RUANGAN 9231 GKU TIMUR ITB

dokumen-dokumen yang mirip
LAPORAN PENELITIAN AKUSTIK RUANG 9231 GKU TIMUR

Kondisi Akustik TVST B

RUANG 9231 GKU TIMUR ITB

Kondisi akustik ruangan 9231 GKU Timur ITB

LAPORAN PENELITIAN AKUSTIK RUANG 9311 ditujukan untuk memenuhi nilai UTS mata kuliah TF3204 Akustik. Oleh : Muhammad Andhito Sarianto

UTS TF-3204 AKUSTIK ANALISIS KARAKTERISTIK AKUSTIK GEDUNG AULA BARAT ITB. Oleh. Vebi Gustian

MAKALAH UNTUK MEMENUHI NILAI UJIAN TENGAH SEMESTER MATA KULIAH TF-3204 AKUSTIK

UJIAN TENGAH SEMESTER TF 3204 AKUSTIK SAUNG ANGKLUNG UDJO. Oleh : Firda Awal Gemilang

AKUSTIKA RUANG KULIAH RUANG SEMINAR 5 LANTAI 4 TEKNIK FISIKA. Dani Ridwanulloh

Laporan Penilaian Subjektif Akustik Ruangan Gedung TVST B ITB

STUDI KELAYAKAN AKUSTIK PADA RUANGAN SERBA GUNA YANG TERLETAK DI JALAN ELANG NO 17. Disusun Oleh: Wymmar

Analisis Akustik Ruangan Aula Barat ITB

Evaluasi Kenyamanan Akustik Masjid Salman

UTS TF AKUSTIK Laporan Pengamatan Gedung Aula Barat

Take Home Test Akustik TF3204 Laporan Kondisi Ruangan Aula Barat ITB

Penilaian Subjektif Kondisi Akustik di Nusa Indah Theatre, Balai Kartini, Jakarta

Ujian Tengah Semester - Desain Akustik Ruang AULA BARAT INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

TAKE HOME TEST TF 3204 AKUSTIK EVALUASI KONDISI AKUSTIK RUANG KULIAH 9212 GEDUNG KULIAH UMUM ITB

UTS TF-3204 Akustik / Parulian F

PENILAIAN KUALITATIF KONDISI AKUSTIK RUANG KONFERENSI ASIA AFRIKA

ANALISA AKUSTIK RUANG KULIAH 9222 GKU TIMUR ITB UTS TF 3204-AKUSTIK. Disusun Oleh: Suksmandhira H ( )

Penilaian Akustika Ruang Kuliah TVST B Institut Teknologi Bandung

Evaluasi Kondisi Akustik di Gedung Konferensi Asia Afrika

UJIAN TENGAH SEMESTER TF-3204 AKUSTIK

TAKE HOME TEST AKUSTIK TF MASJID dan AKUSTIK RUANG

UJIAN TENGAH SEMESTER TF 3204 AKUSTIK ANALISIS SUBJEKTIF RUANGAN XXI LOUNGE CIWALK

Analisis Kualitatif Ruang Kuliah TVST B dan TVST A

Makalah ini dibuat dalam rangka memenuhi UTS TF 3204 Akustik) Khanestyo

AKUSTIKA RUANG KULIAH

ANALISIS GANGGUAN BISING JALAN GANESHA TERHADAP AKUSTIK RUANGAN UTAMA MASJID SALMAN ITB

UTS TF-3204 AKUSTIK PENILAIAN DAN OBSERVASI RUANG TVST C ITB

UJIAN TENGAH SEMESTER TF3204 AKUSTIK

qwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwerty uiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasd fghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzx cvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmq

Ujian Tengah Semester. Akustik TF Studi Analisis Kualitas Akustik Pada Masjid Salman ITB

Penilaian Karakteristik Akustik Bangunan. Masjid Salman ITB

UJIAN TENGAH SEMESTER TF 3204 AKUSTIK (TAKE HOME TEST ) Kondisi Akustik Ruang Kuliah ITB Oktagon 9026

MAKALAH EVALUASI KONDISI AKUSTIK RUANG GEDUNG KESENIAN RUMENTANG SIANG

Penilaian Kondisi Akustik Ruangan TVST B pada Gedung TVST ITB Secara Subjektif

[ANALISIS JUDGMENT SUBJEKTIF KUALITAS AKUSTIK GEDUNG TEATER TERTUTUP DAGO TEA HOUSE]

UTS TF3204 Akustik. Gedung Gajah, Dago Tea House. Studi Akustik Sederhana Sebuah Ruangan. Program Studi Teknik Fisika Institut Teknologi Bandung

