana tubuh/organisme atau bagian dari organisme/populasi iii. keadaan patologi Sehat : aspek : jasmani rohani UUD RI No. 23 Tahun 1992 sosial sehat : keadaan meliputi kesehatan badan, rohani (mental) dan sosial dan bukan hanya keadaan bebas penyakit, cacat dan kelemahan sehingga dapat hidup produktif secara sosial ekonomi

Infeksi dan Imunitas Benjamin Jesty (1774) : Cow pox pada anak dan istrinya John Snow (1813-1858): Grant Experient : Cholera, disebabkan oleh benda hidup mikroskopi, transisi melalui kontak langsung, makanan, terutama lewat air Penyebab Penyakit Koch (1843-1910) : menentukan penyebab TBC dan Cholera Asiatik Postulat Koch, kelemahan : penyakit tidak manifes terhadap hewan percobaan PROSES TERJADINYA PENYAKIT Interaksi masyarakat dengan lingkungan : dimaksudkan untuk mengambil keuntungan, tetapi bila sumber daya alam tidak mendukung kesehatan masyarakat maka akan terjadi sebaliknya di alam ada faktor : eugenik : yang menguntungkan kehidupan manusia disgenik : yang tidak menguntungkan : (kuman penyakit, zat beracun, serangga/ / vector, atau manusia lain)

Disgenik tubuh manusia bervariasi dalam bakat, kekuatan dan daya tahan yang berbeda, interaksi berbagai faktor dalam tubuh resultant yang berbeda Eugenik pangan di alam sebagai sumber energi setelah dimakan ada interaksi dalam tubuh : mementingkan akan tumbuh/pertumbuhan tidak saniter : penyakit bawaan makanan Model Gordon : penyakit + tiga elemen A, L & H Interaksi 3 elemen terjadi karena adanya faktor penentu pada setiap elemen Faktor penentu yang penting : A : Hidup jumlah infektiviti/patogenitas virulensi Tidak Hidup konsentrasi toksisitas/reaktivitas H : derajat kepekaan imunitas terhadap A hidup status gizi, pengetahuan, pendidikan, perilaku dsb toleransi terhadap A mati L : kualitas & kuantitas berbagai kompartemen lingkungan yang utamanya berperan sebagai faktor yang menentukan terjadi tidaknya transmisi agent ke host

Contoh : udara, tanah, makanan, perilaku dan higiene perseorangan, serangga sebagai vektor penyakit dll. A H L Gbr : Pengungkit Seimbang atau masyarakat Sehat Keadaan ke-1 Keadaan ke-2 H A L A H L Keadaan ke-3 Keadaan ke-4 H A L A H L Empat Kemungkinan Keadaan Sakit

Keadaan 1 keterangan A memberatkan keseimbangan diartikan sebagai agent/penyebab penyakit mendapat kemudahan menimbulkan penyakit pada host, contoh : mutasi pada virus influensa Keadaan 2 H atau pejamu memberatkan keseimbangan hal ini dimungkinkan apabila H menjadi lebih peka terhadap suatu penyakit, contoh : proporsi jumlah penduduk balita bertambah besar sehingga sebagian besar populasi menjadi lebih peka Keadaan 3 Pergeseran kualitas lingkungan memudahkan A memasuki tubuh H dan menimbulkan penyakit, contoh : terjadinya banjir Keadaan 4 Pergeseran kualitas lingkungan mengakibatkan H memberatkan keseimbangan atau H menjadi sangat peka terhadap A Model Gordon untuk analisis dan mencari solusi terhadap permasalahan wabah ada : apa yang mentebabkan ketidak seimbangan : A, H? contoh : banjir : tindakan terhadap L : membuat kualitas L atau sumber daya air baik limbah (tidak ada banjir) apa penyebab banjir? deforentasi, penurunan daerah serapan air? kalau sulit lain? tindakan terhadap H : host terhadap agent : ada vaknisasi (tidak tuntas tapi sebagai program jangka pendek) pemukiman kembali populasi di daerah banjir tindakan terhadap A : membuat kualitas air baik pengolahan lama kombinasi berbagai alternatif

Proses terjadinya wabah wabah : manifestasi penyakit dalam jumlah yang lebih dari normal dan dalam waktu yang singkat alasannya (i) terjadinya perubahan kualitas lingkungan : a. transmisi agent cepat b. masyarakat terpapar agent dalam jumlah banyak c. Keterdesakan (crowding) yang tinggi (ii) ada agent baru, sehingga semua orang peka (iii) distribusi kepekaan H berubah, sehingga proporsi H yang peka banyak Wabah Penyakit Menular 1. A penyakit harus dapat keluar dari reservasi melalui portal of exit 2. A harus dapat bertahan di dalam lingkungan untuk beberapa waktu dalam keadaan baik 3. Harus ada media yang dapat membawa agent ke H lain 4. A harus dapat masuk H lain melalui portal of entry, di dalam tubuh host dapat memperbanyak diri dengan cukup untuk manifestasi penyakit pada host baru : portal of exit ; survival, media transmisi, portal of entry penting untuk diketahui untuk melakukan pencegahan.

