ERD (Entity Relationship Diagram) Sartim sartim@raharja.info Abstrak Dalam rekayasa perangkat lunak, sebuah Entity-Relationship Model (ERM) merupakan model data abstrak atau konseptual yang merepresentasikan data dalam bentuk entitasentitas dan hubungannya. Entity-Relationship adalah salah satu metode pemodelan basis data yang digunakan untuk menghasilkan skema konseptual namun dalam implementasinya tidak bergantung terhadap software yang hendak digunakan dan pada umumnya merupakan perangkat komunikasi antara pengembang dan pengguna. Kata Kunci: Pendahuluan Penulis berharap dengan artikel ini, pembaca akan lebih bertambah pengetahuan dan wawasan tentang ilmu pengetahuan teknologi informasi. Pembahasan ERD (Entity Relationship Diagram) Pengertian ERD ( Entity relationship Diagram) Dalam rekayasa perangkat lunak, sebuah Entity-Relationship Model (ERM) merupakan model data abstrak atau konseptual yang merepresentasikan data dalam bentuk entitasentitas dan hubungannya. Entity-Relationship adalah salah satu metode pemodelan basis data yang digunakan untuk menghasilkan skema konseptual namun dalam implementasinya tidak bergantung terhadap software yang hendak digunakan dan pada umumnya merupakan perangkat komunikasi antara pengembang dan pengguna. Dimana
sistem seringkali memiliki basis data relasional, dan ketentuannya bersifat top-down. Diagram untuk menggambarkan model Entitiy-Relationship ini disebut Entitiy- Relationship diagram, ER diagram, atau ERD. Notasi ERD Pada umumnya banyak sekali model notasi yang digunakan dalam membuat ERD(Entity Relationship Diagram). Berikut ini adalah notasi dan simbol tersebut: http://riyadiyudha.blogspot.com/2012/03/mengenal-entity-relationship- Sumber: diagram.html Dari sekian banyak notasi dan simbol diatas. Pada dasarnya terdiri dari tiga komponen penting notasi simbol sebagai berikut: A. Entity ( Entitas ) Entity merupakan objek yang mewakili sesuatu yang nyata dan dapat dibedakan dari sesuatu yang lain (Fathansyah, 1999: 30). Ada dua macam entitas yaitu: a. Entity/Entity Strong(Entitas Kuat) Entitas kuat merupakan entitas yang tidak memiliki ketergantungan terhadap entitas lainnya.
notasinya: b. Entity weak (Entitas lemah) Sedangkan entitas lemah merupakan entitas yang keberadaannya tergantung terhadap keberadaaan entitas lain dalam suatu relasi. Notasinya: B. Attribut (atribut) Setiap entitas pasti mempunyai elemen yang disebut atribut yang berfungsi untuk mendeskripsikan karakteristik dari entitas tersebut. Isi dari atribut mempunyai sesuatu yang dapat mengidentifikasikan isi elemen satu dengan yang lain. Notasinya : C. Relationship (hubungan) Relasi menunjukkan adanya hubungan diantara sejumlah entitas yang berasal dari himpunan entitas yang berbeda. Notasinya :
Di dalam relationship ada 3 bentuk hubungan yang biasa disebut dengan kardinalitas. Kardinalitas Menunjukkan jumlah maksimum entitas yang dapat berelasi dengan entitas pada himpunan entitas yang lain. Macam-macam kardinalitas adalah: a. Satu ke satu (One to one) Hubungan relasi satu ke satu yaitu setiap entitas pada himpunan entitas A berhubungan paling banyak dengan satu entitas pada himpunan entitas B. b. Satu ke banyak (One to many) Setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berhubungan dengan banyak entitas pada himpunan entitas B, tetapi setiap entitas pada entitas B dapat berhubungan dengan satu entitas pada himpunan entitas A. c. Banyak ke banyak (Many to many) Setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berhubungan dengan banyak entitas pada himpunan entitas B. Ada banyak gaya notasi yang menyatakan kardinalitas dan mereka semua didukung oleh SmartDraw. Teknik Informasi
Chen Bachman Martin
Sumber: http://www.smartdraw.com/resources/tutorials/cardinality-notations/ Tahap ERD Tahap pertama pada desain sistem informasi menggunakan model ER adalah menggambarkan kebutuhan informasi atau jenis informasi yang akan disimpan dalam database. Teknik pemodelan data dapat digunakan untuk menggambarkan setiap ontologi (yaitu gambaran dan klasifikasi dari istilah yang digunakan dan hubungan anatar informasi) untuk wilayah tertentu. Tahap berikutnya disebut desain logis, dimana data dipetakan ke model data yang logis, seperti model relasional. Model data yang loguis ini kemudian dipetakan menjadi model fisik, sehingga kadang-kadang, Tahap kedua ini disebut sebagai desain fisik. Secara umum metodologi ERD sebagai berikut:
Sumber: http://fairuzelsaid.files.wordpress.com/2010/03/metodologi.gif Contoh kasus Membuat ERD mahasiswa meminjam buku pada sebuah perpustakaan. Langkah 1: Tentukan Entitas dari soal. Entitas : mahasiswa dan buku Langkah 2: Tentukan Relasi dari soal. Relasi : Meminjam
Langkah 3: Gambarlah ERD sementara meminjam Langkah 4 : menentukan kardinalitasnya N meminjam M meminja m Langkah 5 : menentukan primary key Nim adalah primary key dari entitas mahasiswa Kd_buku adalah primary key dari entitas Nnn Nim Kd_buku Meminjam
Nim(PK) Kode_buku(PK) Langkah 6: gambar ERD Nim Nm_mhs Nim Kd_buku Kd_buku Judul Meminjam Jurusan Pengarang Penerbit Tgl_pinjam Nim(PK) Nama Jurusan Detail_pinjam Nim(FK) Kd_buku(FK) Tgl_pinjam Tgl_kembali Kd_buku Judul Penerbit Pengarang Penutup Demikianlah artikel ERD(Entity Relationship Diagram) dari saya, semoga bermanfaat bagi para pembaca artikel ini. Lebih kurangnya penulis meminta maaf bila ada beberapa kesalahan dalam penulisan, penulis ucapkan terima kasih
Referensi http://www.smartdraw.com/resources/tutorials/cardinality-notations/ http://riyadiyudha.blogspot.com/2012/03/mengenal-entity-relationship-diagram.html http://fairuzelsaid.files.wordpress.com/2010/03/metodologi.gif Biografi Sartim Pria kelahiran 28 Desember 1989. Masih menggeluti dunia pemrograman dari HTML5, CSS3,JavaScript/jQuery,dan PHP. Dan sekarang penulis sedang fokus menggeluti bidang pemograman database Mysql secara otodidak. Teman-teman bisa menghubungi penulis di : Email : sartim@raharja.info atau sartim_rhj@yahoo.co.id Sosial Media : Facebook Twitter BBM : 75D70BFC HP/WhatsApp : 089694342829