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

LATAR BELAKANG UTS TF AKUSTIK [NARENDRA PRATAKSITA ]

PENGAMATAN AKUSTIK CIWLAK XXI LOUNGE Oleh : Imanda Aryaganda / Mata kuliah : Akustik TF-3204 Dosen : Joko Sarwono Kelas : Ganjil

UJIAN TENGAH SEMESTER TF 3204 AKUSTIK AKUSTIK RUANG PADA GEDUNG INDOOR DAGO TEA HOUSE BANDUNG OLEH: NAMA : SITI WINNY ADYA M NIM:

BAB II PARAMETER PARAMETER AKUSTIK RUANGAN

Evaluasi Subjektif Kondisi Akustik Ruangan Utama Gedung Merdeka

BAB I PENDAHULUAN. pembahasan Tugas Akhir yang berjudul Penilaian Kualitas Akustik Auditorium

Gambar 1. Ruang 9231 (sumber: kamera penulis)

UTS Akustik (TF-3204) Dosen : Joko sarwono. Kriteria Akustik Gedung Serba Guna Salman ITB

LAPORAN PENGAMATAN SUBJEKTIF AKUSTIK Ruang Serba Guna (GSG Mesjid Salman) Oleh : Yatrizal ( )

PENILAIAN KARAKTERISTIK AKUSTIK PADA TEATER TERTUTUP TAMAN BUDAYA (DAGO TEA HOUSE)

SEMINAR TUGAS AKHIR. Oleh: Candra Budi S : Andi Rahmadiansah, ST. MT Pembimbing II : Dyah Sawitri. ST. MT

Nama : Beni Kusuma Atmaja NIM : Kelas : 02 Topik : Ruang Konser

Pengamatan Subjektif Parameter Akustik Ruang Latihan Orkestra Bumi Siliwangi

STUDI SUBJEKTIF KELAYAKAN GEDUNG KESENIAN DAN KEBUDAYAAN RUMENTANG SIANG BANDUNG DARI SEGI AKUSTIK

PENILAIAN KUALITATIF AKUSTIK GEDUNG TEATER TERTUTUP TAMAN BUDAYA JAWA BARAT (DAGO TEA HOUSE)

Analisis Karakteristik Akustik Pada Ruang Peribadatan Masjid : Studi Kasus Masjid Istiqamah

UTS AKUSTIK TF 3204 TAKE HOME TEST EVALUASI KONDISI AKUSTIK MASJID SALMAN ITB

Kekerasan (loudness) yang cukup Kekerasan menjadi masalah karena ukuran ruang yang besar Energi yang hilang saat perambatan bunyi karena penyerapan da

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Penggunaan sebuah ruang untuk lebih dari satu fungsi akustik sudah menjadi

BAB IV HASIL PENGUKURAN PARAMETER AKUSTIK DAN ANALISA

KAJIAN PENERAPAN PRINSIP-PRINSIP AKUSTIK STUDI KASUS: RUANG AUDITORIUM MULTIFUNGSI GEDUNG P1 DAN P2 UNIVERSITAS KRISTEN PETRA

EVALUASI KONDISI AKUSTIK BANGUNAN KOST STUDI KASUS KOST DI JALAN CISITU LAMA NO. 95/152C

PERANCANGAN ULANG RUANG AULA SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKES) BINA SEHAT PPNI MOJOKERTO DARI SEGI AKUSTIK

Keadaan Akustik Ruang TVST 82

Perancangan Tata Suara Balairung Utama Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga

Alexander Christian Nugroho

Pengukuran Transmission Loss (TL) dan Sound Transmission Class (STC) pada Suatu Sampel Uji

DESAIN AKUSTIK RUANG KELAS MENGACU PADA KONSEP BANGUNAN HIJAU

ANALISIS KINERJA AKUSTIK PADA RUANG AUDITORIUM MONO-FUNGSI (STUDI KASUS RUANG JELANTIK JURUSAN ARSITEKTUR ITS)

Classroom Acoustics. Topik Khusus A Dosen R. Sugeng Joko Sarwono. Sylvester Chrisander

BAB 3 TINJAUAN KHUSUS

Latar Belakang. Topik Permasalahan. Judgement (subjective dan atau objective)

TF4041- TOPIK KHUSUS A

UJIAN TENGAH SEMESTER TAKE HOME TEST MATA KULIAH AKUSTIK TF-3204 SIDNEY OPERA HOUSE

APLIKASI VARIABEL PENYERAP BUNYI SEDERHANA UNTUK WAKTU DENGUNG FREKUENSI MENENGAH ATAS PADA AUDITORIUM FAKULTAS KEDOKTERAN UGM