1. Portal of Exit A tidakbisakeluarkarenadimatikantubuh melalui ; obat atau kekuatan sendiri tidak ada wabah cara efektif kasus : carrier tapi banyak yang tidak bisa dibasmi tuntas contoh malaria a.masih ada parasit di hati b.ada re-infeksi karena banyak parasit di sekitar penderita contoh lain : cacing : filariasis : Schistosomiaris virus : belum ada obatnya bakteri : salmonella typhi : tidak tuntas Po Ex : tergantung agent : tergantung lokasi jaringan tubuh yang terkena. Contoh : cholera : usus halus keluar tinja/muntahan/ Po Ex : saluran pencernaan, pertusis, influenza, pnemonia, TBC TBC Po Ex : saluran pernafasan. Banyak organ : HIV : cairan ludah, cairan alat kelamin, darah. Untuk A : Po Ex cara untuk mempertahankan diri dan memperbanyak di H lain Pencegahan : semua materi yang keluar di buang ke tempat yang saniter agar tidak membahayakan lingkungan sekitar.

2. Daya tahan hidup (Survival/Viability) agent sangat bervariasi DT hidup di luar H contoh : Spirochaeta penyebab syphilis, sulit bertahan di luar tubuh menular secara langsung Salmonella typhi bertahan dan bisa berkembang dalam makanan Bacillus tetanus dan anthrax tahan bertahun-tahun dalam bentuk spora yang : tidak berbahaya masuk lingkungan menguntungkan vegetatif dan berkembang biak semakin tahan hidup besar kemungkinan menemukan media transmisi dan masuk H lain 3. Media Transmisi adalah : media yang membawa atau menyebarkan penyakit Terbagi dalam : 1. Yang hidup (vektor) : insekta : contoh nyamuk Anopheles menyebarkan plasmodium ; nyamuk aedes virus DHF ; lalat tyhpus, disentri, cholera dst mengemukanan dengan host baru semakin banyak yang infektif, semakin menyebar contoh : penebangan hutan bakar anopheles berkembang biak 2. Yang tak hidup 1. Air (untuk mandi, minum, cuci, irigasi dll) 2. Susu (dr) hewan yang sakit, pemerah carrier, wadah susu yang kotor, tidak sempurna, kontaminasi tempat penyimpanan dll 3. Makanan yang terkontaminasi mikroba atau zat kimia 4. Udara 5. Tanah atau debu 6. Tinja, muntahan, pakaian, perabot makan dll 7. Tangan terkontaminasi & membawanya ke mulut (oral) tangan kurang higienis : A dari urin, tinja cacingan, typhus, cholera, dysentri

transmisi penting dalam memutuskan rantai A ke H Pengetahuan lingkungan yang berperan sebagai media transmisi dapat digunakan untuk memutus siklus mata rantai penyakit dengan membuat kualitas lingkungan menjadi sehat : TL utama. 4. Portal of Entry tempat atau pinyu masuk agent ke dalam H yang dapat terjadi secara oral inhalasi dermal intraverus intra muskuler intra luka mata, dll.

Apakah agent mampu menembus tubuh H dan berkembang biak di dalamnya (infektivitas) yang berbedabeda Patogenitas : kemampuan suatu organisme untuk menimbulkan penyakit pada suatu H Berbeda bagi jenis H dan jenis organisme Agent dapat berkembang biak bila H tidak punya pertahanan terhadapnya Agent hidup dapat menimbulkan antibodies terhadap penyakit yang ditimbulkan Po En menentukan apa A mudah masuk dan beredar di tubuh H saluran pernafasan mudah beredar dalam darah juga kulit dan sel lendir saluran pencernaan ada enzim yang dapat menghancurkan Daya tahan kultural Didapat dari budaya masyarakat Contoh: a. pengetahuan: imunisasi b. pengetahuan tentang lingkungan yang dapat menyebabkan penyakit dan sarang vektor penyakit c. pengetahuan tentang peran gizi dalam pertahanan tubuh d. berbagai pengetahuan kesehatan dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari

Daya tahan kultural Penting karena manusia banyak berinteraksi dengan manusia lain Penerapan teknologi harus memperhatikan aspek kesehatan contoh : waduk kurang baik dikelola sarang nyamuk, drainase Wabah Penyakit Tidak Menular penyakit tidak menular tapi dapat mewabah karena kasus > Xr + 2 SD kemungkinan terjadi karena: 1. Kepadatan penduduk tinggi paparan sekaligus mengenai banyak orang 2. A secara konstan dikeluarkan dari sumber dan memapari masyarakat contoh: daerah lembah pencemaran udara dan terjadi inversi akan menjadi ke bawah

Meuse Valley Belgia 1930 : mendadak sakit sesak nafas, suara serak, batuk terus, berdahak/berbusa, mual, muntah dalam 3 hari 6000 orang masuk rumah sakit dan 60 meninggal karena gagal jantung. ada industri peleburan seng, pembuatan kawat, baja, dll tekanan barometrik tinggi, suhu mendekati 0, tidak ada angin, asap dan gas buang pabrik berkumpul pada level tanah. setelah cuaca berubah SMOg (smoke & fog) berkurang & hilang penderita tidak bertambah. Tipe Penyebaran Penyakit Penyebaran agent faktor penentu dalam terjadinya wabah Tipe prosodemik: Dapat terjadi pada penyakit menular dan tidak menular Jumlah penderita naik lambat dan turun secara landai karena ada kekebalan Penyakit tidak menular: agent mulai dan terus memapari dalam konsentrasi rendah, jika berhenti jumlah penderita menurun

Tipe holomiantik Terjadi pada penyakit menular dan tidak menular paparan agent sekaligus pada orang banyak (melalui air, makanan, udara) A kontinu dikeluarkan dari reservoir melalui lingkungan (seperti air) yang terus dipakai penduduk. Tidak menular : A tidak dihentikan penyakit menular : yang sembuh ada antibodi dan lamalama akan turun penderitanya Jumlah o.s prosodemik holomiantik Waktu