OPTIMASI MATERIAL AKUSTIK UNTUK PENINGKATAN KUALITAS BUNYI PADA RUANG AUDITORIUM MULTI-FUNGSI

DENDY D. PUTRA 1, Drs. SUWANDI, M.Si 2, M. SALADIN P, M.T 3. Abstrak

Evaluasi kinerja Akustik dari Ruang Kedap Suara pada Laboratorium Rekayasa Akustik dan Fisika Bangunan Teknik Fisika -ITS

PENGARUH BENTUK PLAFON TERHADAP WAKTU DENGUNG (REVERBERATION TIME)

ANALISIS PENGARUH PEMASANGAN ABSORBER DAN DIFFUSOR TERHADAP KINERJA AKUSTIK PADA DINDING AUDITORIUM (KU )

BAB I Pendahuluan 1 BAB I PENDAHULUAN

PERANCANGAN AKUSTIK RUANG MULTIFUNGSI PADA TEATER A ITS DENGAN DESAIN MODULAR

Perancangan Ulang Akustik pada Auditorium STIKES Bina Sehat PPNI Mojokerto

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

Listener. Source. Space. loudness level pitch frequency time spatial spectral temporal. absorption diffraction reflection diffusion

Perbandingan Soundscape Pada Ruang Kelas SD, SMP, dan SMA di Kota Bandung

Jurnal Neutrino Vol. 2, No. 1 Oktober

JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 2, No. 2, (2013) ISSN: ( Print) D-144

Evaluasi Kinerja Akustik Dari Ruang Kedap Suara Pada Laboratorium Rekayasa Akustik Dan Fisika Bangunan Teknik Fisika ITS

NILAI KUALITAS AKUSTIK RUANG PADA MASJID-MASJID DI DAERAH PERMUKIMAN DENGAN BENTUK PLAFON YANG BERBEDA

Mengenal Masalah Akustik Ruangan

BAB I PENDAHULUAN. 1 Leslie L.Doelle dan L. Prasetio, Akustik Lingkungan, 1993, hlm. 91

OPTIMASI ELEMEN INTERIOR UNTUK PENINGKATAN AKUSTIK PADA RUANG AUDITORIUM MONO-FUNGSI Studi Kasus Ruang Jelantik Jurusan Arsitektur ITS

1.1. Latar Belakang Setiap ruangan harus memiliki 3 aspek yang harus diperhatikan, akustik, thermal dan pencahayaan. Aspek-aspek ini memiliki

Perbaikan Kualitas Akustik Lapangan Futsal Indoor Pertamina ITS Menggunakan Panel Akustik Gantung

PERBAIKAN KUALITAS AKUSTIK RUANG MENGGUNAKAN PLAFON VENTILASI BERDASARKAN WAKTU DENGUNG STUDI KASUS RUANG KELUARGA PADA RUMAH TIPE 70

BAB I PENDAHULUAN. Kemajuan teknologi telah memberikan manfaat yang besar terhadap

Transkripsi:

UTS TF-3204 AKUSTIK RUANGAN 9231 GKU TIMUR ITB oleh CHAIRINNAS 13307099 PROGRAM STUDI TEKNIK FISIKA FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG 2010

A. Latar Belakang Ruangan merupakan suatu hal yang penting bagi manusia untuk melakukan kegiatan baik untuk kuliah, seminar, konser musik, dan lain sebagainya. Bentuk dari ruangan menyesuaikan fungsi dari ruangan tersebut. Permasalahan yang terjadi di Indonesia, sebagian besar ruangan tidak mempunyai desain akustik yang sesuai dengan fungsinya. Ruangan yang ada di Indonesia boleh dibilang asal jadi, kebanyakan berbentuk kotak atau balok yang dindingnya terbuat dari semen atau menggunakan keramik yang seringkali tidak sesuai dengan fungsi ruangan tersebut sehingga pengguna ruangan tersebut merasakan adanya ketidaknyamanan ketika menggunakan ruangan tersebut. Salah satu ruangan yang akan penulis tinjau disini adalah ruangan 9231 GKU Timur ITB. Ruangan ini cukup berbeda dan unik dibanding kebanyakan ruangan di ITB. Ruangan ini biasanya digunakan untuk kuliah umum, seminar, kolokium, dan sejenisnya. Dari segi desain ruangan ini sepertinya mempunyai desain akustik yang cukup baik dibanding ruangan kuliah lain yang ada di ITB. Mulai dari desain dinding yang tidak sama seperti ruangan lain kebanyakan, atap, hingga bahan yang digunakan di ruangan ini. Untuk mengetahui seberapa efektif ruangan tersebut, maka disini penulis akan memberikan penilaian secara subjektif dikarenakan penulis sendiri tidak mempunyai peralatan untuk melakukan pengukuran data secara objektif dan hal ini didasarkan pada pengalaman penulis yang pernah melakukan berbagai kegiatan diruangan tersebut. Diharapkan nantinya makalah ini bisa dijadikan pertimbangan dalam mendesain suatu ruangan agar tidak asal-asalan dan memenuhi fungsinya karena sangat besar pengaruhnya terhadap tujuan dari penggunaan ruangan tersebut. Contohnya saja bila seseorang sangat susah untuk berkonsentrasi dalam mengikuti seminar atau kuliah, salah satu penyebabnya adalah desain ruangan sewaktu dia masih SD sampai SMP yang tidak baik sehingga berdampak pada dirinya dikemudian hari. Untuk mengurangi hal demikian dikemudian harinya, penulis mengharapkan hal ini dijadikan acuan untuk kedepannya.

B. Topik Permasalahan Pada makalah kali ini, permasalahan akustik akan difokuskan pada lima hal : 1. Direct Arrival Parameter akustik berupa suara langsung yang dapat di dengar oleh audience atau orang yang berada di dalam ruangan tanpa mengalami pantulan. 2. Reverberation Time Parameter akustika ruangan yang paling banyak dikenal orang adalah Waktu Dengung (Reverberation Time RT). RT seringkali dijadikan acuan awal dalam mendesain akustika ruangan sesuai dengan fungsi ruangan tersebut. RT menunjukkan seberapa lama energi suara dapat bertahan di dalam ruangan, yang dihitung dengan cara mengukur waktu peluruhan energi suara dalam ruangan. Waktu peluruhan ini dapat diukur menggunakan konsep energi tunak maupun energi impulse. RT yang didapatkan berdasarkan konsep energi tunak dapat digunakan untuk memberikan gambaran kasar, waktu dengung ruangan tersebut secara global. RT jenis ini dapat dihitung dengan mudah, apabila kita memiliki data Volume dan Luas permukaan serta karakteristik absorpsi setiap permukaan yang ada dalam ruangan. Sedangkan RT yang berbasiskan energi impulse, didapatkan dengan cara merekam response ruangan terhadap sinyal impulse yang dibunyikan didalamnya. Dengan cara ini, RT di setiap titik dalam ruangan dapat diketahui dengan lebih detail bersamaan dengan parameterparameter akustik yang lainnya. RT pada umumnya dipengaruhi oleh jumlah energi pantulan yang terjadi dalam ruangan. Semakin banyak energi pantulan, semakin panjang RT ruangan, dan sebaliknya. Jumlah energi pantulan dalam ruangan berkaitan dengan karakteristik permukaan yang menyusun ruangan tersebut. Ruangan yang dominan disusun oleh material permukaan yang bersifat memantulkan energi suara cenderung memiliki RT yang panjang, sedangkan ruangan yang didominasi oleh material permukaan yang bersifat menyerap energi suara akan memiliki RT yang pendek. Ruangan yang keseluruhan permukaan dalamnya bersifat menyerap energi suara (RT sangat pendek) disebut ruang anti dengung (anechoic chamber), sedangkan ruangan yang keseluruhan permukaan dalamnya bersifat memantulkan suara (RT sangat panjang) disebut ruang dengung (reverberation chamber). Ruangan-ruangan yang kita tempati dan gunakan sehari-hari, mulai dari ruang tidur, ruang kelas, auditorium, masjid, gereja dsb akan memiliki RT diantara kedua ruangan tersebut diatas, karena pada umumnya permukaan dalamnya disusun dari gabungan material yang menyerap dan memantulkan energi suara. Desain bentuk, geometri dan komposisi material penyusun dalam ruangan inilah yang akan menentukan RT ruangan, sekaligus kinerja akustik ruangan tersebut.

3. Warmth Apabila waktu dengung ruangan pada frekuensi-frekuensi rendah lebih besar daripada frekuensi mid-high, maka ruangan akan lebih terasa hangat (warmth). Waktu dengung yang lebih tinggi di daerah frekuensi rendah biasanya lebih disarankan untuk ruangan yang digunakan untuk kegiatan bermusik. Untuk ruangan yang digunakan untuk aktifitas speech, lebih disarankan waktu dengung yang flat untuk frekuensi rendah-mid-tinggi. 4. Intimacy Kriteria ini menunjukkan persepsi seberapa intim kita mendengar suara yang dibunyikan dalam ruangan tersebut. Secara objektif, kriteria ini berkaitan dengan waktu tunda (beda waktu) datangnya suara langsung dengan suara pantulan awal yang datang ke suatu posisi pendengar dalam ruangan. Makin pendek waktu tunda ini, makin intim medan suara didengar oleh pendengar. Beberapa penelitian menunjukkan harga waktu tunda yang disarankan adalah antara 15 35 ms. 5. Diffusion Secara garis besar difusi adalah penyebaran suara dalam suatu ruangan. Difusi yang baik adalah setiap titik di ruangan akan mendengar sama jelasnya, baik di bagian depan maupun belakang. C. Judgement 1. Direct Arrival Secara umum setelah dicoba dari beberapa titik, direct arrival dari sumber suara bisa dibilang cukup bagus, karena geometri ruangan yang bagus baik dari segi tempat pembicaranya maupun letak tempat duduk audience. 2. Reverberation Time Waktu dengung ruangan 9231 diukur dengan tepukan tangan, kemudian diukur dengan stopwatch, dari hasil pengukuran didapat waktu dengungnya 0,3detik. Nilai ini masih dibawah nilai referensi untuk speech/conference room yang standarnya 0,7-1 detik. 3. Warmth Warmth dari ruangan 9231 tidak begitu bagus, karena suara tidak nyaman didengar. 4. Intimacy Waktu tunda antara suara langsung dan suara awal pantulan boleh dikatakan sangat kecil, karena tidak begitu terdengar adanya jeda. Berarti intimacy ruangan ini bisa dibilang bagus. 5. Diffusion Penyebaran suara pada ruangan 9231 tidak merata terutama mulai dari bagian tengah ke bagian belakang tempat duduk audience, kalau untuk bagian depan ke

tengah, penyebaran suara boleh dikatakan bagus selain karena dekat dengan sumber suara. D. Analisis Gambar Ruangan 9231

Untuk direct arrival, dari gambar tampak bahwa dari tempat duduk yang bertingkat, maka suara langsung terdengar dari sumber suara tiap tempat duduk. Jika ruangan terisi penuh audience, maka direct arrival tetap akan tetap sampai ke belakang dengan layak dan tidak terhalangi yang merupakan tujuan utama desain tempat duduk yang bertingkat tadi. Untuk reverberation time, waktu dengung yang singkat dikarenakan dindingnya kebanyakan terdapat absorber. Pemasangan absorber tidak di dekat sumber suara agar tidak terjadi echo. Absorber yang menyerap pantulan bunyi yang dari sumber suara yang melemah mengurangi waktu dengung. Pada kursi juga dipasang absorber agar tidak terjadi echo pada setiap kursi penonton, sehingga penonton tidak mengalami gangguan dalam mendengar bunyi. Lantai juga diberi karpet untuk mengurangi efek pantulan yang berulang-ulang yang dapat membuat audience tidak nyaman. Untuk warmth, karena ruangan memang tidak didesain untuk ruangan konser musik,maka warmth nya wajar saja tidak bagus. Warmth lebih utama untuk ruangan konser. Untuk intimacy, ruangan yang besar serta permukaan dinding ruangan yang sebagian besar tertutupi bahan yang tidak keras(absorber) sehingga beda waktu antara suara langsung dan suara awal pantul tidak jelas. Intimacy juga mempunyai hubungan dengan waktu dengung, sehingga juga dipengaruhi oleh absorber. Suara yang diserap oleh absorber di bagian pinggir sehingga pantulannya menjadi berkurang, dan hal itu semakin membuat suara menjadi terdengar semakin intim. Untuk diffusion, penyebaran tidak merata dibagian tengah sampai belakang karena plafon bagian atas terlalu datar sehingga pemantulan suara tidak maksimal sampai ke belakang. Selain itu, dinding ruangan yang menggunakan absorber mengurangi pantulan sampai ke bagian belakang, ditambah lagi lantainya yang dilapisi karpet, sehingga pemantulannya semakin berkurang. Sebenarnya pemakaian absorber sudah baik untuk mengurangi echo, namun karena ada tirai di bagian atas,

seharusnya untuk penyebaran yang lebih merata bagian di atas absorber merupakan permukaan yang keras. E. Kesimpulan Secara keseluruhan, ruangan tersebut sudah cukup baik untuk speech/conference karena sudah hampir memenuhi sebagian kriteria yang dibutuhkan. Cuma mungkin ruangan ini harus memakai pengeras suara jika ruangan dalam keadaan penuh audience. Pustaka : http://jokosarwono.wordpress.com/category/akustika-ruangan/ http://puslit.petra.ac.id/search_engine/cache/int/int040201/int04020105.txt